Orang Indonesia Di Variety Show Korea (Rekap Abnormal Summit Ep. 169) Part 2 – END

Sebelumnya Part 1, klik disini.

Selanjutnya, Bahasa Urdu yang digunakan di Pakistan. Sama kayak Indonesia nih, Pakistan juga punya banyak bahasa karena punya banyak daerah juga. Di Pakistan mereka belajar bahasa Ibu mereka di rumah, lalu Urdu dan Inggris di sekolah. Di Abad ke 15, anggota kerajaan menggunakan bahasa urdu. Bahasa resmi India adalah Hindi. Hindi dan Urdu awalnya merupakan bahasa yang sama, namun kemudian berkembang menjadi berbeda dari cara penulisan dan hurufnya, cuman pengucapannya saja yang sama. Orang Pakistan dan Orang India akan mengerti satu sama lain saat mereka berkomunikasi secara verbal, tapi mereka tidak bisa membaca huruf/bahasa satu sama lain.

Jo Seungyeon menjelaskan, Urdu dan Hindi itu dasarnya sama, cuman mereka terpisah karena urusan politik. Di Pakistan, agama yang dipeluk adalah Islam, sedangkan di India, agamanya hindu. Oleh karena itu Pakistan menggunakan huruf arab untuk menulis. Kalau Hindi basisnya huruf merupakan perubahan dari huruf sansekerta. Penulisan huruf yang berbeda itu tampak membuat India dan Pakistan seperti dua etnis yang berbeda, padahal sebenarnya mereka sama.

Xinlin menjelaskan mengenai bahasa yang ada di Tiongkok. Basisnya bahasa cina atau mandarin berasal dari dialek yang digunakan di Beijing, dan itu disebut aku enggak tahu gimana nulisnya karena translatornya enggak nerjamahin, pokoknya kalau dihangul lalu diromankan menjadi “Bothonghwa” . Sekitar 1,5 miliar orang di dunia menggunakan bahasa cina, karena warga Negara Tiongkok sendiri banyak, belum orang-orang turunan cina yang imigran di Negara lain. Huruf karakter cina berasal dari tulisan dibalik tempurung kura-kura yang tercatat sejak 3000-4000 tahun yang lalu. Bahasa cina merupakan salah satu bahasa tertua di dunia.

Lanjut Oogi berbicara bahasa jepang. Jepang juga menggunakan huruf karakter cina. Banyak teori sebenarnya mengenai ini, cuman mereka setuju kalau huruf jepang itu berasal dari huruf cina. Jepang juga memiliki huruf hiragana, katakana. Huruf-huruf tersebut juga berasal dari huruf cina. Huruf-huruftersebut dibuat dengan mengambil beberapa bagian huruf cina atau beberapa garis yang sama.


Jo Seungyeon mempelajari sebuah buku dari seorang Doktor Finlandia, Dr. Frellesvig yang menulis sejarah dari bahasa Jepang. Trio MC ketawa karena seorang Finlandia menulis buku tersebut. Lalu Jo Seungyeon bilang hal ini disebabkan karena Finlandia tuh sama kayak Indonesia surganya berbagai bahasa. Hyunmoo nanya, “kamu belajar itu karena penasaran?”, Seungyeon bilang kalau bahasa jepang dan korea tuh mirip. Dia pengen cari tahu kok bisa sih? Menurut buku yang Seungyeon baca, Jepang dan Korea itu berada di situasi yang mirip. Huruf cina cuman bisa nulis bahasa cina kuno, tapi Jepang, Korea berbicara bahasa yang beda. Para sarjanawan Jepang mengambil Idu dari korea dan memutuskan untuk melakukan hal yang sama. Idu adalah cara Orang Korea dalam menggunakan huruf cina untuk menulis korea. Di setiap sekolah dan kuil, huruf-huruf dibuat secara mandiri. Salah satu sistemnya menjadikan huruf tersebut menjadi hiragana, system yang lain menjadi katakana. Saat Seungyeon enggak tahu hal ini, dia mencoba menulis hiragana, hal itu terasa sangat sulit. Penulis Dr. Frellesvig mencoba membandingkan huruf hiragana dan huruf cina satu sama lain, sehingga mudah dipahami.


Bahasa bisa tersebar karena mengikuti uang. Tergantung dengan Negara mana kamu berdagang. Dengan belajar bahasa lain, kamu akan lebih mudah mendapatkan pekerjaan, benar kan?
Bahasa yang pertama kali ditulis oleh manusia sulit untuk diprediksi kapan waktu tepatnya manusia menggunakan huruf disbanding gambar. Namun kalau secara umum berbicara mengenai bahasa yang pertama kali ditulis merupakan huruf-huruf kuno di Mesopotamia 3000 Sebelum Masehi, bahasa Sumerian. Jo Seungyeon bersama profesornya, mereka melihat tulisan Sumerian diatas tanah liat. Jo Seungyeon bertanya ke profesornya, apa yang tertulis disitu? Profesornya sambil melihat dari kaca pembesar ala-ala Indiana Jones gitu bilang, “Aku pinjam 2 sapi dari tetanggaku. Bayar itu kembali dengan 6 karung tepung.” Ternyata itu adalah sebuah tanda terima.

Bahasan selanjutnya adalah apa sih yang spesial dari bahasa para representatif masing-masing? Christ bilang kalau bahasa spanyol punya pengucapan “R” yang berlebihan, RRRRRRRRR, dan itu memang sudah ditunjukkan oleh Christ sebelum-sebelumnya kalau ngomong bahasa spanyol wkwkwk. Pengucapan double R ini tuh sama saja kayak pengucapan S di korea.

Lalu Guillaume cerita mengenai nama ID gamenya. FYI, nahdia adalah mantan gamer professional, starcraft. Guillaume bilang kalau nama ID game dia adalah Grrrr (Ji Arrrr). Orang-orang mengucapkannya berberbeda-beda. Kalau orang Jerman bakalan bilang itu “Gerrrrr” tapi pelan *wkwkwk orang Indo juga pasti bakalan gitu*, tapi orang Korea itu paling lucu karena mereka akan menyebutkannya “Geureureureureu” *ASTAGFIRULLAH AKU NGAKAK ASLI*. Guillaume jadi penasaran kalau orang meksiko bakalan mengucapkan seperti apa? Christ bilang kayak jerman “Gerrrrrrrrrr” tapi penekanan di R nya. Menurut Christ kenapa banyak orang kesulitan double R karena mereka enggak punya otot di lidahnya dan itu perlu dilatih katanya dan kasih contoh latihannya Wkwkwkwkwk.

Lanjut ke Italia. Mereka punya 12 jenis Past tenses, tergantung dengan peristiwa apa yang telah terjadi atau dilakukan dan itu tidak memiliki pola sehingga sulit bagi pemula.
Kemudian Indonesia tidak mengenal past atau future tenses. Indonesia cukup menambahkan kata “sudah” untuk past tense, dan “akan” untuk future tense dan juga tidak memiliki plural. Mereka semua langsung merasa amazing karena kesederhanaan bahasa Indonesia. Sikyung kemudian bertanya, “terus gimana cara kalian menyebut sesuatu yang jamak?. Henry kasih contoh dengan kata “buku”. Kalau 1 disebut “buku.” Kalau jamak, menggunakan pengulangan sebanyak 2 kali yaitu “buku-buku”.


Hal-hal seperti tenses, plural, Jo Seungyeon menyebutkan kalau itu disebut efek resmi dari bahasa (?). Untuk Jerman, Perancis, Italia, verb-forms nya sangatlah rumit, tapi kalau bahasa inggris sangatlah sederhana *NOOO!!! Inggris aja ae udah pusing, apalagi perancis,italia,jerman*. Negara dengan banyak etnis cenderung untuk memiliki grammar yang sederhana. Bahasa Indonesia merupakan bahasa resmi dari Indonesia, sehingga dikenal dengan grammar termudah di dunia. Haaaa….. that’s why kita kesulitan dengan yang namanya grammar kalau belajar bahasa asing. Cuman belajar kata-katanya saja sudah cukup membuat kamu untuk bisa berbicara bahasa Indonesia. Sangat mudah dipelajari.

Lalu, Xinlin bertanya apa cuman Bahasa cina saja yang memiliki intonasi? “Vietnam juga punya kok.” Jawab Hyunmoo. Lalu yang lain bertanya, “Maksudnya intonasi?”. Xinlin menjelaskan kalau pengucapannya sama, tapi intonasinya akan membuat kalimat atau kata tersebut menjadi beda artinya. Xinlin kasih contoh dengan kata “Ma” dengan intonasi datar, naik, turun, lalu mengayun. Lalu Jo Seungyeon mempraktekkan contoh dari Xinlin, tapi gagal wkwkwk. Orang tiongkok cenderung memiliki suara yang besar untuk menenkankan intonasinya, cuman anehnya kalau pas nyanyi mereka mengabaikan intonasi tersebut. Albert yang pernah tinggal di Tiongkok dan mengerti bahasa cina, mengaku kalau dia juga tidak baik dalam mengenali intonasi, tapi dia masih mengerti selama tahu konteksnya.


Kalau Jepang, mereka memiliki banyak ciri khas. Oogi bilang, orang korea sering kesulitan dengan kalau jepang itu enggak punya spasi. Banyak orang meletakkan spasi di tempat yang enggak biasa. Jepang juga menulis secara vertical, bukan horizontal seperti pada umumnya. Di Tiongkok juga sama tulisannya vertical ketika menulis Koran.


Terus Mark nyeletuk, pertama kali dia nonton film bioskop di Korea, subtitlenya juga dipinggir dan vertikal. Trio MC langsung syok, “Kok tahu? Setua apa kamu?”. Mark berkilah kalau dia banyak menonton film lama wkwkwkw, lalu captionnya “Hal itu terjadi sudah sangat lama…..” MUAHAHAHAHAHA.

Jepang juga punya banyak kata untuk spesifik gender, dan itu sangatlah sulit. Contoh “Watashi wa” artinya “Saya” tapi kalau orang yang belajar dari nonton One Piece akan menyebutnya “Ore”. Hal itu akan aneh ketika melihat cewek menggunakan “Ore”. Lalu orang Jepang kan suka ngomong “Ey…..” kalau kaget. Kalau cewek akan bilang “Ey” dengan panjang, kalau cowok lebih pendek. Jun Hyunmoo sering banget bilang “Ey” dengan panjang, jadi aneh banget buat Oogi lihatnya. Enggak cocok wkwkwkwk. Sudah dapat dipastikan Hyunmoo belajar itu dari cewek.

Kalau di Pakistan keunikkannya adalah mereka menulis dari kanan ke kiri karena mereka menggunakan huruf arab. Kata Zahid, orang asing melihatnya seperti lukisan. Kata Nik “Kayak ular menari.” Jo Seungyeon bilang kalau arab menggunakan spasi, tapi kalau urdu enggak, sehingga hurufnya akan berbeda bergantung pada letaknya dimana. *Kalau yang muslim pasti ngerti ya maksudnya, kayak huruf “Ja” kalau di awal, tengah, dan akhir kalimat bentuknya akan beda karena antar hurufnya nyambung penulisannya.* Jadi bagi orang asing itu tuh kayak cacing. Cuman sebagai orang asing kita cukup pelru berpikir kalau itu tuh kursif (tulisan miring). “Setiap bahasa itu indah dan penuh arti.” Sikyung memberi kesimpulan.

Baca lebih lanjut

Iklan

Orang Indonesia Di Variety Show Korea (Rekap Abnormal Summit Ep. 169) Part 1

Kalian mungkin kalau ada yang pernah membaca tulisanku yang Top 10 favorite Korean variety show jepretpress version, mungkin kalian ingat pada sebuah acara variety yang menempati posisi runner up, yaitu Abnormal Summit. Sampai saat ini masih menjadi acara favoritku dan posisinya belum tergantikan, masih posisi kedua dihatiku. Seperti yang diketahui acara ini menghadirkan panelis atau representatif dari berbagai negara. Salah satu harapanku adalah untuk menghadirkan panelis dari Indonesia. Sebelumnya pernah di musim pertama pada episode 80, tapi sayangnya enggak ada sub nya. Jadi aku cuman bengong saja, mengira-ngira dari caption dengan kemampuan membaca hangulku yang terbata-bata tapi enggak tahu artinya. Di musim kedua ini, aku berharap ada orang Indonesia yang hadir menjadi representatif tamu. Akhirnya, setelah menanti dari episode 103, menanti selama 66 minggu, 1 tahun 3,5 bulan *enggak deng aku mah hanya menanti 8 bulan saja wkwkwk karena aku baru nonton acara ini dari bualn februari, tapi aku nonton semua musim keduanya*, akhirnya di episode 169 yang tayang pada 9 Oktober 2017 ada perwakilan Indonesia duduk di acara ini.

Oke kita bahas sekilas dulu mengenai Abnormal Summit. Acara yang disebut juga Non Summit merupakan variety show Korea yang tayang disaluran JTBC dengan konsep summit atau conference yang menghadirkan berbagai perwakilan negara atau orang asing namun mereka fasih dalam berbahasa korea. Mereka akan mendiskusikan dan mendebatkan berbagai macam isu internasional dan juga isu yang dibawa oleh para bintang tamu yang biasanya seorang tokoh terkenal berkewarganegaraan Korea, seperti aktor, idol, atlet, dokter, dll. Acara yang sudah tayang dari 2014 ini terdiri dari dua musim dan telah mengakhiri musim keduanya di episode 177 pada tanggal 4 Desember 2017 *I’M SO SAD T__T*. Sedikit bocoran di episode terakhirnya, salah satu representatifnya adalah orang Indonesia. Nanti akan ku tulis rekapannya juga.

Abnormal summit dipandu oleh 3 mc yaitu Jun Hyunmoo, Yoon Seyoon dan Sung Sikyung. Acara ini dimusim keduanya memiliki 10 representatif tetap dari 10 negara yang berbeda. Akan ku perkenalkan mereka karena pasti nama mereka akan disebut dalam rekapan. Pertama ada Guillaume Patry dari Kanada, Alberto Mondi dari Italia (Albert), Niklas Klabunde dari Jerman (Nik), Mark Tetto dari Amerika, Alex Mazzucchelli dari Swiss, Aurelien Loubert dari Perancis, Zahid Hussain dari Pakistan, Christian Burgus (Christ) dari Meksiko, Wang Xinlin dari Tiongkok, dan Oogi Hitoshi dari Jepang.

Nah setelah perkenalan singkat mengenai Abnormal Summit, kita mulai rekapnya yuuuk.

Pada episode 169 ini menghadirkan dua representatif tamu. Pertama ada Aliona dari Rusia yang jatuh cinta dengan Korea. Saat ini Aliona sedang mengambil S2 nya di Busan dan sudah tinggal di Korea selama 6 tahun. Kedua adalah perwakilan negara kita, Indonesia yaitu Henry Pahala Pinilih. Dia berasal dari Semarang dan sudah 3 tahun tinggal di Korea. Saat ini dia sedang intern di perusahaan international trade di Korea. Henry ini saat masih belajar Bahasa korea, dia banyak menonton acara ini, bahkan dia nonton dari episode 1. Makanya buat dia bisa jadi representatif disitu adalah sebuah kehormatan.

 

Henry adalah lulus UGM sehingga disebut sebagai anak emas. Sung Sikyung menanyakan Henry mengenai rumor tersebut. Henry mengaku kalau dia malu menyebutkan hal itu, tapi dia disebut seperti itu karena dia lulus dari universitas top dimana presiden Jokowi dan Menkeu Sri Mulyani adalah lulusan dari UGM. Banyak juga menteri-menteri lainnya yang lulusan situ kan. Jun Hyunmoo bercanda bilang “ah universitas yang begitu kamu masuk kamu akan sukses?”, terus Henry ngaku kalau dia selalu menyampaikan pidato perpisahan di SMP dan SMA nya. Sikyung bilang “wah kamu punya banyak kesamaan dengan Mark”. FYI, Mark juga seorang “golden boy”. Dia menyampaikan pidato perpisahan saat kelulusan SMA, dia juga pintar lulusan MBA dari Wharton School Universitas Pensylvania dan bekerja sebagai direktur keuangan.

Mayan foto temen-temennya Mas Henry *Mas… akrab bener daaah* mejeng sedetik di korea wkwkwk

Tema episode 169 ini adalah membahas mengenai Bahasa dan huruf diseluruh dunia, karena saat episode ini tayang sedang memperingati hari peringatan huruf alfabet korea atau Hangul yang ke 91 di tanggal 9 Oktober. Untuk mengangkat tema tersebut, dihadirkanlah seorang penulis Jo Seungyeon yang memiliki minat besar terhadap Bahasa dan juga karya tulis pastinya. Btw, wah dia memang penulis yang cerdas sih. Nanti kalian akan tahu kenapa dia adalah sosok yang cerdas.

Jo Seungyeon ini fasih beberapa Bahasa yaitu korea, inggris, perancis, italia,. Lalu dia juga bisa membaca Bahasa jerman dan juga jepang. Menurut Aurelien Bahasa perancis Jo Seungyeon ini bagus. Jun Hyunmoo bercanda kalau Bahasa perancis Jo Seungyeon lebih bagus dari Guillaume yang berasal dari Quebec, dimana di daerah tersebut lebih menggunakan Bahasa perancis dibanding Bahasa inggris. Walau menurut Aurelien, Bahasa perancis orang Quebec itu aneh dan berbeda logatnya. Guillaume tidak terima hal itu, dia berpikir Bahasa perancis dia tentu lebih baik dair Jo Seungyeon *iya deh iya biar palli*.

Setelah pembukaan, mulai lah masuk ke topic. Pertama para MC bertanya kepada para representatif, bagaimana kalian melihat huruf korea? Apa yang kalian pikirkan saat melihat bentuknya? Albert menjawab kalau dia pikir semua westerners berpikir sama, kalau huruf korea itu cantik kayak gambar. Banyak lingkaran. Bahkan Albert saat baru tiba di korea pertama kalinya dia foto sama semua tanda yang ada hangulnya wkwkwkwkwk *semuanya dong itu mah*. Begitu juga dengan Mark yang memang tertarik sekali dengan budaya Korea. Dia bahkan terkadang bilang kalau dia datang ke korea tuh karena jatuh cinta dengan huruf korea. Dia pertama tahu tentang Korea karena hangul yang tertulis disebelah kamarnya saat Ia tinggal di asrama. Tetangga kamarnya adalah seorang Korea. Di depan pintu kamarnya ada papan tulis untuk meninggalkan pesan. Seseorang menulis disitu dengan huruf dan Bahasa yang tidak diketahui Mark. Mark memperhatikan itu dan jatuh hati pada lingkaran di hangul. Menurutnya itu sangat indah. Akhirnya setelah dia tahu, dia mengenali pesan yang tertulis adalah “Oppa Annyeong?”. Sikyung nyeletuk, “Kamu tuh jatuh hati sama kata oppa nya” yang langsung ditimpali Seyoon, “Itu insting dia!” wkwkwk, otomatislah semua ketawa.

Jo Seungyeon cerita saat dia di Kanada dia menemukan hal lucu. Ada orang Kanada pakai baju dengan tulisan hangul. Jo Seungyeon nanya ke orang itu darimana dia dapat itu? Orang kanada itu jawab kalau dia pikir huruf korea itu indah. Dia lagi liburan ke Korea terus datang ke acara olahraga. Disana ngejual kaos putih dengan tulisan korea dan dibelilah. Ternyata tulisan di kaos itu adalah Mokpo Hometown alumni wkwkwk. Sama saja kayak bule datang ke pertandingan bola dan beli kaos Persib wkwkwkwk.

Bukti-bukti lain kalau orang barat menyukai huruf korea ada pada seleb dunia yang menggunakan pakaian dengan tulisan korea seperti Britney Spears, bahkan Justin Bieber juga menato tubuhnya dengan huruf korea, Bibeo, yang merupakan pengejaan namanya, Bieber dalam Bahasa korea.

Nik bilang kalau orang jerman yang enggak tahu hangul akan berpikir kalau huruf korea itu seperti angka. Henry juga menambahkan. Dia sama seperti Albert, saat pertama lihat hangul, dia berpikir itu seperti gambar karena banyak lingkaran dan juga persegi. Namun setelah dia mempelajari skrip korea *I dunno what it is… mungkin semacam panduan atau kaidah Bahasa atau manuskrip sejarah kelihatannya*, Dia mengetahui kalau hangul itu adalah huruf yang terbentuk dari suara organ vokal/pita suara. Henry kagum dengan betapa hebatnya Raja Sejong dalam menciptakan hangul.


Aliona bilang saat dia mempelajari huruf vokal dan konsonan saat kuliah, dia jadi tahu kalau huruf-huruf itu melambangkan langit, bumi, dan juga orang-orang diantara keduanya. Aliona pikir itu adalah sesuatu yang keren. Zahid juga sama kayak yang lain saat melihat belajar huruf korea pertama kali. Di Pakistan sendiri orang-orang jadi tertarik belajar Bahasa korea karena ada perusahaan korea yang membangun infrastruktur besar di Pakistan, sehingga image perusahaan itu jadi bagus. Bahkan di salah satu kampus di Pakistan, National University of Modern Languages ada jurusan yang namanya insititut Raja Sejong. Rektor universitasnya sampai berkata “Terima kasih kepada Raja Sejong yang telah membuat hangul, karenanya Korea menjadi maju pesat.” Hal ini menggambarkan betapa bagusnya image dari hangul.

Lalu beralih ke pertanyaan baru. Jun Hyunmoo bertanya “bukankah Bahasa korea sulit untuk dipelajari.” Jo Seungyeon jawab hal itu tergantung pada siapa dulu yang belajar. Bagi Xinlin dan Oogi yang berasal dari Tiongkok dan Jepang akan lebih mudah, begitu juga sebaliknya karena berasal dari budaya yang sama. Menurut Jo Seungyeon, bagi Albert dan Aurelien yang belajar hangul saat sudah dewasa, mereka berdua ada dalam level yang hebat. Di Amerika ada yang namanya FSI (foreign service institute), sebuah institusi yang mengajarkan para diplomat Bahasa negara yang akan mereka tempati. Berdasarkan kacamata Amerika, FSI membagi tingkat Bahasa menjadi 5 level. Semakin tinggi level, maka semakin sulit. Level 1 adalah Bahasa yang harus dipelajari selama 600 jam. Hal ini sama saja kayak kamu belajar selama 2 semester atau 1 tahun. Bahasa yang ada di level 1 ini ada perancis, italia, spanyol, Denmark. Nah kalau level 5 kamu harus belajar selama 2200 jam. Hal ini berarti kalau kamu belajar selama 2 jam setiap hari termasuk akhir pecan dan hari libur, kamu butuh 3-4 tahun untuk mempelajari Bahasa tersebut. Nah yang termasuk level 5 ini ada korea, mandarin, jepang yang memiliki alphabet tersendiri untuk Bahasa mereka. Makanya untuk ketiga negara tersebut akan lebih mudah untuk mempelajarri Bahasa masing-masing, tapi tidak untuk orang barat. Indonesia sendiri menurut FSI ada di level 3 yang membutuhkan 900 jam untuk mempelajari Bahasa Indonesia. Bahasa kita berada di level yang sama dengan Bahasa Swahili dari segi kesulitan. Jadi kalau kita mau belajar Bahasa Swahili lebih gampang gitu? Wkwkwk tapi ya ini kan dari sudut pandang amerika yang berbicara Bahasa inggris. Kalau dari sudut pandang kita orang Indonesia bakalan beda lagi. Secara kita mah enggak mengenal past,present, future tense.

Bahasan selanjutnya adalah apakah ada kata-kata atau frasa Bahasa korea yang kalian suka saat mempelajari Bahasa korea? Xinlin jawab kalau dia suka “Doryeonnim” alias tuan muda karena Xinlin menyukai drama Sageuk, para female lead akan memanggil male leadnya dengan doryeonnim. Hal ini bikin Xinlin berpikir akan sesuatu yang cerah, murni. Hyunmoo nimpalin, “kamu suka juga kalau dipanggil Wang Seobang? (Suami Wang)” dan Xinlin mengiyakan dengan excited. Wkwkwk yeoksi Wang Xinlin.

Kalau Christ dia suka dengan “Dugeun-Dugeun”. Kalau di kita sih, Deg-Deg an. Menurutnya hal itu terdengar indah. Di Bahasa korea banyak kata yang mengalami pengulangan dan banyak kata yang sulit dimengerti artinya. Awalnya Christ pikir pengulangan tersebut untuk menekankan sesuatu, tapi saat Dia lihat di kamus kalau itu tuh memang benaran kata standarnya, dan hal itu sangatlah imut, gwiyeowo.

Bicara tentang gwiyeowo alias cute atau imut, menurut Zahid kata gwiyeowo itu sendiri merupakan kata yang imut dan disambut oleh yang lain dengan tawa yang membenarkan, “bener juga”. Saat belajar Bahasa korea, Zahid sekelas dengan berbagai macam negara dan mereka membandingkan kata cute dari berbagai Bahasa. Mana sih yang paling cute? Dan orang-orang bilang gwiyeowo adalah kata cute yang paling imut.

Kalau di Amerika banyak kata yang bisa ditebak cuman dari dengar suaranya. Banyak orang amerika yang menyukai kata mellifluous kalau kata kamus artinya manis, kalau kata Mark sih mengalun lembut *but I don’t think so, Mark. I still can’t guess the meaning of English words just from their sounds*. Jadi pas Mark ke korea, dia paling suka kata “Yeoyu” yang artinya relax, santai. Hanya mendengar kata itu sudah mebuat Mark merasa relax. Trio Mc pun akhirnya bercandain Mark dengan menyebutkan kata Yeoyu tapi pakai nada marah dan membentak wkwkwkw. Jatuhnya jadi kagak santai yaaa.

Aigo” atau Ya ampun adalah kata yang paling disukai Oogi. Cara cewek bilang aigo itu sangat imut menurut Oogi. Albert juga setuju sama Oogi, dia juga suka kata itu karena bisa dipakai diberbagai situasi, seperti kalau lelah bilang itu, kalau lihat bayi lucu bilang aigo. Aigo bisa digunakan dengan berbagai nada. Kalau di Italia mereka punya kata mamma yang berarti mama, ibu, tapi itu juga sering mereka pakai kalau mereka kaget. Jadi kata seperti Mamma Mia bukan berarti eommeoni atau Ibu kalau di Bahasa korea. Harusnya jadi Aigo. Wkwkwkwk. Yang bikin orang italia wow juga dengan Bahasa korea adalah pengekspresian kata-kata kiasan dengan menggunakan tubuh, kayak tangan besar, telinga tipis *enggak tahu artinya apa*. Di Jepang dan juga tiongkok juga punya ungkapan seperti itu.

Lalu apa sih kata korea yang terasa asing bagi kalian? Pasti banyak kan tuh. Oogi memulai dengan ceritanya mengenai OST Jewel In The Palace, Dae Janggeum yang Onara. *kalian kalau nonton drama ini pasti tahu kan lagu onara-onara~*. Nah kalau di Bahasa jepang Onara tuh artinya kentut wkwkwk. “Kenapa mereka menyanyikan hal itu dengan sangat indah? Terasa aneh bagiku.”. Langsung lah dijadiin candaan wkwkwk.

Baca lebih lanjut

TOP 10 FAVORITE KOREAN VARIETY SHOW JEPRETPRESS VERSION

Aku sudah menjadi fangirl semenjak 2009 akhir. Ini semua berawal dari doktrin teman smp dan sepupuku. Awalnya aku hanya sekedar tahu saja ada yang namanya kpop dan tidak tertarik terjun menjadi fangirl. Sampai akhirnya aku masuk SMA, dapet teman sebangku yang seorang kpopers. Ditambah saat lebaran aku menginap di sepupuku, makin saja ku teracun dan pada akhirnya aku terjerembap di lembah fangirl perkorean dan tidak pernah menemukan jalan keluar semenjak akhir 2009 itu hahaha.

Semenjak itu aku jadi menyukai segala hal berbau dengan industri hiburan korea, mulai dari musik, sampai drama. Sebenarnya kalau drama sih aku sudah suka dari jaman sd. Dari jaman drama korea di tv Indonesia. Aku enggak ingat drama korea yang pertama kali ku tonton apa. Enggak tahu Sassy Girl Chunyang, entah Jewel In The Palace, atau melodrama Endless Love. Cuman aku ingat drama korea yang bikin aku suka kdrama adalah Full House. Sampai keluargaku bela-belain beli vcdnya *saat itu masih jaman vcd*. Cuman saat itu sebagai anak sd yang tidak tahu apa-apa hanya menanti drama korea yang ada di tv saja, dan sialnya waktu itu banyak yang tayang malam. Sebagai anak baik, malam-malam aku tidur. Kalau sekarang sih nonton wkwkwk. Saat aku menjadi fangirl, aku jadi ngikutin lagi, tapi lewat dvd. Saat itu aku masih terlalu bodoh dan kurang pengetahuan bagaimana cara mendapatkan drama secara online. Enggak kayak sekarang drama yang lagi on going, pasti ada yang aku ikutin minimal 1 drama. Aku tuh sudah dianggap Senpai dalam korea karena aku tahu drama dan juga idolnya. Sampai tingkat ke koreaanku agak kalah semenjak munculnya Running Man.

Running Man merupakan variety show yang meledak diantara kpopers. Saat itu teman-temanku pada menonton. Aku pun enggak mau kalah dong. Aku ikut nonton juga, dan menyukainya juga. Cuman aku enggak se addict yang lain. Aku enggak begitu mengikuti setiap episodenya. Kalau temanku ada yang punya, aku tonton, kalau enggak aku enggak akan nonton. Begitu saja seterusnya. Walau aku sudah menyukai industri hiburan korea selama 6-7 tahun, tapi aku tidak begitu mengikuti dunia pertelevisiannya. Aku tidak begitu mau mengikuti variety shownya dengan alasan, ah enggak ada habisnya. Tiap minggu ada yang baru, Menuhin memori banget. Aku nonton variety show kalau ada artis yang aku suka saja. Paling RM yang cukup mengikuti. Itupun paling dalam berapa bulan sekali kalau enggak punya pemasok tetap.

Setelah aku lulus kuliah, aku punya banyak waktu luang alias enggak ada kerjaan. Nonton drama, sudah pada ditonton, film pun begitu. Aku butuh tontonan baru. Salah satu temanku ada yang mengikuti beberapa varshow korea. Aku meminta beberapa varshow yang ada bias akunya. Setelah ku coba tonton beberapa varshownya, lama-lama aku menyukai konsep acara tersebut dan pada akhirnya aku ketagihan. Aku pun memutuskan untuk mengikuti varshow-varshow tersebut. Aku jadi rela memboroskan uang untuk beli kuota, atau sekedar nongkrong di kafe agar dapat wifi buat donlot varshow. Aku pun harus merelakan memori laptopku penuh sesak dan menghapus file-file lama gara-gara varshow ini. Kini aku mau menyebarkan virus varrshow korea ini muahahaha. Aku mau memberi daftar TOP 10 FAVORITE KOREAN VARIETY SHOW JEPRETPRESS VERSION. Mengingat selera aku suka agak beda, jadi ya mungkin ada yang agak aneh atau tidak cocok, tapi aku jamin varshow yang masuk listku adalah varshow-varshow yang menarik.

Oke baiklah kita mulai yaaa. List ini berisikan varshow korea apa saja yang menjadi favoritku. Aku akan menyusun berdasarkan tingkat kesukaan mulai dari yang paling rendah ke yang paling tinggi. Semoga bisa menjadi acuan kalian dalam memilih tontonan. And the list is….

 

 

  1. PROBLEMATIC MEN FROM TVN

Posisi ke 10 adalah varshow dari stasiun tv kabel yang dramanya selalu menjadi favoritku TvN, Problematic Men. Varshow ini merupakan acara semacam acara kuis, dimana terdapat 6 panelis selebritis pria yang dianggap sebagai sexy brain karena kecerdasannya. Mereka adalah Jun Hyunmoo, Kim Jisuk, Ha Seokjin, Park Kyung Block B, Lee Jangwon, dan Tyler Rasch. Park Kyung sendiri bukanlah member asli. Dia menjadi member tetap menggantikan Rap Monster BTS yang terkenal memiliki IQ tinggi seperti Park Kyung juga. Disetiap episodenya akan dihadirkan seorang bintang tamu. Mereka akan diberi soal dan harus mendapatkan jawabannya dan memecahkan permasalahan yang ada, walaupun membutuhkan waktu yang lama. Soalnya bukan hanya soal pengetahuan biasa, tapi soal yang membutuhkan analisa, kreatifitas, kejelian yang bagus. Selain itu juga harus memiliki kemampuan Bahasa asing yang cukup, minimal inggris lah. Tipe-tipe soal untuk tes IQ atau mensa. Bintang tamunya sendiri pun biasanya dikenal dengan kemampuan otak yang bagus. Disini serunya kita bisa ikut berpikir memecahkan soal yang ada. Ada beberapa soal yang bisa kita ikut jawab, ada juga yang membutuhkan pengetahuan Bahasa korea. Serunya juga melihat interaksi antar member saat sedang pusing memecahkan masalah. Aku paling suka kalau Hyunmoo dan Jisuk sudah ribut masalah siapa yang paling bodoh.

Sebenarnya aku nonton varshow ini cuman 3 episode, karena susah banget eng sub nya. Enggak ada yang nge sub. Kalau ada yang nge sub paling fanbase dari bintang tamunya. Walau cuman nonton 3 episode aku udah merasa jatuh cinta dengan varshow ini. Kalau ada yang rutin nge sub, kemungkinan besar aku akan mengikuti varshow ini. Aku pertama kali menonton yang episode Wendy Red Velvet. Setelah menonton episode yang Wendy, aku menyukai konsep acaranya, dan mencoba mencari yang lain. Akhirnya aku menonton yang Suho EXO  dan Key SHINee. Aku rencananya mau nonton yang bintang tamunya Taemin SHINee, dan Kyuhyun Super Junior. Cuman berhubung penyedia videonya di Dailymotion, dan kalau ngedonlot dari Dailymotion suka lambreta morela morjana, jadi ku pending dulu, dan masih dalam batas wacana. Makanya aku letakkan varshow ini di posisi ke 10 karena aku baru nonton 3 episode doang hahaha.

  1. HELLO COUNSELOR FROM KBS

Aku enggak rutin sih nonton ini. Sesekali saja lewat Youtube KBSWORLD kalau muncul di suggestion aku. Varshow ini adalah acara yang dipandu oleh Shin Dongyup, Lee Youngja, Jung Chanwoo, Kim Taegyun, dan Choi Taejoon. Sebenarnya ini adalah acara sejenis talkshow, dimana akan ada seseorang yang menceritakan keresahannya terhadap seseorang, dan berusaha mengkomunikasikannya agar kedua belah pihak merasa nyaman dan kekhawatiran akan berkurang. Seperti misalnya ada seorang anak perempua yang masih smp mengeluhkan pada ibunya membuatnya bekerja terus di salon sehingga tidak mempunyai waktu untuk bermain dan belajar di tempat les. Disitu kita akan mendengarkan permasalahannya dari kedua belah pihak. Pada akhir cerita nanti akan divoting, apakah permasalahan tersebut adalah sebuah kekhawatiran atau bukan. Jika sebuah kekhawatiran, jelas pihak yang diprotes harus berusaha merubahnya. Jika bukan mereka harus asaling mengerti dan menghargai.

Aku menyukai acara ini karena acara ini cukup menghangatkan hati. Aku tipe yang suka dengerin curhatan orang, jadi senang saja mendengar permasalahan mereka. Ada yang bikin aku simpati, marah, frustasi, kecewa, tapi ada juga yang bikin aku ketawa karena permasalahan yang konyol, atau masalah yang mengherankan dimana enggak begitu mengkhawatirkan, namun dapat mengganggu. Aku suka dapat pelajaran sih dari acara ini. Ini acara yang bagus.

  1. LIPSTICK PRINCE FROM ONSTYLE

Baca lebih lanjut

[FF] RUDE AND HER TRAUMA (after Story NOT A BAD THING)

Title               : rude and her trauma (after story not a bad thing)

Rate               : 15+ mianhae

Genre             : a ROMANCE manis alay gitu

main Cast     : KIM JONGDAE (CHEN EXO), WENDY SON RED VELVET

other cast   : byun baekhyun exxo, kang seulgi red velvet

length           : One shot

Author          : HANAN HANIFAH comeback!!!

Disclaimer   : ini after storynya FF ku yang NOT A BAD THING. Lagipula aku kangen banget bikin FF dengan cast Chendy. SUKA NGGAK SUKA sih itu selera kalian, tapi mohon dengan sangat NO BASHING. GOMAWAEYO udah mau baca. MIANHAEYO kalo jelek. Aku sangat merespect orang yang menghargai karya orang, SO, PLEASE DON’T COPY THIS FF AND PLAGIARISM THIS. Please ENJOY =D

Tuk..tuk.tuk… Tuk..tuk.tuk…

Baekhyun memperhatikan sahabatnya sekaligus rekan kerjanya, Jongdae. Jari Jongdae terus mengetukkan dirinya ke meja. Ia selalu melakukan hal itu jika otaknya sedang berpikir. Entah berpikir untuk mencari ide, berpikir mencari jawaban, ataupun berpikir karena khawatir, pasti yang Ia lakukan mengetukkan jarinya secara berirama. Baekhyun sudah mengenal Jongdae bertahun-tahun hapal betul kebiasaan Jongdae satu itu, bahkan Ia hapal betul apa yang sedang dipikirkan Jongdae melalu iramanya. Kini iramanya terdengar lambat dan panjang. Sudah dipastikan Jongdae sedang mengkhawatirkan sesuatu, bukannya memikirkan konsep acara radio mereka untuk minggu depan.

Ya! what’s going on? Wae?” Tanya Baekhyun. Jongdae diam saja tak menjawab.

Wah ini anak keasyikan mikir kayaknya.. “Ya!! Kim Jongdae!!!” Baekhyun mendaratkan kepalan tangannya di atas kepala Jongdae. Jongdae langsung mendongak kaget.

“Hah? Mwo?

“Ada apa? Kau sedang asyik tenggelam dalam pikiran apa? Gwaenchana?

Jongdae menganggukkan kepalanya “it’s okay! Aku lagi berpikir konsep untuk minggu depan kok.”

Baekhyun langsung mencibir begitu mendengar jawaba Jongdae. “Ya, Kim Jongdae! Kau pikir aku tak tahu dirimu apa? Kita sudah kenal bertahun-tahun, aku tahu kebiasaanmu mengetukkan jari ke meja dengan irama lambat dan panjang. Itu artinya kau sedang mengkhawatirkan sesuatu! Katakanlah… ada apa?”

Jongdae menghela nafasnya. “yeah you know me so well!” Jongdae tak langsung menjawab pertnyaan Baekhyun. Ia mengambil ponselnya yang terletak di meja, dan langung menelepon. Tak lupa juga Ia loudspeakerkan teleponnya agar Baekhyun dapat mendengarnya.”

The number you are calling is not active or out of scope area. Please try again later  in few minutes”

“Dengarkan? Kamu tahu apa yang ku khawatirkan?” Jawab Jongdae sambil menunjuk-nunjuk ponselnya.

“ah… Wendy? Lah tapi biasanya juga kalau dia enggak bisa dihubungin kamu enggak secemas ini. Paling hp dia habis baterai.”

“Masalahnya bukan itu! Aku yakin dia sengaja mematikan hp dia. Dia pasti lagi enggak mau berkomunikasi denganku.” Keluh Jongdae sedih.

What happened? Apa yang terjadi sampai pikiran kamu fokusnya cuman ke Wendy seorang?”

“Kemaren aku berantem sama dia… jadi….”

 

–Malam Sebelumnya–

“Hai, Seul… Wendy masih di lab?” Tanya Jongdae.

“Wah barusan banget dia pulang.” Jawab Seulgi.

“Pulang? Sama siapa?”

Seulgi menggelengkan kepalanya. “Entah, tapi sendiri kayaknya. Dia bilang mau naik bis kalau enggak salah.”

“Oke, makasih seul!” Jongdae pun langsung menuju mobil untuk pergi menuju halte bis dekat kampus Wendy –yang juga kampusnya dulu –. Ia berharap Wendy belum mendapatkan bis. Setibanya di halte orang yang Ia cari masih berada disana. Duduk diam termenung sendiri sambil ditemani alunan lagu yang mengalir melalui headset ke telinganya. Jongdae langsung keluar mobil menghampiri Wendy.

“Kenapa pulang sendiri? Enggak nunggu aku?” Tanya Jongdae cemberut.

“Kan kamu lagi siaran, terus ada rapat juga kan? Ya sudah aku enggak mau ganggu.” Jawab Wendy santai sambil terus mendengarkan lagu.

“Tapi ini sudah jam berapa? Hampir jam 10 malam, Wendy! Aku kan sudah bilang, kalau aku bisa kok jemput kamu bentar, habis itu aku balik ke kantor!”

Oppa, aku bisa pulang sendiri kok. Aku sudah biasa.” Wendy coba menenangkan Jongdae.

“Kamu tuh ya selalu gini. Apa-apa sendiri. Suka enggak cerita-cerita. Terkadang aku merasa enggak dianggap sebagai pacar.” Jongdae mulai sinis.

“Ada apa denganmu? Kenapa tiba-tiba ngomong gitu?” Wendy langsung melepas headset ditelinganya.

Baca lebih lanjut

[REVIEW] KILL ME HEAL ME

Sebuah awal pasti akan mempengaruhi hasil akhirnya. Begitu juga kehidupan. Masa kanak-kanak masih berada dalam garis “start”. Masa kecil merupakan masa awal kehidupan, dimana hal yang Ia lihat, hal yang Ia dengar, hal yang Ia rasakan akan mempengaruhi kehidupannya saat dewasa nanti. Begitulah salah satu sisi yang di dapat dari drama Kill Me Heal Me.

Kill Me Heal Me merupakan drama bergenre drama, misteri, dengan sentuhan komedi romantis. Drama ini mengangkat cerita mengenai Cha Dohyun yang merupakan seorang calon pewaris dari Seungjin Grup. Walaupun dia calon pewaris, keluargnya mengucilkannya terutama neneknya karena Ia bukan dari anak istri sah, sehingga Dia pergi ke Amerika. Stelah bertahun-tahun akhirnya Ia kembali lagi ke Korea, namun sebenarnya bukan Dohyun yang menginginkan kembali ke Korea, melainkan dirinya yang lain. Ya Dohyun memiliki kekurangan akibat trauma masa lalunya. Ia mengidap penyakit DID (Dissociative identity disorder) dan tak ada seorang keluarga pun yang mengetahuinya kecuali sekretasi pribadinya, sekretaris Ahn. Demi mempertahankan kedudukannya, Dohyun berniat mencari psikiater pribadi untuk menyembuhkan dirinya, dan Ia pun bertemu dengan psikiater yang masih menjalani residennya, Oh Rijin. Ternyata Rijin merupakan kunci untuk kesembuhan Dohyun. Mereka saling terikat masa lalu.

Biasanya alasan pertamaku menonton sebuah drama adalah karena pemainnya, tapi di drama ini tak ada pemain favoritku, bahkan malah banyak yang baru aku lihat aktingnya di drama itu. Aku menonton ini karena tertarik dengan temanya yang mengangkat cerita mengenai orang yang berkepribadian ganda. Sebuah kisah yang jarang diangkat ke dalam bentuk visual. Cerita tentang kepribadian ganda yang diangkat dalam visual yang aku tahu hanya serial BBC dr. Jekyll & Mr Hyde, serta film Sybil. Aku sedikit tertarik dengan drama yang berbicara tentang kepribadian atau psikologi kejiwaan, karena melalui cerita seperti itu kita dapat lebih memahami manusia dan menghargai perbedaannya, dan itulah yang aku rasa dengan menonton ini.

Saat awal-awal kita pasti sudah dibawa rasa penasaran, kenapa sih Dohyun bisa memecah kepribadiannya sampai tujuh kepribadian? Trauma apa sih yang dirasakannya? Separah itukah? Pribadi Dohyun memiliki 6 alter ego, yaitu Shin Segi, Ferry Park, Ahn Yosub, Ahn Yona, Nana, dan yang terakhir muncul Mr. X. Shin Segi merupakan kepribadian yang pertama ada. Dia berumur sama dengan Dohyun. Jika Dohyun adalah Jekyll yang baik hati tak pernah marah, maka Segi adalah si Hyde yang pemarah, kasar. Segi akan muncul jika Dohyun merasa tersakiti dan ingin marah namun tak bisa, maka Segi akan muncul dan menggantikannya. Segi ini benar-benar berbanding terbalik dngan Dohyun yang kalem. Dia amat liar, kasar, selalu menggunakan kekerasan, namun penampilannya amat keren. Tipe bad boy yang bikin hati para gadis menjerit. Segi sering menyebabkan kekacauan, sehingga Dohyun lah yang harus membereskan itu semua.

Ferry Park, merupakan seorang Ahjussi berusia sekitar 40an. Dia ini amat gemar minum, mancing. Jika Segi tampak berbahaya, Ferry pun tak kalah. Walau karakternya yang flamboyan, kolot, tapi ternyata Ia jago merakit bom. Ia biasanya muncul ketika Dohyun dalam keadaan panik dan cukup bahaya. Sepeti saat Rijin disandra preman karena sebuah jaket kulit yang berisikan narkoba, Dohyun yang panik berusaha memanggil Segi, tapi yang keluar malah Ferry.

Lalu ada si kembar Ahn Yosub dan Ahn Yona yang masih berusia 17 tahun. Yosub merupakan sosok yang pendiam, murung, tampaknya tertarik dengan sastra karena dia suka menulis puisi. Yosub ini dapat membahaykan jiwa Dohyun karena yosub selalu ingin bunuh diri. Yosub keluar saat Dohyun benar-benar merasa ada di titik terendah. Berbeda dengan kembarannya, Yona merupakan sosok yang ceria layaknya gadis remaja pada umumnya. Yona merasa bebas dari urusan kehidupan, dia seperti tak punya masalah. Ia hanya seorang gadis yang menyukai pria tampan, namun karena kesukannya itu Dia merupakan karakter paling berbahaya karena bisa menjatuhkan nama Dohyun dan Sangjin. Dia sulit dikendalikan saat Dia sudah senang mengejar-ngejar Oppa kesayangannya, apalagi jika sudah bersikap centil pada Rion, kakak kembar Rijin. Dia benar-benar centil, dapat dibayangkan jiwa seorang gadis berada pada tubuh Doyun yang atletis. Sudah pasti orang-orang akan menganggapnya gila. Yona muncul ketika Doyun terlibat suatu perasaan yang cukup menyakitkan, tapi Ia harus bergerak, tak boleh berubah, Ia harus melupakan rasa sakit itu, maka datanglah Yona menggantikannya.

Nana, karakter yang tak banyak diperlihatkan sosoknya, hanya di episode akhir saja. Merupakan seorang gadis kecil yang suka menggambar boneka beruang. Ia muncul ketika Dohyun berusaha mengingat masa lalunya, dan biasanya kemunculannya hanya sebentar. Terakhir, saat Dohyun sedang dalam proses penyembuhan muncul kepribadian Mr. X. Mr. X ini merupakan kepribadian yang muncul efek dari penyembuhan Dohyun. Biasanya kepribadian yang seperti ini bisa saja jahat menolak untuk disatukan, tapi Mr. X ini datang untuk membantu. Ia merupakan sosok ayah bagi Nana yang tak pernah Ia lihat selama ini.

Awalnya aku kaget dan heran, kok bisa ya sampai tujuh kepribadian? Aku merasa itu banyak banget, tapi aku teringat akan cerita Sybil dengan 16 kepribadian dan juga 24 wajah Billy yang memiliki 24 kepribadian. Selama ini aku berpikir biasanya yang memiliki kepribadian ganda, paling hanya punya 1 alter ego, tapi ternyata setelah aku cari-cari di yang maha tahu tapi jelas dia tidak se Maha Tahu Allah yang mempunyai semesta ini, mbah Google, ternyata yang memiliki gangguan kepribadian ganda, dan memiliki trauma, biasnaya memiliki banyak kepribadian. Jarang yang mempunyai dua kepribadian. Tujuh itu termasuk sedikit. Kepribadian yang muncul itu merupakan bentuk luka jiwa yang dimiliki sang penderita. Semakin banyak, maka semakin sakit luka yang terasa. Begitulah, Dohyun memang benar-benar terluka dengan peristwa masa kecil yang menyakitkan. Sayangnya, saat Ia terluka tak ada keluarga yang mendampinginya sama sekali. Trauma yang Ia alami tidak ditangani dengan baik sehingga luka itu terus ada bahkan hingga menimbulkan infeksi dan juga nanah sehingga makin membuat keadaan luka itu makin parah.

Baca lebih lanjut