[FF] RUDE AND HER TRAUMA (after Story NOT A BAD THING)

Title               : rude and her trauma (after story not a bad thing)

Rate               : 15+ mianhae

Genre             : a ROMANCE manis alay gitu

main Cast     : KIM JONGDAE (CHEN EXO), WENDY SON RED VELVET

other cast   : byun baekhyun exxo, kang seulgi red velvet

length           : One shot

Author          : HANAN HANIFAH comeback!!!

Disclaimer   : ini after storynya FF ku yang NOT A BAD THING. Lagipula aku kangen banget bikin FF dengan cast Chendy. SUKA NGGAK SUKA sih itu selera kalian, tapi mohon dengan sangat NO BASHING. GOMAWAEYO udah mau baca. MIANHAEYO kalo jelek. Aku sangat merespect orang yang menghargai karya orang, SO, PLEASE DON’T COPY THIS FF AND PLAGIARISM THIS. Please ENJOY =D

Tuk..tuk.tuk… Tuk..tuk.tuk…

Baekhyun memperhatikan sahabatnya sekaligus rekan kerjanya, Jongdae. Jari Jongdae terus mengetukkan dirinya ke meja. Ia selalu melakukan hal itu jika otaknya sedang berpikir. Entah berpikir untuk mencari ide, berpikir mencari jawaban, ataupun berpikir karena khawatir, pasti yang Ia lakukan mengetukkan jarinya secara berirama. Baekhyun sudah mengenal Jongdae bertahun-tahun hapal betul kebiasaan Jongdae satu itu, bahkan Ia hapal betul apa yang sedang dipikirkan Jongdae melalu iramanya. Kini iramanya terdengar lambat dan panjang. Sudah dipastikan Jongdae sedang mengkhawatirkan sesuatu, bukannya memikirkan konsep acara radio mereka untuk minggu depan.

Ya! what’s going on? Wae?” Tanya Baekhyun. Jongdae diam saja tak menjawab.

Wah ini anak keasyikan mikir kayaknya.. “Ya!! Kim Jongdae!!!” Baekhyun mendaratkan kepalan tangannya di atas kepala Jongdae. Jongdae langsung mendongak kaget.

“Hah? Mwo?

“Ada apa? Kau sedang asyik tenggelam dalam pikiran apa? Gwaenchana?

Jongdae menganggukkan kepalanya “it’s okay! Aku lagi berpikir konsep untuk minggu depan kok.”

Baekhyun langsung mencibir begitu mendengar jawaba Jongdae. “Ya, Kim Jongdae! Kau pikir aku tak tahu dirimu apa? Kita sudah kenal bertahun-tahun, aku tahu kebiasaanmu mengetukkan jari ke meja dengan irama lambat dan panjang. Itu artinya kau sedang mengkhawatirkan sesuatu! Katakanlah… ada apa?”

Jongdae menghela nafasnya. “yeah you know me so well!” Jongdae tak langsung menjawab pertnyaan Baekhyun. Ia mengambil ponselnya yang terletak di meja, dan langung menelepon. Tak lupa juga Ia loudspeakerkan teleponnya agar Baekhyun dapat mendengarnya.”

The number you are calling is not active or out of scope area. Please try again later  in few minutes”

“Dengarkan? Kamu tahu apa yang ku khawatirkan?” Jawab Jongdae sambil menunjuk-nunjuk ponselnya.

“ah… Wendy? Lah tapi biasanya juga kalau dia enggak bisa dihubungin kamu enggak secemas ini. Paling hp dia habis baterai.”

“Masalahnya bukan itu! Aku yakin dia sengaja mematikan hp dia. Dia pasti lagi enggak mau berkomunikasi denganku.” Keluh Jongdae sedih.

What happened? Apa yang terjadi sampai pikiran kamu fokusnya cuman ke Wendy seorang?”

“Kemaren aku berantem sama dia… jadi….”

 

–Malam Sebelumnya–

“Hai, Seul… Wendy masih di lab?” Tanya Jongdae.

“Wah barusan banget dia pulang.” Jawab Seulgi.

“Pulang? Sama siapa?”

Seulgi menggelengkan kepalanya. “Entah, tapi sendiri kayaknya. Dia bilang mau naik bis kalau enggak salah.”

“Oke, makasih seul!” Jongdae pun langsung menuju mobil untuk pergi menuju halte bis dekat kampus Wendy –yang juga kampusnya dulu –. Ia berharap Wendy belum mendapatkan bis. Setibanya di halte orang yang Ia cari masih berada disana. Duduk diam termenung sendiri sambil ditemani alunan lagu yang mengalir melalui headset ke telinganya. Jongdae langsung keluar mobil menghampiri Wendy.

“Kenapa pulang sendiri? Enggak nunggu aku?” Tanya Jongdae cemberut.

“Kan kamu lagi siaran, terus ada rapat juga kan? Ya sudah aku enggak mau ganggu.” Jawab Wendy santai sambil terus mendengarkan lagu.

“Tapi ini sudah jam berapa? Hampir jam 10 malam, Wendy! Aku kan sudah bilang, kalau aku bisa kok jemput kamu bentar, habis itu aku balik ke kantor!”

Oppa, aku bisa pulang sendiri kok. Aku sudah biasa.” Wendy coba menenangkan Jongdae.

“Kamu tuh ya selalu gini. Apa-apa sendiri. Suka enggak cerita-cerita. Terkadang aku merasa enggak dianggap sebagai pacar.” Jongdae mulai sinis.

“Ada apa denganmu? Kenapa tiba-tiba ngomong gitu?” Wendy langsung melepas headset ditelinganya.

Baca lebih lanjut

Iklan

[FF] Not A Bad Thing

Title               : not a bad thing

Rate               : 13+ pastinya

Genre             : a ROMANCE lovey dovey nan alay

main Cast     : KIM JONGDAE (CHEN EXO), WENDY SON RED VELVET

length           : One shot

Author          : HANAN HANIFAHnya lagi punya ide dan mood buat ngerjain, Alhamdulillah.

INSPIRED        : FROM TWO OF MY FAVORITE SONGS, AT GWANGHWAMUN BY KYUHYUN AND NOT A BAD THING BY JUSTIN TIMBERLAKE

Disclaimer   : Fyi, aku ngeshippin bgt mereka. Semenjak sebelum Wendy debut, aku udah ngeship Chendy. Aku mikir-mikir kira-kira siapa yang cocok buat Chen, dan yang terpikir adalah Wendy, dan aku merasa mereka cocok, jadi aja suka sama couple ini XP. Dua-duanya bias aku nih ahahaha. FF ini untuk kalian chendy hehehe. SUKA NGGAK SUKA sih itu selera kalian, tapi mohon dengan sangat NO BASHING. GOMAWAEYO udah mau baca. MIANHAEYO kalo jelek. Aku sangat merespect orang yang menghargai karya orang, SO, PLEASE DON’T COPY THIS FF AND PLAGIARISM THIS. Please ENJOY =D AND HAPPY NEW YEAR 2015 ^^.

 

 

Angin berhembus cukup kencang. Salju menyelimuti tipis permukaan jalan. Udara dingin yang menusuk tulang seperti ini membuat orang bermalas-malasan dalam rumah dengan penghangat, namun tak sedikit juga yang masih banyak berkeliaran di jalanan, dan Jongdae termasuk orang yang mau memakai jaket tebal agar menjaga suhu tubuh tetap hangat saat diluar. Suhu udara malam ini sanggup membuat air raksa menyentuh nyaris angka 0 pada termometer. Suhu yang sanggup membekukan cairan dengan rumus kimia H2O, tapi menurut Jongdae tak hanya air saja yang dapat membeku, harapannya pun kini nyaris membeku.

Sejak pukul lima sore hingga kini jarum jam mencapai angka delapan Ia duduk dibangku dingin ini. dittengah hirup pikuk namsan. Tak habis pikir mengapa Ia bisa menanti selama ini ditengah cuaca yang membuat nafasnya menjadi pendek. Semua ini berawal dari obrolan kemarin sore. Kalau saja sore itu Ia tak membicarakan hal serius, Ia takkan berada di tempat ini.

Sore itu, Jongdae baru saja selesai berlatih drama musikal di kampusnya. Ia melihat “gadisnya” yang juga baru selesai latihan yang sama dengannya, sedang duduk di bawah pohon dengan kaki terlentang dan bahu tersandar. Ia tampak kelelahan dan meminum air mineral dari tempat minum yang selalu Ia bawa. Padahal udara cukup dingin untuk berdiam diri di taman, namun Wendy tampak menikmati itu. Tentu saja, melihatnya sendiri membuat Jongdae menghampiri gadis itu.

“Wendy!” Sapa Jongdae sembari duduk disampingnya.

Ne, Sunbae?”

“Haish… aku bosan mengingatkanmu berkali-kali! Jangan panggil aku Sunbae, tapi panggil aku Oppa!”

Ucapan jongdae itu hanya ditanggapi Wendy dengan delikan dan senyum masam. Mulanya mereka hanya mengobrol ngalor-ngidul, sampai akhirnya entah bagaimana mereka dapat mencapai suatu obrolan yang serius –Setidaknya bagi Jongdae–.

“Wendy, selama setahun ini aku mengejarmu, ada beberapa orang juga yang berusaha mendapatkanmu, tapi kenapa hanya aku saja yang tetap bisa berada didekatmu?” Tanya Jongdae penasaran.

Wendy melongo mendapat pertanyaan aneh dari seniornya itu. “Ya itu semua karena kau tak gentar, padahal entah sudah berapa kali aku menolakmu.”

“Bukan itu maksudku! Ya dari semua lelaki yang pernah mendekatimu, kenapa kau membiarkanku tetap berada didekatmu, terus mencoba, sedangkan lelaki lain yang sudah kau tolak, benar-benar kau tolak. Kau mencoba menjauhi mereka, kenapa tidak denganku?”

Wendy menghela nafas. Ia menegak air kembali. “Entahlah. Mungkin karena aku tak mau kehilanganmu sebagai teman. Setiap mengobrol denganmu, aku selalu merasa senang dan nyaman. Aku tak mau kehilangan hal itu.”

“Berarti itu menunjukkan kau punya rasa padaku kan? kalau begitu untuk apa kita hanya jadi sekedar teman?” Protes Jongdae.

“Aku pun tak tahu perasaan apa yang ku punya terhadapmu.” Wendy menggeleng lemah. “Apa benar-benar hanya sebagai skedar teman berbagi cerita atau memang aku punya perasaan padamu. Aku ragu akan hal itu.”

“Apa sih yang buat kamu ragu denganku?”

Sunbae, kau tahu kan aku punya sedikit trauma…”

Mendapat jawaban seperti itu, Jongdae berdecak kesal. “Ya,Wendy! Kau sudah mengenalku setahun kebelakang ini. aku benar-benar sudah menunjukan aku apa adanya. Kau tahu kan aku takkan menyakitimu baik fisik maupun hati seperti mantanmu dulu!”

“Aku tahu… tapi tetap saja aku masih punya ketakutan akan hal itu.”

“Wendy, tolonglah, coba buka hatimu. Biarkan lah kau merasa jatuh cinta, jangan merasa takut. It’s not a bad thing for try and fall in love!

Jongdae menyandarkan bahunya ke batang pohon. Ia memejamkan matanya dan mengacak-acak rambutnya dengan frustasi. “Sejujurnya, aku sudah mulai lelah, dan aku sudah mulai merasa aku tak mau memperjuangkan sesuatu yang sia-sia. Jadi tolong pastikanlah perasaanmu padaku! Jika tidak ada, maka aku akan mulai menjauh darimu.”

Wendy terkejut mendengar hal itu. “Sunbae! Tak bisakah walau aku tak menerima perasaanmu, tapi kita tetap berteman seperti ini. ya bisa mengobrol banyak hal, saling berbagi cerita, ya layaknya seorang teman dan sahabat.”

Jongdae mendengus sebal. “Heol… Enak banget ya jadi perempuan, bisa minta seperti itu! Wendy, maafkan aku. Aku melihatmu selama ini sebagai perempuan, dan akan sangat sulit untuk menjadi teman selama aku melihatmu sebagai perempuan.”

“Aku memang egois. Maafkan aku, Jongdae Sunbae.” Wendy tertunduk sedih.

Jongdae tak tega melihat perempuan yang sudah mengisi hatinya itu bersedih, tapi bagaimana lagi Ia butuh ketegasan. Mau tak mau, Ia harus membicarakan hal ini.

“Tolong pastikanlah hatimu. Besok kutunggu kau di Namsan Tower jam 5 sore. Jika kau mau membuka hatimu padaku, datanglah. Akan kutunggu kau sampai jam berapapun. Ini merupakan perjuangan terakhirku untuk mendapatkanmu. Jika kau tak datang, aku akan menyerah. Aku takkan mencoba lagi untuk menaklukan kamu.”

Baca lebih lanjut

[FF] Karma

Title               : KARMA

Rate               : 15+ PLEASE……

Genre             : CRIME, DRAMA, FAMILY.

main Cast     : PARK CHANYEOL EXO

OTHER CAST   : CHOI SULLI F(X), BYUN BAEKHYUN EXO, KIM JONGDAE (CHEN) EXO, pARK YURA (chanyeol’s sister) WITH CAMEO : CHOI MINHO SHINEE, CHO KYUHYUN SUPER JUNIOR, KIM JONGHYUN SHINEE, KANG MINHYUK CNBLUE.

length           : One shot

Author          : perluasan imajinasi HANAN HANIFAH

INSPIRED        : PASUPATI ARDAN EDISI APRIL 2014 *aku lupa tanggalnya ya kalo ga tanggal 2,9,1623,30*, YOU’RE ALL SURROUNDED, and also for Nouvelle Vague song JOHAN AL!!!

Disclaimer   : akan muncul beberapa kata kasar dalam ff ini dan juga sejujurnya ini enggak cocok buat yang dibawah 15. agak dewasa boooo. Ini ff pertamaku yang menghadirkan chanli, walau sulli udah sama om itu tuh… *oppa apa om ya? aku seusia sulli soalnya* SUKA NGGAK SUKA sih itu selera kalian, tapi mohon dengan sangat NO BASHING. GOMAWAEYO udah mau baca. MIANHAEYO kalo jelek. Aku sangat merespect orang yang menghargai karya orang, SO, PLEASE DON’T COPY THIS FF AND PLAGIARISM THIS. Please ENJOY =D.

 

 

Irama ketukan menggema di ruang introgasi. Semakin lama, ketukan itu semakin cepat dan tak beraturan. Irama itu berasal dari jemari Chanyeol yang bergerak mengetuk meja. Sudah 15 menit jemarinya tak henti menghasilkan bunyian bernada sembarang. Semakin cepat Ia menggerakan, semakin menunjukan rasa kesalnya.

Kini dihadapannya duduk seorang pria dengan tampilan cukup necis. Wajahnya cukup dingin namun terbilang tampan. Rambut hitamnya dibiarkan acak-acakan untuk menampilkan kesal kasual. Ia memakasi kemeja denim yang dikeluarkan dari celana chino abunya. Don’t judge a book by it’s cover sangat berlaku. Melihat penampilannya orang pasti takkan menyangka jika pria itu merupakan pelaku kejahatan, tapi itu nyatanya. Pria dihadapan ini merupakan orang yang paling Chanyeol benci. Bagaimana tidak? Orang ini telah menghilangkan keperawanan nunanya secara paksa. Sebagai detektif dan adik Ia ingin mengungkap kasus ini.

Chanyeol mulai kehilangan kesabaran. Orang dihadapannya ini tak juga menjawab pertanyaannya. Chanyeol pun mulai menggebrak meja. Meluapkan emosinya.

“YA!!! JANGAN DIAM SAJA! JAWAB!” Teriak Chanyeol penuh emosi. Sang pelaku hanya tersenyum sinis dengan tatapan mengejek melihat emosi Chanyeol yang tersulut.

Baekhyun yang merupakan seorang detektif juga yang ditugaskan untuk menginterogasi, mencoba menenangkan Chanyeol. “Tenang. Jangan membawa emosi pribadi.”

Chanyeol mengacak-acak rambutnya. Ia memang terlalu kesal karena korbannya adalah kakaknya sendiri. Ia menarik nafasnya, dan menghembuskannya dengan perlahan. Dadanya Ia elus-elus untuk menenangkan diri.

“Baiklah saya ulangi kembali. Choi Minho-ssi, pada hari Kamis malam 13 maret anda bersama korban pergi bersama. Kalian yang merupakan teman satu kantor memutuskan untuk makan malam bersama setelah selesai bekerja. Kemudian anda mengajak korban untuk jalan saat malam hari, dan anda mengajaknya ke sebuah rumah kaca berisi berbagai bunga. Korban yang mempercayai anda sebagai teman tak curiga dibawa ketempat sepi seperti itu saat malam hari. Ditempat itulah anda melakukan pelecehan seksual padanya, selain itu juga anda melakukan kekerasan dalam bentuk pukulan benda tumpul karena korban berusaha melawan. Setelah anda melakukan kejahatanmu, korban pingsan, kemudian anda membuangnya di bawah jembatan sungai Han. Anda mengakui hal itu?”

Minho –Sang pelaku – menganggukan kepala tanpa rasa bersalah. Wajahnya terlihat tenang bahkan matanya berani untuk menatap Chanyeol dengan tajam. Tatapan Chanyeol pun tak kalah tajam. Ia menatap Minho penuh kebencian.

“Anda sudah mengakui kejahatanmu, tetapi apakah anda mengakui ini sebagai kejahatan tunggal murni?” Baekhyun mulai melontarkan pertanyaan.

Minho mengerutkan dahinya. “Maksudnya?”

“Ya, anda melakukan ini semua murni karena keinginanmu?”

Minho menggerakan kepalanya keatas dan kebawah. “Yap.”

“Anda yakin?” Timpal Chanyeol sinis.

“Tentu saja! Aku melakukannya karena keinginanku sendiri.” Jawab Minho penuh dengan kemantapan.

“Kalau begitu apa motifmu?”

“Entah mengapa Tubuh Park Yura saat itu sangat menggodaku. Lekuk tubuhnya, kulitnya yang mulus ingin kusentuh. Aku begitu ingin merasakannya, tapi Ia tak mengizinkannya, setan terlalu menguasai diriku. Aku yang tak kuat ingin menjajal tubuhnya, dengan paksa.” Minho mengucapkan itu sambil membayangkan tubuh Park Yura yang sudah Ia cicipi. Di otaknya kembali terlintas kenikmatan menjelajahi tubuh Yura. Air liur Minho tak terasa menetes begitu saja. Minho sdar dan langsung menghapusnya.

“duh maaf ya. aku tiba-tiba jadi terbayang malam itu.” Ujar Minho dengan seringai sinis. Terlihat sekali Minho ingin memanas-manasi Chanyeol, dan berhasil. Amarah Chanyeol kembali memuncak. Chanyeol berdiri dengan tangan terkepal. Chanyeol sudah siap untuk memukuli Minho, untung Baekhyun kembali berhasil mencegahnya.

“Saat kapan kamu berencana untuk melakukan hal tersebut?” Selidik Baekhyun.

“Entahlah, tiba-tba aja terlintas hari itu.”

Nunaku eh maksudnya korban pada hari itu menggunakan Rok hitam dengan pnjang tigaperempat dan kemeja berwarna pink tua. Bentuk tubuhnya tak begitu terlihat, dan juga kulit tubuhnya tidak terekspos, bagaimana bisa libidomu naik hanya karena melihatnya memakai baju seperti itu?” Sentak Chanyeol dengan keras.

“Wajar jika libidomu tidak naik, dia adalah nunamu.” Cibir Minho.

“Tapi aku saja yang tak punya hubungan darah atau ikatan kekeluargaan, hormonku tak bergejolak melihat korban memakai pakaian seperti itu.” Sahut Baekhyun.

“Wajah cantiknya membuat jantungku berdegup dan setan langsung menguasaiku.”

“Tunggu dulu, dari sudut pandang pria, wanita cantik memang menggoda, tapi secantik apapun dia, jika Ia memakai baju seperti itu, libido pria tersebut takkan melonjak sangat tinggi sampai-sampai ingin mencoba tubuh wanita tersebut!” Baekhyun mengeluarkan hipotesisnya.

Baca lebih lanjut

[FF] Obat

Title               : OBAT

Rate               : pg 13+

Genre             : FRIENDSHIP, CRIME tapi aku ga yakin, cuman garnish kali yaa

main Cast     : EXO BEAGLE LINE, OUR 92LINE, BYUN BAEKHYUN, KIM JONGDAE (CHEN), PARK CHANYEOL

OTHER CAST   : POLISI PENDEK DAN POLISI TINGGI

length           : One shot

Author          : HANAN HANIFAH punya

Disclaimer   : Mumpung belum banyak tugas, mumpung masih sempet bikin ff. tahun 2014 ini tampaknya aku akan sibuk, karena aku mengikuti dua organisasi di kampus *eh maap malah curcol*.  Eh ya maaf ya kalau agak lebay, dan ga nyambung. SUKA NGGAK SUKA sih itu selera kalian, tapi mohon dengan sangat NO BASHING. GOMAWAEYO udah mau baca. MIANHAEYO kalo jelek. Aku sangat merespect orang yang menghargai karya orang, SO, PLEASE DON’T COPY THIS FF AND PLAGIARISM THIS. Please ENJOY =D.

 

Suasana klub tampak riuh. Bau alkohol merebak sepanjang klub. Kebulan asap rokok muncul diantara kelap-kelip lampu warna warni. DJ memainkan perannya dengan baik. Semua orang menggerakan tubuhnya sesuai irama musik dengan wajah sumingah. Bagi yang tak terjun ke lantai dansa, Mereka terlihat duduk santai, Ada yang sedang mengobrol sambil sesekali tubuhnya bergerak mengikuti irama musik, adapula yang sambil minum ditemani wanita-wanita cantik.

Di salah satu pojok klub, ada tiga orang lelaki yang sedang melarikan diri dari kerumitan kehidupan kampus. Mereka adalah Baekhyun, Jongdae, dan Chanyeol. Mereka terlihat sedang asyik bersantai. Mereka menikmati sebotol wine yang mereka beli patungan sambil mengobrol dan tertawa. Tak lupa juga mata mereka sesekali jelalatan mencari pemandangan yang menyegarkan.

“Kita disini mahal-mahal masuk hanya untuk duduk menikmati wine? C’mon let’s dance!” Ajak Baekhyun sambl menggoyang-goyangkan tubuhnya mengikuti irama musik.

Slow saja lah. Baru juga sampai. Nikmati dululah pemandangan yang ada.” Sahut Chanyeol dengan senyum nakal.

“Lagian kita belum dapat mangsa untuk menemani kita bersenang-senang.” Mata Jongdae berkeliaran mencari mangsa.

“Masalahnya waktu kita cuman sebentar. Kita bisa disini cuman sampai jam satu. jam setengah dua kita harus sudah ada di kampus.” Keluh Baekhyun sambil meminum seteguk wine.

“Kamu saja sana yang ke sana. Aku sih ogah.” Tolak Chanyeol.

“Kamu serius mau ikut penelitian Yura ke pantai?” Tanya Jongdae.

Baekhyun bersandar pada sofa dengan pasrah. “Sebenarnya Aku malas buat ikut terjun ke penelitian Dia, tapi karena Dia yang minta, Aku enggak bisa nolak.”

“Mau-maunya mengorbankan diri untuk tak bersenang-senang hanya demi Yura. Mending kalau Yura mau nerima cintamu itu.” Cibir Jongdae sambil mengambil rokok dari dalam tasnya.

“Ya namanya juga usaha,bro.

“Usaha melulu, tapi enggak ada kemajuan. Itu artinya Kamu cuman sebatas teman sama Dia.” Chanyeol menasehati Baekhyun.

“Kata siapa? Dia belum pernah menolakku secara terang-terangan. Itu artinya Aku masih punya kesempatan.” Sangkal Baekhyun.

“Iya enggak tersurat, tapi secara tersirat. Dia nolak Kau dengan halus. Dia jarang kan membalas LINE mu? Dia bales kalau cuman ada butuhnya doang kan? Itu artinya Dia menganggapmu hanya sekedar teman.”

“Sok tahu!” Baekhyun menoyor kepala Chanyeol.

“Yee… terserah Kamu deh kalau enggak percaya.”

“Ya begitulah orang yang dibutakan cinta. jadi terlihat bodoh.” Ejek Jongdae sambil tertawa diikuti oleh Chanyeol yang juga ikut tertawa. Baekhyun melirik kesal kepada kedua sahabatnya.

“Sial. Lihat saja akan kubuktikan, kalau Dia juga minat denganku!”

Chanyeol dan Jongdae saling berpandangan. Sorot mata mereka menunjukkan kalau mereka meremehkan niat Baekhyun. Mereka berdua pun kembali tertawa.

Baekhyun yang kesal langsung pergi meninggalkan mereka berdua. Dengan gayanya yang sok asyik Ia langsung ikut gabung dengan segerombolan remaja perempuan di lantai dansa. Ia pun ikut menggoyangkan tubuhna,namun karena Ia muncul secara tiba-tiba dan tampak sok asyik, para remaja itu mengabaikan kehadiran Baekhyun. Melihat itu, Chanyeol dan Jongdae pun tertawa semakin keras.

“Jongdae, minta rokok dong.” Pinta Chanyeol.

“Enggak modal. Minta melulu.” Protes Jongdae sambil melemparkan tasnya, walau Ia protes tapi Chanyeol tetap dibaginya rokok yang Ia punya. Chanyeol pun mencari rokok dari dalam tas Jongdae.

“Dimananya?” Tanya Chanyeol sambil terus merogoh tas Jongdae mencari rokok.

“Didalam, di kantong yang kecil.”

“Ah ini.” Chanyeol pun menemukan kantong kecil itu. dia membuka resleting kantong itu. Ia pun menemukan benda yang Ia cari, namun selain tembakau beracun ada barang lain yang menarik perhatiannya. Dalam kantong itu selain rokok adapula plastik kecil bening berisi beberapa tablet berwarna kuning. plastik isi obat itu tak hanya satu, tapi ada tiga. Chanyeol terpaku melihat obat-obat itu. Tiba-tiba Ia merasa curiga dengan Jongdae.

Baca lebih lanjut

[FF] Sticky Notes

Title               : STICKY NOTES

Rate               : pg 13+

Genre             : ROMANCE again, maaf yaa

MAIN Cast     : JUNG SOOJUNG (KRYSTAL (FX))

OTHER CAST   : CHOI JINRI (SULLI F(X)) , KANG JIYOUNG KARA, BAE SUZY MISS A, KIM JONGIN (KAI EXO) , KIM JOONMYEON (SUHO EXO), KIM JONGDAE (CHEN EXO)

length           : One shot

Author          : ide ngawurnya HANAN HANIFAH

summary      : mengaguminnya jauh dari belakang, cukup bagiku

Disclaimer   : hmm… apa ya? kenapa saya bikin tokoh utamanya Krystal lagi? Karena saya dia kembaranku *PLAAAK*. Yeah I’m Krystallized. Saya ngefans dengannya Hehehe. just enjoy the show. SUKA NGGAK SUKA sih itu selera kalian, tapi mohon dengan sangat NO BASHING.GOMAWAEYO udah mau baca. MIANHAEYO kalo jelek. Please ENJOY =D.

 

Sunshine as bright as your smile. Sunrise are beautiful like you face
Good morning, Soojung :) 
J

“Cie… dapat pesan rahasia lagi nih” goda Jiyoung

Soojung yang digoda Jiyoung hanya tersenyum kecil, dan Ia pun memasukan ‘pesan’ tersebut kedalam tasnya.

Lagi, Soojung menemukan selembar sticky notes di dalam lokernya. Sudah hampir 3 bulan ini, Soojung selalu menemukan sticky notes dalam lokernya setiap pagi. Terkadang sticky notes  itu tak muncul sekali pada pagi hari, terkadang muncul lagi saat siang hari atau sore hari saat Soojung akan pulang. Sticky notes  itu selalu berisi kata-kata puitis memuji Soojung, atapun kata-kata semangat.  Soojung menikmati perhatian rahasia tersebut. Ia mengumpulkan semua sticky notes yang Ia dapatkan dan disimpannya untuk dipajang di kamar. Setiap kali Ia sedang merasa tidak semangat atau sedih, Dia selalu membaca kembali sticky notes tersebut, dan hal itu membuatnya kembali bersemangat.

Soojung ingin mengucapakan terima kasih kepada orang tersebut, namun masalahnya Soojung tak pernah tahu siapa orang yang mengiriminya ‘pesan’ tersebut. Orang tersebut hanya selalu meninggalkan identitasnya berupa satu huruf “J”. Soojung tak bisa menebak-nebak siapakah J itu? Dikampusnya itu banyak sekali orang yang bernama J, dan tidak ada satupun orang yang dicurigai Soojung sebagai pengirim.

Si “J” ini hebatnya selalu tahu kondisi hati yang sedang dialami Soojung. Saat Soojung saat sedih, pengagum rahasianya ini selalu memberi pesan agar Soojung jangan bersedih. Saat Soojung sedang bahagia, “J” ini selalu memberi selamat. Intinya menurut Soojung, “J” ini merupakan sosok yang pengertian. Oleh karena itu Soojung saat ingin mengenal dan mengetahui orang ini. pernah Soojung menoba mencari tahu dengan cara Ia meninggalkan pesan di lokernya.

Hey, who are you? I’m so curious about you
SJ

Keesokan harinya, J pun membalas.

Don’t thinking about me. Don’t curious about me. I’m just your secret admirer :)
Btw, I like to see you far from behind
J

“J” tak menjawab siapa dirinya sebenarnya. Dia hanya bilang bahwa dirinya adalah pengagum rahasia Soojung. Sebenarnya Soojung ingin mencari tahu lebih jauh, namun karena “J” melarangnya, Ia pun memutuskan untuk tidak mencari tahu lagi dan Soojung memutuskan untuk menikmati pesan yang Ia terima dari pengagum rahasianya itu.

Pagi ini, sepeti biasa, Saat Soojung membuka lokernya, sudah ada pesan yang tertempel. Hari ini Soojung sedang tidak begitu sehat, dan pengagu rahasianya tahu itu.

The weather so cold. Wear your jacket.
keep your health.Get Well Soon.
J

Soojung tersenyum membaca pesan itu, dan seperti biasa pesan itu Ia simpan ke dalam tasnya untuk di pajang di dinding kamarnya. Setelah mengambil beberapa barang di lokernya, Soojung menuju kantin untuk sarapan sambil menunggu masuk kelas.

Di kantin ternyata sudah ada Jiyoung, Jinri, dan Suzy yang sedang sarapan juga. Soojung pun bergabung bersama mereka.

“Pagi guys” sapa Soojung pada mereka semua

“pagi!”

“Sudahkah kau ke loker pagi ini?” Tanya Jinri

Soojung mengangguk

“Ada pesan lagi?” Tanya Jiyoung

“selalu” jawab Soojung singkat sambil memperlihatkan pesan tersebut kepada sahabat-sahabatnya tersebut. Mereka pun membaca pesan tersebut, setelah membaca pesan itu mereka langsung menyoraki Soojung.

“Cieeeee”

“Siapa ya Dia? Kok tahu kalau aku lagi enggak enak badan?” Tanya Soojung

“Jongin kali” Suzy asal tebak

“kenapa harus Dia?” bingung Soojung

“kan inisialnya J. Menurutku orang berinisial J, siapa lagi kalau bukan Jongin?”

“Bener! Selama ini kan cowok yang dekat sama kamu dengan inisial J kan cuman dia” Jinri setuju dengan pendapat Suzy

“tapi kan pengirimnya belum tentu cowok, lagian orang yang berinisial J itu banyak. Bisa saja kan Jiyoung atau Jinri. Kalian juga kan namanya dari huruf J” ujar Soojung

“idih ngapain juga kita dengan rajinnya mengirimi pesan seperti itu ke kamu” sanggah Jiyoung

“Ya siapa tahu saja kalian ingin membuatku GR” jawab Soojung

“enggak kerjaan banget kita bikin kamu GR. Lagian kalau kita yang melakukan, enggak akan tersu menerus seperti ini, paling cuman sekitar seminggu. Kalau terus menerus seperti ini pastinya memang benar pengagum rahasiamu” jelas Jinri

“terus siapa dong? Kok Dia tahu banget kondisi aku. Pastinya Dia orang dekat aku” pikir Soojung

“sudah pasti Jongin!” seru Suzy

“hm.. bisa jadi sih” gumam Soojung “kemaren kan aku ama Dia rapat danus. Dari kemaren aku memang sudah batuk—batuk terus,jadi Dia tahu kalau aku lagi sakit tapi ah masa sih?”

Tiba-tiba orang yang mereka obrolkan datang menghampiri.

Baca lebih lanjut