[FF] RUDE AND HER TRAUMA (after Story NOT A BAD THING)

Title               : rude and her trauma (after story not a bad thing)

Rate               : 15+ mianhae

Genre             : a ROMANCE manis alay gitu

main Cast     : KIM JONGDAE (CHEN EXO), WENDY SON RED VELVET

other cast   : byun baekhyun exxo, kang seulgi red velvet

length           : One shot

Author          : HANAN HANIFAH comeback!!!

Disclaimer   : ini after storynya FF ku yang NOT A BAD THING. Lagipula aku kangen banget bikin FF dengan cast Chendy. SUKA NGGAK SUKA sih itu selera kalian, tapi mohon dengan sangat NO BASHING. GOMAWAEYO udah mau baca. MIANHAEYO kalo jelek. Aku sangat merespect orang yang menghargai karya orang, SO, PLEASE DON’T COPY THIS FF AND PLAGIARISM THIS. Please ENJOY =D

Tuk..tuk.tuk… Tuk..tuk.tuk…

Baekhyun memperhatikan sahabatnya sekaligus rekan kerjanya, Jongdae. Jari Jongdae terus mengetukkan dirinya ke meja. Ia selalu melakukan hal itu jika otaknya sedang berpikir. Entah berpikir untuk mencari ide, berpikir mencari jawaban, ataupun berpikir karena khawatir, pasti yang Ia lakukan mengetukkan jarinya secara berirama. Baekhyun sudah mengenal Jongdae bertahun-tahun hapal betul kebiasaan Jongdae satu itu, bahkan Ia hapal betul apa yang sedang dipikirkan Jongdae melalu iramanya. Kini iramanya terdengar lambat dan panjang. Sudah dipastikan Jongdae sedang mengkhawatirkan sesuatu, bukannya memikirkan konsep acara radio mereka untuk minggu depan.

Ya! what’s going on? Wae?” Tanya Baekhyun. Jongdae diam saja tak menjawab.

Wah ini anak keasyikan mikir kayaknya.. “Ya!! Kim Jongdae!!!” Baekhyun mendaratkan kepalan tangannya di atas kepala Jongdae. Jongdae langsung mendongak kaget.

“Hah? Mwo?

“Ada apa? Kau sedang asyik tenggelam dalam pikiran apa? Gwaenchana?

Jongdae menganggukkan kepalanya “it’s okay! Aku lagi berpikir konsep untuk minggu depan kok.”

Baekhyun langsung mencibir begitu mendengar jawaba Jongdae. “Ya, Kim Jongdae! Kau pikir aku tak tahu dirimu apa? Kita sudah kenal bertahun-tahun, aku tahu kebiasaanmu mengetukkan jari ke meja dengan irama lambat dan panjang. Itu artinya kau sedang mengkhawatirkan sesuatu! Katakanlah… ada apa?”

Jongdae menghela nafasnya. “yeah you know me so well!” Jongdae tak langsung menjawab pertnyaan Baekhyun. Ia mengambil ponselnya yang terletak di meja, dan langung menelepon. Tak lupa juga Ia loudspeakerkan teleponnya agar Baekhyun dapat mendengarnya.”

The number you are calling is not active or out of scope area. Please try again later  in few minutes”

“Dengarkan? Kamu tahu apa yang ku khawatirkan?” Jawab Jongdae sambil menunjuk-nunjuk ponselnya.

“ah… Wendy? Lah tapi biasanya juga kalau dia enggak bisa dihubungin kamu enggak secemas ini. Paling hp dia habis baterai.”

“Masalahnya bukan itu! Aku yakin dia sengaja mematikan hp dia. Dia pasti lagi enggak mau berkomunikasi denganku.” Keluh Jongdae sedih.

What happened? Apa yang terjadi sampai pikiran kamu fokusnya cuman ke Wendy seorang?”

“Kemaren aku berantem sama dia… jadi….”

 

–Malam Sebelumnya–

“Hai, Seul… Wendy masih di lab?” Tanya Jongdae.

“Wah barusan banget dia pulang.” Jawab Seulgi.

“Pulang? Sama siapa?”

Seulgi menggelengkan kepalanya. “Entah, tapi sendiri kayaknya. Dia bilang mau naik bis kalau enggak salah.”

“Oke, makasih seul!” Jongdae pun langsung menuju mobil untuk pergi menuju halte bis dekat kampus Wendy –yang juga kampusnya dulu –. Ia berharap Wendy belum mendapatkan bis. Setibanya di halte orang yang Ia cari masih berada disana. Duduk diam termenung sendiri sambil ditemani alunan lagu yang mengalir melalui headset ke telinganya. Jongdae langsung keluar mobil menghampiri Wendy.

“Kenapa pulang sendiri? Enggak nunggu aku?” Tanya Jongdae cemberut.

“Kan kamu lagi siaran, terus ada rapat juga kan? Ya sudah aku enggak mau ganggu.” Jawab Wendy santai sambil terus mendengarkan lagu.

“Tapi ini sudah jam berapa? Hampir jam 10 malam, Wendy! Aku kan sudah bilang, kalau aku bisa kok jemput kamu bentar, habis itu aku balik ke kantor!”

Oppa, aku bisa pulang sendiri kok. Aku sudah biasa.” Wendy coba menenangkan Jongdae.

“Kamu tuh ya selalu gini. Apa-apa sendiri. Suka enggak cerita-cerita. Terkadang aku merasa enggak dianggap sebagai pacar.” Jongdae mulai sinis.

“Ada apa denganmu? Kenapa tiba-tiba ngomong gitu?” Wendy langsung melepas headset ditelinganya.

Baca lebih lanjut

[REVIEW] KILL ME HEAL ME

Sebuah awal pasti akan mempengaruhi hasil akhirnya. Begitu juga kehidupan. Masa kanak-kanak masih berada dalam garis “start”. Masa kecil merupakan masa awal kehidupan, dimana hal yang Ia lihat, hal yang Ia dengar, hal yang Ia rasakan akan mempengaruhi kehidupannya saat dewasa nanti. Begitulah salah satu sisi yang di dapat dari drama Kill Me Heal Me.

Kill Me Heal Me merupakan drama bergenre drama, misteri, dengan sentuhan komedi romantis. Drama ini mengangkat cerita mengenai Cha Dohyun yang merupakan seorang calon pewaris dari Seungjin Grup. Walaupun dia calon pewaris, keluargnya mengucilkannya terutama neneknya karena Ia bukan dari anak istri sah, sehingga Dia pergi ke Amerika. Stelah bertahun-tahun akhirnya Ia kembali lagi ke Korea, namun sebenarnya bukan Dohyun yang menginginkan kembali ke Korea, melainkan dirinya yang lain. Ya Dohyun memiliki kekurangan akibat trauma masa lalunya. Ia mengidap penyakit DID (Dissociative identity disorder) dan tak ada seorang keluarga pun yang mengetahuinya kecuali sekretasi pribadinya, sekretaris Ahn. Demi mempertahankan kedudukannya, Dohyun berniat mencari psikiater pribadi untuk menyembuhkan dirinya, dan Ia pun bertemu dengan psikiater yang masih menjalani residennya, Oh Rijin. Ternyata Rijin merupakan kunci untuk kesembuhan Dohyun. Mereka saling terikat masa lalu.

Biasanya alasan pertamaku menonton sebuah drama adalah karena pemainnya, tapi di drama ini tak ada pemain favoritku, bahkan malah banyak yang baru aku lihat aktingnya di drama itu. Aku menonton ini karena tertarik dengan temanya yang mengangkat cerita mengenai orang yang berkepribadian ganda. Sebuah kisah yang jarang diangkat ke dalam bentuk visual. Cerita tentang kepribadian ganda yang diangkat dalam visual yang aku tahu hanya serial BBC dr. Jekyll & Mr Hyde, serta film Sybil. Aku sedikit tertarik dengan drama yang berbicara tentang kepribadian atau psikologi kejiwaan, karena melalui cerita seperti itu kita dapat lebih memahami manusia dan menghargai perbedaannya, dan itulah yang aku rasa dengan menonton ini.

Saat awal-awal kita pasti sudah dibawa rasa penasaran, kenapa sih Dohyun bisa memecah kepribadiannya sampai tujuh kepribadian? Trauma apa sih yang dirasakannya? Separah itukah? Pribadi Dohyun memiliki 6 alter ego, yaitu Shin Segi, Ferry Park, Ahn Yosub, Ahn Yona, Nana, dan yang terakhir muncul Mr. X. Shin Segi merupakan kepribadian yang pertama ada. Dia berumur sama dengan Dohyun. Jika Dohyun adalah Jekyll yang baik hati tak pernah marah, maka Segi adalah si Hyde yang pemarah, kasar. Segi akan muncul jika Dohyun merasa tersakiti dan ingin marah namun tak bisa, maka Segi akan muncul dan menggantikannya. Segi ini benar-benar berbanding terbalik dngan Dohyun yang kalem. Dia amat liar, kasar, selalu menggunakan kekerasan, namun penampilannya amat keren. Tipe bad boy yang bikin hati para gadis menjerit. Segi sering menyebabkan kekacauan, sehingga Dohyun lah yang harus membereskan itu semua.

Ferry Park, merupakan seorang Ahjussi berusia sekitar 40an. Dia ini amat gemar minum, mancing. Jika Segi tampak berbahaya, Ferry pun tak kalah. Walau karakternya yang flamboyan, kolot, tapi ternyata Ia jago merakit bom. Ia biasanya muncul ketika Dohyun dalam keadaan panik dan cukup bahaya. Sepeti saat Rijin disandra preman karena sebuah jaket kulit yang berisikan narkoba, Dohyun yang panik berusaha memanggil Segi, tapi yang keluar malah Ferry.

Lalu ada si kembar Ahn Yosub dan Ahn Yona yang masih berusia 17 tahun. Yosub merupakan sosok yang pendiam, murung, tampaknya tertarik dengan sastra karena dia suka menulis puisi. Yosub ini dapat membahaykan jiwa Dohyun karena yosub selalu ingin bunuh diri. Yosub keluar saat Dohyun benar-benar merasa ada di titik terendah. Berbeda dengan kembarannya, Yona merupakan sosok yang ceria layaknya gadis remaja pada umumnya. Yona merasa bebas dari urusan kehidupan, dia seperti tak punya masalah. Ia hanya seorang gadis yang menyukai pria tampan, namun karena kesukannya itu Dia merupakan karakter paling berbahaya karena bisa menjatuhkan nama Dohyun dan Sangjin. Dia sulit dikendalikan saat Dia sudah senang mengejar-ngejar Oppa kesayangannya, apalagi jika sudah bersikap centil pada Rion, kakak kembar Rijin. Dia benar-benar centil, dapat dibayangkan jiwa seorang gadis berada pada tubuh Doyun yang atletis. Sudah pasti orang-orang akan menganggapnya gila. Yona muncul ketika Doyun terlibat suatu perasaan yang cukup menyakitkan, tapi Ia harus bergerak, tak boleh berubah, Ia harus melupakan rasa sakit itu, maka datanglah Yona menggantikannya.

Nana, karakter yang tak banyak diperlihatkan sosoknya, hanya di episode akhir saja. Merupakan seorang gadis kecil yang suka menggambar boneka beruang. Ia muncul ketika Dohyun berusaha mengingat masa lalunya, dan biasanya kemunculannya hanya sebentar. Terakhir, saat Dohyun sedang dalam proses penyembuhan muncul kepribadian Mr. X. Mr. X ini merupakan kepribadian yang muncul efek dari penyembuhan Dohyun. Biasanya kepribadian yang seperti ini bisa saja jahat menolak untuk disatukan, tapi Mr. X ini datang untuk membantu. Ia merupakan sosok ayah bagi Nana yang tak pernah Ia lihat selama ini.

Awalnya aku kaget dan heran, kok bisa ya sampai tujuh kepribadian? Aku merasa itu banyak banget, tapi aku teringat akan cerita Sybil dengan 16 kepribadian dan juga 24 wajah Billy yang memiliki 24 kepribadian. Selama ini aku berpikir biasanya yang memiliki kepribadian ganda, paling hanya punya 1 alter ego, tapi ternyata setelah aku cari-cari di yang maha tahu tapi jelas dia tidak se Maha Tahu Allah yang mempunyai semesta ini, mbah Google, ternyata yang memiliki gangguan kepribadian ganda, dan memiliki trauma, biasnaya memiliki banyak kepribadian. Jarang yang mempunyai dua kepribadian. Tujuh itu termasuk sedikit. Kepribadian yang muncul itu merupakan bentuk luka jiwa yang dimiliki sang penderita. Semakin banyak, maka semakin sakit luka yang terasa. Begitulah, Dohyun memang benar-benar terluka dengan peristwa masa kecil yang menyakitkan. Sayangnya, saat Ia terluka tak ada keluarga yang mendampinginya sama sekali. Trauma yang Ia alami tidak ditangani dengan baik sehingga luka itu terus ada bahkan hingga menimbulkan infeksi dan juga nanah sehingga makin membuat keadaan luka itu makin parah.

Baca lebih lanjut

[FF] Bantuan

Title               : BANTUAN

Rate               : PG 13+

Genre             : Kembali ke genre pasaran tapi penuh minat ROMANCE, FLUFF

main Cast     : uri KAISTAL – KAI EXO AND KRYSTAL F(X)

length           : One shoT, VIGNETTE, FICLET

Author          : mumpung HANAN HANIFAH punya ide

INSPIRED        : Shinichi Kudo yang membantu Ran Mouri diam-diam.

Disclaimer   : Idenya terlintas begitu saja, makanya nampaknya akan kurang matang. Lagi kangen couple satu ini, jadi aku bikin FF mereka. SUKA NGGAK SUKA sih itu selera kalian, tapi mohon dengan sangat NO BASHING. GOMAWAEYO udah mau baca. MIANHAEYO kalo jelek. Aku sangat merespect orang yang menghargai karya orang, SO, PLEASE DON’T COPY THIS FF AND PLAGIARISM THIS. Please ENJOY.

 

Kai terkejut begitu memasuki apartemen Krystal. Tak biasanya apartemen Krystal dibiarrkan dalam keadaan seperti kali ini. Jarum-jarum tertusuk begitu saja di atas bantal. Kain-kain perca betebaran disemua sudut. Benang-benang terbelit acak, melihatnya saja rasanya sulit untuk mengurainya, apalagi melakukannya. Kostum kelinci dan gajah dibiarkan begitu saja terlipat kusut di atas sofa. Krystal terlihat sednag asyik memotong pola sambil bersenandung. Kai teringat jika kekasihnya itu sedang membuat kostum untuk pertunjukan amal ke panti asuhan. Melihat Krystal sibuk, Ia teringat ajakan Krystal tadi siang. Kai menjadi ragu ajakan Krystal akan terlaksana.

“Kita jadi enggak nih mau nonton? Kau tampak sibuk.” Tanya Kai sembari terkantuk-kantuk.

“Jadi dong!” Seru Krystal dengan semangat.

“Tapi Krystal, Kasur lebih menggoda daripada bioskop.” Kai melirik Sofa –jika dibuka lipatannya dapat menjadi Kasur– yang terletak di tengah ruang tengah apartemen Krystal dengan senyum jahil.

Krystal langsung melotot tajam. “Maksud kamu?”

Kai tertawa kecil, “hahaha, kamu mikirnya kemana?” Kai mencubit pipi Krystal gemas. “Maksud aku tuh, tubuhku lelah. Tidur tampak lebih enak dibanding nonton.”

“Ah… jangan! Terserah kamu deh di bioskop mau nonton apa tidur, yang penting kamu harus menemaniku! Semua teman-temanku sudah menonton film itu, hanya aku yang belum.” Rajuk Krystal.

“Ya terus kalau teman-temanmu sudah kenapa sih?”

“Film itu lagi jadi trending topic obrolan. Aku bingung sendiri, tak tahu apa yang mereka bicarakan.”

Aigo…” Kai geleng-geleng kepala. “Dasar wanita! Ya sudah, aku temani, tapi memangnya keburu? Sekrang sudah jam Sembilan malam.”

“Kostumnya harus jadinya besok malam. Masih ada waktu kok, aku cuman tinggal menjahit lima kostum binatang lagi. Midnight nanti kita nonton, setelah itu tidur sampai pagi, terus jahit sisanya. Deadline terpenuhi kan?”

Tiba-tiba terdengar dering ponsel dari ponsel Krystal. Krystal dengan cepat eraih ponsel yang tergeletak begitu saja diatas karpet. Ia membaca pesan yang sampai. Wajahnya yang mulanya terlihat ceria, setelah membaca pesan itu raut wajahnya langsung menjadi panik sekaligus kecewa.

Aigo! Gawat! Luna baru saja memberitahuku kalau kostum harus jadi besok siang, karena pertunjukannya dimajukan menjadi besok sore! Kostum yang belum kujahit ada lima, bisa-bisa aku tak tidur untuk menyelesaikan ini! ah… bagaimana ini?” Otot muka Krystal langsung menunjukkan rasa cemasnya. Ia sudah selesai membuat pola, hanya tinggal menjahitnya, tapi kostum yang harus Ia buat  cukup banyak. Sebenarnya dalam waktu semalam, kostumnya bisa jadi, tapi itu artinya Ia tak tidur, sedangkan Ia harus tampil prima dalam pertunjukan amal itu.

“Baguslah, jadi kita enggak usah nonton. Aku bisa istirahat.” Sahut Kai sambil membongkar sofa menjadi Kasur, kemudian Ia langsung merebahkan dirinya.

Krystal menghela nafas. Wajahnya langsung murung, “Yah… kita enggak jadi nonton ya? ah… sedih… katanya hari ini terakhir tayang, huhuhu.”

“Ya sudah enggak apa-apa ketinggalan satu film hits. Nanti juga bisa tonton di internet.” Celetuk Kai dengan mata terpejam.

“Hei, Kai! Jangan tidur dulu! Bantu aku menjahit dulu! polanya sudah kupotong, kau tinggal jahit saja.” Pinta Krystal sambil melemparkan pola yang akan dijahit pada Kai.

Sireo! Aku lelah, pertunjukan tadi menguras habis tenagaku. Lagipula, dulu aku pernah membantumu menjahit, kau mengomel karena jahitanku tak rapi.” Tolak Kai sambil melemparkan kembali pola yang harus dijahit.

“Ini keadaannya urgent, jadi enggak apa-apa jahitannya enggak rapi, yang penting jadi dan aku bisa istirahat supaya aku besok tampil fresh.” Krystal benar-benar memohon bantuan Kai, tapi orang yang diminta bantuannya malah menggelengkan kepala dengan cepat menolak permohonan orang yang butuh pertolongannya.

“Hais… kalau kau tak mau bantu, untuk apa kau disini? sudah sana pulang saja!” Usir Krystal kesal karena tak mau membantunya.

“Krystal… aku benar-benar mengantuk. Aku tak dapat menyupir dengan baik jika aku mengantuk. Jadi biarkan aku tidur.” Pinta Kai sambil membalikkan badannya dan matanya tentu saja sudah menutup dengan baik. Tampaknya Kai benar-benar sudah mulai memasuki fase tidur, dan mengingat kebiasaan Kai yang suka tidur, tentu saja sulit mengganggunya untuk meminta bantuan. Krystal pun akhirnya hanya bisa membiarkan Kai tidur.

“Haish… punya pacar kok enggak guna, susah diminta bantuannya. Dasar tukang tidur!” Gerutu Krystal kesal. Mau tak mau Krystal pun harus melanjutkan pekerjaannya seorang diri. Ia pun mulai mengambil benang jahit berwarna putih, lalu memasukkan benang tersebut kedalam lubang jarum. Jarinya kini dengan gesit menyatukan satu pola dengan pola lainnya dengan benang. Baca lebih lanjut

[REVIEW] KARA : SECRET LOVE

Kalau sudah ngomongin cinta tampaknya enggak akan ada habisnya. Cinta merupakan tema yang enggak ada habisnya untuk diangkat menjadi sebuah cerita. Cerita cinta dapat diekspresikan dengan berbagai macam kisah. Ada kisah cinta pertama, cinta sejati, cinta pandangan pertama, dan kisah cinta lainnya yang bisa diangkat menjadi sebuah drama. kali ini berbagai kisah cinta yang beraneka raga itu diangkat dalam sebuah miniseries yang dikemas secara omnibus, yaitu KARA : SECRET LOVE.

KARA : Secret Love ini merupakan sebuah drama yang menceritakan lima kisah cinta yang berbeda-beda. Drama ini terdiri dari 10 episode dimana setiap satu cerita terdiri dari dua episode. Jika menontonnya di web lain *aku lupa namanya* drama ini berjumlah 5 episode sehingga 1 cerita 1 episode, tapi yang aku tonton adalah yang 10 episode. Drama yang tayang di tahun 2014 ini diperankan oleh member KARA saat masih berlima, yap saat masih ada Nicole dan Jiyoung. Member Kara ini memerankan wanita yang memiliki kisah cinta yang berbeda dengan lima pria lainnya sebagai lawan mainnya.

Cerita pertama berjudul : The 13th bucket list. Episode ini dimainkan oleh Goo Hara sebagai Hyunjung dan untuk lawan mainnya adalah Kim Youngkwang sebagai Joonmoon. Episode ini mengisahkan Hyunjung yang di diagnose memiliki kanker pancreas dan hanya punya waktu 3 bulan untuk hidup. Mengingat waktu hidupnya yang sempit, Hyunjung pun membuat bucket list sebelum Ia mati. Salah satu isi bucket list itu adalah berlibur sekaligus mengunjungi makam ibu yang berada di pulau Jeju. Di liburan itulah, karena sebauh perisitwa sederhana Ia bertemu dengan seorang lelaki Joonmoon. Awalnya hubungan mereka tidak baik, tapi karena Joonmoon mengetahui rahasia Hyunjung, akhirnya mereka melalui 3 hari di sana yang tak terlupakan.

Seven days of summer merupakan judul cerita kedua. Cerita ini mengisahkan Mary yang diperankan oleh Nicole Jung, akhirnya kembali ke Korea setelah sepanjang hidupnya Ia habiskan di Amerika. Ia kembali ke Korea karena Ia mendapat kabar jika ayah kandungnya meninggal dan meninggalkan warisan padanya. Saat di Korea dia diberitau seorang pastur yang merupakan teman ayahnya, jika ingin mendapatkan warisan itu, Mary harus memecahkan sebuah teka-teki selama 7 hari. Mary selama ini tak mengenali sosok ayah kandungnya mulanya enggan, tapi karena Ia akan mendapat warisan Ia memutuskan untuk memecahkan teka-teki tersebut. saat memecahkan teka-teki tersebut Ia bertemu dengan teman masa kecilnya Taeyang (Lee Kwangsoo). Bersama Taeyang, Mary berusaha memecahkan teka-teki. Ternyata teka-teki itu membawanya pada sebuah fakta yang mengejutkan dan juga mendapat sebuah warisan yang tak ternilaikan.

Kang Jiyoung membawakan cerita ketiga. Dalam cerita Lilac ini Ia berperan sebagai Soyul yang masih SMA yang mempunyai impian sebagai penyanyi. Sayangnya, sedari kecil Ia menderita tumor otak. Saat penampilannya bersama teman-temannya, Ia tiba-tiba jatuh pingsan sehingga harus dirawat di rumah sakit. Saat di rumah sakit, Ia sekamar dengan seorang wanita yang koma karena kecelakaan. Wanita itu memiliki pengunjung tetap yaitu Hyunjoon. Soyul pun berkenalan dengan Hyunjoon yang usianya terpaut cukup jauh, karena Soyul memanggil Hyunjoon sebagai Ahjussi. Soyul dan Hyunjoon yang sama-sama kesepian, akhirnya menghabiskan waktu bersama dan melalui Hyunjoon itu Soyul belajar mengenai cinta pertama.

Cerita keempat yang diperankan oleh Han Seungyeon dan Yeon Woojin berjudul Missing You. Seungyeon berperan sebagai Jihye yang seorang Top Model. Jihye ini menjalin hubungan betahun-tahun dnegan fotografer yang diperankan oleh Yeon Woojin, Jung Hyunjin. Suatu hari Hyunjin mengalami kecelakaan sehingga Hyunjin meninggal dunia. Jihye amat terpukul dengan kepergian Hyunjin. Dia menyesali beberapa hal yang tak mereka lakukan karena kesibukan Jihye. Ditengah keputusasaannya, Dia mendapat kesempatan untuk mengembalikan nyawa Hyunjin, yaitu Ia harus kembali ke masa lalu, ke masa dimana pertama kali Ia bertemu dengan Hyunjin. Jihye harus mencegah pertemuan pertama dia dnegan Hyunjin, karena dengan cara itulah Ia bisa menyelamatkan nyawa Hyunjin.

Judul cerita terakhir adalah Have You Ever Had Coffee With An Angel?. Cerita ini mengisahkan Park Sunwoo yang diperankan oleh Park Gyuri yang selama bertahun-tahun menyukai seniornya, Kim Woobin. Walau sudah ditolak berkali-kali, Sunwoo tak menyerah, bahkan Ia rela pergi ke Pulau Jeju agar bisa bekerja bersama Woobin. Woobin yang merasa tak nyaman akhirnya bersikap kasar pada Sunwoo. Sunwoo pun putus asa, dalam kehampaannya, tiba-tiba muncul seorang pria yang merupakan malaikat pelindungnya dari lahir yaitu guardian angel no 2013 yang diperankan oleh Ji Changwook. Melalui bantuan malaikat 2013 itulah Sunwoo berusaha membuat Woobin jatuh hati padanya, namun seiringnya usaha malaikat 2013 membantu Sunwoo, hubungan mereka berdua pun semakin dekat. Baca lebih lanjut

[REVIEW] PINOCCHIO

Sepandai-pandainya kamu menyimpan bangkai, pada akhirnya pasti akan tercium juga. Itulah salah satu pesan yang ingin disampaikan tim produksi drama satu ini. Mumpung masih baru beres nonton minggu kemaren, langsung cus kita bahas.

P.S : Aku menyebut Hamyung sebagai Dalpo saat aku menceritakan saat Dalpo belum mengungkapkan jatidirinya sebenarnya. Saat aku menceritakan bagian setelah Dalpo sudah mengungkapkan jati dirinya, aku menyebut dia dengan Hamyung. Semoga kalian tidak bingung ^^ dan siap-siap ini pasti akan menjadi postingan yang sangat panjang dan maaf kalau membosankan.

Pinocchio drama bergenre romance, comedy, Drama, Family ini menceritakan Ki Hamyung, di tahun 2000 telah terjadi kebakaran besar disuatu pabrik. Ayah Hamyung, Ki Hosang, merupakan seorang kepala pemadam kebakaran, diberitahu manajer pabrik bahwa masih ada dua orang pegawai yang terjebak, sehingga Ki Hosang memutuskan tim nya untuk masuk ke dalam, walau banyak bahan berbahaya. Ternyata kedua orang itu telah berhasil meloloskan diri, sedangkan tim pemadam sudah berada dalam kobaran api, dan sialnya terjadi ledakan sehingga menewaskan tim pemadam. Jasadnya Ki Hosang tidak ditemukan, dan naasnya ada seorang yang menderita Pinocchio syndrome dimana setiap Ia berbohong akan cegukan, yang mengatakan jika Ia melihat seseorang yang mirip Ki Hosang dari belakang sedang berjalan, padahal orang yang Ia lihat adalah orang lain. Akibatnya orang-orang mulai menyalahkan Ki Hosang, sampai seorang reporter Sung Chaok menyudutkan mereka dan membuat berita yang menyalahkan Ki Hosang. Akibat pemberitaan itu, keluarga Ki Hosang menjadi hancur. Kakak Hamyung, Ki Jaemyung tak terima akan hal itu mencoba menjelaskannya pada Chaok, namun ternyata Chaok adalah seorang reporter pendramatisir. Ia rela melebih-lebihkan berita hanya demi rating. Isi wawancaranya dengan Jaemyung ingin Ia potong habis-habisan dan menyisakan bagian “Aku ingin ayahku hidup”. Jaemyung yang mengetahui itu marah dan menyerang Chaok hingga terpaksa Jaemyung menginap di kantor polisi semalam. Pada malam yang sama, Ibu mereka mengajak Hamyung bunuh diri akibat tak tahan dengan omongan orang, mereka pun terjun ke laut. Mengetahui hal itu Jaemyung marah dan menaruh dendam pada semua reporter, terutama Sung Chaok. Perisitiwa bunuh diri itu ternyata tak membunuh Hamyung. Hamyung terombang-ambing dilautan dan ditemukan seorang kakek, Choi Gongpil, dan Hamyung diadopsi olehnya dan berubah namanya menjadi Choi Dalpo. Kakek Choi ini memiliki seorang putera Choi Dalpyung dan seorang cucu Choi Inha yang memiliki Pinocchio syndrome. Inha ini ternyata merupakan putrid dari Chaok, namun Chaok sudah bercerai dengan Dalpyung. Inha yang merupakan anak dari orang yang Ia benci membuat Dalpo terkadang bersikap jutek pada Inha. Saat mereka SMA terjadi suatu kejadian hingga Dalpo bisa masuk televise mengikuti sebuah kuis untuk membuktikan bahwa dia sebenarnya pintar dan tidak berbuat curang saat tes untuk mengikuti acara kuis itu. semenjak kejadian itu Inha bercita-cita menjadi seorang reporter. Singkat cerita di 2013, keluarga Choi sudah pindah ke Seoul. Inha masih terus mencoba menjadi reporter walau telah gagal 35 kali. Disuatu kesempatan, Dalpo yang menjadi super taksi mendapat penumpang Sung Chaok. Dalam taksi itu mereka terlibat obrolan hingga membuat emosi Dalpo meninggi. Akhirnya Dalpo memutuskan untuk menjadi reporter,pekerjaan yang paling Ia benci, untuk mengetahui pekerjaan seperti apa sebenarnya reporter dan juga untuk membuktikan pada Chaok jika apa yang dilakukan Chaok selama ini bukanlah reporter. Dalpo ingin menunjukkan pada Chaok seperti apa yang harus dilakukan reporter sejati.

Fiuh panjang juga ringkasan ceritanya. Alasan aku menonton ini, awalnya kan pemeran utama drama ini dikabarkan Park Shinhye dengan Kim Woobin. Wah senangnya bukan main dong aku, sudah mah aktor dan aktris favorit yang main, eh ini juga pasangan tak terbalas di The Heirs. Akhirnya kan kesampain keinginanku untuk mereka main bareng tapi sebagai lead. Akhirnya cinta Youngdo pada Eunsang terbalas juga, huh tapi sayangnya, keinginanku itu harus tertunda karena Woobin menolak dengan alasan jadwal, namun kesedihanku tak berlangsung lama. Pengganti Kim Woobin ini enggak kalah kece, dan dia juga salah satu aktor favoritku. Sahabat Kim Woobin lah yang menggantikannya, Lee Jongsuk. Alhasil ketertarikan ku tak jadi berkurang. Ditambah ceritanya tentnag reporter. Aku tertarik dengan dunia itu, makanya aku memutuskan untuk menonton drama ini. Drama ini merupakan reuninya Lee Jongsuk dengan PD dan SW-nim nya. Mereka pernah bekerja sama sebelumnya di I Hear Your Voice. Tahukan betapa kecenya drama itu? makanya aku excited sekali dan menantikan drama ini, apalagi drama ini setelah My Lovely Girl yang menurutku membosankan. U know what? Rasa excited aku tidak terpatahkan. Alhamdulillah, aku tidak menyesal sama sekali untuk mengikuti drama ini.

Drama ini memiliki banyak kekuataan. Latar belakang ceritanya menarik dan manusiawi. Diawal episode kita dibuat sedih dengan keadaan keluarga Ki Hosang yang hancur berantakan hanya karena sebuah asumsi. Lalu, drama ini alurnya amat cepat. Serius, aku enggak menyangka ternyata drama ini begitu cepat. Walaupun alurnya cepat, tapi aku merasa 20 episode enggak kebanyakan. Pas gitu dengan jumlah episode sebanyak itu, misteri-misteri terpecahkan. SW-nimnya begitu detail. Setiap adegan rasanya punya makna, dan mengandung misteri. Seperti adegan saat Cap Gyodong memberikan nomer Jaemyung pada Dalpo melalui Yoore, ternyata itu disadari Yoorae diepisode selanjutnya. Lalu, adegan Beomjo yang selalu memegang ponsel setiap berbicara dengan ibunya mengenai dibalik kasus Chansoo dan Ki Hosang. Ternyata Beomjo merekam obrolan itu semua. Masih banyak lagi detail yang ada disetiap adegan dan ternyata itu semua memiliki arti.

Alur yang cepat dan tidak bertele-tele membuat misteri-misteri yang ada cepat terjawab. Aku kira drama ini bakalan seperti drama korea pada umumnya yang agak makjang. Aku berpikir seperti itu karena di episode 3 atau 4, Dalpo nyaris saja bertemu dengan Jaemyung. Aku pikir akan lama mereka bertemu. Aku pikir bakalan ada di episode belasan. Ternyata aku terkecoh, di episode 7 akhir, mereka sudah bertemu, namun Dalpo menyembunyikan jati dirinya. Disitu aku mengira lagi kalau Identitas asli Dalpo akan ketahuan kakaknya di episode 12-13, eh ternyata malah minggu depannya di episode 10 sudah terungkap. Aku enggak nyangka juga kalau Dalpo mengungkap jati dirinya di seluruh dunia di episode 12. Di episode itu pula Jaemyung mengungkap pembunuhan yang Ia buat. Selain itu hubungan Dalpo-Inha yang ternyata sudah terungkap di episode 8. Aku kira bakalan lama. Serius ini ngebut alurnya.

Satu misteri terpecahkan, ternyata tak membuat SW-nimnya kehabisan ide. Masih banyak misteri-misteri yang belum terungkapkan, dan kerennya misteri-misteri yang terpecahkan itu bukanlah sebuah misteri yang terpisah-pisah, tapi merupakan potongan puzzle untuk mengungkap misteri dibalik kebakaran yang menyebabkan ayah Hamyung meninggal. Twist yang diciptakan lumayan banyak dan membuat kita terkecoh hingga membuat kita berkomentar,”What a twisted?”. Ternyata kasus kebakaran tersebut tak semudah yang kita kira. Ternyata itu semua permainan dibalik orang-orang berkuasa. Twist yang aku cukup membuatku terkejut sekaligus terkecoh adalah saat tahu kalau Chaok memanipulasi berita kebakaran pabrik 14 tahun lalu. Orang-orang mulai tahu bahwa berita itu dilebih-lebihkan, dan kita mengira Chaok membuat seperti itu untuk menaikkan rating berita, tapi ternyata jeng…jeng… itu semua adalah manipulasi untuk mengalihkan pemberitaan mengenai penyebab kebakaran sebenarnya.

Aku sukanya drama ini adalah, komedi, sweet, bahagia, sedih, haru bercampur jadi satu. nano-nano banget nonton drama satu ini. penuh kejutan. Melihat tingkah laku Inha dan Dalpyung yang marah-marah sambil menyikat gigi benar-benar lucu. Like father, like daughter. Lalu adegan mesranya Inha-Hamyung, aduuuh bikin sirik banget. Sedih dan terharu banget melihat adegan antara Hamyung-Jaemyung. Chaok-Inha, kakek Choi yang kehilangan Dalpo. Ah gila drama ini bikin perasaan bercampur-campur.

Menonton drama ini membuatku bergidik dan ngeri, betapa hebatnya sebuah asumsi dan opini publik. Betapa menyeramkannya opini publik, seperti yang dikatakan Kang Doyoung di Liar Game, jika orang-orang meyakininya sebagai kebenaran, maka itu akan menjadi kebenaran. Saat asumsi si Pinocchio yang melihat orang seperti Ki Hosang, orang-orang akan menganggapnya benar karena seorang pinokio tak dapat berbohong. Hal itu lah yang digunakan orang berkuasa untuk membelokkan arah cerita. Jika ada sebuah spekulasi dan rumor jangan percaya begitu saja, apalagi seorang reporter. Sejatinya , reporter adalah tugas dimana Ia harus menyampaikan apa yang sebenarnya terjadi, tanpa dikurangi ataupun ditambahi. Jika ada sebuah kabar penting bagi seorang reporter untuk mengkoscreknya terlebih dahulu. Janganlah langsung memberitakan hanya dengan dugaan kita. Kita harus mencari tahusedetail aapun hingga tak ada yang dirugikan. Reporter itu bagaikan perwakilan publik terhadap dunia ini, jadi seharusnya seorang reporter tak memihak pihak manapun. Itulah salah satu yang ingin disampaikan melalui drama ini. sayangnya, kekuasaan dan kebutuhan manusia akan uang, membuat idealisme itu runtuh.

Banyak media yang seperti menjadi pencitraan dan perlindungan kelompok tertentu. Mungkin hanya sedikit sekali media yang memiliki idealisme untuk tak berpihak pada siapapun dan bertekad memberitakan kebenaran. Gambaran media seperti ini digambarkan melalui Pinocchio dengan adanya persaingan YGN dan MSC di slot tayang yang sama. MSC merupakan media yang direkturnya memiliki hubungan baik dengan kalangan pengusaha dan pejabat sehingga seringkali memberitakan mengenai kebaikan orang tersebut. MSC tak pernah berani mengungkapkan kebusukan dari mereka. Ditambah lagi, MSC merupakan tempat bekerja Sung Chaok, sehingga banyak berita yang mendapat bumbu. YGN merupakan media yang memiliki idealisme yang tinggi. Apapun yang terjadi, mereka akan menceritakan yang sebenarnya. Apalagi saat Hamyung menguji dengan menanyakan mana berita yang harus ditayangkan, berita yang menyenangkan atau berita yang semua orang harus tahu tapi menyakitkan? Sejak saat itu YGN tak mengikuti arus. Saat yang lainnya memberitakan olimpiade, YGN tetap konsisten untuk memberitakan kebenaran dibalik kasus kebakaran yang membuat Chansoo disalahkan.

Drama ini tampaknya enggak jauh dari keseharian tentang dunia jurnalistik, walau kata orang yang kerja menjadi jurnalis dan juga menonton drama ini, drama ini pencitraan dan kasus manipulasi itu terlalu lebay *namanya juga drama sih pasti ditambah bumbu*, cuman sebenarnya ini agak menggambarkan dengan dunia jurnalistik di kehidupan kita, apalagi Indonesia. Sudah rahasia umum, beberapa media *eh apa hampir semua?* berpihak pada suatu golongan. Hal ini sangat terlihat jelas saat pilpres. Aku sampai eneg melihat berita yang saling menjagokan orang tersebut tapi menjatuhkan pihak lain. Ya media kita banyak yang seperti MSC. Memberitakan kebaikan suatu tokoh dan terus mengeksposnya. Kata dulurku yang kuliah di jurusan jurnalistik, dia bilang bahwa dari sekian ratus media, sebenarnya pemilik utamanya hanya 13 orang saja, dan kebanyakan dari mereka memiliki suatu kepentingan tersendiri. Ironis. Aku jadi berpikir ada enggak sih media yang kayak YGN. Ah mungkin YGN terlalu sempurna, karena pada akhirnya politik memang bermain sih dan kerjasama memang diperlukan untuk kehidupan media tersebut, tapi ya setidaknya mendekati YGN, dimana mereka memberitakan yang sebenarnya. Tanpa takut kekuasaan untuk memberitakan sesuatu. Ah andai saja di Indonesia memiliki reporter sejati sekeren Hamyung, Inha, dan Cap Gyodong.

Chaok pernah berkata sebuah berita itu harus memberikan efek samping dan menarik perhatian makanya Ia sering membuat judul dengan kalimat negatif. Fakta sih itu, tapi itu bukan cara yang baik, lagipula itu seperti memutar balikan fakta. Orang-orang akan melihatnya sebagai berita buruk, dan itu tak baik. Hal itu mengingatkanku pada media online yang seringkali judul-judul beritanya “enggak banget”. Judul dengan isi seringkali berbeda. Melihat judulnya kita mengira apa tahunya isinya tentang apa. Mungkin mereka memakai judul yang aneh-aneh agar menarik perhatian pembaca sehingga mau membaca berita tersebut, tapi aku tak suka, karena terkadang judulnya suka menyudutkan suatu pihak. Sebenarnya aku tak tahu sih dalam etika jurnalistik dibenarkan atau tidak, tapi mungkin hal tersebut tak masalah, karena banyak media online yang seperti itu.

Efek drama ini cukup luar biasa buat aku. Sekarang setiap aku menonton sebuah berita aku menjadi bertanya-tanya, apa berita ini benar? Enggak melebih-lebihkan? Berita kayak gini jadi berita? Eh ada berita kayak gini sengaja untuk mengalihkan perhatian kan? bahkan aku melihat salah satu news anchor wanita yang mengingatkanku pada Chaok, karena gaya dia mewawancarai yang suka memotong dan terkadang menyudutkan. Untuk bagian memotong mungkin karena durasi, tapi yang menyudutkan. Awalnya aku kagum karena dia berani menanyakan pertanyaan yang “berani” pada tokoh besar, pertanyaan yang cukup sensitif dan kontroversial, tapi setelah menonton drama ini dan melihat gayanya yang terkadang menyudutkan, membuatku menjadi agak kurang sreg. Dia menyudutkan dan tidak memberi kesempatan narasumber untuk menjawab dengan baik. Bisa saja kan karena panik disudutkan narasumber itu jadi tidak bisa menjawab dengan benar? Tapi semoga itu hanya praduga aku saja, dan lagipula sudahlah tidak baik berspekulasi. Moga saja dia bukan Sung Chaok dikehidupan nyata. Baca lebih lanjut