[REVIEW] Misaeng ,& dr. Ian

Dipostingan kali ini aku mau ngereview dua drama sekaligus, yaitu misaeng dan dr. Ian. Aku menulis dua sekaligus karena hanya sedikit yang bisa ku komentari. so let’s check this out.

Misaeng

Mungkin ini sudah agak basi ya. orang-orang sudah menonton ini dari kapan, tapi aku baru saja menyelesaikannya sekitar dua minggu yang lalu. Awalnya sih enggak akan ngereview, tapi setelah dirasa-rasa, kok greget ya enggak komen, hanya saja waktuku untuk menulis agak terbatas nih. Jadi aku akan membahasnya sedikit saja yaaaa.

Misaeng merupakan drama bergenre drama, komedi yang berlatarbelakangkan dunia kerja. Drama ini menceritakan Jang Geurae yang sebenarnya impiannya itu menjadi pemain baduk professional, namun harus terhenti, sehingga Ia harus bekerja di perusahaan skala internasional, One International melalui koneksi. Geurae yang hanya lulusan dengan ijasah persamaan *aku lupa namanya, kyknya sih semacam paket c kalau dikita* tentu saja dipandang sebelah mata oleh rekan-rekannya dan karyawan-karyawan One International, ditambah Ia minim pengalaman dan tak dapat berbahasa inggris. Akhirnya Ia harus berjuang untuk membuktikan dirinya memang layak berada di perusahaan dagang skala besar itu. Dilatih oleh managernya, Oh Sangshik, Geurae belajar banyak hal mengenai perdagangan dan juga kehidupan.

Saat tahu drama pengganti Plus Nine Boys yang main adalah Kang Haneul, aku cukup exicted dengan drama ini. Ditambah ada Kang Sora. Ya semenjak Doctor Stranger, aku jadi bener suka sama dia. Pas baca plot ceritanya, agak kurang tertarik, tapi ya demi Kang Haneul. Sayangnya, saat drama ini tayang aku mengalami kendala, enggak ada waktu buat begadang download, dan di kingkong enggak ada, jadi aku mengurungkan niatku. Lalu berapa bulan kemudian, di 2015, temanku punya, ya sudah aku tonton saja, dan ternyata… wow menarik!

Drama ini tuh terasa nyata, dan keseharian banget. Gimana sih dunia kerja itu sesungguhnya? Untuk aku yang sebentar lagi akan masuk dunia kerja *insya allah tahun depan, aamiin*, dari drama ini tuh aku dapat banyak pelajaran. Aku jadi sadar dunia kerja itu dunia nyata, jauhlah sama dunia kuliah. Kalau udah deadline, ya harus dikerjakan, kalau di kuliah telat, mungkin masih bisa tolerir *kalau dosennya baik*, kalau kerja tuh ya sudah deadline ya deadline, kalau tak tercapai, siap-siap saja. Persaingan antar rekan kerja yang ketat, belum menghadapi bos yang diam-diam menghanyutkan. Tahu-tahu ngasih SP saja. Jangan sekali-kali melawan arus, kalau enggak kamu dikucilkan, dan itu sulit banget. Kalau enggak cocok sama arus perusahaan mending caw aja deh. Drama ini membuat kita tahu dan belajar bagaimana seharusnya bersikap di tempat kerja. Mencoba berbaur jika tak mau dikucilkan, jangan egois, dan jangan sok tahu.

Drama ini tuh ngasih tahu kita kalau kita itu harus mau berjuang keras, mau belajar tekun. Hal ini dibuktikan Geurae. Geurae yang enggak tahu apa-apa, akhirnya belajar, walau sering kena bentakan Sangshik karena salah, tapi dia enggak menyerah, sampai akhirnya Dia bisa, bahkan diakui, dan dipercaya untuk memegang proyek. Lalu Youngyi yang diremehkan karena Ia perempuan. Mendapat diskriminasi yang amat parah, bahkan cenderung melanggar hak asasi, tapi Youngyi enggak mau mundur gitu saja. Dia membuktikan walau dia perempuan, tapi dia dapat dihandalkan. Disuruh bikin laporan, menghadap atasan, bahkan menyupir menggunakan truk pun Ia bisa. Akhirnya anggota tim nya mengakui kehebatan dia.

Selain itu harus berprasangka baik sama atasan, jangan seperti Baekki. Dia berprangska buruk pada atasanya, Kang Haejoon yang Ia kira membencinya karena selama ini Ia hanya disuruh-suruh mengerjakan sepele padahal Ia bukan Geurae yang lulusan ijasah persamaan. Dia merupakan lulusan terbaik. Ternyata hal itu semua demi kebaikan Baekki. Ia harus belajar dari dasar agar tak terjadi kesalahan saat nanti Ia memegang proyek atau membuat laporan. Baekki pun sadar. Disitu kita tahu kalau yang diperintahkan mungkin untuk kebaikan kinerja kerja kita. Jadi ya sebaiknya kerjakan apa yang diperintahkan atasan dengan ikhlas, selama tak melanggar norma, agama, dan hukum.

Persahabatan di drama ini juga digambarkan dengan menarik. Suka banget dnegan persahabatan para karyawan baru, Jang Geurae, Jang Baekki, Ahn Youngyi, dan Han Sukyool. Mereka selalu berkumpul di pantry atau taman untuk menceritakan masalah kerjaan masing-masing, dan saling memberikan saran. Rata-rata sih mereka semua bermasalah dengan atasannya masing-masing, terutama Sukyool yang sampai akhir tak berdamai juga, dan perseteruan mereka itu bikin ngakak. Baekki yang sempat merasa sirik dan meremehkan Geurae, malah belajar banyak dari Geurae, dan Ia sering membantu Geurae yang kerapkali kesulitan. Youngyi yang selalu perhatian pada semuanya, dan Sukyool yang selalu cerewet namun penghibur di kala semuanya stres. Bahkan mereka berempat membantu tim lain bersama Sangshik, membantu Manager Sun Jiyoung yang saat itu di rawat rumah sakit. Jangan lupakan juga persahabatan di Tim Penjualan 3. Oh Sangshik, Kim Dongshik, dan Chun Kwanwoong yang baru bergabung dipertengahan cerita. Mereka sering menegur Geurae, tapi mereka amat membela Geurae mati-matian, terutama Sangshik. Sebagai bos, dia melihat kerja keras Geurae, dan ingin sekali membantu Geurae untuk menjadi karyawan tetap. Mereka bekerja sampai malam, lembur untuk mengerjakan proyek, minum bersama, hingga timbul rasa saling memiliki. Suka banget pokoknya sama persahabatan mereka.

Wajar jika drama ini meraih rating yang tinggi, walau tak setinggi Reply 1994, bagus ceritanya. Banyak moral story yang bisa dipetik. Sayangnya enggak romance. Padahal akan semakin menarik jika ada romance. Kalau pun terjadi romance aku berharap sih antara Baekki dan Youngyi. Awal-awal aku berpikir akan ada romansa antara Geurae dan Youngyi, tapi jangankan antara mereka, di yang lain pun tak ada. Aku lebih ngeship Baekk Youngyi. Suka sama interaksi mereka, sudah paling so sweet pas mereka minum bareng, beliin kemeja, trus sepatu. Youngyi akhirnya mencertakan masalah keluarganya pada Baekki, Baekki sudah tahu saat terendah Youngyi gimana. Chemistrynya sudah lumayan dapat nih. Kalau Baekki sih jelas terlihat dia tertarik pada Youngyi, tapi entahlah Youngyi. Dia terlalu fokus bekerja. Ya moga aja kalau dibayangkan dilanjutkan, mereka berlanjut hahahaha.

Drama ini tuh bikin nagih serius. Walau tak ada cinta-cintaan sama sekali, tapi tak membuat drama ini membosankan. SWnim nya dapat menyusun plot dengan rapi, alurnya juga pas. Waktu tayang yang jauh lebih lama dibanding drama lain tak membuat drama ini terasa lama, malah enggak kerasa. Tiba-tiba udahan aja, dan rasanya ingin terus lanjut buat nonton episode selanjutnya. Nagih deh serius. Komedianya juga pas, disaat lagi mulai intensnya menurun, agak suntuk, muncul komedinya biar kita rileks. Lucu melihat Baekki yang berusaha dekat dengan bosnya, Sukyool yang berusaha melawan bosnya, Dongshik yang menghibur Geura, anak-anaknya Sangshik yang lucu banget, gemes!

Akting para pemainnya jempolan semua. So far, enggak ada yang mengecewakan. Mereka mengalir dengan alami, tak memaksakan. Siwan cocok jadi Geurae, mukanya polos-polos gimana gitu. Beda banget sama peran dia di drama sebelumya Triangle. Orang-orang mungkin takkan menyangka jika dia seorang Idol dari ZE:A. Pantas saja dia digelari acting-dol macamm Eunji A-pink dan Lee Joon ex Mblaq.

Aku rekomen drama ini, apalagi yang mau masuk dunia kerja. Dunia kerja itu keras tjoooy!!! 3 ¾ bintang dari 5 bintang buat drama ini. kalau ada romance aku bakal kasih empat, tapi karena enggak ada aku turunkan satu tingkat. Maafkan ya… hahahaha, tapi serius drama ini bagus. Pesannya dapat banget!

Serealitanya drama, takkan serealita cintaku padanya #eaaa. Selamat menyadari realita kehidupan!

Dr. Ian

Kata siapa cinta yang sudah bertahun-tahun terjalani dapat bertahan lama? Kata siapa cinta yang sudah lama bertengger dihati tak dapat terganti? Hal itu dipatahkan di webdrama satu ini.

Dr. Ian merupakan salah satu webdrama berdurasi 12-15 menit besutan Line bergenre romance. Lee Sodam yang diperankan Sandara Park (2NE1), seseorang yang ceria dan optimis. Dia telah lama berpacaran dengan seorang reporter hiburan, Jung Taesoo. Sayangnya, mereka sudah lama tak berkomunikasi, setiap dihubungi, Taesoo menjawab dengan singkat. Sodam berpikir jika pacarnya itu sibuk. Saat hari jadi ke 500, Sodam mendatangi restoran favorit mereka, dan ternyata Taesoo tengah merayakan hari jadi ke 100 dengan gadis lain. Sodam pun sakit hati, ditambah Taesoo mengatainya bodoh karena tak menyadari sinyal “putus” darinya. Sodam pun semakin marah dan menyirami Taesoo dengan makanan. Kejadian itu disaksikan seorang pskiater ahli hipnotis, dr. Mo Ian, yang lisensinya ditangguhkan karena diduga membocorkan rahasia kliennya. Sodam yang patah hati, benar-benar sedih dan membuat Ian bersimpati. Ia pun mencoba membantu Sodam untuk menyembuhkan sakit hatinya dengan ilmunya. Tanpa Ia sadari malah Ia juga sembuh dari rasa sedih bayang-bayang mantannya, Jang Jaehee, yang merupakan seorang artis, yang ternyata berada dibalik berhentinya lisensi Ian.

Aku awalnya saat tahu Dara dan Kim Youngkwang main drama ini, aku tak berniat sengaja untuk menonton ini, kalau ada yang punya aku minta dan kutonton, kalau tidak ya sudah. Ternyata eh ternyata, temanku ada yang punya, jadi ku tonton deh, dan nice kok. Durasinya yang sebentar membuat drama ini simple, permasalahannya tak rumit. Sederhana saja, bagaimana kita harus menyembuhkan hati yang luka ini, bukannya dibiarkan berlarut-larut.

Drama ini sih lebih berfokus ke bagaimana Sodam mengatasi rasa sakit hatinya, jadi cerita mengenai lisensi Ian yang dicabut tak begitu terbahas. Aku pun tak mengerti kenapa Oh Heungyeol mengkhianati Ian,apa karena Ia ingin Ian bekerja di kliniknya, atau sirik atas kesuksesannya sebagai pskiater? Karena ini webdrama yang durasinya hanya seperempat dari drama biasa, jadi semuaya terasa cepat. Baru juga duduk, udahan lagi. Enggak kerasa banget. Sodam orangnya mau terbuka sama orang sih, jadi tak sulit baginya untuk menyembuhkan hatinya jika ditangani dengan tepat. Bertemu dengan Ian dan mengenalnya perlahan menyembuhkan hatinya, malah Ia jadi menemukan hati baru. Ian pun seperti itu, awalnya hanya kasihan dan penasaran, tapi semakin lama membuatnya ingin melindungi Sodam yang agak rapuh.

Adegan romantis yang intensnya tak begitu banyak, ya karena lebih berfokus ke proses healing Sodam. Aku pun agak enggak ngeh darimana benih-benih mulai tumbuh, tapi aku mayan ngeh saat Ian yang berusaha melindungi Sodam, terutama pas Sodam dipaksa taesoo untuk balikan, untung Ian datang disaat yang tepat. Aku suka banget sama adegan akhir-akhir, dimana sesi terapi mereka berakhir. Ian mengucapkan selamat tinggal pada Sodam. “Bukankah aku sudah mengatakan itu sebelumnya, bahwa pekerjaanku menuntut perpisahan dengan orang setiap waktu kita dapat berpisah tanpa keraguan sekarang. selamat tinggal”, nah yang kerennya setelah ini, Ian buka kacamata hitamnya dan bilang “Ini pertama kali kita jumpa, aku Mo Ian, tolong jaga aku, Sodam-ssi.” AAAAAh baper gue ama adegan itu >< suka banget, sweetnya terasa, mana setelh itu komedi putarnya menyala da nada kembang api. Damn, mana ada cowok kayak gitu, cuman di drama itu! hahahaha

Chemistry antara Dara dan Kim Youngkwang enggak begitu kuat sih, tapi ya enggak kaku juga. Aku suka sih saat mereka saling tersenyum. Kalau durasinya lebih panjang, drama ini memiliki potensi cerita yang menarik sih, seperti bisa menggambarkan bagaiaman hubungan Jaehee dan Ia dulunya, menceritakan tentang sakit hati dari sisi psikologis, dan juga hubungan Ian dan Sodam yang akan lebih berwarna. Agak rentan baper sih nonton ini, apalagi yang baru patah hati, pasti ingin tiba-tiba ada cowok kayak Ian yang datang untuk menyembuhkan. Aaaah #eaaa. Setidaknya yang aku dapat itu, jangan tertutup sama orang baru *tuh naaaan* karena siapa tahu dia malah orang yang dikirim Tuhan untuk kita hahahaha.

Oke, in the end, 3,5 bintang dari 5 bintang untuk drama ini. interesting! Intinya kalian kalau patah hati jangan berlarut-larut apalagi karena pasangannya selingkuh. Orang seperti itu tak layak untuk ditangisi dan diperjuangkan! Pokoknya buat kalian pengen cerita yang ringan, manis, tapi cuman punya waktu sebentar, boleh dong dr. Ian nya di tonton. Enggak akan rugi kok hehehehehe…

Happy Healing!

[REVIEW] KARA : SECRET LOVE

Kalau sudah ngomongin cinta tampaknya enggak akan ada habisnya. Cinta merupakan tema yang enggak ada habisnya untuk diangkat menjadi sebuah cerita. Cerita cinta dapat diekspresikan dengan berbagai macam kisah. Ada kisah cinta pertama, cinta sejati, cinta pandangan pertama, dan kisah cinta lainnya yang bisa diangkat menjadi sebuah drama. kali ini berbagai kisah cinta yang beraneka raga itu diangkat dalam sebuah miniseries yang dikemas secara omnibus, yaitu KARA : SECRET LOVE.

KARA : Secret Love ini merupakan sebuah drama yang menceritakan lima kisah cinta yang berbeda-beda. Drama ini terdiri dari 10 episode dimana setiap satu cerita terdiri dari dua episode. Jika menontonnya di web lain *aku lupa namanya* drama ini berjumlah 5 episode sehingga 1 cerita 1 episode, tapi yang aku tonton adalah yang 10 episode. Drama yang tayang di tahun 2014 ini diperankan oleh member KARA saat masih berlima, yap saat masih ada Nicole dan Jiyoung. Member Kara ini memerankan wanita yang memiliki kisah cinta yang berbeda dengan lima pria lainnya sebagai lawan mainnya.

Cerita pertama berjudul : The 13th bucket list. Episode ini dimainkan oleh Goo Hara sebagai Hyunjung dan untuk lawan mainnya adalah Kim Youngkwang sebagai Joonmoon. Episode ini mengisahkan Hyunjung yang di diagnose memiliki kanker pancreas dan hanya punya waktu 3 bulan untuk hidup. Mengingat waktu hidupnya yang sempit, Hyunjung pun membuat bucket list sebelum Ia mati. Salah satu isi bucket list itu adalah berlibur sekaligus mengunjungi makam ibu yang berada di pulau Jeju. Di liburan itulah, karena sebauh perisitwa sederhana Ia bertemu dengan seorang lelaki Joonmoon. Awalnya hubungan mereka tidak baik, tapi karena Joonmoon mengetahui rahasia Hyunjung, akhirnya mereka melalui 3 hari di sana yang tak terlupakan.

Seven days of summer merupakan judul cerita kedua. Cerita ini mengisahkan Mary yang diperankan oleh Nicole Jung, akhirnya kembali ke Korea setelah sepanjang hidupnya Ia habiskan di Amerika. Ia kembali ke Korea karena Ia mendapat kabar jika ayah kandungnya meninggal dan meninggalkan warisan padanya. Saat di Korea dia diberitau seorang pastur yang merupakan teman ayahnya, jika ingin mendapatkan warisan itu, Mary harus memecahkan sebuah teka-teki selama 7 hari. Mary selama ini tak mengenali sosok ayah kandungnya mulanya enggan, tapi karena Ia akan mendapat warisan Ia memutuskan untuk memecahkan teka-teki tersebut. saat memecahkan teka-teki tersebut Ia bertemu dengan teman masa kecilnya Taeyang (Lee Kwangsoo). Bersama Taeyang, Mary berusaha memecahkan teka-teki. Ternyata teka-teki itu membawanya pada sebuah fakta yang mengejutkan dan juga mendapat sebuah warisan yang tak ternilaikan.

Kang Jiyoung membawakan cerita ketiga. Dalam cerita Lilac ini Ia berperan sebagai Soyul yang masih SMA yang mempunyai impian sebagai penyanyi. Sayangnya, sedari kecil Ia menderita tumor otak. Saat penampilannya bersama teman-temannya, Ia tiba-tiba jatuh pingsan sehingga harus dirawat di rumah sakit. Saat di rumah sakit, Ia sekamar dengan seorang wanita yang koma karena kecelakaan. Wanita itu memiliki pengunjung tetap yaitu Hyunjoon. Soyul pun berkenalan dengan Hyunjoon yang usianya terpaut cukup jauh, karena Soyul memanggil Hyunjoon sebagai Ahjussi. Soyul dan Hyunjoon yang sama-sama kesepian, akhirnya menghabiskan waktu bersama dan melalui Hyunjoon itu Soyul belajar mengenai cinta pertama.

Cerita keempat yang diperankan oleh Han Seungyeon dan Yeon Woojin berjudul Missing You. Seungyeon berperan sebagai Jihye yang seorang Top Model. Jihye ini menjalin hubungan betahun-tahun dnegan fotografer yang diperankan oleh Yeon Woojin, Jung Hyunjin. Suatu hari Hyunjin mengalami kecelakaan sehingga Hyunjin meninggal dunia. Jihye amat terpukul dengan kepergian Hyunjin. Dia menyesali beberapa hal yang tak mereka lakukan karena kesibukan Jihye. Ditengah keputusasaannya, Dia mendapat kesempatan untuk mengembalikan nyawa Hyunjin, yaitu Ia harus kembali ke masa lalu, ke masa dimana pertama kali Ia bertemu dengan Hyunjin. Jihye harus mencegah pertemuan pertama dia dnegan Hyunjin, karena dengan cara itulah Ia bisa menyelamatkan nyawa Hyunjin.

Judul cerita terakhir adalah Have You Ever Had Coffee With An Angel?. Cerita ini mengisahkan Park Sunwoo yang diperankan oleh Park Gyuri yang selama bertahun-tahun menyukai seniornya, Kim Woobin. Walau sudah ditolak berkali-kali, Sunwoo tak menyerah, bahkan Ia rela pergi ke Pulau Jeju agar bisa bekerja bersama Woobin. Woobin yang merasa tak nyaman akhirnya bersikap kasar pada Sunwoo. Sunwoo pun putus asa, dalam kehampaannya, tiba-tiba muncul seorang pria yang merupakan malaikat pelindungnya dari lahir yaitu guardian angel no 2013 yang diperankan oleh Ji Changwook. Melalui bantuan malaikat 2013 itulah Sunwoo berusaha membuat Woobin jatuh hati padanya, namun seiringnya usaha malaikat 2013 membantu Sunwoo, hubungan mereka berdua pun semakin dekat. Baca lebih lanjut

[REVIEW] PINOCCHIO

Sepandai-pandainya kamu menyimpan bangkai, pada akhirnya pasti akan tercium juga. Itulah salah satu pesan yang ingin disampaikan tim produksi drama satu ini. Mumpung masih baru beres nonton minggu kemaren, langsung cus kita bahas.

P.S : Aku menyebut Hamyung sebagai Dalpo saat aku menceritakan saat Dalpo belum mengungkapkan jatidirinya sebenarnya. Saat aku menceritakan bagian setelah Dalpo sudah mengungkapkan jati dirinya, aku menyebut dia dengan Hamyung. Semoga kalian tidak bingung ^^ dan siap-siap ini pasti akan menjadi postingan yang sangat panjang dan maaf kalau membosankan.

Pinocchio drama bergenre romance, comedy, Drama, Family ini menceritakan Ki Hamyung, di tahun 2000 telah terjadi kebakaran besar disuatu pabrik. Ayah Hamyung, Ki Hosang, merupakan seorang kepala pemadam kebakaran, diberitahu manajer pabrik bahwa masih ada dua orang pegawai yang terjebak, sehingga Ki Hosang memutuskan tim nya untuk masuk ke dalam, walau banyak bahan berbahaya. Ternyata kedua orang itu telah berhasil meloloskan diri, sedangkan tim pemadam sudah berada dalam kobaran api, dan sialnya terjadi ledakan sehingga menewaskan tim pemadam. Jasadnya Ki Hosang tidak ditemukan, dan naasnya ada seorang yang menderita Pinocchio syndrome dimana setiap Ia berbohong akan cegukan, yang mengatakan jika Ia melihat seseorang yang mirip Ki Hosang dari belakang sedang berjalan, padahal orang yang Ia lihat adalah orang lain. Akibatnya orang-orang mulai menyalahkan Ki Hosang, sampai seorang reporter Sung Chaok menyudutkan mereka dan membuat berita yang menyalahkan Ki Hosang. Akibat pemberitaan itu, keluarga Ki Hosang menjadi hancur. Kakak Hamyung, Ki Jaemyung tak terima akan hal itu mencoba menjelaskannya pada Chaok, namun ternyata Chaok adalah seorang reporter pendramatisir. Ia rela melebih-lebihkan berita hanya demi rating. Isi wawancaranya dengan Jaemyung ingin Ia potong habis-habisan dan menyisakan bagian “Aku ingin ayahku hidup”. Jaemyung yang mengetahui itu marah dan menyerang Chaok hingga terpaksa Jaemyung menginap di kantor polisi semalam. Pada malam yang sama, Ibu mereka mengajak Hamyung bunuh diri akibat tak tahan dengan omongan orang, mereka pun terjun ke laut. Mengetahui hal itu Jaemyung marah dan menaruh dendam pada semua reporter, terutama Sung Chaok. Perisitiwa bunuh diri itu ternyata tak membunuh Hamyung. Hamyung terombang-ambing dilautan dan ditemukan seorang kakek, Choi Gongpil, dan Hamyung diadopsi olehnya dan berubah namanya menjadi Choi Dalpo. Kakek Choi ini memiliki seorang putera Choi Dalpyung dan seorang cucu Choi Inha yang memiliki Pinocchio syndrome. Inha ini ternyata merupakan putrid dari Chaok, namun Chaok sudah bercerai dengan Dalpyung. Inha yang merupakan anak dari orang yang Ia benci membuat Dalpo terkadang bersikap jutek pada Inha. Saat mereka SMA terjadi suatu kejadian hingga Dalpo bisa masuk televise mengikuti sebuah kuis untuk membuktikan bahwa dia sebenarnya pintar dan tidak berbuat curang saat tes untuk mengikuti acara kuis itu. semenjak kejadian itu Inha bercita-cita menjadi seorang reporter. Singkat cerita di 2013, keluarga Choi sudah pindah ke Seoul. Inha masih terus mencoba menjadi reporter walau telah gagal 35 kali. Disuatu kesempatan, Dalpo yang menjadi super taksi mendapat penumpang Sung Chaok. Dalam taksi itu mereka terlibat obrolan hingga membuat emosi Dalpo meninggi. Akhirnya Dalpo memutuskan untuk menjadi reporter,pekerjaan yang paling Ia benci, untuk mengetahui pekerjaan seperti apa sebenarnya reporter dan juga untuk membuktikan pada Chaok jika apa yang dilakukan Chaok selama ini bukanlah reporter. Dalpo ingin menunjukkan pada Chaok seperti apa yang harus dilakukan reporter sejati.

Fiuh panjang juga ringkasan ceritanya. Alasan aku menonton ini, awalnya kan pemeran utama drama ini dikabarkan Park Shinhye dengan Kim Woobin. Wah senangnya bukan main dong aku, sudah mah aktor dan aktris favorit yang main, eh ini juga pasangan tak terbalas di The Heirs. Akhirnya kan kesampain keinginanku untuk mereka main bareng tapi sebagai lead. Akhirnya cinta Youngdo pada Eunsang terbalas juga, huh tapi sayangnya, keinginanku itu harus tertunda karena Woobin menolak dengan alasan jadwal, namun kesedihanku tak berlangsung lama. Pengganti Kim Woobin ini enggak kalah kece, dan dia juga salah satu aktor favoritku. Sahabat Kim Woobin lah yang menggantikannya, Lee Jongsuk. Alhasil ketertarikan ku tak jadi berkurang. Ditambah ceritanya tentnag reporter. Aku tertarik dengan dunia itu, makanya aku memutuskan untuk menonton drama ini. Drama ini merupakan reuninya Lee Jongsuk dengan PD dan SW-nim nya. Mereka pernah bekerja sama sebelumnya di I Hear Your Voice. Tahukan betapa kecenya drama itu? makanya aku excited sekali dan menantikan drama ini, apalagi drama ini setelah My Lovely Girl yang menurutku membosankan. U know what? Rasa excited aku tidak terpatahkan. Alhamdulillah, aku tidak menyesal sama sekali untuk mengikuti drama ini.

Drama ini memiliki banyak kekuataan. Latar belakang ceritanya menarik dan manusiawi. Diawal episode kita dibuat sedih dengan keadaan keluarga Ki Hosang yang hancur berantakan hanya karena sebuah asumsi. Lalu, drama ini alurnya amat cepat. Serius, aku enggak menyangka ternyata drama ini begitu cepat. Walaupun alurnya cepat, tapi aku merasa 20 episode enggak kebanyakan. Pas gitu dengan jumlah episode sebanyak itu, misteri-misteri terpecahkan. SW-nimnya begitu detail. Setiap adegan rasanya punya makna, dan mengandung misteri. Seperti adegan saat Cap Gyodong memberikan nomer Jaemyung pada Dalpo melalui Yoore, ternyata itu disadari Yoorae diepisode selanjutnya. Lalu, adegan Beomjo yang selalu memegang ponsel setiap berbicara dengan ibunya mengenai dibalik kasus Chansoo dan Ki Hosang. Ternyata Beomjo merekam obrolan itu semua. Masih banyak lagi detail yang ada disetiap adegan dan ternyata itu semua memiliki arti.

Alur yang cepat dan tidak bertele-tele membuat misteri-misteri yang ada cepat terjawab. Aku kira drama ini bakalan seperti drama korea pada umumnya yang agak makjang. Aku berpikir seperti itu karena di episode 3 atau 4, Dalpo nyaris saja bertemu dengan Jaemyung. Aku pikir akan lama mereka bertemu. Aku pikir bakalan ada di episode belasan. Ternyata aku terkecoh, di episode 7 akhir, mereka sudah bertemu, namun Dalpo menyembunyikan jati dirinya. Disitu aku mengira lagi kalau Identitas asli Dalpo akan ketahuan kakaknya di episode 12-13, eh ternyata malah minggu depannya di episode 10 sudah terungkap. Aku enggak nyangka juga kalau Dalpo mengungkap jati dirinya di seluruh dunia di episode 12. Di episode itu pula Jaemyung mengungkap pembunuhan yang Ia buat. Selain itu hubungan Dalpo-Inha yang ternyata sudah terungkap di episode 8. Aku kira bakalan lama. Serius ini ngebut alurnya.

Satu misteri terpecahkan, ternyata tak membuat SW-nimnya kehabisan ide. Masih banyak misteri-misteri yang belum terungkapkan, dan kerennya misteri-misteri yang terpecahkan itu bukanlah sebuah misteri yang terpisah-pisah, tapi merupakan potongan puzzle untuk mengungkap misteri dibalik kebakaran yang menyebabkan ayah Hamyung meninggal. Twist yang diciptakan lumayan banyak dan membuat kita terkecoh hingga membuat kita berkomentar,”What a twisted?”. Ternyata kasus kebakaran tersebut tak semudah yang kita kira. Ternyata itu semua permainan dibalik orang-orang berkuasa. Twist yang aku cukup membuatku terkejut sekaligus terkecoh adalah saat tahu kalau Chaok memanipulasi berita kebakaran pabrik 14 tahun lalu. Orang-orang mulai tahu bahwa berita itu dilebih-lebihkan, dan kita mengira Chaok membuat seperti itu untuk menaikkan rating berita, tapi ternyata jeng…jeng… itu semua adalah manipulasi untuk mengalihkan pemberitaan mengenai penyebab kebakaran sebenarnya.

Aku sukanya drama ini adalah, komedi, sweet, bahagia, sedih, haru bercampur jadi satu. nano-nano banget nonton drama satu ini. penuh kejutan. Melihat tingkah laku Inha dan Dalpyung yang marah-marah sambil menyikat gigi benar-benar lucu. Like father, like daughter. Lalu adegan mesranya Inha-Hamyung, aduuuh bikin sirik banget. Sedih dan terharu banget melihat adegan antara Hamyung-Jaemyung. Chaok-Inha, kakek Choi yang kehilangan Dalpo. Ah gila drama ini bikin perasaan bercampur-campur.

Menonton drama ini membuatku bergidik dan ngeri, betapa hebatnya sebuah asumsi dan opini publik. Betapa menyeramkannya opini publik, seperti yang dikatakan Kang Doyoung di Liar Game, jika orang-orang meyakininya sebagai kebenaran, maka itu akan menjadi kebenaran. Saat asumsi si Pinocchio yang melihat orang seperti Ki Hosang, orang-orang akan menganggapnya benar karena seorang pinokio tak dapat berbohong. Hal itu lah yang digunakan orang berkuasa untuk membelokkan arah cerita. Jika ada sebuah spekulasi dan rumor jangan percaya begitu saja, apalagi seorang reporter. Sejatinya , reporter adalah tugas dimana Ia harus menyampaikan apa yang sebenarnya terjadi, tanpa dikurangi ataupun ditambahi. Jika ada sebuah kabar penting bagi seorang reporter untuk mengkoscreknya terlebih dahulu. Janganlah langsung memberitakan hanya dengan dugaan kita. Kita harus mencari tahusedetail aapun hingga tak ada yang dirugikan. Reporter itu bagaikan perwakilan publik terhadap dunia ini, jadi seharusnya seorang reporter tak memihak pihak manapun. Itulah salah satu yang ingin disampaikan melalui drama ini. sayangnya, kekuasaan dan kebutuhan manusia akan uang, membuat idealisme itu runtuh.

Banyak media yang seperti menjadi pencitraan dan perlindungan kelompok tertentu. Mungkin hanya sedikit sekali media yang memiliki idealisme untuk tak berpihak pada siapapun dan bertekad memberitakan kebenaran. Gambaran media seperti ini digambarkan melalui Pinocchio dengan adanya persaingan YGN dan MSC di slot tayang yang sama. MSC merupakan media yang direkturnya memiliki hubungan baik dengan kalangan pengusaha dan pejabat sehingga seringkali memberitakan mengenai kebaikan orang tersebut. MSC tak pernah berani mengungkapkan kebusukan dari mereka. Ditambah lagi, MSC merupakan tempat bekerja Sung Chaok, sehingga banyak berita yang mendapat bumbu. YGN merupakan media yang memiliki idealisme yang tinggi. Apapun yang terjadi, mereka akan menceritakan yang sebenarnya. Apalagi saat Hamyung menguji dengan menanyakan mana berita yang harus ditayangkan, berita yang menyenangkan atau berita yang semua orang harus tahu tapi menyakitkan? Sejak saat itu YGN tak mengikuti arus. Saat yang lainnya memberitakan olimpiade, YGN tetap konsisten untuk memberitakan kebenaran dibalik kasus kebakaran yang membuat Chansoo disalahkan.

Drama ini tampaknya enggak jauh dari keseharian tentang dunia jurnalistik, walau kata orang yang kerja menjadi jurnalis dan juga menonton drama ini, drama ini pencitraan dan kasus manipulasi itu terlalu lebay *namanya juga drama sih pasti ditambah bumbu*, cuman sebenarnya ini agak menggambarkan dengan dunia jurnalistik di kehidupan kita, apalagi Indonesia. Sudah rahasia umum, beberapa media *eh apa hampir semua?* berpihak pada suatu golongan. Hal ini sangat terlihat jelas saat pilpres. Aku sampai eneg melihat berita yang saling menjagokan orang tersebut tapi menjatuhkan pihak lain. Ya media kita banyak yang seperti MSC. Memberitakan kebaikan suatu tokoh dan terus mengeksposnya. Kata dulurku yang kuliah di jurusan jurnalistik, dia bilang bahwa dari sekian ratus media, sebenarnya pemilik utamanya hanya 13 orang saja, dan kebanyakan dari mereka memiliki suatu kepentingan tersendiri. Ironis. Aku jadi berpikir ada enggak sih media yang kayak YGN. Ah mungkin YGN terlalu sempurna, karena pada akhirnya politik memang bermain sih dan kerjasama memang diperlukan untuk kehidupan media tersebut, tapi ya setidaknya mendekati YGN, dimana mereka memberitakan yang sebenarnya. Tanpa takut kekuasaan untuk memberitakan sesuatu. Ah andai saja di Indonesia memiliki reporter sejati sekeren Hamyung, Inha, dan Cap Gyodong.

Chaok pernah berkata sebuah berita itu harus memberikan efek samping dan menarik perhatian makanya Ia sering membuat judul dengan kalimat negatif. Fakta sih itu, tapi itu bukan cara yang baik, lagipula itu seperti memutar balikan fakta. Orang-orang akan melihatnya sebagai berita buruk, dan itu tak baik. Hal itu mengingatkanku pada media online yang seringkali judul-judul beritanya “enggak banget”. Judul dengan isi seringkali berbeda. Melihat judulnya kita mengira apa tahunya isinya tentang apa. Mungkin mereka memakai judul yang aneh-aneh agar menarik perhatian pembaca sehingga mau membaca berita tersebut, tapi aku tak suka, karena terkadang judulnya suka menyudutkan suatu pihak. Sebenarnya aku tak tahu sih dalam etika jurnalistik dibenarkan atau tidak, tapi mungkin hal tersebut tak masalah, karena banyak media online yang seperti itu.

Efek drama ini cukup luar biasa buat aku. Sekarang setiap aku menonton sebuah berita aku menjadi bertanya-tanya, apa berita ini benar? Enggak melebih-lebihkan? Berita kayak gini jadi berita? Eh ada berita kayak gini sengaja untuk mengalihkan perhatian kan? bahkan aku melihat salah satu news anchor wanita yang mengingatkanku pada Chaok, karena gaya dia mewawancarai yang suka memotong dan terkadang menyudutkan. Untuk bagian memotong mungkin karena durasi, tapi yang menyudutkan. Awalnya aku kagum karena dia berani menanyakan pertanyaan yang “berani” pada tokoh besar, pertanyaan yang cukup sensitif dan kontroversial, tapi setelah menonton drama ini dan melihat gayanya yang terkadang menyudutkan, membuatku menjadi agak kurang sreg. Dia menyudutkan dan tidak memberi kesempatan narasumber untuk menjawab dengan baik. Bisa saja kan karena panik disudutkan narasumber itu jadi tidak bisa menjawab dengan benar? Tapi semoga itu hanya praduga aku saja, dan lagipula sudahlah tidak baik berspekulasi. Moga saja dia bukan Sung Chaok dikehidupan nyata. Baca lebih lanjut