Orang Indonesia Di Variety Show Korea (Rekap Abnormal Summit Ep. 169) Part 2 – END

Sebelumnya Part 1, klik disini.

Selanjutnya, Bahasa Urdu yang digunakan di Pakistan. Sama kayak Indonesia nih, Pakistan juga punya banyak bahasa karena punya banyak daerah juga. Di Pakistan mereka belajar bahasa Ibu mereka di rumah, lalu Urdu dan Inggris di sekolah. Di Abad ke 15, anggota kerajaan menggunakan bahasa urdu. Bahasa resmi India adalah Hindi. Hindi dan Urdu awalnya merupakan bahasa yang sama, namun kemudian berkembang menjadi berbeda dari cara penulisan dan hurufnya, cuman pengucapannya saja yang sama. Orang Pakistan dan Orang India akan mengerti satu sama lain saat mereka berkomunikasi secara verbal, tapi mereka tidak bisa membaca huruf/bahasa satu sama lain.

Jo Seungyeon menjelaskan, Urdu dan Hindi itu dasarnya sama, cuman mereka terpisah karena urusan politik. Di Pakistan, agama yang dipeluk adalah Islam, sedangkan di India, agamanya hindu. Oleh karena itu Pakistan menggunakan huruf arab untuk menulis. Kalau Hindi basisnya huruf merupakan perubahan dari huruf sansekerta. Penulisan huruf yang berbeda itu tampak membuat India dan Pakistan seperti dua etnis yang berbeda, padahal sebenarnya mereka sama.

Xinlin menjelaskan mengenai bahasa yang ada di Tiongkok. Basisnya bahasa cina atau mandarin berasal dari dialek yang digunakan di Beijing, dan itu disebut aku enggak tahu gimana nulisnya karena translatornya enggak nerjamahin, pokoknya kalau dihangul lalu diromankan menjadi “Bothonghwa” . Sekitar 1,5 miliar orang di dunia menggunakan bahasa cina, karena warga Negara Tiongkok sendiri banyak, belum orang-orang turunan cina yang imigran di Negara lain. Huruf karakter cina berasal dari tulisan dibalik tempurung kura-kura yang tercatat sejak 3000-4000 tahun yang lalu. Bahasa cina merupakan salah satu bahasa tertua di dunia.

Lanjut Oogi berbicara bahasa jepang. Jepang juga menggunakan huruf karakter cina. Banyak teori sebenarnya mengenai ini, cuman mereka setuju kalau huruf jepang itu berasal dari huruf cina. Jepang juga memiliki huruf hiragana, katakana. Huruf-huruf tersebut juga berasal dari huruf cina. Huruf-huruftersebut dibuat dengan mengambil beberapa bagian huruf cina atau beberapa garis yang sama.


Jo Seungyeon mempelajari sebuah buku dari seorang Doktor Finlandia, Dr. Frellesvig yang menulis sejarah dari bahasa Jepang. Trio MC ketawa karena seorang Finlandia menulis buku tersebut. Lalu Jo Seungyeon bilang hal ini disebabkan karena Finlandia tuh sama kayak Indonesia surganya berbagai bahasa. Hyunmoo nanya, “kamu belajar itu karena penasaran?”, Seungyeon bilang kalau bahasa jepang dan korea tuh mirip. Dia pengen cari tahu kok bisa sih? Menurut buku yang Seungyeon baca, Jepang dan Korea itu berada di situasi yang mirip. Huruf cina cuman bisa nulis bahasa cina kuno, tapi Jepang, Korea berbicara bahasa yang beda. Para sarjanawan Jepang mengambil Idu dari korea dan memutuskan untuk melakukan hal yang sama. Idu adalah cara Orang Korea dalam menggunakan huruf cina untuk menulis korea. Di setiap sekolah dan kuil, huruf-huruf dibuat secara mandiri. Salah satu sistemnya menjadikan huruf tersebut menjadi hiragana, system yang lain menjadi katakana. Saat Seungyeon enggak tahu hal ini, dia mencoba menulis hiragana, hal itu terasa sangat sulit. Penulis Dr. Frellesvig mencoba membandingkan huruf hiragana dan huruf cina satu sama lain, sehingga mudah dipahami.


Bahasa bisa tersebar karena mengikuti uang. Tergantung dengan Negara mana kamu berdagang. Dengan belajar bahasa lain, kamu akan lebih mudah mendapatkan pekerjaan, benar kan?
Bahasa yang pertama kali ditulis oleh manusia sulit untuk diprediksi kapan waktu tepatnya manusia menggunakan huruf disbanding gambar. Namun kalau secara umum berbicara mengenai bahasa yang pertama kali ditulis merupakan huruf-huruf kuno di Mesopotamia 3000 Sebelum Masehi, bahasa Sumerian. Jo Seungyeon bersama profesornya, mereka melihat tulisan Sumerian diatas tanah liat. Jo Seungyeon bertanya ke profesornya, apa yang tertulis disitu? Profesornya sambil melihat dari kaca pembesar ala-ala Indiana Jones gitu bilang, “Aku pinjam 2 sapi dari tetanggaku. Bayar itu kembali dengan 6 karung tepung.” Ternyata itu adalah sebuah tanda terima.

Bahasan selanjutnya adalah apa sih yang spesial dari bahasa para representatif masing-masing? Christ bilang kalau bahasa spanyol punya pengucapan “R” yang berlebihan, RRRRRRRRR, dan itu memang sudah ditunjukkan oleh Christ sebelum-sebelumnya kalau ngomong bahasa spanyol wkwkwk. Pengucapan double R ini tuh sama saja kayak pengucapan S di korea.

Lalu Guillaume cerita mengenai nama ID gamenya. FYI, nahdia adalah mantan gamer professional, starcraft. Guillaume bilang kalau nama ID game dia adalah Grrrr (Ji Arrrr). Orang-orang mengucapkannya berberbeda-beda. Kalau orang Jerman bakalan bilang itu “Gerrrrr” tapi pelan *wkwkwk orang Indo juga pasti bakalan gitu*, tapi orang Korea itu paling lucu karena mereka akan menyebutkannya “Geureureureureu” *ASTAGFIRULLAH AKU NGAKAK ASLI*. Guillaume jadi penasaran kalau orang meksiko bakalan mengucapkan seperti apa? Christ bilang kayak jerman “Gerrrrrrrrrr” tapi penekanan di R nya. Menurut Christ kenapa banyak orang kesulitan double R karena mereka enggak punya otot di lidahnya dan itu perlu dilatih katanya dan kasih contoh latihannya Wkwkwkwkwk.

Lanjut ke Italia. Mereka punya 12 jenis Past tenses, tergantung dengan peristiwa apa yang telah terjadi atau dilakukan dan itu tidak memiliki pola sehingga sulit bagi pemula.
Kemudian Indonesia tidak mengenal past atau future tenses. Indonesia cukup menambahkan kata “sudah” untuk past tense, dan “akan” untuk future tense dan juga tidak memiliki plural. Mereka semua langsung merasa amazing karena kesederhanaan bahasa Indonesia. Sikyung kemudian bertanya, “terus gimana cara kalian menyebut sesuatu yang jamak?. Henry kasih contoh dengan kata “buku”. Kalau 1 disebut “buku.” Kalau jamak, menggunakan pengulangan sebanyak 2 kali yaitu “buku-buku”.


Hal-hal seperti tenses, plural, Jo Seungyeon menyebutkan kalau itu disebut efek resmi dari bahasa (?). Untuk Jerman, Perancis, Italia, verb-forms nya sangatlah rumit, tapi kalau bahasa inggris sangatlah sederhana *NOOO!!! Inggris aja ae udah pusing, apalagi perancis,italia,jerman*. Negara dengan banyak etnis cenderung untuk memiliki grammar yang sederhana. Bahasa Indonesia merupakan bahasa resmi dari Indonesia, sehingga dikenal dengan grammar termudah di dunia. Haaaa….. that’s why kita kesulitan dengan yang namanya grammar kalau belajar bahasa asing. Cuman belajar kata-katanya saja sudah cukup membuat kamu untuk bisa berbicara bahasa Indonesia. Sangat mudah dipelajari.

Lalu, Xinlin bertanya apa cuman Bahasa cina saja yang memiliki intonasi? “Vietnam juga punya kok.” Jawab Hyunmoo. Lalu yang lain bertanya, “Maksudnya intonasi?”. Xinlin menjelaskan kalau pengucapannya sama, tapi intonasinya akan membuat kalimat atau kata tersebut menjadi beda artinya. Xinlin kasih contoh dengan kata “Ma” dengan intonasi datar, naik, turun, lalu mengayun. Lalu Jo Seungyeon mempraktekkan contoh dari Xinlin, tapi gagal wkwkwk. Orang tiongkok cenderung memiliki suara yang besar untuk menenkankan intonasinya, cuman anehnya kalau pas nyanyi mereka mengabaikan intonasi tersebut. Albert yang pernah tinggal di Tiongkok dan mengerti bahasa cina, mengaku kalau dia juga tidak baik dalam mengenali intonasi, tapi dia masih mengerti selama tahu konteksnya.


Kalau Jepang, mereka memiliki banyak ciri khas. Oogi bilang, orang korea sering kesulitan dengan kalau jepang itu enggak punya spasi. Banyak orang meletakkan spasi di tempat yang enggak biasa. Jepang juga menulis secara vertical, bukan horizontal seperti pada umumnya. Di Tiongkok juga sama tulisannya vertical ketika menulis Koran.


Terus Mark nyeletuk, pertama kali dia nonton film bioskop di Korea, subtitlenya juga dipinggir dan vertikal. Trio MC langsung syok, “Kok tahu? Setua apa kamu?”. Mark berkilah kalau dia banyak menonton film lama wkwkwkw, lalu captionnya “Hal itu terjadi sudah sangat lama…..” MUAHAHAHAHAHA.

Jepang juga punya banyak kata untuk spesifik gender, dan itu sangatlah sulit. Contoh “Watashi wa” artinya “Saya” tapi kalau orang yang belajar dari nonton One Piece akan menyebutnya “Ore”. Hal itu akan aneh ketika melihat cewek menggunakan “Ore”. Lalu orang Jepang kan suka ngomong “Ey…..” kalau kaget. Kalau cewek akan bilang “Ey” dengan panjang, kalau cowok lebih pendek. Jun Hyunmoo sering banget bilang “Ey” dengan panjang, jadi aneh banget buat Oogi lihatnya. Enggak cocok wkwkwkwk. Sudah dapat dipastikan Hyunmoo belajar itu dari cewek.

Kalau di Pakistan keunikkannya adalah mereka menulis dari kanan ke kiri karena mereka menggunakan huruf arab. Kata Zahid, orang asing melihatnya seperti lukisan. Kata Nik “Kayak ular menari.” Jo Seungyeon bilang kalau arab menggunakan spasi, tapi kalau urdu enggak, sehingga hurufnya akan berbeda bergantung pada letaknya dimana. *Kalau yang muslim pasti ngerti ya maksudnya, kayak huruf “Ja” kalau di awal, tengah, dan akhir kalimat bentuknya akan beda karena antar hurufnya nyambung penulisannya.* Jadi bagi orang asing itu tuh kayak cacing. Cuman sebagai orang asing kita cukup pelru berpikir kalau itu tuh kursif (tulisan miring). “Setiap bahasa itu indah dan penuh arti.” Sikyung memberi kesimpulan.

Baca lebih lanjut

Iklan

Orang Indonesia Di Variety Show Korea (Rekap Abnormal Summit Ep. 169) Part 1

Kalian mungkin kalau ada yang pernah membaca tulisanku yang Top 10 favorite Korean variety show jepretpress version, mungkin kalian ingat pada sebuah acara variety yang menempati posisi runner up, yaitu Abnormal Summit. Sampai saat ini masih menjadi acara favoritku dan posisinya belum tergantikan, masih posisi kedua dihatiku. Seperti yang diketahui acara ini menghadirkan panelis atau representatif dari berbagai negara. Salah satu harapanku adalah untuk menghadirkan panelis dari Indonesia. Sebelumnya pernah di musim pertama pada episode 80, tapi sayangnya enggak ada sub nya. Jadi aku cuman bengong saja, mengira-ngira dari caption dengan kemampuan membaca hangulku yang terbata-bata tapi enggak tahu artinya. Di musim kedua ini, aku berharap ada orang Indonesia yang hadir menjadi representatif tamu. Akhirnya, setelah menanti dari episode 103, menanti selama 66 minggu, 1 tahun 3,5 bulan *enggak deng aku mah hanya menanti 8 bulan saja wkwkwk karena aku baru nonton acara ini dari bualn februari, tapi aku nonton semua musim keduanya*, akhirnya di episode 169 yang tayang pada 9 Oktober 2017 ada perwakilan Indonesia duduk di acara ini.

Oke kita bahas sekilas dulu mengenai Abnormal Summit. Acara yang disebut juga Non Summit merupakan variety show Korea yang tayang disaluran JTBC dengan konsep summit atau conference yang menghadirkan berbagai perwakilan negara atau orang asing namun mereka fasih dalam berbahasa korea. Mereka akan mendiskusikan dan mendebatkan berbagai macam isu internasional dan juga isu yang dibawa oleh para bintang tamu yang biasanya seorang tokoh terkenal berkewarganegaraan Korea, seperti aktor, idol, atlet, dokter, dll. Acara yang sudah tayang dari 2014 ini terdiri dari dua musim dan telah mengakhiri musim keduanya di episode 177 pada tanggal 4 Desember 2017 *I’M SO SAD T__T*. Sedikit bocoran di episode terakhirnya, salah satu representatifnya adalah orang Indonesia. Nanti akan ku tulis rekapannya juga.

Abnormal summit dipandu oleh 3 mc yaitu Jun Hyunmoo, Yoon Seyoon dan Sung Sikyung. Acara ini dimusim keduanya memiliki 10 representatif tetap dari 10 negara yang berbeda. Akan ku perkenalkan mereka karena pasti nama mereka akan disebut dalam rekapan. Pertama ada Guillaume Patry dari Kanada, Alberto Mondi dari Italia (Albert), Niklas Klabunde dari Jerman (Nik), Mark Tetto dari Amerika, Alex Mazzucchelli dari Swiss, Aurelien Loubert dari Perancis, Zahid Hussain dari Pakistan, Christian Burgus (Christ) dari Meksiko, Wang Xinlin dari Tiongkok, dan Oogi Hitoshi dari Jepang.

Nah setelah perkenalan singkat mengenai Abnormal Summit, kita mulai rekapnya yuuuk.

Pada episode 169 ini menghadirkan dua representatif tamu. Pertama ada Aliona dari Rusia yang jatuh cinta dengan Korea. Saat ini Aliona sedang mengambil S2 nya di Busan dan sudah tinggal di Korea selama 6 tahun. Kedua adalah perwakilan negara kita, Indonesia yaitu Henry Pahala Pinilih. Dia berasal dari Semarang dan sudah 3 tahun tinggal di Korea. Saat ini dia sedang intern di perusahaan international trade di Korea. Henry ini saat masih belajar Bahasa korea, dia banyak menonton acara ini, bahkan dia nonton dari episode 1. Makanya buat dia bisa jadi representatif disitu adalah sebuah kehormatan.

 

Henry adalah lulus UGM sehingga disebut sebagai anak emas. Sung Sikyung menanyakan Henry mengenai rumor tersebut. Henry mengaku kalau dia malu menyebutkan hal itu, tapi dia disebut seperti itu karena dia lulus dari universitas top dimana presiden Jokowi dan Menkeu Sri Mulyani adalah lulusan dari UGM. Banyak juga menteri-menteri lainnya yang lulusan situ kan. Jun Hyunmoo bercanda bilang “ah universitas yang begitu kamu masuk kamu akan sukses?”, terus Henry ngaku kalau dia selalu menyampaikan pidato perpisahan di SMP dan SMA nya. Sikyung bilang “wah kamu punya banyak kesamaan dengan Mark”. FYI, Mark juga seorang “golden boy”. Dia menyampaikan pidato perpisahan saat kelulusan SMA, dia juga pintar lulusan MBA dari Wharton School Universitas Pensylvania dan bekerja sebagai direktur keuangan.

Mayan foto temen-temennya Mas Henry *Mas… akrab bener daaah* mejeng sedetik di korea wkwkwk

Tema episode 169 ini adalah membahas mengenai Bahasa dan huruf diseluruh dunia, karena saat episode ini tayang sedang memperingati hari peringatan huruf alfabet korea atau Hangul yang ke 91 di tanggal 9 Oktober. Untuk mengangkat tema tersebut, dihadirkanlah seorang penulis Jo Seungyeon yang memiliki minat besar terhadap Bahasa dan juga karya tulis pastinya. Btw, wah dia memang penulis yang cerdas sih. Nanti kalian akan tahu kenapa dia adalah sosok yang cerdas.

Jo Seungyeon ini fasih beberapa Bahasa yaitu korea, inggris, perancis, italia,. Lalu dia juga bisa membaca Bahasa jerman dan juga jepang. Menurut Aurelien Bahasa perancis Jo Seungyeon ini bagus. Jun Hyunmoo bercanda kalau Bahasa perancis Jo Seungyeon lebih bagus dari Guillaume yang berasal dari Quebec, dimana di daerah tersebut lebih menggunakan Bahasa perancis dibanding Bahasa inggris. Walau menurut Aurelien, Bahasa perancis orang Quebec itu aneh dan berbeda logatnya. Guillaume tidak terima hal itu, dia berpikir Bahasa perancis dia tentu lebih baik dair Jo Seungyeon *iya deh iya biar palli*.

Setelah pembukaan, mulai lah masuk ke topic. Pertama para MC bertanya kepada para representatif, bagaimana kalian melihat huruf korea? Apa yang kalian pikirkan saat melihat bentuknya? Albert menjawab kalau dia pikir semua westerners berpikir sama, kalau huruf korea itu cantik kayak gambar. Banyak lingkaran. Bahkan Albert saat baru tiba di korea pertama kalinya dia foto sama semua tanda yang ada hangulnya wkwkwkwkwk *semuanya dong itu mah*. Begitu juga dengan Mark yang memang tertarik sekali dengan budaya Korea. Dia bahkan terkadang bilang kalau dia datang ke korea tuh karena jatuh cinta dengan huruf korea. Dia pertama tahu tentang Korea karena hangul yang tertulis disebelah kamarnya saat Ia tinggal di asrama. Tetangga kamarnya adalah seorang Korea. Di depan pintu kamarnya ada papan tulis untuk meninggalkan pesan. Seseorang menulis disitu dengan huruf dan Bahasa yang tidak diketahui Mark. Mark memperhatikan itu dan jatuh hati pada lingkaran di hangul. Menurutnya itu sangat indah. Akhirnya setelah dia tahu, dia mengenali pesan yang tertulis adalah “Oppa Annyeong?”. Sikyung nyeletuk, “Kamu tuh jatuh hati sama kata oppa nya” yang langsung ditimpali Seyoon, “Itu insting dia!” wkwkwk, otomatislah semua ketawa.

Jo Seungyeon cerita saat dia di Kanada dia menemukan hal lucu. Ada orang Kanada pakai baju dengan tulisan hangul. Jo Seungyeon nanya ke orang itu darimana dia dapat itu? Orang kanada itu jawab kalau dia pikir huruf korea itu indah. Dia lagi liburan ke Korea terus datang ke acara olahraga. Disana ngejual kaos putih dengan tulisan korea dan dibelilah. Ternyata tulisan di kaos itu adalah Mokpo Hometown alumni wkwkwk. Sama saja kayak bule datang ke pertandingan bola dan beli kaos Persib wkwkwkwk.

Bukti-bukti lain kalau orang barat menyukai huruf korea ada pada seleb dunia yang menggunakan pakaian dengan tulisan korea seperti Britney Spears, bahkan Justin Bieber juga menato tubuhnya dengan huruf korea, Bibeo, yang merupakan pengejaan namanya, Bieber dalam Bahasa korea.

Nik bilang kalau orang jerman yang enggak tahu hangul akan berpikir kalau huruf korea itu seperti angka. Henry juga menambahkan. Dia sama seperti Albert, saat pertama lihat hangul, dia berpikir itu seperti gambar karena banyak lingkaran dan juga persegi. Namun setelah dia mempelajari skrip korea *I dunno what it is… mungkin semacam panduan atau kaidah Bahasa atau manuskrip sejarah kelihatannya*, Dia mengetahui kalau hangul itu adalah huruf yang terbentuk dari suara organ vokal/pita suara. Henry kagum dengan betapa hebatnya Raja Sejong dalam menciptakan hangul.


Aliona bilang saat dia mempelajari huruf vokal dan konsonan saat kuliah, dia jadi tahu kalau huruf-huruf itu melambangkan langit, bumi, dan juga orang-orang diantara keduanya. Aliona pikir itu adalah sesuatu yang keren. Zahid juga sama kayak yang lain saat melihat belajar huruf korea pertama kali. Di Pakistan sendiri orang-orang jadi tertarik belajar Bahasa korea karena ada perusahaan korea yang membangun infrastruktur besar di Pakistan, sehingga image perusahaan itu jadi bagus. Bahkan di salah satu kampus di Pakistan, National University of Modern Languages ada jurusan yang namanya insititut Raja Sejong. Rektor universitasnya sampai berkata “Terima kasih kepada Raja Sejong yang telah membuat hangul, karenanya Korea menjadi maju pesat.” Hal ini menggambarkan betapa bagusnya image dari hangul.

Lalu beralih ke pertanyaan baru. Jun Hyunmoo bertanya “bukankah Bahasa korea sulit untuk dipelajari.” Jo Seungyeon jawab hal itu tergantung pada siapa dulu yang belajar. Bagi Xinlin dan Oogi yang berasal dari Tiongkok dan Jepang akan lebih mudah, begitu juga sebaliknya karena berasal dari budaya yang sama. Menurut Jo Seungyeon, bagi Albert dan Aurelien yang belajar hangul saat sudah dewasa, mereka berdua ada dalam level yang hebat. Di Amerika ada yang namanya FSI (foreign service institute), sebuah institusi yang mengajarkan para diplomat Bahasa negara yang akan mereka tempati. Berdasarkan kacamata Amerika, FSI membagi tingkat Bahasa menjadi 5 level. Semakin tinggi level, maka semakin sulit. Level 1 adalah Bahasa yang harus dipelajari selama 600 jam. Hal ini sama saja kayak kamu belajar selama 2 semester atau 1 tahun. Bahasa yang ada di level 1 ini ada perancis, italia, spanyol, Denmark. Nah kalau level 5 kamu harus belajar selama 2200 jam. Hal ini berarti kalau kamu belajar selama 2 jam setiap hari termasuk akhir pecan dan hari libur, kamu butuh 3-4 tahun untuk mempelajari Bahasa tersebut. Nah yang termasuk level 5 ini ada korea, mandarin, jepang yang memiliki alphabet tersendiri untuk Bahasa mereka. Makanya untuk ketiga negara tersebut akan lebih mudah untuk mempelajarri Bahasa masing-masing, tapi tidak untuk orang barat. Indonesia sendiri menurut FSI ada di level 3 yang membutuhkan 900 jam untuk mempelajari Bahasa Indonesia. Bahasa kita berada di level yang sama dengan Bahasa Swahili dari segi kesulitan. Jadi kalau kita mau belajar Bahasa Swahili lebih gampang gitu? Wkwkwk tapi ya ini kan dari sudut pandang amerika yang berbicara Bahasa inggris. Kalau dari sudut pandang kita orang Indonesia bakalan beda lagi. Secara kita mah enggak mengenal past,present, future tense.

Bahasan selanjutnya adalah apakah ada kata-kata atau frasa Bahasa korea yang kalian suka saat mempelajari Bahasa korea? Xinlin jawab kalau dia suka “Doryeonnim” alias tuan muda karena Xinlin menyukai drama Sageuk, para female lead akan memanggil male leadnya dengan doryeonnim. Hal ini bikin Xinlin berpikir akan sesuatu yang cerah, murni. Hyunmoo nimpalin, “kamu suka juga kalau dipanggil Wang Seobang? (Suami Wang)” dan Xinlin mengiyakan dengan excited. Wkwkwk yeoksi Wang Xinlin.

Kalau Christ dia suka dengan “Dugeun-Dugeun”. Kalau di kita sih, Deg-Deg an. Menurutnya hal itu terdengar indah. Di Bahasa korea banyak kata yang mengalami pengulangan dan banyak kata yang sulit dimengerti artinya. Awalnya Christ pikir pengulangan tersebut untuk menekankan sesuatu, tapi saat Dia lihat di kamus kalau itu tuh memang benaran kata standarnya, dan hal itu sangatlah imut, gwiyeowo.

Bicara tentang gwiyeowo alias cute atau imut, menurut Zahid kata gwiyeowo itu sendiri merupakan kata yang imut dan disambut oleh yang lain dengan tawa yang membenarkan, “bener juga”. Saat belajar Bahasa korea, Zahid sekelas dengan berbagai macam negara dan mereka membandingkan kata cute dari berbagai Bahasa. Mana sih yang paling cute? Dan orang-orang bilang gwiyeowo adalah kata cute yang paling imut.

Kalau di Amerika banyak kata yang bisa ditebak cuman dari dengar suaranya. Banyak orang amerika yang menyukai kata mellifluous kalau kata kamus artinya manis, kalau kata Mark sih mengalun lembut *but I don’t think so, Mark. I still can’t guess the meaning of English words just from their sounds*. Jadi pas Mark ke korea, dia paling suka kata “Yeoyu” yang artinya relax, santai. Hanya mendengar kata itu sudah mebuat Mark merasa relax. Trio Mc pun akhirnya bercandain Mark dengan menyebutkan kata Yeoyu tapi pakai nada marah dan membentak wkwkwkw. Jatuhnya jadi kagak santai yaaa.

Aigo” atau Ya ampun adalah kata yang paling disukai Oogi. Cara cewek bilang aigo itu sangat imut menurut Oogi. Albert juga setuju sama Oogi, dia juga suka kata itu karena bisa dipakai diberbagai situasi, seperti kalau lelah bilang itu, kalau lihat bayi lucu bilang aigo. Aigo bisa digunakan dengan berbagai nada. Kalau di Italia mereka punya kata mamma yang berarti mama, ibu, tapi itu juga sering mereka pakai kalau mereka kaget. Jadi kata seperti Mamma Mia bukan berarti eommeoni atau Ibu kalau di Bahasa korea. Harusnya jadi Aigo. Wkwkwkwk. Yang bikin orang italia wow juga dengan Bahasa korea adalah pengekspresian kata-kata kiasan dengan menggunakan tubuh, kayak tangan besar, telinga tipis *enggak tahu artinya apa*. Di Jepang dan juga tiongkok juga punya ungkapan seperti itu.

Lalu apa sih kata korea yang terasa asing bagi kalian? Pasti banyak kan tuh. Oogi memulai dengan ceritanya mengenai OST Jewel In The Palace, Dae Janggeum yang Onara. *kalian kalau nonton drama ini pasti tahu kan lagu onara-onara~*. Nah kalau di Bahasa jepang Onara tuh artinya kentut wkwkwk. “Kenapa mereka menyanyikan hal itu dengan sangat indah? Terasa aneh bagiku.”. Langsung lah dijadiin candaan wkwkwk.

Baca lebih lanjut

[REVIEW] AGE OF YOUTH 2

Salah satu kebahagiaan yang tiada tara bagi penggila drama korea adalah saat mengetahui drama favorit akan dibuat musim keduanya. Begitulah diriku saat di awal tahun ini mendengar kabar Age Of Youth akan dibuat musim keduanya, setelah dimusim pertamanya kita diberi open ending dengan sejuta pertanyaan.

Age Of Youth 2 masih mengusung genre slice of life dengan bumbu romance comedy. Jumlah episode pada musim kedua lebih banyak 2 episode dibanding musim pertama, yaitu sebanyak 14 episode. Cerita yang disajikan masih mengenai gadis-gadis penghuni Belle Epoque. Yoon Jinmyung  yang sudah lulus kembali dari liburannya di china selama 1 tahun kini memiliki pekerjaan tetap. Lalu Jung Yeeun yang masih struggle dengan rasa traumanya terhadap kekerasan dan membuatnya menjadi selalu merasa insecure. Kemudian si maknae, Yoo Eunjae yang menghadapi rasa patah hati pertamanya setelah putus dari pacarnya, Yoon Jongyeol setelah berpacaran selama 1 tahun. Si moodmaker Song Jiwon yang pada musim lalu tidak begitu dibahas ternyata memiliki masa lalu kelam yang harus Ia hadapi. Terakhir, sayangnya sosok unni badass, Kang Yina hanya tampil sebagai cameo di episode awal dan juga akhir. Yina diceritakan pindah kota karena bosnya membuka toko baru. Kamar Yina kemudian diisi oleh anak baru bernama Jo Eun. Eun terlihat dingin dan tak peduli ditambah fisiknya yang tinggi seperti pria dan rambut pendeknya. Walau begitu Eun merupakan sosok yang memiliki luka dalam karena konflik keluarganya.

Seperti biasa drama ini selalu membuat tokohnya berasa hidup dan keberadaannya enggak jauh dari kita. Lagi-lagi sebagai anak muda berusia 20an aku bisa relate lagi nih sama masalah keseharian mereka. Saat kita harus berhadapan dengan orang baru, saat kita menghadapi putus cinta. Seperti juga saat narasi bahwa kita menyadari dunia akan baik-baik saja walau tanpa kita. Nonton ini tuh memang selalu bisa membuat kita berkata, “Ah gue juga gitu!”.

Musim kedua ini memang lebih mengeksplor karakter Song Jiwon yang dimusim sebelumnya tidak banyak cerita. Awal kedatangan Eun ke Belle Epoque pun ternyata berkaitan dengan permasalahan yang akan Jiwon hadapi. Walaupun agak maksa sih masuknya Eun ke tempat kost ini, tapi justru itulah titik utama dari konflik drama ini. Karakter Jiwon yang gila, ceria, ternyata memendam sesuatu yang traumatis bagi dirinya. Musim kedua ini memang dibuat untuk karakter Jiwon. Walau begitu, masing-masing penghuni Belle Epoque ini tetap memiliki cerita tersendiri yang menarik perhatian. Bahkan sebenarnya kasus Jiwon sendiri baru dibahas menjelang akhir dari drama ini.

Drama ini tetap enggak kehilangan ciri khasnya, ringan namun mendalam. Cerita yang disajikannya ringan, namun pemikiran setiap tokohnya bikin kita juga ikut berpikir dalam dan menganalisisnya. Kenapa sih setiap karakternya berbuat seperti itu? Jika kita mengerti pola pikir mereka, kita akan mengerti juga setiap tindakannya. Drama ini sanggup bikin kita jatuh cinta makin dalam, apalagi dengan musim kedua ini aku malah makin mencintai dan memiliki drama ini.

Untuk review drama ini enaknya sih bahas satu persatu karakternya kali yaa….. soalnya aku bingung kalau mereka dibahas secara keseluruhan. Lagipula aku greget sih kalau enggak bahas mereka satu per satu. Banyak soalnya yang harus diceritakan.

Kita mulai dari yang paling tua dulu ya. Yoon Jinmyung. Dia enggak banyak berubah sih, tetap menjadi sosok paling tenang dan dewasa. Disini terlihat banget dia menjadi sosok ibu bagi para penghuni yang lain. Image dia di mata anak baru, macam robot yang tidak punya emosi. Makanya Eun kaget lihat dia punya pacar dan bisa panik gara-gara konser perpisahan Asgard. Pas tahu Han Yeri balik lagi bakal meranin Jinmyung, aku senang, karena penghuni Belle Epoque butuh sosok dia yang tenang dan dewasa. Kehidupannya kini setelah 1 tahun lebih tenang dari sebelumnya. Keadaan ekonominya enggak jauh beda sih, seperti yang disebutkan di wawancara, enggak jauh lebih baik, karena dia masih harus bayar hutang, tapi setidaknya dia memiliki pekerjaan tetap. Bicara mengenai Dia dapat pekerjaan di perusahaan entertainment cukup menarik sih. Disaat peserta lainnya menunjukkan bakat seni, memiliki pengetahuan idol yang luas, Jinmyung bilang secara jujur dia enggak punya waktu untuk itu. Hanya Bigbang grup yang dia tahu semua membernya. Sudah pesimis, eh tahunya dia diterima. Kalau menurutku justru karena dia enggak banyak tahu tentang Idol dia diterima. Memang sebaiknya pekerja di perusahaan entertainment bukanlah seorang fans, karena sering banget kalau fans kerja di perusahaan entertainment suka jadi menghancurkan.

Kehidupan dan screentime Jinmyung di musim ini enggak begitu banyak sih. Cerita dia agak flat menurutku. Walau begitu aku merasa Jinmyung memang layak mendapatkan ketenangan cerita di musim ini. Setelah di musim lalu, hidupnya benar-benar penuh cobaan, dan dia harus struggling berat menahan air mata. Setelah masalahnya selesai, wajar kalau hidupnya sekarang flat saja. Cerita dia dengan Heimdal juga enggak begitu ngaruh. Eh iya pas awal-awal dengar castnya, pas tahu si chef Park Jaehwan yang diperankan Yoon Park enggak akan main lagi, dan gantinya jadi Heimdal, disitu aku langsung enggak suka, karena aku berpikir Jaehwan dan Jinmyung putus. Aku enggak ridho mereka putus karena mereka adalah pasangan favoritku dimusim lalu. Masa mereka putus gitu saja? Walau aku berpikir lagi juga, ya wajar kali ya putus LDR 1 tahun enggak mudah. Eh tahunya enggak dong HAHAHAHA. Pas diawal-awal ep 2 langsung dijawab Jinmyung masih pacaran dengan Jaehwan ditelepon. ALHAMDULILLAH WKWKWK. Senang banget lagi Jaehwan di episode terakhir nongol walau cuman bentar banget doang sih, tapi disitu kita bisa tahu hubungan mereka memang kuat dan bisa lanjut ke jenjang yang lebih jauh.

Nah hubungan Jinmyung dan Heimdal ini lebih buat perkembangan karakter Jinmyung. Heimdal yang tiba-tiba kegeeran, nyangka Jinmyung fansnya dan hubungan mereka jadi akrab. Hubungan Jinmyung dan Heimdal ini lebih ke untuk menebus rasa bersalahnya Jinmyung pada adiknya karena dia tidak mengurus adiknya dengan benar. Heimdal ini mengingatkan Jinmyung pada sosok adiknya. Walau saat di epilog menyangkal, tapi kita tahu kalau Heimdal memang mengingatkannya pada adiknya. Mereka seusia dan memiliki semangat yang sama akan impiannya. Jinmyung yang awalnya enggak mau turun tangan, karena dia takut harus berurusan dengan orang baru dan ikut campur membuatnya harus bertanggung jawab pada orang tersebut. Dia sudah merasakan itu dulu kepada keluarganya, sehingga hidupnya menjadi sulit. Dia enggak mau kayak gitu lagi. Hanya saja Heimdal memang menjadi sosok yang Jinmyung khawatirkan, sehingga membuatnya turun tangan. Its not a bad thing to know new people. Pada akhirnya walau harus dipusingkan dengan konser perpisahan Asgard, tapi Jinmyung menikmati itu ,dan dia mendapat adik baru.

Ngomong-ngomong soal Asgard aku jadi baper. Kasihan banget mereka selama 5 tahun enggak terkenal dan pada akhirnya diputus kontraknya oleh perusahaannya. Ngingetin banget sama nu’est soalnya. Mereka juga sama 5 tahun jadi nugu, dan mereka juga nyaris disband kalau gagal di Produce 101. Untungnya berhasil. Hal ini juga sempat dibahas oleh Heimdal. Dia optimis Asgard akan terkenal, karena lagu 5 tahun lalu saja bisa naik ke chart which is its hello by nu’est, btw. Heimdal pun berpikir Asgard juga bisa. Aku kasihan sih lihat optimismenya. Heimdal tuh nunjukkin idol-idol jaman sekarang. Sekarang kan banyak banget idol nugu gitu. Heimdal tuh bertahun-tahun dijalur itu dari dia remaja sampai dewasa. Saat harus berhenti dia tidak tahu harus seperti apa, karena masa mudanya habis untuk meraih mimpinya menjadi seleb. Dia merasa sudah terlalu tua untuk meraih jalur lain. Sedih asli lihatnya. Aku sedikit merasa relate, disaat usia enggak begitu muda lagi, tapi impian kita enggak berhasil. Bingunglah mau ngapain. Bertahun-tahun investasi waktu disitu tapi nyatanya enggak berhasil. Untuk kasus Heimdal, disitu aku sadar jadi idol di korea itu enggak cukup kerja keras dan bakat saja. Semua orang juga bekerja keras dan berbakat, tapi karena persaingannya ketat mereka perlu faktor X dan luck. Sayangnya Asgard lack di faktor Luck.

Fans pentagon, universe kalian harus berterima kasih kepada drama ini karena selain member pentagon ikut main jadi member Asgard,  lagu pentagon – critical beauty jadi lebih dikenal. Di Dramabeans sama di forum soompi saja yang bukan kpopers jadi kepo sama lagu yang dibawakan Asgard dan jadi suka lagu itu. Moga pentagon nasibnya enggak kayak Asgard ya. Pentagon juga berbakat banget, apalagi setelah dikenalnya Hui sebagai komposer. Sebagai Melody kudukung kalian.

Back to Age Of  Youth 2. Cerita Jinmyung dan Heimdal merupakan salah 1 cerita yang unik untuk ukuran kdrama. Hubungan antara pria dan wanita tidak harus selalu tentang cinta. Hubungan tulus adik-kakak yang tidak sedarah pun bisa jadi sebuah kisah menarik, dan tereksekusi dengan baik.

Selanjutnya kita bahas Jung Yeeun. Disini kita bisa lihat betapa berbedanya Yeeun tahun ini dengan tahun lalu, terutama dari segi style. Dulu Yeeun begitu manis, modis dengan rok pendek. Sekarang dia hanya menggunakan kaos dan rok hitam panjang sederhana. Dia tidak ingin menarik perhatian pria karena rasa traumanya. Dia benar-benar menjadi dirinya saat bersama Belle Epoque. Dia harus menghadapi gunjingan orang-orang. Efek traumanya terhadap dia benar-benar besar. Enggak berani jalan sendiri, enggak berani natap cowok, hingga terlalu fokus kepada dirinya sendiri hingga membuat sahabat kampusnya, Han Yookyung berbuat tidak enak pada dirinya.

Kita juga jadi tahu berasal dari mana sih rasa ketakutan Yeeun akan berat badan dan rasa diabaikan. Dia takut dibenci apalagi setelah kejadian kekerasan setahun lalu. Ternyata itu semua dari keluarganya. Ibunya ingin keluarganya tampak sempurna. Di salah 1 epilog , diperlihatkan pada masa kecil Yeeun disuruh menurunkan berat badan, padahal nafsu makan dia gede. Dari situlah dia menjadi terobsesi dengan berat badan. Bukan semata karena pacar, seperti yang kupikir di musim lalu. Lalu rasa terabaikan dan dibenci juga berasal dari keluarganya yang dingin. Harus sempurna dan tidak memiliki image buruk, seperti yang terlihat di episode 13 apa 14 saat Yeeun makan malam bersama keluarganya. Disitu Ibunya menjawab semua pertanyaan untuk Yeeun dan berusaha menampilkan sisi bagus Yeeun. Yeeun merasa muak mengatakan yang sebenarnya, namun sayang respon keluarga besarnya juga tidak peduli dan tidak menunjukkan simpati.

Baca lebih lanjut

[REVIEW] STRONGEST DELIVERYMAN

STRONGEST DELIVERYMAN

Genre : Slice of life, romance, drama

Episode : 16 episode (total 16 Jam)

Sinopsis : Menceritakan seorang pemuda bernama Choi Kangsoo yang bekerja sebagai pengantar makanan yang tak pernah berdiam di suatu wilayah lebih dari dua bulan. Kangsoo memiliki sifat yang baik, senang menolong orang dan mau terlibat dengan masalah orang lain sehingga dia memiliki banyak sekali jaringan pertemanan di seantero Seoul. Akibat dari sifatnya ini, diberhasil membuat bisnis berbasis aplikasi online jasa pengantaran. Kangsoo bersama teman-temannya Jatuh bangun membangun bisnis yang tentu saja tak mudah dan banyak rintangannya.

Why I Watched : Aku butuh drama yang ringan, dan pas sekali Go Kyungpyo akhirnya menjadi pemeran utama setelah dua drama sebelumnya menjadi second lead yang tersakiti =(. Aku jadi agak kepo sama drama satu ini. Ya mumpung punya banyak waktu dan ada wifi wkwkwkwk.

Kesan : Drama ini tuh penuh dengan keimutan. Banyak sekali adegan yang amatlah cute dan juga ringan. Drama ini pun sebuah drama yang membangkitkan perasaan semangat dan jangan pantang menyerah. Drama ini adalah tipikal cerita yang begitu menghangatkan hati. Sifat gotong royong yang biasanya ditonjolkan masyarakat Indonesia, disini kita bisa lihat dengan jelas. Pertama kali lihat gerombolan teman-teman Kangsoo sesama pengantar tukang makanan pakai motor rame-rame aku kaget dan juga ngakak sih karena berasa melihat geng motor tapi versi mang-mang delivery. Aku jadi ngebayangin kalau di nangor juga kayak gitu, mang-mang hipotesa, kedai indra, atau mang-mang Go-Food juga begitu wkwkwwk. Berasa nonton drama keluarga tapi versi pendeknya.

The interest thing :  Banyak banget pesan moral yang bisa diambil dari drama ini. Orang yang butuh motivasi harus menonton drama ini. Berasa melihat motivasi Mario teguh tapi dalam versi cerita. Disini kita bisa lihat enggak ada salahnya berbuat baik kepada orang lain, karena suatu hari kebaikkan kita akan dibalas, apalagi saat kita membutuhkan. Kangsoo sering banget nolong orang, makanya begitu dia butuh bantuan orang lain atau dituduh melakukan tindakan kejahatan, teman-temannya siap menggantikan dan membantunya sebagai ucapan terima kasih dan solidaritas. Efek dari membantu orang lain juga dan bekerja diberbagai wilayah selama 5 tahun, membuatnya memiliki banyak teman dan jelas itu membangun jaringan koneksi. Disitulah dia bisa membangun bisnisnya. Jelas membangun bisns itu tidak mudah, ditambbah dia membangun bisnis berbasis aplikasi. Kangsoo yang tidak memiliki latar belakang IT tidak akan bisa mengerjakan itu sendiri. Dia pun mendapat bantuan orang lain. Atau masalah dana, Dia mendapatkan investasi dari teman-temannya dari berbagai wilayah. Memang benar ya kalau mau bikin bisnis memng diperlukan koneksi jaringan yang luas. Pesan moral lain seperti yang aku sebutkan sebelumnya, ada makna pantang menyerah, gotong royong, terus semangat. Cerita tentang pemeran utama wanitanya pun Lee Dana pun banyak pesan moral. Hidupnya yang begitu sulit membuatnya tak mau terlibat dengan banyak orang bahkan mencoba bunuh diri. Namun Untunglah Dia enggak jadi, dan akhirnya mendapat jalan keluar untuk masalahnya.  Selama kita punya keinginan dan usaha, bisa tercapai dan tiap maslaah ada jalan keluarnya. Itu lah pesan yang ditampilkan oleh karakter Dana.  Cerita para side story dari para tokohnya juga menarik sih, terutama pasangan chaebol Oh Jingyu dan Le Jiyoon. Mereka sangatlah cute! Jangan lupa juga karakter Lee Dana yang kuat macam preman tingkat bela dirinya sanggup membuat para pengantar makanan lainnya jiper untuk menggoda dirinya. Aku menyukai karkter Dana yang cukup beda dari drama-drama biasanya.

Baca lebih lanjut

[REVIEW] FALSIFY

Legal drama selalu menjadi sebuah penasaran tersendiri buatku. Aku dari kemaren-kemaren ngakunya lelah nonton drama-drama berbau hukum yang berat-berat, tapi pada akhirnya, ujung-ujungnya aku malah nonton lagi kalau ada yang baru, apalagi kalau ada yang bilang drama itu menarik. Drama Falsify ini lah sanggup memecah keteguhanku untuk tidak menonton drama hukum.

Drama berjumlah 32 episode (total 16 jam) yang memiliki genre legal, politik,drama ini menceritakan seorang jurnalis bernama Han Muyeong yang bekerja untuk Aeguk news yang dikenal sebagai media sampah karena selalu merilis berita skandal politik tanpai mengindahkan aturan, walau begitu mereka dianggap pahlawan karena banyak membongkar kasus-kasus yang tak berani diangkat oleh media besar. Muyeong bersama rekan-rekannya di Aeguk sedang menelusuri sebuah kasus perdagangan manusia. Muyeong sendiri memiliki motif saat menjadi jurnalis dan menyelidikin kasus tersebut. Dia ingin mengetahui penyebab kematian kakaknya yang dibunuh saat sedang mencari sebuah berita. Kakaknya, Han Chulho merupakan jurnalis dari surat kabar Daehan yang merupakan media terbesar saat ini. Akhirnya Muyeong menemukan titik terang bahwa semua kasus yang Dia selidiki mebawa satu jawaban pada artikel-artikel palsu kakaknya dan Chulho berusaha memperbaiki itu semua dan menyelesaikan sebuah artikel kebenaran yang sayangnya belum terselesaikan. Muyeong menyadari lawannya adalah Daehan. Muyeong pun bekerja sama dengan Lee Sukmin kepala tim dari splash team Daehan yang memberontak pada Direktur Daehan, Gu Taewon, dan juga dengan seorang jaksa wanita yang dilemmpar dari pusat karena membangkang perintah atasan, Kwon Sora.

Awalnya aku enggak niat untuk nonton drama ini. Aku ingin istirahat dari drama-drama legal. Cuman aku baca komenan, pada bilang drama ini menarik kok. Saat Forest of Secret tayang banyak yang bilang drama itu bagus banget, tapi aku enggak tertarik nonton karena aku lelah dengan drama legal. Bahkan sampai sekarnag pun aku tak berniat memilih drama itu. Lalu saat tahu Falsify yang memerankan Nam Goongmin dan karakter Nam Goongminnya mirip kayak karakter dia di Chief Kim. Jadi aku pikir wah kayaknya bakalan seru nih. Bakalan lucu. Aku tergoda untuk nonton drama ini. Cuman aku enggak cari tahu info dengan baik. Drama ini sama sekali jauh dari kata komedi. Kesamaan karakter Han Muyeong dan Kim Sungryong adalah sama gilanya. Mereka akan melakukan apapun bahkan jika itu adalah hal gila dan tak mungkin demi mencapai tujuan mereka yaitu mencari kebenaran. Cuman aku enggak nyesal sih pilih drama ini.

Layaknya drama legal, drama ini merupakan drama yang intense. Dari awal episode pun tensinya sudah langsung tinggi. Permasalahannya langsung ditampilkan. Maksud dan tujuan utama para tokohnya pun langsung tergambar. Disini semua karakternya kalau enggak hitam ya putih. Walaupun ada yang terlihat abu-abu tapi pasti dominannya tuh kelihatan antara dominan putih dan hitam. Kita penonton selalu dibawa penasaran dengan misteri utama kasus ini. Misteri utamanya tertutup dengan baik sih, walau kasus-kasus lainnya mudah tertebak. Aku menyukainya kasus-kasus disini adalah kasus-kasusnya gamblang sekali kalau mereka semua saling berhubungan. Konflik antar kasusnya begitu kuat, kita akan dibuat bertanya-tanya apa hubungan antar karakter. Masing-masing punya kekuataan dan kepentingan.

Drama ini benar-benar menggambarkan kekuataan media. Media berperan penting banget dalam situasi kenegaraan. Mereka benar-benar menggiring opini public. Opini public ini lah sering dimanfaatkan oleh berbagai pihak berkepentingan. Sekali lagi aku menyadari bahwa opini public itu bisa menyeramkan itu, dan media itu se powerful penguasa. Mereka benar-benar dapat mengendalikan masyarakat, bahkan media juga bisa membuat sebuah rumor menjadi fakta, ataupun sebaliknya. Kasus-kasus yang dilaporkan media, mungkin bisa jadi hanya 25% dari apa yang sebenarnya terjadi. Aku ngeri sendiri sih nonton ini. Bagaimana para penguasan dan yang pnya uang mengontrol media. Emosi juga melihat masyarakat dibodohi oleh media dan juga jurnalis yang terpaksa harus menulis cerita palsu. Chulho awalnya menganggap cerita palsu itu tidak masalah, Dia tak harus capek-capek nyari berita, tapi setelah Dia mengetahui fakta sebenarnya dibalik artikel-artikel palsu tersebut, dia menyadari bahwa sebuah artikel palsu saja bisa merubah banyak hal. Dan situasi drama ini pula sedang terjadi secara real di korea sana. Dimana petinggi KBS dan MBC yang membuat berita memihak mantan presiden sebelumnya yang dimakzulkan, Parrk Geunhye. Aku jadi mikir di Indonesia juga sebenarnya bisa saja terjadi banyak berita dipalsukan, atau berita pesanan. Sudah menjadi rahasia umum, beberapa media di Indonesia juga memiliki afiliasi dengan politik pihak tertentu. Apalagi kita tuh banyak banget berita hoax. Memang harus selalu bisa memilah berita sih. Hal yang kita anggap netral pun kita tak tahu apakah benar-benar terpercaya atau tidak. Seperti Daehan sebuah media besar yang dipercaya. Apapun yang dikatakan Daehan, masyarakat akan percaya.

Drama ini mendeskripsikan masalahnya dengan jelas sih. Mereka membahasnya dengan mendalam dan benar-benar digali. Hanya saja karena hal itu, kasusnya itu memang jadi besar banget dan rumit. Padahal itu adalah sebuah kasus untuk menutupi kasus lain, macam kasus Park Eungmo yang terjadi karena menutupi kasus Nam Kyungmang. Kasus Nam Kyungman sendiri meutupi kasus Faith Center. Ah kalian kalau enggak fokus aku jamin bakalan pusing sama drama ini. Drama ini memang membutuhkan kemampuan berpikir yang cepat untuk mencerna kebenaran dari setiap kasusnya. Hubungan kasusnya sebenarnya cukup jelas namun rumit, jadi kalau aku pribadi sih lumayan nonton ini bikin capek juga, karena harus mikir, cuman aku tetap penasaran dengan jalan ceritanya. Aku amat menyarankan jangan maratn drama ini dalam sehari. Aku nonton dua hari saja merasa lelah. Sebaiknya kalian pecah tiga hari karena aku jamin kalian butuh rehat saat konfliknya menguat.

Baca lebih lanjut