[FF] JEALOUSY

Title               : JEALOUSY

Rate               : 13+

Genre             : full of ROMANCE lovey dovey yang cheesy

Cast               : KIM JONGIN (KAI EXO), JUNG SOOJUNG (KRYSTAL FX) dan sedikit cameo dari KANG MINHYUK CNBLUE

length           : One shot

Author          : HANAN HANIFAH punya ide :””

Disclaimer   : FF ini dibuat dalam rangka merayakan kaistal go public. #kaistalmenujuhalal #kaistalberjodoh. Pas tahu kaistal is real, aku senangnya luar biasa dong. Telah berada di perahu ini untuk bertahun-tahun dari 2013, akhirnya 3 tahun kemudian kapalnya beneran berlabuh. Aku mau merayakan hal itu dengan FF, tapi saat berita mereka lagi heboh, akunya lag sibuk, terus pas sudah nyante, enggak punya ide, baru ada ide sekarang hahaha. SUKA NGGAK SUKA sih itu selera kalian, tapi mohon dengan sangat NO BASHING. GOMAWAEYO udah mau baca. MIANHAEYO kalo jelek. Aku sangat merespect orang yang menghargai karya orang, SO, PLEASE DON’T COPY THIS FF AND PLAGIARISM THIS. Please ENJOY =D

“Ya.. I’ll be there in a minute. Ku sudah dekat kafe kok. Tuh papan kafenya pun sudah terlihat. Sudah ya.” Sudah mendapat omelan lewat telepon, sudah dipastikan orang yang menunggunya sudah merasa bosan menunggu Soojung. Soojung pun sedikit berlari. Ini memang salahnya terlambat karena keasyikan belanja. Lagipula Ia belanja juga untuk membeli kado untuk orang yang akan Ia temui di kafe tersebut.

Bunyi bel terdengar dari pintu kafe tersebut, menandakan ada orang masuk. Bunyinya terdengar lebih nyaring dari biasanya karena Soojung membukanya dengan tergesa-gesa, sehingga membuat orang-orang memperhatikannya. Soojung segera menurunkan topinya agar menutupi wajahnya dan menunduk meminta maaf. Ia tak ingin orang-orang tahu kalau itu adalah idol member f(x), Krystal.

“Krystal ssi?” Sapa seseorang yang mejanya tak jauh dari pintu.

Haish.. damn.. ada yang mengenaliku. Gerutu Soojung dalam hati. Terpaksa Ia menghadap orang itu dan menunduk menyapa sesaat, kemudian langsung beralih pandangannya ke tempat lain untuk mencari orang yang sudah menunggunya. Namun sesaat kemudian Ia tersadar, jika Ia mengenali orang yang menyapanya tadi. Seketika Ia langsung menghadap lagi orang tersebut,

“Minhyuk ssi?” Soojung terkejut. Minhyuk langsung tersenyum melambaikan tangan.

“Hai, Krystal! Kemari lah.” Sapa Minhyuk.

“Halo Minhyuk Oppa. Apa kabar?” Soojung menarik kursi dan duduk dihadapan Minhyuk.

“Baik tentu saja. kamu?”

“Ya begini lah… kau sendiri?”

Minhyuk mengangguk, “Iya aku sedang ingin me time saja.”

Soojung mengangguk mengerti. Dia mengamati penampilan Minhyuk yang santai tanpa masker dan topi. Ia terheran karena berbanding terbalik dengannya menggunakan topi dan masker. “Minhyuk kok bisa sih santai gitu tampilannya. Enggak pakai masker atau topi?”

“Ya santai saja sih.. enggak masalah kalau ada yang mengenaliku juga. Lagipula kafe ini kan terkenal tenang, jadi ku merasa aman. Kamu berlebihan tuh sampai pakai masker dan topi, kacamata lagi hahaha.” Jawab Minhyuk santai.

Soojung langsung melepaskan perlengkapannya itu “Ya… aku kan enggak suka saat orang-orang dijalan memperhatikanku hehehe.”

Minhyuk mengelus kepala Soojung. “Iya aku mengerti hahaha.”

“tapi, kau masih mengenaliku ya dengan penampilanku kayak gini.”

“Tentu saja. aku mengenali gayamu. I’m your fanboy hahaha”

“Hahahaha bisa saja.” Soojung tertawa sambil menutup mulutnya. Malu.

Minhyuk menyeruput kopinya. Mengulur mencari topik pembicaraan. “Oh ya.. Aku melihat cameomu di dramanya Minho hyung. Itu kamu benar-benar syuting di spanyol?”

Soojung menaik-turunkan kepaanya. “Iya aku ikut syuting disana. Kebetulan aku lagi disana juga.”

“Pantai disana tampak indah ya? Kalau aku lihat di drama.” Ah Minhyuk terlihat sekali mencari topik pembicaraan.

Soojung langsung dengan semangat menjelaskannya. “Iya betul. Pantai disana bagus-bagus. Oppa kau kalau ke eropa harus mampir kesana. Bersih, biru, tak kalah dengan pantai Maldives.”

“Penampilan singkatmu didrama itu cukup mengesankan. Ya kau tampak cantik dan elegan.” Puji Minhyuk sambil tersenyum menggoda.

“Hahahaha terima kasih. Kamu masih saja jago menggoda orang.” Soojung terkekeh. “Aku sempat melihat drama dengan Hyeri itu. Kau cukup baik disitu.”

Minhyuk mengernyitkan dahinya. “Cuman cukup saja nih?”

Baca lebih lanjut

Iklan

[FF] BE KIM JUNMYEON

Title               : BE KIM JUNMYEON

Rate               : 15+ mungkin

Genre             : SLICE OF LIFE dengan sedikit ROMANCE

Cast               : KIM JUNMYEON (SUHO EXO) , HAN HONGNAN (OC), dan sedikit cameo dari

KIM JONGDAE (CHEN EXO)

length           : One shot

Author          : HANAN HANIFAH kembali!!!

Disclaimer   : Alhamdulillah kuberhasil nulis FF lagi, sekian setelah berabad-abad terjebak gua writer’s block *lebaaay*. BTW, maafkan ya kalau aku sok tahu yang masalah pendidikan psikologinya. SUKA NGGAK SUKA sih itu selera kalian, tapi mohon dengan sangat NO BASHING. GOMAWAEYO udah mau baca. MIANHAEYO kalo jelek. Aku sangat merespect orang yang menghargai karya orang, SO, PLEASE DON’T COPY THIS FF AND PLAGIARISM THIS. Please ENJOY =D

Ditengah restoran daging panggang yang sepi ini. Hanya ada sekitar 4 meja yang terisi dari puluhan meja yang tersedia. Tak sulit mencari teman masa SMAnya yang dari dulu menjadikan tempat ini sebagai tempat nongkrong saling berbagi cerita. Tempat favoritnya adalah di meja persegi panjang di belakang jauh dari pintu masuk. Apalagi saat ini, saat Ia sudah menjadi seorang selebriti yang memiliki jutaan fans, tempat ini semakin menjadi tempat favoritnya, karena Ia bisa menyendiri tanpa orang-orang mengetahui siapa dirinya. Seorang leader boyband terkenal, EXO. Orang itu sedang menunggu dirinya, Han Hongnan.

Annyeonghaseyo, Suho-ssi.” Sapa Hongnan sambil menggeser kursi tempat Ia duduk.

“Aku Kim Junmyeon saat bersamamu.” Balas Junmyeon sembari meneguk Sojunya.

Hongnan tertawa kecil “Hahaha arasseo. Tapi payah nih ah.. katanya tadi mau jemput aku di kantor, tapi malah aku jadi datang sendiri. Huh.”

“Maaf… maaf… aku tak ingin para fans atau wartawan mengetahui mengenai dirimu. Kau kan tak suka jadi pusat perhatian. Tadi ada sasaeng yang mengikuti terus, kamu tahu tadi ku sampai masuk kantor polisi dan meminta bantuan mereka untuk mengusir para bocah-bocah itu? Aku hari ini benar-benar tak mau diganggu. Nanti pulang kuantarkan pulang kok.”

“Iya aku mengerti… ada apa sih kamu sampai menerorku ditelepon mengajak bertemu?”

“Aku hanya ingin sekedar mengobrol dan lagipula butuh pendengar….”

“Kenapa enggak lewat telepon? Biasnaya juga kalau kita cerita-cerita lewat telepon.”

“Aku ingin bertemu langsung saja. kita kan sudah lama tidak bertemu. Terakhir sekitar 3 bulan lalu. Cuman kamu yang benar-benar mengenal diriku sebagai Kim Junmyeon, dan aku ingin mala mini sebagai Kim Junmyeon bukan Suho exo.”

“Baiklah… kau jadi membutuhkan ku sebagai seorang teman apa sebagai seorang teman lulusan psikologi? Kalau pilihan yang kedua tidak gratis tentunya Hahaha” Canda Hongnan sambil mencomot daging milik Junmyeon.

Junmyeon langsung memukul ringan tangan Hongnan “Hei! Kalau kau mau pesan saja! aku yang bayar.”

“Oh jadi pilihan yang kedua ya? Hahaha” Canda Hongnan “Ahjumma! Dagingnya 1 porsi lagi ya! Sojunya 2 eh 3 botol, beernya 1 botol saja dulu deh. Sama satu lagi telur gulung, terima kasih.”

“Kamu mau mabuk huh? Minum sebanyak itu?”

Hongnan mengangguk mantap “Iya, kalau sudah ditempat ini kan memang enak untuk minum, seperti masa kita baru lulus SMA, baru bisa mencicipi alkohol. Aku boleh mabuk, tapi kamu engga. Kan kamu mau mengantarkanku pulang.”

Junmyeon tersenyum kecil mendengar perkataan sahabatnya itu. “Enak saja! aku juga ingin minum sepuasnya.”

Tak lama kemudian pesanan Hongnan tiba. Mereka berdua dengan khidmat menikmati makanan mereka sembari mengobrol hal-hal kecil. Suara tawa, muli dari tawa yang garing, hingga terbahak-bahak menggema di restoran yang semakin lama semakin sepi karena malam kian larut, dan kini tinggal menyisakan mereka berdua. Restoran yang sepi membuat suasana mereka menjadi serius, dan kembali kepada tujuan. Mendengar curahan hati seorang Junmyeon.

Sebelum bercerita, Junmyeon mengeluarkan sebungkus rokok dari sakunya, lalu mengambil satu batang untuk dihirupnya. Melihat itu, Hongnan langsung merampas rokok dan bungkusannya.

“Hei, Ngakunya udah berhenti, tapi ini apa? kamu ini penyanyi! Jaga suara dan paru dong!”

“Han Hongnan! Biarkan aku menjadi Kim Junmyeon, bukan Suho. Malam ini saja, satu batang saja. lagipula ini rokokku setelah setahun aku tak menghisapnya sama sekali.” Junmyeon langsung merebut kembali rokoknya. Ia nyalakan korek gasnya dan kini racun nikmat itu telah terbakar, siap dinikmakti dengan cara dihisap. Suho menikmati asap yang timbul. Ia hirup perlahan-lahan hingga habis. Hongnan hanya menatapnya dengan tatapan hm.. entah sedih entah sebal atau entah sayang. Semuanya campur aduk. Rokok itu kini telah terbakar tak bersisa, Barulah Junmyeon mulai bercerita.

“Entah mengapa akhir-akhir ini aku sedang berpikir, apakah jalan yang kuambil sudah benar? Terkadang aku merasa, aku tak punya bakat sebaik member ku yang lain. Aku terkadang merasa ini semua berat banget, dan merasa sia-sia.”

 “Enggak ada yang sia-sia. Kemampuan kamu pasti berkembang kan? Enggak mungkin stagnan kan? Aku perhatikan kemampunmu berkembang dibanding jaman dulu.”

“Jaman dulu kapan? Saat aku belum trainee?”  Suho menuangkan soju kedalam gelas. “Jelaslah… aku trainee 10 tahun, masa tidak dapat apa-apa? Hanya saja aku merasa, perkembanganku sangat lambat. Dari hasil trainee 10 tahun, dan debutku 4 tahun, kemampuanku hanya stuck disitu-situ saja. aku ini seorang penyanyi, tapi tekhnikvokalku tak kunjung membagus, takusahlah sebaik Jongdae karena dia terlalu dewa, minimal seperti Kyungsoo saja aku masih kesulitan.” Suho meneguk habis gelasnya yang berisikan soju.

Hongnan tersenyum. Berusaha menghibur. “You have another talent, Kim Junmyeon.”

 Junmyeon menghela nafas dengan berat. Lagi, Ia menegak soju. “it’s hard you know. Aktingku terus dikritik, setiap aku mengikuti varshow aku selalu disebut no jam.”

“Karena kamu terlalu serius dan ambisius. Kau terlalu terlihat berusaha” Potong Hongnan.

“Aku hanya berusaha terbaik, Hongnan. Aku hanya ingin menunjukkan, inilah aku, aku mampu dan aku layak berada ditempat ini. Hanya saja lagi-lagi orang merasa garing dengan jokes ku. Aku tahu aku tak bisa melucu, tapi setidkanya orang-orang akan melihat usahaku dan menghargai itu, tapi lama-lama aku lelah itu hanya dijadikan lelucon oleh member-memberku.”

Hongnan menuangkan soju untuk Junmyeon dan dirinya. “because they love you. mereka ingin menyelamatkanmu agar tetap terlihat lucu.”

Mendengar jawaban Hongnan, Junmyeon melirik sebal. “Ya, Hongnan! Kenapa kamu terus menimpali semua omonganku? Aku hanya butuh didengar malam ini!”

“Ya! Aku menimpalimu, karena selama ini kalau kamu curhat ditelepon, aku hanya mendengarkan terlebih dahulu, kamu selalu menganggapku tak mendengarkanmu, tak memperhatikanmu, makanya aku jawab langsung.” Timpal Hongnan sebal sembari meminum sojunya.

“Iya itu kan ditelepon… aku kan tak melhatmu. Jadi bisa saja kan, kamu meninggalkan ponselmu kemana, sementara aku lagi ngomong. Sekarang kan live curhatnya. Jadi dengarkan saja dahulu!” Protes Junmyeon.

“Kamu PMS ya? Heol… ya lanjutkan.” Hongnan geleng-geleng kepala melihat Junmyeon yang kekanakkannya keluar.

“Aku terkadang merasa gagal menjadi leader. Sulit ekali membuat mereka mendengarkanku, apalagi kalau aku sudah lelah aku merasa lebih sensitif, dan saat mereka susah diatur, aku jadi merasa mereka tak menghargaiku. Ditambah kejadian 2 tahun lalu, 3 member berturut-turut kabur begitu saja. disitulah titik terendahku sebagai leader. Kamu tahu kan betapa frustasinya aku saat itu?”

Baca lebih lanjut

[REVIEW] MOON LOVERS : SCARLET HEART RYEO

MOON LOVERS : SCARLET HEART RYEO

Genre : Melodrama, Romance, History

Episode : 20

Why I Watched : Kang Haneul is back to dramaland!! Jadi jelas wajib tonton walau aku agak males dengan drama-drama saeguk, tapi melihat jumlah episodenya masih dalam batas toleransiku.lagipula drama ini penuh dengan Cogan, jelas makin menarik perhatianku untuk menonton. Lalu iNi merupaka drama remake dari drama tiongkok yang berjudul sama Scarlet Heart yang berjumlah 35 episode kalau enggak salah. Versi korea ini akan dibuat sebanyak 20 episode saja, jadi aku penasaran sepadat apa sih ceritanya?

Kesan : Wah gila!!! Aku jadi cukup kepo dengan sejarah Korea, terutama saat dinasti Goryeo ini yang menjadi setting cerita drama ini. Cukup membuatku mulai menjadi menyukai drama saeguk ya asal episodenya masih batas toleransiku. Drama yang menarik dan greget sih.

The interest thing : Drama kerajaan biasanya menyuguhkan konflik politik yang cukup kuat, begitu juga dengan drama ini. Benar-benar penasaran dan greget banget konflik politik yang ditawarkan. Secara ada 8 pangeran yang bersiap untuk perebutan tahta kerajaan yang memiliki kepentingan politik dan keluarga ibu mereka masing-masing, gimana enggak rumit konfliknya, dan itu semua hanya dibungkus dalam 20 episode. Makanya alur ceritanya cepat dan banyak loncatan tahun, jadi tak bertele-tele sih menurutku langsung ke konflik-konflik masing-masing. Cukup padat dan jelas. Kisah percintaanya pun enggak kalah tragis. Dicintai banyak pangeran tampan dan ikut terjebak dalam konflik kerajaan, jelas banyak yang terkorbankan. Cerita yang memang bikin nagih dan enggak sabar dengan episode selanjutnya.

The Bad Thing : mungkin kelemahan ini sudah banyak disinggung sama netizen di korea sana, dan aku setuju sih dengan kritikan mereka. Drama ini memang lemah di akting dan sinematografinya. Hanya beberapa yang bermain memukau. Hanya Lee Junki dan Kang Haneul yang paling bersinar diantara 7 pangeran kece, sisanya agak kurang. Ditambah sinematografinya yang duh gimana ya… aku merasa terganggu dengan cara zoom para pemain setiap kali mereka berbicara. Berasa nonton sinetron Indonesia yang suka ngezoom wajah pemainnya terlalu besar. Ekspresi para pemainnya jadi begitu terlihat, namun masalahnya banyak pemain muda yang ekspresinya eggak begitu dapaet, jadi jujur cukup mengganggu. Untungnya jalan ceritanya menarik dan bagus. Sayang saja penyutradaraannya agak kurang nih.

Baca lebih lanjut

EXO 3rd Album : EX’ACT [a Little Review]

Dari dulu pengen banget ngereview album musik, tapi aku enggak pernah berani melakukannya. Kenapa? Karena aku sama sekali enggak mengerti musik. Aku enggak tahu tekhnik bernyanyi ataupun bermusik, aku gatau musik yang bagus yang seperti apa, aku tidak tahu lagu ini tergolong genre apa, aku buta nada dan buta musik pokoknya. Yang aku tahu hanya, ah lagu ini enak banget di telinga, ah suara dia bagus banget, wow permainan pianonya memukau. Hanya sebatas itu. Aku hanyalah seorang yang amat suka mendengar musik yang enggak bisa satu hari pun tanpa musik *andai hal yang sama juga terjadi pada al quran, Ya Allah maafkan hambamu ini #edisiramadhan* , aku hanyalah seorang penikmat musik. Jadi aku tak punya hak untuk menjudge lagu ini bagus, lagu ini sampah, lagu enggak jelas. Aku hanya bisa menilai lagu ini enak, ramah di telinga aku. Lagipula musik itu masalah taste, selera. Selara tiap orang pasti berbeda-beda, ada yang enggak neko-neko sukanya pop, ada yang suka antimainstream musik-musik indie-alternative, atau yang berat macam jazz, atau ingin berjingkrak-jingkarak dengan edm. Makanya menurut aku bisa saja lagu ini enak luar biasa, bisa saja menurut orang lain ini aneh, karena tak sesuai dengan telinga masing-masing. Ya seperti itu lah pokoknya.

Aku menjadi seorang sm stan, karena musik yang mereka keluarkan cocok dengan telinga aku. Mereka tidak bermain di genre hip hop yang asing di telingaku *walau sekarang sih sudah cukup familiar karena sebagian besar grup kpop menggunakan genre hip hop*. Hanya sedikit lagu dari sm yang menggunakan genre hip hop sebagai track title, itu pun digabung dengan genre baru yang cukup unik aneh tapi nagih macam I Got A Boy nya SNSD dan juga Wolf nya EXO. Sebenarnya banyak dari track title lagu sm yang aneh tapi lama-lama nagih dan nempel. Menurutku itu adalah tipe lagu yang bagus karena akan terngiang-ngiang terus-terusan dan akan susah bosan karena banyak nada kejutan yan bikin nagih. Walaupun track titlenya aneh-aneh tapi just trust me, lagu-lagu yang non track title biasanya enak-enak banget dan nyaman banget di telinga. Walaupun sekarang sm mulai agak jarang menggunakan track title yang bikin kita berkata “jir lagu apa ini?” tapi lama-lama bikin nagih. Sekarang sm lebih sering menggunakan musik yang lebih pop kontemporer, funk mungkin dengan sentuhan edm yang lebih nyaman di telinga. Satu lagi bikin aku suka dengan lagu-lagu sm adalah biasanya sm juga suka memberi sedikit sentuhan RnB, Soul, dan Jazz dimana ketiga genre itu genre yang aku sukai, terutama pada f(x)*musik mereka unik banget, that’s why dari segi musik aku lebih menyukai f(x) dibanding snsd*, SHINee *their first album really RnB touch*, dan juga EXO.

EXO merupakan salah satu idol sm yang schedule ngeluarin albumnya jelas. Ya at least setahun sekali mereka mengeluarkan album baik mini maupun full. Setiap winter menjelang Christmas pasti ada lagu khusus. Ya sebagai salah satu mesin atmnya sm mereka terhitung produktif dibanding artis sm yang lain. Setelah mengeluarkan 2 full album also repackaged, dan 4 mini album termasuk 2 mini album edisi musim dingin, tahun 2016 ini EXO mengeluarkan full album mereka yang ketiga yang bertajuk EXA’CT. Aku cukup greget untuk enggak berbicara mengenai album ini karena album ini cukup berkesan dan nempel di telinga aku. Aku review ini dari segi kenikmatan aku terhadap album ini dan juga sebagai pendengar musik yang suka banget sama mereka. Aku takkan mereview dari segi musik, karena aku tak mengerti. Aku akan sangat sok tahu di tulisanku kali ini, jadi kalau ada yang salah maafkan. *Bow*

 Album EX’ACT ini menurutku cukup berbeda dengan album-album mereka sebelumnya. Album ini merupakan ful album pertama mereka yang resmi mereka bersembilan, dan member exo-m cuman sisa 3. Aku jadi bertanya-tanya, apakah album ini versi korea dan cinanya akan berbeda yang menyanyi sama sepeti album-album sebelumnya, ataukah seperti sing for you, dimana semua member nyanyi di kedua versi.

Hikmah dari para mantan yang pergi begitu saja meninggalkan hati exo-l yang lemah namun kini tegar adalah memberikan kesempatan member lain yang selama ini tenggelam untuk muncul ke permukaan menunjukkan skill bernyanyi mereka. Oleh karena itu, akhirnya sm memutuskan untuk semua member bernyanyi di kedua versi. Semuanya mempunyai part masing-masing di kedua versi. Hanya saja aku sempat berpikir jika mereka bernyanyi di kedua versi, biasanya member m akan lebih dominan di versi cina, seperti di sing for you atau repackaged Love Me Right. Ternyata setelah ku dengarkan kedua versi, kudengarkan baik-baik, dan memastikannya dengan melihat individual part di internet, ternyata versi korea dan cina part individunya tak berbeda jauh. Bahkan cenderung sama. Member m tak banyak dapat porsi di cina. Hal ini membuatku sedikit kecewa, mengingat kesayanganku, chen partnya menjadi lebih sedikit. Padahal aku ingin mendengar banyak suara dia, mengingat lagu-agu di album ini cocok dengan warna suaranya, tapi  at least Jongdae selalu memperkuat dengan backing vocalnya yang menawan. Selain itu lagu-lagu di album ini tak menggunakan high note yang wow, padahal aku rindu Chen high note, atau enggak ya setidaknya Baekhyun high note gitu.

Berbicara part pun, hikmah dari tiga orang pulang kampung selamanya, membuat part bernyanyi jadi lebih rata dibanding album-album sebelumnya. Semua member mendapat part di setiap lagu lebih dari 1 line. Xiumin yang selama ini hanya kebagian 1 line atau malah menjadi seorang rapper, kini mendapatkan part nyanyi yang hampir sama banyak dengan suho *banyakan suho sih tetep*. Terima kasih SM telah memberikan part yang lebih banyak pada Xiumin. Dia layak mendapatkan itu, dia itu seorang vokalis bukan rapper. Sehun pun yang biasanya ngerap seucrit, kini dia berbagi part dengan Chanyeol yang tak lagi maruk. Kai sejak kapan kamu menjadi vokalis? Part dia di setiap lagu terhitung banyak loh dibanding sebelumnya, dan juga dibanding pekerjaan dia sebagai main dancer. Bahkan partnya sama banyak dengan Xiumin.  Namun resiko dari part yang lebih rata, para main vocal kebagian lebih sedikit dari biasanya. Ya resiko boyband beranggotakan banyak dan pada bisa nyanyi *ya tapi walaupun mereka idol yang cenderung sebagai entertainer tapi basis mereka adalah penyanyi, jadi mereka harus bisa bernyanyi*. hanya saja yang tak berkembang partnya hanya Lay. Suara di tuh bagus, dia bisa menjadi seorang main vocal, tapi sm lebih meletakkan dia sebagai main dancer. Entah karena kesibukan Lay, sehingga sedikit waktu merekam lagunya atau Suudzonnya bentuk diskriminasi *astagfirullah enggak boleh berburuk sangka nan, ramadhan*. Aku harap sih selanjutnya Lay lebih dapat banyak part.

Aku merasa di album ini EXO lebih mature. Jika di album-album sebelumnya, lagu-lagunya masih terdiri berbagai genre namun tetap ada benang merah yang menghubungkan, sedangkan di EX’ACT ini lebih ke sejenis saja. Enggak macam-macam, jadi memang enggak begitu terasa pindahnya satu lagu ke lagu yang lain kalau kita sedang mengerjakan hal lain sambil mendengarkan album lain. Kalau d EXODUS kan agak beragam ya lagunya, ada yang agak hip hop macam transformer, ada yang agak orchestra epic gimana gitu macam El Dorado, atau agak funk jazz macam playboy. Kalau sekarnag tuh lebih ke RnB dengan sentuhan EDM dan juga funk soul kali yaaa… aku bingung mendeskripsikannya karena aku enggak ngerti musik, tapi sependengaran aku sih seperti itu. Menurutku EXO tuh enggak pernah lepas dari funk dan edm sih. Di album ini pun EXO tidak memasukkan hip hop seperti sebelum-sebelumnya. That’s whyi like this album. Terima kasih tidak mencoba hiphop sehingga amat renyah di telinga aku. Ya seperti ku bilang aku memang tidak begitu suka genre hip hop makanya aku dulu sempat tidak tertarik dengan bts karena awal muncul amat hip hop, sekarang mereka lebih pop makanya sekarang aku jad melirik setiap mereka comeback. Lagipula kalau EXO mau ke hip hop rapper mereka bukan rapper hip hop. Rapper mereka ya sekedar bisa ngerap seperti rapper sm pada umumnya. Mending enggak usah, dan sm tahu hal itu. Hip hop isn’t sm style *tapi enggak tahu nih NCT bakalan gimana, takut nge hip hop euy, mengingat mereka belum mengeluarkan album, dan single The 7th Sense cukup Hiphop dengan sentuhan EDM tapi yang Without You nya pop band banget, semoga sm tetap pada jalurnya sih*. Baca lebih lanjut

[FF] RUDE AND HER TRAUMA (after Story NOT A BAD THING)

Title               : rude and her trauma (after story not a bad thing)

Rate               : 15+ mianhae

Genre             : a ROMANCE manis alay gitu

main Cast     : KIM JONGDAE (CHEN EXO), WENDY SON RED VELVET

other cast   : byun baekhyun exxo, kang seulgi red velvet

length           : One shot

Author          : HANAN HANIFAH comeback!!!

Disclaimer   : ini after storynya FF ku yang NOT A BAD THING. Lagipula aku kangen banget bikin FF dengan cast Chendy. SUKA NGGAK SUKA sih itu selera kalian, tapi mohon dengan sangat NO BASHING. GOMAWAEYO udah mau baca. MIANHAEYO kalo jelek. Aku sangat merespect orang yang menghargai karya orang, SO, PLEASE DON’T COPY THIS FF AND PLAGIARISM THIS. Please ENJOY =D

Tuk..tuk.tuk… Tuk..tuk.tuk…

Baekhyun memperhatikan sahabatnya sekaligus rekan kerjanya, Jongdae. Jari Jongdae terus mengetukkan dirinya ke meja. Ia selalu melakukan hal itu jika otaknya sedang berpikir. Entah berpikir untuk mencari ide, berpikir mencari jawaban, ataupun berpikir karena khawatir, pasti yang Ia lakukan mengetukkan jarinya secara berirama. Baekhyun sudah mengenal Jongdae bertahun-tahun hapal betul kebiasaan Jongdae satu itu, bahkan Ia hapal betul apa yang sedang dipikirkan Jongdae melalu iramanya. Kini iramanya terdengar lambat dan panjang. Sudah dipastikan Jongdae sedang mengkhawatirkan sesuatu, bukannya memikirkan konsep acara radio mereka untuk minggu depan.

Ya! what’s going on? Wae?” Tanya Baekhyun. Jongdae diam saja tak menjawab.

Wah ini anak keasyikan mikir kayaknya.. “Ya!! Kim Jongdae!!!” Baekhyun mendaratkan kepalan tangannya di atas kepala Jongdae. Jongdae langsung mendongak kaget.

“Hah? Mwo?

“Ada apa? Kau sedang asyik tenggelam dalam pikiran apa? Gwaenchana?

Jongdae menganggukkan kepalanya “it’s okay! Aku lagi berpikir konsep untuk minggu depan kok.”

Baekhyun langsung mencibir begitu mendengar jawaba Jongdae. “Ya, Kim Jongdae! Kau pikir aku tak tahu dirimu apa? Kita sudah kenal bertahun-tahun, aku tahu kebiasaanmu mengetukkan jari ke meja dengan irama lambat dan panjang. Itu artinya kau sedang mengkhawatirkan sesuatu! Katakanlah… ada apa?”

Jongdae menghela nafasnya. “yeah you know me so well!” Jongdae tak langsung menjawab pertnyaan Baekhyun. Ia mengambil ponselnya yang terletak di meja, dan langung menelepon. Tak lupa juga Ia loudspeakerkan teleponnya agar Baekhyun dapat mendengarnya.”

The number you are calling is not active or out of scope area. Please try again later  in few minutes”

“Dengarkan? Kamu tahu apa yang ku khawatirkan?” Jawab Jongdae sambil menunjuk-nunjuk ponselnya.

“ah… Wendy? Lah tapi biasanya juga kalau dia enggak bisa dihubungin kamu enggak secemas ini. Paling hp dia habis baterai.”

“Masalahnya bukan itu! Aku yakin dia sengaja mematikan hp dia. Dia pasti lagi enggak mau berkomunikasi denganku.” Keluh Jongdae sedih.

What happened? Apa yang terjadi sampai pikiran kamu fokusnya cuman ke Wendy seorang?”

“Kemaren aku berantem sama dia… jadi….”

 

–Malam Sebelumnya–

“Hai, Seul… Wendy masih di lab?” Tanya Jongdae.

“Wah barusan banget dia pulang.” Jawab Seulgi.

“Pulang? Sama siapa?”

Seulgi menggelengkan kepalanya. “Entah, tapi sendiri kayaknya. Dia bilang mau naik bis kalau enggak salah.”

“Oke, makasih seul!” Jongdae pun langsung menuju mobil untuk pergi menuju halte bis dekat kampus Wendy –yang juga kampusnya dulu –. Ia berharap Wendy belum mendapatkan bis. Setibanya di halte orang yang Ia cari masih berada disana. Duduk diam termenung sendiri sambil ditemani alunan lagu yang mengalir melalui headset ke telinganya. Jongdae langsung keluar mobil menghampiri Wendy.

“Kenapa pulang sendiri? Enggak nunggu aku?” Tanya Jongdae cemberut.

“Kan kamu lagi siaran, terus ada rapat juga kan? Ya sudah aku enggak mau ganggu.” Jawab Wendy santai sambil terus mendengarkan lagu.

“Tapi ini sudah jam berapa? Hampir jam 10 malam, Wendy! Aku kan sudah bilang, kalau aku bisa kok jemput kamu bentar, habis itu aku balik ke kantor!”

Oppa, aku bisa pulang sendiri kok. Aku sudah biasa.” Wendy coba menenangkan Jongdae.

“Kamu tuh ya selalu gini. Apa-apa sendiri. Suka enggak cerita-cerita. Terkadang aku merasa enggak dianggap sebagai pacar.” Jongdae mulai sinis.

“Ada apa denganmu? Kenapa tiba-tiba ngomong gitu?” Wendy langsung melepas headset ditelinganya.

Baca lebih lanjut