[REVIEW] JEALOUSY INCARNATE

JEALOUSY INCARNATE

Genre : Romance, Comedy

Episode : 24

Why I Watched : Tak lain tak bukan karena semua leadnya aku suka. Mulai dari Gong Hyojin si queen of romcom, lalu Jo Jungsuk yang sebelumnya mempesonaku di drama Oh My Ghost, dan juga si tampan Go Kyungpyo yang akhirnya dia dapat lead yang banyak screentimenya!!!

Kesan : ini adalah drama terkoplak yang pernah aku tonton. Kok bisa kepikiran bikin cerita cinta dengan bumbu komedi yang kacau, gila, koplak abis. Sangat menghibur dan ringan. Ini adalah drama produksi SM terbagus menurutku.

The interest thing : Jelas komedinya merupakan kekuatan utama drama ini. Komedinya tuh fresh. Walau plot awalnya klise, tentang cerita cinta segitiga, tapi ini tuh beda cara penyajian ceritanya. Satu cewek, Pyo Nari direbutkan oleh dua cowok yang sudah bersahabat bertahun-tahun lamanya, Lee Hwashin dan Go Jungwon, dan Nari itu awalnya clueless. Cara mereka memperjuangkan Nari itu yang benar-benar kocak sampai merema memutuskan untuk sebulan tinggal bersama bertiga agar Nari bisa menentukan pilihannya. IDE GILA MACAM APA ITU!!! KOPLAK PARAH ITU!! Kenapa jadi sulit, padahal Nari dulu pernah punya cinta satu pihak pada Hwashin selama 3 tahun, kini malah Hwashin yang bertepuk sebelah tangan. Yap, male leadnya merasakan jadi second lead dulu, dan second leadnya merasakan jadi male lead. Inilah yang menariknya karena uri male lead,Hwashin sempat merasakan patah hati saat harus melihat Jungwon dengan Nari. Frustasi akan perasaannya sendiri, terbakar cemburu yang amat menggelora, dan itu tersampaikan dengan komedi yang menarik. Baru kali ini sih liat drama romcom dengan formulasi seperti ini. Selain itu cerita mengenai tokoh sampingnya juga menarik seperti frenemy ibu kandung dan ibu tiri dari Lee Ppalgang yaitu Kye Sungsook dan Bang Jayoung. Mereka bertengkar mengenai kehidupan sehari dan memperebutkan hak asuh, dan juga bersaing cinta pada chef Kim Rak, tapi mereka saling mengisi dan membutuhkan satu sama lain. Ada juga hubungan Ppalgang yang juga keponakan Hwashin dengan adik Nari Pyo Chiyeol dan juga temannya, Oh Daegoo. Selain itu aku suka latar pekerjaan yang diambil yaitu reporter dan juga penyiar cuaca. Ah satu lag hal yang menarik. Hwashin disini menderita kanker payudara stadium 1 (yap although he’s man, but he got breast cancer), dan cara Hwashin melawan dan menyembunyikan penyakitnya itu amatlah kocak. Nari yang selalu mengingatkan dan melindungi Hwashin dari penyakitnya ini. Tanpa disadari, hal ini bikin aku jadi aware ama kesehatan badan sendiri. Hwashin yang cowok saja bisa terkena, perempuan lebih besar kemungkinannya, tapi naudzubillah…

The Bad Thing : Berhubung jumlah episodenya 24 jadi alur awalnya agak lambat, dan jujur aku agak bosan saat episode-episode awal. Agak enggak terlalu excited, dan sedikit mengantuk, tapi kesini-sini apalagi menjelang akhir semakin menarik dan nagih untuk ditonton. Jadi kalau nonton drama ini episode awalnya mungkin bisa dicepetin, tapi jangan diskip banyak, karena akan menjelaskan para karakter yang nantinya ngaruh ke pertengahan episode. Episode 11-20 itu episode terbaik memang. Lalu penderitaan Hwashin menjelang akhir episode kenapa harus ditambah sih??? Jadi agak makjang sebel bzzz. Kenapa baru juga bersatu sudah mau dipisahin saja, gara-gara Hwashin mandul? Llu perkembangan side characterny enggak terlalu diperlihatkan terutama para reporter SBC, macam Hong Hyewon dan Geum Soojung. Kayaknya lebih menarik nih kalau lebih diperlihatkan gimana Hyewon begitu tertarik dengan Hwashin dan ingin mencuri perhatian Hwashin. Lalu karakter Soojung yangdijodohkan dengan Jungwon juga enggak begitu berpengaruh. Jadi terasa kurang penting. Agak frustasi juga dengan Nari karena lama banget memutuskan siapa yang akan Ia pilih. Plin-plannya luar biasaaaaa, tapi kalau aku jadi dia juga bakalan bingung sih direbutin dua cowok ganteng wkwkwk.

Baca lebih lanjut

Iklan

[REVIEW] PRODUCER

Sebuah acara televisi tak hanya didukung oleh artis-artis pengisi acara tersebut saja, melainkan terdapat juga peran orang dibelakang layar. Para tim produksi lah yang bertanggung jawab akan kelangsungan acara tersebut, kontennaya sepert apa, apa yang membuatnya berbeda dari acara lain bahkan stasiun lain, bagaimana caranya menarik penonton sehingga meningkatkan rating acara tersebut. Keseruan dan kekacauan yang terjadi dibelakang layar tersebut dapat kita saksikan di drama satu ini, Producer.

Producer merupakan sebuah drama bergenre romance,life, comedy denan gaya mockumentary yang menceritakan mengenai kehidupan dari para tim produksi, terutama produser dari departemen variety show di KBS. Berbagai macam masalah menghadapi kehidupan mereka, Baek Seungchan merupakan seorang PD rookie alias PD baru yang diterima di KBS. Alasan dia menjadi PD karena ada senior yan Ia sukai menjadi PD di KBS, lalu Ra Joonmo PD dari acara 2days 1 night season 4 yang mengalami masalah dengan rating yang terus menurun dan acaranya terancam bubar jalan. PD wanita yang terlihat tangguh, Tak Yejin yang merupakan PD music bank harus bisa menghadapi artis-artis yang akan tampil diacaranya, agar konsep dan pakaiannya sesuai dengan aturan di KBS yang cenderung lebih ketat dibanding stasiun lain *karena milik pemerintah, dan terakhir ada seorang penyanyi terkenal yang sudah debut 10 tahun dari usia remaja, Cindy yang mempunyai masalah dengan karakternya dan juga agensinya. Mereka berempat saling terhubung dengan kisah mereka masing-masing.

Alasan aku menonton ini, oh sudah pasti dan sudah jelas sekali alasannya, ma bebeh Kim Soohyun bermain dalam drama ini, ditambah lawan mainnya ada Cha Taehyun yang jarang bermain dalam drama, lalu Gong Hyojin yang aktingnya amazing, ditambah reuniannya kim Soohyun dan IU, dan yang bikin aku semakin excited adalah karena yang nulis drama ini adalah penulis dari drama You Who Come From The Stars. Aku sua banget sama drama satu itu, jalan cerita, karakterisasi, dan semua tetek bengeknya aku suka, makanya ekspetasi aku sama drama ini tinggi banget. Aku berharap banyak dari drama ini, semoga semenarik drama YWCFTS.

Apakah ekspetasiku sesuai? Ha… namanya juga ekspetasi, dan aku mengulangi kesalahan yang sering aku berbuat dalam real life dan fangirling life. Terlalu berharap tinggi! Harusnya aku dari awal tidak berharap terlalu tinggi, hanya cukup sekedar berharap “Wah ini kayaknya bakalan seru!” bukannya berharap macam “Wah ini gila, pasti seru banget! Enggak mungkin enggak!”. Ya aku sedikit agak kecewa sama drama ini karena ekspetasi awalku yang tinggi. Drama ini sebenarnya menarik kok, idenya bagus menceritakan mengenai kehidupan professional kerja seorang produser, tapi eksekusinya nih kurang.

Dua episode pertama terasa agak membosankan. Entah karena faktor jam tayang yang lebih lama dari biasanya, sehingga tampak agak mengulur-ngulur cerita, entah masih pengenalan, jadi belum ada hal yang menarik, tapi katanya dari episode 3 selanjutnya beda director, jadi stylenya berbeda, dan story tellingnya terlihat lebih atraktif.

Aku suka ide dasarnya, menceritakan bagaimana cara kerja produser. Apa sih yang terjadi dibalik layar sebuah acara-acara variety yang suka kita tonton. Drama ini menggunakan setting asli, yaitu stasiun KBS dengan acara-acaranya yang memang juga ada. Diceritakan 2 days 1 night dalam drama ini sudah mencapai season 4, padahal aslinya baru mencapai season 3. Banyak yang bilang jika disini KBS seperti mempromosikan acara sendiri. Iya sih, memang mungkin sebagai bentuk promosi juga, tapi aku merasa kok tidak seperti promosi, ya mengalir saja seperti seharusnya, tidak memaksakan konten acara-acara tersebut. Selain itu aku setuju yang dibilang mbak fanny di blog kdramatized.com kalau sebenarnya KBS itu lagi nyinyir, menyindir para pekerjanya sendiri. Dapat dilihat di episode pertama saat Seungchan tur kerja, Taeho menjelaskan kalau ini begini padahal kenyataan begitu, nih contohnya produser Immortal Song tampak sedang menggunakan headset saat jam kerja. Taeho bilang sebagai produser acara musik, produser tersebut harus mendengarkan berbagai musik, ternyata saat didatangi, dia sedang bermain games, bukannya mendengarkan referensi musik. Hal ini membuktikan jika sebenarnya KBS mau menegur para pegawainya agar bekerja lebih keras lagi.

Drama ini terasa real. Benar-benar digambarkan cara kerja disana, harus rapat untuk menentukan ide suatu episode, mencoba games yang akan dicoba pada sang artis, harus melobi atasan, mencoba bernegosiasi dengan agensi artis, begadang hanya untuk mengedit agar tayangan menjadi menarik dan lucu. Ternyata acara-acara yang kita tonton itu tak semudah itu menjadi menarik dan lucu. Perlu kerja sama Antara tim produksi dengan artis yang baik dan juga kejelian produser. Seperti kata Joonmo saat menyuruh Seungchan membuat preview, Seungchan sebagai PD harus bisa menilai bagian apa yang menarik dari artisnya, harus mau mengenalnya agar dapat menayangkannya dengan menarik.

Untuk anak broadcast pasti terasa sangat familier dengan adegan-adegan produksi di drama ini. Kalau buat yang belum kuliah, pasti rasanya setelah menonton ini ingin mnjadi seorang PD, ingin masuk broadcast, karena ya memang terlihat seru. Menariknya drama ini juga memperlihatkan resiko dari pekerjaan ini, dimana saat di ruang editing, apalagi dalam jangka waktu lama dapat berdampak pada kesehatan, hidup tidak teratur, jika rating turun, nasib kita entah bagaimana. Enaknya, kita bisa mengenal banyak artis, bahkan jika cocok dapat bersahabat seperti Cindy dengan Yejin, Seungchan, dan Joonmo, selain itu kita bisa membantu orang melalui tayangan acara kita, dan hal lainnya. Drama ini cukup menggambarkan secara luas bagaimana dunia professional produser.

 Aku pikir karena dari judulnya saja sudah menyebutkan suatu profesi, tentu harusnya drama tersebut menceritakan mengenai dunia produser lebih banyak dibanding romancenya. Ya atau tdak seimbanglah. Aku pikir ini bakalan jadi seperti Misaeng dengan tambahan romansa, ternyata kok malah seperti Reply 1994 2.0 ya? Drama ini kesini-sini ya mulai dari episode 4 mulai kehilangan fokusnya. Fokus dari pekerjaan produser malah jadi fokus ke kehidupan pribadi para produsernya? Kita malah jadi meributkan dan berfokus pada ending the game between Joonmo and Seungchan for Yejin? Siapa sih akhirnya yang mendapatkan Yejin, dan banyak yang sebal gara-gara itu!

Dari awal episode, bahkan sebelum drama ini tayang aku sudah ngeship Gong Hyojin – Cha Taehyun, Kim Soohyun – IU. Di awal episode sudah diperlihatkan kalau pasangannya akan Tak Yejin – Ra Joonmo dan Baek Seungchan – Cindy. Pas tahu diawal episode seperti itu aku sudah memantapkan hati untuk berada di kapal Yejin-Joonmo, tap ternyata kampreeeeeeeet……ternyata SWnim nya mau sedikit bermain-main nih, ada sebuah kapal tiba-tiba dating, kapal Yejin-Seungchan. Moment mereka banyak dan sialnya Kim Soohyun dan Gong Hyojin mereka bisa membangun chemistry dengan lawan main masing-masing, membuat orang ingin menjadikan mereka sebagai akhir permainan. Ya sehingga timbullah shipper war. Ada yang mau Seungchan-Yejin, Seungchan-Cindy, dan juga ada yang mau Yejin-Joonmo.

Gara-gara hal ini kita menjadi bertanya-tanya siapakah yang bakal dipilih Yejin? Bisakah kebersamaannya dnegan Seungchan yang baru berlangsung Selma 2 bulan-an mengalahkan kebersamaannya bersama Joonmo selama 25 tahun? Kalau menurut logika sih, sulit, karena tak mungkin biasanya kita akn sulit yang sudah terbiasa bersama kita hanya untuk hal baru. Kalaupun mencoba hal baru, biasnaya hal lama takkan dilepas. Sayangnya ini drama, dalam drama bisa terjadi apapun, termasuk memilih orang baru dibanding yang lama, dan itu seringkali terjadi! Damn! Aku sudah pasrah sih karena Yejin-Seungchan banyak momen, dan Joonmo tidak melakukan pergerakan. Joonmo yang pasif membuatku berpikir Yejin bisa saja merasa lelah menunggu Joonmo bergerak, dan pada akhirnya lari ke orang baru yang pasti dan tulusnya terlihat.

Baca lebih lanjut

[REVIEW] DRAMA : IT’S OKAY THAT’S LOVE

Nambah lagi deh list drama di 2014 yang menarik hati, It’s okay that’s love.

IOTL merupakan drama bergenre romance, medical, comedy yang menceritakan Jang Jaeyeol seorang penulis dan penyiar yang tampan dan mengagumkan. Banyak wanita yang memuja-mujanya. Dibalik pesonanya itu Ia menyimpan sebuah luka dan trauma yang amat dalam mengenai keluarganya. Ia mempunyai rasa bersalah pada kakaknya Jang Jaebum yang tak mendapatkan keadilan karena telah dipenjara selama 11 tahun dengan tuduhan membunuh ayah tirinya. Suatu hari Jaeyeol bertemu denagn seorang psikiater Ji Haesoo yang dingin dan tak percaya cinta *ga juga sih, tapi ya semacam lah*. Haesoo memounyai traumatic sendiri mengenai cinta dan skinship sehingga setiap berpacaran Ia takut untuk melakukan skinship. Mereka bertemu dan berinteraksi dan mencoba menyembuhkan luka yang ada pada diri mereka masing-masing, tapi ternyata Jaeyeol menyimpan luka yang jauh lebih dalam dibanding yang terlihat di luar. Hal itu ditandai dengan kehadiran Han Kangwoo seorang anak SMA yang merupakan juga penggemar Jaeyeol.

Alasan aku menonton drama ini? sudah barnag tentu karena ada biasku tercinta, Do Kyungsoo <3. Aku ngin lihat aktingnya dia, dan its not disappointed, even its amazing! Selain itu ada Lee Kwangsoo dan para pemain utamanya yang menjanjikan. Secara yang main Jo Insung, gong Hyojin, Sung Dongil. Pemain papan atas. Selain itu dilihat dari sinopsisnya tampak menarik, dan ya memang benar, drama ini memang menarik.

Sudah lama ya enggak nemu drama yang semenarik ini. serius, drama ini bagus banget. Beda dari yang lain. Banyak pesan yang didapat dari drama ini. SW-nimnya dapat membawa kita untuk melihat tentang orang-orang yang memiliki kelainan jiwa dari kacamata lain, dan Ia menunjukkannya tanpa terlihat seperti merendahkan mereka. Pembawaan ceritanya amat rapi, dan alurnya pun pasti. Tidak terasa diburu-buru, baik di awal, tengah, maupun ending. Rasanya setiap menonton satu episode ke episode lain adalah sesuatu yang pasti.

Yang aku suka dari drama ini enggak ada tokoh antagonisnya. Hal yang diceritakan merupakan kejadian sehari-hari yang memang ada dan terjadi. kita tak dapat mengabaikan mereka yang memiliki kelainan jiwa. Mereka memang ada dan benar terjadi. lalu perkembangan hubungan Haesoo dan Jaeyeol yang terasa mengalir dengan alami dan keterbukaannya mereka. IOTL ini seperti reply 1994 yang memang sama-sama menceritakan kehidupan sehari-hari, tapi IOTL versi lebih dewasanya.

Drama ini memang agak berat dan agak mikir *apalagi buat aku*. Ada beberapa dialog yang harus aku ulang dan aku pahami benar-benar untuk mengerti maksudnya, bahkan adegan di episode pertama dimana Jaeyeol memberitahu jawaban dari pertanyaan Haesoo sudah aku ulang 3x tapi tetap saja aku masih agak kesulitan mengertinya *maapin aing emang lemot*. Selain itu drama ini juga menampilkan beberapa adegan dan percakapan yang cukup dewasa sehingga emang enggak cocok untuk dibawah umur. Aku saja yang berumur 20tahun agak risih dengan beberapa adegan dan percakapan, apalagi yang dibawah aku, namun untungnya semua itu dibalut dengan komedi yang baik sehingga tak teras seperti menggurui. Selain itu ada juga cerita tentang pasien-pasien Haesoo yang menambah bumbu drama ini menjadi menarik. walau sekilas tapi lumayan mendapat pengetahuan baru kok.

Jujur aku suka sekali dengan pesan yang dibawa. Kita jangan pernah memandang rendah seseorang yang “berbeda” dengan kita. Mereka yang memiliki penyakit jiwa pun umumnya sama seperti yang sakit fisik secara umum. Jangan perlakukan mereka dengan seenaknya. Sejatinya hampir 80% manusia itu mengalami sakit jiwa ringan. Jangan acuhkan mereka. Lalu jangan percaya dengan yang terlihat di permukaan seseorang. Kita tak tahu dalamnya seperti apa. Siapa tahu orang itu terlihat baik-baik saja, tapi sebenarnya Ia memiliki luka yang amat mendalam. Banyak yang memiliki kelainan jiwa yang terlihat baik-baik saja, padahal di dalamnya mereka amat sakit. Selain itu pentingnya juga berdamai dengan diri sendiri. Dengan memaafkan diri sendiri, kita takkan menyiksa diri sendiri dan dapat menerima kenyataan, dan juga jika memiliki permasalahan, punya uneg-uneg keluarkanlah. Ceritakan pada seseorang. Jangan memendamnya sendiri apalagi sampai bertahun-tahun karena itu tak sehat untuk jiwamu. Lihatkan? Pesannya begitu mendalam dan bagus. Benar-benar drama ini menceritakan sisi yang berbeda.

Baca lebih lanjut