Napak Tilas Kdrama 2015

Tahun 2015 sudah berlalu 3 hari yang lalu. Euphoria 2015 masih terasa sampai hari ini. Mumpung euforianya masih terasa, sedikit bahas yuk drama-drama yang tayang di tahun 2015. Drama-drama korea tahun 2015 ini diisi dengan beragam genre yaaa, genre yang selalu pasti ada sih komedi romantis, ada juga genre yang tentang sekolahan, mellow. Sayangnya drama korea tuh kayaknya ikut tren juga. Ada beberapa drama yang menceritakan masalah kejiwaan mulai dari kepribadian ganda sampai seorang psikopat. Drama tentang hukum dan detektif menghiasi layar drama dari awal pertengahan hingga akhir tahun. Drama saeguk dan makjang pun tentu saja masih menghadiri kancah drama korea.

Dari berbagai tema dan genre, untuk tahun ini aku hanya menonton 12 drama ditambah 2 webdrama. Dibandingkan dengan tahun kemaren aku menonton 14 drama. Dari 12 drama itupun 2 diantaranya ada yang aku tonton skip skip. Tahun 2015 lalu memang tahun yang cukup sibuk untukku. Tahun dimana kuliah cukup padet, ditambah organisasi yang megang adalah angkatan aku. Kuarter awal 2015, aku masih suka baca sinopsis, masih bisa sering kepo, tapi semenjak memasuki kuarter akhir, tepatnya saat KKN, aku jadi kehilangan kesempatan itu semua. Apalagi memasuki semester 7, hidupku hanya untuk karamba weh jeung ekotok muahahaha *but I really enjoy that!*. drama-drama yang tayang dari Juli sampai Awal desember kemaren aku ketinggalan banget. Enggak tau apa-apa, enggak tau drama yang lagi ongoing apa. Makanya awalnya aku mau bikin jepretpress drama awards 2015 seperti tahun 2014 lalu, tapi ya berhubung drama yang aku tonton enggak sebanyak kemaren, dan juga ada drama yang masih ongoing aku tonton, aku memutuskan untuk mereview saja drama-drama yang sudah aku tonton selama 2015. so check this out..

Baca lebih lanjut

[REVIEW] KILL ME HEAL ME

Sebuah awal pasti akan mempengaruhi hasil akhirnya. Begitu juga kehidupan. Masa kanak-kanak masih berada dalam garis “start”. Masa kecil merupakan masa awal kehidupan, dimana hal yang Ia lihat, hal yang Ia dengar, hal yang Ia rasakan akan mempengaruhi kehidupannya saat dewasa nanti. Begitulah salah satu sisi yang di dapat dari drama Kill Me Heal Me.

Kill Me Heal Me merupakan drama bergenre drama, misteri, dengan sentuhan komedi romantis. Drama ini mengangkat cerita mengenai Cha Dohyun yang merupakan seorang calon pewaris dari Seungjin Grup. Walaupun dia calon pewaris, keluargnya mengucilkannya terutama neneknya karena Ia bukan dari anak istri sah, sehingga Dia pergi ke Amerika. Stelah bertahun-tahun akhirnya Ia kembali lagi ke Korea, namun sebenarnya bukan Dohyun yang menginginkan kembali ke Korea, melainkan dirinya yang lain. Ya Dohyun memiliki kekurangan akibat trauma masa lalunya. Ia mengidap penyakit DID (Dissociative identity disorder) dan tak ada seorang keluarga pun yang mengetahuinya kecuali sekretasi pribadinya, sekretaris Ahn. Demi mempertahankan kedudukannya, Dohyun berniat mencari psikiater pribadi untuk menyembuhkan dirinya, dan Ia pun bertemu dengan psikiater yang masih menjalani residennya, Oh Rijin. Ternyata Rijin merupakan kunci untuk kesembuhan Dohyun. Mereka saling terikat masa lalu.

Biasanya alasan pertamaku menonton sebuah drama adalah karena pemainnya, tapi di drama ini tak ada pemain favoritku, bahkan malah banyak yang baru aku lihat aktingnya di drama itu. Aku menonton ini karena tertarik dengan temanya yang mengangkat cerita mengenai orang yang berkepribadian ganda. Sebuah kisah yang jarang diangkat ke dalam bentuk visual. Cerita tentang kepribadian ganda yang diangkat dalam visual yang aku tahu hanya serial BBC dr. Jekyll & Mr Hyde, serta film Sybil. Aku sedikit tertarik dengan drama yang berbicara tentang kepribadian atau psikologi kejiwaan, karena melalui cerita seperti itu kita dapat lebih memahami manusia dan menghargai perbedaannya, dan itulah yang aku rasa dengan menonton ini.

Saat awal-awal kita pasti sudah dibawa rasa penasaran, kenapa sih Dohyun bisa memecah kepribadiannya sampai tujuh kepribadian? Trauma apa sih yang dirasakannya? Separah itukah? Pribadi Dohyun memiliki 6 alter ego, yaitu Shin Segi, Ferry Park, Ahn Yosub, Ahn Yona, Nana, dan yang terakhir muncul Mr. X. Shin Segi merupakan kepribadian yang pertama ada. Dia berumur sama dengan Dohyun. Jika Dohyun adalah Jekyll yang baik hati tak pernah marah, maka Segi adalah si Hyde yang pemarah, kasar. Segi akan muncul jika Dohyun merasa tersakiti dan ingin marah namun tak bisa, maka Segi akan muncul dan menggantikannya. Segi ini benar-benar berbanding terbalik dngan Dohyun yang kalem. Dia amat liar, kasar, selalu menggunakan kekerasan, namun penampilannya amat keren. Tipe bad boy yang bikin hati para gadis menjerit. Segi sering menyebabkan kekacauan, sehingga Dohyun lah yang harus membereskan itu semua.

Ferry Park, merupakan seorang Ahjussi berusia sekitar 40an. Dia ini amat gemar minum, mancing. Jika Segi tampak berbahaya, Ferry pun tak kalah. Walau karakternya yang flamboyan, kolot, tapi ternyata Ia jago merakit bom. Ia biasanya muncul ketika Dohyun dalam keadaan panik dan cukup bahaya. Sepeti saat Rijin disandra preman karena sebuah jaket kulit yang berisikan narkoba, Dohyun yang panik berusaha memanggil Segi, tapi yang keluar malah Ferry.

Lalu ada si kembar Ahn Yosub dan Ahn Yona yang masih berusia 17 tahun. Yosub merupakan sosok yang pendiam, murung, tampaknya tertarik dengan sastra karena dia suka menulis puisi. Yosub ini dapat membahaykan jiwa Dohyun karena yosub selalu ingin bunuh diri. Yosub keluar saat Dohyun benar-benar merasa ada di titik terendah. Berbeda dengan kembarannya, Yona merupakan sosok yang ceria layaknya gadis remaja pada umumnya. Yona merasa bebas dari urusan kehidupan, dia seperti tak punya masalah. Ia hanya seorang gadis yang menyukai pria tampan, namun karena kesukannya itu Dia merupakan karakter paling berbahaya karena bisa menjatuhkan nama Dohyun dan Sangjin. Dia sulit dikendalikan saat Dia sudah senang mengejar-ngejar Oppa kesayangannya, apalagi jika sudah bersikap centil pada Rion, kakak kembar Rijin. Dia benar-benar centil, dapat dibayangkan jiwa seorang gadis berada pada tubuh Doyun yang atletis. Sudah pasti orang-orang akan menganggapnya gila. Yona muncul ketika Doyun terlibat suatu perasaan yang cukup menyakitkan, tapi Ia harus bergerak, tak boleh berubah, Ia harus melupakan rasa sakit itu, maka datanglah Yona menggantikannya.

Nana, karakter yang tak banyak diperlihatkan sosoknya, hanya di episode akhir saja. Merupakan seorang gadis kecil yang suka menggambar boneka beruang. Ia muncul ketika Dohyun berusaha mengingat masa lalunya, dan biasanya kemunculannya hanya sebentar. Terakhir, saat Dohyun sedang dalam proses penyembuhan muncul kepribadian Mr. X. Mr. X ini merupakan kepribadian yang muncul efek dari penyembuhan Dohyun. Biasanya kepribadian yang seperti ini bisa saja jahat menolak untuk disatukan, tapi Mr. X ini datang untuk membantu. Ia merupakan sosok ayah bagi Nana yang tak pernah Ia lihat selama ini.

Awalnya aku kaget dan heran, kok bisa ya sampai tujuh kepribadian? Aku merasa itu banyak banget, tapi aku teringat akan cerita Sybil dengan 16 kepribadian dan juga 24 wajah Billy yang memiliki 24 kepribadian. Selama ini aku berpikir biasanya yang memiliki kepribadian ganda, paling hanya punya 1 alter ego, tapi ternyata setelah aku cari-cari di yang maha tahu tapi jelas dia tidak se Maha Tahu Allah yang mempunyai semesta ini, mbah Google, ternyata yang memiliki gangguan kepribadian ganda, dan memiliki trauma, biasnaya memiliki banyak kepribadian. Jarang yang mempunyai dua kepribadian. Tujuh itu termasuk sedikit. Kepribadian yang muncul itu merupakan bentuk luka jiwa yang dimiliki sang penderita. Semakin banyak, maka semakin sakit luka yang terasa. Begitulah, Dohyun memang benar-benar terluka dengan peristwa masa kecil yang menyakitkan. Sayangnya, saat Ia terluka tak ada keluarga yang mendampinginya sama sekali. Trauma yang Ia alami tidak ditangani dengan baik sehingga luka itu terus ada bahkan hingga menimbulkan infeksi dan juga nanah sehingga makin membuat keadaan luka itu makin parah.

Baca lebih lanjut

[OPINI] [REVIEW] Psikologi/Kejiwaan Dalam Kdramaland

Tampaknya semenjak It’s Okay That’s Love, produser dan scriptwriter drama di Korea sana terkena demam drama yang mengangkat dunia kejiwaan atau psikologi sebagai bahan cerita. Setidaknya baru-baru ini ada 4 drama yang memiliki tema serupa yang sedang airing atau baru selesai, yaitu Heart To Heart, Kill me Heal Me, Hyde Jekyll Me, dan Dr. Frost yang baru saja selesai tayang sekitar 2 minggu yang lalu. Keempat drama tersebut sama-sama mengangkat mengenai penyakit kejiwaan dan dampak psikologis yang dialami para tokok utamanya. Keempat drama tersebut aku ikuti jalan ceritanya dengan membaca rekapannya, tapi yang aku tonton hanya Kill me Heal Me. Aku ingin sedikit mereview keempat drama ini. Ya ditulisanku yang ini mungkin aku ingin sedikit membandingkan keempat drama tersebut dari segi cerita dan penokohan. Untuk masalah akting, dan masalah visual lainnya tak bisa aku bandingkan karena aku tak menonton semuanya, jadi aku tak tahu. Walaupun 3 dari 4 drama belum tamat, tapi secara garis besar ceritanya sudah dapat dipahami akan kearah mana ceritanya akan dibawa, jadi dapat kita bahas ditulisan ini.

Drama ini memiliki kesamaan sama-sama tokoh utamanya memiliki masalah dengan sisi psikologis atau kejiwaannya. Jika di Heart To Heart, Cha Hongdo memiliki masalah antrophobia atau fobia sosial, sehingga Ia tak bisa berkomunikasi dengan orang lain, pada Kill me Heal me dan Hyde Jekyll Me sang male lead yaitu ha Dohyun dan Goo Seojin memiliki DID (Dissociative Identity disorder) atau dikenal sebagai kepribadian ganda. Goo Seojin terbagi menjadi 2 kepribadian yang seperti Hyde Jekyll. Hyde si jahat dimiliki oleh Seojin, sedangkan sisi baik si Jekyll dimiliki Robin. Cha Dohyun tak seberuntung Seojin yang hanya memiliki 2 kepribadian, Ia memiliki 7 kepribadian yang terdiri dari mulai anak kecil sampai orang tua, bahkan kepribadian alternatifnya tak hanya berjenis kelamin lelaki, tapi ada juga yang perempuan. Pada drama dr. Frost, sang tokoh utama Frost yang walaupun Ia seorang psikolog handal yang amat jenius, tapi Ia juga memiliki masalah psikologis, yaitu tak dapat merasakan emosi seperti manusia pada umumnya.

Keempatnya tampaknya mereka mengalami kemajuan atau kesembuhan karena cinta atau kasih sayang. Pada Heart to Heart dan Kill Me Heal Me, sang tokoh utama memiliki kekasih atau sosok yang dicintainya yang berprofesi sebagai psikiater. Jadi sudah jelas selain mereka dapat menyembuhkan secara professional, kesembuhan mereka lebih terbantu dan terdorong karena rasa cinta yang mereka rasakan. Pada Hyde Jekyll Me, Jang Hana sebagai female lead tak mengetahui jika Seojin memiliki gangguan DID, tapi kehadiran Hana sangat mempengaruhi terhadap gangguan DID Seojin. Kehadiran Hana memicu kepribadian alternative Seojin muncul, tapi dengan adanya Hana, Seojin dapat menunjukkan sisi baik dan pedulinya sebagai Seojin. Seojin melakukan tersebut karena dia mulai sadar pentingnya Hana dalam hidupnya. Jika Seojin bisa menyalurkan sifat kepeduliannya sebagai Seojin, tentu Robin bisa melebur dengan Seojin sehingga Seojin dan Robin adalah suatu kesatuan. Sama seperti di Kill Me Heal Me pun kemunculan kepribadian alternatif Dohyun dipicu sang tokoh wanita, Oh Rijin. Semenjak kemunculan Rijin pun, Dohyun yang tak pernah marah, akhirnya bisa meluapkan rasa kekesalannya walau masih dalam tahap awal, tapi setidaknya hal itu pertanda baik karena dengan begitu Dohyun akan semakin kuat, dan kepribadian lain akan sulit muncul. Lalu pada Dr. Frost, walau tak ada loveline tapi Frost juga mulai berubah karena sebuah rasa kasih sayang yang didapat dari orang sekitarnya. Frost mulai bisa merasakan emosi dengan berbagai macam kasus yang Ia tangani, terutama kasus yang melibatkan adik Songsun dan kasus yang menyebakan Cheon Sangwon meninggal. Ditambah kehadiran mahasiswa tingkat akhir yang Ia mentor, Yoon Sungah yang sangat emosional, walau pada awalnya Ia sebal dengan Frost yang dingin, tapi lama-lama Sungah dapat mengerti Frost dan dapat mengerti Frost. Sikap Sungah yang perhatian dan pengertian, membuat Frost dapat merasakan emosi kepedulian sehingga lama-lama Ia pun bisa menunjukan perhatiannya pada anak didiknya itu.

Berdasarkan genre, keempat drama ini hampir serupa. Sama-sama membawa masalah kejiwaan, sama-sama mengangkat kisah cinta, dan sama-sama ada sebuah misteri yang harus terungkap. Hanya saja tetap keempat drama ini memiliki perbedaan dan ceritanya sendiri. Heart To Heart terasa jauh lebih sederhana dari segi konflik dan cerita dibandingkan 3 drama lainnya. Kisah cintanya tak begitu rumit, tapi keluarnya Hongdo dari “kandang” membuatnya direbutkan 2 pria. Hyde Jekyll Me dan Kill Me Heal Me yang saling bersaing karena tayang pada slot yang sama mau tak mau pasti dibandingkan. Hyde Jekyll Me dan Kill Me Heal Me sama-sama membuat para penonton penasaran dengan misteri yang ada pada drama itu, tapi dari segi konflik Kill Me Heal Me lebih rumit. Misteri sebenarnya anak siapakah Oh Rijin? Bagaimana silsilah Seungjin grup sebenarnya? Sedangkan Hyde Jekyll Me lebih simple karena tak bawa-bawa masalah keluarga secara keseluruhan, hanya masalah pada Seojin dan masa lalunya, dan juga apa yang telah Robin lakukan 5 tahun lalu? Hanya saja dari segi alur Hyde Jekyll Me, sejauh ini terasa lambat. Peran yang Sungjoon mainkan sebagai psikoterapis bernama Yoon Taejoo, baru terasa peran dan pengaruh daam cerita di episode 8. Setelah beberapa episode kemarin hanya muncul beberapa menit saja, akhirnya Ia mempunyai peran dalam cerita ini, sedangkan pada Dr. Frost, seperti drama OCN pada umumnya, lebih menceritakan mengenai kasus kriminal dan misteri sehingga janganlah berharap terlalu banyak pada loveline. Sudah syukur jika ada sedikit adegan yang manis nan cute di setiap episodenya walau hanya beberapa menit. Namun yang menariknya adalah setiap kasus yang terjadi ditiap episodenya pasti ada sesuatu yang melatar belakangi terjadinya kasus tersebut. disitulah permainan psikologi dimulai. Dengan penelusuran secara kejiwaan, kasus-kasus tersebut dapat terpecahkan.

Hal yang menarik dari keempat drama tersebut adalah hal yang melatar belakangi atau yang menyebabkan mereka memiliki gangguan kejiwaan atau psikologis. Semua tokoh utama sama-sama pernah punya pengalaman yang traumatis yang terjadi saat mereka masih kecil/muda, baik itu kekerasan, penindasan, atau hal yang menyakitkan lainnya. Cha Hongdo yang pemalu dan hidupnya selalu bersama neneknya, saat SMA Ia dibully oleh teman-temannya sehingga tak mau lagi melanjutkan lagi sekolahnya. Goo Seojin pernah diculik bersama temannya, Lee Soohyun, dan sialnya ayahnya tak mau menebus penculik tersebut sehingga mereka harus berjuang sendiri untuk kabur. Naasnya, yang berhasil kabur hanya Seojin, sedangkan Soohyun tidak, hal itu mengakibatkan rasa bersalah amat besar pada diri Seojin sehingga muncul kepribadian Robin. Cha Dohyun semasa kecil pernah disiksa oleh ayahnya, namun tak hanya Ia sendiri yang disiksa, ada seorang anak perempuan lainnya juga yang ikut disiksa. Suatu hari mereka menjadi korban kebakaran, tapi yang diselamatkan hanyalah Dohyun. Kejadian itu menjadi suatu yang traumatis baginya, sehingga Ia tak ingin mengingatnya dan memilih untuk melemparkan kenangan itu pada kepribadian lain yang mendominasi kepribadian alternatif lainnya, Shin Segi. Frost mengalami kecelakaan mobil yang hebat dan melihat orangtuanya meninggal di depan matanya. Frost yang sedih kesulitan mengekspresikan rasa sedihnya saking sedihnya, alhasil Ia memilih mengabaikan rasa sedihnya, dan dari situ ia tak bisa mengekspresikan perasaan dan merasakan emosi manusia. Selain itu kasus-kasus yang terjadi pada Frost biasanya memiliki masa kecil yang tak enak, sepeti kurang kasih sayang, mendapat kekerasan, atau tidak mendapat perlakuan yang adil.

Baca lebih lanjut