Napak Tilas Kdrama 2019 Versi Jepretpress

Hellooo everyone…. How have you been guys? I’m being busy lately. Not lately… but all day year, I’m being busy. My 2019 is such full days of my real life. Ingin bikin awards untuk drama-drama tahun 2019, tapi aku tidak sempat. Sayang banget sih, tahun 2018 kemaren enggak sempat buat, di tahun 2019 sekarang juga enggak sempat buat. Makanya aku ingin membahas yaaa, kilas balik, napak tilas drama 2019 yang sudah ku tonton. Aku tahu ini sebenarnya cukup terlambat, karena 2020 saja sudah memasukin bulan kedua. Awalnya aku mau membuat tulisan ini di bulan Januari 2020. Sayangnya, baru awal tahun, aku memiliki prioritas utama dalah kehidupanku. Bahkan aku tidak menonton drama sama sekali di bulan tersebut, karena aku sangat fokus dengan real lifeku. Semoga membawa hasil yang bagus dalam kehidupanku hehehe.

Sekarang memasuki Februari aku agak longgar. Di sela-sela kesibukkanku, aku mencoba untuk menulis jejak kdrama ku di 2019. Mohon maaf banget, di 2019 aku benar-benar ga menulis review kdrama sama sekali. Cuman sempat diawal tahun, ya karena aku sibuk kerja. Pagi sampai sore kerja. Lihat komputer seharian, bercengkrama dengan Ms. Excel dan Ms. Word setiap hari. Oleh karena itu setiap pulang kerja aku hanya ingin menonton drama, tanpa memikirkan review. Aku terlalu lelah jika sepulang kerja, masih harus nonton drama, lalu menulis review. Hidupku yang 24 jam 7 hari seminggu ini benar-benar berasa enggak cukup banget. Oleh karena itu aku merelakan waktu menulis reviewku saja dibanding menonton drama.

Di tahun 2019 ini sebenarnya aku enggak banyak menonton drama juga dengan berbagai alasan. Alasan satu ya waktuku terbatas, jadi aku enggak bisa menonton semua drama yang lagi hype atau yang cukup underrated. Waktuku yang terbatas membuatku sangat memilih untuk menonton drama mana yang sebaiknya ku tonton, mana yang tidak. Selain alasan tersebut, aku memang lagi agak bosen, kayak enggak banyak drama yang plot awalnya menarik perhatianku, jadi tahun ini aku cukup ada beberapa drama yang akhirnya aku drop. Ini masalah selera lagi-lagi…. Aku sejak 2018 memiliki perubahan selera dalam memilih drama. Jadi jangan diamuk yaaa kalau pilihanku beda dengan kalian hehehehe. Aku juga kini jarang nonton yang ongoing. Kesibukkanku membuatku baru sempat menonton drama tersebut ketika drama itu sudah selesai. Ada sih yang aku tonton saat masih ongoing, tapi sebagian besar aku tonton ketika sudah tamat.

Ya maaf ya jadi curhat didepan, tapi aku kan memang selalu curhat sebelum masuk ke inti tulisan hahahahaha. Oke, mari kita mulai saja, mengenai Napak Tilas Kdrama nya Jepretpress di tahun 2019. Di tahun 2019, aku menonton 24 drama 2019 hingga tamat, dengan 3 diantaranya merupakan drama yang tayang diakhir 2018 lalu baru tamat di 2019. Berarti yang full drama 2019 hanya 21 drama. 2 drama lama yaitu tahun 2018 dan 2017 aku sempatkan untuk kutonton hingga beres. Lalu 6 drama 2019 aku drop ditengah jalan, 1 drama 2019 yang aku stop masih enggak tahu akan lanjut atau tidak, dan 3 drama 2019 yang ada di watchlist tapi enggak tahu akan ditonton atau tidak hahahahaha. Aku sangat picky dalam memilih drama, jadi yaaa variasi pilihan drama ku di 2019 enggak banyak. Walau enggak banyak, tapi aku tetap ingin berbagi dengan kalian. So, berikut ini adalah napak tilas kdrama yang aku tonton di tahun 2019 :

  1. Sky Castle (4,2/5). Aku sudah membahas ini di Napak Tilas Kdrama 2018, cuman kan waktu itu belum ada rating dari aku. Jadi aku bahas lagi dengan singkat. Walau drama ini sudah berlalu lama, tapi drama ini tuh sampai sekarang masih berkesan. Drama ini tuh benar-benar cakep parah, dengan semua roller coaster plotnya, dan akting para pemainnya yang juara. Aku masing mengganggap drama ini merupakan masterpiece dari JTBC.
  2. Memories of Alhambra (3,7/5). Drama ini jug asudah kubahas di Napak Tilas Kdrama 2018. Setelah menyelesaikan drama ini, lagi-lagi, aku memang tidak cocok dengan penulis W. Aku cukup frustasi dengan drama ini, tpai at least eksekusinya oke dibandingkan drama W. at least aku masih enjoy dan enggak banyak mendumel kesal saat nonton drama ini.
  3. My Strange Hero (3,6/5). Drama yang menceritakan balas dendam bercampur genre Sekolahan ini cukup bisa kunikmati dengan baik. Ya walau jujur, ini standar Kdrama, tapi enggak buruk kok. Romcom yang asik untuk diikuti dan bikin kita tertawa. Drama ini sangat ketolong dengan chemistry pemain utamanya. Yoo Seungho, jo Boah, dan Kwak Dongyeon benar-benar berhasil membuatku terpesona.
  4. The Crowned Clown (3,8/5). Drama ini diambil dari film yang berjudul Masquarade. Memiliki plot yang sama yaitu menceritakan seorang badut yang memiliki wajah yang serupa dengan Raja yang tiran. Oleh sebab sesuatu, sang badut tersebut menggantikan Raja asli untuk memerintah kerajaan dengan bantuan tangan kanan Raja asli dan Kasim Raja. Drama ini dari awal jalan hingga akhir sangat menarik, dan gila sih setiap episode aku selalu penasaran. Lalu chemistry Yeo Jingoo dan Lee Seyoungnya mantap sekali. Akting mereka juga bagus banget. Alasanku menonton ini karena Lee Seyoung. Setelah terpesona dengannya di Hwayugi, aku memutuskan untuk menonton ini karena ingin melihat dia menjadi pemeran utama, dan aku tidak menyesal. It such a good drama.
  5. The Light In Your Eyes (4/5). Drama yang mengambil sudut pandang yang sangat beda dari drama-drama biasanya, dan OMG! Sangat menyentuh hati dan disaat yang sama feel heartwarming. Drama ini menceritakan seorang gadis muda berusia 25 tahun yang dalama semalam berubah menjadi Nenek tua berusia 75 tahun. Drama ini memiliki plot twist terbaik sih. Benar-benar merubah genre dan sudut pandang kita semua. Worth to watch
  6. Romance is a bonus book (3,8/5). Another simple drama but so much fun. Menceritakan seorang Ibu tunggal yang berhenti bekerja karena mengurus keluarga, lalu kembali bekerja lagi karena kebutuhan hidup. Dia mencoba untuk kembali ke pekerjaan lamanya yang merupakan passion-nya menjadi copy writer. Namun karena dia telah lama berhenti, industry sudah berubah, dan dia adalah seorang perempuan sehingga orang-orang berkeberatan. Demi mendapatkan biaya untuk hidup, akhirnya dia mau menjadi anak magang di perusahaan penerbit buku. Seru banget sih drama ini, karena kita jadi tahu cara kerjanya dunia penerbitan. Kita jadi tahu proses terbitnya sebuah buku seperti apa. Selain itu romancenya juga pas banget. Enggak berlebihan, enggak kurang. Semua karakternya adorable. Chemistry Lee Jongsuk dan Lee Nayoung bagus. Walau aslinya ada perbedaan usia, dan di drama juga diceritakan hal yang sama, tapi tidak terasa canggung. Kisah cinta karakter lain juga menarik untuk diikuti.
  7. Trap (4/5). Sebuah drama yang awalnya aku tidak berminat, tapi melihat di timeline twitter ada yang membahas karena katanya plot twistnya mantap sekali. Wah aku yang saat itu sedang ketagihan plot twist, jadi tertarik. Lalu jumlah episodenya hanya 7 episode. Wah cus sih ini. Drama ini menceritakan sebuah keluarga bahagia dari seorang penyiar terkenal. Suatu hari mereka liburan keluarga bersama, dan tiba-tiba terjadi tragedy terror yang menyebabkan sang penyiar kehilangan anak dan istri. Disini kita akan diajak bercerita dan mencari tahu siapa pelakunya. Drama OCN kalau masalah kriminal memang luar biasa. Aku terkejut dengan plot twist nya karena menampilkan sudut pandang yang berbeda, dan wow aku tidak menyangka pokoknya.
  8. Kingdom (3,9/5). Drama ini merupakan serial Netflix dengan jumlah episode hanya enam saja. Sayangnya ternyata masih bersambung di musim selanjutnya, dan baru ada nanti maret 2020 =(. Menceritakan tentang serangan zombie d era Joseon. Aneh kan? Jarang-jarang ada cerita zombie tapi berlatar era Joseon. Biasanya berlatar modern, tapi ini di era Joseon. Dengan segala keterbatasan alat, para penduduk berusaha untuk menghalau dari serangan ganas zombie tersebut. Sayangnya saja karena latarnya di era Joseon, dan zombie memang aktifnya di malam hari, sehingga banyak adegan yang terlihat remang-remang. Aku harus menaikkan brightness laptop ku hahahaha. But overall, its so much fun! Aku tak sabar menanti musim keduanya.
  9. My first first love 1 & 2 (3,75/5). Another Netflix series. Simple romcom but I really love it. Cerita tentang friendzone selalu menarik perhatianku. Menceritakan mengenai dua orang muda mudi yang sudah berteman sejak SMA. Ada suatu kejadian yang menyebabkan tokoh utama wanita ini harus menumpang tinggal di rumah sahabat lelakinya itu bersama 2 orang teman sahabatnya tersebut. Saat tinggal ditempat sahabatnya itu, Ia jatuh cinta dengan salah satu sahabat dari sahabatnya, dan jelas itu membuat sang sahabat cemburu namun masih tak sadar juga kalau dia menyukai sahabat wanitanya tersebut. Disini kita jadi bertanyatanya, endingnya sama siapa yaaa. Selain kisah cinta segitiga mereka, kisah cinta pemeran pendukung juga menarik diikuti. Menonton drama ini berasa angin segar. Sangat ringan namun menarik.
  10. Search : www (3,9/5). Drama yang menurutku cewek-cewek harus nonton. Drama ini benar-benar mengusung kekuatan wanita dan sangat menonjolkan sekali kita sebagai wanita itu bisa menjadi terdepan. Menceritakan mengenai kehidupan 3 wanita karir yang bekerja di perusahaan engine search yang saling bersaing. Masing-masing dari mereka juga punya kisah cinta yang bikin gemas, dan greget, terutama untuk couple kedua Cha Hyun dan Seol Jihwan. Untuk pasangan utamanya, Bae Tami dan Park Morgan cukup bikin kita bergairah. Baru juga kenal, sudah tidur bareng wkwkwkwk. Mana setelah itu jadi kepikiran. Proses jatuh cintanya mereka terbalik. Aneh tapi bikin menarik, sayangnya dipertengahan aku agak lost interest sama kisah mereka, karena kehadiran pasangan fans dan artis Hyun-Jihwan. Lalu pasangan suami istri Song Kakyung dan Oh Jinwoo yang katanya menikah bukan karena cinta, tapi ikatan hubungan mereka kuat. Drama ini menariknya juga jadi kita tahu dengan dunia internet terutama web pencarian.
  11. Different dreams (3,7/5). Aku lupa alasan pasti menonton ini karena apa, cuman kalau enggak salah karena mengambil latar saat revolusi korea – jepang deh. Semenjak menonton Chicago Typewriter, aku tertarik dengan drama dengan tema tersebut. Menceritakan mengenai perjuangan para rakyat Joseon agar lepas bebas dari Jepang. Drama ini fokus utamanya lebih ke politik dan perjuangan mereka agar korea merdeka. Awalnya kedua tokoh utama ini agak bermusuhan karena mereka berbeda ideologi, dimana Kim Wonbong berideologi komunis, sedangkan Lee Youngjin lebih liberal ke barat. Cerita ini ada beberapa tokoh yang memang nyata, termasuk male lead Untuk female leadnya sih fiksi. Gara-gara drama ini aku jadi menyukai Im Juhwan hahahaha. Karakternya yang benar-benar memiliki integritas tinggi, tapi baik hati, tapi jadi boomerang karena dia merupakan orang Jepang. Aku tahu drama ini not for everyone, apalagi fans internasional. Cuman aku menikmati sih, walau tidak terlalu berbekas.
  12. Her private life (3,6/5). Ini drama romcom yang benar-benar ringan, bisa sangat relate bagi kita para fangirl, sekaligus iri, kapan kita bisa seperti itu?? Menceritakan seorang kurator professional, dibalik profesionalismenya, ternyata dia merupakan seorang master fansite dari seorang idol. Nonton ini membuatku merasa, untuk menjadi fangirl itu tidak mengenal usia. Walau sudah bekerja, dewasa, dan idolnya lebih muda, tetap sekali fangirl tetap fangirl. Ditambah dia puny abos sekaligus pacar yang suportif dengan kehidupan fangirl Jiwa iriku meletup-letup. Akhirnya setelah melihat Kim Jaewook jadi psikopat di voice, aku bisa melihat sisi manis dia yang bener-bener manis bikin hati ketar-ketir di drama ini. Chemistry Park Minyoung Kim Jaewook juga bagus banget sih. Ya walau ada sih karakter yang menyebalkan second leadnya, overall,tetap seru. Drama ini fun banget sih.
  13. Kill it (3,7/5). Aku agak nano-nano sih tentang drama ini. Drama yang menarik, tapi agak gimana yaaa…. Banyak tidak jelasnya hahahaha. Lebih kurang tereksplor sih kisahnya. Menceritakan seorang pembunuh bayaran dan detektif wanita yang mengangkat tentang topik yang cukup berani yaitu kloning manusia. Drama ini cukup pendek sih cuman, 12 episode, tapi karena itu menurutku jadi agak kurang keeksplor si kasus kloningannya tuh. Ada yang masih aku kurang paham. Lalu endingnya mana si pembunuh bayarannya, Kim Soohyun mati pula. Drama ini cukup terselamatkan karena chemistrynya Jang Kiyoung dan Nana yang memang bagus banget. Aku berharap mereka berdua bakalan main lagi dipasangkan menjadi pasangan yang hidup bahagia. Soalnya di Kill it, mereka ngenes banget.
  14. Voice 3 (3,9/5). Do timjang is back. Di musim ketiga ini benar-benar terusan dari musim keduanya. Disini lah semua misteri akan terungkap. Untuk kasus-kasus sampingannya yang ditanganin golden center tetap ada, tapi tidak sebanyak musim-musim lalu. Disini kita juga jadi tahu banyak mengenai masa lalu Do Timjang dan kenapa dia punya kecenderungan untuk menjadi psikopat. Drama ini cukup dieksekusi dengan baik seperti sebelumnya. Cuman ya seperti biasa drama begini endingnya bikin kesel, tapi ini karena akhir musim, jadi cukup jelas si akhir ceritanya.
  15. Hotel del luna (3,85/5). Hong sisters kembali dengan cerita fantasinya. Drama ini berkisah mengenai Jang Manwol yang manusia bukan, setan juga bukan… mungkin dedemit kali yaa… yang telah hidup selama 1000 tahun karena dihukum dewa dan di harus mengelola Hotel tempat persinggahan para manusia yang telah meninggal sebelum ke alam baka. Dia mengelola bersama hantu-hantu lain dan seorang manajer manusia. Drama ini walau bertema horor, tapi tidak menyeramkan sama sekali. Ya memang ada sedikit jumpscare, tapi benar-benar sedikit. Lebih banyak kocaknya. Komedinya khasnya hong sister Drama ini termasuk well executed, dan akhirnya enggak bikin emosi semacam Hwayugi. Drama ini juga memiliki OST yang enak semua. Sayangnya, nanti akan ada 2 kubu pasangan, dan aku juga termasuk yang lebih suka melihat manwol dan mas kunang-kunang.
  16. Love affairs in the afternoon (3,8/5). Drama yang cukup “berat” topiknya, yaitu perselingkuhan. Menceritakan dua orang yang sudah menikah, namun sama-sama merasa kosong karena pasangannya masing-masing, mereka berdua bertemu, dan ternyata malah saling nyaman, sehingga hubungan yang terlarang pun terjadi. Nonton ini tuh dilema banget. Mau dukung mereka, tapi itu salah…. Tapi enggak dukung kasihan, karena hubungan mereka dengan pasangannya masing-masing tidak terjalin dengan baik. Aku selama nonton ini kasihan sama mereka, tapi kasihan juga sama pasangan mereka, apalagi sama si papa burung. Papa burung itu sayang banget sama istrinya, cuman dia enggak bisa mencurahkan dengan baik, dan perhatian dia terlalu tercurah dengan burungnya. Melalui drama ini, aku jadi paham juga sudut pandang selingkuh. Aku tidak membenarkan selingkuh, karena bagaiamanapun juga selingkuh itu hal yang tidak bisa dimaafkan, tapi dari drama ini aku paham kenapa orang melakukan selingkuh. Memang sih drama ini agak meromantisasi affairs, cuman drama ini juga memperlihatkan apa akibatnya kalau kita selingkuh, apalagi dalam pernikahan yang mengikat dua keluarga, bukan cuman 2 pribadi. Disini juga dijelaskan kok kalau selingkuh itu keindahan sesaat. Lebih banyak mudaratnya dibanding kebahagiaannya.
  17. Class of lies (3,9/5). Drama dengan latar sekolah yang tidak biasa karena tayang di OCN. Menceritakan mengenai pengacara yang menangani kasus pembunuhan siswi SMA. Dia harus membela seorang siswa SMA yang dituduh membunuh temannya sendiri. Dalam penyelidikkan banyak keanehan dan berakibat dia dipecat oleh firma hukumnya. Untuk balas dendam terhadap bos dan rasa penasarannya, dia menyamar jadi seorang guru dan masuk ke sekolah tersebut untuk memecahkan kasus tersebut. Di drama ini kita akan mengetahui betapa menyeramkannya anak-anak remaja. Bisa jauh lebih seram dibandingkan orang dewasa. Drama sekolah pasti tak lengkap jika tanpa bullying. Drama ini juga mengangkat cerita tersebut. Selain itu, pembunuhnya cukup tidak terduga untukku. Walau agak akhir-akhir aku sudah curiga dengan dia, tapi diawal-awal aku tidak bisa menebak pelakunya. Buat yang suka cerita kriminal cocok untuk diikuti karena ya jarang-jarang drama sekolahan tapi temanya crime. P.S : ada guru yang baik tapi sumpah menyebalkan banget karena kebaikannya itu. Kalian kalau sudah menonton akan mengerti.
  18. Be melodramatic (4/5). Slice of life nya JTBC selalu juara buatku. Sebenarnya drama ini enggak slice of life banget siiih. Drama ini membuat kita tahu mengenai dibalik proses pembuatan drama seperti apa. Drama ini bercerita mengenai asisten penulis drama yang akan memulai debutnya sendiri menjadi penulis drama. Konsep drama yang dia tulis ceritanya “mirip” dengan alur drama ini sendiri. Menarik banget sih, lalu komedinya juga jenius menurutku. Mereka menyisipkan adegan-adegan PPL dengan cara mereka sendiri. Selain pasangan utamanya penulis dan sutradara, cerita kedua sahabatnya juga menarik banget. Aku benar-benar merekomendasikan drama ini ke teman-temanku.
  19. Tale of nokdu (3,75/5). Drama sageuk 2019 kedua yang kutonton. Awalnya aku tidak begitu tertarik, cuman karena di twitter cukup di-hype, dan pas tahu cowok menyamar jadi cewek di jaman Joseon pula. Aku cukup penasaran. Kayaknya menarik, ternyata memang menarik, dan lucu juga. Cerita dari drama ini adalah Nokdu yang entah mengapa dia, dan keluarganya selalu dikejar oleh orang-orang misterius yang ingin membunuhnya. Saat menyelidiki siapa pelaku utamanya, salah satu pelaku memasuki desa janda. Untuk mengetahui semua jawabannya, dia terpaksa menyamar menjadi seorang janda yang kabur, dan Disana dia bertemu gadis calon gisaeng, Dongju yang nantinya akan membantu kehidupannya sekaligus menjadi anak angkat dari Nokdu. Drama ini kocak, tapi menyentuh. Konflik kerajaan dan politiknya tidak begitu berat. Lebih berfokus kepada kehidupan Dongju – Nokdu, serta perkembangan Nokdu terhadap jati dirinya. Lalu porsi komedinya pas, dan romance Dongju – Nokdu sangat cute. Chemistrynya oke banget, dan bikin kita gemes.
  20. When the camellia blooms (4/5). Aku menonton drama ini karena Kang Haneul dan Gong Hyojin. Biasanya Gong Hyojin ini pintar memilih drama, dan memang benar. Aku tidak menyesal mengikuti perjalanan drama ini karena, wah…. Mantap banget sih. Semua aspek dapat. Senang, Tawa, Sedih, Terharu, Jatuh cinta, marah,kriminal semuanya ada dalam drama ini. Ceritanya juga menarik karena menceritakan tentang kehidupan Ibu Tunggal yang pastinya sangat dipandang sebelah mata di korea sana. Lalu ada anak kampung sana yang sekaligus polisi bucin mati-matian sama sang janda kembang, Dongbaek. Dongbaek menjadi saksi dari suatu kasus pembunuhan berantai, dan kini pembunuh tersebut mengejarnya. Banyak aspek yang diangkat, tapi cerita drama ini indah banget sih. Aku menangis berapa kali gara-gara hubungan Dongbaek dan Ibunya, dengan anaknya, Pligu. Lalu hubungan Pilgu dan ayah kandungnya yang bikin aku gemas, prihatin, tapi ngakak. Dan tak lupa pemeran utama pria yang benar-benar bucin, Heang Yongsik. Dia benar-benar enggak nyerah dan protect uri Dongbaek. Warga kampung Ongsan yang menyebalkan dan suka gibahin Dongbaek, tapi kalau Dongbaek kenapa-kenapa mereka siap pasang badan untuk Dongbaek. Cerita kriminalnya juga cukup menegangkan dan bikin penasaran.
  21. Vagabond (4,3/5). Vagabond adalah drama paling epic di 2019. Wah serius ini masterpiece Untung aku menonton ini ketika sudah tamat, dan aku menyelesaikan drama ini hanya satu hari saja saat hari minggu karena saking ketagihannya. Sampai-sampai, di hari Senin aku masuk siang karena semalaman maraton drama ini. Drama ini menjadi reuninya Lee Seunggi dan Suzy. Cuman jangan berharap romance seperti Gu Family Book yaaa. Drama ini benar-benar penuh dengan spionase dan politik. Sayang banget sih sebenarnya, karena chemistry Suzy dan Lee Seunggi sudah terbangun berapa tahun lalu, cuman kalau ada romance memang mengganggu jalan cerita. Wah gila sih drama ini benar-benar matang banget menurutku. Mulai dari naskah, akting, sampai produksinya. Enggak heran kalau syuting drama ini butuh berbulan-bulan karena memang saat tayang terlihat sangat matang. Keren banget drama ini. Drama 2019 wajib tonton. Oh iya sedikit sinopsis ini adalah seorang paman yang kehilangan keponakannya karena kecelakaan pesawat yang ternyata adalah bentuk terorisme. Gara-gara drama ini aku jadi bertanya-tanya, apakah Indonesia juga memiliki lobbyist? Hm….
  22. Catch the ghost (3,9/5). Drama comebacknya Moon Geunyong nih…. Setelah berapa tahun tidak bermain drama, Moon Geunyong memilih drama ini untuk kembali tampil di layar kaca. Drama ini mengisahkan mengenai kepolisian subway yang bertugas untuk berpatroli di stasiun-stasiun subway. Yoo Ryung menjadi polisi divisi subway demi menemukan adik kembarnya yang hilang di subway 2 tahun yang lalu. Sementara itu kepolisian subway sedang menghadapi kasus genting yaitu pencopetan oleh tiga belalang yang membuat heboh masyarakat dan juga penemuan mayat di subway. Drama ini juga cukup bikin aku ketagihan. Aku menonton drama ini setengah ongoing setengah marathon. Maraton dari episode 1 – 10, lalu menjadi ongoing di episode 11-16. Twist yang dihadirkan cukup menarik, yang membuat perkiraan awal kita salah, eh ternyata benar, eh ternyata salah lagi. Lalu di drama ini aku makin jatuh cinta dengan mas dimple, Kim Seonho. Karakter dia, dan Kim Seonhonya sendiri sangat adorable. Chemistry dia dan Moon Geunyong bagus banget huhuhuhuhuhu. Drama ini juga enggak serius banget, masih ada komedi yang bikin kita tertawa cukup terbahak-bahak.
  23. Love alarm (3,6/5). Ini sebenarnya drama teenagers banget, dan aku sudah diusia yang tidak tertarik dengan drama tema sekolahan begini. Cuman aku baca, drama ini menarik dan ga cheesy ataupun cringe. Aku jadi penasaran dan memutuskan untuk menonton, dan well, it’s good. Menceritakan penggunaan aplikasi Love alarm yang bisa mendeteksi orang yang menyukaimu dalam jarak 10 meter. Kim Jojo gadis sma yang ditaksir seorang anak pindahan baru yang populer. Baru hari pertama, udah ciuman aja. Ckckckck Dasar, tapi itu yang bikin intens naik dan bikin aku penasaran. Ya ini standar romance Ada cinta segitiga, dan as usual, I’m rooting for the second lead male. I’m clowning my self. Padahal dia jelas-jelas enggak ada usaha buat deketin Jojo. Cuman, tampaknya aku masih ada kesempatan, karena nanti dimusim kedua, tampaknya dia akan usaha untuk memenangkan hati Jojo. Drama ini manis yang enggak bikin eneg. Enak dilihat, sekaligus bikin iri para penonton yang single hahaha.

Nah itulah drama-drama 2019 yang aku tonton hingga tamat. Aku tidak menyesal being picky, karena aku benar-benar bisa puas dengan pilihan dramaku sesuai seleraku, dan aku tidak membuang-buang waktu untuk menonton drama yang tidak cocok denganku, hanya karena alasan banyak orang yang menonton. Drama-drama 2019 yang kau tonton hingga selesai semuanya cukup bagus menurutku, dan pasangan-pasangannya semuanya enggak ada yang fail sih, ya kecuali Hotel Del Luna yang agak menyimpang, walau chemistry IU dan Yeo Jingoo oke sih, cuman Yeo Jingoo chemistrynya masih lebih dapat pas sama Lee Seyoung. Lalu endingnya juga enggak ada yang bikin kesal. So overall, my kdrama experience in 2019 is good enough.

Berhubung aku menjadi pemilih sekali dalam menonton drama, ada beberapa drama yang sudah ku tonton beberapa episode, dan aku memutuskan untuk tidak lanjut lagi, karena berbagai alasan. Ya ini sebenarnya TMI banget sih… dan ya mungkin orang-orang juga enggak penting tahu, alasan kenapa aku nge-drop drama ini. Cuman aku ingin berbagi pendapat saja yaaa. Kalau kalian enggak setuju it’s okay. Oh iya sedikit catatan. Aku tidak melanjutkan drama-drama ini bukan karena jelek, tapi memang masalah selera, dan sreg di hati *ceilaaah*. Also this is my opinion, I don’t forcing you to have same opinion with me, so you do….

Drama 2019 yang aku tonton dan tidak dilanjut adalah sebagai berikut :

  1. Awalnya kau menonton ini karena ingin melihat chemistry diantara Lee Sangyoon dan Jang Nara, karena ini pasti bagus banget chemistrynya. Tahunya ceritanya tentang perselingkuhan, mana Lee Sangyoonnya selingkuh pula. Cuman diawal kita dibawa harus menebak siapakah selingkuhan Lee Sangyoon dari 3 kandidat wanita yang ada di tempat kerjanya. Masing-masing memiliki aroma kuat untuk menjadi pelakor. Aku pun punya dugaan, dan aku harap dugaan aku salah, karena aku menduga seseorang yang terlihat polos. Kalau dugaan ku benar, polanya akan sangat terlihat, dan menjadi tidak menarik lagi. Lalu ternyata benar dong, dugaanku benar kalau wanita itu pelakornya. Aku benar-benar langsung kehilangan minat, ditambah pelakornya enggak tau diri, bikin esmosi setiap nonton. Aku bukannya terhibur saat nonton drama ini, tapi malah emosi banget. Demi kesehatan mentalku, jadi aku memutuskan untuk tidak melanjut drama ini. Kalau enggak salah aku stop di episode 10 apa 11 ya.
  2. Doctor John. Lagi-lagi alasan aku menonton drama ini karena pemainnya my favorit ahjussi actor, Jisung dan Lee Seyoung. Pas tahu akan ada romance diantara mereka berdua aku agak keberatan, tapi enggak apa-apa lah ya… masih oke lah. Lalu cerita penyakit langkanya menarik juga. Cuman konfliknya Ya allah Ya Tuhanku, aku kesel sama si perawat dan jaksa yang mengincar si Cha Yohan. Kenapa sih mereka terobsesi banget, apalagi sama si perawat yang benar enggak penting. Aku memang salah sih, aku drop di episode awal-awal, sekitar episode 6-7, cuman aku benar enggak tahan untuk lanjut lagi, karena benar-benar bikin muak si perawat dan jaksanya. Ditambah konflik keluarga Kang Shiyoung yang bikin aku malas juga. Keluarga kok saling menyalahkan. Intinya ceritanya enggak sreg sama aku, jadi aku tidak lanjut.
  3. When the devils call your name. Aku nge-drop drama ini terlalu cepat. Dalam 2 episode saja aku memutuskan untuk tidak lanjut hahahahahaha. Padahal premis awalnya aku sangat tertarik. Tentang persekutuan setan agar mendapatkan kesuksesan coba. Ya sejenis pesugihan kalau di Indonesia. Jarang-jarang kan Kdrama mengusung cerita begitu. Mana yang main Jung Kyungho sama Park Sungwoong pula. Sayangnya, saat aku menonton 2 episode pertama, terlalu membosankan bagiku. Komedinya kurang nendang, dan aku tidak tertarik secara emosi juga. Intinya tidak memenuhi ekspetasiku. Jadi baru 2 episode juga aku tidak berminat melanjutkan.
  4. Arthdal chronicles. Banyak orang yang menikmati drama ini, dan sebagian besar juga bilang kalau drama ini memang menarik. Aku menonton ini karena Song Joongki akhirnya ngedrama dan Kim Jiwon jadi female lead. Cuman ternyata drama ini tidak menarik hatiku. Drama ini sebenernya bagus, enggak ada yang salah sama drama ini, cuman memang enggak masuk sama seleraku. Drama ini beda banget, karena dia mengangkat latar era pra sejarah. Jauh sebelum Era Goryeo. Benar-benar suatu yang baru. Ya semacam Game Of Thrones nya Korea, walau tetap berbeda sih. Drama ini tuh gimana ya, kalau sudah mulai menonton, aku cukup ketagihan, enggak bisa berhenti. Cuman, aku tetap ogah-ogahan nontonnya. Sekali berhenti, benar-benar berhenti, susah lanjut. Terlalu banyak tokoh, bikin aku agak pusing. Akhirnya aku terhenti di episode 7. Males buat lanjut lagi. Enggak cocok dengan seleraku.
  5. Strangers From Hell. Drama yang menjadi comebacknya Siwan setelah selesai wajib militer. Aku menonton ini karena dia juga hahahaha. Cuman ini aku enggak bohong di episode awal saja aku nontonnya sudah mual banget. Enggak kuat. Terlalu sadis, dan menjijikkan. I can’t bear it. Walau penasaran, tapi aku enggak sanggup buat lanjut. Tidak terima kasih deh.
  6. Moment At eighteen. Lagi-lagi aku menonton drama karena pemainnya, yaitu Ong Sungwoo. Selepas Wanna One, ini merupakan debut drama dia dan dia langsung menjadi first lead. Jujur aku deg-deg an, cuman pas aku lihat sih yaa not bad Drama ini cukup menarik sebenarnya. Aku cukup betah nontonnya, tapi aku merasa terlalu lamban, dan aku sedang tidak berminat dengan drama sekolahan. Ya sejujurnya memang, membosankan buatku. Jadi aku drop setelah 5 episode awal.
  7. Psychopath Diary. Aku nonton ini karena temanku –lebih tepatnya mantan crush– menyarankan, dan walau mantan crush, aku ingin punya obrolan dengan dia, dan aku juga tertarik juga dengan premisnya, dimana orang yang lupa ingatan dan dia menemukan dirinya beserta dengan buku harian milik seorang psikopat yang hilang, sehingga Ia menganggap dirinya adalah psikopat. Komedinya oke sih, tapi gimana ya agak lamban, dan kurang greget. Tidak menimbulkan keinginan untuk melanjutkan. Akunya keburu males. Lalu kekuatan mantan crush juga tidak membuatku ingin melanjutkan. Kalau dia masih crushku mungkin aku akan memaksakan untuk menonton =)).

Hampir semua drama yang aku drop alasan awal aku menonton drama-drama tersebut adalah karena pemainnya. Cuman ternyata pemain saja enggak cukup. Dulu aku masih bisa menyelesaikan, walau penuh perjuangan dan banyak ngutruk dalam hati. Cuman sekarang aku enggak mau buang-buang waktu karena waktuku untuk nonton drama sangat terbatas. Jadi sekarang benar-benar walau pemainnya aku suka tapi alurnya enggak kena sama aku, bakalan aku skip. Mau dibujuk bagaimanapun, aku tampaknya enggak akan melanjutkan lagi drama-drama tersebut.

Lalu ada 3 drama yang rencananya mau aku tonton, tapi sampai sekarang aku bingung ditonton atau enggak yaaa. Ketiga drama tersebut adalah.

  1. Extraordinary Drama ini sangat hype, dan aku ingin menonton karena Kim Hyeyoon jadi first lead, terus ada mas Lee Jaewook juga, dan tambahan ada Rowoon. Waktu itu mau nonton ongoing¸tapi aku enggak sempat. Terus sekarnag sudah tamat, aku jadi agak males untuk memulai. Aku galau haruskan ku coba menonton? Bagi yang sudah menonton boleh testinya yaa, apakah harus ku tonton atau tidak.
  2. Premis awalnya aku tidak tertarik, cuman adan Kwon Yul, dan setelah sekian drama, akhirnya dia enggak jadi antagonis. Katanya karakter dia disini lucu banget. Jadi aku mengunduh drama ini. Lalu baru kutonton 2 episode saat desember kemaren, tapi belum aku lanjut-lanjut lagi. Haruskah ku lanjut atau enggak? Aku agak ragu sejujurnya, karena alurnya belum memikatku. Cuman curiganya sih akan aku drop hahahaha.
  3. He Is Psychometric. Aku ingin menonton ini karena premisnya cukup menarik, dan Jinyoung main pertama kali menjadi pemeran utama. Ditambah temanku juga bilang katanya seru. Aku sudah mengunduh ini dari jaman kapan, tapi tidak ku sentuh sama sekali hahahaha. Sejujurnya bingung, aku kehilangan motivasi untuk menonton drama ini. Jadi masih aku biarkan saja.
  4. Melting Me Softly. Aku ingin menonton ini karena ini drama comebacknya Ji Changwook. Cuman ya pas drama ini tayang aku lagi sibuk, lagi susah ngedrama. Sam seperti He Is Psychometric, sekarang aku kehilangan motivasi untuk menonton ini. Ditambah temanku bilang, enggak terlalu rame, jadi aku galau mau ditonton atau enggak.

Nah diantara ke empat drama tersebut, mana yang menurut kalian yang harus wajib ku tonton. Mungkin hanya 1-2 drama yang bisa kutonton dari ke empat watchlist tersebut. Kalian boleh banget komen yaaa hihihihi.

Oke selanjutnya adalah drama lama yang aku baru tonton di 2019. Cuman ada 2 drama sih, dan keduanya drama OCN dengan genre favoritku yaitu crime. Mereka adalah…

  1. Life On Mars (4/5). Another crime drama well executed. Gila sih drama ini bagus banget. Aku menyesal terlambat menonton ini. Telat setahun coba… tapi aku sangat tidak menyesal menonton ini. Drama ini sebenarnya adaptasi dari serial BBC yang berjudul sama. Menceritakan seorang polisi yang hidupnya memang lifeless. Disaat sedang menyelidiki kasus, dia mengalami kecelakaan dan koma. Dalam komanya itu Dia bermimpi atau terbangun di tahun 1988 dan akhirnya terlibat dengan kepolisian disana, dan harus terbiasa dengan peralatan yang seadanya untuk menyelidiki. Drama ini ternyata banyak teorinya, termasuk mengenai ending Aku menyesal tidak menonton ini saat ongoing, jadi bisa diskusi bareng dengan yang lain. Cuman aku memang sempat membahas sih mengenai teori drama ini di twitterku. Overall, must watch sih ini.
  2. Tunnel (3,8/5). Dari dulu teman-temanku sudah menyuruhku untuk menonton drama ini. Mereka terus mendorongku, tapi aku tetap tidak termotivasi. Motivasiku baru muncul saat tahu drama ini akan dibuat versi Indonesianya, di Go-Play. Drama ini sejenis Signal, terinspirasi dari kisah nyata pembunuhan berantai Hwaseong. Menceritakan seorang polisi di tahun 1986 yang sedang memburu pelaku pembunuhan berantai. Saat mengejar pelaku tersebut melalui terowongan, dia tiba-tiba diserang, dan pingsan. Dia terbangung kembali, namun anehnya dia kini berada di tahun 2016. Di masa 2016 ini lah dia mengumpulkan informasi dan dapat mengetahui siapa pembunuh tersebut sebenarnya. Tipe-tipe drama yang kusuka sih karena murni kriminal. Untuk penjahatnya cukup plot twist. Ya karena ini mengangkat time travel jadi ada plot hole sih, tapi overall, aku menikmati drama ini.

Dari drama-drama 2019 yang ku tonton, sebenarnya enggak banyak drama yang membekas di hati. Walau aku memberi nilai cukup besar, tapi ada yang enggak terlalu ngena dihati. Cuman seperti kebiasaanku, aku akan menyebutkan top 5 drama in 2019 versi Jepretpress. Kelima drama yang aku pilih ini adalah drama yang benar-benar aku suka, dan sangat ku rekomendasikan ke orang untuk ditonton. Drama yang menurutku kalian tidak akan menyesal untuk menontonnya. Nomer disini tidak menggambarkan urutan yaaa, ini hanya penomoran saja.

  1. Vagabond. (must watched banget!!)
  2. The Light In Your Eyes. (heartwarming, thoughfull, so touching)
  3. When The Camellia Blooms. (Full package)
  4. Be Melodramatic. (well executed, and so much fun)
  5. Search : WWW. (girls power. independent woman)

Ya Sekian lah napak tilas drama dariku…. Semoga di 2020 ini aku bisa memiliki waktu luang untuk ngedrama dan nulis hahahahaha, tapi rasanya mungkin sulit. Di awal tahun 2020 ini aku sudah menyelesaikan drama Black Dog dan Diary of Prosecutor. Aku sangat menyukai kedua drama tersebut. Sebenarnya berharap bisa menulis review kedua drama tersebut, tapi nampaknya sulit. Semoga bisa yaaa, walau mungkin bakalan telat banget. Aku sangat rekomendasi sih kedua drama tersebut untuk ditonton.

Sekian dariku, Saya Pamit. Kita ketemu lagi ditulisan selanjutnyaaa. Annyeong!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s