[K-IDOL] My New Addiction : Wanna One – (Wanna One In My Eyes)

Ada satu boygroup yang menarik perhatianku, lebih tepat yang bikin aku klepek-klepek, fangirling menggila, yang membernya bisa bikin dugeun-dugeun tiap lihat mereka, got heart attack, kasuat-suat pokoknya mah. Grup satu ini lagi digandrungi banget sih, apalagi di Korea nya karrena mereka adalah grup  yang dibentuk oleh masyarakatnya sendiri, yap it’s wanna one!

Wanna one sendiri merupakan hasil produk dari Produce 101 season 2.  Awalnya acara ini bakalan diramalkan flop karena yang musim kedua ini kan isinya cowok-cowok, jadi para penonton pria malas untuk melihatnya, tapi kesalahan mereka adalah meremehkan kekuatan fangirl. Fangirl urusan beginian justru lebih kuat. Bisa dilihat acara ni sukses besar dan melahirkan banyak fans-fans baru dari yang alay macam sasaeng, akgae hingga yang berduit banyak macam fansite. Bahkan jumlah suara posisi 9 di musim kedua ini setara dengan jumlah suara posisi 1 di musim lalu. Ini membuktikan kalau fangirl kalau sudah niat pasti bakalan berhasil. Bahkan para trainee yang tidak masuk 11 besar pun ikut merasakan popularitas apalagi yang sudah punya fanbase sendiri macam Yoo Seonho, Samuel atau mengangkat grup yang dianggap nugu menjadi selebritas sebenarnya, Nu’est, karena empat dari lima membernya mengikuti acara ini, ditambah sang leader Kim Jonghyun banyak meraih perhatian para gukpro alias national producer. Grup-grup baru pun banyak bermunculan karena popularitas para trainee yang mengikuti acara ini. Bahkan yang tidak berhasil debut pun, mereka membentuk grup sendiri yang bersifat temporer. Mereka kini banyak mendapat pekerjaan, mengisi acara dan dikenal orang. Yang tidak masuk 11 besar saja popularitasnya besar, apalagi yang menjadi member Wanna One. Kebayang kan meledaknya?

Wanna One sendiri akan berjalan selama 1,5 tahun hingga akhir tahun 2018 atau awal 2019. Lebih lama dibanding sebelumnya IOI yang hanya berjalan sekitar 8 bulan saja. banyak juga fans IOI yang merasa tidak adil, tapi justru harusnya mereka merasa bangga karena meeka lah pembuka jalan untuk musim kedua ini, karena kesuksesan IOI ini lah mnet memutuskan untuk menambah waktu aktif wanna one. Wajar menurutku kalau musim kedua lebih sukses. Itu adalah hasil dari kesuksesan musim pertama juga. Mungkin kalian merasa sedih IOI enggak punya nama fandom ataupun lightstick *eh apa punya sih?*, tapi asli loh kalian harus bangga karena IOI lah pembukanya. Kalau mereka enggak sukses, enggak aka nada yang namanya musim kedua. Tanpa adanya musim kedua juga enggak akan ada Wanna One. So wannable must say thanks to IOI too.

Proses terbentuknya wanna one sendiri menurutku amatlah roller coaster karena dari awal episode benar-benar tidak terduga. Setiap pengumuman ranking benar-benar selalu saja ada kejutan. Up and downnya bisa drastis banget. Bisa jadi sebelumnya dia masuk 11 besar, tapi selanjutnya tertendang jauh. Atau yang awalnya rankingnya jauh, tiba-tiba naik masuk 11 besar. Benar-benar unpredictable. Ranking yang selalu stabil hanyalah Park Jihoon, Ong Seongwoo, dan Kang Daniel. Mereka belum pernah terlempar dari 11 besar, eh kecuali Daniel awal-awal dia belum masuk 11 besar. Sisanya inflasi peringkat mereka benar-benar tak terduga.  Makanya pas pengumuman final aku cukup terkejut juga dengan tidak masuknya Kim Jonghyun dan Samuel. Soalnya aku pikir mereka akan masuk 11 besar. Mereka salah satu pick aku juga, jadi aku merasa sedih saat mereka enggak masuk. But overall I like final line up.

Setelah mereka debut dan nonton varshow mereka, aku benar-benar sadar kalau final line up yang menjadi Wanna One ini adalah kombinasi terbaik. Mereka punya role masing-masing dan benar-benar saling melengkapi. Final line up ini memang benar-benar berisi orang-orang yang penuh talenta. Seusai keinginan ku sih. First pickku adalah ongnielhwan, dan sisanya terserah yang penting talented, dan pada akhirnya pilihan gukpro memang tidak salah. Setelah mereka debut, melihat performances mereka, mendengarkan lagu-lagu mereka, dan mengingat perjuangan mereka saat di P101 benar-benar membuatku jatuh cinta pada mereka. Ditambah setelah menonton varshow, lebih mengenal pribadi mereka aku benar-benar jatuh hati pada mereka secara mendalam dan utuh. Sudah lama banget aku enggak merasa “gila” untuk fangirling. Semua berbau wanna one pasti ku ikuti. Aku benar-benar menyukai merreka secara grup maupun individual. Makanya sebal banget kalau sudah ada akgae yang masih saja meributkan ranking popularitas mereka. Helooooowwwww plis deh P101 sudah berakhir. Mereka sudah jadi grup, satu kesatuan. Stop lah meributkan ranking. Itu amat melelahkan. Cukup sudah ranking selama di P101. Saat mereka sudah debut enggak usah dibahas lah *kebawa emosi*.

Nah karena aku lagi cinta-cintanya, lagi joha johanya sama Wanna One jadi aku ingin membahas mereka dari sudut pandangku. Ya pertama-tama sih kita bahas para membernya dulu…..

  1. Kang Daniel

Daniel ini adalah salah satu pick aku. Dia bahkan menjadi first pickku. Orang yang wajib masuk final line up. Dari awal di P101 aku sudah bisa melihat aura dia. Di awal-awal kan diperlihatkannya bromance dengan Lee Woojin, dan aku gemas banget melihatnya. Lalu saat dia naik kelas dari B ke A, aku mulai tertarik padanya. Aku lupa sejak kapan dia menjadi pick aku, tapi yang jelas sebelum penampilan open up sih…. Dia itu termasuk segala bisa. Dance jelas jago banget, rap oke, vokal bisa, dan dia itu punya kharisma dan stage presence. Aku awalnya enggak ngira dia bakalan populer banget, tapi setelah tampil open up, yeoreojwo yeoreojwo peringkatnya naik menjadi center alias nomer 1 dan itu bertahan hingga akhir. Keseksiannya benar-benar menarik hati para gukpro. Walau begitu aku masih merasa kenapa banyak orang yang jatuh hati dengannya hingga dia menjadi nomer 1. Aku baru mengerti setelah menonton varshow yang ada dia, terutama pas di SNL. Aku mengerti kenapa orang-orang banyak menyukai dia. Dia memang layak mendapatkan posisi center karena dia bisa membuat semua mata tertuju padanya. Dia punya reversal charm dimana kalau dipanggung gahar, tapi aslinya cute, innocent. Aku benar-benar jatuh saat dia bermain sketsa di SNL dan 3 minutes boyfriend. Semua karisma dia keluar. Auranya benar-benar terpancar dan dia bisa memaksimalkan potensi yang dia punya. Dia tahu apa yang bagus dari dirinya. Susah dijelaskan kata-kata sebenarnya, tapi saat melihat dia kalian akan bisa merasakan kenapa orang-orang jatuh cinta dan mau memberi vote pada dia. Dijamin juga kamu akan terpesona dengan Daniel ini.

Baca lebih lanjut

Iklan

[REVIEW] MY SASSY GIRL

MY SASSY GIRL

Genre : Romance, Comedy, history, politic

Episode : 32 x 30 menit (16 x 60 menit)

Sinopsis : Pada zaman Joseon hiduplah seorang putri kerajaan bernama Putri Hyemyung. Sang putri tak seperti putri kerajaan pada umumnya yang anggun. Dia cenderung seenaknya bahkan melawan aturan kerajaan. Dia sering keluar malam hari secara diam-diam dan mabuk-mabukkan hingga penjaga dan kasimnya kewalahan. Suatu hari dia bertemu dengan seorang sarjana cendekiawan Joseon yang baru pulang dari Ming setelah bertahun-tahun menjadi penasehat raja Ming, Gyunwoo. Pertemuan pertama mereka tidak mengenakkan, sehingga Gyunwoo tak ingin lagi bertemu dengan sang putri. Namun takdir berkata lain, Gyunwoo diangkat menjadi guru dari pangeran kerajaan. Disitulah hubungan mereka mulai menjalin hubungan sebagai teman dan berkembang menjadi asmara. Nantinya Gyunwoo akan banyak membantu Hyemyung dalam mengatasi masalah-masalah kerajaan yang membelitnya.

Why I Watched : Drama terakhir sebelum Joowon wajib militer huhuhuhu, jelas lah harus kutonton. Lalu lawan main dia adalah Oh Yeonsoo. Aku menyukai dia semenjak Comeback Mister. Berhubung drama ini juga genrenya romcom, aku sudah kebayang sekali dengan peran yang akan Ia perankan dan enggak sabar untuk itu semua.

Kesan : Ya lumayanlah menghibur dan berhubung nonton ini untuk romancenya  jadi aku sih cukup menyukainya, karena mereka berdua manis sekali. Aku pikir remaja-remaja akan menyukai drama ini sih.

The interest thing :  Ceritanya untuk ukuran Saeguk ringan. Jadi buat yang enggak begitu suka Saeguk bakalan bisa menikmatinya sih. Komedi diawal-awal episode juga cukup menghibur. Aku suka juga dengan hubungan kekeluargaan kerajaan yang enggak selalu berbau politik, karena tokoh utama dari kerajaannya adalah seorang putri. Jadi dia tak begitu terlibat. Konflik politiknya enggak begitu ribet kayak drama-drama saeguk biasa. Ditambah aku suka banget saat kedatangan pangeran dari Ming. Suka banget sama karakter Pangeran Choosung. Walau cuman beberapa episode, tapi berkesan banget, dan dia yang membuat Gyunwoo dan Hyemyung hubungannya maju. Yang jelas sih kekuataan utama drama ini tuh ada di romansanya Gyunwoo dan Hyemyung yang bikin greget, deg-deg an, plus pasti bakalan senyam-senyum sendiri. Karakter mereka yang berlawanan tuh jadi warna tersendiri dan menciptakan kelucuan yang bisa ditertawakan. Ah satu lagi, OST nya enak-enak, walau cuman sedikit tapi karena dinyanyikan oleh langganan pengisi OST jadi musik dan adegannya pas banget ditemani suara Ben dan Gummy.

Baca lebih lanjut

[REVIEW] RULER : MASTER OF THE MASK

RULER MASTER OF THE MASK

Genre : Romance, Melodrama, history, politic

Episode : 40 x 30 menit (20 x 60 menit)

Sinopsis : Drama ini menceritakan sebuah kisah fiksi pada zaman kerajaan Joseon dimana sang pangeran mahkota harus memakai topeng, tidak ada yang boleh mengetahui wajah aslinya seperti apa. Hal ini dikarenakan sang Raja tidak ingin anaknya seperti dirinya yang dikontrol oleh sebuah kelompok terbesar dizaman tersebut, Pyunsoo yang dipimpin oleh Daemok. Raja dapat mendapatkan posisinya sebagai Raja karena dibantu oleh Pyunsoo. Sebagai imbalannya, raja haruslah setia pada kelompok Pyunsoo dan dikontrol dengan cara Raja menjalani ritual dan menjadi kecanduan opium. Raja tak ingin anaknya mengalami hal yang sama, sehingga dicari anak yang bernama sama dengan pangeran mahkota, Lee Sun, sehingga saat pangeran mahkota harus menjalani ritual dapat dgantikan oleh anak tersebut. Namun ternyata sebelum itu semua dilakukan, terjadi sebuah peristiwa sehingga raja terbunuh, pangeran mahkota disangka mati dan Lee Sun palsu yang hanyalah seorang budak dan sudah menjalani ritual dijadikan raja boneka oleh Pyunsoo. Sun asli yang masih hidup akhirnya menjadi saudagar untuk mengumpulkan kekuataan dan mencari kelemahan Pyunsoo untuk menggulingkannya.

Why I Watched : Demi biasku. Yoo Seungho! Mau kayak gimana ceritanya, mau dramanya genre apapun, selama Yoo Seungho yang main ku tonton! Lalu ada Kim Sohyun juga, dan ada Kim Myungsoo alias L biasku di Infinite. Cuci mata banget deh. Jadi demi mereka, pasti ku tonton dong

Kesan : Lelah hamba nonton ini. Butuh usaha dan kemauan ekstra keras untuk menyelesaikan drama ini.  Buat penggemar drama, atau yang sudah sering nonton drama, enggak kusarankan untuk nonton drama ini sih. Kalau kalian newbie dalam dunia perdramaan mungkin akan menyukainya.

The interest thing :  Drama ini punya start yang bagus dan pembangunan konflik yang kuat. Diawal kita sudah penasaran dengan seluk beluk kelompok Pyunsoo, hubungannya dengan kerajaan dan juga mengenai nasib pangeran mahkota yang harus memakai topeng. Aku juga menyukai saat mulai muncul konflik pangeran mahkota palsu naik menjadi raja dan dikendalikan oleh Pyunsoo, sedangkan pangeran mahkota asli masih belajar mencari cara mengalahkan Pyunsoo. Aku sudah memikirkan berbagai sKenario apa yang akan terjadi setelah itu, dan aku merasa wah makin seru nih. Emosinya kerasa banget. Dijamin pas nonton ini tuh bakalan greget sendiri sih sama sikap orang-orang.

Baca lebih lanjut

[REVIEW] FIGHT MY WAY

FIGHT MY WAY

Genre : Romance, Friendship, Slice of Life, Comedy

Episode : 16 (masing-masing episode 60 menit)

Sinopsis : Drama ini menceritakan mengenai 4 orang dewasa muda yang sudah bersahabat selama bertahun-tahun. Mereka menjuluki diri mereka Fantastic Four dan kini tinggal di rumah susun yang sama. Ada Go Dongman, Choi Aera, Baek Seolhee, dan juga Kim Jooman. Dongman, Aera, dan Seolhee sudah bersahabat dari mereka kecil. Seolhee dan Jooman berpacaran selama 6 tahun. Mereka masing-masing berusaha dengan kehidupan mereka. Aera yang bercita-cita jadi penyiar malah terjebak jadi customer service di Mall, Dongman yang mantan atlet Taekwondo, tapi karena sebuah kejadian dia terpaksa pension, kini hanya menjadi petugas pembersih hama. Seolhee pun hanya karyawan kontrak di perusahaan home shopping. Jooman lah yang paling stabil diantara mereka. Dia bekerja di perusahaan yang sama dengan Seolhee, dan dia sudah menjadi karyawan tetap dengan posisi yang bagus. Aera dan Dongman yang selalu bersama-sama dan mengandalkan satu sama lain, mulai merasa persahabatan mereka bukanlah persahabatan pada umumnya. Mereka mulai merasa ada “musim semi” hadir diantara mereka berdua.

Why I Watched : Tema diangkatnya menarik perhatianku. FRIENDZONE muahahaha. Cerita mengenai teman saling jatuh cinta merupakan salah satu catnipku. Aku butuh cerita manis nan baper. Lalu akhirnya Kim Jiwon jadi female lead!

Kesan : Baper paraaaaaaaah. Ya ampun jadi sirik sendiri hahaha, dan setelah nonton ini aku jadi butuh sesuatu yang romantis juga. Manisnya tuh enggak bikin eneg. Pas banget. Pokoknya dijamin pasti senyum-senyum sendiri hihihi.

The interest thing : Drama ini tuh menampilkan kesederhanaan, namun tetap menarik. Enggak tuh yang namanya berurusan dengan chaebol, penjahat, detektif, jaksa, makhluk gaib, alien. Pokoknya benar-benar kehidupan nyata, kehidupan keseharian. Bisa merasa relate dengan strugglenya dewasa muda yang belum stabil, atau fokus pekerjaan yang kadang menganggu hubungan.  Atau gimana sih hubungan yang berlangsung bertahun-tahun? Lalu yang jelas keromantisan dan kemanisan OTP kita amatlah menjadi kekuatan drama satu ini. Cerita sampingan yang lain juga menarik diikuti. Alurnya juga pas dan mengalir dengan mulus. Kemajuan hubungan mereka pasti pas. Enggak lambat, enggak kecepatan. Enggak banyak drama juga. Aku suka mereka menyadari perasaan masing-masing. Enggak banyak konflik batin, enggak kayak drama yang diadaptasi dari drama Taiwan itu loooh.  Aku bisa menikmati drama ini dengan enak dan tenang.

Baca lebih lanjut

[REVIEW] SUSPICIOUS PARTNER

SUSPICIOUS PARTNER

Genre : Romance, Thriller, mystery, omedy

Episode : 40 x 30 menit (20 x 60 menit)

Sinopsis : Eun Bonghee seorang mahasiswi hukum yang sedang menjalani masa kerja praktek di kejaksaan dengan mentor seorang jaksa yang keukeuh, No Jiwook. Hubungan mereka diawali dengan sebuah kejadian buruk, ditambah Jiwook bukanlah mentor yang baik bagi Bonghee. Setelah menjalani 3 bulan kerja praktek dan Jiwook mulai mengakui Bonghee, Bonghee tiba-tiba tersandung kasus. Ia dituduh telah membunuh mantan kekasihnya di apartemen Bonghee. Bukti cukup memberatkan Bonghee, padahal Bonghee bukan pelakunya. Jaksa untuk kasus itu adalah Jiwook. Jiwook mulanya ikut menuduh Bonghee, namun ketika Ia menemukan kejanggalan terhadap barang bukti, Ia melepaskan Bonghee. Akibatnya Jiwook harus mundur dari kejaksaan dan berprofesi sebagai pengacara. Dua tahun kemudian Bonghee telah menjadi pengacara, namun karena kasus yang menimpa dirinya, dan juga pelaku sebenarnya belum ditemukan, namanya belum bersih, sehingga Ia kesulitan mendapatkan klien. Akhirnya Ia bekerja dibawah firma miik Jiwook. Mereka berdua bekerja sama untuk mencari peaku sebenarnya dibantu dengan orang-orang di tim Jiwook.

Why I Watched : my only reason is Ji Changwook. It will be his last drama before enlistment.

Kesan : Muahahahahahaha kocak aseliiiiiii.  Aku merasa amat terhibur dengan komedinya. Romansanya dapat, sukaaaa dan yaaa watchable laaaah….

The interest thing : komedinya juara sih. Humornya sesuai selera aku, dan yang aku suka adalah konsisten. Darri awal hingga akhir episode tidak lupa disisipkan humor. Walau lagi sedih-sedihnya tetap saja humornya enggak terlupakan. Lalu karakternya pada asyik semua menurutku. Enggak ada yang menyebalkan kecuali eu penjahatnya. Aku pikir second lead femalenya aka bitchy tapi nyatanya jauh dari kata itu. kocak sih sih karakter SLFnya, tampak chic,cool tapi ternyata dia tingkat kepedeannya tinggi. Hubungan kekeluargaan tim Jiwook juga amat terasa dan jelas jadi bumbu kelucuannya. Ditambah lagi aku suka dengan misterinya yang bikin penasaran. Aku penasaran banget dengan background dan motif si pembunuh berantai tersebut, dan sialnya kita baru tahu motifnya di akhir episode.

The Bad Thing : Fokus ceritanya euy…. Drama ini memiliki start yang bagus. Kita diawal diarahkan tentang kasus pembunuhan, membuktikkan ketidakbersalahan Bonghee. Begitu pelakunya ketemu, mereka berusaha mencari bukti, eh tapi kenapa tiba-tiba pelakunya amnesia? Selama amnesia ini fokusnya jadi agak bergeser ke masa lalu orang tua Jiwook dan Bonghee, terus malah putus lagi gara-gara masalah itu. aku pikir itu enggak penting deh. Agak klise, walau aku mengerti sih kenapa mereka putus, tapi aku merasa latar belakang orang tua mereka itu enggak ngaruh ke plot utama. Ya paling ke perkembangan hubungan Jiwook dan Bonghee, itu juga enggak begitu berkembang banyak. Aku frustasi sumpah pas lihat mereka putus. Haruskah gitu? Harusnya sih tanpa ada kisah tentang trauma dan orang tua mereka berdua, cerita ini akan tetap jalan dan menarik. Kisah itu hanya menambah list kecurangan kepala jaksa wilayah saja. Berasa banget filler biar jalan ceritanya sampai 40. Aku rasa drama ini harusnya cukup 32 (16) episode saja. Lalu aku merasa misterinya agak nanggung karena ingin fokus juga ke romance jadi berasa kurang greget dikit, apalagi kasus-kasus kecil yang ditangani mereka, enggak begitu ke eksplor. Ya paling ada yang ngaruh untuk ingatan Jiwook yang hilang. Kalau dari segi misteri kasusnya, aku masih menikmati I Remember You dibanding drama ini karena kedua drama ini berasal dari penulis yang sama. Kalau I Remember You drama misteri bumbu romance, kalau drama ini kebalikannya drama romansa berbumbukan misteri.

Baca lebih lanjut