[TRIPLE BALAD] Malam Tahun Baru

“Sorry, guys, lama. Tadi UASnya susah, jadi saja aku lama keluarnya” Saras membuka pintu mobil Rasha

“euh… kamana wae atuh neng? Lalila!” protes Rasha yang sudah menunggu sejak setengah jam yang lalu di depan gedung fakultas Saras

“katanya UASnya beres dalam sejam… eh tahunya….” ejek Pay

“ya maaf. Seriusan susah. Aku enggak belajar” Saras membela diri

“ya naha atuh teu diajar?” Tanya Rasha

“Kamu mah enak,Sha, UAS sudah beres. Sudah liburan. Kamu, Pay, akhir tahun libur. Lah aing? Di tanggal 31 Desember ini, aku masih UAS?! Sore pula! Sedih enggak sih akhir tahun dihabiskan dengan mengerjakan soal. Ya wajar dong, aku kalau aku enggak belajar. Malas,bo! Otakku aku yang ada malah main buat akhir tahun baru” keluh Saras dengan raut muka sebal

“ah lebay!” hardik Rasha

“iya lebay maneh hehehe” Pay tertawa kecil

“mikir bikin lapar nih. Makan yuk!” ajak Saras

“hayu saja, tapi mending kita makannya pas sudah ditempat tujuan saja” usul Rasha

“memangnya kita mau kemana?”

“kita tahun baruan di bukit moko!” seru Pay riang “sudah lama aku pengen kesana, tapi belum kesampaian juga”

“hayu, bukit moko! Aku lihat foto-fotonya di info Bandung bagus ih pemandangan dari sana. Masa orang Bandung belum kesana?” Saras sama excitednya dengan Pay

“pasti seru dan bagus kan tahun baruan disana”

“ya sudah. Yuk capcus. Sudah setengah 6. Takut macet, soalnya kita kan lewat caheum” ajak Rasha

“nanggung ih mau maghrib. Mending magrhib dulu di kampus, kita solat di Ibnu Sina” usul Saras

“tapi kalau kita berangkat habis magrhib takutnya keburu macet”

“eh tapi benar kata Saras, nanggung” angguk Pay

“kan kita bisa solat di jalan. Di jalan kan pasti nemu masjid”

“tapi kalau macet, pasti susah buat kita solat. Mending solat dulu disini, habis itu langsung cabut”

“iya juga sih” Rasha setuju dengan pendapat Pay “oke deh, kita solat dulu disini” Rasha mengarahkan mobilnya menuju mesjid kampus mereka, Ibnu Sina. Sambil menunggu adzan berkumandang mereka mengobrol-ngobrol didalam mobil sambil menonton MV terbaru dari k-pop artis. Awalnya mereka ingin melakukan hal itu diluar, tapi hal itu tak bisa dilakukan. Selain enggak etis, saat orang-orang mengaji menunggu magrhib di mesjid, sedangkan mereka malah menonton MV, mereka enggak bisa berbarengan karena di mesjid itu mempunyai peraturan untuk memisahkan wilayah wanita dan pria. Wanita dan pria tak boleh mengobrol dalam jarak yang berdekatan. Tak terasa setelah memutar 5 MV, adzan magrhib pun berkumandang. Mereka pun segera bergegas mengambil wudhu, dan solat berjamaah.

Setelah solat berjamaah, mereka langsung masuk ke dalam mobi. Rasha pun menstarter mobilnya, kemudian menginjak pedal gasnya. VW golf biru itu pun meluncur dari Jatinangor menuju bukit moko. Hari ini adalah tanggal 31 Desember. Tentu saja banyak orang yang keluar rumah untuk merayakan tahun baru diluar. Jalanan kota pastinya ramai, terutama jalanan menuju tempat wisata. Hal itu lah yang kini dirasakan mereka.

Mereka sempat menyimpang dulu ke toko yang masih disekitar Cileunyi untuk membeli kembang api dan terompet. Awalnya di daerah Cileunyi masih lancar, namun memasuki Cinunuk dimana daerah tersebut terdapat banyak perumahan. Otomatis, disaat jam-jam krusial sehabis magrhib seperti ini, banyak yang kendaraan yang keluar masuk ke perumahan-perumahan itu. Hal tersebut tentu saja membuat lalu lintas ramai dan padat. Biasanya selepas Cinunuk, jalanan lancar kembali. Sayangnya, malam ini adalah malam tahun baru, selepas Cinunuk, mereka hanya bisa menghela nafas sejenak, karena tak lama kemudian mereka kembali terjebak macet.

Akibat kemacetan itu semua, sudah sejam perjalanan, namun perjalanan mereka baru setengah yang ditempuh. Rasha sudah tampak kesal, karena Ia begitu lelah untuk menginjak pedal gas, kopling, dan rem secara bergantian dalam waktu cepat. Saras dan Pay pun tampak mulai bosan dengan perjalanan yang ditempuh.

“gila macet banget” ujar Saras

Baca lebih lanjut

Triple Balad : We So Sorry, Saras

Pay, Saras, dan Rasha sedang berada di gor kampus. Mereka sedang asyik menyaksikan pertandingan basket antar fakultas. Sebenarnya yang benar-benar fokus pada permainan hanyalah Rasha. Pay asyik cuci mata melihat para pemain, sedangkan Saras asyik berkutat dengan laptopnya Saras sedang memanfaatkan wifi kampus. Wifi di daerah gor lancar jaya. Alhasil itu Ia manfaatkan untuk mendownload video.

“ya ampun ganteng banget!” heboh Saras saat melihat video EXO

“iya ganteng banget, keren, tinggi” angguk Pay sambil matanya terfokus pada satu pemain

“itu banget. Udah keren, tinggi, cute, rapp nya juga keren lagi. Ah Chanyeol!!”

“Chanyeol?” bingung Pay “jadi yang kamu maksud itu Chanyeol, bukan cowok yang nomor punggung 11?”

“ya bukanlah. Lagian aku daritadi enggak merhatiin.”

“suuut…. Berisik!” lerai Rasha “kalian tuh ya kagak fokus ama permainan. Maneh lagi, Pay. Udah punya cowok, masih aja jelalatan”

“cuman cuci mata doang kok. hati mah tetep pada mas ku, Syailendra Dwi Brotokusomo” Pay membela diri

“cuih!” jijik Rasha mendengar ucapan Pay yang genit “abis ini ke mana? Makan yuk. Lapar nih”

“ayo, ayo. Mau makan dimana?” Tanya Saras sambil memegangi perutnya

“sekitaran kampus ajalah. Sejam lagi aku masih ada kelas” ujar Pay

“eh iya besok kan weekend. Ke punclut yuk, kita makan-makan.” Ajak Saras

“ah besok ya?” Pay dan Rasha saling melirik

“eu.. aduh sorry besok aku udah janji mau jalan ama Lendra. Dia udah ngambek, abis tiap weekend aku habiskan bersama kalian kalau ga dihabiskan demi himpunan ama tugas kuliah.” Sahut Pay dengan nada memelas

“aduh urang juga ga bisa. Besok mau ngerjain tugas kelompok”

“yaaaaah” Saras cemberut

“gausah cemberut kali…. Kan kita sering makan bareng jalan bareng” hibur Pay

“iya sih, tapi kan besok hari…..”

“hari sabtu kan? Iya terus kenapa?” potong Rasha

Saras menggeleng “gapapa”

“aaah pertandingannya udahan. Udah yuk capcus makan” ajak Rasha

“nyoook”

*****

Semenjak pagi hingga Siang ini Saras berdiam diri dalam kamar. Ia terus berkutat diri dengan handphone dan laptop. Daritadi Ia terus tersenyum bahagia sambil membalas pesan yang masuk baik melalui sms, mention, ataupun chat.

Tiba-tiba handphonenya berdering

Baca lebih lanjut

Triple Balad : GR

“hoaam….kita mau kemana nih?” Tanya Saras sambil menguap

“harus ke tempat yang seru ya! Awas aja ga seru. Aku udah bela-belain titip absen demi nemenin kamu maen keluar!” seru Pay

“iya maksa banget minta ditemenin maen. Emang mau maen kemana sih? Tiba-tiba nelepon maksa-maksa buat minta ditemenin sekarang juga. Untung aku udah ga ada kelas lagi” gerutu Saras

Orang yang daritadi dicecar pertanyaan oleh Pay dan Saras tak menjawab. Ia terus konsentrasi menyetir mobil VW golf birunya.

“mau kemana sih? Gausah sok-sok misterius gitu deh!” kesal Pay

Rasha, orang yang daritadi dicecar pertanyaan oleh Pay dan Saras, tetap tak menjawab. Dia hanya tersenyum. Kesal karena Saras pun berteriak tepat ditelinga Kiri Rasha.

“RASHA!!!!”

Rasha benar-benar terkejut. Hampir saja Dia kehilangan konsentrasi untuk menyetir.

“Saras, kampret!!!!” maki Rasha “woy! Urang teh lagi nyetir di jalan tol! Butuh konsen tinggi! Ada gangguan dikit aja, bahaya coy! Untung urang sigap!”

“ehehe ya maap, abisnya maneh ditanya daritadi ga jawab” Saras meminta maaf dengan cengiran

“kalian bakalan suka kok ama tempat yang akan kita kunjungi ini” akhirnya Rasha menjawab pertanyaan mereka.

“emang kemana sih?” Pay sungguh penasaran

“toko buku”

“HAH?!” Pay dan Saras benar-benar terkejut. Bagaimana tidak? Selama ini mereka mengenal Rasha, mereka baru denger untuk pertama kalinya jika Rasha mau ke toko buku.

“biasa aja kali. Gausah histeris gitu? Napa sih? Ga seneng? Bukannya toko buku itu tempat favorit kalian?”

“KSD. Kiamat sudah dekat. Seorang Rashadan Ghazali mau ke toko buku?!” seru Saras kaget

“dari orok ampe sekarang udah kuliah semester 4 urang bareng-bareng ama maneh. Urang tau maneh! Manehkan alergi buku. Jangankan baca, ngeliat buku banyak aja maneh ogah.” Ujar Pay yang memang sudah mengenal Rasha dari bayi karena mereka sepupuan. Ibu Rasha merupakan adik dari Ayah Pay

“ada apa gerangan? Ini harus di daftarin ke UNESCO sebagai keajaiban dunia!” heran Saras

“lebay!” seru Rasha

“ah aku tau! Pasti kamu lagi ngeceng cewek yang suka baca ya, makanya mau ke toko buku” tebak Pay

Baca lebih lanjut

Triple Balad

Triple Balad

Triple Balad ini akan mengisahkan kehidupan sehari-hari 3 orang sahabat yang telah menjalin persahabatan semenjak SMA hingga kini kuliah semester 4. Persahabatan mereka terjalin karena mereka satu kelas selama 3 tahun, dan sama-sama tergabung di OSIS. Kini mereka satu kampus walau beda jurusan, tapi persahabatan itu tetap terjalin. Triple Balad are….

  1. Rashadan Ghazali. Biasanya dipanggil Rasha. Anak HI ini adalah paling ganteng diantara mereka bertiga, karena Dia satu-satunya cowok. Rasha ini tipe cowok yang fleksible. Terkadang keren, tapi lebih sering enggak. Rasha ini yang paling sering menghibur sahabat-sahabatnya dengan kelakuannya yang konyol. untuk ukuran cowok, kulit Rasha cukup putih dan dia cukup menjulang seperti tiang listrik. Tingginya 180cm. Rasha tidak bisa dibilang kurus, tapi dia juga tak gendut. cowok ini berbakat banget dalam seni. He can sing, dancing, and rapping. Bisalah jadi anggota boyband. He really love Krystal f(x) and Taeyeon SNSD.
  2. Fayzalina Sastrawinata. Panggilannya Pay. Cewek geologi ini adalah cewek strong. Dia anti banget menangis karena pria dan cinta. Pay merupakan sepupu Rasha. Pay berkulit kuning langsat dan Ia benar-benar berwajah wnita Indonesia macam desi ratnasari, atika sari devi. Untuk ukuran cewek cukup tinggi yaitu 165cm, tapi sayang dia cukup kurus dengan tingginya yang segitu. Cewek berkacamata ini jago banget gambar dan suaranya pun merdu. Dia pun mempunyai minat terhadap fotografi.
  3. Saras Mega Dewi. Cewek berwajah arab ini adalah mahasiswi tekhnologi pangan. Dia merupakan yang paling soleh diantara mereka karena menggunakan kerudung. Tinggi dia dengan Pay hanya beda 2cm, 163 cm, tapi badannya tidak kurus. Saras cukup sensitive dengan masalah berat badan, padahal Ia hanya kelebihan 3kg dari berat badan idealnya. Saras pun tak kalah dengan mereka berdua. Walau Saras tak bisa nyanyi dan rappingnya ga sejago Rasha tapi dance dia paling juara diantara mereka semua, tapi sayang bakatnya itu jarang ditampilkan. Saras orangnya cukup moody.

Mereka bertiga memiliki banyak kesamaan. Sama-sama suka ribut, makanya kalo mereka bertiga udah ngumpul pasti rusuh banget. Hanya Rasha yang paling kalem, itu pun kalo Rasha inget kalo dirinya cowok. Kan malu kalo cowok heboh sendiri. Mereka bertiga sama-sama k-popers multifandom. Apalagi Pay dan Saras yang memiliki banyak bias. They love food. Mereka sering bikin cover sing dan cover dance lalu di upload di youtube. Mereka juga sangat suka jalan-jalan dan bermain.

Hidup mereka terasa indah karena they enjoy their life. Sesusah apapun permasalahannya, pasti ga dibawa ribet dan mereka bereskan dengan cara mereka sendiri. Mereka pun sering sharing mengenai kehidupan mereka masing-masing. Walau mereka sering bertiga, tapi mereka pun mempunyai teman lain untuk diajak hangout., tapi tetep the best friend ever adalah mereka bertiga.

Kalau kalian pengen tahu gimana keseruannya kehidupan mereka dan pengen tahu karakter mereka, Insya Allah nanti akan ada kisah-kisah Triple Balad ini. So stay tune 😉