Rest Well Our Lovely Peach, Choi Jinri

Gambar

Setelah sekian lama aku kembali menulis, tapi sayangnya bukan untuk sebuah cerita yang menyenangkan. Aku kembali ke blog ini karena sebuah berita duka yang kembali terjadi (lagi) hanya dengan jarak hampir 2 tahun yang lalu. Ya seperti yang kita ketahui semua, Sulli telah beristirahat dengan tenang di alam sana.

Sore itu, sekitar jam setengah 4, aku sedang fokus bekerja, karena aku ingi pulang Teng Go jam 4. Tiba-tiba sobat kecilku yang juga seorang MeU mengirimkan WA.

“Sulii :(((((“

Mendapati pesan itu, aku bingung awalnya, namun dengan cepat juga feelingku langsung enggak enak.  Sejujurnya, benar-benar sejujurnya begitu mendapat pesan seperti itu, terlintas dipikiranku, “Is Sulli Passed away?”, namun langsung kutepis pikiran tersebut. Aku pun langsung membalas WA temanku.

“Hah? Sulli kenapa”

Tak lama kemudian dia membalasnya, “Is dead =((“

DEG! Jantungku langsung terhentak keras. Aku langsung panik dan lemes. Seketika aku langsung membalas

“Hah? Serius? :((( Aku otw twitter sekarang. Bukan suicide kan??? Pliiis!!!”

Nah biasanya aku kalau dapat pesan sejenis seperti pesan pertama, aku langsung ngecek twitter, cuman saat itu karena perasaanku sudah enggak enak, aku memilih menunda sampai dapat info yang jelas dari temanku. Begitu mendapat info yang jelas dari temanku, aku langsung buka twitter, dan ternyata topic Sulli meninggal sudah menjadi trending topic dan lini masa twitterku sudah penuh dengan berita Sulli. Aku termenung sambil menggulirkan lini masa twitterku. Setelah sekian menit nge-scroll timeline, aku memegang kepalaku dan mengatur napasku.

Huh….

Huh…

Rasanya sesak banget

Pusing

Lemes selems-lemesnya

And yes aku gemetaran. Fokus langsung hilang. Enggak bisa ngetik dengan benar. Teman-temanku yang lain langsung menghubungiku memberi kabar yang sama. Bahkan teman kampusku langsung meneleponku dan kita saling berbagi kesedihan yang sama. Untung temen kampusku langsung menelepon, aku jadi punya alasan untuk keluar ruangan sejenak. Untung temen kampusku menelepon jadi aku bisa berbagi perasaan gloomy yang sulit aku handle. Kami berbicara ditelepon cukup lama sekitar 15-20 menit. Selama itu juga aku diluar ruanganku hahahaha. Setelah selesai raut mukaku masih kusut. Aku membuka jam tanganku, dan memutuskan untuk keluar ruanganku lagi untuk mengambil air wudhu dan salat ashar.

Untuk kedua kalinya, selama 10 tahun aku menjadi seorang kpop fans, aku menyebut idol kpop dalam doa setelah solatku. “Ya Allah ini Sulli beneran suicide? Ya Allah… selama hidup dia menderita, aku tahu aku enggak punya hak untuk meminta ini, tapi izinkan aku meminta tolong tempatkan dia di tempat terbaik menurutmu Ya Allah. Her life is pathetic enough =(“.

Enggak nyangka aku, aku pikir Jonghyun adalah idol kpop pertama dan terakhir yang aku sebut dalam hidupku, namun ternyata tidak.

Hati ini benar-benar hancur. Orang pasti akan berpikir kalau aku berlebihan, lebay. Masa karena artis meninggal aku sedihnya segitunya. Yes, maybe she’s just a kpop star, she’s just an artist, but for me as MeU who loved f(x) since 2010, she’s so special for me. I love all f(x) member including her though she’s an ex member, but she’s still part of f(x).

Gambar

Aku bener-bener sedih, karena terjadi lagi kejadian 2 tahun lalu. Idol kesayanganku harus pergi dengan cara yang paling tidak kita inginkan. Kematian itu memang sesuatu hal yang pasti, namun jika kematian menghampiri karena Ia di datangi, itu bukanlah suatu yang bagus. Benar-benar berasa banget patah hatinya ditinggalkan dengan cara seperti itu. Niat awalnya aku sepulang kerja setelah beberes dan makan mau menonton knowing brother Super Junior. Pengen keketawaan lepas, niat tersebut langsung berbalik 180 derajat. Aku hanya ingin diam berbaring di kasur sambil memantau berita terkait Sulli di twitter. Di malam itu aku benar-benar hampa, kosong, bahkan aku tidur lebih cepat dari seharusnya karena hati ini benar-benar berat menerima berita tersebut.

Selama ini sebagai fans, aku sudah tahu kalau Sulli memang mengalami depresi, dan dia cukup terbuka akan hal tersebut. Dia merupakan artis yang jujur dengan perasaannya. Saat kejadian 2 tahun lalu, ada beberapa artis yang sebenarnya aku khawatirkan kondisi mentalnya, dan Ya Sulli salah satunya. Namun aku mencoba tetep stay positive. Ah… semoga  mereka mendapat pertolongan yang tepat, semoga mereka selalu dikelilingi orang-orang terkasih sehingga kejadian ini tidak terjadi lagi. Namun…. Kenyataan berkata lain….

Jujur sakit banget lihat Sulli memilih jalan tersebut. Namun kalau dipikir-pikir Sulli selama ini sudah kuat banget. Aku kalau jadi dia belum tentu bisa sekuat Sulli. Dia debut diusia muda. Wajahnya yang terlihat innocent ternyata tidak sesuai dengan ekspetasi masyarakat korea. Dia memiliki pemikiran yang terlalu bebas bagi masyarakat korea yang masih konservatif. Walau begitu, itu bukan hal yang salah kan??? Sulli enggak pernah melakukan kriminal. Dia hanya menjadi dirinya sendiri dan mengungkapkan apa yang dipikirannya. Dia hanya ingin melakukan yang bikin dia bahagia. Dia enggak melanggar hukum, dia bukan orang jahat. Bahkan dia enggak jadi menuntut pelaku komentar jahat karena tidak mau pelakunya yang merupakan mahasiswa universitas bergengsi punya jejak rekam kejahatan. Dia masih memikirkan masa depan pelaku dan netizen masih memberi kata-kata jahat. Kata-katanya pun suka enggak kira- tapi kenapa netizen banyak yang memberi kebencian kepada dia? kira. Benar-benar menyakitkan. Aku yang bukan Sulli saja, sakit hati bacanya, apalagi dia 😦 Benar kata youtuber Jang Hansol di channelnya Korea Reomit. Sulli itu bukan suicide but she was killed by netizen through their words. Not only netizen, but the trash journalist who write article just based on her IG update.

Well, sebenarnya aku pun ada beberapa pilihan hidup Sulli yang enggak aku suka, but it’s her life. Aku enggak bisa men-judge dia. Walau aku enggak suka, aku enggak pernah meninggalkan komentar benci ke dia sekalipun di dunia maya. Aku memang pernah membicarakan yang jelek tentangnya bersama temanku yang mengirim WA tersebut, tapi itu kami keep sendiri, dan ya udah hanya sebatas pembicaraan “Ga suka sama postingan IG dia yang ini”. But in the end, kesimpulan obrolan kami adalah, “Ya udahlah itu kan hidupnya dia, yang penting dia bahagia”.

Setelah dia keluar dari f(x), memang kelihatan banget hidupnya tidak bahagia. Dan ya ada postingan-postingan IG yang aku pribadi tidak nyaman. Ketidaknayaman itu membuatku untuk tidak mengikuti akun Ig nya yang lama. Nah begitu lah yang seharusnya dilakukan, jika kamu tidak suka dengan artis tersebut, cukup dengan tidak mengikuti dia. Tidak usah pedulikan dia. Bukannya menebar kebencian, atau melampiaskan kekesalanmu di dunia nyata kepada artis yang tidak bersalah.

Walau ada hal tidak aku suka dari dia, namun bagaimana juga dia seorang yang aku suka. Dia pernah menjadi bagian dari f(x). Setelah melihat video lama dari f(x) aku rindu dia, akhirnya di tahun 2017 awal aku kembali mengikuti Sulli di akun IG barunya. She’s still loveable person. Aku paling suka melihat senyum dia. Semuanya pasti setuju, Sulli itu cantik parah, enggak ada obat. Apalagi pas lagi tesenyum lebar. Senyum yang sangat menyegarkan, manis, kecantikannya makin wah.

Hành trình lột xác ngoạn mục sau 13 năm của Sulli: Sao nhí thành idol nổi loạn, giờ là nữ CEO đình đám châu Á

Hasil gambar untuk sulli fx rum pum pum pum

Dia sebagai artis juga sebenarnya enggak hanya mengandalkan visual. Visualnya yang luar biasa agak nge-overshadow kemampuan dan karyanya. Dia punya sense of art yang bagus. Seperti yang kita tahu Sulli bisa melukis kan dan karya dia tuh bagus… aestethic gitu. Selain itu dia juga bisa akting, walau belum sehebat aktris-aktris senior, tapi akting dia cukup natural. Pas dia akhirnya akting lagi pas jadi cameo di Hotel Del Luna, aku senang melihatnya. Lalu lagu solo dia, Goblin, Serius aku suka banget lagunya. Enak parah!!!! Beda sama lagu kpop biasanya. Lagu lainnya juga Dorothy dan On The Moon juga bagus banget. Aku paling suka lagu yang Dorothy. Enak banget buat pengantar tidur, dan buat chilling. MV Goblin juga bagus banget. Mengangkat tema mental health, dan disitu juga keterbukaan Sulli tentang kondisi mentalnya yang tidak bagus. I really love her work on that album.

Hasil gambar untuk sulli goblin

Aku masih berat hati menulis ini. Kemaren saat mendengar podcastnya Kaskus Kekoreaan. Di episode terbarunya (EP. 31) Kak Ron dan Kak Dita ngebahas tentang ini, membuatku ingin menulis juga tentang Sulli. Di podcast tersebut cukup mewakili perasaanku dan perasaan kita para fans mengenai berita ini. Masih terasa berat, butuh banyak helaan nafas, dan sedikit nge-trigger. Cumana pa yang sudah terjadi, kita tidak bisa berbuat apa-apa. Kita hanya bisa mendoakannya dan mengenang semua karya dan semua kenangan indahnya selama 10 tahun ini.

Aku harap enggak ada lagi kejadian kayak gini di dunia Kpop, ataupun dunia manapun. Terutama untuk agensi SM entertainment. This is serious alert. I hope SM really concern about their artis mental health, also their employee too. Katanya sih SM memang sudah punya penanganan mengenai kesehatan mental artis-artisnya, namun ya memang depresi itu tidak mudah diatasi. Aku berharap SM juga serius dalam menindak para pelaku komentar jahat. Memang akan menghabiskan uang untuk menuntut mereka, namun untuk membuat artisnya menjadi lebih baik, kenapa tidak.

Last but not least, aku ingin menyampaikan sedikit kata-kata untuk Sulli.

Sulli yaa…. Ah aniya,,, Jinri yaaa Maafkan aku…. Aku benar-benar minta maaf enggak bisa menjaga dan mencintai serta mendukungmu sepenuhnya. Maaf pernah berbicara buruk tentangmu dengan temanku. Tapi ketahuilah, aku tetap menyukaimu. Seenggak sukanya aku denganmu, rasa suka ku jauh lebih besar. Saat kamu keluar dari grup pun, aku merasa itu memang yang terbaik untukmu, karena kamu pasti lebih bahagia ketika tidak harus berada dalam image seorang idol. Aku mendukung semua karyamu. Aku cuman pengen lihat kamu bahagia dan menikmati hidupmu.

Jinri, kita merupakan teman satu line. Aku impresif sekali denganmu karena kamu berani mengutarakan pemikiranmu yang terbuka terutama tentang isu wanita. Kau berani menyuarakan hal tersebut ditengah patriarki masyarakat. Aku benar-benar kagum dan mendukung hal tersebut. Aku sanga menyukai senyum ceria mu. Setiao melihat senyummu, aku pun ikut tersenyum lebar dan merasa lebih segar. Kini tak ada lagi hal seperti itu….

Jinri terima kasih telah berjuang mengatasi kekalutan hidupmu. Terima kasih telah menjadi inspirasi banyak orang. Terima kasih telah debut dan menjadi bagian dari f(x). terima kasih telah menghibur. Terima kasih telah memberi senyuman terindahmu. Terima Kasih akan semua yang telah kau lakukan.

Maafkan aku tidak bisa melindungimu. Semoga kau bahagia disana dan tidak merasa sakit lagi ya.

Selamat beristirahat dengan tenang Choi Jinri…. Jeongmal Saranghaeyo ❤

Gambar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s