[FF] Karma

Title               : KARMA

Rate               : 15+ PLEASE……

Genre             : CRIME, DRAMA, FAMILY.

main Cast     : PARK CHANYEOL EXO

OTHER CAST   : CHOI SULLI F(X), BYUN BAEKHYUN EXO, KIM JONGDAE (CHEN) EXO, pARK YURA (chanyeol’s sister) WITH CAMEO : CHOI MINHO SHINEE, CHO KYUHYUN SUPER JUNIOR, KIM JONGHYUN SHINEE, KANG MINHYUK CNBLUE.

length           : One shot

Author          : perluasan imajinasi HANAN HANIFAH

INSPIRED        : PASUPATI ARDAN EDISI APRIL 2014 *aku lupa tanggalnya ya kalo ga tanggal 2,9,1623,30*, YOU’RE ALL SURROUNDED, and also for Nouvelle Vague song JOHAN AL!!!

Disclaimer   : akan muncul beberapa kata kasar dalam ff ini dan juga sejujurnya ini enggak cocok buat yang dibawah 15. agak dewasa boooo. Ini ff pertamaku yang menghadirkan chanli, walau sulli udah sama om itu tuh… *oppa apa om ya? aku seusia sulli soalnya* SUKA NGGAK SUKA sih itu selera kalian, tapi mohon dengan sangat NO BASHING. GOMAWAEYO udah mau baca. MIANHAEYO kalo jelek. Aku sangat merespect orang yang menghargai karya orang, SO, PLEASE DON’T COPY THIS FF AND PLAGIARISM THIS. Please ENJOY =D.

 

 

Irama ketukan menggema di ruang introgasi. Semakin lama, ketukan itu semakin cepat dan tak beraturan. Irama itu berasal dari jemari Chanyeol yang bergerak mengetuk meja. Sudah 15 menit jemarinya tak henti menghasilkan bunyian bernada sembarang. Semakin cepat Ia menggerakan, semakin menunjukan rasa kesalnya.

Kini dihadapannya duduk seorang pria dengan tampilan cukup necis. Wajahnya cukup dingin namun terbilang tampan. Rambut hitamnya dibiarkan acak-acakan untuk menampilkan kesal kasual. Ia memakasi kemeja denim yang dikeluarkan dari celana chino abunya. Don’t judge a book by it’s cover sangat berlaku. Melihat penampilannya orang pasti takkan menyangka jika pria itu merupakan pelaku kejahatan, tapi itu nyatanya. Pria dihadapan ini merupakan orang yang paling Chanyeol benci. Bagaimana tidak? Orang ini telah menghilangkan keperawanan nunanya secara paksa. Sebagai detektif dan adik Ia ingin mengungkap kasus ini.

Chanyeol mulai kehilangan kesabaran. Orang dihadapannya ini tak juga menjawab pertanyaannya. Chanyeol pun mulai menggebrak meja. Meluapkan emosinya.

“YA!!! JANGAN DIAM SAJA! JAWAB!” Teriak Chanyeol penuh emosi. Sang pelaku hanya tersenyum sinis dengan tatapan mengejek melihat emosi Chanyeol yang tersulut.

Baekhyun yang merupakan seorang detektif juga yang ditugaskan untuk menginterogasi, mencoba menenangkan Chanyeol. “Tenang. Jangan membawa emosi pribadi.”

Chanyeol mengacak-acak rambutnya. Ia memang terlalu kesal karena korbannya adalah kakaknya sendiri. Ia menarik nafasnya, dan menghembuskannya dengan perlahan. Dadanya Ia elus-elus untuk menenangkan diri.

“Baiklah saya ulangi kembali. Choi Minho-ssi, pada hari Kamis malam 13 maret anda bersama korban pergi bersama. Kalian yang merupakan teman satu kantor memutuskan untuk makan malam bersama setelah selesai bekerja. Kemudian anda mengajak korban untuk jalan saat malam hari, dan anda mengajaknya ke sebuah rumah kaca berisi berbagai bunga. Korban yang mempercayai anda sebagai teman tak curiga dibawa ketempat sepi seperti itu saat malam hari. Ditempat itulah anda melakukan pelecehan seksual padanya, selain itu juga anda melakukan kekerasan dalam bentuk pukulan benda tumpul karena korban berusaha melawan. Setelah anda melakukan kejahatanmu, korban pingsan, kemudian anda membuangnya di bawah jembatan sungai Han. Anda mengakui hal itu?”

Minho –Sang pelaku – menganggukan kepala tanpa rasa bersalah. Wajahnya terlihat tenang bahkan matanya berani untuk menatap Chanyeol dengan tajam. Tatapan Chanyeol pun tak kalah tajam. Ia menatap Minho penuh kebencian.

“Anda sudah mengakui kejahatanmu, tetapi apakah anda mengakui ini sebagai kejahatan tunggal murni?” Baekhyun mulai melontarkan pertanyaan.

Minho mengerutkan dahinya. “Maksudnya?”

“Ya, anda melakukan ini semua murni karena keinginanmu?”

Minho menggerakan kepalanya keatas dan kebawah. “Yap.”

“Anda yakin?” Timpal Chanyeol sinis.

“Tentu saja! Aku melakukannya karena keinginanku sendiri.” Jawab Minho penuh dengan kemantapan.

“Kalau begitu apa motifmu?”

“Entah mengapa Tubuh Park Yura saat itu sangat menggodaku. Lekuk tubuhnya, kulitnya yang mulus ingin kusentuh. Aku begitu ingin merasakannya, tapi Ia tak mengizinkannya, setan terlalu menguasai diriku. Aku yang tak kuat ingin menjajal tubuhnya, dengan paksa.” Minho mengucapkan itu sambil membayangkan tubuh Park Yura yang sudah Ia cicipi. Di otaknya kembali terlintas kenikmatan menjelajahi tubuh Yura. Air liur Minho tak terasa menetes begitu saja. Minho sdar dan langsung menghapusnya.

“duh maaf ya. aku tiba-tiba jadi terbayang malam itu.” Ujar Minho dengan seringai sinis. Terlihat sekali Minho ingin memanas-manasi Chanyeol, dan berhasil. Amarah Chanyeol kembali memuncak. Chanyeol berdiri dengan tangan terkepal. Chanyeol sudah siap untuk memukuli Minho, untung Baekhyun kembali berhasil mencegahnya.

“Saat kapan kamu berencana untuk melakukan hal tersebut?” Selidik Baekhyun.

“Entahlah, tiba-tba aja terlintas hari itu.”

Nunaku eh maksudnya korban pada hari itu menggunakan Rok hitam dengan pnjang tigaperempat dan kemeja berwarna pink tua. Bentuk tubuhnya tak begitu terlihat, dan juga kulit tubuhnya tidak terekspos, bagaimana bisa libidomu naik hanya karena melihatnya memakai baju seperti itu?” Sentak Chanyeol dengan keras.

“Wajar jika libidomu tidak naik, dia adalah nunamu.” Cibir Minho.

“Tapi aku saja yang tak punya hubungan darah atau ikatan kekeluargaan, hormonku tak bergejolak melihat korban memakai pakaian seperti itu.” Sahut Baekhyun.

“Wajah cantiknya membuat jantungku berdegup dan setan langsung menguasaiku.”

“Tunggu dulu, dari sudut pandang pria, wanita cantik memang menggoda, tapi secantik apapun dia, jika Ia memakai baju seperti itu, libido pria tersebut takkan melonjak sangat tinggi sampai-sampai ingin mencoba tubuh wanita tersebut!” Baekhyun mengeluarkan hipotesisnya.

Baca lebih lanjut

[FF] You Know That I Love You

Title               : YOU KNOW THAT I LOVE YOU

Rate               : G

Genre             : ANGST *tapi gagal ;(*

main Cast     : LEE DONGHAE SUPER JUNIOR

length           : FICLET, One shot

Author          : ide sepintasnya HANAN HANIFAH

Disclaimer   : Hello I’m back! Muahahaaha maaf ya baru nulis lagi. FF ini sih ga segaja ketulis, ya bisa dikatakan sebagai penanda aku kembali, makanya pendek. Aku ada ide ff tapi belum ketulis-tuli, nah ini selingannya. SUKA NGGAK SUKA sih itu selera kalian, tapi mohon dengan sangat NO BASHING. GOMAWAEYO udah mau baca. MIANHAEYO kalo jelek. Aku sangat merespect orang yang menghargai karya orang, SO, PLEASE DON’T COPY THIS FF AND PLAGIARISM THIS. Please ENJOY =D.

 

Donghae berjalan diantara rerumputan yang hijau serta pepohonan yang rindang. Dahulu selalu ada orang yang menemaninya ke tempat ini, namun kini Ia hanya ditemani angin yang bertiup kencang yang sanggup membuat dedaunan dan ranting saling bergesekan dengan ributnya. Donghae berhenti di salah satu pohon. Dibawah langit yang kelabu, Donghae hanya bisa menatap pohon di depannya dengan sendu.

Di pohon itu, kini tertanam butiran abu hasil pembakaran raga dari tubuhlseorang yang sangat berharga baginya. Sesosok wanita yang selalu menemaninya kemari saat Ia ingin kemari. Sosok yang begitu ayu dan tentu saja wanita yang paling Ia cintai. Tak ada wanita yang paling Iain cintai selain wanita ini, dan kini Ia harus hidup tanpa wanita itu.

Segenggam bunga yang dibawa Donghae, ditaruhnya diatas akar yang menyembul ke permukaan tanah. Ia sengaja membawa bunga matahari. Bunga itu menggambarkan diri wanita tercintanya. Selalu tersenyum dan cerah. Donghae menekukan lututnya. Dibelainya dengan lembut batang pohon tersebut. Mulanya segaris senyum masih bisa terhias di mukanya, namun Ia tak sanggup untuk terus berpura-pura tersenyum. Kini di pipinya basah karena aliran air mata yang semakin lama semakin deras. Suara segukan makin terdengar jelas dari bibirnya. Lututnya yang tertekuk semakin rendah, bahkan kini tubuhnya merunduk menempel pada bumi.

“Mianhae… mianhae…” Donghae melirihkan kata itu berulang-ulang kali dalam tangisnya. Hatinya meraung keras. Sakit rasanya, terlalu pilu untuk Ia hadapi. Ia merasa teramat perih, tapi bukan karena kehilangan. Ia merasa perih karena apa yang telah Ia lakukan selama ini semasa wanita itu hidup.

Donghae tahu dan sadar betul betapa Ia mencintai, begitupula sebaliknya, tetapi yang dilakukannya hanyalah menyia-nyiakan cinta yang telah diberi sepenuh hati oleh wanita tersebut.

Sembari memeluk pohon dengan deraian air mata, Donghae berbicara sepenuh hati, seolah-olah pohon tersebut adalah jiwa dari wanita tersebut.

“Kenapa Kau meninggalkanku secepat ini?” Isak Donghae penuh rasa pilu. “Belum saatnya kau meninggalkanku. Aku belum berbuat banyak untukmu. Aku belum sepenuhnya membalas rasa cintamu.”

Ya, Dia belum berbuat banyak. Selama ini Ia hanya menerima cinta tulus tanpa balasan. Selama ini Ia hanya bersikap acuh tak acuh, bahkan kerapkali Ia bersikap acuh, padahal Ia sangat mencintai wanita itu. Ia selalu menolong wanita tercintanya, tetapi saat wanita tercintanya membutuhkan perhatian, Ia agak sedikit masa bodoh. Padahal selama ini wanita tercintanya tak pernah luput memberi perhatiannya.

Pria macam apa dia? Katanya Dia sangat mencintai wanitanya, tapi yang Ia lakukan hanya mempedulikan dirinya sendiri. Sudah delapan tahun Donghae sibuk dengan pekerjaannya. Ia sangat fokus akan pekerjaannya, sampai-sampai Ia seringkali mengabaikan orang-orang yang menyayanginya, termasuk wanita ini. Saking fokusnya, Dia pun sampai tak bisa menemani wanita ini di akhir masa hidupnya, dan tentu jelas, Donghae sangat teramat menyesali hal itu.

Baca lebih lanjut

[FF] Sorry

Title               : SORRY

Rate               : G

Genre             : FAMILY, SISTMANCE (?)

main Cast     : KRYSTAL JUNG F(X), JESSICA SNSD

OTHER CAST   : KANG MINHYUK CNBLUE

length           : One shot

Author          : alhamdulillah HANAN HANIFAH lagi

Disclaimer   : terinpirasi dari kejadian sehari hari lah pokoknya mah. Bakalan rada geje sih. SUKA NGGAK SUKA sih itu selera kalian, tapi mohon dengan sangat NO BASHING. GOMAWAEYO udah mau baca. MIANHAEYO kalo jelek. Aku sangat merespect orang yang menghargai karya orang, SO, PLEASE DON’T COPY THIS FF AND PLAGIARISM THIS. Please ENJOY =D.

 

 

Berulang kali Jessica melirik jam dinding di ruang tengahnya. Jamnya kini sudah berdentang sebanyak duabelas kali. Entah sudah berapa kali Ia menempelkan ponselnya ditelinganya, namun tak terdengar juga nada sambung. Ia cemas, sudah tengah malam adiknya,Krystal tak ada kabar berita. Membuatnya begitu cemas. Memang bisa saja Krystal sedang bermain bersama teman-temannya atau dengan pacarnya, tapi biasanya Ia selalu memberitahu Jessica jika pulang telat. Namun Krystal sama sekali tak memberitahunya. Ia jadi tak bisa tenang. Jika Ia pergi tidur begitu saja, Ia takut terjadi sesuatu dengan adik satu-satunya itu, sehingga Ia memaksakan diri untuk tetap terjaga walau rasanya tubuhnya daritadi sudah protes meminta untuk berbaring dikasur.

Terdengar suara orang sedang membuka kunci pintu. Jessica langsung berlari ke depan untuk memastikan yang membuka kunci adalah Krystal. Sesampainya di depan, tepat saat pintu baru saja terbuka. Sesuai harapannya orang yang membuka pintu adalah Krystal. Betapa leganya Jessica saat tahu kalau itu Krystal.

“Aku pulang!” Seru Krystal.

“Kirain enggak akan pulang.” Sambut Jessica seraya menyindir.

Disindir sepert itu Krystal hanya tersenyum. “Kok Eonni belum tidur? Masih ngerjain tugas kantor?”

“Tugas sudah beres dari jam 10.” Jawab Jessica dingin.

“Lah terus kenapa belum tidur?”

“Nunggu kamu! Darimana saja? Enggak ada kabarnya. Ponsel enggak bisa dihubungi.” Ketus Jessica. Nada bicaranya mulai tinggi.

“Biasa aku main sama Minhyuk Oppa. Kenapa nunggu aku? Aku bawa kunci kok.” Jawab Krystal.

“Kenapa enggak bilang kalau kamu pulang telat mau main dulu sama Minhyuk?”

“Ponselku habis baterai. Makanya Eonni tak bisa menghubungiku.”

“Kalau Ponsel kamu mati, kenapa enggak coba menghubungi lewat ponselnya Minhyuk.”

“Enggak apa-apa. Lagian Aku pikir Eonni pasti tahu kalau aku pulang telat gara-gara main.” Jawab Krystal dengan santai seolah tak terjadi apa-apa. Raut mukanya sama sekali tak menunjukkan rasa bersalah.

“Bilang kalau kamu main! Jadinya kan aku enggak usah nunggu kamu. Aku kan bisa tidur daritadi. Capek tahu!” Jessica langsung mengeluarkan amarahnya.

“Ya kan aku juga enggak minta Eonni buat nunggu aku pulang.”

“Aku enggak akan menunggumu kalau kamu bilang kamu main!” Jessica mulai berteriak kesal.

“Ya gimana mau bilang? Ponselku lowbat!” Krystal pun pada akhirnya emosinya ikut tersulut.

“Ya kan kamu bisa kasih tahu aku lewat Minhyuk!” Bantah Jessica

“Tanpa aku kasih tahu juga, Eonni sudah mengertilah, kalau aku ini main!”

Suasana di ruang tengah menjadi memanas. Serasa ada api yang mengililingi ruangan itu. Urat dan syaraf kakak beradik itu sama-sama menjadi tegang dengan muka yang memerah. Jessica menatap adiknya dengan tajam. Krystal pun yang sudah kesal ikut memandangi kakaknya dengan tajam, namun Dia menatap seperti itu hanya sesaat. Krystal pun sadar. Ia memalingkan mukanya dari hadapan kakaknya. Agar suasana tak memanas, Krystal memutuskan untuk tak memperpanjangnya. Ia pamit menuju kamar.

“Ya sudahlah, enggak usah dibahas lagi. Aku mau ke kamar capek.” Pamit Krystal sambil berjalan melewati Jessica.

“Kamu tuh enggak ada rasa bersalahnya sama sekali ya? minimal minta maaf gara-gara enggak kasih tahu aku! Aku lebih capek! Kerja lebih capek! Kamu capek apa sih? Main?” Emosi Jessica benar-benar berada dipuncak. Ia langsung menumpahkan isi pikirannya.

Krystal langsung membalikkan badannya. Ia memprotes Jessica. “Apa sih Eonni? Enggak usah berlebihan deh! Enggak usah dibahas lagi kenapa sih?”

“Enggak bisa! Nanti bakalan jadi kebiasaan! Kalau mau pergi kasih tahu aku! Kamu enggak tahu apa aku begitu cemas? Aku ingin istirahat daritadi! Tapi gara-gara kamu belum pulang aku enggak bisa istirahat!”

“Aku bukan anak kecil lagi,Eon! Aku tahu salahku, nanti aku enggak akan gitu lagi kok!” Sahut Krystal sambil berjalan menaiki tangga.

Emosi Jessica semakin tersulut dengan jawaban Kystal. Ia berjalan mendekati Krystal. “Anak kecil saja bisa merasa bersalah? Kamu? mana ada rasa bersalahnya. Minta maaf bisa kan?”

Eonni, enggak usah dibesar-besarkan deh ini masalahnya! Masalah gini saja marah-marah. Pakai acara minta maaf pula!”

“Masalah gini saja? Ya Tuhan! Minta maaf saja susah ya kamu? Kamu gimana kalau kamu diculik, terus aku enggak peduli nyariin kamu? Kamu enggak akan ketemu! Enggak tahu diuntung ya kamu! Harusnya kamu beruntung punya kakak yang care sama kamu! Ya sudah, kalau kamu enggak mau dapat perhatian dari Aku lagi. Besok Aku enggak akan ngomong sama kamu! Aku enggak akan peduli lagi sama kamu!” Ujar Jessica penuh emosi. Dengan cepat Ia meninggalkan Krystal menaiki tangga, dan masuk kamar dengan pintu dibanting.

Melihat Kakaknya marah-marah, Krystal jadi ikut kesal. Ia pun berjalan masuk ke kamar dan ikut membanting pintu kamar. Dibalik pintu kamar, Krystal bersandar dan menengok ke tembok sebelah kirinya, dimana disebelah tembok itu adalah kamar kakaknya,

“Kenapa sih dia? Masalah macam gitu saja dilebih-lebihkan. Pakai acara ngamuk pula. Ah paling juga besok baik lagi.” Ujar Krystal berusaha cuek sambil berbaring di kasurnya.

*****

Paginya, seperti biasa Krystal memasak untuk sarapan Ia dan Jessica. Dari Ia bangun sampai sekarang Ia memasak, Krystal belum bicara juga dengan Jessica. Bukan karena Jessica tak mengajaknya bicara, tapi karena Ia belum melihat Jessica. Saat Ia bangun Jessica belum bangun. Krystal langsung bergegas ke lantai bawah untuk memasak. Saat Ia memasak Ia mendengar suara kaki menuruni tangga lalu terdengar suara air dari kamar mandi. Tampaknya Jessica sedang bersiap-siap untuk pergi ke kantor.

Setelah selesai memasak, Ia sajikan makanannya diatas meja makan, dan mengajak Jessica untuk memakan sarapan yang telah Ia buatkan.

Eonni, sarapannya sudah siap!” Krystal teriak mengarah pada lantai atas. Tak terdengar jawaban dari Jessica. Krystal berlalu kembali ke dapur untuk membereskan peralatan yang tadi Ia pakai untuk memasak. Krystal tak mempermasalahkan jika Jessica tak menjawab, karena biasanya juga Jessca tak menjawab ajakan sarapannya itu.

Krystal pun mencuci semua peralatan masaknya. Saat Ia sedang mencuci, Jessica turun ke bawah dan menuju dapur untuk minum. Krystal pun langsung menyapa Jessica dan mengajaknya sarapan.

Eonni, ayo sarapan!” Ajak Krystal dengan tangan penuh busa.

“Aku telat.” Jawab Jessica dingin sambl berjalan pergi.

“Nanti pulang jam berapa? Nanti malam aku masakin, kebetulan Aku hari ini enggak ngampus, jadi santai.”

Jessica tak menanggapi pertanyaan Krystal. Ia terus saja berjalan pergi.

Eonni?” Krystal melirik Jessica, tapi sayangnya Jessica sudah menghilang dari hadapannya. Terdengar suara pintu dibuka. Ternyata Jessica sudah pergi, tanpa pamit pada dirinya.

Krystal memasang mimik heran sekaligus tak percaya. Tak seperti biasanya kakaknya dingin padanya, bahkan pergi tanpa pamit. Sesuatu yang jarang sekali terjadi, bahkan bisa dibilang inilah pertama kalinya Jessica bersikap seperti ini.

“Kenapa Eonni kayak gitu? Apa Dia benar-benar marah?” Krystal bertanya pada dirinya sendiri. Krystal menyadari jika kakaknya itu tampaknya memang benar marah. Seketika Krystal langsung panik.

Aigo, gimana ini? ah paling nanti baik  dengan sendirinya? Tapi kalau enggak? aduh gimana ya?” Panik Krystal. Batin Kystal bergulat antara harus memikirkan hal itu atau tidak. Pada akhirnya Krystal melanjutkan pekerjaannya tanpa mau memikirkan masalah itu, tapi tetap saja hal itu terus terlintas dibenaknya. Ia menjadi tak tenang. Pekerjaan rumahnya terselesaikan namun tak terselesakan dengan baik.

Saat Ia mencuci piring, Ia membilas sisa sabunnya secara asal sehingga asih ada sisa sabun yang tertinggal. Saat menyapu pun tak semua debu ikut tersapukan. Lebih parah lagi saat Ia mengepel karena lap yang Ia gunakan untuk mengepel terlalu basah sehingga lantai rumahnya agak becek dan lama keringnya. Marahnya Jessica benar-benar mengganggu pikirannya.

Siangnya, Minhyuk mengunjungi rumah Krystal. Minhyuk datang dengan senyum menghias wajahnya dan tangan kanannya membawa sebuah plastik kecil berwarna putih susu. Krystal menyambut kehadiran kekasihnya hanya dengan senyum tipis dan wajah yang terlihat gelap karena otot-ototnya lesu. Melihat raut Krystal yang tampak suram, Minhyuk mengerutkan dahinya. Baca lebih lanjut

[FF] My Brother My Guard

TITLE : MY BROTHER MY GUARD
RATE : G
GENRE : FAMILY
MAIN CAST : PARK SIBLINGS : PARK SANDARA 2NE1 & PARK SANGHYUN (THUNDER MBLAQ)
OTHER CAST : LEETEUK SJ, JAEJOONG DBSK/JYJ, LEE JOON MBALQ, MIR MBALQ, HYOMIN T-ARA
LENGTH : ONE SHOT
AUTHOR : ketikkannya HANAN HANIFAH
SUMMARY : keluarga itu harus saling melindungi
DISCLAIMER : aku terinspirasi dari sebuah artikel yang mengatakan kalau Thunder itu protektif terhadap Dara, terutama masalah pasangan. Alhasil bikin FF ini. SUKA NGGAK SUKA sih itu selera kalian, tapi mohon dengan sangat NO BASHING. GOMAWAEYO udah mau baca. MIANHAEYO kalo jelek. Please ENJOY =D.

Kesalahan. Membawa seorang pria – entah itu dengan status hanya teman, atau lebih dari sekedar itu – ke rumah itu merupakan kesalahan. Kalau saja Dara tak membawa pria itu kehadapan adiknya, Thunder alias Sanghyun, ini semua tidak akan terjadi. Dara takkan mengalami rasa malu dan gengsi, seperti hari ini.
Hari ini Dara membawa Leeteuk ke rumahnya. Status Leeteuk hanyalah seorang teman. Mereka hanya sekedar mengobrol-ngobrol santai dan sedikit mengobrolkan pekerjaan. Saat sedang asyik-asyiknya berbincang, tiba-tiba Sanghyun muncul dan mulai menganggu. Ia berteriak-teriak kelaparan sambil memukul-mukul panci. Teriakannya itu sungguh mengganggu dan memalukan. Akibatnya Dara pun memotong obrolan mereka dan memasak untuk Sanghyun. Sembari menunggu Dara memasak, Sanghyun justru mengajak Leeteuk untuk bermain catur dan Sanghyun membuat peraturan jika Leeteuk menang, setelah Dara selesai memasak, Leeteuk boleh mengobrol kembali dengan Dara, namun jika 3 game berturut-turut Leeteuk kalah, Ia harus pulang. Berhubung Leeteuk tak bisa bermain catur, dengan mudahnya Sanghyun mengalahkan Leeteuk. Dengan terpaksa Leeteuk pun pulang. Sebelum pulang Sanghyun berpesan.
“Wah menyenangkan bermain catur denganmu, Hyung! nanti kalau kau kemari lagi, kita bermain lagi ya! oh iya tapi tetap dengan peraturan yang sama ya, Hyung. hati-hati dijalan” pesan Sanghyun sambil tersenyum penuh arti.
Dara pun dengan rasa malu dan bersalah meminta maaf pada Leeteuk karena telah diusir secara halus oleh adiknya. Leeteuk hanya membalas permintaan maaf Dara dengan senyuman. Keesokan harinya Leeteuk pun sedikit menjauh dari Dara, dan Dia jadi tidak mau lagi jika diajak ke rumah Dara. Karena kejadian itu Dara langsung mengomel pada adiknya.
“Sanghyun! Apa yang kau lakukan sih? It so bad manner, you know? Kenapa sih kamu mengusir dia?” omel Dara pada adiknya
“aku tidak mengusirnya kok. kan itu sudah rulesnya, kalau kalah 3 kali berturut-turut, Dia harus pulang” jawab Sanghyun dengan wajah tanpa dosa
“ya ampun! Lagian untuk apa kamu bikin aturan seperti itu? Leeteuk kan tak bisa bermain catur. Kamu sengaja ya?”
Sanghyun menggeleng. “kan aku enggak kenal dia. Jadi bagaimana bisa aku tahu Dia tidak bisa?”
“Sanghyun, Leeteuk itu cuman teman. Enggak lebih. Jadi enggak seharusnya kamu mengujinya”
“Iya cuman teman, tapi Leeteuk Hyung mengharap lebih” ujar Sanghyun
“sok tahu! Kata siapa?”
“aku ini seorang pria,noona. Aku tahu mana tatapan pria terhadap seorang teman, mana tatapan pria yang tertarik pada wanita. Tatapan matanya padamu itu jelas-jelas menggambarkan kalau Dia tertarik padamu” jelas Sanghyun
“tapi aku kan belum tentu mau dengannya. Gara-gara kamu Dia jadi menjaga jarak denganku, dan enggak mau diajak kesini lagi”
“tuhkan baru segitu saja sudah mundur. Itu belum apa-apa. Jangan mau dengan pria seperti itu. enggak mau berkorban!” cibir Sanghyun
“ya lagian kamu itu suka aneh-aneh nguji mereka. Jelas saja kalau mereka enggak kuat dan mundur. Ah gara-gara sikap kamu ini sampai sekarang aku enggak punya pacar! Rasanya kebahagianku kurang lengkap tanpa adanya pasangan” kesal Dara
“cemen! Aku itu sengaja menguji mereka, aku ingin tahu mereka itu serius enggak sama noona, mereka itu pria baik-baik bukan? Aku hanya ingin yang terbaik untuk noonaku”
“ya tapi enggak gitu juga kali”
“Kalau mereka baru saja sekali aku uji langsung mundur, berarti mereka bukan pria yang terbaik, karena mereka langsung menyerah”
“masalahnya kamu itu suka keterlaluan dalam menguji mereka. Misalnya beberapa waktu lalu hampir gaji sebulannya minseok habis hanya untuk mentraktirmu makan”
Sanghyun hanya cengengesan mendengar pernyataan dari kakaknya.
“Sanghyun, noona mohon. Janganlah kamu terlalu ikut campur urusan ini. iya noona tahu kalau ada yang mau jadi pacar noona harus dapat persetujuan kamu, tapi kamu enggak usah uji mereka. Noona tahu mana yang baik untuk noona. Biarkan kebahagian noona lengkap,Sanghyun”
“iya, tapi bagaimana caranya aku tahu Dia itu yang terbaik kalau aku tidak mengujinya? Sudahlah Dara noona, percaya padaku. Aku ini seorang pria”
“Aku tahu, tapi tolonglah jangan ikut campur. Biarkan aku yang menguji mereka, kamu tinggal bilang setuju atau enggak, tanpa harus menguji mereka” mohon Dara
Sanghyun menanggapi permohonan kakaknya dengan gelengan sambil berjalan masuk ke dalam kamar. Dara hanya bisa cemberut akan tanggapan Sanghyun.
Baca lebih lanjut