[FF] JEALOUSY

Title               : JEALOUSY

Rate               : 13+

Genre             : full of ROMANCE lovey dovey yang cheesy

Cast               : KIM JONGIN (KAI EXO), JUNG SOOJUNG (KRYSTAL FX) dan sedikit cameo dari KANG MINHYUK CNBLUE

length           : One shot

Author          : HANAN HANIFAH punya ide :””

Disclaimer   : FF ini dibuat dalam rangka merayakan kaistal go public. #kaistalmenujuhalal #kaistalberjodoh. Pas tahu kaistal is real, aku senangnya luar biasa dong. Telah berada di perahu ini untuk bertahun-tahun dari 2013, akhirnya 3 tahun kemudian kapalnya beneran berlabuh. Aku mau merayakan hal itu dengan FF, tapi saat berita mereka lagi heboh, akunya lag sibuk, terus pas sudah nyante, enggak punya ide, baru ada ide sekarang hahaha. SUKA NGGAK SUKA sih itu selera kalian, tapi mohon dengan sangat NO BASHING. GOMAWAEYO udah mau baca. MIANHAEYO kalo jelek. Aku sangat merespect orang yang menghargai karya orang, SO, PLEASE DON’T COPY THIS FF AND PLAGIARISM THIS. Please ENJOY =D

“Ya.. I’ll be there in a minute. Ku sudah dekat kafe kok. Tuh papan kafenya pun sudah terlihat. Sudah ya.” Sudah mendapat omelan lewat telepon, sudah dipastikan orang yang menunggunya sudah merasa bosan menunggu Soojung. Soojung pun sedikit berlari. Ini memang salahnya terlambat karena keasyikan belanja. Lagipula Ia belanja juga untuk membeli kado untuk orang yang akan Ia temui di kafe tersebut.

Bunyi bel terdengar dari pintu kafe tersebut, menandakan ada orang masuk. Bunyinya terdengar lebih nyaring dari biasanya karena Soojung membukanya dengan tergesa-gesa, sehingga membuat orang-orang memperhatikannya. Soojung segera menurunkan topinya agar menutupi wajahnya dan menunduk meminta maaf. Ia tak ingin orang-orang tahu kalau itu adalah idol member f(x), Krystal.

“Krystal ssi?” Sapa seseorang yang mejanya tak jauh dari pintu.

Haish.. damn.. ada yang mengenaliku. Gerutu Soojung dalam hati. Terpaksa Ia menghadap orang itu dan menunduk menyapa sesaat, kemudian langsung beralih pandangannya ke tempat lain untuk mencari orang yang sudah menunggunya. Namun sesaat kemudian Ia tersadar, jika Ia mengenali orang yang menyapanya tadi. Seketika Ia langsung menghadap lagi orang tersebut,

“Minhyuk ssi?” Soojung terkejut. Minhyuk langsung tersenyum melambaikan tangan.

“Hai, Krystal! Kemari lah.” Sapa Minhyuk.

“Halo Minhyuk Oppa. Apa kabar?” Soojung menarik kursi dan duduk dihadapan Minhyuk.

“Baik tentu saja. kamu?”

“Ya begini lah… kau sendiri?”

Minhyuk mengangguk, “Iya aku sedang ingin me time saja.”

Soojung mengangguk mengerti. Dia mengamati penampilan Minhyuk yang santai tanpa masker dan topi. Ia terheran karena berbanding terbalik dengannya menggunakan topi dan masker. “Minhyuk kok bisa sih santai gitu tampilannya. Enggak pakai masker atau topi?”

“Ya santai saja sih.. enggak masalah kalau ada yang mengenaliku juga. Lagipula kafe ini kan terkenal tenang, jadi ku merasa aman. Kamu berlebihan tuh sampai pakai masker dan topi, kacamata lagi hahaha.” Jawab Minhyuk santai.

Soojung langsung melepaskan perlengkapannya itu “Ya… aku kan enggak suka saat orang-orang dijalan memperhatikanku hehehe.”

Minhyuk mengelus kepala Soojung. “Iya aku mengerti hahaha.”

“tapi, kau masih mengenaliku ya dengan penampilanku kayak gini.”

“Tentu saja. aku mengenali gayamu. I’m your fanboy hahaha”

“Hahahaha bisa saja.” Soojung tertawa sambil menutup mulutnya. Malu.

Minhyuk menyeruput kopinya. Mengulur mencari topik pembicaraan. “Oh ya.. Aku melihat cameomu di dramanya Minho hyung. Itu kamu benar-benar syuting di spanyol?”

Soojung menaik-turunkan kepaanya. “Iya aku ikut syuting disana. Kebetulan aku lagi disana juga.”

“Pantai disana tampak indah ya? Kalau aku lihat di drama.” Ah Minhyuk terlihat sekali mencari topik pembicaraan.

Soojung langsung dengan semangat menjelaskannya. “Iya betul. Pantai disana bagus-bagus. Oppa kau kalau ke eropa harus mampir kesana. Bersih, biru, tak kalah dengan pantai Maldives.”

“Penampilan singkatmu didrama itu cukup mengesankan. Ya kau tampak cantik dan elegan.” Puji Minhyuk sambil tersenyum menggoda.

“Hahahaha terima kasih. Kamu masih saja jago menggoda orang.” Soojung terkekeh. “Aku sempat melihat drama dengan Hyeri itu. Kau cukup baik disitu.”

Minhyuk mengernyitkan dahinya. “Cuman cukup saja nih?”

Baca lebih lanjut

Iklan

[FF] Bantuan

Title               : BANTUAN

Rate               : PG 13+

Genre             : Kembali ke genre pasaran tapi penuh minat ROMANCE, FLUFF

main Cast     : uri KAISTAL – KAI EXO AND KRYSTAL F(X)

length           : One shoT, VIGNETTE, FICLET

Author          : mumpung HANAN HANIFAH punya ide

INSPIRED        : Shinichi Kudo yang membantu Ran Mouri diam-diam.

Disclaimer   : Idenya terlintas begitu saja, makanya nampaknya akan kurang matang. Lagi kangen couple satu ini, jadi aku bikin FF mereka. SUKA NGGAK SUKA sih itu selera kalian, tapi mohon dengan sangat NO BASHING. GOMAWAEYO udah mau baca. MIANHAEYO kalo jelek. Aku sangat merespect orang yang menghargai karya orang, SO, PLEASE DON’T COPY THIS FF AND PLAGIARISM THIS. Please ENJOY.

 

Kai terkejut begitu memasuki apartemen Krystal. Tak biasanya apartemen Krystal dibiarrkan dalam keadaan seperti kali ini. Jarum-jarum tertusuk begitu saja di atas bantal. Kain-kain perca betebaran disemua sudut. Benang-benang terbelit acak, melihatnya saja rasanya sulit untuk mengurainya, apalagi melakukannya. Kostum kelinci dan gajah dibiarkan begitu saja terlipat kusut di atas sofa. Krystal terlihat sednag asyik memotong pola sambil bersenandung. Kai teringat jika kekasihnya itu sedang membuat kostum untuk pertunjukan amal ke panti asuhan. Melihat Krystal sibuk, Ia teringat ajakan Krystal tadi siang. Kai menjadi ragu ajakan Krystal akan terlaksana.

“Kita jadi enggak nih mau nonton? Kau tampak sibuk.” Tanya Kai sembari terkantuk-kantuk.

“Jadi dong!” Seru Krystal dengan semangat.

“Tapi Krystal, Kasur lebih menggoda daripada bioskop.” Kai melirik Sofa –jika dibuka lipatannya dapat menjadi Kasur– yang terletak di tengah ruang tengah apartemen Krystal dengan senyum jahil.

Krystal langsung melotot tajam. “Maksud kamu?”

Kai tertawa kecil, “hahaha, kamu mikirnya kemana?” Kai mencubit pipi Krystal gemas. “Maksud aku tuh, tubuhku lelah. Tidur tampak lebih enak dibanding nonton.”

“Ah… jangan! Terserah kamu deh di bioskop mau nonton apa tidur, yang penting kamu harus menemaniku! Semua teman-temanku sudah menonton film itu, hanya aku yang belum.” Rajuk Krystal.

“Ya terus kalau teman-temanmu sudah kenapa sih?”

“Film itu lagi jadi trending topic obrolan. Aku bingung sendiri, tak tahu apa yang mereka bicarakan.”

Aigo…” Kai geleng-geleng kepala. “Dasar wanita! Ya sudah, aku temani, tapi memangnya keburu? Sekrang sudah jam Sembilan malam.”

“Kostumnya harus jadinya besok malam. Masih ada waktu kok, aku cuman tinggal menjahit lima kostum binatang lagi. Midnight nanti kita nonton, setelah itu tidur sampai pagi, terus jahit sisanya. Deadline terpenuhi kan?”

Tiba-tiba terdengar dering ponsel dari ponsel Krystal. Krystal dengan cepat eraih ponsel yang tergeletak begitu saja diatas karpet. Ia membaca pesan yang sampai. Wajahnya yang mulanya terlihat ceria, setelah membaca pesan itu raut wajahnya langsung menjadi panik sekaligus kecewa.

Aigo! Gawat! Luna baru saja memberitahuku kalau kostum harus jadi besok siang, karena pertunjukannya dimajukan menjadi besok sore! Kostum yang belum kujahit ada lima, bisa-bisa aku tak tidur untuk menyelesaikan ini! ah… bagaimana ini?” Otot muka Krystal langsung menunjukkan rasa cemasnya. Ia sudah selesai membuat pola, hanya tinggal menjahitnya, tapi kostum yang harus Ia buat  cukup banyak. Sebenarnya dalam waktu semalam, kostumnya bisa jadi, tapi itu artinya Ia tak tidur, sedangkan Ia harus tampil prima dalam pertunjukan amal itu.

“Baguslah, jadi kita enggak usah nonton. Aku bisa istirahat.” Sahut Kai sambil membongkar sofa menjadi Kasur, kemudian Ia langsung merebahkan dirinya.

Krystal menghela nafas. Wajahnya langsung murung, “Yah… kita enggak jadi nonton ya? ah… sedih… katanya hari ini terakhir tayang, huhuhu.”

“Ya sudah enggak apa-apa ketinggalan satu film hits. Nanti juga bisa tonton di internet.” Celetuk Kai dengan mata terpejam.

“Hei, Kai! Jangan tidur dulu! Bantu aku menjahit dulu! polanya sudah kupotong, kau tinggal jahit saja.” Pinta Krystal sambil melemparkan pola yang akan dijahit pada Kai.

Sireo! Aku lelah, pertunjukan tadi menguras habis tenagaku. Lagipula, dulu aku pernah membantumu menjahit, kau mengomel karena jahitanku tak rapi.” Tolak Kai sambil melemparkan kembali pola yang harus dijahit.

“Ini keadaannya urgent, jadi enggak apa-apa jahitannya enggak rapi, yang penting jadi dan aku bisa istirahat supaya aku besok tampil fresh.” Krystal benar-benar memohon bantuan Kai, tapi orang yang diminta bantuannya malah menggelengkan kepala dengan cepat menolak permohonan orang yang butuh pertolongannya.

“Hais… kalau kau tak mau bantu, untuk apa kau disini? sudah sana pulang saja!” Usir Krystal kesal karena tak mau membantunya.

“Krystal… aku benar-benar mengantuk. Aku tak dapat menyupir dengan baik jika aku mengantuk. Jadi biarkan aku tidur.” Pinta Kai sambil membalikkan badannya dan matanya tentu saja sudah menutup dengan baik. Tampaknya Kai benar-benar sudah mulai memasuki fase tidur, dan mengingat kebiasaan Kai yang suka tidur, tentu saja sulit mengganggunya untuk meminta bantuan. Krystal pun akhirnya hanya bisa membiarkan Kai tidur.

“Haish… punya pacar kok enggak guna, susah diminta bantuannya. Dasar tukang tidur!” Gerutu Krystal kesal. Mau tak mau Krystal pun harus melanjutkan pekerjaannya seorang diri. Ia pun mulai mengambil benang jahit berwarna putih, lalu memasukkan benang tersebut kedalam lubang jarum. Jarinya kini dengan gesit menyatukan satu pola dengan pola lainnya dengan benang. Baca lebih lanjut

[FF] Kesalahan

Title               : KESALAHAN

Rate               : 13+ AJA KOK

Genre             : ROMANCE, FLUFF lah apa lagi klo tentang kaistal

main Cast     : KIM JONGIN (KAI EXO) , JUNG SOOJUNG (KRYSTAL F(X))

OTHER CAST   : KANG SEULGI RED VELVET

length           : One shot

Author          : HANAN HANIFAH hadir lagi

INSPIRED        : dulurku terkasih,ANATOMI

Disclaimer   : Ini idenya terlintas begitu saja. Awalnya aku sedang berusaha membereskan ceita chendy tapi stuck, dan ada satu ff lain tapi sama belum bere juga, eh tba-tiba malah kepikiran ini. ya udah mumpung ada ide langsung aku tulis. Biar kekejar juga targetku. Sebenarnya aku lagi banyak tugas, tapi saking banyaknya aku gatau tugasnya apa saja, jadi daripada nganggur, aku tulislah cerita ini. NO BASHING. GOMAWAEYO udah mau baca. MIANHAEYO kalo jelek. Aku sangat merespect orang yang menghargai karya orang, SO, PLEASE DON’T COPY THIS FF AND PLAGIARISM THIS. Please ENJOY =D.

 

 

“Soojung!” Jongin merentangkan tangannya untuk mencegat langkah Soojung. Soojung melirik Jongin ketus.

“Kamu masih marah? Sms, kakaotalk enggak dibalas. Telepon pun tak kau angkat.” Tanya Jongin dan telrihat jelas raut wajahnya panik karena hal ini.

Soojung melipatkan tangannya di dadanya “Kamu sudah sadar belum apa kesalahan kamu?”

“Ya ampun kamu marah dari kemarin sampai sekarang hanya gara-gara aku enggak mendengarkan ceritamu?”

Soojung menghela nafas kesal. “Heol! Kamu belum sadar juga ternyata. Sampai kamu belum sadar apa kesalahan kamu, jangan hubungi aku!” Ultimatum Soojung tak main-main. Iya mengatakannya dengan penuh kemantapan dan kilatan kesal di mata.

“Lah? Memangnya salahku apa lagi sih? Soojung masa kayak gitu saja kamu marah? Soojung! Soojung!” Soojung mengacuhkan panggilan Jongin. Ia terus melengos pergi tak mempedulikan teriakan Jongin. Jongin yang kesal menendang udara kosong sert mengacak-acak rambutnya sebagai tanda frustasi.

Jongin pun pergi ke kantin untuk memesan minuman sekaligus untuk berpikir. Sungguh, ia tak tahu apa salahnya? Ia hanya tahu saat kemarin Soojung sedang bercerita, tiba-tiba saja Soojung marah. Wajar sebenarnya Soojung marah, karena saat Soojung bercerita, Jongin sedang bermain games sehingga Ia tak fokus, tapi jika hanya karena itu tak seharusnya kan Soojung marah hingga seharian? Hah, wanita memang sulit dimengerti!

“Hei! Kok muram amat sih?” Sapa Seulgi yang tiba-tiba kini sudah duduk dihadapan Jongin.

“Kelihatan ya mukaku muram?” Tanya Jongin.

Seulgi tertawa mendengar pertanyaan Jongin. “Hahaha iyalah. Muka ditekuk terus tatapanmu tampak kusut sambil terus menerus mengaduk-aduk jusmu tak jelas. Kenapa sih?”

Jongin menghela nafas. “Soojung marah, tapi aku engga ngerti kenapa dia marah sampai segitunya.”

“Ya tanya dong ke dia, kenapa Soojung marah ke kamu.” Sahut Seulgi sembari menyeruput cappucinonya.

“Masalahnya dia menyuruhku untuk mencari tahu sendiri kesalahanku dimana. Kan aku bingung! Coba, masa hanya karena aku enggak mendengarkan ceritanya, dia marah seharian?!”

Seulgi mengerutkan keningnya. “Enggak mungkin ah! Soojung bukan tipe orang kayak gitu.”

“Nah maka dari itu,Seulgi! Aku tak mengerti!” Jongin menyedot jusnya dengan penuh emosi.

“Pasti bukan hanya karena itu. Rinci ceritanya dong apa yang sebenarnya terjadi.”

“Jadi Begini….”

Baca lebih lanjut

[FF] Bracelet

Title               : BRACELET

Rate               : 13+

Genre             : FLUFF, ROMANCE

main Cast     : KIM JONGIN EXO

OTHER CAST   : DO KYUNGSOO EXO, JUNG SOOJUNG F(X)

length           : One shot

Author          : HANAN HANIFAH punya

Disclaimer   : ada yang pernah marah-marah sama saya gara-gara kaistal. Kata dia sih ngapain sih ngeshippin mereka, belum tentu bener juga. Ya aku sih ngeshippin mereka karena aku suka aja sama mereka, chemistry mereka sekuat yoonhae, khunfany wkwkwk, tpi ya terlepas dari itu, aku ngeship mereka hanya sekadar fun aja, ga ampe yang maksa bgt krystal harus sama kai, kai harus sama krystal! Enggak gitu. Ya terserah mereka mau pacaran sama siapa aja, ya tapi aku sih syukur dan seneng klo mereka beneran, HAHAHAHA *evil laugh*, tetapi ya sudahlah kan ship-ship gini mah bebas,semau kita gada yg larang, kecuali yg kita ship adalah sodara kandung, jadi ya suka-suka kita. Kita boleh berkhayal, got it kan? Jadi yak lo aku sering bikin kaistal ya krna suka aja, dan sekali lagi aku ga maksa kalau kai harus sama krystal atau sebaliknya yaaa! Aduh maaf panjang inih pengantarnya.  SUKA NGGAK SUKA sih itu selera kalian, tapi mohon dengan sangat NO BASHING. GOMAWAEYO udah mau baca. MIANHAEYO kalo jelek. Aku sangat merespect orang yang menghargai karya orang, SO, PLEASE DON’T COPY THIS FF AND PLAGIARISM THIS. Please ENJOY =D.

 

 

Jongin menatap dua buah gelang yang beranyamkan tali kur dengan hiasan cangkang siput tersematkan diatasnya. Pancaran matanya terlihat ada kebingungan dan sedikit rasa sesal. Ia menyesali kenapa Ia tak tegaan dan dengan mudah kasihan dengan orang.

Sejam yang lalu Ia keluar untuk membeli beberapa makanan kecil ke minimarket. Saat Ia baru saja melangkah kaki keluar dari minimarket, tiba-tiba ada seorang nenek menghampirinya. Nenek itu tampak lesu, dan dari wajah tergurat dengan jelas rasa lelah dan putus asa. Pakaiannya agak lusuh, punggungnya yang agak bungkuk makin terlihat bungkuk karena Ia harus menanggung beban tas yang Ia bawa. Tas itu tak begitu besar, tapi cukup berat tampaknya.

“Anak muda, kemari!’ Panggil nenek tersebut sembari jalan menghampiri Jongin. Jongin pun menghampiri nenek itu dengan bingung.

“Kamu punya pacar enggak?” Tanya nenek itu dengan serius. Jongin menggeleng.

“Ah tapi ada orang yang kau suka kan?”

Jongin menatap nenek tersebut dengan pandangan bingung. Untuk apa nenek tersebut menanyakan hal pribadi seperti itu,, padahal mereka tak pernah saling kenal. Jongin diam tak menjawab.

“Haish, anak muda ini tak sopan sekali! Jangan diam saja, jawab pertanyaanku!” Gertak nenek itu kesal sambil memukul lengan Jongin. Mau tak mau Jongin pun menjawab.

“Eu… iya ada.” Angguk Jongin dengan muka memerah. Setiap membayangkan wanita idamannya pasti muka Jongin memerah.

“Ah baguslah!” Lega nenek. “Kau pasti ingin bisa bersama orang yang kau sukai itu kan?”

Jongin kembali mengangguk bingung.

Nenek itu membuka resleting tas yang Ia jinjing tadi, Ia mengeluarkan dua buah gelang yang kini menjadi miliknya. Nenek itu menyodorkan gelang tersebut padanya. “Ah kalau begitu belilah gelang ini, nak. Gelang ini buatanku sendiri dan sudah kuberi doa di kuil. Gelang ini dapat menjadi jimat cinta! jika kamu dan orang yang kamu sukai akan bersatu dan kekuataan cinta kalian akan bertahan selamanya. Aku menjualnya khusus padamu hanya 250 won saja untuk dua gelang. Aku biasanya menjual 300 won”

Jongin menatap gelang tersebut dengan tatapan aneh. Dahi terlihat jelas mengkerut saat mendengar penjelasan sang nenek. Sejujurnya Ia tak percaya dengan hal seperti itu. Ia pun memutuskan untuk menolaknya, namun Ia menjadi ragu saat melihat mata nenek tersebut. Mata sang nenek terlihat jelas begitu berharap besar pada Jongin. Jongin pun menjadi tak tega.

“Hm… kalau begitu aku beli satu saja ya nek gelangnya.” Ujar Jongin.

Nenek itu menggerakkan jari telunjuk kanannya ke kiri dan ke kanan. “aniya! Tidak bisa! Jika kua ingin gelang ini berfungsi sebagai jimat kau harus membeli keduanya dan memberikan gelang yang satunya pada gadis yang kau sukai. Ayolah anak muda belilah kedua gelang ini.”

Jongin melihat penampilan nenek yang ada dihadapannya. Nenek tersebut tampaknya sudah bejalan cukup jauh membawa dagangannya. Nenek itu tampak sesekali memegangi pinggang dan kakinya. Mata nenek tersebut masih memancarkan secercah harapan pada Jongin. Jongin menghela nafasnya. Ia tak tega melihat nenek itu. Ia jadi membayangkan bagaimana jika itu adalah neneknya sendiri. Dengan niat menolong akhirnya Jongin merogoh saku celananya mengeluarkan 250 won. Tanpa banyak bicara Ia langsung memberikan uang itu pada nenek tersebut, dan nenek tersebut sangat berterima kasih pada Jongin karena telah mau berbaik hati membeli dagangannya.

Kini Jongin agak menyesali kebaikan hatinya tadi. Ia bingung apa yang harus Ia lakukan dengan gelang tersebut. apa Ia harus benar-benar memberikannya pada gadis yang Ia sukai? Sayangnya Jongin tampaknya tak punya keberanian untuk melakukan hal itu. Ataukah Jongin harus membuang gelang tersebut? tapi Ia mengingat perkataan nenek tadi jika nenek tu membuat gelangnya sendiri. Rasanya terlalu kejam jika Ia membuang jerih payah nenek tersebut, dan lagipula Ia merasa sayang dengan uang 250 wonnya. Ia tak mau 250 wonnya itu sia-sia. Atau pilihan lainnya, Ia memberikan kedua gelang tersebut pada pasangan lain. Huh… tapi Jongin merasa tak rela untuk melakukan itu. Tetap saja dala lubuk hatinya Ia ingin memberikan gelang itu pada gadis itu.

Jongin pun meraih ponselnya. Ia membuka aplikasi LINE. Jarinya mengetikan sebuah nama. Nama yang Ia cari pun tertera di layar ponsel. Ibu jarinya bersiap untuk menyentuh nama tersebut untuk mengirim pesan, namun entah mengapa rasanya ibu jarinya tak mau bergerak. Jempolnya mendadak terasa kaku.nyalinya kembali ciut. Dengan kesalnya Ia melempar gelang ke sofa yang Ia duduki. Jongin mengacak-acak rambutnya dengan frustasi. Untuk melepas rasa kesalnya Jongin berteriak.

Kyungsoo yang baru membuka pintu kamarnya setelah bangun dari hibernasinya terkejut melihat Jongin berteriak. Kyungsoo segera menghampiri Jongin dengan khawatir.

“Terjadi sesuatu?” Panik Kyungsoo sambil duduk disebelah Jongin.

Jongin menggeleng lemah.

“Terus kenapa kamu teriak? Kayak yang histeris. Bikin kaget orang, tahu!” Protes Kyungsoo.

Jongin diam menatap Kyungsoo dengan muka sinis bercampur sebal. Kyungsoo jelas makin tak mengerti diberi tatapan seperti itu.

“Kenapa kau memberiku tatapan seperti itu?”

Jongin langsung memukul bahu Kyungsoo dengan keras. Sudah asti Kyungsoo langsung meringis dan protes.

“Ya! Kenapa kau memukulku?” Protes Kyungsoo sebal.

“Kau menduduki gelangku!”

Kyungsoo pun langsung berdiri dari tempat duduknya. Ia mengambil gelang yang telah Ia duduki dan melihatnya dengan tatapan tak percaya sekaligus remeh. “Ya ampun, cuman gelang ini. biasa aja kali, enggak usah histeris.”

“Ini tuh enggak cuman, tapi…” Jongin tak sanggup melanjutkan kata-katanya.

“Tapi kenapa?”

Baca lebih lanjut

[FF] Did You Feel It

Title               : DID YOU FEEL IT (kaistal ff)

Rate               : pg +15

Genre             : ROMANCE, FRIENDZONE

main Cast     : Krystal f(x) (JUNG SOOJUNG) , kai exo (KIM JONGIN)

OTHER CAST   : OH SEHUN EXO

length           : One shot

Author          : imajinasi liarnya HANAN HANIFAH

inspired        : novel LONDON by WINDRY RAMADHINA. Salah satu adegan di novel ini membuatku terinspirasi bikin FF Kaistal. Mungkin agak mirip, tapi kemasan, cara penyampaian, dan endingnya beda kok.

Disclaimer   : klise sih ceritanya, tapi aku harap kalian para arcadians suka ini.  SUKA NGGAK SUKA sih itu selera kalian, tapi mohon dengan sangat NO BASHING.GOMAWAEYO udah mau baca. MIANHAEYO kalo jelek. Please ENJOY =D.

 

“Ayo ,angkat dong!” Aku terus mencoba menghubunginya, namun nomor handphonenya tak aktif juga. Panik, khawatir, cemas bercampur menjadi satu. Rasa-rasa itu membuatku mondar-mandir tak jelas dan Sehun melihatku dengan tatapan bingung.

“Kenapa sih?” Tanya Sehun sambil mengemil sebungkus snack kecil.

“Soojung tak mau mengangkat teleponku.” Jawabku masih sambil mondar-mandir

“Cuman gara-gara itu, Kamu jadi cacing kepanasan. Bolak-balik enggak jelas.” Cibirnya

“Masalahnya, ada kejadian sebelumnya.” Aku mencoba kembali menghubungi Soojung, namun tetap gagal.

“Memangnya ada kejadian apa sih?”

“Aku telah melakukan hal bodoh.” Aku menghela nafas.

Sehun terlihat penasaran, “Hal bodoh apa? Malhaebwa!

“Enggak seharusnya tadi Aku melakukan itu!”

“Ya apa? Tadi Kamu ngapain?” Sehun mulai greget rupanya.

“Hal yang seharusnya tak dilakukan seorang sahabat.”

“Enggak usah bertele-tele! Cepat ceritakan!”

Aku menghela nafasku,kemudian Aku duduk disebelah Sehun. Sehun pun membenarkan posisi duduknya. Ia siap mendengar ceritaku. Aku pun mulai bercerita. Itu semua berawal dari 4 jam yang lalu.

Aku dan Soojung baru saja pulang dari pesta pernikahan senior kami. Dalam perjalanan Ia terus menerus memuji pengantin prianya.

“Ya Tuhan pengantin prianya begitu sempurna. Tampan, pintar, tinggi, badan bagus, baik, kaya, dermawan pula. Sungguh beruntung Lina Sunbae mendapatkan suami seperti itu.” ujar Soojung dengan mata berbinar-binar. Aku menanggapi omongannya tu dengan gumaman, karena aku tak setuju. Apa bagusnya suami Soyeon Sunbae? Dia memang pintar, tapi oh my! Badannya tidak sebagus itu! badannya agak gempal, dan tingginya sama denganku. Ia sering berkata bahwa Aku tak tinggi-tinggi amat, tapi bagaimana bisa Ia memuji pengantin pria itu Tinggi? Dan masalah kekayaan, masih lebih kaya Junmyeon Hyung, mantannya. haish… jinja!

“Dan kamu tahu? Saat mereka berpacaran, mereka sangat so sweet. Jika Soyeon Sunbae meminta Minwoo Sunbae untuk menjemputnya, dengan senang hati Minwoo Sunbae menjemput Soyeon Sunbae dimanapun. Mau mencicipi setiap masakan Soyeon Sunbae, Selalu membelai rambut Soyeon Sunbae, memegang tanganya dengan erat setiap berjalan. Ah andai saja ada pria yang bertindak seperti itu! Aku jadikan Dia pacar!”

Aku terkejut mendengar omongan Soojung. Apa Dia sedang meracau? Bercandakah Dia? Apa selama ini Dia tak sadar? Oh My! Semua yang Ia sebutkan sudah kulakukan! Aku rela menjemputnya kemanapun Ia minta, bahkan Aku pernah menjemputnya ke Busan. Mencicipi makanan? Dengan senang hati Aku mencicipi makanannya, bahkan Aku selalu memuji setiap masakannya. Aku pun sering membelai rambutnya. Setiap mengobrol dengannya pasti beberapa kali membelai rambutnya lang begitu halus dan lembut, bahkan Saat Dia Sakit Aku la yang berada disampingnya, membelai rambutnya agar Ia bisa tidur. Hanya Saja ada satu hal yang Soojung sebutkan tadi yang belum kulakukan, memegang tangannya.

Aku memegang tangannya hanya saat menyebrang jalan, atau saat aku menariknya. Sebenarnya Aku ingin sekali menggenggam tangannya saat berjalan, tapi tak bisa kulakukan. Ini semua karena status sialan itu,sahabat. Sungguh tak etis rasanya jika Aku memegang tangannya dengan erat saat berjalan, padahal kami hanyalah sahabat. Walaupun kami sudah bersahabat sejak SMA sampai sekarang, ya jika dihitung Kami sudah bersahabat enam tahun, walau begitu tetap saja Aku tak bisa mengenggam tangannya, karena Jung Soojung hanya sahabatku. Sejauh ini Soojung hanya melingkarkan lengannya di lenganku, seperti saat ini.

Soojung terus saja mengoceh. Aku tak mendengarkannya dengan baik, aku hanya berjalan terus, sambil sesekali melihat dirinya. Angin malam cukup berhembus dengan kencang, dan jalan juga cukup sepi. Aku memandanginya sesekali, dan beberapa kali perhatianku hanya terpusat pada bibir merahnya. Sial pikiran liar melintas di otakku. Apa yang sedang kupikirkan? Ya kali, Aku mencium sahabatku sendiri. Aku pun kembali fokus pada jalan dihadapanku.

“Tadi Aku bertemu Oppa. Akhir-akhir ini Dia memang mulai sering menghubungiku lagi, dan tadi saat Kau sedang mengobrol dengan anak-anak Dance Club , Oppa menghampiriku dan Dia ingin bersamaku lagi.” Cerita Soojung

Baca lebih lanjut