[FF] Mineral Water

Title               : MINERAL WATER

Rate               : 13+

Genre             : FLUFF, ROMANCE

main Cast     : PARK CHORONG A-PINK

OTHER CAST   : JINYOUNG B1A4, WOOHYUN INFINITE, SUHO EXO

length           : One shot

Author          : HANAN HANIFAH yang bikin

INSPIRED        : dari ff ku yang BRACELET, heehe

Disclaimer   : gara-gara liat video ereka di youtube, aku jadi tertarik sama couple ini. lucu liat chorongnya =)) kesannya kok kayak dia yang suka banget =))), ya tapi video shipper shipper begituan sih buat lulucuan aja. jangan terlalu dipikirin, jangan dianggap serius apalagi dimasukin ke hati hehehe. SUKA NGGAK SUKA sih itu selera kalian, tapi mohon dengan sangat NO BASHING. GOMAWAEYO udah mau baca. MIANHAEYO kalo jelek. Aku sangat merespect orang yang menghargai karya orang, SO, PLEASE DON’T COPY THIS FF AND PLAGIARISM THIS. Please ENJOY =D.

 

 

Suasana lapang tampak ramai. Orang-orang tampak menyebar di bawah puluhan lampion yang tergantung diatas lapang. lampion warna-warni tersebut tampak indah menyembul dibawah gelapnya langit. Ada yang berkumpul di depan Panggung berukuran 4×4 m berdiri dengan kokohnya di ujung barat lapang, ada pula yang berkeliling mengunjungi stand-stand yang ada di pinggir lapang. Semua mahasiwa larut dalam acara tahunan fakultas mereka, yaitu festival seni. Setiap tahun, fakultas seni dan musik selalu mengadakan festival seni yang selalu mengadakan berbagai macam perlombaan kesenian.

Chorong pun tak mau melewatkan acara tahunan tersebut. Ia berada di kerumunan orang yang berkumpul lapangan gedung fakultasnya. Ia tak sendiri berada disana. Ia bersama seorang temannya, yaitu Jinyoung. Mereka berdua bergabung untuk menyaksikan perlombaan-perlombaan yang berlangsung.

Saat ini dipanggung sedang berlangsung kompetisi band. Jinyoung fokus menyaksikan aksi panggung, berbeda dengan Chorong. Chorong terlihat tak begitu fokus  menonton. Seringkali mmata dan kepalanya melihat ke seluruh penjuru arah, seolah sedang mencari sesuatu. Mulanya Jinyoung tak sadar akan kelakuan Chorong. Ia tersadar saat berdiskusi tentang band yang tampil.

“Gila itu drummernya keren banget!” Seru Jinyoung. “Itu juga yang main gitar siapa?oh si Chanyeol ya? heol, jago juga. Mereka aransemen lagunya bagus banget, mana vokalnya pakai Eunji pula! Wah, Ini band bisa menang nih!”

Chorong diam tak menjawab. Ia tak mendengarkan apa yang Jinyoung ucapkan. Ia masih asyik celingak sana celinguk sini sambil memakan eskrimnya. Jinyoung menunggu tanggapan dari Chorong, tapi tak terdengar suara Chorong. Disitulah Ia sadar.

“Park Chorong! Tadi kamu dengar enggak aku ngomong apa?” Protes Jinyoung sambil mencolek bahu Chorong. Setelah dicolek bahunya, Chorong barulah sadar.

“Hah? tadi kamu memang ngomong apa?” Tanya Chorong bingung.

Jinyoung mendesah sebal. Ia melihat Chorong dengan tajam. Ia pun melontarkan pertanyaan untuk menguji, apakah Chorong tadi fokus terhadap panggung atau tidak.

“Menurut kamu band yang barusan tampil gimana?”

Chorong terlihat sedikit gelagapan. “Eu… hm… biasa saja.”

“Kamu enggak memperhatikan ya?”

“Ah enggak kok!” Sangkal Chorong sambil pandangannya menatap arah lain, bukan menatap Jinyoung.

“Enggak usah bohong! Mata kamu tuh, keliaran kemana-mana. Cari apa sih?”

Chorong menggeleng. “Enggak cari apa-apa kok. Cuman mau liat keadaan sekitar saja. Ramai apa enggak.”

Jinyoung yang sudah mengenal Chorong sebagai sahabat selama 3 tahun kuliah dijurusan yang sama yaitu komposer, tentu saja Ia tak mudah dikelabui Chorong. Ia tak percaya begitu saja.

“Enggak usah bohong deh sama aku! I know you so well. Kau takkan bisa menipuku. Kau pasti sedang mencari seseorang kan?” Jinyoung berbicara dengan sedikit membungkukkan badannya.

Chorong yang ketahuan berbohong hanya bisa menggigit bibirnya sebal. Melihat itu Jinyoung tertawa keras.

“Hahaha sudah kuduga, pasti kamu sedang mencari…” Obrolan mereka terpotong oleh kedatangan teman mereka, sekaligus orang yang dicari Chorong semenjak tadi.

“Hei,bro!” Sapa Jinyoung kepada kedua temannya.

“Halo,bro!” Woohyun membalas sapaan Jinyoung. Mereka berdua melakukan high five.

“Kemana saja anak jurusan tetangga ini?” Tanya Jinyoung sambil menunjuk Suho

“Tak kemana-mana kok, hahaha.” Balas Suho sambil bersalaman dengan Jinyoung.

“Oh ada Chorong? Halo!” Sapa Woohyun sambil tersenyum.

“Hai, Chorong!” Senyum Suho sambil melambaikan tangan

Mendapat sapaan dari orang yang Ia harapkan membuat Chorong tersenyum dan mukanya terlihat jelas memerah. Ia pun membalas sapaan mereka berdua dengan senyuman manis.

“Kalian ikut lomba menyanyi kan?” Tanya Jinyoung.

Keduanya mengangguk.

Jinyoung mendorong bahu Woohyun pelan. “Ah kamu ngambil jatah anak jurusan Vokal! Anak Komposer sih harusnya ikut lomba aransemen, bukannya ikut lomba menyanyi! Hahaha.”

“Hahaha, iya nih, ambil jatah aku saja!” Suho ikut bercanda menyalahkan Woohyun.

“Lah kan enggak ada larangan selain anak jurusan vokal enggak boleh ikut menyanyi. Jadi kan hak aku dong buat ikutan. Hahaha.” Sahut Woohyun penuh tawa.

“Tampil ke berapa?”

“Kita di awal berturut-turut nih. Aku ke tiga, Suho ke empat.” Jawab Woohyun.

Terdengar suara pengumuman jika lomba menyanyi lima menit lagi akan dimulai. Saatnya Woohyun dan Suho menuju backstage untuk bersiap. Mereka pun segera mengkhiri percakapan mereka.

“Wah kita sudah dipanggil nih! Yuk!” Ajak Suho pada Woohyun.

“Kita lomba dulu ya!” Pamit Woohyun.

“Oke bro, semangat! Sukses!”

Chorong yang daritadi diam saja karena malu dan takut salah tingkah akhirnya ikut bersuara. Sambil tersenyum dan mengepalkan tangannya, Chorong berkata “Fighting!” Ia mengatakan itu seolah untuk mereka berdua, padahal matanya hanya tertuju pada satu orang.

“Terima kasih Chorong!” Sahut mereka berdua.

Sepeninggalan mereka berdua, Jinyoung langsung menggoda Chorong.

“Cie.. begitu ada dia langsung diam seribu bahasa gitu. Biasa aja dong, enggak usah merah gitu mukanya. Hahahaha” Goda Jinyoung.

Chorong memukul lengan Jinyoung karena sebal digoda.

“Kenapa diam saja daritadi? Padahal kan kesempatan bagus buat ngobrol.”

“Malu.” Ujar Chorong sambil menunduk saking malunya padahal orang yang Ia suka sudah tak ada di hadapannya lagi.

“Ah payah! Gimana mau maju kalau kamu diam saja, cuman nunggu. Jangankan mengobrol, nyapa saja kamu enggak berani kan?”

Chorong mengangguk lemah.

“Kenapa enggak berani? Nyapa doang loh padahal! Walau beda jurusan, kamu sama dia kan kenal! Kalian kan sama-sama anak teater. Sapa saja padahal!” Seru Jinyoung berapi-api saking gregetnya dengan sikap Chorong yang pemalu.

“Habisnya aku malu, lagian aku juga takut dia enggak suka di sapa sama aku.” Ujar Chorong lemas seolah ia hilang harapan.

“Kenapa harus takut? Percaya deh, dia pasti senang juga kok di sapa kamu. kalau aku liat dari matanya dia ada ketertarikan sama kamu, cuman mungkin dia masih agak ragu makanya dia enggak bertindak. Nah makanya kamu harus tunjukkin kalau tertarik sama dia, jadi dia enggak ragu untuk mengambil tindakan!” Jinyoung berusaha memberi semangat pada Chorong.

Chorong tak percaya dengan perkataan Jinyoung. “Ah bohong!”

“Eh malah enggak percaya. Ya, Park Chorong! Aku ini pria, aku tahu arti tatapan setiap pria. Tatapan dia ke kamu itu terlihat sekali kalau dia memiliki ketertarikan dengan dirimu! Nah makanya sekarang tunjukkan aksimu!”

Chorong menatap mata Jinyoung. Terlihat dari sorot mata Jinyoung, kalau Ia sedang tidak berbohong. Chorong pun akhirnya percaya.

“Terus aku harus apa?”

“Mulai dari hal kecil. sekarang kasih dia semangat secara pribadi untuk lomba sekarang.” Sarran Jinyoung.

“Hah? gimana caranya? Masa aku tiba-tiba datang ke backstage, terus bilang sama dia, ‘hai, semangat ya!’ ya kali kayak gitu. Kan enggak lucu!”

Jinyoung menepuk dahinya. “Ya enggak gitu juga. Kamu datang sambil bawa minum, terus kasih ke dia, terus kasih semangat deh. Kan dia mau nyanyi, pasti butuh air mineral.”

“Benar juga.” Chorong mengangguk-angguk setuju. “Tapi…”

“Tapi kenapa lagi sih? Malu?”

Chorong mengangguk lemah.

Jinyoung menghela nafas dengan kesal. Ia menggeleng-gelengkan kepalanya. “Ya tuhan!”

Terdengar suara MC berkumandang. MC mengumumkan jika peserta pertama akan tampil. Jinyoung berdecak kesal.

“Ayo, Chorong! Lakukan! Bentar lagi Dia tampil!”

Baca lebih lanjut

Iklan

[FF] Where Is Kyungsoo

Title               : WHERE IS KYUNGSOO (EXO FF)

Rate               : G

Genre             : FRIENDSHIP, HUMOUR, COMEDY tapi kayaknya gagal T____T

Cast               : EXO MEMBERS [SUHO (KIM jUNMYEON), XIUMIN (KIM MINSEOK), LUHAN, KRIS, LAY, BYUN BAEKHYUN, CHEN (KIM JONGDAE), PARK CHANYEOL, DO KYUNGSOO (D.O), TAO, KAI (KIM JONGIN), OH SEHUN]

length           : One shot, VIGNETTE

Author          : ide randomnya HANAN HANIFAH

Disclaimer       : peringatan sebelumnya, dalam FF ini aku memakai bahasa yang tidak baku, jadi mohon maaf atas ketidaknyamanan hal ini. kita lihat betapa random dan koplaknya tingkah laku member exo disini. SUKA NGGAK SUKA sih itu selera kalian, tapi mohon dengan sangat NO BASHING.GOMAWAEYO udah mau baca. MIANHAEYO kalo jelek. Please ENJOY =D.

 

Delivery Pizzanya sudah datang! Makan malam siap!” seru Chanyeol sambil menenteng dua dus Pizza

Mendengar makanan telah tiba, member EXO seketika langsung menghentikan kegiatan masing-masing. Chanyeol pun meletakkan dua dus Pizza itu di atas meja makan. Mereka pun langsung menuju meja makan.

“lapar! Lapar! Lapar!” seru Baekhyun berisik

“ayo cepat buka!” titah Kai yang sudah tak sabar

“ah lama” Kris pun langsung membuka kotak Pizza tersebut dan mencomotnya, namun belum juga masuk mulutnya, Suho sudah menghentikannya.

“tunggu dulu,Hyung! ini member kita sudah lengkap belum? Kita harus makan bareng” cegah Suho

“kita sudah kumpul kok!” celetuk Tao

Suho pun mulai menghitung jumlah member yang ada di ruang makan. “1,2,3……8,9… loh cuman 9 orang? 3 lagi mana?” Suho mengabsen satu-satu “ah… Minseok Hyung dan Luhan Hyung kemana? Kyungsoo juga mana?”

“Minseok Hyung dan Luhan Hyung lagi pergi beli sepatu” jawab Lay

“Kyungsoo?”

Semua member terdiam. Melihat satu sama lain, kemudian dengan serepak mereka mengangkat bahu.

“paling juga itu anak lagi jalan-jalan sendiri” jawab Chen

“biasalah, kan Kyungsoo Hyung suka pergi sendirian tanpa bilang ke kita” Sehun menambahkan

“kemana ya itu anak? Seneng banget sih ngilang” gerutu Suho. Suho pun mengelarrkan handphone dari sakunya. Ia pun mencoba menghubungi D.O, sayangnya D.O tak mengangkat telepon dari Suho. Suho pun menjadi cemas sendiri.

“enggak diangkat. Kemana ya itu anak? Bikin cemas saja” omel Suho

“sudah deh, Lu jangan banyak ngomel kayak emak-emak. Kyungsoo bukan bocah kecil yang enggak tahu jalan. Nanti juga Dia balik sendiri kesini” sahut Kris

“iya, sudahlah mending kita makan pizza ini!” Chanyeol menunjuk-nunjuk Pizza. Ia tak sabar untuk memakan itu.

“ya sudah. Eh tapi sisain buat Kyungsoo,Luhan Hyung, Minseok Hyung, kasihan” Suho mengingatkan

“alah enggak usah. Mereka kan lagi diluar, pasti diluar mereka makan” tolak Baekhyun sambil mengunyah Pizza

“tapi kan….”

“enggak usah,Hyung. gue yakin mereka pasti beli makan diluar! Lagian salah sendiri mereka malah keluar, jadi ya terpaksa bagian mereka buat kita” Chen memotong omongan Suho

“setuju!” seru Tao dan Sehun

“kalian itu ya… member macam apa! Katanya we are one, kekeluargaan…” protes Suho

Baca lebih lanjut

[FF] Sticky Notes

Title               : STICKY NOTES

Rate               : pg 13+

Genre             : ROMANCE again, maaf yaa

MAIN Cast     : JUNG SOOJUNG (KRYSTAL (FX))

OTHER CAST   : CHOI JINRI (SULLI F(X)) , KANG JIYOUNG KARA, BAE SUZY MISS A, KIM JONGIN (KAI EXO) , KIM JOONMYEON (SUHO EXO), KIM JONGDAE (CHEN EXO)

length           : One shot

Author          : ide ngawurnya HANAN HANIFAH

summary      : mengaguminnya jauh dari belakang, cukup bagiku

Disclaimer   : hmm… apa ya? kenapa saya bikin tokoh utamanya Krystal lagi? Karena saya dia kembaranku *PLAAAK*. Yeah I’m Krystallized. Saya ngefans dengannya Hehehe. just enjoy the show. SUKA NGGAK SUKA sih itu selera kalian, tapi mohon dengan sangat NO BASHING.GOMAWAEYO udah mau baca. MIANHAEYO kalo jelek. Please ENJOY =D.

 

Sunshine as bright as your smile. Sunrise are beautiful like you face
Good morning, Soojung :) 
J

“Cie… dapat pesan rahasia lagi nih” goda Jiyoung

Soojung yang digoda Jiyoung hanya tersenyum kecil, dan Ia pun memasukan ‘pesan’ tersebut kedalam tasnya.

Lagi, Soojung menemukan selembar sticky notes di dalam lokernya. Sudah hampir 3 bulan ini, Soojung selalu menemukan sticky notes dalam lokernya setiap pagi. Terkadang sticky notes  itu tak muncul sekali pada pagi hari, terkadang muncul lagi saat siang hari atau sore hari saat Soojung akan pulang. Sticky notes  itu selalu berisi kata-kata puitis memuji Soojung, atapun kata-kata semangat.  Soojung menikmati perhatian rahasia tersebut. Ia mengumpulkan semua sticky notes yang Ia dapatkan dan disimpannya untuk dipajang di kamar. Setiap kali Ia sedang merasa tidak semangat atau sedih, Dia selalu membaca kembali sticky notes tersebut, dan hal itu membuatnya kembali bersemangat.

Soojung ingin mengucapakan terima kasih kepada orang tersebut, namun masalahnya Soojung tak pernah tahu siapa orang yang mengiriminya ‘pesan’ tersebut. Orang tersebut hanya selalu meninggalkan identitasnya berupa satu huruf “J”. Soojung tak bisa menebak-nebak siapakah J itu? Dikampusnya itu banyak sekali orang yang bernama J, dan tidak ada satupun orang yang dicurigai Soojung sebagai pengirim.

Si “J” ini hebatnya selalu tahu kondisi hati yang sedang dialami Soojung. Saat Soojung saat sedih, pengagum rahasianya ini selalu memberi pesan agar Soojung jangan bersedih. Saat Soojung sedang bahagia, “J” ini selalu memberi selamat. Intinya menurut Soojung, “J” ini merupakan sosok yang pengertian. Oleh karena itu Soojung saat ingin mengenal dan mengetahui orang ini. pernah Soojung menoba mencari tahu dengan cara Ia meninggalkan pesan di lokernya.

Hey, who are you? I’m so curious about you
SJ

Keesokan harinya, J pun membalas.

Don’t thinking about me. Don’t curious about me. I’m just your secret admirer :)
Btw, I like to see you far from behind
J

“J” tak menjawab siapa dirinya sebenarnya. Dia hanya bilang bahwa dirinya adalah pengagum rahasia Soojung. Sebenarnya Soojung ingin mencari tahu lebih jauh, namun karena “J” melarangnya, Ia pun memutuskan untuk tidak mencari tahu lagi dan Soojung memutuskan untuk menikmati pesan yang Ia terima dari pengagum rahasianya itu.

Pagi ini, sepeti biasa, Saat Soojung membuka lokernya, sudah ada pesan yang tertempel. Hari ini Soojung sedang tidak begitu sehat, dan pengagu rahasianya tahu itu.

The weather so cold. Wear your jacket.
keep your health.Get Well Soon.
J

Soojung tersenyum membaca pesan itu, dan seperti biasa pesan itu Ia simpan ke dalam tasnya untuk di pajang di dinding kamarnya. Setelah mengambil beberapa barang di lokernya, Soojung menuju kantin untuk sarapan sambil menunggu masuk kelas.

Di kantin ternyata sudah ada Jiyoung, Jinri, dan Suzy yang sedang sarapan juga. Soojung pun bergabung bersama mereka.

“Pagi guys” sapa Soojung pada mereka semua

“pagi!”

“Sudahkah kau ke loker pagi ini?” Tanya Jinri

Soojung mengangguk

“Ada pesan lagi?” Tanya Jiyoung

“selalu” jawab Soojung singkat sambil memperlihatkan pesan tersebut kepada sahabat-sahabatnya tersebut. Mereka pun membaca pesan tersebut, setelah membaca pesan itu mereka langsung menyoraki Soojung.

“Cieeeee”

“Siapa ya Dia? Kok tahu kalau aku lagi enggak enak badan?” Tanya Soojung

“Jongin kali” Suzy asal tebak

“kenapa harus Dia?” bingung Soojung

“kan inisialnya J. Menurutku orang berinisial J, siapa lagi kalau bukan Jongin?”

“Bener! Selama ini kan cowok yang dekat sama kamu dengan inisial J kan cuman dia” Jinri setuju dengan pendapat Suzy

“tapi kan pengirimnya belum tentu cowok, lagian orang yang berinisial J itu banyak. Bisa saja kan Jiyoung atau Jinri. Kalian juga kan namanya dari huruf J” ujar Soojung

“idih ngapain juga kita dengan rajinnya mengirimi pesan seperti itu ke kamu” sanggah Jiyoung

“Ya siapa tahu saja kalian ingin membuatku GR” jawab Soojung

“enggak kerjaan banget kita bikin kamu GR. Lagian kalau kita yang melakukan, enggak akan tersu menerus seperti ini, paling cuman sekitar seminggu. Kalau terus menerus seperti ini pastinya memang benar pengagum rahasiamu” jelas Jinri

“terus siapa dong? Kok Dia tahu banget kondisi aku. Pastinya Dia orang dekat aku” pikir Soojung

“sudah pasti Jongin!” seru Suzy

“hm.. bisa jadi sih” gumam Soojung “kemaren kan aku ama Dia rapat danus. Dari kemaren aku memang sudah batuk—batuk terus,jadi Dia tahu kalau aku lagi sakit tapi ah masa sih?”

Tiba-tiba orang yang mereka obrolkan datang menghampiri.

Baca lebih lanjut