[REVIEW] CHICAGO TYPEWRITER

Hobi nonton drama tuh, jadi bikin segala drama ditonton.berhubung segalanya ditonton, jadi sudah banyak ragam cerita, alur, dan genre yang kutonton. Hal ini membuatku jadi memiliki ekspetasi yang lebih tinggi setiap ada drama baru. Akibatnya, tingkat kepuasanku pada suatu drama jadi agak sulit. Menurut orang-orang rame banget, menurutku ya rame koook. Akhir-akhir ini aku jarang kena withdrawal syndrome drama. Banyak drama yang menarik, rame, tapi cuman sedikit yang bikin aku amat berkesan pada drama itu. akhirnya ada sebuah drama yang bikin aku masih selalu terbayang-bayang setiap adegannya. Melihat pemainnya sebagai karakter drama tersebut, dan kalau ingat adegannya masih merasa emosi yang menyayat. Aaah… Chicago Typewriter when it’s end, I feel so lost…

Drama berjumlah 16 episode ini mengusung genre fantasy romance yang cukup berbeda dari drama biasanya. Bukan hal yang baru sih.. tapi idenya cukup segar. Drama ini menceritakan seorang penulis bestseller Han Seju yang selain pandai dalam menulis, Ia juga memiliki wajah tampan layaknya selebritis sehingga membuatnya memiliki banyak fans. Salah satunya adalah Jeon Seol yang sudah menjadi fans Seju semenjak Seju belum jadi penulis ternama. Suatu hari Seju pergi ke sebuah kafe di Chicago untuk acara perilisan buku terbarunya. Di kafe tersebut terdapat sebuah mesin tik tua yang berasal dari korea yang menarik perhatiannya, namun sang pemilik kafe tidak mau menjualnya pada Seju. Malamnya, mesin tik tersebut memiliki kekuataan magis, dimana Ia engetik sendiri meminta untuk dikirimkan pada Seju. Mesin tik itu pun tiba di korea dan diantarkan oleh Seol kepada Seju. Disanalah Seol dan Seju saling mengenal. Semenjak kedatangan mesin tik tersebut, baik Seju maupun Seol memiliki mimpi aneh mengenai kehidupan saat jaman revolusi korea 1930. Seju pun memutuskan untuk membuat mimpinya menjadi cerita novel. Sayangnya karena banyaknya tekanan yang terjadi dan juga mimpi yang terasa nyata, membuatnya sulit menulis. Ia pun memutuskan untuk berhenti menulis, sampai tiba-tiba kantor penerbitnya menelepon jika naskah yang Seju buat sudah masuk. Seju yang merasa tidak membuat naskah itu pun bingung, sampai akhirnya dia menemukan ada orang lain yang menjadi ghostwriter dirinya, Yoo Jinoh. Jinoh, Seju, dan Seol pun ternyata memiliki hubungan di kehidupan sebelumnya.

Aku saat membaca plot awalnya langsung merasa tertarik. Aku penasaran dengan kehidupan penulis, aku ingin tahu seperti apa. Lalu ditambah erita tentang reinkarnasi dari tahun 1930. Aku belum pernah nonton drama yang berlatarkan cerita zaman revolusi dimana jepang sedang menduduki korea. Mana yang mainnya top semua Yoo Ah-in, Im Soojung, dan Go Kyungpyo kesayangan. Mereka semua dikenal dengan akting yang bagus-bagus. Jelas makin tertariklah aku menontonnya. Penulis drama ini juga, merupakan penulis drama Kill Me Heal Me yang menjadi salah stu drama kesukaanku. Kurang alasan apalagi coba buat nonton drama satu ini.

Aku enggak menyesal telah menginvestasikan 16 jam lebih waktu dalam hidupku untuk nonton drama ini. Drama yang indah, cerita yang menarik. Kisah cinta yang dibawakan secara unik. Setiap episode selalu menjadi lebih baik dan baik. Awal cerita yang enggak tertebak dan mengejutkan. Ya lumayan lah plot twistnya agak enggak tertebak. Aku pikir unsur fantasinya hanya ada pada kisah reinkarnasi saja, tapi ternyata pada karakternya juga. Agak horror sedikit sih, tapi tidak menakutkan kok.

Aku jujur cukup kaget dengan kenyataan Jinoh sebagai ghostwriter adalah ghostwriter secara harfiah, bukan konotasi. Soalnya benar-benar enggak terbaca kalau Jinoh itu hantu. Awalnya kita mengira Jinoh adalah kiriman dari Gal Jisuk, tapi ternyata bukan, disitu aku mulai bertanya-tanya. Aku agak curiga saat Seju bilang style Jinoh terlalu tua dan saat Jinoh bilang dia jatuh cinta pad apandangan pertama dengan Seol saat di bandara setelah kedatangannya dari Amerika. Cuman aku mengabaikan fakta itu. mungkin yang lebih ngeh pasti sudah curiga kalau Jinoh itu hantu.

Kisah cinta yang unik karena dbalut dengan cerita kehidupan mereka sebelumnya di tahun 1930an. Kita jadi penasaran dengan apa yang terjadi pada tahun 1930an itu. Apa yang takdir buruk yang terjadi pada mereka. Lalu juga kenapa bisa Jinoh terjebak di mesin tik selama 80 tahun lebih. Cerita pada masa lalu itu benar-benar bikin penasaran, dan yang bikin bumbu cerita makin menarik. Aku benar-benar menikmati setiap menit yang ada di drama ini. Konflik yang rollercoaster antara tahun 30an dan masa kini benar-benar menjadi kekuatan drama ini. Cerita tahun 30an nya menjadi sayuran segar dan tidak membuat cerita monoton.

Kenapa aku bilang kisah cinta yang unik. Soalnya sebenarnya ini drama romance, tapi kita dibawa dengan kisah masa lalu, dimana di masa lalu mereka tidak dapat bersatu. Kisah tahun 1930an nya benar-benar menyayat hati. Makanya di masa kini mereka membayar itu semua. Seju yang kebingungan perasaan berdebar yang muncul apakah karena Seol atau karena Ryu Suhyeon. Seol yang ngefans parah tapi berubah menjadi sebal akrena sikap Seju yang plin plan. Aku benar-benar menikmati proses jatuh cinta mereka. Dimana Seju yang sudah tertarik tapi merasa tak yakin dan gengsi. Pada akhirnya saat Ia harus menjaga Seol akibat persyaratannya dengan Jinoh, dia benar-benar menikmati waktunya bersama Seol dan sadar akan rasa cintanya pada Seol. Seol yang memang memimpikan menjadi istri seorang penulis pun jelas enggak bisa menolak perhatian Seju. Walau disatu sisi ada yang merasa patah hati, Jinoh. Lucu sih melihat Seju yang enggak pernah berkencan, dia berapa kali bikin kesalahan, tapi selalu berhasil menutupinya dengan baik. Seju yang benar-benar tidak menutupi rasa cintanya. Seperti kata Sekretaris Kang, Seju benar-benar seperti anjing Pavlov jika sedang jatuh cinta.

Persahabatan antara Seju jinoh dan juga Seol baik di masa kini atau masa lalu sebagai Seo Hwiyoung, Shin Yool, dan Ryu Suhyeon bikin drama ini makin sedap. Kalau di masa sekarang Seju awalnya menolak kehadiran Jinoh sebagai ghostwriternya lama-lama jika Jinoh tak ada Ia merasa khawatir. Persahabatan juga terjalin pada akhirnya. Aku senang Seol akhirnya bisa melihat Jinoh sehingga mereka bertiga bisa hangout bareng tanpa masalah. Kisah persahabatan di tahun 30an juga benar-benar teruji dengan baik. Mereka saling solid dan percaya satu sama lain. Walau terdapat kisah cinta segitiga, tapi mereka, terutama Hwiyoung berusaha memendamnya demi kemerdekaan Joseon. Indah banget lihat kisah persahabatan mereka. Walau padda akhirnya Yool “mengkhianati” karena rasa cintanya pada Suhyeon, tapi Hwiyoung tidak mempermasalahkannya. Ia mengerti mengapa Yool melakukan hal itu. Ia malah tidak merasa dikhianati. Begitu juga dengan Yool yang merasa bersalah, dia pun rela dibunuh Suhyeon untuk menebus “dosa”. Suhyeon memang marah pada Yool, tapi dia juga merasa bersalah dan mengerti. Ia tetap harus membunuh Yool karrena mengkhianati aliansi pemuda Joseon. Makanya saat mau membunuh dia tak yakin. Pas bagian ini benar-benar emosional banget. Hati benar-benar teriris. Tragis tapi entah kenapa aku merasa ini indah juga.

Baca lebih lanjut

[REVIEW] INDIVIDUALIST MS. JIYOUNG

INDIVIDUALIST MISS JIYOUNG

Berhubung ini mini drama jadi ku buat review singkat saja yaaa karena bingung sih mau bahas mendalam, enggak banyak yang bisa dibahas secara mendalam, tapi kalau enggak direview rasanya greget karena ini merupakan salah satu mini drama layak tonton. Berhubung aku sudah nontonnya berminggu-minggu lalu, jadi mungkin ada beberapa bagian yang enggak ke recall. Jadi harap maklum. Hope you enjoy it.

Genre : Romance, Drama

Episode : 2

Why I Watched : My puppy Gongmyung!! Plot awalnya juga terlihat menarik sih tentang orang yang individualis dan orang yang dependant banget sama orang lain.

Kesan : another heartwarming story. Wonderful Jadi berusaha (lagi) untuk memahami orang yang meemiliki trauma atau mental disorder

The interest thing : cerita yang female centrist ditambah karakternya enggak umum. Jiyoung punya rasa trauma yang bikin dia menjadi orang yang individualis. Awalnya kita pasti bakalan sebal dengan Jiyoung yang benar-benar enggak mau sama sekali berhubungan dengan manusia. Namun setelah kita tahu rasa sakitnya, kita benar-benar bersimpati, dan bisa merasakan emosi yang Ia rasakan. Begitu juga dengan karakter Byuksoo yang berbanding terbailk dengan Jiyoung. Byuksoo yang selalu ketergantungan dengan orang lain terlihat menyebalkan, tapi saat kita tahu juga rasa sakit yang harus Ia alami, lagi-lagi bikin kita simpati. Tokoh dan emosinya itu loh terasa nyata. Mereka saling melengkapi, memahami dan mengajari satu sama lain. Drama yang benar-benar bikin kita enggak mencap orang sembarangan. Orang seperti Jiyoung memang butuh bantuan orang lain, bukan untuk dijauhi. Byuksoo berani mencoba mendekatkan diri pada Jiyoung. Hubungan yang mereka jalin lama-lama dapat merubah diri mereka. Cara storytellingnya benar-benar bikin kita larut dalam emosi yang ingin disampaikan.

The Bad Thing : Apa yaaa. Aku rasa sudah cukup sih, ya paling masalah chemistry agak kurang dan cepatnya proses perubahan Jiyoung saat berkencan dengan Byuksoo. Tapi itu hal yang ku tolerir mengingat durasi hanya 2 jam saja.  sayang sih cuman mini drama saja, tapi kalau dipanjangin lagi episodenya, kayaknya bakalan enggak banget hehehe. Cerita mace mini memang cocok 2 episode saja.

Chemistry & Akting : chemistrynya kurang berasa sih tapi aku masih bisa merasakan musim semi saat melihat mereka bermesraan. Untuk akting Min Hyorin enggak wow sih, tapi disini iya bisa memerankan Jiyoung dan menyalurkan emosinya dengan baik. Begitu juga dengan Gongmyung yang memperlihatkan lagi potensinya sebagai aktor. Untuk ukuran mini drama, akting mereka sebagai lead cukup sih.

Second lead syndrome : mini drama macam ini takkan ada waktu untuk SLS. Second leadnya mantan masing-masing sih, enggak deh. They’re worst, mainly jiyoung’s ex.

Ending : puas sih, walau agak open ending tapi menuju arah happy ending sih. sStelah jujur dan berdamai dengan diri sendiri Jiyoung terlepas dari insomnianya dan juga mulai membuka diri. Sesi konselingnya pun dapat berakhir dengan baik. Perpisahannya dnegan Byuksoo, mebuat Jiyoung belajar banyak dan dapat menjadi pribadi yang lebih baik. Aku senang Byuksoo benar-benar memberi waktu pada Jiyoung agar bisa berubah dan memahami diri sendiri. Mereka berpisah untuk menjadi pribadi lebih baik dan saat mereka bersatu, hubungan mereka akan semakin berkualitas. Suka banget sama cara Byuksoo tetap mengawasi Jiyoung dengan caranya sendiri. Pertemuan kembali mereka juga sederhana tapi indah.

Rate : 3,85 dari 5 poin. Amazing drama

Verdict : understanding each other isn’t a bad thing

[REVIEW] WHISPER

Sebelum aku mulai reviewnya, aku mau sedikit curhat dulu. Oke sekarang aku mau jujur. Aku akhir-akhir ini, eu lebih tepatnya setahun lebih kebelakang sedang mengalami semacam writer’s block. Hal ini sudah beberapa kali aku ungkit sih, cuman kalau kemaren-kemaren aku berusaha mengabaikan. Berasa gengsi saja, lebih tepatnya malu sih. Penulis amatiran ngak-ngaku writer’s block, tapi ya nyatanya aku jadi agak kesulitan menulis dan merangkai kata-kata. Sebenarnya ide yang mau aku tulis itu bejibun banget. Serius deh, tapi entah kenapa susah banget direalisasi dalam bentuk tulisan. Ketika sudah buka word, aku sering bengong untuk memulai. Kalau udah bingung trus ujung-ujungnya malas. Makanya aku enggak mau mengakui writer’s block, karena lebih tepatnya mungkin kemalasan memamng sudah terlalu menjangkitku dan pada akhirnya bikin sulit nulis.

Hal paling aku bikin sulit nulis adalah menentukan awal. Aku sudah tahu apa saja isi yang mau aku tulis, tapi aku enggak tahu harus mulai dari mana. Sebuah tulisan tentunya biasanya butuh kalimat pengantar alias pembuka, dan itu yang sering bikin aku bingung. Aku ingin mencoba ssesuatu yang beda, tapi pasti gitu-gitu lagi pembukanya. Monoton enggak sih rasanya? Setiap mau nulis review terutama, aku bingung mau bikin paragraf pengantar dari mana. Kalau kalian sudah pernah baca semua review aku, kalian pasti merasa kalau pembuka aku gitu-gitu saja, karena jujur aku bingung. Nampaknya aku masih butuh latihan, dan masih pada tahap coba-coba, seperti tulisan review kali ini.

Tulisan review kali ini aku buka dulu dengan curhatan yang sebenarnya enggak ada nyambungnya sama isi review. Cuman mungkin ke depannya aku bakalan bikin pembuka dari curhatan, kalau enggak ya balik lagi seperti biasa hahahaha. Maafkan ketidak konsistenan hamba. Kita lihat nanti ya apakah pembukaku masih gitu-gitu saja atau ada perubahan. Kali ini mood aku cukup bagus untuk nulis. Beberapa hari kemaren aku baru menyelesaikan sebuah drama yang baru beres tayang sekitar 2 minggu lalu. Langsung aku babat habis dalam 2 hari. Aku ingin berbagi perasaan aku mengenai drama Whisper ini dengan kalian.

Drama Whisper merupakan drama bergenre legal thriller, politic, drama minim romance yang berjumlah 17 episode. Drama ini menceritakan tentang Lee Dongjun seorang hakim yang sudah 10 tahun berkarir dan dikenal tentang keadilannya. Disuatu persidangan, Ia menjatuhkan hukuman yang cukup berat pada anak seorang ketua mahkamah agung atas tindak penggelapan dana. Tak berselang lama dari persidangan tersebut, diadakan peninjauan kembali apakah hakim-hakim yang bertugas layak diangkat kembali atau tidak. Sidak itu diketuai oleh ketua MA dengan juri-jurinya. Akibat dendam pribadi ketua MA dan juga juri-juri yang kerabatnya pernah dihukum oleh Dongjun, karir kehakiman Dongjun terancam. Disaat yang sama Ia diminta oleh ayahnya yang seorang presdir RS Hangang, dr Lee Hobeom utuk menikahi anak dari CEO firma hukum terbesar Taebaek, Choi Ilhwan. Hobeom membutuhkan Ilhwan untuk menutupi kejadian malpraktek dan juga urusan hukum mengenai bisnis rumah sakitnya. Ilhwan membutuhkan Dongjun karena kecermatan dan kesamaan nasib.Ia berharap Dongjun memiliki ambisi yang sama dengannya sehingga dapat meneruskan Taebaek dengan baik. Namun Dongjun menolak permintaan untuk menikahi anak Ilhwan, Choi Suyeon. Akibat tekanan pengangkatan kembali hakim, Dongjun terpaksa menyetujui pernikahan tersebut. Selain menyetujui pernikahan, Dongjun juga diminta untuk membacakan putusan sidang yang telah dibuat Choi Ilhwan. Sidang tersebut merupakan kasus pembunuhan seorang reporter Kim Sungsik dengan terdakwa Shin Changho yang juga rekan kerjanya. Tentu saja pembunuh sebenarnya bukan Shin Changho. Kasus ini sebenarnya melibatkan sebuah kasus yang lebih besar lagi dimana orang-orang Taebaek terlibat. Putri Shin Changho yang merupakan polisi, Shin Youngju berusaha membuktikan ketidakbersalahan ayahnya. Ia mencoba menyerahkan bukti yang didapat pada Dongjun, karena Ia percaya pada Dongjun yang takkan mengabaikan bukti konkret. Sayangnya akibat tekanan, Dongjun berkhianat dan menyatakan Changho bersalah sesuai perintah CEO Choi. Youngju yang marah pun berusaha menjebak Dongjun agar Dongjun mau bekerja sama dengannya untuk menangkap pelaku sebenarnya dan meruntuhkan Taebaek yang busuk didalamnya.

Wah gila nulis plot awalnya saja sudah ribet banget. Seperti yang terlihat yang diplot awalnya drama ini memang ribet, padahal sebelumnya aku udah bilang kalau aku enggak mau nonton drama yang berat. Cuman, hei di drama ini ada Lee Sangyoon, Lee Boyoung, dan ahjussi rasa oppa ku, Kwon Yool!. Pas tahu Lee Boyoung comeback setelah 3 tahun vakum, terus ditambah reuniannya sama Lee Sangyoon setelah My Daughter Seoyung, plus ada Kwon Yool. Nikmat Tuhan mana yang kamu dustakan!!! Wkwkwk. Aku suka Lee Sangyoon semenjak Liar Game, tapi masalahnya drama dia setelah itu enggak ada yang menarik perhatianku. Pas baca plot awalnya aku agak males karena pasti bakalan penuh intrik antara orang berkuasa dan orang berduit. Cuman legal drama tuh salah satu genre favoritku. Lalu ditambah pemain yang bagus-bagus, jadi kenapa enggak dicoba?

Aku enggak nyesel sih ngikutin drama ini. Waah gilaaa memang legal drama memang selera aku. Ditambah disuguhkan dengan konflik yang solid. Konflikny itu loooh mantap jiwa. Sekalinya nonton drama ini, enggak bisa berhenti. Nagih abis. Selesai satu episode, rasanya enggak sabar buat lanjut ke episode selanjutnya. Cuman butuh 2 hari untuk menyelesaikan drama ini. Kalau aku enggak inget buat tidur kayanya bakal aku lahap sehari saja.

Konflik yang intense antar tokoh yang bikin ketagihan. Kita bakalan penasaran dengan apa yang selanjutnya terjadi. Setiap tokoh punya strategi dan rencana masing-masing yang sama-sama kuat. Disaat kita mengira  rencana protagonis akan berhasil ternyata rencana antagonis jauh lebih matang. Menariknya lagi pertarungan pun tidak hanya terjadi antara pihak protagonis versus antagonis, tapi juga perseteruan antara masing pihak juga ada konflik tersendiri. Apaagi diawal-awal konflik antara Dongjun dan Youngju cukup kuat ya. Mereka merasa bahwa mereka dan rencana yang dijalankan merupakan jalan terbaik. Youngju seringkali menentang rencana Dongjun karena Dongjun lambat dan lebih menguntungkan dirinya dan Taebaek, sedangkan Youngju ingin Taebaek runtuh.

Drama ini memang bergenre legal drama, tapi menurutku legalnya enggak terlalu berasa. Dunia hukum hanya menjadi latar belakang, karena konfliknya sendiri lebih ke pertarungan sesama tokoh seperti yang aku bilang sebelumnya, dibandingkan pertarungan di dunia hukumnya, walau tetap ada kok kasus hukum yang diangkatnya. Cuman pembuktian kasus itunya lebih disajikan dnegan konflik antara orang berkuasa, orang beruang, dan orang yang tidak punya keduanya. Kalau kalian nonton kalian akan benar-benar merasakan konflik yang solid. Kalian yang suka sama drama yang konfliknya berat, kuat, dan greget dijamin bakalan menikmati drama ini.

Konflik yang intense juga bikin banyak plot twisted di dalamnya. Aku berapa kali terkejut dengan rencana tidak terduga yang hadir di alur cerita. Serius aku baru sekarang lagi nonton drama yang penuh dengan plot twisted. Hampir di setiap episode ada. Mengingat alur drama ini memang cepat, jadi disetiap episode memang ada rahasia tersembunyi yang terkuak, sehingga jadi yaw ajar sih jadi banyak plot twisted. Anehnya banyaknya plot twisted ini enggak bikin aku capek sama drama ini. Yang ada malah makin nagih dan enggak sabar buat ngeberesin drama ini. Whisper ini kan penulisnya sama kayak drama Punch. Buat yang sudah nonton Punch, bakalan terbiasa sama plot twisted drama ini. Polanya katanya sih masih sama kayak di Punch. Berhubung aku belum nonton Punch, aku jadi belum bisa berkomentar mengenai hal itu. cuman ya berdasarkan opini yang sudah nonton keduanya, mereka sudah enggak aneh lagi dengan plot twisted yang ada. Buat yang belum nonton Punch, hal itu akan menjadi akan jadi kejutan yang bikin jantung excited, seperrti yang ku rasakan saat nonton ini. Oh iya ngomongin Punch, Whisper dan Punch ini ternyata 1 universe, karena nanti di episode terakhir aka nada cameo dari pemain Punch.

Lagi-lagi kalau drama yang menceritakan mengenai lapisan masyarakat kalangan penguasa, aku merasakan realita. Disini juga diperlihatkan hukum yang tajam ke bawah tapi tumpul ke atas. Banyak rekayasa kasus yang terjadi, dan aku juga jadi teringat akan beberapa kasus besar di Indonesia. Di Taebaek sendiri kan terjadi kasus mega korupsi yang melibatkan banyak pihak, nah hal ini mengingatkan ku pada kasus e-ktp yang sedang bergulir. Kasus ini juga sama melibatkan banyak pihak dan banyak juga yang belum terungkap. Realita yang dirasakan makin berasa dengan karakter para tokohnya. Aku merasa semua tokohnya itu abu-abu. Enggak ada yang tegas putih ataupun hitam. Seperti dikehidupan nyata. Banyak orang baik tapi karena keadaan terdesak mereka bisa merusak prinsip mereka dan berubah berbuat kejahatan. Begitu juga dengan orang jahat, biasanya karrena keadaan dan mereka masih memiliki sisi manusiawinya. Paling terasa keabuan karakternya jelas sih pada Dongjun. Dia hakim yang tidak akan mengabaikan bukti nyata, tapi karena posisinya terancam Ia pun jadi mengabaikan fakta tersebut. Kalau dari sisi antagonis ada Suyeon yang berusaha mengendalikan Jungil, tapi pada akhirnya menyerahkan bukti karena demi kesehatan mental ibunya. Setiap orang pasti memiliki sisi terang dan gelapnya, dan di drama ini digambarkan dengan baik karakter tersebut.

Baca lebih lanjut

[REVIEW] VOICE

Ketika memiliki kelebihan pada salah satu panca indera, kerap kali menjadikan orrang tersebut superhero. Kelebihan tersebut dapat menolong banyak orang, bahkan disaat genting, karena kelebihan yang seseorang miliki dapat menyelamatkan nyawa seseorang. Salah satunya adalah kelebihan pada pendengaran super yang dapat mendengar suara berbagai desibel dan jenis. Kelebihan itu tersebut digunakan untuk menolong banyak orang seperti dalam drama Voice.

Drama bergenre thriller, mystery, crime ini menceritakan seorang polisi divisi pembunuhan, Moo Jinhyuk yang kehilangan istrinya, Heo Jihye karena dibunuh. Sayangnya pembunuhan istrinya itu meninggalkan banyak jejak misteri, sehingga Ia merasa bersalah dan marah. Di satu sisi kasus pembunuhan istrinya itu terjadi secara langsung karena kelalain petugas layanan panggilan darurat 112. Salah satu petugasnya, Kang Kwonjoo merupakan salah satu saksi, karena dia mendengar suara percakapan Jihye dengan pembunuhnya. Beberapa menit kemudian, ayahnya, Kang Gookhwan juga dibunuh oleh pembunuh yang sama. Kwonjoo memiliki kemampuan dapat melihat suara. Dia dapat mengetahui berbagai jenis barang dan lokasi hanya dengan mendengar suaranya saja. Saat tersangka yang diduga membunuh Jihye dan Gookhwan tertangkap dan menjalani persidangan, Kwonjoo bersaksi jika tersangka yang dipersidangan bukanlah pelakunya, karena suaranya berbeda. Tersangka tidak memiliki suara dari gemertak rahang, sedangkan pelaku memiliki suara tersebut. Hanya saja tidak ada bukti yang menguatkan pernyataan Kwonjoo karena seseorang telah memanipulasi bukti. Akhirnya Kwonjoo dituduh bekerja sama dengan tersangka. Akibat hal itu, Jinhyuk menjadi dendam dengan Kwonjoo. Semenjak kejadian itu, Kwonjoo pergi ke Amerika untuk belajar memperkuat kemampuannya dalam menganalisis suara. Tiga tahun setelah kejadian, Ia kembali ke Korea dan menjabat sebagai kepala bagian divisi layanan panggilan darurat. Agar kejadian tiga tahun lalu tidak terulang lagi, Ia memutuskan membentuk tim Golden Time, atau waktu genting. Dimana setiap mendapat panggilan darurat, bukan polisi patrol yang terjun ke lapangan, tim nya lah yang langsung terjun ke lapangan untuk menyelesaikan kasus dalam jangka waktu genting, Kwonjoo merekrut Jinhyuk kedalam tim nya. Mulanya Jinhyuk menolak keras, tetapi hatinya terketuk karena ini mengingatkan pada istrinya, dan juga begitu mengetahui kemampuan Kwonjoo, Jinhyuk mau bekerja sama. Selama mereka bekerja pada tim golden time, mereka juga berusaha memecahkan kasus 3 tahun lalu yang masih menjadi misteri.

Awalnya aku ragu untuk nonton drama ini, karena aku terus-terusan nonton drama dengan tema yang cukup berat, tapi dalam lubuk hati,, aku tertarik karena plot awalnya menarik tentang emergency call center. Cuman saat drama ini on going, aku memilih untuk menonton yang lain. Saat drama ini sudah selesai tayang, beannies banyak yang bilang drama ini bagus, begitu juga dengan teman-temanku menyuruhku untuk menonton drama satu ini. Akhirnya pertahananku runtuh, langsung menyalin file drama ini dari laptop teman ke laptopku, dan langsung kuhabiskan dalam waktu 2 hari.

Kesanku pada drama 16 episode ini adalah wow! Nagih banget, dan menegangkan dan rasa penaasaran terus menghantui selama belum menyelesaikan drama ini. Drama yang seru dan bikin greget. Dia memiliki cerita yang padat, memalingkan pandangan satu scene saja, dijamin harus putar balik lagi biar ngerti. Banyak adegan yang terlihat sepele ternyata merupakan kunci dari kasus tersebut. Nonton drama ini tuh rasanya enggak mau berhenti. Tanpa sadar aku juga terus lanjut ke episode selanjutnya. Kalau aku enggak inget tidur, dan laptop panas, kayaknya aku bakal ngeberesin ini dalam waktu sehari, karena saking serunya dan penasaran. Apa sih yang bakalan terjadi selanjutnya?

Drama criminal seperti ini memang saluran OCN dapat dipercaya. Drama ini tidak mengecewakan, dan masalah twist, drama-drama OCN memang jagonya. Ketika aku kira aku sudah bertemu dengan sebuah twist yang sudah aku duga, ternyata menjelang akhir-akhir kita dihadapkan dengan sebuah twist yang enggak terduga. Memang benar, kalau drama-drama OCN begini kalau ketemu twist yang terduga, itu bukan twist yang sebenarnya. Masih banyak hal yang mengejutkan yang memuaskan rasa penasaran.

Hal menarik lainnya dari drama ini adalah tema yang diangkatnya. Drama kriminal dengan kasus pembunuhan berantai dan juga psikopat sebagai pelakunya sudah enggak aneh lagi. Sudah mainstream. Agar drama ini berbeda, mereka menambahkan sudut pandang kasus dari salah satu tim kepolisian yang terkadang terlupakan tapi punya peranan amat penting, pusat layanan panggilan darurat. Setahuku sih belum ad drama korea yang mengangkat mengenai pusat layanan panggilan darurat. Kasus yang ditangani lebih beragam. Enggak cuman percobaan pembunuhan, tapi ada juga penculikan, penyiksaan, kecelakaan, dan lainnya. Kasus-kasus di drama ini banyak yang terinspirasi dari kisah nyata yang terjadi di Korea. Penulisnya seperti menyentil, jika saja memang beneran ada tim golden time, mungkin banyak korban yang selamat, karena cepatnya penanganan. Korban-korban yang menelepon ke 112, merupakan korban-korban yang sudah frustasi, terdesak, terlambat sedikit saja, mereka bisa kehilangan nyawa. Makanya di drama ini digambarkan banyak nyawa yang bisa terselamatkan dengan adanya tim golden time. Memang alangkah tentramnya sebuah daerah kalau memang beneran ada tim khusus golden time. Mungkn banyak kasus kejahatan yang terselesaikan dengan baik dan cepat. Cuman ya kecepatan kasus ini terselesaikan juga kalau di drama karena kemampuan Kwonjoo dalam mengenali suara. Coba kalau di dunia nyata? Enggak yakin bisa secepat yang ada di drama, cuman mungkin akan lebih tanggap. Ya tak ada salahnya berkhayal mengenai kedamaian ketentraman dunia mah. Iya enggak? Wkwkwk

Dari sekian banyak kasus yang masuk yang ditangani tim golden time, sama seperti drama Signal, ternyata semua kasus itu memiliki muara yang pada satu orang yang terkait dengan kasus utama pada drama ini. Hampir sebagian besar kasus yang masuk, terutama yang menjelang akhir-akhir, orang-orang yang terlibat ternyata berhubungan dengan penjahat utama drama ini. Si Psikopat ganteng, Mo Taegu. *kesel banget lagi-lagi psikopatnya ganteng, pffft*.

Baca lebih lanjut

[REVIEW] STRONG WOMAN DO BONG SOON

Sekarang di zaman kekinian, sudah tidak musim dengan cewek lemah. Kini perempuan bisa jauh lebih kuat dibanding lelaki bahkan bisa sekuat superhero yang bisa menolong banyak orang. Sayangnya enggak semua perempuan bisa seperti itu. Perempuan yang memiliki keistimewaan seperti itu cuman ada satu, yaitu Do Bongsoon dalam drama Strong Woman Do Bongsoon.

Drama ini memiliki genre romance, comedy, dengsan sentuhan fantasy dan thriller. Strong Woman Do Bongsoon menceritakan seorang wanita bernama Do Bongsoon yang memiliki kekuatan super yang diturunkan pada anak perempuan dikeluarganya sejak jaman dahulu kala. Selama ini Ia berusahan menyembunyikan kekuatannya karena pria yang Ia sukai sekaligus teman lamanya In Gookdu menyukai wanita yang seperti bunga kosmos, kecil, lembut dan juga lemah. Pada suatu hari Bongsoon menolong rombongan anak TK dari sekelompok preman dengan kekuatan supernya. Kejadian itu dilihat oleh CEO Ainsoft, Ahn Minhyuk. Minhyuk sedang mencari pengawal karena selama ini diancam oleh orang tidak dikenal. Melihat kejadian itu, Minhyuk menawari pekerjaan pada Bongsoon dengan imbalan uang sangat tinggi dan dijanjikan untuk bergabung di departemen pengembangan Game, karena Bongsoon ingin mengembangkan game dimana karakter game tersebut adalah representasi dari dirinya. Bongsoon pun menyetujui kesepakatan itu. Ternyata selain bahaya dari stalker, ternyata ada bahaya lain yang mengancam di lingkungan rumah Bongsoon. Terjadi pembunuhan dan penculikan berantai yang mengintai wanita-wanita yang tinggal disana. Bongsoon, Minhyuk,, dan juga Gookdu berusaha untuk menangkap pelaku kejahatan tersebut.

Aku menonton drama ini karena Park Boyoung. Dia itu aktris yang hebat dan loveable banget. Ketagihan sama aktingnya dia. Ditambah plot awalnya tampak ringan. Aku butuh drama yang enggak ribet setelah banyak nonton drma yang rumit. Makanya ku memutuskan untuk menonton drama ini.

Buat yang jomblo siapkan hati. Dijamin kalian bakalan sirik, dan buat yang punya pacar siap-siap juga sirik dan berkata “kapan sih pacar gue kayak gitu?” karena manis banget lihat interaksi antara Bongsoon dan Ahn Minhyuk. Enggak bisa berhenti senyum sepanjang aku nonton ini berapa kali histeris sendiri gara-gara cheesy line dari mereka. Biasanya aku enggak terlalu suka dengan hal yang terlalu cheesy, tapi ini aku suka banget, malah ketagihan. Enggak kuat hamba lihatnya. Diabetes banget lihat ke sweet an mereka. Romansa drama ini tuh kental banget dan itu yang bikin aku betah sama drama ini. Gemas banget lihat Min min dan Bong bong pacaran tuh. Minhyuk yang dari awal sudah menunjukkan ketertarikannya pada Bongsoon dengan caranya yang gentle, sweet bikin kita pengen punya cowok kayak gitu. Greget sama Bongsoon yang enggak sadar-sadar kalau Minhyuk itu suka sama dia. Mana ada coba bos yang baik hati macam Minhyuk yang nyupirin sampai rumah. Memperlakukannya kayak teman bukan bawahan. Harusnya Bongsoon sadar, tapi dia waktu itu dibutakan oleh Gookdu sih. Hubungan Minhyuk Bongsoon tuh benar-benar layakya kisah cinta di dongeng. Indah dan manis banget, dan aku menyukai hal itu.

Komedi dari drama ini juga yang bikin drama ini jadi menyenangkan. Dari awal hingga akhir drama enggak ada satu pun adegan komedi yang terlewat. Aku ngakak parah karena komedi drama ini memang masuk sih sama selera komedinya orang Indonesia. Cukup slapstick sih tapi lucu banget. Cuman mungkin karena agak slapstick itu enggak semua orang suka humor yang ditampilin di drama ini. Aku juga ada beberapa humor yang kurang aku sukai, apalagi kalau sudah bawa-bawa wine kotoran. Cuman sejauh ini masih enggak masalah. Komedinya tetap bisa bikin ketawa lepas dan merasa bahagia dengan kelucuan yang ditampilkan di drama ini.

Selain itu, drama ini juga menampilkan sedikit misteri mengenai kasus penculikan yang bikin menambah keseruan tersendiri. Ada ketegangan yang memicu adrenalin sehingga menambah rasa drama ini. Aku sangat menikmati kasus penculikan ini. Gregetnya sama si penculik versus Bongsoon dan polisi yang kok polisinya bego banget sih enggak sadar kalau mereka disadap. Kan greget iya enggak? Walau drama ini dibumbui kisah misteri tapi enaknya kita enggak usah mikir sama kasus yang ada di drama ini. Kasus penculikan disini enggak bikin kita pusing. Enggak banyak misteri yang tersembunyi, jadi kita tetap bisa enjoy dan tetap terasa ringan. Tetap rasa drama romance comedynya enggak hilang.

Sayangnya drama ini tuh menurutku 16 episode itu kebanyakan. Soalnya drama ini banyak banget filler di setiap episodenya. Banyak banget tokoh yang sebenarnya enggak penting, enggak ngaruh ke cerita, atau malah sama sekali enggak ada hubungannya sama tokoh utama. Misal kayak muncul cameo biksu Nizamuddian. Serius itu enggak penting banget.. enggak ada hubungannya sama sekali dengan tokoh utama, cuman ngaruh ke Baek Tak doang. Itu tuh cuman buat nambah kelucuan doang. Lucu sih, cuman itu terlalu filler banget. Cuman buat manjangin cerita doang, nambah bumbu komedi. Sudah. Masih mending gitu kayak tokoh geng anak sma, walau enggak penting, tapi at least mereka masih berhubungan dengan Bongsoon, tapi kalau si biksu itu benar-benar keliatan fillernya banget. Awal-awal episode enggak terlalu banyak filler, tapi makin akhir aku merasa makin banyak filler. Adegan itu kalau diskip juga enggak masalah karena enggak ngaruh ke cerita. Cuman adegan lucu doang. Sudah weh.

Baca lebih lanjut