[REVIEW] FIGHT MY WAY

FIGHT MY WAY

Genre : Romance, Friendship, Slice of Life, Comedy

Episode : 16 (masing-masing episode 60 menit)

Sinopsis : Drama ini menceritakan mengenai 4 orang dewasa muda yang sudah bersahabat selama bertahun-tahun. Mereka menjuluki diri mereka Fantastic Four dan kini tinggal di rumah susun yang sama. Ada Go Dongman, Choi Aera, Baek Seolhee, dan juga Kim Jooman. Dongman, Aera, dan Seolhee sudah bersahabat dari mereka kecil. Seolhee dan Jooman berpacaran selama 6 tahun. Mereka masing-masing berusaha dengan kehidupan mereka. Aera yang bercita-cita jadi penyiar malah terjebak jadi customer service di Mall, Dongman yang mantan atlet Taekwondo, tapi karena sebuah kejadian dia terpaksa pension, kini hanya menjadi petugas pembersih hama. Seolhee pun hanya karyawan kontrak di perusahaan home shopping. Jooman lah yang paling stabil diantara mereka. Dia bekerja di perusahaan yang sama dengan Seolhee, dan dia sudah menjadi karyawan tetap dengan posisi yang bagus. Aera dan Dongman yang selalu bersama-sama dan mengandalkan satu sama lain, mulai merasa persahabatan mereka bukanlah persahabatan pada umumnya. Mereka mulai merasa ada “musim semi” hadir diantara mereka berdua.

Why I Watched : Tema diangkatnya menarik perhatianku. FRIENDZONE muahahaha. Cerita mengenai teman saling jatuh cinta merupakan salah satu catnipku. Aku butuh cerita manis nan baper. Lalu akhirnya Kim Jiwon jadi female lead!

Kesan : Baper paraaaaaaaah. Ya ampun jadi sirik sendiri hahaha, dan setelah nonton ini aku jadi butuh sesuatu yang romantis juga. Manisnya tuh enggak bikin eneg. Pas banget. Pokoknya dijamin pasti senyum-senyum sendiri hihihi.

The interest thing : Drama ini tuh menampilkan kesederhanaan, namun tetap menarik. Enggak tuh yang namanya berurusan dengan chaebol, penjahat, detektif, jaksa, makhluk gaib, alien. Pokoknya benar-benar kehidupan nyata, kehidupan keseharian. Bisa merasa relate dengan strugglenya dewasa muda yang belum stabil, atau fokus pekerjaan yang kadang menganggu hubungan.  Atau gimana sih hubungan yang berlangsung bertahun-tahun? Lalu yang jelas keromantisan dan kemanisan OTP kita amatlah menjadi kekuatan drama satu ini. Cerita sampingan yang lain juga menarik diikuti. Alurnya juga pas dan mengalir dengan mulus. Kemajuan hubungan mereka pasti pas. Enggak lambat, enggak kecepatan. Enggak banyak drama juga. Aku suka mereka menyadari perasaan masing-masing. Enggak banyak konflik batin, enggak kayak drama yang diadaptasi dari drama Taiwan itu loooh.  Aku bisa menikmati drama ini dengan enak dan tenang.

Baca lebih lanjut

Iklan

[REVIEW] SUSPICIOUS PARTNER

SUSPICIOUS PARTNER

Genre : Romance, Thriller, mystery, omedy

Episode : 40 x 30 menit (20 x 60 menit)

Sinopsis : Eun Bonghee seorang mahasiswi hukum yang sedang menjalani masa kerja praktek di kejaksaan dengan mentor seorang jaksa yang keukeuh, No Jiwook. Hubungan mereka diawali dengan sebuah kejadian buruk, ditambah Jiwook bukanlah mentor yang baik bagi Bonghee. Setelah menjalani 3 bulan kerja praktek dan Jiwook mulai mengakui Bonghee, Bonghee tiba-tiba tersandung kasus. Ia dituduh telah membunuh mantan kekasihnya di apartemen Bonghee. Bukti cukup memberatkan Bonghee, padahal Bonghee bukan pelakunya. Jaksa untuk kasus itu adalah Jiwook. Jiwook mulanya ikut menuduh Bonghee, namun ketika Ia menemukan kejanggalan terhadap barang bukti, Ia melepaskan Bonghee. Akibatnya Jiwook harus mundur dari kejaksaan dan berprofesi sebagai pengacara. Dua tahun kemudian Bonghee telah menjadi pengacara, namun karena kasus yang menimpa dirinya, dan juga pelaku sebenarnya belum ditemukan, namanya belum bersih, sehingga Ia kesulitan mendapatkan klien. Akhirnya Ia bekerja dibawah firma miik Jiwook. Mereka berdua bekerja sama untuk mencari peaku sebenarnya dibantu dengan orang-orang di tim Jiwook.

Why I Watched : my only reason is Ji Changwook. It will be his last drama before enlistment.

Kesan : Muahahahahahaha kocak aseliiiiiii.  Aku merasa amat terhibur dengan komedinya. Romansanya dapat, sukaaaa dan yaaa watchable laaaah….

The interest thing : komedinya juara sih. Humornya sesuai selera aku, dan yang aku suka adalah konsisten. Darri awal hingga akhir episode tidak lupa disisipkan humor. Walau lagi sedih-sedihnya tetap saja humornya enggak terlupakan. Lalu karakternya pada asyik semua menurutku. Enggak ada yang menyebalkan kecuali eu penjahatnya. Aku pikir second lead femalenya aka bitchy tapi nyatanya jauh dari kata itu. kocak sih sih karakter SLFnya, tampak chic,cool tapi ternyata dia tingkat kepedeannya tinggi. Hubungan kekeluargaan tim Jiwook juga amat terasa dan jelas jadi bumbu kelucuannya. Ditambah lagi aku suka dengan misterinya yang bikin penasaran. Aku penasaran banget dengan background dan motif si pembunuh berantai tersebut, dan sialnya kita baru tahu motifnya di akhir episode.

The Bad Thing : Fokus ceritanya euy…. Drama ini memiliki start yang bagus. Kita diawal diarahkan tentang kasus pembunuhan, membuktikkan ketidakbersalahan Bonghee. Begitu pelakunya ketemu, mereka berusaha mencari bukti, eh tapi kenapa tiba-tiba pelakunya amnesia? Selama amnesia ini fokusnya jadi agak bergeser ke masa lalu orang tua Jiwook dan Bonghee, terus malah putus lagi gara-gara masalah itu. aku pikir itu enggak penting deh. Agak klise, walau aku mengerti sih kenapa mereka putus, tapi aku merasa latar belakang orang tua mereka itu enggak ngaruh ke plot utama. Ya paling ke perkembangan hubungan Jiwook dan Bonghee, itu juga enggak begitu berkembang banyak. Aku frustasi sumpah pas lihat mereka putus. Haruskah gitu? Harusnya sih tanpa ada kisah tentang trauma dan orang tua mereka berdua, cerita ini akan tetap jalan dan menarik. Kisah itu hanya menambah list kecurangan kepala jaksa wilayah saja. Berasa banget filler biar jalan ceritanya sampai 40. Aku rasa drama ini harusnya cukup 32 (16) episode saja. Lalu aku merasa misterinya agak nanggung karena ingin fokus juga ke romance jadi berasa kurang greget dikit, apalagi kasus-kasus kecil yang ditangani mereka, enggak begitu ke eksplor. Ya paling ada yang ngaruh untuk ingatan Jiwook yang hilang. Kalau dari segi misteri kasusnya, aku masih menikmati I Remember You dibanding drama ini karena kedua drama ini berasal dari penulis yang sama. Kalau I Remember You drama misteri bumbu romance, kalau drama ini kebalikannya drama romansa berbumbukan misteri.

Baca lebih lanjut

TOP 10 FAVORITE KOREAN VARIETY SHOW JEPRETPRESS VERSION

Aku sudah menjadi fangirl semenjak 2009 akhir. Ini semua berawal dari doktrin teman smp dan sepupuku. Awalnya aku hanya sekedar tahu saja ada yang namanya kpop dan tidak tertarik terjun menjadi fangirl. Sampai akhirnya aku masuk SMA, dapet teman sebangku yang seorang kpopers. Ditambah saat lebaran aku menginap di sepupuku, makin saja ku teracun dan pada akhirnya aku terjerembap di lembah fangirl perkorean dan tidak pernah menemukan jalan keluar semenjak akhir 2009 itu hahaha.

Semenjak itu aku jadi menyukai segala hal berbau dengan industri hiburan korea, mulai dari musik, sampai drama. Sebenarnya kalau drama sih aku sudah suka dari jaman sd. Dari jaman drama korea di tv Indonesia. Aku enggak ingat drama korea yang pertama kali ku tonton apa. Enggak tahu Sassy Girl Chunyang, entah Jewel In The Palace, atau melodrama Endless Love. Cuman aku ingat drama korea yang bikin aku suka kdrama adalah Full House. Sampai keluargaku bela-belain beli vcdnya *saat itu masih jaman vcd*. Cuman saat itu sebagai anak sd yang tidak tahu apa-apa hanya menanti drama korea yang ada di tv saja, dan sialnya waktu itu banyak yang tayang malam. Sebagai anak baik, malam-malam aku tidur. Kalau sekarang sih nonton wkwkwk. Saat aku menjadi fangirl, aku jadi ngikutin lagi, tapi lewat dvd. Saat itu aku masih terlalu bodoh dan kurang pengetahuan bagaimana cara mendapatkan drama secara online. Enggak kayak sekarang drama yang lagi on going, pasti ada yang aku ikutin minimal 1 drama. Aku tuh sudah dianggap Senpai dalam korea karena aku tahu drama dan juga idolnya. Sampai tingkat ke koreaanku agak kalah semenjak munculnya Running Man.

Running Man merupakan variety show yang meledak diantara kpopers. Saat itu teman-temanku pada menonton. Aku pun enggak mau kalah dong. Aku ikut nonton juga, dan menyukainya juga. Cuman aku enggak se addict yang lain. Aku enggak begitu mengikuti setiap episodenya. Kalau temanku ada yang punya, aku tonton, kalau enggak aku enggak akan nonton. Begitu saja seterusnya. Walau aku sudah menyukai industri hiburan korea selama 6-7 tahun, tapi aku tidak begitu mengikuti dunia pertelevisiannya. Aku tidak begitu mau mengikuti variety shownya dengan alasan, ah enggak ada habisnya. Tiap minggu ada yang baru, Menuhin memori banget. Aku nonton variety show kalau ada artis yang aku suka saja. Paling RM yang cukup mengikuti. Itupun paling dalam berapa bulan sekali kalau enggak punya pemasok tetap.

Setelah aku lulus kuliah, aku punya banyak waktu luang alias enggak ada kerjaan. Nonton drama, sudah pada ditonton, film pun begitu. Aku butuh tontonan baru. Salah satu temanku ada yang mengikuti beberapa varshow korea. Aku meminta beberapa varshow yang ada bias akunya. Setelah ku coba tonton beberapa varshownya, lama-lama aku menyukai konsep acara tersebut dan pada akhirnya aku ketagihan. Aku pun memutuskan untuk mengikuti varshow-varshow tersebut. Aku jadi rela memboroskan uang untuk beli kuota, atau sekedar nongkrong di kafe agar dapat wifi buat donlot varshow. Aku pun harus merelakan memori laptopku penuh sesak dan menghapus file-file lama gara-gara varshow ini. Kini aku mau menyebarkan virus varrshow korea ini muahahaha. Aku mau memberi daftar TOP 10 FAVORITE KOREAN VARIETY SHOW JEPRETPRESS VERSION. Mengingat selera aku suka agak beda, jadi ya mungkin ada yang agak aneh atau tidak cocok, tapi aku jamin varshow yang masuk listku adalah varshow-varshow yang menarik.

Oke baiklah kita mulai yaaa. List ini berisikan varshow korea apa saja yang menjadi favoritku. Aku akan menyusun berdasarkan tingkat kesukaan mulai dari yang paling rendah ke yang paling tinggi. Semoga bisa menjadi acuan kalian dalam memilih tontonan. And the list is….

 

 

  1. PROBLEMATIC MEN FROM TVN

Posisi ke 10 adalah varshow dari stasiun tv kabel yang dramanya selalu menjadi favoritku TvN, Problematic Men. Varshow ini merupakan acara semacam acara kuis, dimana terdapat 6 panelis selebritis pria yang dianggap sebagai sexy brain karena kecerdasannya. Mereka adalah Jun Hyunmoo, Kim Jisuk, Ha Seokjin, Park Kyung Block B, Lee Jangwon, dan Tyler Rasch. Park Kyung sendiri bukanlah member asli. Dia menjadi member tetap menggantikan Rap Monster BTS yang terkenal memiliki IQ tinggi seperti Park Kyung juga. Disetiap episodenya akan dihadirkan seorang bintang tamu. Mereka akan diberi soal dan harus mendapatkan jawabannya dan memecahkan permasalahan yang ada, walaupun membutuhkan waktu yang lama. Soalnya bukan hanya soal pengetahuan biasa, tapi soal yang membutuhkan analisa, kreatifitas, kejelian yang bagus. Selain itu juga harus memiliki kemampuan Bahasa asing yang cukup, minimal inggris lah. Tipe-tipe soal untuk tes IQ atau mensa. Bintang tamunya sendiri pun biasanya dikenal dengan kemampuan otak yang bagus. Disini serunya kita bisa ikut berpikir memecahkan soal yang ada. Ada beberapa soal yang bisa kita ikut jawab, ada juga yang membutuhkan pengetahuan Bahasa korea. Serunya juga melihat interaksi antar member saat sedang pusing memecahkan masalah. Aku paling suka kalau Hyunmoo dan Jisuk sudah ribut masalah siapa yang paling bodoh.

Sebenarnya aku nonton varshow ini cuman 3 episode, karena susah banget eng sub nya. Enggak ada yang nge sub. Kalau ada yang nge sub paling fanbase dari bintang tamunya. Walau cuman nonton 3 episode aku udah merasa jatuh cinta dengan varshow ini. Kalau ada yang rutin nge sub, kemungkinan besar aku akan mengikuti varshow ini. Aku pertama kali menonton yang episode Wendy Red Velvet. Setelah menonton episode yang Wendy, aku menyukai konsep acaranya, dan mencoba mencari yang lain. Akhirnya aku menonton yang Suho EXO  dan Key SHINee. Aku rencananya mau nonton yang bintang tamunya Taemin SHINee, dan Kyuhyun Super Junior. Cuman berhubung penyedia videonya di Dailymotion, dan kalau ngedonlot dari Dailymotion suka lambreta morela morjana, jadi ku pending dulu, dan masih dalam batas wacana. Makanya aku letakkan varshow ini di posisi ke 10 karena aku baru nonton 3 episode doang hahaha.

  1. HELLO COUNSELOR FROM KBS

Aku enggak rutin sih nonton ini. Sesekali saja lewat Youtube KBSWORLD kalau muncul di suggestion aku. Varshow ini adalah acara yang dipandu oleh Shin Dongyup, Lee Youngja, Jung Chanwoo, Kim Taegyun, dan Choi Taejoon. Sebenarnya ini adalah acara sejenis talkshow, dimana akan ada seseorang yang menceritakan keresahannya terhadap seseorang, dan berusaha mengkomunikasikannya agar kedua belah pihak merasa nyaman dan kekhawatiran akan berkurang. Seperti misalnya ada seorang anak perempua yang masih smp mengeluhkan pada ibunya membuatnya bekerja terus di salon sehingga tidak mempunyai waktu untuk bermain dan belajar di tempat les. Disitu kita akan mendengarkan permasalahannya dari kedua belah pihak. Pada akhir cerita nanti akan divoting, apakah permasalahan tersebut adalah sebuah kekhawatiran atau bukan. Jika sebuah kekhawatiran, jelas pihak yang diprotes harus berusaha merubahnya. Jika bukan mereka harus asaling mengerti dan menghargai.

Aku menyukai acara ini karena acara ini cukup menghangatkan hati. Aku tipe yang suka dengerin curhatan orang, jadi senang saja mendengar permasalahan mereka. Ada yang bikin aku simpati, marah, frustasi, kecewa, tapi ada juga yang bikin aku ketawa karena permasalahan yang konyol, atau masalah yang mengherankan dimana enggak begitu mengkhawatirkan, namun dapat mengganggu. Aku suka dapat pelajaran sih dari acara ini. Ini acara yang bagus.

  1. LIPSTICK PRINCE FROM ONSTYLE

Baca lebih lanjut

[REVIEW] CIRCLE

Genre science fiction bukanlah genre yang masuk dalam daftar genre favoritku, tapi bukan berarti aku enggak suka. Genre ini tuh termasuk hit or miss buat aku. Kalau cerita tersaji dengan apik, menarik, dan tentunya bagus, aku akan menyukai cerita dari genre tersebut. Namun kalau cerita science fictionnya tidak tersaji dengan baik, not well done, aku biasanya akan menghindari dulu film-film science fiction. Macam film Interstellar, bagus sih, tapi aku enggak ngerti, bahkan aku lupa ceritanya saking pusingnya. Jadi aku menghindari film-film science fiction untuk beberapa saat. Terakhir film Dr. Strange cukup menyita perhatianku akan genre sci-fi. Cuman ya gitu, aku enggak terlalu menggilai cerita itu. so far belum ada cerita sci-fi yang nempel  sampai berbekas di hati dan di ingatan, sampai pada akhirnya aku menonton  drama Circle yang bikin aku terbayang-bayang dan merasa kehilangan setelah menyelesaikan drama tersebut.

Circle merupakan drama bergenre science fiction, thriller, mystery. Drama yang berjumlah 12 episode ini memiliki 2 bagian cerita, yaitu part 1 mengenai beta proyek di tahun 2017. Sepasang kembar, Kim Woojin dan Kim Bumgyun di tahun 2007 mengalami suatu peristiwa yang mereka percayai melibatkan alien. Disitu mereka bertemu dengan seorang wanita cantik yang mereka percayai adalah seorang alien. Kemudian wanita itu dirawat bersama mereka dan ayahnya diberi nama Byul. Sampai suatu harri Byul dan ayah si kembar menghilang. Semenjak itu Bumgyun terobsesi dengan hal-hal berbau alien, sehingga menyebabkan dia di penjara. Woojin mencoba lebih realistis. Sampai tiba di tahun 2017, Woojin menjadi seorang mahasiswa yang cerdas. Di kampusnya sedang ada aksi perlawanan terhadap pihak rektorat karena biaya kuliah. Para aktivis tersebut tiba-tiba meninggal karena bunuh diri. Namun pihak kepolisian merasa ada yang janggal. Bumgyum yang sudah keluar penjara pun merasa itu semua perbuatan alien. Woojin sendiri mencurigai kakaknya, karena kakaknya terus menyelidiki alien. Bumgyum pun berusaha membuktikan bahwa alien itu ada dengan menunjukkan sosok seorang wanita yang mirip Byul. Wanita tersebut adalah Han Jungyeon. Namun Woojin tak percaya karena Jungyeon adalah teman kuliahnya. Walau begitu Woojin curiga akan sosok Jungyeon karena mirip sekali dengan Byul dan ada keanehan pada dirinya. Setelah diselidiki Jungyeon dan Bumgyun punya tujuan yang sama untuk mencari tahu kasus bunuh diri para aktivis. Sayangnya Bumgyun yang sedang menyelidiki tiba-tiba menghilang. Woojin pun panik dan berusaha mencari kembarannya itu dengan bantuan Jungyeon. Selama mencari Bumgyun, Woojin dan Jungyeon pun menemukan fakta mengejutkan.

Part 2 dari drama ini menceritakan Seoul ditahun 2037 Brave new world dimana Seoul dibagi menjadi dua bagian yaitu normal earth yang kondisi lingkungan yang buruk dan smart earth dimana kondisi lingkungannya amat terjaga dan semenjak 15 tahun berdirinya smart earth tidak terjadi kejahatan karena adanya stable care system. Warganya dipasang chip sehingga emosi dan ingatan mereka dapat terjaga, sehingga tidak akan terjadi kejahatan. Sayangnya 5000 hari tanpa kejadian itu harus ternodai dengan sebuah pembunuhan yang dilakukan oleh seorang wanita. Pelaku pembunuhan tersebut merupakan korban kasus penculikan saat 20 tahun lalu. Pelaku tersebut menelepon kepolisian yang ada di normal earth karena di smart earth tidak memiliki polisi. Kim Joonhyuk adalah detektif yang ditugaskan untuk menyelidiki kasus tersebut. Joonhyuk sendiri selain menyelidiki kasus pembunuhan tersebut, Ia juga menyelidiki mengenai smart earth dan stable care system yang diduga berkaitan dengan hilangnya orang terdekatnya. Apa yang terjadi di tahun 2037 ini merupakan hasil dari apa yang terjadi di 2017. Kedua timeline ini memiliki masalah masing-masing yang akan terjawab pada timeline yang berbeda dan masalah dan jawabannya akan saling terhubung.

Awalnya aku enggak minat nonton drama ini, karena seperti yang dibilang di awal genre ini tuh hit or miss banget buat aku. Apalagi korea dari segi film pun jarang membuat genre yang seperti ini. Jadi aku enggak begitu yakin. Cuman saat tahu drama ini hanya 12 episode dan komentar orang-orang yang mulai menonton drama ini pada bilang seru, jadi aku putuskan untuk menonton.

Wah finally I found my crack drama in 2017. I feel withdrawal syndrome after this drama ended. Cuman satu kata buat menggambarkan drama ini, “awesome!”. Drama ini seru banget. Begitu mulai nonton drama ini, 15 menit pertama saja sudah penasaran dan jatuh cinta. Selesai 1 episode, tanpa sadar pasti ingin lanjut-lanjut terus sampai selesai. Begitu selesai berasa hampa dan masih terbayang-bayang dengan kisah drama ini. Aku sampai kebawa mimpi adegan-adegan drama ini  hahahaha. Susah move on.

Akhirnya setelah sekian lama korea bertumpu dengan drama genre romcom, thriller, drama, mystery, mereka mencoba sebuah genre baru yaitu science fiction. Drama korea masih amat jarang mengangkat genre sci-fi. Walau drama ini memang tetap terdapat sentuhan mystery, thrillernya, tapi fiksi saisnya amat berasa. Dari awal kita sudah dibawa dengan alien dan pengetahuannya. Ditambah dengan kemajuan tekhnologi di tahun 2037, dimana kita bisa melihat rekaman dari memori seseorang. Lalu ada telepon virtual juga. Benar-benar sudah maju tekhnologinya. Kalau dari segi cerita fiksi saisnya difokuskan dengan stable care system yang ternyata sebenarnya bermasalah. Stable care system ini dapat disalahgunakan untuk merekayasa ingatan demi kepentingan pribadi, terutama perusahaan yang memproduksinya, Human B.

Misteri-misteri yang muncul bikin kita penasaran abis dan nagih. Kita jadi menebak-nebak apa yang akan terjadi selanjutnya. Kenapa di tahun 2037 bisa terjadi kayak gini? Apa yang terjadi sebenarnya di 2017? Drama ini tuh keren plot twistnya. Kalau enggak terlalu memperhatikan detail pasti enggak akan bisa nebak. Aku berapa kali terkejut dengan jawaban dari misteri yang ada. Beberapa kali kita dibawa ke kemungkinan-kemungkinan, ternyata jawabannya jauh dari kemungkinan. Seperti aku mengira awalnya Joonhyuk itu Woojin yang sedang mencari Bumgyun, karena vibe mereka sama banget. Ternyata dugaanku salah. Aku menyadari dia bukan Woojin saat melihat Joonhyuk membuat roti. Yang bisa membuat pastry adalah Bumgyun. Disitu aku terkejut akan fakta Woojin yang hilang. Lah? Kan di 2017 yang hilang Bumgyun, kenapa sekarang malah Woojin? Apa yang terjadi? Pokoknya saat kalian mengetahui sebuah jawaban, pasti akan muncul pertanyaan lain. Jawabannya itu bisa saja di timeline 2017 bisa juga di timeline 2037. Kita benar-benar harus memperhatikan kedua timeline dengan baik.

Kalau aku sih karena kadang suka melewatkan detail, jadi banyak yang jawabannya enggak aku duga. Lagpula karena aku baru kali ini aku menonton drama korea dengan genre sci-fi jadi aku belum bsa membaca polanya. Aku bisa menduga jawaban dari sebuah misteri itu adalah di detik-detik misteri itu akan terungkap. Seperti siapa sebenarnya ketua Human B. aku memiliki beberapa suspect tapi dari suspect itu tidak terbukti. Aku baru bisa menduga disaat ketua Human B tersebut mengkonfrotasi (?) walikota smart earth. Saat disitu aku langsung merasa curiga dan ternyata 1 menit keudian tebukti dugaanku. Aku cukup terkejut akan fakta itu, karena saat di tahun 2017, dia tidak begitu terlihat mencurigakan. Begitu juga saat tahun 2037, kupikir dia orang baik. Ternyata dia adalah dalang dibalik kekacauan yang terjadi di smart earth.

Cerita di 2017 sendiri juga penuh kejutan. Aku sudah pikir kemana, tahunya jawabannya berbeda sekali engan dugaanku atau kalau tidak dugaanku yang asalnya benar tapi sempat tergeser karena plot twist yang ditampilkan dlam cerita. Seperti dugaanku kalau Jungyeon memang Byul, awalnya aku sudah curiga dia memang Byul, tapi karena twist yang ada aku kira bukan, tahunya memang benar dia. Kalau kalian suka cerita yang tidak terduga, kalian benar-benar akan dimanjakan drama ini. Kejutannya benar-benar bikin kita berkata “Wah gila sih ini! Huh, daebak!”. Sudah tak terhitung kayaknya aku ngomong daebak selama nonton drama ini. Minimal disetiap episode saja ada daebak, apalagi menjelang akhir-akhir. Mantap jiwa pokoknya.

Aku senangnya drama ini juga karena enggak ada basa-basi. Langsung ke inti. Cerita rumit ini saja bisa selesai hanya dalam 12 episode saja. alurnya cepat tapi rapi. Enggak ada tuh yang namanya adegan enggak penting. Cerita seperti ini sebenarnya bisa saja dipanjangkan sedikit. Aku enggak keberatan kalau drama ini menjadi drama 16 episode, tapi ya 12 episode ini sudah komposisi yang pas. Awalnya drama ini rencananya hanya 10 episode saja, tapi mungkin kalau 10 episode masih ada yang kurang keeksplor. Alur yang cepat ini bikin nagih, dan stidaknya rasa penasaran kita enggak akan lama. Rasa penaaran kita akan terjawab ya maksimal di episode selanjutnya lah. Atau kalau bisa juga terjawab di bagian kedua dari drama ini pun terjawab. Detail drama ini juga bagus. Aku bisa merasakan perbedaan yang amat jelas antara 2017 dan 2037. Detail-detai tersebut juga ternyata bisa menjadi “sennjata” cerita yang tak terduga. Detail yang kita abaikan ternyata memegang peranan penting pada drama.

Baca lebih lanjut

[REVIEW] CHICAGO TYPEWRITER

Hobi nonton drama tuh, jadi bikin segala drama ditonton.berhubung segalanya ditonton, jadi sudah banyak ragam cerita, alur, dan genre yang kutonton. Hal ini membuatku jadi memiliki ekspetasi yang lebih tinggi setiap ada drama baru. Akibatnya, tingkat kepuasanku pada suatu drama jadi agak sulit. Menurut orang-orang rame banget, menurutku ya rame koook. Akhir-akhir ini aku jarang kena withdrawal syndrome drama. Banyak drama yang menarik, rame, tapi cuman sedikit yang bikin aku amat berkesan pada drama itu. akhirnya ada sebuah drama yang bikin aku masih selalu terbayang-bayang setiap adegannya. Melihat pemainnya sebagai karakter drama tersebut, dan kalau ingat adegannya masih merasa emosi yang menyayat. Aaah… Chicago Typewriter when it’s end, I feel so lost…

Drama berjumlah 16 episode ini mengusung genre fantasy romance yang cukup berbeda dari drama biasanya. Bukan hal yang baru sih.. tapi idenya cukup segar. Drama ini menceritakan seorang penulis bestseller Han Seju yang selain pandai dalam menulis, Ia juga memiliki wajah tampan layaknya selebritis sehingga membuatnya memiliki banyak fans. Salah satunya adalah Jeon Seol yang sudah menjadi fans Seju semenjak Seju belum jadi penulis ternama. Suatu hari Seju pergi ke sebuah kafe di Chicago untuk acara perilisan buku terbarunya. Di kafe tersebut terdapat sebuah mesin tik tua yang berasal dari korea yang menarik perhatiannya, namun sang pemilik kafe tidak mau menjualnya pada Seju. Malamnya, mesin tik tersebut memiliki kekuataan magis, dimana Ia engetik sendiri meminta untuk dikirimkan pada Seju. Mesin tik itu pun tiba di korea dan diantarkan oleh Seol kepada Seju. Disanalah Seol dan Seju saling mengenal. Semenjak kedatangan mesin tik tersebut, baik Seju maupun Seol memiliki mimpi aneh mengenai kehidupan saat jaman revolusi korea 1930. Seju pun memutuskan untuk membuat mimpinya menjadi cerita novel. Sayangnya karena banyaknya tekanan yang terjadi dan juga mimpi yang terasa nyata, membuatnya sulit menulis. Ia pun memutuskan untuk berhenti menulis, sampai tiba-tiba kantor penerbitnya menelepon jika naskah yang Seju buat sudah masuk. Seju yang merasa tidak membuat naskah itu pun bingung, sampai akhirnya dia menemukan ada orang lain yang menjadi ghostwriter dirinya, Yoo Jinoh. Jinoh, Seju, dan Seol pun ternyata memiliki hubungan di kehidupan sebelumnya.

Aku saat membaca plot awalnya langsung merasa tertarik. Aku penasaran dengan kehidupan penulis, aku ingin tahu seperti apa. Lalu ditambah erita tentang reinkarnasi dari tahun 1930. Aku belum pernah nonton drama yang berlatarkan cerita zaman revolusi dimana jepang sedang menduduki korea. Mana yang mainnya top semua Yoo Ah-in, Im Soojung, dan Go Kyungpyo kesayangan. Mereka semua dikenal dengan akting yang bagus-bagus. Jelas makin tertariklah aku menontonnya. Penulis drama ini juga, merupakan penulis drama Kill Me Heal Me yang menjadi salah stu drama kesukaanku. Kurang alasan apalagi coba buat nonton drama satu ini.

Aku enggak menyesal telah menginvestasikan 16 jam lebih waktu dalam hidupku untuk nonton drama ini. Drama yang indah, cerita yang menarik. Kisah cinta yang dibawakan secara unik. Setiap episode selalu menjadi lebih baik dan baik. Awal cerita yang enggak tertebak dan mengejutkan. Ya lumayan lah plot twistnya agak enggak tertebak. Aku pikir unsur fantasinya hanya ada pada kisah reinkarnasi saja, tapi ternyata pada karakternya juga. Agak horror sedikit sih, tapi tidak menakutkan kok.

Aku jujur cukup kaget dengan kenyataan Jinoh sebagai ghostwriter adalah ghostwriter secara harfiah, bukan konotasi. Soalnya benar-benar enggak terbaca kalau Jinoh itu hantu. Awalnya kita mengira Jinoh adalah kiriman dari Gal Jisuk, tapi ternyata bukan, disitu aku mulai bertanya-tanya. Aku agak curiga saat Seju bilang style Jinoh terlalu tua dan saat Jinoh bilang dia jatuh cinta pad apandangan pertama dengan Seol saat di bandara setelah kedatangannya dari Amerika. Cuman aku mengabaikan fakta itu. mungkin yang lebih ngeh pasti sudah curiga kalau Jinoh itu hantu.

Kisah cinta yang unik karena dbalut dengan cerita kehidupan mereka sebelumnya di tahun 1930an. Kita jadi penasaran dengan apa yang terjadi pada tahun 1930an itu. Apa yang takdir buruk yang terjadi pada mereka. Lalu juga kenapa bisa Jinoh terjebak di mesin tik selama 80 tahun lebih. Cerita pada masa lalu itu benar-benar bikin penasaran, dan yang bikin bumbu cerita makin menarik. Aku benar-benar menikmati setiap menit yang ada di drama ini. Konflik yang rollercoaster antara tahun 30an dan masa kini benar-benar menjadi kekuatan drama ini. Cerita tahun 30an nya menjadi sayuran segar dan tidak membuat cerita monoton.

Kenapa aku bilang kisah cinta yang unik. Soalnya sebenarnya ini drama romance, tapi kita dibawa dengan kisah masa lalu, dimana di masa lalu mereka tidak dapat bersatu. Kisah tahun 1930an nya benar-benar menyayat hati. Makanya di masa kini mereka membayar itu semua. Seju yang kebingungan perasaan berdebar yang muncul apakah karena Seol atau karena Ryu Suhyeon. Seol yang ngefans parah tapi berubah menjadi sebal akrena sikap Seju yang plin plan. Aku benar-benar menikmati proses jatuh cinta mereka. Dimana Seju yang sudah tertarik tapi merasa tak yakin dan gengsi. Pada akhirnya saat Ia harus menjaga Seol akibat persyaratannya dengan Jinoh, dia benar-benar menikmati waktunya bersama Seol dan sadar akan rasa cintanya pada Seol. Seol yang memang memimpikan menjadi istri seorang penulis pun jelas enggak bisa menolak perhatian Seju. Walau disatu sisi ada yang merasa patah hati, Jinoh. Lucu sih melihat Seju yang enggak pernah berkencan, dia berapa kali bikin kesalahan, tapi selalu berhasil menutupinya dengan baik. Seju yang benar-benar tidak menutupi rasa cintanya. Seperti kata Sekretaris Kang, Seju benar-benar seperti anjing Pavlov jika sedang jatuh cinta.

Persahabatan antara Seju jinoh dan juga Seol baik di masa kini atau masa lalu sebagai Seo Hwiyoung, Shin Yool, dan Ryu Suhyeon bikin drama ini makin sedap. Kalau di masa sekarang Seju awalnya menolak kehadiran Jinoh sebagai ghostwriternya lama-lama jika Jinoh tak ada Ia merasa khawatir. Persahabatan juga terjalin pada akhirnya. Aku senang Seol akhirnya bisa melihat Jinoh sehingga mereka bertiga bisa hangout bareng tanpa masalah. Kisah persahabatan di tahun 30an juga benar-benar teruji dengan baik. Mereka saling solid dan percaya satu sama lain. Walau terdapat kisah cinta segitiga, tapi mereka, terutama Hwiyoung berusaha memendamnya demi kemerdekaan Joseon. Indah banget lihat kisah persahabatan mereka. Walau padda akhirnya Yool “mengkhianati” karena rasa cintanya pada Suhyeon, tapi Hwiyoung tidak mempermasalahkannya. Ia mengerti mengapa Yool melakukan hal itu. Ia malah tidak merasa dikhianati. Begitu juga dengan Yool yang merasa bersalah, dia pun rela dibunuh Suhyeon untuk menebus “dosa”. Suhyeon memang marah pada Yool, tapi dia juga merasa bersalah dan mengerti. Ia tetap harus membunuh Yool karrena mengkhianati aliansi pemuda Joseon. Makanya saat mau membunuh dia tak yakin. Pas bagian ini benar-benar emosional banget. Hati benar-benar teriris. Tragis tapi entah kenapa aku merasa ini indah juga.

Baca lebih lanjut