[FF] VALUE

Title               : VALUE

Rate               : 15+

Genre             : lagi pingin bikin SLICE of LIFE dan WORK gitu dipadu dengan FRIENDSHIP

Cast               : yang disebutin nama lengkapnya dan jadi central hanya PARK CHORONG A-PINK dan LEE CHANGSUB BTOB. Sisanya bayangin sendiri deh. Bebaskan imajinasi kalian.

length           : One shot

Author          : HANAN HANIFAH idea

INSPIRED        : baru nonton BEAUTIFUL GONGSHIM di tv. Pas liat episode 1, terinspirasilah.

Disclaimer   : Lagi suka banget BTOB dan ngebiasin parah Changsub *huhuhu aku tahu aku telat join jadi Stan BTOB*, jadi pengen bikin FF yang ada  dianya, cuman dianya bukan jadi tokoh utama disini wkwkwk. Nanti deh ku bikin lagi Changsub centernya hehehe. SUKA NGGAK SUKA sih itu selera kalian, tapi mohon dengan sangat NO BASHING. GOMAWAEYO udah mau baca. MIANHAEYO kalo jelek. Aku sangat merespect orang yang menghargai karya orang, SO, PLEASE DON’T COPY THIS FF AND PLAGIARISM THIS. Please ENJOY =D

“Hei, Park Chorong! Kamu masih mau bekerja tidak?!”

“Eh.. iya tentu saja.”

“Kalau begitu lakukanlah! Tak usah menolak! Kecuali kalau kamu mau kontrakmu diputus….. kau ini belum jadi pegawai tetap! Ingat itu!”

*****

Chorong menatap cermin di toilet dengan tatapan kosong. Ingatan kejadian 7 bulan lalu selalu menghantuinya setiap diberi tugas oleh kantornya. Ia berpikir, apakah yang Ia lakukan selama ini hal yang benar. Apakah sesulit ini untuk bertahan hidup. Sudah hampir 1 tahun Ia menjadi pegawai sebuah perusahaan kosmetik. Sayangnya, statusnya masih pegawai kontrak, dan kontrak hanya dalam kurun kurang dari sebulan ini akan habis. Nasibnya kini benar-benar fifty-fifty. Ia bisa saja diperpanjang kontraknya, bahkan diangkat menjadi pegawai tetap, tapi kemungkinan Ia untuk ditendang pun sama besarnya. Berbagai cara Ia usahakan agar Ia bisa bertahan dan dapat diangkat menjadi pegawai tetap. Seperti yang Ia lakukan saat ini.

Setiap ada acara seperti ini, selalu timbul keraguan dalam dirinya. Ia selalu meminta izin ke toilet untuk menenangkan diri sejenak. Walau sudah 7 bulan Ia berada dalam kegiatan seperti ini, tapi tak pernah sekalipun Ia jalani dengan senang hati. Malah Ia merasa direndahkan, tapi apa daya. Ia harus bertahan hidup. Ia butuh uang dan itu Ia dapatkan dari pekerjaannya kini. Ia ingin kehidupannya lebih baik dan nyaman.

Berada dibagian Marketing membuatnya harus bertemu dengan banyak klien. Satu hal yang Ia tak sukai dari budaya kerja diperusahaannya. Mereka harus selalu bisa menyenangkan klien, terutama pegawai wanita sepertinya. Chorong yang good looking, tentu saja menjadi andalan tim nya untuk acara makan malam seperti yang akan Ia lakukan kali ini. Ia harus tampil cantik dan menawan agar bisa menarik perhatian klien. Ia pun harus siap melayani mereka. Walau tak sampai harus tidur dengan kliennya, tapi tetap saja Chorong merasa jijik dengan hal yang Ia lakukan. Ia harus menuangkan minum, harus menemani mereka minum, makan, karaoke, bahkan terkadang Ia harus berdua saja dengan klien. Ia benci hal itu, tapi Ia harus melakukannya, karena selalu mendapat ancaman kontraknya bisa putus kapan saja.

Chorong mencuci mukanya agar terlihat segar. Setelah mengelapnya denagn tisu, Ia memoleskan bedak, menggambar eyeliner, dan juga mewarnai bibirnya dengan lipstik merah agar terlihat lebih menarik. Setelah selesai mempercantik diri, Chorong menarik nafas dan menghembuskannya dengan pelan. Ia berdoa sebentar memohon untuk dikuatkan.

Malam Ini Ia bersama manajernya, salah satu direktur perusahaannya akan bertemu dengan salah satu dirjen perpajakan nasional di restoran makanan khas korea. Sebenarnya ini bukanlah pekerjaan tim nya, tapi entah mengapa Ia dipanggil untuk datang ke acara makan malam ini. Demi bisa menjadi pegawai tetap, Ia terima ajakan atasannya tersebut.

Di meja makan manajer dan direkturnya sudah siap menyambut tamu mereka. Tak lama kemudian, tamu yang akan mereka sambut datang. Dirjen itu didampingi dua pria muda. Chorong memperhatikan salah satu pemuda yang mendampingi dirjen tersebut. Ia tampak mengenal orang tersebut. Pria itu sedang posisi menyamping, mempersilahkan atasannya masuk duluan. Saat pria itu mukanya menghadap ke arah Chorong, Chorong langsung menyadari. Tak menyangka Ia bertemu dengan sahabatnya saat dalam bekerja seperti ini. Ia tahu, sahabatnya itu bekerja di perpajakkan, tapi Ia tak menyangka salah satu tamunya adalah sahabatnya sendiri, Lee Changsub.

Changsub juga langsung menyadari kehadiran Chorong. Ia langsung tersenyum lebar dan melambaikan tangan. Chorong membalasnya dengan senyum dan lambaian kecil. Ia harus menjaga sikap dihadapan atasannya. Chorong memberi tatapan. Ia mencoba “telepati” kepada Changsub agar menjaga sikapnya juga. Sudah berteman dan saling mengenal satu sama lain dalam waktu yang lama, Changsub langsung menangkap sinyal Chorong dan bersikap tenang.

Para atasan saling menyapa dan menjabat tangan. Chorong pun menjabat tangan dengan utusan kementrian tersebut. Saat berjabat tangan dengan Changsub, mereka saling mengeraskan jabatan tangan untuk saling menyapa dan jelas mereka tertawa akan hal itu, namun dalam hati. Saat bersalamn dengan dirjen, Dirjen itu bersalaman dengan dua tangannya dan sedikit mengelus punggung tangan Chorong. Chorong yang tak nyaman hanya bisa sedikit mengerutkan dahi, dan agak menarik tangannya sambil mencoba terus tersenyum.

Seperti pada acara makan malam biasanya, mereka berbasa-basi terlebih dahulu. Disaat seperti ini, yang menjilat tugas dari direktur dan manajernya. Ia hanya ikut tersenyum dan tertawa. Begitu juga dengan dua orang yang mendampingi dirjen perpajakkan tersebut. Mereka hanya ikut tertawa-tawa saja. Sembari makan mereak terus mengobrol. Saat mereka mulai minum, negosiasi lah mulai dilakukan. Negosiasi biasanya memang tugas Chorong. Ia dikenal sebagai salah satu tim marketing yang jago negosiasi. Biasanya saat acara makan malam seperti ini, Chorong melakukan negosiasi sambil melayani klien, tapi untuk malam ini berbeda. Ia bertugas hanya untuk melayani saja. negosiasi masalah pajak sama sekali bukan urusannya.

Chorong mulai menuangkan arak ke gelas sang dirjen dan juga atasannya. Ia pun tak lupa menuangkan minuman tersebut kepada “pengiring” dirjen.  Saat suasana makin naik, mereka semua mulai bernyanyi-nyanyi, dan Chorong lah yang harus terus menyanyi dan menari. Selain itu juga Chorong harus mengeluarkan aegyo setiap atasannya mengajukan penawaran pada sang dirjen. Melihat hal itu Changsub merasa ada yang enggak beres dengan Chorong. Ia melayangkan pandanganya ke Chorong dan menatap Chorong dengan serius. Ia tahu, sahabatnya itu bukanlah tipe yang suka diperlakukan seperti itu. Changsub dengan jelas bisa menangkap rasa tidak nyaman dari Chorong, tapi yang jadi pertanyaannya, kenapa Chorong mau melakukan hal itu.

Changsub mencoba memberi sinyal pada Chorong. “Chorong ssi. Tak apa jika aku memintamu menuangkan lagi minuman ke gelasku?” Ya!! bodoh! Apa yang kamu lakukan?

Chorong menatap Changsub dengan senyum palsu. Ya! kenapa kamu menyuruhku?!

“Hahahahahaha, jangan sungkan Changsub ssi. Itulah tugasnya dia berada disini hahahaha.” Sahut manajernya Chorong.

Chorong  melirik sinis manajernya dalam 0,1 detik, namun hal itu langsung tertutupi dengan topeng senyumnya. “Iya tak masalah. Betul, itu memang tugasku.”

“Tak apa?” Tanya Changsub serius. Kamu enggak apa-apa berada dalam situasi macam ini?

Chorong menangkap sinyal yang dimaksud Changsub. Sambil menuangkan minuman, Chorong mengangguk. “it’s okay”. Aku tak apa. Aku bisa mengatasinya. Percayalah.

“Nona cantik, tolong tuangkan juga untukku, dan anak buahku yang satu lagi juga.” Pinta sang dirjen dengan centil. Chorong membalas lagi dengan topeng senyum dan menuangkan minuman ke gelas anak buah dirjen dan dirjen. Saat menuangkan minuman ke gelas dirjen, dirjen itu memegang tangan Chorong.

“Park Chorong ssi, wanita semuda dirimu, pastinya belum menikah kah?” Tanya Dirjen tersebut. Chorong berusaha melepaskan perlahan.

“Jangankan menikah pak, pacar saja dia tak punya. Betul kan, Chorong?” Jawab Manajernya dalam keadaan mulai tidak sadar. Chorong menjawabnya dengan senyuman.

Dirjen itu agak kegerahan. Ia membuka jasnya dan melonggarkan dasinya. “Ehem… begini Direktur Yeo, Manajer Jung. Masalah tunggakan pajak perusahaan kalian, jika kalian ingin mencicilnya, tentu harus membangun hubungan yang lebih baik dulu, bukan begitu?”

Direktur dan Manajer Chorong langsung terbahak basa-basi. “Hahahaha, betul. Kita harus membangun hubungan baik.”

“Aku tak suka cara melanggar hukum seperti menerima hadiah. Aku ini seorang pns yang menjunjung tinggi keadilan hahaha.” Dirjen itu menatap Chorong dengan nakal. “Aku lebih suka menjalin hubungan baik dengan ya ngobrol-ngobrol dan makan malam seperti ini. Agar hubungan lebih solid, tentunya, alangkah lebih baik memulai dari bawah, betul?”

Lagi, Direktur dan Manajer Chorong terbahak sambil mengangguk.

“Oleh karena itu, mungkin bisa dimulai dari Chorong ssi? Besok bisakah kita makan malam agar hubungan perpajakkan dengan Get Beauty Corp menjadi lebih erat.”

Changsub terkejut mendengar permintaan atasannya. Ia langsung melirik Chorong yang sama terkejutnya mendengar permintaan itu. Ini bukan pertma kalinya Chorong mendapat permintaan seperti itu, tapi tetap saja Ia merasa terkejut dan tidak nyaman. Guratan wajahnya bicara akan hal itu, dan Changsub tahu betul hal itu.

“Kamu pasti kosong kan besok? Kan tidak punya pacar. Manajer Jung besok jangan buat dia lembur.” Seru Direktur Yeo.

Chorong menarik nafas. Rasanya Ia ingin menolak, tapi Ia teringat akan kontraknya yang akan habis. “Saya kosong kok pak besok.”

Mendengar jawaban Chorong, Changsub terkejut tak bisa mengontrol dirinya. Mulutnya langsung menganga lebar dan pupil matanya pun ikut membesar menatap Chorong heran. Kenapa Chorong mau? Apakah Chorong sudah gila? Jelas-jelas Ia tak mau, dan Ia adalah tipe yang jika tak mau pasti akan menolak sekeras apapun, tapi kenapa Ia menerima ajakan gila tersebut. Changsub tak mengerti. Ia merasa ada yang salah dengan pekerjaan Chorong.

Ia mencoba mengingat curhatan Chorong beberapa waktu lalu. Dia memang pernah cerita mengenai budaya perusahaannya yang buruk, dan kontraknya yang hampir habis. Chorong harus bertahan karena memang butuh uang. Changsub langsung ngeh mengapa seorang Park Chorong mau melakukan hal itu. Chorong butuh bantuan.

Changsub meminum alkoholnya dalam satu teguk. “Hm.. Dirjen Kim. Bukankah sebagai PNS yang tak melanggar hukum, sebaiknya menghindari zina?”

Atasan Changsub menekuk wajahnya. “Maksudmu? Yang aku lakukan itu zina?”

“Tak baik seorang pria beristri mengajak seorang wanita lajang makan malam. Apalagi jika wanita itu sudah mau bertunangan.”

Sang Dirjen kebingungan. Begitu juga dengan Manajer dan Direktur Chorong. Manajernya pun langsung memastikan. “Chorong, kau btul tidak punya pacar kan?”

Chorong mengangguk. “Be..bet…” Belum juga selesai Chhorong menjawab. Changsub langsung berdiri dan membungkuk 45 derajat.

“Maaf sebelumnya, tapi perkenalkan saya Lee Changsub, kekasih dari Park Chorong.”

Baca lebih lanjut

[REVIEW] GOBLIN : THE LONELY AND GREAT GOD

GOBLIN : THE LONELY AND GREAT GOD

Genre : Romance, Fantasy, Comedy

Episode : 16

Why I Watched : Ya walau drama-drama Kim Eunsook terkadang enggak begitu istimewa, tapi harus kuakui, selama ini aku menyukai karya-karyanya. Dia selalu bisa bikin ketagihan, walau jalan ceritanya biasa saja. lagipula ini comebacknya Gong Yoo ke drama setelah sekian tahun, dan yang memproduksinya TvN. Jadi ya aku cukup percaya dengan drama ini, jadi ku tonton.

Kesan : Ya tipe dramanya Kim Eunsook, manis banget, penuh hal getir tapi tetep manis dan lucu. Aku suka karena unik juga. Misteri-misterinya bikin penasaran. Masterpiecenya Kim Eunsook sih drama ini. Drama yang bagus buat yang suka dengan drama-drama tipe gini. Keren! Seriusan!

The interest thing : cerIta fantasinya! Jadi banyak misteri dan variabel yang tercipta di drama ini. Imajinasi fantasinya luas banget. Banyak banget makhluk yang bukan manusia di drama ini. Mereka punya kisah masing-masing yang ternyata saling terkait. Konsep reinkarnasi kepake banget di drama ini. Aku kagum sama Kim Eunsook disini, karena serius imajinasi dia luas banget. Banyak konsep yang menarik dari drama ini. Konsep pekerjaan grim reaper adalah merupakan hukuman bagi yang di kehiduan sebemlumnya memiliki dosa besar. Menariknya lagi salah satu dosa besarnya adalah membunuh diri sendiri. Pas banget nih buat di Korea yang tingkat bunuh dirinya tinggi.  Misteri masa lalu mereka yang bikin super penasaran dan bikin nagih jelasnya. Apa sebenarnya yang terjadi di masa lalu? Kenapa sih si Wang Yeo bisa jadi grim reaper, kenapa Kim Shin bisa menjadi Goblin? Siapa sebenanya reinkarnasi ratu dan raja? Sempat, agak-agak bakalan dibuat terkecoh si dengan misteri-misteri itu. Lalu ada perempuan berbaju merah. Dia tuh siapa sih? Lalu ada Yu Deokhwa yang tamapak seperti manusia biasa, tapi anehnya dia terlalu banyak tahu mengenai Goblin dan grim reaper. Serius kalau suka drama fantasi, bakalan suka sih sama drama ini. Fantasinya itu loooh terasa masuk logika. Ditambah ya seperti biasa Kim Eunsook kalau bikin cerita romantis, pasti manis banget dan cheesy, tapi aku menyukainya karena sanggup bikin baper, dan senyum-senyum sendiri. Untuk pasangan kedua, cerita mereka indah tapi penuh kegetiran sendiri yang bikin penasaran, apa yang terjadi dengan pasangan kedua. Lalu humornya juga tetap ada. Ya khasnya drama dia sebelumnya. Suka udah keren-keren pemeran utamanya, ada saja hal konyol yang lumayan jadi rileksasi otot dan hati yang tegang.

The Bad Thing : Aku agak bingung sama timeline waktu. Seingat aku diawal episode, Euntak itu lahir tahun 1998. Lalu saat ibunya meninggal 8 tahun kemudian, tahun 2006. Lalu saat Ia berrtemu Goblin usia 19 tahun *usia korea* 10 tahun dari kejadian Ibunya meninggal, berarti 2016 kan? Tapi aku bingungnya, 9 tahun setelah Goblin menghilang, itu masih 2016, dan saat Euntak meninggal, Wang Yeo mengonfirmasi Euntak lahir tahun 1988 berusia 29 tahun. Nah yang paling terakhir make sense dong? Tapi kalau inget episode awal kok malah gitu? Diawal episode ada keterangan Seoul, 1998 dan beberapa adegan kemudian Euntak lahir. Aku agak bingung jadinya dengan timeline waktunya. Apakah aku salah baca atau ada yang terlewat. Mungkin ada yang terlwat denganku, tapi saat Euntak masuk universitas, ada keterangan Maret 2017. Ah mungkin yang bikin sub nya typo kali yaaa pas Euntak meninggal. Lalu berapa tahun setelah tugas Wang Yeo selesai, Wang Yeo dan Sunny bereinkarnasi menjadi manusia? Ratusan tahun kah? Kayaknya sih enggak melihat dari sekretaris Kim sudah tua, tapi mereka sudah hidup. Perkiraan ku sekitar 30 tahun an, tapi entahlah. Kelihatannya sih ada beberapa detail yang terlewatkan. Terus ada beberapa cameo kecil yang tampil terus tampil lagi dalam versi lain, jadi agak sedikit membingungkan kurasa.

Baca lebih lanjut

[REVIEW] YONGPAL & WHO ARE YOU : SCHOOL 2015

Sebenarnya dua drama ini sudah kutonton dari akhir tahun 2015 lalu. Aku berniat membuat reviewnya tapi berhubung masalah waktu, jadi keburu lupa dan males. Aku memutuskan untuk menulisnya karena kedua drama ini tayang di salah satu tv swasta. Ya aku ingin memberikan sedikit gambaran saja bagi yang ingin menonton kedua drama ini di tv, tapi berhubung udah rada lama nontonnya jadi agak lupa-lupa ngat gitu. Jadi kalau ada yg missing gimana gitu, maafkan. A little spoiler : ga rugi kok nonton kedua drama ini hihihi.

Yongpal

Genre : Medical drama, Romance, Thriller, Mellodrama

Kesan : Gila!!! Sumpah ini tuh drama yang semua karakternya, bahkan sampai pemeran utamanya juga ikutan gila! Sakit jiwa semua karakternya. Menghalalkan segala cara agar tujuan mereka tercapai. Emosi setiap adegannya apalagi menuju ending. Salah satu drama 2015 yang seru!

The Interest thing : Drama ini sanggup membawa emosi penonton ikut ke dalamnya. Aku macam emak-emak yang nonton sinetron suka emosi sendiri kalau lihat tokoh jahatnya. Nah aku persis kayak gitu. Emosi sendiri, bahkan sama karakter utamanya pun ,Han Yeojin yang ikutan gila juga. Aku suka sih pesan yang aku tangkapa adalah “balas dendam akan menimbulkan balas dendam yang lainnya”, dan itu memang benar terjadi di drama satu ini. Ide ceritanya juga unik, dimana ada orang yang sengaja dibuat koma dan membiarkannya “terpenjara”, lalu sang penyelamat seorang dokter bedah yang melakukan panggilan untuk mengobati para kriminal. Menurutku ide dasarnya bisa dikatakan jarang ada di drama-drama korea biasanya. That’s why this drama got high rating.

The Bad Thing : apa ya? Paling kurang sesuai judul drama dengan isi ceritanya. Kisah Kim Taehyun sebagai Yongpal hanya dibahas diawal-awal. Pekerjaannya sebagai Yongpal harus terhenti karena ketahuan oleh Lee Hojoon, yang memanfaatkan kemampuannya. Drama ini lebih berfokus pada kisah keluarga Han Yeojin dan juga balas dendamnya. Jadi judulnya kurang cocok sih menurutku. Lalu kisah cinta Yeojin dan Taehyun terasa terlalu cepat, enggak ada prosesnya menurutku tiba-tiba jatuh cinta weh dan ciuman. dan ada satu hal lagi yang kurang. That chemistry!

Chemistry & Akting : Masalah akting enggak usah diragukan lagi deh Joowon memang selalu juara, Kim Taehee bermain dengan bagus,. Aku tak masalah dengan akting dia. Pemain yang lain pun bermain dnegan baik dan nyaman untuk ditonton. Nah masalah salah satu the bad thing in this drama is chemistry. Aku suka adegan manis mereka, suka banget ama perhatiannya Taehyun yang benar-benar sayang pada Yeojin dan ingin menghentikan semua balas dendam itu, tapi the problem is chemistry. Entah kenapa chemistry mereka tidak terlalu bagus. Beras akurang. I don’t know why, but berasa ada yang menjaga jarak. Entah Joowonnya entah Kim Taeheenya. Yang jelas aku merasa seperti ada jarak seperti karena Taehee sudah punya Rain, jadi mungkin Joowon merasa tak enak, atau Taehee sendiri merasa tak enak jadi jaga jarak. Jadi ya boro-boro ngeship, karena chemistrynya kurang. Mungkin seperti yang tadi kubilang, mungkin karena proses jatuh cinta mereka kilat, jadi kurang terbangun chemistrynya.

Second lead syndrome : nope.. there’s no second lead in this drama. It’s talk all about revenge and wealth,

Ending : Agak open ending sih… tapi buat aku cukup sih endingnya. Memang agak ngeganal tapi aku merasa cukup puas karena ya terjawab pertanyaan-pertanyaan kita. Mungkin agak sebal karena scene terakhirnya hanya begitu saja, tapi aku sudah dapat memastikan kalau Yeojin mau meninggalkan balas dendam dan juga kekayaannya demi hidup bahagia dengan Taehyun, dan satu yang pasti Yeojin tetap hidup. Ia selamat dari penyakit livernya. Hal itu terbukti di scene terakhir, dimana mata Yeojin kembali terbuka setelah dioperasi. Penulis membiarkan kita berimajinas dengan akhir ceritanya, tapi bagiku, imajinasi yang tampil ya, mereka hidup bahagia bersama dengan klinik kecil milik Taehyun.

Rate : although it’s a little makjang it’s really good and nice. 4 stars from 5 stars for this drama. High recommended

Verdict : Hati-hati ikutan sakit jiwa juga sama semua karakternya.

Who Are You : School 2015

Genre : Romance, School life, Drama, Teen, with a little mystery Baca lebih lanjut

[REVIEW] ONE MORE HAPPY ENDING ; NIGHTMARE TEACHER

I just finished 2 drama in one week, but I don’t have much time to write a review. Jadi kemungkinan kalian akan sering melihat review drama ku dalam format sepeti ini. Kalau ada drama yang amat menarik untuk ku bicarrakan panjang lebar, pasti akan ku review dengan versi panjang seperti review-review ku sebelumnya, tapi jika tidak ada dua kemungkinan. Akan ku review dalam bentuk panjang jika ku ada waktu, jika tidak akan kubuat review dengan format seperti ini. Semoga kalian tetap menikmatnya ya ^^. So check this out guys….

One More Happy Ending

Genre : Romance, Comedy

Kesan : Standar romcom korea sih, dimana awalnya lucu banget kesinisininya jadi serius, simple ceritanya enggak ribet. Sanggup mengocok perut karena beberapa kekonyolan seperti saat Mimo dan Soohyuk mabuk dan menikah, dibikin diabetes kelaukuan manis Haejoon ke Mimo, merasakan baper dengan persahabatan para anggota angels, dan masih banyak adegan lain yang menarik.

The interest thing : cerita para pemeran pendukungnya, yaitu teman-teman Mimo para anggota Angels. Hubungan percintaan mereka menarik untuk disimak, seperti perjuangan Dajung untuk mempertahankan rumah tangganya dengan Gunhak, Aeran yang baru menikah kehilangan kepercayaan dengan suaminya yang playboy, Dongbae, dan juga Dongmi yang sudah berumur 34 tahun belum menikah dan selalu unlucky dengan masalah percintaan. Mereka semua memiliki cerita masing-masing dan menarik untuk diikuti.

The Bad Thing : Kurangnya dari drama ini tuh, kan drama ini uga menceritakan para pemain pendukungnya, tapi sayangnya screen time mereka terlalu sedikit dan kurang dikupas cerita kehidupan mereka. Kalau dikembangkan akan menarik tuh. Seperti gimana sih awlanya Aeran dan Dongbae bertemu, lalu perasaan Gunhak saat Dajung menyerah dan terkena kanker, dsbnya. Pertengahan episode agak membosankan menurutku, apalagi saat hubungan cinta segitiga mereka yang makin rumit dan greget sama Mimonya. Untungnya saat sudah tidak begitu rumit lagi, cerita ni menjadi kembali lagi “hidup”.

Chemistry & Akting : Berhubung pemainnya termausk yang pemain senior lah dan matang, maka dari itu aktingnya enggak usah diragukan. Jung Kyungho dan Jang Nara memang ciamik dan ya bisa dikatakan salah satu master aktor dan aktris romcom, jadi akting mereka bagus dan hidup. Chemistry antar pemainnya juga bagus, terutama para tokoh utama. Mesranya dapet banget walau agak kekanakkan sih. Ya namanya juga orang jatuh cinta. Makanya drama ini nyaman ditonton juga karena akting pemainnya bagus-bagus.

Second lead syndrome : Yes, definitely yes! Oh my Goo Haejoon =(. Dia cukup mengagumkan dengan sikap manisnya dan ampun nggak kuat kalau sudah liat dia senyum. Jatuh hati adek sama abang Kwon Yul. Sedih bsnget saat lihat dia merasa frustasi akan kisah cinta rumitnya dan pada akhirnya dia harus melepas, tapi at least Haejoon sempat memiliki Mimo dan hubungan mereka saat itu memang tulus adanya. Wajar sih Mimo berpaling juga karena Soohyuk ebih mengerti dan langsung bertindak, sedangkan Haejoon itu terlalu self centered. Lagipula hubungan mereka terlalu cepat juga. Duh setelah melihat drama ini rasanya ingin melihat Kwon yul menjadi first lead setelah di Let’s eat 2  dan disini menjadi second lead yang tersakiti dan sempat memiliki. Sayang kan cowok seganteng dan seberbakat dia enggak dijadikan first lead. *sory for being biased, because his appearance is my type. He has cute and baby face also sweet smile wkwkwk*

Ending : Ya standar romcom juga, dan sesuai judulnya, semuanya memiliki akhir yang bahagia dengan kebahagian masing-masing. Mereka semua menemukan pasangannya masing-masing, bahkan Yeonsoo yang merupaan mantan istri Haejoon juga menemukn passangannya. Untukku sih akhri cerita drama ini cukup sih, enggak jelek tapi enggak memukau juga, nice lah, setidaknya enggak gantung dan puas. Mungkin ada yang cukup kecewa karena Haejoon dan Yeonsoo enggak balikan, tapi aku dari awal juga enggak ingin mereka kembali. Hubungan mereka itu dari awal juga seperti lebih ke teman, apalagi setelah cerai. Yeonsoo yang sudah hidup bersama mengerti Haejoon dan selalu memberi saran. Hubungan mereka ini mengingatkanku pada karakter dr. Gook dan dr. Shim di drama Emergency Couple. Kesamaan mereka adalah sama-sama pasangan dokter yang kini sudah menjadi mantan dan juga yang hubungan dr. Gook dan dr. Shim setelah putus seperti teman, dimana dr. Shim selalu memberi saran. Sama seperti Yeonsoo yang memberi saran pada Haejoon, makanya meihat hubungan mereka aku berharap mereka tak kembali rujuk dan tetap menjadi teman baik, karena itu hal yang baik bagi mereka.

Rate : 3,5 bintang dari 5 bintang

Verdict : Setiap orang berhak memiliki kesempatan kedua dan merasa bahagia dengan jalannya masing-masing!

Baca lebih lanjut