[REVIEW] INDIVIDUALIST MS. JIYOUNG

INDIVIDUALIST MISS JIYOUNG

Berhubung ini mini drama jadi ku buat review singkat saja yaaa karena bingung sih mau bahas mendalam, enggak banyak yang bisa dibahas secara mendalam, tapi kalau enggak direview rasanya greget karena ini merupakan salah satu mini drama layak tonton. Berhubung aku sudah nontonnya berminggu-minggu lalu, jadi mungkin ada beberapa bagian yang enggak ke recall. Jadi harap maklum. Hope you enjoy it.

Genre : Romance, Drama

Episode : 2

Why I Watched : My puppy Gongmyung!! Plot awalnya juga terlihat menarik sih tentang orang yang individualis dan orang yang dependant banget sama orang lain.

Kesan : another heartwarming story. Wonderful Jadi berusaha (lagi) untuk memahami orang yang meemiliki trauma atau mental disorder

The interest thing : cerita yang female centrist ditambah karakternya enggak umum. Jiyoung punya rasa trauma yang bikin dia menjadi orang yang individualis. Awalnya kita pasti bakalan sebal dengan Jiyoung yang benar-benar enggak mau sama sekali berhubungan dengan manusia. Namun setelah kita tahu rasa sakitnya, kita benar-benar bersimpati, dan bisa merasakan emosi yang Ia rasakan. Begitu juga dengan karakter Byuksoo yang berbanding terbailk dengan Jiyoung. Byuksoo yang selalu ketergantungan dengan orang lain terlihat menyebalkan, tapi saat kita tahu juga rasa sakit yang harus Ia alami, lagi-lagi bikin kita simpati. Tokoh dan emosinya itu loh terasa nyata. Mereka saling melengkapi, memahami dan mengajari satu sama lain. Drama yang benar-benar bikin kita enggak mencap orang sembarangan. Orang seperti Jiyoung memang butuh bantuan orang lain, bukan untuk dijauhi. Byuksoo berani mencoba mendekatkan diri pada Jiyoung. Hubungan yang mereka jalin lama-lama dapat merubah diri mereka. Cara storytellingnya benar-benar bikin kita larut dalam emosi yang ingin disampaikan.

The Bad Thing : Apa yaaa. Aku rasa sudah cukup sih, ya paling masalah chemistry agak kurang dan cepatnya proses perubahan Jiyoung saat berkencan dengan Byuksoo. Tapi itu hal yang ku tolerir mengingat durasi hanya 2 jam saja.  sayang sih cuman mini drama saja, tapi kalau dipanjangin lagi episodenya, kayaknya bakalan enggak banget hehehe. Cerita mace mini memang cocok 2 episode saja.

Chemistry & Akting : chemistrynya kurang berasa sih tapi aku masih bisa merasakan musim semi saat melihat mereka bermesraan. Untuk akting Min Hyorin enggak wow sih, tapi disini iya bisa memerankan Jiyoung dan menyalurkan emosinya dengan baik. Begitu juga dengan Gongmyung yang memperlihatkan lagi potensinya sebagai aktor. Untuk ukuran mini drama, akting mereka sebagai lead cukup sih.

Second lead syndrome : mini drama macam ini takkan ada waktu untuk SLS. Second leadnya mantan masing-masing sih, enggak deh. They’re worst, mainly jiyoung’s ex.

Ending : puas sih, walau agak open ending tapi menuju arah happy ending sih. sStelah jujur dan berdamai dengan diri sendiri Jiyoung terlepas dari insomnianya dan juga mulai membuka diri. Sesi konselingnya pun dapat berakhir dengan baik. Perpisahannya dnegan Byuksoo, mebuat Jiyoung belajar banyak dan dapat menjadi pribadi yang lebih baik. Aku senang Byuksoo benar-benar memberi waktu pada Jiyoung agar bisa berubah dan memahami diri sendiri. Mereka berpisah untuk menjadi pribadi lebih baik dan saat mereka bersatu, hubungan mereka akan semakin berkualitas. Suka banget sama cara Byuksoo tetap mengawasi Jiyoung dengan caranya sendiri. Pertemuan kembali mereka juga sederhana tapi indah.

Rate : 3,85 dari 5 poin. Amazing drama

Verdict : understanding each other isn’t a bad thing

[REVIEW] CHIEF KIM

Sebuah perusahaan besar biasanya terlihat megah. Sukses, melayani masyarakat dengan baik, memiliki kesejahteraan karyawan yang bagus, dan jelas banyak laba. Hanya saja apa benar yang terlihat diluar seperti itu, terlihat sama jika dilihat dari dalam? Itu semua dikupas dalam drama Chief Kim.

Drama yang bergenre comedy, workplace, drama ini menceritakan mengenai Kim Sungryong seorang akuntan yang memberikan jasanya untuk para preman dan rentenir agak laporan keuangaan mereka tidak mencurigakan. Ia memiliki cita-cita untuk tinggal di Denmark karena negara itu terkenal damai dan aman dari penjahat. Untuk bisa pergi ke Denmark, Ia membutuhkan uang sebesar satu juta dollar, sedangkan tabungannya hanya ada sekitar 300ribu dollar saja. Lalu, bawahannya, Oh Gwangsook memberitahu kalau perusahaan besar TQ grup sedang mencari seorang kepala bagian untuk salah satu bagian departemen akuntasi yaitu tim operasi bisnis. Sungryong pun mencoba dengan harapan TQ grup adalah perusahaan bagus dan besar. Setelah diterima dan bekerja di perusahaan tersebut, ternyata TQ grup tidak sebagus yang Ia bayangkan. Perusahaan ini ternyata banyak bermasalah dengan laporan keuangannya karena terjadi korupsi yang dilakukan oleh petinggi perusahaan tersebut. Sungryong pun bersama Yoon Hakyung, Manager Choo Namho dan anggota tim operasi bisnis lainnya berusaha mengungkap kasus korupsi yang terjadi di TQ grup.

Awalnya enggak terlalu minat sama drama ini. Takut sedih, sirik lihat drama tema kantoran gini tuh. Hatinya lagi rentan wkwkwk. Enggak sih, aku ragu karena enggak yakin bakalan seru. Pemainnya sih jaminan banget ada Nam Goongmin. Untuk urusan komedia juga dia juara, macam di Beautiful Gongshim, cuman drama on going yang barengan ama Chief Kim banyak yang menarik, walau beda hari sih, tapi aku bingung mengelola unduhannya, karena kuota malamku terbatas. Sampai aku baca komenan Dramabeans, banyak yang bilang rame, lucu. Jadi akhirnya saat ku ke nangor, aku beli drama itu, saat itu baru sampai episode 6. Aku coba tonton dan aku enggak nyesel telah memilih drama ini ke dalam list tontonanku.

Kesanku pada drama 20 episode ini. Gila! Lucu banget! Karakter Chief Kim nya koplak abis. Aku baru lihat karakter segila dia. Ide-ide dan hal-hal yang dilakukan untuk melawan korupsi di TQ grup itu ajaib banget menurutku. Apalagi pas dia disuruh di ruang perenungan. Bisa saja ngambil celahnya dan membuat kepala divisi etika menyerah. Serius itu paling juara. Aku puas ngakak banget. Setelah sekian lama aku nonton drama yang serius, yang walaupun ada komedinya, tapi enggak akan bikin ngakak parah, akhirnya aku ketawa lepas dengan nonton drama ini. Lumayan mengurangi stres yang kuhadapi akhir-akhir ini. Aku terakhir ketawa lepas gara-gara drama, pas drama Jealously Incarnate.

Drama ini jelas banget ya kekuatannya itu komedinya. Setiap episode tuh pasti ada saja yang bikin ketawa. Benar-benar menghibur. Cerita dan temanya sendiri cukup serius gitu mengangkat pekerjaan, dunia bisnis dan juga korupsi, cuman membawakan ceritanya tuh ringan banget. Cerita beginian tuh bisa kita lihat dari sudut lucunya. Kelucuannya sih memang lebih karena karakter-karakter yang ada di dalam drama ini. Cuman karakter yang serius dan kalem saja bisa jadi lucu karena tingkah laku dan omongannya.

Perkembangan karakternya juga menarik. Kim Sungryong, sebenarnya dia bukan orang baik layaknya Tuan Pahlawan. Di Gunsannya sendiri dia seperti preman dan suka melanggar hukum. Saat di TQ grup lah, saat dia tidak sengaja menolong orang dan masyarakat menjulukinya tuan pahlawan, disitu jiwa pahlawan dan rasa kebaikkannya timbul. Disitulah dia merasa harus berbuat sesuatu saat Seo Yul menyuruhnya berbuat tidak-tidak dan berusaha menghancurkan Seo Yul. Dari sosok yang enggak peduli dengan masalh orang, hingga menjadi peduli. Dia memakai caranya sendiri untuk melawan itu semua. Cara-caranya itu loooh, aku enggak yakin di dunia nyata ada yang berani pakai cara Sungryong ini karena terlalu beresiko. Cara-cara itu mungkin berhasil di drama, tapi dunia nyata penuh resiko. Enggak yakin bakalan berhasil dan selancar di drama ini.

Paling menarik perkembangannya sih si Seo Yul. Aku thau dia bakalan jadi villain di drama ini, tapi saat dia muncul di awal-awal juga aku merasa kalau karakter dia enggak sepenuhnya hitam. Dia itu karakter abu-abu. Soalnya pas dia jadi jaksa, dia benar gitu. Dia bekerja dengan bagus dan mampu menangani pelaku. Cuman aku sempat ragu karena sampai episode belasan awal dia disitu kan parah banget cara menghancurkan Sungryongnya enggak banget. Disitu aku merasa, ah kayaknya dia beneran jahat banget. Cuman pandanganku berubah lagi saat dia menolong Sungryong. Disitu aku langsung merasa yakin kalau karakter dia itu abu-abu. Dia masih punya sisi baik, sampai akhirnya Sungryong “menolong”nya untuk kembali ke jalan yang benar. Yul awalnya merasa sudah terlalu jauh, tapi benar kata Sungryong enggak kata terlambat untuk berubah jadi baik. Kalau sudah terlalu jauh untuk belok, tinggal putar balik saja. Antara mau apa enggak. Perkembangan Yul tuh paling kerasa banget. Dari sosiopat serakah jadi seorang pembela umum. Berbanding terbalik banget kan. Lagipula dari awal juga dia enggak melakukan kejahatan macem penggelapan atau membunuh. Cara dia memang preman juga menyeret orang, tapi dia hanya sebatas mengancam. Tak lebih. Darri situ juga terlihat dia enggak sepenuhny hitam.

Karakter lainnya juga yang berkembang Park Myungsuk. Dia awalnya cuman karakter minor doang. Ya cuman sebagai contoh atasan kurang ajar enggak tahu sopan santun. Ternyata dia pada akhirnya memiliki andil besar dalam pengungkapan korupsi perusahaan yang melibatkan CEO Park Hyundo yang juga ayahnya sendiri. Ternyata selama ini dia anak baik sebenarnya. Dia mewarisi gen ibunya. Cuman selama ini dia polos, enggak tahu apa-apa karena dimanjakan oeh ayahnya. Dia diberi posisi tinggi juga karena ayahnya. Setelah turun jabatan dan bergabung di tim operasi bisnis, dia mengetahui dunia yang sebenarnya dan berubah menjadi orang yang lebih baik. Mantap banget pokoknya.

Baca lebih lanjut

TOP 10 KDRAMA 2016 VERSI JEPRETPRESS

Ya setelah kemaren daku bikin ajang penghargaan yang kredibilitas tak terhitung karena enggak ada nilainya alias abal-abal kw 10.000 JEPRETPRESS DRAMA AWARDS 2016, kali diriku ingin membuat list TOP 10 DRAMA 2016 VERSI JEPRETPRESS. Ini merupakan list 10 drama di tahun 2016 yang menjadi pilihanku, dan jelas tentu udah ku tonton. Sepuluh drama pilihan ini bukanlah dari segi kualitas walau ya kualitas bicara sih, tapi maksudnya bukan dari segi professional, atau layak tak layaknya drama itu, tapi drama ini dipilih karena aku suka dan menikmati drama itu. Ya jadi dapat dikatakan dipilih dari drama yang ceritanya unik menurutku, dan ya semakin tinggi rating drama yang kuberikan berarti aku semakin suka, walau ratingnya banyak yang sama sih wkwkwkwk. Ya balik lagi masalah taste sih. 10 drama pilihan ini adalah seleraku. Kesepuluh drama ini tuh menjadi acuanku untuk rekomendasi ke orang-orang “kalian tuh wajib tonton drama-rama ini loooh”.

Okeee, sebelum kita bahas, atau lebih tepatnya menyebutkan my top 10 drama 2016, sebaiknya kita napak tilas sedikit drama 2016 apa saja yang sudah ku tonton. *psst nambah lagi listnya dibanding yang kemaren wkwkwk*. Aku sedikit review, kesan aku pada drama itu kali yaaa. Check it out!

  1. Remember : Son’s War (3,75/5). Seru sih, bahasan hukum dan bisnis yang rumit dan kotor. Dalam dunia nyata pasti ada saja kyak ini, walau mungkin versi dramanya agak lebay. Sayang agak makjang drama ini tuh.
  2. One More Happy Ending (3,5/5). Standar romcom kdrama sih. Awalnya lucu, terus jadi sedih, konflik cinta segiempat. Nothing special tapi menghibur. Puas ngakak dan uci mata dengan Kwon Yool wkwkwk.
  3. Comeback Mister (3,75/5). Aku akan selalu bilang kalau ini drama yang heartwarming Dibalik komedinya ada sebuah pesan nyempil, walau kalau nonton kedua kalinya efeknya agak berkurang, tapi kalau pengen puas ketawa, pilihan yang cocok.
  4. Descendants of The Sun (3,75/5). Sorry to say, but it’s a bit overrated. Agak cheesy tapi masih menikmati kok, apalagi ada Song Joongki. Suka sama cerita tentaranya. Jarang-jarang ngengkat cerita daerah konflik gini. Khasnya Kim Eunsook sih, second couple lebih menarik daripada main couple
  5. Page Turner (4/5). Sederhana, remaja banget, tapi kena pesannya. Relate semua usia sih masalah impian mah. Gemes sama Jinmok yang merasa bersalah tapi jadi lebih ya wkwkwk. Menikmati banget permainan piano di drama ini.
  6. Imaginary Cat (3,5/5). Kiyowooo, bokgil neomu kiyowooo. Lucu banget Bokgilnyaaaa. Buat yang pecinta kucing mungkin akan relate dengan drama ini. Bagus sih hubungan manusia dengan hewan.
  7. Nightmare Teacher (4/5). Webdrama terseru yang pernah ku tonton sih. Suka sama misterinya dan ada pembelajarannya bisa diambil. Drama remeja yang unik kataku.
  8. Neighborhood Hero (3,6/5). Ya sejenis remember juga, ngegambarin dunia bisnis yang kotor tapi ini mah pakai gangster dan misteri dunia intelejen. Sayang romancenya agak merusak menurutku.
  9. Gogh Starry’s Night (3,5/5). Ya lumayan sih menarik. Bikin baper dan deg-deg an sendiri nonton ini, Karena menggemaskan, walau agak terganggu dengan Yuri, tapi disini masih lebih mending dibanding saat dia di Neighborhood Hero.
  10. Age of Youth (4/5). Suka banget! Hahahaha sebagai mahasiswa *pas lagi nonton ini* dan berusia 20an, dan punya temen-temen anak kost an, merasa ini tuh gue banget! Persahabatannya sih seru banget.
  11. Another Miss Oh (4/5). Drama romcom favoritku seperti Marriage Not Dating *iyalah PDnya kan sama*. Greget, baper, manis, lawaknya dapet banget. Komedi campur mellonya ngeblend dengan pas. Everything in this drama is nice!
  12. Doctors (3,75/5). Kasus pasiennya ukup menyentuh siiih, dan kalau suka romance pasti bakalan suka karena pasangan siswa-guru ini manis banget bikin gula darah naik. Politiknya rumah sakitnya malesin sih, sama ya medisnya enggak terlalu.
  13. Drinking Solo (3.75/5). Slice of life banget! Ceritanya tuh enggak neko-neko. Simple saja! bener banget, kalau kita itu memang butuh waktu untuk diri sendiri. Trio noryangjinnya hiburan tersendiri banget.
  14. Goblin (??/5). Belum bisa kuberi Rate karena belum tamat, walau sejauh ini sih 4 buatku, tapi nunggu akhir cerita dulu sih. Salah satu masterpiecenya Kim Eunsook sih. It’s much better than 2 previous her drama. Unik banget jalan ceritanya, agak tak terduga, dan jelas cheesy ala-ala doi.
  15. Jealously Incarnate (3,85/5). Drama romcom terkoplak yang pernah kutonton. Walau agak panjang, tapi worth it. Melihat kelakuan para leadnya ajaib semua. Puas ngakak juga sih di rama ini.
  16. Legend of The blue Sea (??/5). Sama kayak Goblin, karena belum tamat, belum bisa kuberi rate. Sejujurnya drama ini menang nama sih, walau ceritanya lucu sih, unik, fantasi duyung. Fantasinya mirip sama drama Park Jieun sebelumnya. Hanya saja ekspetasiku ketinggian.
  17. Let’s Fight Ghost (3,75/5). Lucu, beda tentang drama hantu dan manusia, tai menjadi mainstream ketika mereka jatuh cinta. Ekspetasi aku juga ketingggian untuk drama ini, tapi ya menghibur kok. Seru untuk diikuti.
  18. Moon Lovers : Scarlet Heart Ryeo (3,75/5). Gilaaaaa konflik kerajaannya, gilaaaa, rumit, tapi bikin penasaran parah, kalau diperpanjang kayak lebih seru wkwkwk.
  19. Moonlight Drawn By Clouds (3,85/5). Indah banget sih drama ini, ringan untuk ukuran saeguk, dan juga manis banget. Aku jadi kesengsem sama Park Bogum aaaah.
  20. My Wife’s Having An Affair This Week (4,25/5). Menyentuh, pesannya sampai banget. Aku suka karena dewasa tapi tidak ada adegan dewasa. Walau temanya berat, tapi alurnya ringan, dan masih ada bahan tertawaan.
  21. Romantic Doctor Teacher Kim (4/5). Drama medis termantap yang pernah kulihat. Romansa hanya bumbu penyedap, sisanya cerita medisnya keren abis. Kasusnya beragam, dan politik rumah sakitnya enggak bikin muak.
  22. Signal (4,5/5). Gila! Almost perfect! Ini nih! Nonton ini pas ongoing bisa-bisa mati karena penasaran.
  23. The K2 (3,75/5). Politiknya kuat banget, tapi aku menikmatinya siih, apalagi aktingnya Song Yoonah. Aura balas dendamnya sekuat Kalau enggak terlalu suka romance tapi ash ingin lihat yang manis, bisa nih drama.
  24. W – Two Worlds (3,85/5). Unik sih, tapi aku pusing. Plot twistnya melelahkan dan enggak masuk ke logika aku. Untung Lee Jongsuk yang main, dan sedikit kecewa sama peforma Han Hyojoo disini. Karakter Oh Yeonjoonya kurang wlel written.
  25. Vampire Detective (3,75/5). Seru sih, ceritanya tentang dunia vampir. Suka sama kasus-kasunya, walau agak memusingkan, karena penjelasannya lebih banyak secara tersirat, daripada tersurat.
  26. 38 Task Force (3,85/5). Sukaaa overall. Jarang-jarang ngangkat cerita tentang dunia pajak, walau ujung-ujungnya ke bisnis dan politik sih, tapi menarik. Bromance Seo Inguk dan Ma Dongsuk, mantap jiwa.
  27. Seventh First Kiss (3,3/5). Ya drama dagang Lotte Duty Free dan Fanservice saja webdrama ini tuh.  Berasa sirik aja doang, punya kesempatan nyaris mencium 7 cowok ganteng pffft.
  28. Positive Physique (3,1/5) no comment. Hanya karena Do Kyungsoo ku melihat ini. Tak lebih.
  29. Game Development Girls (3,3/5). Hanya karena Irene ku nonton ini. Kalau buat anak IT mungkin akan lebih ngerti dan relate sama webdrama ini.

Baca lebih lanjut

[REVIEW] MOONLIGHT DRAWN BY CLOUDS

MOONLIGHT DRAWN BY CLOUDS

Genre : Drama, Romance, History, Comedy

Episode : 18

Why I Watched : Awalnya ku enggak tertarik nonton ini karena plotnya tidak begitu menarik dan juga aku enggak begitu suka drama saeguk, jadi agak males nontonnya. Hanya saja, seperti biasa, aku mudah terpengaruhi dengan komentar-komentar para netizen di Dramabeans, dan banyak yang bilang drama ini bagus dan indah. Ditambah yang mainnya Park Bogum, dan ada Jinyoung. Ku jadi memutuskan untuk menonton.

Kesan : aaaaah, indah banget drama ini. Menontonnya entah kenapa terasa menenangkan dan juga menarik untuk diikuti. Sekalinya menonton akan dibuat jatuh cinta dengan pesona drama ini, dan dijamin makin cinta dengan Park Bogum. Rasanya ingin lagi melihat Park Bogum di drama saeguk lagi. Oh iya drama ini diambil dari novel yang berjudul sama. Kalau ada terjemahan indonesianya aku ingin membacanya rasanya.

The interest thing : Semua sisi drama ini memiliki keindahan tersendiri, mulai dari ceritanya, aktingnya, latar musiknya, sinematografinya, pengarahannya. Pokoknya semua aspeknya indah banget, terutama sinematografinya. Suka bnget sama cara pengambilan gambarnya. Warna-warna yang ditampilinnya beragam tapi enggak bikin sakit mata. Rasanya setiap adegan bisa discreenshot untuk dijadikan wallpaper. OSTnya pun enak banget dan cocok dengan suasana saeguknya. Karakter-karakter utamanya juga yang muda-mudanya, enggak ada yang jahat. Macam Jo Haeyeon yang jatuh cinta pada pangeran mahkota, walau tahu pangeran mencintai wanita lain, tapi haeyon tetap baik dan sabar mendampingi calon suaminya itu sampai bahkan dia mengalah untuk mundur jadi putri mahkota dan mengerti cinta tak harus memiliki. Aku senang mereka tak terlalu diributkan karena masalah kerajaan. Biarlah para tetua saja yang memusingkan kerajaan, yang anak muda biarlah menikmati keindahan cinta dan idealism mereka wkwkwk. Selain itu bagi yang enggak begitu suka  drama saeguk, drama ini ringan untuk diikuti, enggak terlalu ribet konflik kerajaannya. Buat yang suka romance manis ala remaja, drama ini pasti cocok, karena memang manis banget dan perjuangan pasangan drama ini yang cukup berat.

The Bad Thing : Plot awalnya yang menyajikan mengenai crossdress sudah sangat umum di drama korea. Menurutku bukan hal aneh lagi, dan Hong Raon saat menjadi Hong Samnom, walau sikapnya sudah menunjukkan cukup laki, tapi penampilannya amat terlihat kalau dia itu adalah cewek. Harusnya orang-orang dengan mudahnya menyadari hal itu. Kelebihan drama ini cukup ringan untuk ukuran saeguk ini juga bisa jadi yang kurang dari drama ini. Rata-rata yang menyukai drama saeguk, sangat menantikan konflik kerajaan yang amatlah rumit dan menengangkan, sedangkan drama ini konflik kerajaannya enggak terlalu rumit, walau jelas konflik tersebut amatlah mempengaruhi hubungan Lee Young dan Hong Raon. Secara, Raon adalah putri dari pemberontak kerajaan, Hong Kyungrae. Makanya alurrnya agak lambat dan mungkin sedikit membosankan, walau ceritanya mengalir begitu saja, tapi tenang saja, semakin akhir cukup menegangkan dan enggak sabar untuk menamatkan drama ini. Kekurangan drama ini tak membuat keindahannya berkurang, malah jadi semakin terpancar.

Baca lebih lanjut

[REVIEW] PRODUCER

Sebuah acara televisi tak hanya didukung oleh artis-artis pengisi acara tersebut saja, melainkan terdapat juga peran orang dibelakang layar. Para tim produksi lah yang bertanggung jawab akan kelangsungan acara tersebut, kontennaya sepert apa, apa yang membuatnya berbeda dari acara lain bahkan stasiun lain, bagaimana caranya menarik penonton sehingga meningkatkan rating acara tersebut. Keseruan dan kekacauan yang terjadi dibelakang layar tersebut dapat kita saksikan di drama satu ini, Producer.

Producer merupakan sebuah drama bergenre romance,life, comedy denan gaya mockumentary yang menceritakan mengenai kehidupan dari para tim produksi, terutama produser dari departemen variety show di KBS. Berbagai macam masalah menghadapi kehidupan mereka, Baek Seungchan merupakan seorang PD rookie alias PD baru yang diterima di KBS. Alasan dia menjadi PD karena ada senior yan Ia sukai menjadi PD di KBS, lalu Ra Joonmo PD dari acara 2days 1 night season 4 yang mengalami masalah dengan rating yang terus menurun dan acaranya terancam bubar jalan. PD wanita yang terlihat tangguh, Tak Yejin yang merupakan PD music bank harus bisa menghadapi artis-artis yang akan tampil diacaranya, agar konsep dan pakaiannya sesuai dengan aturan di KBS yang cenderung lebih ketat dibanding stasiun lain *karena milik pemerintah, dan terakhir ada seorang penyanyi terkenal yang sudah debut 10 tahun dari usia remaja, Cindy yang mempunyai masalah dengan karakternya dan juga agensinya. Mereka berempat saling terhubung dengan kisah mereka masing-masing.

Alasan aku menonton ini, oh sudah pasti dan sudah jelas sekali alasannya, ma bebeh Kim Soohyun bermain dalam drama ini, ditambah lawan mainnya ada Cha Taehyun yang jarang bermain dalam drama, lalu Gong Hyojin yang aktingnya amazing, ditambah reuniannya kim Soohyun dan IU, dan yang bikin aku semakin excited adalah karena yang nulis drama ini adalah penulis dari drama You Who Come From The Stars. Aku sua banget sama drama satu itu, jalan cerita, karakterisasi, dan semua tetek bengeknya aku suka, makanya ekspetasi aku sama drama ini tinggi banget. Aku berharap banyak dari drama ini, semoga semenarik drama YWCFTS.

Apakah ekspetasiku sesuai? Ha… namanya juga ekspetasi, dan aku mengulangi kesalahan yang sering aku berbuat dalam real life dan fangirling life. Terlalu berharap tinggi! Harusnya aku dari awal tidak berharap terlalu tinggi, hanya cukup sekedar berharap “Wah ini kayaknya bakalan seru!” bukannya berharap macam “Wah ini gila, pasti seru banget! Enggak mungkin enggak!”. Ya aku sedikit agak kecewa sama drama ini karena ekspetasi awalku yang tinggi. Drama ini sebenarnya menarik kok, idenya bagus menceritakan mengenai kehidupan professional kerja seorang produser, tapi eksekusinya nih kurang.

Dua episode pertama terasa agak membosankan. Entah karena faktor jam tayang yang lebih lama dari biasanya, sehingga tampak agak mengulur-ngulur cerita, entah masih pengenalan, jadi belum ada hal yang menarik, tapi katanya dari episode 3 selanjutnya beda director, jadi stylenya berbeda, dan story tellingnya terlihat lebih atraktif.

Aku suka ide dasarnya, menceritakan bagaimana cara kerja produser. Apa sih yang terjadi dibalik layar sebuah acara-acara variety yang suka kita tonton. Drama ini menggunakan setting asli, yaitu stasiun KBS dengan acara-acaranya yang memang juga ada. Diceritakan 2 days 1 night dalam drama ini sudah mencapai season 4, padahal aslinya baru mencapai season 3. Banyak yang bilang jika disini KBS seperti mempromosikan acara sendiri. Iya sih, memang mungkin sebagai bentuk promosi juga, tapi aku merasa kok tidak seperti promosi, ya mengalir saja seperti seharusnya, tidak memaksakan konten acara-acara tersebut. Selain itu aku setuju yang dibilang mbak fanny di blog kdramatized.com kalau sebenarnya KBS itu lagi nyinyir, menyindir para pekerjanya sendiri. Dapat dilihat di episode pertama saat Seungchan tur kerja, Taeho menjelaskan kalau ini begini padahal kenyataan begitu, nih contohnya produser Immortal Song tampak sedang menggunakan headset saat jam kerja. Taeho bilang sebagai produser acara musik, produser tersebut harus mendengarkan berbagai musik, ternyata saat didatangi, dia sedang bermain games, bukannya mendengarkan referensi musik. Hal ini membuktikan jika sebenarnya KBS mau menegur para pegawainya agar bekerja lebih keras lagi.

Drama ini terasa real. Benar-benar digambarkan cara kerja disana, harus rapat untuk menentukan ide suatu episode, mencoba games yang akan dicoba pada sang artis, harus melobi atasan, mencoba bernegosiasi dengan agensi artis, begadang hanya untuk mengedit agar tayangan menjadi menarik dan lucu. Ternyata acara-acara yang kita tonton itu tak semudah itu menjadi menarik dan lucu. Perlu kerja sama Antara tim produksi dengan artis yang baik dan juga kejelian produser. Seperti kata Joonmo saat menyuruh Seungchan membuat preview, Seungchan sebagai PD harus bisa menilai bagian apa yang menarik dari artisnya, harus mau mengenalnya agar dapat menayangkannya dengan menarik.

Untuk anak broadcast pasti terasa sangat familier dengan adegan-adegan produksi di drama ini. Kalau buat yang belum kuliah, pasti rasanya setelah menonton ini ingin mnjadi seorang PD, ingin masuk broadcast, karena ya memang terlihat seru. Menariknya drama ini juga memperlihatkan resiko dari pekerjaan ini, dimana saat di ruang editing, apalagi dalam jangka waktu lama dapat berdampak pada kesehatan, hidup tidak teratur, jika rating turun, nasib kita entah bagaimana. Enaknya, kita bisa mengenal banyak artis, bahkan jika cocok dapat bersahabat seperti Cindy dengan Yejin, Seungchan, dan Joonmo, selain itu kita bisa membantu orang melalui tayangan acara kita, dan hal lainnya. Drama ini cukup menggambarkan secara luas bagaimana dunia professional produser.

 Aku pikir karena dari judulnya saja sudah menyebutkan suatu profesi, tentu harusnya drama tersebut menceritakan mengenai dunia produser lebih banyak dibanding romancenya. Ya atau tdak seimbanglah. Aku pikir ini bakalan jadi seperti Misaeng dengan tambahan romansa, ternyata kok malah seperti Reply 1994 2.0 ya? Drama ini kesini-sini ya mulai dari episode 4 mulai kehilangan fokusnya. Fokus dari pekerjaan produser malah jadi fokus ke kehidupan pribadi para produsernya? Kita malah jadi meributkan dan berfokus pada ending the game between Joonmo and Seungchan for Yejin? Siapa sih akhirnya yang mendapatkan Yejin, dan banyak yang sebal gara-gara itu!

Dari awal episode, bahkan sebelum drama ini tayang aku sudah ngeship Gong Hyojin – Cha Taehyun, Kim Soohyun – IU. Di awal episode sudah diperlihatkan kalau pasangannya akan Tak Yejin – Ra Joonmo dan Baek Seungchan – Cindy. Pas tahu diawal episode seperti itu aku sudah memantapkan hati untuk berada di kapal Yejin-Joonmo, tap ternyata kampreeeeeeeet……ternyata SWnim nya mau sedikit bermain-main nih, ada sebuah kapal tiba-tiba dating, kapal Yejin-Seungchan. Moment mereka banyak dan sialnya Kim Soohyun dan Gong Hyojin mereka bisa membangun chemistry dengan lawan main masing-masing, membuat orang ingin menjadikan mereka sebagai akhir permainan. Ya sehingga timbullah shipper war. Ada yang mau Seungchan-Yejin, Seungchan-Cindy, dan juga ada yang mau Yejin-Joonmo.

Gara-gara hal ini kita menjadi bertanya-tanya siapakah yang bakal dipilih Yejin? Bisakah kebersamaannya dnegan Seungchan yang baru berlangsung Selma 2 bulan-an mengalahkan kebersamaannya bersama Joonmo selama 25 tahun? Kalau menurut logika sih, sulit, karena tak mungkin biasanya kita akn sulit yang sudah terbiasa bersama kita hanya untuk hal baru. Kalaupun mencoba hal baru, biasnaya hal lama takkan dilepas. Sayangnya ini drama, dalam drama bisa terjadi apapun, termasuk memilih orang baru dibanding yang lama, dan itu seringkali terjadi! Damn! Aku sudah pasrah sih karena Yejin-Seungchan banyak momen, dan Joonmo tidak melakukan pergerakan. Joonmo yang pasif membuatku berpikir Yejin bisa saja merasa lelah menunggu Joonmo bergerak, dan pada akhirnya lari ke orang baru yang pasti dan tulusnya terlihat.

Baca lebih lanjut