[REVIEW] THE LIAR AND HIS LOVER

Musik bisa menggambarkan berbagai acam situasi. Selain itu musik juga bisa menghubungkan kita dengan berbagai macam orang. Melalui musik juga kita bisa membangun hubungan pertemanan, kekeluargaan, bahkan rasa cinta. Drama The Liar and His Lover ini setidaknya mencoba menggambarkan hal-hal tersebut.

Drama yang bergenre romance, musical ini menceritakan seorang pemuda jenius musik, Kang Hangyeol. Dia merupakan seorang produser musik untuk sebuah band terkenal, Crude Play. Dia membuat musik terinspirasi dari suara-suara yang Ia dengar. Suatu hari Ia bertemu dengan seorang siswi kelas 3 SMA, Yoon Sorim yang memiliki suara indah dan bermimpi berkarir di dunia musik bersama anggota bandnya yang lain yang juga temannya sedari kecil, Baek Jinwoo dan Lee Kyusun. Sorim jatuh cinta pada pandangan pertama pada Hangyeol. Berbeda dengan Hangyeol, mulanya Ia mendekati Sorim hanya untuk kepentingan tertentu, sampai akhirnya Ia mendengar suara nyanyian Sorim. Hangyeol akhirnya mulai jatuh cinta pada Sorim. Bagaikan takdir pula, mereka bekerja sebagai musisi di sebuah perusahaan yang sama. Konflik anak muda dimulai lah saat Sorim meniti karir bersama teman-temannya sebagai Mush&co, sedangkan Hangyeol dan rekanya di Crude Play Seo Chanyoung berebut untuk menjadi produser bagi Sorim.

Awalnya aku enggak begitu tertarik nonton drama 16 episode ini. Saat membaca plot awalnya, aku merasa ah biasa saja. Lalu aku merasa mulai lelah dengan drama-drama yang berat. Akhir-akhir ini sebagian besar drama korea, walau bilangnya romcom, tapi tetap ada unsur thriller atau misterinya. Aku capek nonton drama yang begituan. Aku ingin drama yang benar-benar ringan, yang enggak usah mikir sama sekali. Aku hanya ingin menonton drama manis dan penuh lovey dovey. Setelah membaca komenan para Beannies, aku memutuskan untuk mengambil drama ini sebagai tontonan.

Drama yang cukup menyenangkan bagiku. Ringan tanpa perlu mikir. Lagu-lagunya juga cukup memanjakan telinga, apalagi suara Joy sebagai Sorim. Drama ini tuh remaja banget sih. Konflik cintanya sederhana saja, enggak terlalu banyak gangguan orang ketiga. Ya hanya kesalahpahaman sederhana yang enggak penting lah. Agak greget melihat kisah percintaan Hangyeol dan Sorim karena Hangyeol yang terus menyakiti Sorim dengan kebohongannya. Drama anak muda lah pokoknya, bright, cheerful, lovely 3 hal yang pati dirasakan setelah menonton drama ini.

Drama ini kan diadaptasi dari manga jepang. Di Jepangnya sendiri cerita ini sudah diangkat ke film layar lebar. Kalau sudah adaptasi begini pasti banyak yang membandingkannya antara adaptasi dan original. Seperti biasa, versi original biasanya lebih disukai, baik dari jalan cerita dan juga akting. Aku sendiri belum nonton yang versi film Jepang, jadi enggak tahu lebih menarik yang mana. Cun buatku yang hanay nonton versi drama koreanya, aku sudah cukup menyukai drama ini. Enggak terlalu masalah dengan jalan ceritanya.

Konfliknya enggak cuman masalah percintaan doang, tapi ada masalah pertemanan, hubungan rekan kerja, lalu konflik dengan industri musik itu sendiri. Kita jadi tahu dibalik layar produksi sebuah lagu dan sebuah grup itu kayak apa. Apa saja yang harus dikorbankan. Apa saja yang harus dilihat dan dpersiapkan. Disini juga kita bisa melihat konflik batin seorang Direktur musik, seperti CEO Sole Music Label, Choi Jinhyuk , Dia yang lulusan sekolah musik, tentu punya idealisme tersendiri akan musik. Cuman sebagai seorang CEO dia tentu perlu berpikir keuntungan, sehingga dia memakain jalan pintas kepada Mush&Co dan juga Crude Play untuk menggunakan pemain pengganti. Disini aku baru tahu ternyata alat musik juga bisa “lipsync”. Berbeda dengan CEO Who Entertaiment yang membawahi Sole Music Label, Yoo Hyunjung, Dia otaknya, sudah otak bisnis jadi yang dia pikir hanyalaah keuntungan. Mengambil orang paling berbakat sehingga tak perlu keluar uang banyak untuk melatihnya, dan bisa mendapatk keuntungan bear karena bakat orang tersebut. Berbeda dengan Direktur Choi yang masih mau mengambil orang yang perlu dilatih. Dia masih mau mengembangkan orang-orang tersebut karena melihat potensi. Terkadang keputusan dia memang tampak menyebalkan dan terlihat terburu-buru, bahkan merugikan anak asuhnya. Menurut CEO Yoo, saja Dia itu tidak konsisten. Cuman yang aku suka, karena dia tetap memiliki jiwa musisi, sehingga Ia bisa mengerti anak asuhnya, dan berusaha memperbaiki hal itu.

Lalu jangan lewatkan untuk menginvestasikan harapan kalian pada hubungan antara member Crude Play. Ini salah satu bagian favoritku. Kita bisa emlihat persahabatan yang benar-benar terjalin. Berhubung isinya pria-pria. Tentu wajar saja sering terjadi perselisihan. Saling ribut, maki, bahkan berkelahi. Hanya aja cowok mah enggak dibawa baper, enggak kayak cewek. Mereka besoknya baikkan lagi, seperti tak terjadi apa-apa pada hari kemarin. Sebesar apapun keributan antar member, terutama pada Hangyeol, tidak akan berpengaruh pada persahabatan yang telah mereka jalin bertahun-tahun. Seperti konflik antara Chanyoung dan Hangyeol. Selian konflik cinta, mereka juga terlibat konflik sebagai produser. Cuman sehebat apapun konflk mereka, hubungan pertemanan mereka enggak terganggu. Mereka juga tetap saling mengakui kehebatan masing-masing.  Aku pikir konflik yang terjadi pada mereka akan bikin mereka putus hubungan atau saling membenci seperti makjang-makjang pada drama korea umumnya. Ternyata enggak sama sekali. Mereka tetap berkomunikasi seperti teman biasa. Kalau konflik sedang emmanas, mereka hanya saling sindir, dan sedikit sikut-sikutan. Selebihnya biasa saja. thanks drama god! Mereka enggak usah musuhan hanya karena hal itu. that’s why I like this drama.

Hal menarik untuk dikupas antara hubungan member Crude Play adalah hubungan Chanyoung dan member Crude Play. Chanyoung awalnya ada pemain pengganti Bass untuk Hangyeol. Namun Hangyeol akhirnya memilih mundur dan menjadi produser untuk Crude Play, sehingga Chanyoung ditarik menjadi member Crude Play. Awalnya, member Crude Play yang lain tak menerimanya. Ya maklum saat itu mereka masih muda, tapi tak butuh waktu lama mereka menerima Chanyoung. Disitulah Chanyoung merasa tersisihkan. Ia merasa kalau dirinya hanyalah pengganti. Ia merasa bukan bagian Crude Play, karena member yang lain sudah berteman dari lama, seedangkan Ia hanyalah orang baru yang menggantikan Hangyeol. Ditambah saat masalah leaked video member Crude Play latihan, tapi memakai bass permainan Hangyeol. Disitu Chanyoung makin merasa tersisihkan dan dianggap. Padahal selama ini hanya kesalahpahaman dia. Member Crude Play yang lain termasuk Hangyeol tak merasa Chanyoung adalah pengganti. Mereka menganggap Chanyoung adalah sahabat mereka, bagian dari Crude Play. Bahkan masalah video latihan mereka tak menggunakan Bass Chanyoung, demi kebaikan Chanyoung dan Crude Play, bukan karena mereka ingin bermain dengan Hangyeol. Leader Crude play, Yoo Sihyun pun meminta maaf jika dulu sikap awal mereka tidak menerima Chanyoung. Tapi itu hanya diawal. Saat debut pun Sihyun sudah menerima Chanyoung sepenuh hati. Chanyoung sendirilah yang membangun benteng diantara mereka. Selama ini hal seperti itu hanya ada dipikirannya. Dia hanya merasa tidak percaya diri dan tak enak karena merasa sebagai orang luar tiba-tiba masuk. Dia hanya butuh pengakuan dan kepercayaan baik dari Direktur Choi tentang masalah produser untuk Mush&Co dan juga dari teman-teman Crude Playnya. Untunglah Chanyoung pada akhirnya mengerti dan mendapat kepercayaan itu.

Baca lebih lanjut

Tips Memilih Drama Korea ala Jepretpress

Drama Korea memiliki ratusan judul dengan ragam cerita yang amat banyak. Suka bingung enggak sih buat milih drama mana yang akan ditonton karena saking banyaknya pilihan. Drama weekly yang on going  dalam seminggu saja bisa mencapai 14 judul di 6 stasiun berbeda. Belum lagi kalau channel kabel yang biasanya tidak menayangkan drama, tiba-tiba menayangkan drama. Lalu dtambah juga drama daily soap opera yang tayang di pagi hari di 3 stasiun umum. Makin bertambahlah list drama dalam seminggu. Cuman yang daily soap opera, enggak usah masuk hitungan ya. Bisa dibayangkan dalam setahun bisa berapa banyak judul yang jadi pilihan untuk ditonton. Jadi bingung sendiri harus milih drama yang mana untuk ditonton. Maka dari itu, daku mau memberi sedikit tips untuk memilih drama korea ala Jepretpress.

TIPS MEMILIH DRAMA KOREA UNTUK DITONTON ALA JEPRETPRESS

  1. Cari tahu Informasi Dasar

Sebelum memutuskan untuk memilih drama yang ditonton, pastikan kamu tahu informasi dasar dari drama tersebut. Mulai dari judul *iyalah jelas itu mah* genre, plot awalnya kayak gimana, dan jumlah episode. Itu adalah 3 informasi dasar. Dari situ kalian bisa tahu apakah drama itu akan sesuai dengan selera kalian. Soalnya kalau enggak sesuai dengan selera kalian, bakalan susah untuk menonton itu hingga beres. Apalagi kalau kalian enggak suka yang episodenya banyak. Jumlah episode adalah hal pertama yang harus diketahui.

Setelah melihat 3 info dasar itu, lihat pemainnya. Kalau pemainnya kalian suka, pasti makin semangat kan buat nontonnya. Kalau enggak ada yang di favoritkan, bisa juga lihat pemain yang terlibat apakah termasuk pemain hits? Apa Ia jarang main drama? Kalau iya, patut diperhitungkan, soalnya biasanya ceritanya menarik, sampai pemain hits atau yang sering main film tiba-tiba mau main drama. Ada juga pemain yang terkenal pintar memiih drama macam Lee Jongsuk, Kim Soohyun jadi biasanya drama yang mereka bintangi menarik.

Lalu lihat juga informasi siapa PD dan penulis yang menggarap drama tersebut. Lihat track record mereka. Kalian bisa lihat infonya di asianwiki, banyak kok. Apakah PD dan penulisnya sudah membuat drama-drama bagus apa belum. Kalau sudah pernah, jadi bahan pertimbangan banget. Kalau pernah bikin drama yang enggak banget, perlu kalian hindari. Kalau belum bikin drama hits, atau masih baru, boleh dipikirkan sambil kembali mengingat 3 info dasar.

Kalau kalian newbie, atau terlalu malas mencari informasi itu semua cukup lihat dari 3 info dasar saja. apakah genre, plot, dan episodenya cocok dengan selera dan kemampuan kalian? Karena ya intinya memang 3 hal itu yang penting dalam salah 1 faktor memilih drama.

  1. Cari tahu tanggapan Orang-orang

Setelah mengetahui informasi dasar, sebaiknya kalian mencari tahu tanggapan orang-orang akan drama yang akan kalian tonton. Drama yang genrenya unik, terus berasal dari penulis dan PD terkenal tidak menjamin drama itu menjadi drama yang bagus dan menarik. Kadang suka tertipu dengan hal gitu. Makanya penting banget untuk tahu tanggapan orang akan drama itu. sebaiknya sih percaya dengan tanggapan mayoritas, karena itu menggambarkan keadaan sebenarnya mengenai drama itu.

Main-main ke forum-forum, blog atau website yang suka update mengenai drama korea. Lihat komentar-komentar disitu mengenai drama yang akan kalian tonton tersebut. Aku sarankan main ke beberapa website, blog, dan forum. Jangan cuman ke satu tempat. Sebaiknya juga jangan terlalu berpaku pada komentar di asianwiki, karena disitu komentarnya bagus semua. Sebaiknya lihat komentar di Dramabeans. Disitu kebanyakan isinya orang-orang yang memang suka Kdrama jadi lebih objektif. Lagipula dari berbagai usia, jadi pandangannya lebih luas dan beragam tanggapannya. Kalau males baca Bahasa inggris, coba main ke forum kdrama di kaskus. Disitu juga beragam dari segi usia dan juga banyak cowoknya, jadi nambah sudut pandang.

Kalau banyak komentar positif bisa memperkuat alasan kalian. Kalau tanggapannya fifty-fifty antara positif dan negatif enggak ada salah dicoba, siapa tau cocok. Kalau dominan buruk, sebaiknya dihindari. Trust me!

 

  1. Lihat Rating

Rating sebenarnya bukan faktor utama tapi bisa dijadikan sebagai acuan. Kenapa? Soalnya banyak juga drama yang memiliki rating rendah tapi sebuah drama yang menarik. Kalau ratingnya bagus, berarti ada sesuatu yang bikin orang-orang tertarik. Enggak ada salahnya banget sih untuk menonton drama berating tinggi karena setidaknya ada jaminan “menarik”. Cuman enggak selamanya juga drama berating tinggi adalah drama yang menarik. Rating tinggi biasanya diraih karena jalan ceritanya, tapi bisa juga karena faktor pemainnya. Kalau pemainnya aktor kelas A di Korea, biasanya ratingnya akan lebih tinggi karena banyak fansnya. Jadi kadang suka ada yang overrated, padahal ceritanya biasa saja. Cuman kalau drama overrated itu sesuai dengan selera kalian. Tonton saja.

Baca lebih lanjut

[REVIEW] REPLY 1988

Manusia itu makhluk social, dimana Ia tak bisa hidup sendiri. Manusia pasti membtuhkan sesama agar dapat bertahan hidup. Hubungan sosial antar manusia harus terjalin agar kita dapat benar-benar merasa hidup. Hubungan sosial sesama manusia ini diceritakan melalui drama Reply 1988.

Drama yang bergenre family , romance, comedy drama ini menceritakan mengenai lima keluarga yang bertetangga di daerah Ssangmundong Seoul. Masing-masing keluarga memiliki anak yang seusia yang sudah berteman semenjak kecil. Ada Si Kim Junghwan yang pintar namun cuek, Sung Sunwoo anak idaman tiap ibu karena pintar dan juga baik hati, Ryu Dongryong yang koplak malas namun kocak, Choi Taek sang master baduk yang kalem, dan terakhir satu-satunya gadis diantara mereka, Sung Deoksun yang kelakuannya koplak namun sebenarnya manis. Mereka menghabiskan masa muda mereka bersama dan merangkai cerita di Ssangmundong.

Alasan aku menonton drama ini, hey come on dude… it’s reply franchise! Aku sudah menyukai serial Reply 1994. Reply 1994 membekas dihati para penontonnya termasuk aku. Ditambah pemainnya ada Go Kyungpyo dan Park Bogum. Masih butuh alasan untuk menonton drama satu ini? Sedikit curhat, awalnya aku amat berniat untuk menonton drama ini dengan mengikuti tiap minggu selama masih ongoing, tapi boro-boro ngedrama, baca sinopisnya saja ku tak ada waktu, sehingga saat drama ini sudah tamat aku jadi sedikit kehilangan minat. mana saat aku mengintipnya sedikit ditempat ku membeli drama, Kingkong per episodenya menghabiskan waktu 1,5 jam. Walah dalah ku makin malas, karena aku tak yakin sempat menontonnya. Di Reply 1988 ini pun lumayan menghabiskan banyak memori sekitar 6gb. Jika ku beli di Kingkong harganya mencapai 12ribu *Bagi kalian yang hidup di Jatinangor, pasti tak asing dengan tempat membeli film,drama softfile di Kingkong. Fyi, kalau drama dihitungnya pergiga jadi 2 ribu/gb*. Aku yang sedang dilanda krisis merasa sayang menghabiskan uang sebanyak itu hanya untuk 1 drama. Untungnya temanku ada yang punya sehingga ku memutuskan untuk menonton.

Tak butuh waktu lama untuk menghabiskan drama ini jika kalian punya waktu luang. Ditengah waktu luangku ini *lebih tepatnya lagi kabur wkwkwk* aku menghabiskan drama ini hanya dalam 3 hari saja.  Drama ini walau per epiisodenya menghabiskan waktu 1,5 jam lebih bahkan menjelang akhir nyaris 2 jam, tapi drama ini tuh enggak bikin ngantuk. Enggak kerasa banget saat menonton ini tuh. Alurnya mengalir alami banget kayak sungai yang mengalir dari hulu ke hilir. Tiba-tiba sudah beres saja satu episode, dan jadi nagih untuk terus melanjutkan. Di hari pertama ku menonton drama ini lanngsung ku hajar 10 episode pertama sekaligus, soalnya memang enggak kerasa. Eh kok sudah beres lagi, lanjut lagi, gitu aja terus sampai tengah malam. Ditengah-tengah episode kita enggak menunggu-nunggu kapan sih episode ii selesai? Enggak ada kesan itu sama sekali, karena ya itu enggak kerasa banget. Alurnya enak banget parah!

Di Reply 1994 terkenal akan ceritanya yang benar-benar dekat dengan penonton. Ceritanya yang sederhana mengenai kehidupan sehari-hari sehingga mengena ke emosi penontonnya. Hal ini juga dirasakan saat kita menonton Reply 1988 ini. Ceritanya benar-benar dekat penonton. Menceritakan bagaimana kehidupan bermasyarakat yang saling membantu. Cinta pada keluarga dimana saling rebut tapi saling menyayangi, dan juga persahabatan yang saling mengenal satu sama lain. Cerita-ceria kayak gitu bagi kita yang bermasyarakat, bahkan yang memiliki hubungan yang sangat erat pasti akan menyukai drama satu ini. Emosinya kena banget. Aku benar-benar dapat merasakan apa yang dirasakan para tokoh. Benar-benar larut dalam setiap cerita dalam tiap episode.

Entah sudah berapa kali senyum-senyum sama ketawa sendiri gara-gara adegan kocak mereka. Konyolnya Ayah Junghwan, berantemnya Deoksun dengan sang kakak Sung Bora, expression lessnya Taek dan ayahnya, Dongryong selalu ditegur ayahnya saat di sekolah, dan masih banyak adegan lagi. Dibikin frustasi sama si Jungpal alias Junghwan yang enggak gerak-gerak untuk mendapatkan Deoksun. Dibikin meleleh dnegan sikap manisnya Taek, dan juga dibikin nangis sama Jungpal, Bora, cerita-cerita keluarga masing-masing. Aaah benar-benar emosi aku turut serta saat nonton drama ini.

Dari segi cerita kalau dibandingkan dengan Reply 1994 *dari Reply series, aku hanya belum pernah menonton yang 1997, jadi aku membandngkannya dengan yang 1994*, menurutku kalau dari segi cerita Reply 1988 memang paling bagus sih diantara Reply series yang aku tonton. Salah satu ciri khas Reply series adalah kita dibuat tebak-tebak berhadiah siapakah suami dari si tokoh utama, dan ini salah satu yang menyebalkan dari Reply series karena jadi perang shipper dan memainkan hati para pendukung second lead. Di Reply 1988 juga masih ada misteri mengenai siapa suami tokoh utama tapi tidak begitu kentara. Kalau yang aku rasakan hal yang mau ditonjolkan dari si 1988 ini tuh bukan kisah cinta lawan jenis, tapi kisah cinta antar sesama yaitu teman, tetangga, dan juga keluarga. Banyak hal yang bisa kita ambil dari hubungan mereka semua. Aku suka banget hubungan tetangga mereka sudah seperti hubungan keluarga yang saling membantu, mengkhawatirkan satu sama lain. Jika senang ikut senang, sedih pun ikut merasa sedih. Mungkin karena ini settingnya kan jaman tahun 1988an, dimana gadget belum canggih dan jadi komunikasi antar manusia belum semudah sekarang, tapi justru itulah yang membuat hubungan antar manusia lebih erat. Tidak seperti sekarang, dijamin hubungan kita dengan tetangga tidak seerat yang ada di 1988 ini, terutama di perkotaan, karena sekarang sudah serba canggih jadi kita bisa melakukan sendiri sehingga kita lebih menjadi individualis. Nostalgia yang ditawarkan di Reply 1988 ini yang amat menarik perhatian orang sehingga wajar mendapatkan rating yang amat tinggi.

Reply 1988 ini juga tidak berkutat pada kehidupan Deoksun saja, tapi setiap anggota keluarga yang hidup di Ssangmundong ini. Porsi masing-masing hampir sama banyak dengan Deoksun. Bahkan di episode awal-awal adegan Deoksun tidak begitu banyak, karena porsi ceritannya diambil oleh tokoh lain, tapi hal itu bukan kekurangan, malah kelebihan. Setiap orang punya cerita masing-masing dimana memiliki konflik yang menarik dan selalu ada hal yang diambil dari cerita setiap orang. Ada episode yang porsinya banyak dihabiskan menceritakan keluarga Jungpal, ada yang menceritakan Sunwoo dan ibunya, dsbnya.

Hal yang paling dekat dengan keseharian kita tentunya cerita mengenai keluarga. Cerita mengenai keluarga di Reply 1988 ini benar-benar banyak yang menyentuh, dan karena dekat dengan kita jadi emosinya benar-benar terasa. Saat Sunwoo yang sedih meihat ibunya harus bekerja, saat Bora dan ayahnya canggung tapi mereka tahu kalau mereka saling menyayangi, Dongryong yang merasakan kesepian karena ibunya sibuk bekerja, Jungpal yang amat menyayangi kakaknya walau bodoh, Jungbong. Aku dapat merasakan kesedihan yang mereka rasakan, karena jadi kebayang sama keluarga sendiri. Sedih kan kalau harus melihat ibu kita bekerja keras demi kita, cemas dan sedih melihat kakak yang tidak lulus ujian. Ikut merasa kesepian seperti Dongryong sehingga Dongryong jadi agak Bengal agar lebih mendapat perhatian. Aku ikut cemas juga saat Ibu Deoksun khawatir akan hasil tes kesahatannya karena takut terkena kanker, tapi yang paling kena sih kalau cerita masalah kekeluargaan sih hubungan antara Bora dan ayahnya.

Bora tidak begitu dekat dengan ayahnya. Terkadang Ia merasa canggung. Hal ini banyak terjadi antara anak perempuan dan ayahnya, begitu juga aku. Bora dan ayahnya tak pandai mengekpresikan perasaaan sayang masing-masing. Makanya berapa kali Bora membelikan baju dan sepatu untuk ayahnya salah ukuran, tapi ayahnya tetap saja bersikeras untuk memakainya. Bora merasa bersalah ddan tentu saja itu menyedihkan. Aku dibuat nangis badai saat Bora pindah mau ngekost dan ayahnya memberinya obat-obatan dan juga uang, lalu saat Bora menikah dengan Sunwoo. Mereka saling mengirim surat dan mengungkapkan rasa sayangnya karena sulit bagi mereka untuk mengucapkannya lewat mulut. Bora disitu menangis banyak, aku pun ikut menangis banyak karena aku dapat merasakan hal itu. Ngerti banget perasaan Bora yang harus lepas dari keluarga apalagi ayahnya. Walau tak begitu dekat, tapi Ia tetap menyayangi ayahnya. Sebagai anak perempuan ngerti banget perasaan yang seperti itu pada ayahnya. Ayah walaupun lebih banyak diam dibandingkan Ibu, tapi ayah lah yang paling khawatir jika anak perempuannya belum pulang juga saat malam, ayahlah yang siap jadi “superman” saat kita butuh bantuan apapun, seperti menjemput, mengantarkan, dsbnya. Daddy is first love every girls in the world. Kayaknya pas aku nikah aku bakalan kayak Bora yang menangis banyak. Membayangkannya saja sudah membuatku sedih :”””.

Baca lebih lanjut

Napak Tilas Kdrama 2015

Tahun 2015 sudah berlalu 3 hari yang lalu. Euphoria 2015 masih terasa sampai hari ini. Mumpung euforianya masih terasa, sedikit bahas yuk drama-drama yang tayang di tahun 2015. Drama-drama korea tahun 2015 ini diisi dengan beragam genre yaaa, genre yang selalu pasti ada sih komedi romantis, ada juga genre yang tentang sekolahan, mellow. Sayangnya drama korea tuh kayaknya ikut tren juga. Ada beberapa drama yang menceritakan masalah kejiwaan mulai dari kepribadian ganda sampai seorang psikopat. Drama tentang hukum dan detektif menghiasi layar drama dari awal pertengahan hingga akhir tahun. Drama saeguk dan makjang pun tentu saja masih menghadiri kancah drama korea.

Dari berbagai tema dan genre, untuk tahun ini aku hanya menonton 12 drama ditambah 2 webdrama. Dibandingkan dengan tahun kemaren aku menonton 14 drama. Dari 12 drama itupun 2 diantaranya ada yang aku tonton skip skip. Tahun 2015 lalu memang tahun yang cukup sibuk untukku. Tahun dimana kuliah cukup padet, ditambah organisasi yang megang adalah angkatan aku. Kuarter awal 2015, aku masih suka baca sinopsis, masih bisa sering kepo, tapi semenjak memasuki kuarter akhir, tepatnya saat KKN, aku jadi kehilangan kesempatan itu semua. Apalagi memasuki semester 7, hidupku hanya untuk karamba weh jeung ekotok muahahaha *but I really enjoy that!*. drama-drama yang tayang dari Juli sampai Awal desember kemaren aku ketinggalan banget. Enggak tau apa-apa, enggak tau drama yang lagi ongoing apa. Makanya awalnya aku mau bikin jepretpress drama awards 2015 seperti tahun 2014 lalu, tapi ya berhubung drama yang aku tonton enggak sebanyak kemaren, dan juga ada drama yang masih ongoing aku tonton, aku memutuskan untuk mereview saja drama-drama yang sudah aku tonton selama 2015. so check this out..

Baca lebih lanjut

[REVIEW] DRAMA : GAPDONG

Drama ini sudah beres dari bulan juli lalu, tapi aku baru menyelesaikannya awal bulan September kemaren. Aku malahan lebih menyelesaikan drama penggantinya –Marriage Not Dating– terlebih dahulu. Bukan karena aku bosan, atau malas, tapi karena aku menunggu pesenan drama ini dari orang lamanya minta ampun, sampai akhirnya aku enggak jadi pesen, dan pada akhirnya aku malah download sendiri. Jadi aku baru menyelesaikan drama ini awal September kemaren.

Gapdong merupakan drama bergenre crime, detective, mystery, thriller ini menceritakan seorang detektif Ha Muyeom yang sangat terobsesi dengan kasus gapdong yang merupakan sebuah kasus pembunuhan berantai yang terjadi di Iltan 20 tahun yang lalu. Ia terobsesi karena ayahnya tertuduh menjadi tersangka, dan ayahnya mendapat ketidakadilan sehingga mati bunuh diri. Detektif yang bertugas saat itu adalah Yang Chulgon. Chulgon pun sangat terobsesi dengan kasus itu, sehingga di masa akhir baktinya sebagai polisi, Chulgon ditugaskan kembali ke Iltan untuk mengungkap kasus gapdong. Muyeom yang membenci Chulgon karena Chulgon merupakan salah satu penyebab kematian ayahnya, sangat tidak menyukai jika harus bekerja sama dan memiliki atasan seorang Chulgon. Begitupun Chulgon yang tak suka harus bekerja sama dengan “anak monster”. Saat Chulgon kembali, tiba-tiba saja terjadi kasus pembunuhan, dimana kasus tersebut terjadi di hari yang sama dengan kasus pertama gapdong, dan juga cara dan target pembunuhannya pun sama. Gapdong telah kembali! mau tak mau Muyeom dan Chulgon harus bekerja sama untuk mengungkap kasus ini.

Alasan aku menonton drama ini, ya seperti biasa karena pemainnya, ada Kim Jiwon. Semenjak The Heirs aku jadi suka Kim Jiwon. Dia sukses membawakan karakter Rachel dengan baik, sehingga aku terpesona akan kemampuan aktingnya. Lalu ada Lee Joon biasku di Mblaq, aaak gila ganteng banget dan akting da keren banget! Dan alasan lainnya karena aku tertarik dengan jalan ceritanya yang membahas tentang kriminal. Aku sangat menyukai cerita yang membawa detektif-detektif kriminal dan hukum seperti ini. aku menyukai sekali cerita seperti ini, mungkin karena aku suka Conan dari kecil, jadi aku tertarik dengan cerita yang seperti ini.

Drama ini seru menurut aku. Tegangnya dapet banget, penasarannya pun dapet banget dan juga logis kok. Bagaimana terobsesinya Muyeom dan Chulgon akan kasus ini sampai mereka membuat skenario dimana Chulgon harus merelakan jarinya karena Muyeom. Aku suka cara scriptwriternya menerka-nerka siapakah gapdong sebenarnya? Kita pun sempat dibuat tertipu dengan gapdong sebenarnya.

Pertama-tama kita akan dibawa seolah-olah gapdong sudah kembali untuk menyambut Chulgon, ternyata malah muncul gapdong peniru. Gapdong peniru ini diceritakan jika dia mengetahui siapa gapdong yang sebenarnya, sehingga membuat kita penasaran. Kita diberi petunjuk yang mengarah pada siapa gapdong sebenarnya, tapi sialnya yang kita duga orang itu adalah gapdong, ternyata bukan, dan gapdongnya merupakan orang yang tak terduga, dan itu *kalau aku* tak terbaca! Kampret emang! Tapi karena itulah aku suka! Karena dugaan kita ternyata ditwist. Memang umumnya cerita-cerita detektif seperti itu pelaku sebenarnya merupakan orang yang tak terduga, tapi aku suka cara pengungkapan pelaku sebenarnya. Tak tertudag karena kehadiran tokoh tersebut diawal-awal tak menonjol. Hanya selewat-lewat saja. Aku pun tak terpikir jika dia pelakunya. Scriptwriternya jjang nih :D.

Kekuataan dari drama ini selain dari jalan ceritanya yang menarik, tak lepas juga dari karakter drama ini yang menarik. setiap karakter memiliki peranan penting dan juga memiliki memori tersendiri terhadap gapdong. Berikut karakter-karakter yang ada : Baca lebih lanjut