[REVIEW] 365 Repeat The Year

Setelah sekian  lama enggak menulis drama review, aku mencoba kembali menulis sebagai latihan dan kalau enggak dibahas gemes banget sih sama drama ini. Kalau kaku, dan tidak menarik maafkan, dan juga IT’S FULL OF SPOILER.  Okay, let’s start it!

Kalian kalau punya kesempatan bisa memutar balik waktu, atau menyetel ulang lagi waktu ke satu tahun sebelumnya, kalian akan mengambil kesempatan itu atau enggak? Aku pribadi tergantung waktunya sih, aku bisa balik lagi ke tanggal berapa. Kalau tanggalnya tidak sesuai dengan timeline yang aku inginkan buat apa, berasa buang-buang waktu. Apalagi kalau satu tahun sebelumnya adalah tahun yang berat bagi kita. Rasanya tidak ingin mengulang. Cuman untuk sebagian orang, hal ini bisa jadi sebuah kesempatan emas, karena ini bisa merubah hidupnya. Bagaimana kalau dia mengambil jalan yang berbeda? Akankah hidupnya lebih baik? Hal ini lah yang menjadi ide utama drama 365 : Repeat The Year.

Drama bergenre thriller, fantasy ini menceritakan mengenai sekelompok orang yang ditawari oleh seorang Psikiater ternama, Lee Shin untuk ikut dengannya melintasi waktu tepat ke satu tahun sebelumnya dari 11 Januari 2020, yaitu 11 Januari 2019 tepat di jam 11:00. Dari 11 orang yang hadir, 10 orang menyetujui hal tersebut, dan 2 diantara mereka ada Ji Hyungjoo seorang detektif yang kehilangan senior sekaligus rekannya karena dibunuh oleh penjahat pada satu tahun yang lalu, dan Shin Gahyun seorang webtonist yang mengalami kelumpuhan karena kecelakaan satu tahun yang lalu. Kesepuluh orang tersebut termasuk Lee Shin memiliki tujuannya masing-masing untuk menyetel ulang kembali waktu. Pada awalnya, semua berjalan lancar. Hyungjoo berhasil menyelamatkan nyawa seniornya dan juga beberapa orang yang dibunuh oleh penjahat tersebut. Gahyun berhasil menghindari kecelakaan, dan kakinya tetap normal. Namun sayangnya, kecelakaan yang dia hindari itu membuat manajer sekaligus sahabatnya yang terkena, dan menjadi meninggal dunia. Selain itu semuanya benar berubah ketika ada kematian kepada para resetters satu per satu. Kematian yang terlihat wajar namun terlalu janggal.

Drama ini tayang di MBC dengan format 30 menit, memiliki jumlah episode 24, atau 12 episode dalam durasi 60 menit. Untuk memudahkan, aku akan menyebut episodenya dengan format 60 menit. Jadi jika aku menyebut episode 1 itu artinya episode 1-2, jika aku menyebut episode 6 artinya itu episode 11-12.

Aku benar-benar mandiri loh nonton ini. Maksudnya aku benar-benar tertarik karena plotnya. Bukan karena pemain, atau di-hype di-twitter, atau rekomendasi teman. Benar-benar karena diri ini tertarik saat baca plot awalnya. Saat drama ini awal tayang, aku memang sedang mencari drama ongoing baru yang akan aku ikuti. Aku cari-cari lah ada drama baru apa saja nih…. Setelah melihat-lihat dan baca sinopsis awalnya, pilihanku jatuh pada drama ini. Mengangkat cerita mengenai time travel selalu menggugah rasa penasaranku. Ditambah dalam deskripnya disebutkan mereka akan menghadapi unexpected case. Waaah tipe aku sekali.

Episode awal sejujurnya agak boring. Kayak memang masih pengenalan karakter dan aku juga masih agak meraba ini mau dibawa kemana ya. Namun begitu di-ending episode 1 ketika karakter sahabat sekaligus manajernya Gahyun meninggal karena kecelakaan yang harusnya dialami Gahyun, tapi jadi dialami oleh Manajernya. Waaah ternyata memang tidak mainmain masalah takdir. Aku mulai penasaran, apalagi di episode kedua ada kematian lain diantara para resetters. Awalnya terlihat wajar, seperti Si tukang paket yang meninggal saat melakukan reset karena dia sedang ada dalam perjalanan, atau sang penjaga gedung yang meninggal karena jantung setelah minum dengan para temannya.

Kematian mulai janggal ketika kematian Seo Yeonsoo terjadi. Yeonsoo ini ternyata diwaktu sebelum reset merupakan pelaku tabrak lari yang menyebabkan Gahyun lumpuh. Ternyata para resetters ini memiliki hubungan satu sama lain. Di awal kita mengetahui akhirnya Yeonsoo ada hubungannya dengan Gahyun. Namun untuk kematian manajernya, ternyata karena Yeonsoo melakukan reset juga untuk memperbaiki ini, yang melakukan kesalahannya adalah mantan tunangannya, dan Yeonsoo berada di dalam mobil juga. Orang yang menyetir berbeda dan korban yang ditabrka juga berbeda sehingga hasil yang didapatkan juga berbeda, yaitu meninggal.

Tak lama dari kejadian itu, Yeonsoo ditemukan meninggal di taman, dengan dugaan kecelakaan jatuh. Gahyun pun yang diselidiki karena terakhir bertemu dengan Gahyun, dan mereka bertengkar karane Gahyun marah terhadap Yeonsoo karena kecelakaan tersebut. Untuk membuktikan ketidakbersalahannya, Gahyun dan Hyungjoo menyelidiki. Dalam penyelidikan tersebut mereka menyadari bahwa semua yang telah meninggal memiliki persamaan yaitu sebelum beberapa hari mereka meninggal para korban mendapatkan karangan bunga dengan kartu ucapan. Dalam kartu ucapan tersebut ada penggalan puisi yang jika ditelusuri berasal dari mana kalimat tersebut, maka akan tahu kapan mereka akan meninggal.

Wah, saat menonton itu aku langsung terpukau. Jadi ini berbicara soal takdir yang dipadu dengan thriller. Apakah mereka bisa menghindar dari sebuah takdir, atau memilih untuk mengabaikan dan tetap pasrah. Selain itu karena kematiannya terjadi kepada para resetters aku semapt berpikir, apakah ini karma mereka karena melakukan penyetalan ulang waktu. Namun itu dipatahkan dengan karangan bunga yang mereka terima. Disitu aku paham, kalau ini terkait dengan pembunuhan berantai.

Berhubung para korbannya adalah para resetters kita menduga kalau pembunuhnya adalah orang yang mengetahui time reset ini jadi pasti ada diantara para resetters, sehingga berujung kepada kecurigaan pada Lee Shin. Shin ini jelas sama sekali tidak innocent. Dia banyak tahu dengan apa yang terjadi, dan dia tahu kapan mereka akan meninggal.

Setiap episode dari drama ini penuh kejutan. Setiap episode dibuat menjadi keong. Semakin tahu faktanya, semakin kita dibuat bingung. Seperti para resetters ini sebagian besar bukanlah orang baik. Mereka punya tujuan masing-masing yang sebenarnya banyak bukan untuk tujuan baik. Banyak twist di setiap episodenya, dan akibat tujuan mereka itu juga, mereka banyak mengalami rintangan bahkan kematian.

Dari semuanya yang paling mengejutkan adalah Kim Serin. Dia ternyata seorang mythomania. Dia banyak berbohong agar mendapat perhatian orang. Twist paling mengejutkan adalah ternyata dia seorang penguntit bahkan menyakiti diri sendiri tapi dia bilang kalau dia diserang oleh Bae Jungtae yang seorang preman sehinga Jungtae dipenjara. Serin memiliki sisi yang berbeda sekali. Kematiannya pun pada akhirnya karena dia terlalu mengejar orang yang dia suka, padahal Shin sudah memberi peringatan.

Dalam drama ini kita benar-benar diajak mikir siapa pembunuhnya, dan aku sangat mempertanyakan alasah Shin ingin menyetel ulang waktu kenapa? Dan ternyata resetnya ini merupakan ke-tujuh kalinya untuk Shin. Untuk apa dia menyetel terus ke tahun yang sama setiap tahun? Tujuannya apa? Lalu aku sempat menyimpulkan, kayaknya Shin ngajak mereka buat ikut jadi time resetters pasti buat meraih keuntungan agar Shin sukses dalam penyetelan ulang ini.

Pas tahu alasan Shin terus-terusan menyetel ulang waku karena anaknya yang meninggal akibat sakit, aku jadi berpikir. Hah? Untungnya untuk Shin ngajak mereka apa? Namun Shin menjelaskan kalau dia ingin mengetahui apakah ketika mereka sadar dan ingat akan masa depan apakah mereka bisa merubah takdir? Selama 5 kali reset, mereka semua, para resetters semua meninggal sebelum tanggal 11 Januari 2020. Di reset ke enam lah mereka semua hidup, namun anak Shin tetap meninggal. Oleh karena itu Shin ingin melihat jika mereka sadar dan tahu waktu kematian mereka, apakah takdir bisa berubah termasuk takdir anaknya?

Seperti yang aku sebutkan sebelumnya, pada hampir semua reset, mereka semua meninggal. Hanya direset keenam saja mereka semua hidup. Saat penyetelan ulang waktu yang terbaru pun mereka semua mati karena dibunuh seseorang, yang akhirnya kita tahu kalau itu adalah orang terdekat dari Joonhyuk. Alasan dia kembali ke masa lalu adalah untuk menyelamatkan hyung-nya, Park Sunho. Nah ini lah kekurangan yang agak membingungkan dari drama ini.

Di timeline sebelumnya, para resetters ini tidak saling mengenal, dan tidak memiliki kesamaan. Tidak seperti di timeline terbaru, mereka memiliki kesamaan mereka sama-sama resetters. Makanya dugaan awalnya adalah salah satu dari resetters, tapi ternyata plot twist sekali, pelakunya di luar para resetters. Namun ini juga yang membuka kenapa mereka dipilih menjadi resetters karena mereka semua adalah korban dari Park Sunho.

Cuman nih yang aku bingungkan adalah cara pemilihan Park Sunho terhadap korbannya. Di timeline terbaru dia pada akhirnya tahu kalau ada orang-orang yang melakukan penyetelan ulang waktu setelah terbunuhnya Cha Jungseok. Setelah itu dia menjadi merasa tertantang untuk membunuh mereka semua.  Nah cuman sebelumnya gimana? Dia benar-benar random memilih korbannya. Ketika dia lagi mood untuk membunuh dia akan membunuh. Cuman anehnya, apakah dia memilih korbannya ketika dia jalan-jalan lalu, “ah aku mau bunuh dia ah”. Soalnya pemilihan korbannya terlalu random. Tidak ada kesamaan satupun kalau berdasarkan timeline aslinya. Cuman kalau random kenapa pembunuhannya sangat terencana. Maksudku dia bisa membuat kasus tersebut seperti bunuh diri, atau kecelakaan. Kalaupun yang pembunuhan dia sangat rapi. Agak aneh gitu kok bisa se-prepare itu? Padahal kan biasnaya kalau prepare mereka sudah memilih korbannya dulu. Itu yang bikin aku agak pusing.

Ah tapi kalau mengingat kasus pembunuhan berantai di drama lain, memang pembunuhnya juga suka memlih korban secara random dan langsung eksekusi. Namun, pemilihan korban random pun biasanya memiliki syarat, apalagi klo psikopat. Entah misalnya dia harus memakai sepatu warna merah. Perempuan berambut pendek, atau berdasi hitam, dan sebagainya. Cuman ini kan benar-benar terlalu random. Makanya agak kurang pas buatku kasus pembunuhannya. Sunho dibilang psikopat, enggak juga, tapi dia memang gila sih, karena dia setelah enggak sengaja membunuh orang, dia ingin melakukannya kali karena kesenangan. Dia seorang polisi tapi bisa berbuat kejahatan tanpa tertangkap. Hal itu menjadi prestasinya tersendiri baginya.

Selain itu, namanya time travel akan ada sebuah paradoks. Selain masalah pemilihan korban Sunho. Bagaimana ceritanya Gahyun dan Hyungjoo di timeline asli saling mengenal? Karena di timeline Sunho terbunuh, Gahyun dan Hyungjoo tidak saling mengenal. Apa karena maru hilang, dan ditemukan Hyungjoo, lalu akhirnya Gahyun menemukan maru bersama Hyungjoo? Aku agak bingung dibagian ini.

Well, dibalik kebingungan itu semua. Drama ini benar-benar perlu diapresiasi jalan ceritanya. Benar-benar bagus, padat, singkat. Jumlah episodenya yang hanya 12, benar-benar membuat drama ini tidak ada adegan filler. Semua berlangsung dengan cepat, dan plot twist diakhirnya sih juara. Aku benar-benar terkejut, ternyata selain plot twist dari pembunuhnya, ternyata ada master dari ini semua. Lee Shin bukanlah pelaku utama dari masalah reset ini, melainkan orang yang Hyungjoo dan Gahyun percaya, yaitu Hwang Noseob. Aku juga kaget. Ternyata dia bukan kakek-kakek biasa yang buka café, tapi presiden dari perusahaan farmasi yang menguji obat terhadap anak Shin, dan pada akhirnya Gahyun yang menyelamatkan anak Shin, karena anak Shin meninggal karena obat percobaan dari suruhan si kakek Hwang ini, dan itu semua terungkap di episode terakhir. Wah wah gila siih.

Drama ini agak underrated makanya aku sangat ingin mengangkat drama ini karena benar-benar enggak rugi nonton ini tuh. Semua aspeknya benar-benar bagus. Mulai dari alur, directing, karakter, dan juga akting. Semua berakting dengan baik, dan aku terkejut dengan pemeran Serin. Dia masih agak rookie actress tapi peran dia sebagai seorang yang obsesif dan mythomania sangat baik. Lalu aku juga terpukau dengan Lee Joonhyuk. Aku baru liat dia di drama ini, dan aaah Joonhyuk menggemaskan. Lalu Nam Jihyun selalu bagus sih, dan aku suka banget sama karakter dia sebagai Shin Gahyun. Gahyun benar-benar pintar. Dia memecahkan semua petunjuk dengan otaknya. Tanpa kehadiran Gahyun, Joonhyuk masih kebingungan mencari pembunuh berantai karena biasnya terhadap Sunho. Kim Jisoo sebagai Shin juga keren sih. Dia mengekspresikan berbagai macam perasaannya dengan baik. Antara merasa superior dan takut dia tampilkan dengan jelas.

Overall, I really high recommended this drama. Kalian wajib coba, karena cukup berbeda dari Kdrama biasanya dan alurnya sangat menarik. Aku berani kasih 4 poin dari 5 poin. Kalau kejanggalan yang tadi kusebutkan terjawab, aku berani kasih diatas 4 poin.

Let Destiny to be destined

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s