[REVIEW] STRONGEST DELIVERYMAN

STRONGEST DELIVERYMAN

Genre : Slice of life, romance, drama

Episode : 16 episode (total 16 Jam)

Sinopsis : Menceritakan seorang pemuda bernama Choi Kangsoo yang bekerja sebagai pengantar makanan yang tak pernah berdiam di suatu wilayah lebih dari dua bulan. Kangsoo memiliki sifat yang baik, senang menolong orang dan mau terlibat dengan masalah orang lain sehingga dia memiliki banyak sekali jaringan pertemanan di seantero Seoul. Akibat dari sifatnya ini, diberhasil membuat bisnis berbasis aplikasi online jasa pengantaran. Kangsoo bersama teman-temannya Jatuh bangun membangun bisnis yang tentu saja tak mudah dan banyak rintangannya.

Why I Watched : Aku butuh drama yang ringan, dan pas sekali Go Kyungpyo akhirnya menjadi pemeran utama setelah dua drama sebelumnya menjadi second lead yang tersakiti =(. Aku jadi agak kepo sama drama satu ini. Ya mumpung punya banyak waktu dan ada wifi wkwkwkwk.

Kesan : Drama ini tuh penuh dengan keimutan. Banyak sekali adegan yang amatlah cute dan juga ringan. Drama ini pun sebuah drama yang membangkitkan perasaan semangat dan jangan pantang menyerah. Drama ini adalah tipikal cerita yang begitu menghangatkan hati. Sifat gotong royong yang biasanya ditonjolkan masyarakat Indonesia, disini kita bisa lihat dengan jelas. Pertama kali lihat gerombolan teman-teman Kangsoo sesama pengantar tukang makanan pakai motor rame-rame aku kaget dan juga ngakak sih karena berasa melihat geng motor tapi versi mang-mang delivery. Aku jadi ngebayangin kalau di nangor juga kayak gitu, mang-mang hipotesa, kedai indra, atau mang-mang Go-Food juga begitu wkwkwwk. Berasa nonton drama keluarga tapi versi pendeknya.

The interest thing :  Banyak banget pesan moral yang bisa diambil dari drama ini. Orang yang butuh motivasi harus menonton drama ini. Berasa melihat motivasi Mario teguh tapi dalam versi cerita. Disini kita bisa lihat enggak ada salahnya berbuat baik kepada orang lain, karena suatu hari kebaikkan kita akan dibalas, apalagi saat kita membutuhkan. Kangsoo sering banget nolong orang, makanya begitu dia butuh bantuan orang lain atau dituduh melakukan tindakan kejahatan, teman-temannya siap menggantikan dan membantunya sebagai ucapan terima kasih dan solidaritas. Efek dari membantu orang lain juga dan bekerja diberbagai wilayah selama 5 tahun, membuatnya memiliki banyak teman dan jelas itu membangun jaringan koneksi. Disitulah dia bisa membangun bisnisnya. Jelas membangun bisns itu tidak mudah, ditambbah dia membangun bisnis berbasis aplikasi. Kangsoo yang tidak memiliki latar belakang IT tidak akan bisa mengerjakan itu sendiri. Dia pun mendapat bantuan orang lain. Atau masalah dana, Dia mendapatkan investasi dari teman-temannya dari berbagai wilayah. Memang benar ya kalau mau bikin bisnis memng diperlukan koneksi jaringan yang luas. Pesan moral lain seperti yang aku sebutkan sebelumnya, ada makna pantang menyerah, gotong royong, terus semangat. Cerita tentang pemeran utama wanitanya pun Lee Dana pun banyak pesan moral. Hidupnya yang begitu sulit membuatnya tak mau terlibat dengan banyak orang bahkan mencoba bunuh diri. Namun Untunglah Dia enggak jadi, dan akhirnya mendapat jalan keluar untuk masalahnya.  Selama kita punya keinginan dan usaha, bisa tercapai dan tiap maslaah ada jalan keluarnya. Itu lah pesan yang ditampilkan oleh karakter Dana.  Cerita para side story dari para tokohnya juga menarik sih, terutama pasangan chaebol Oh Jingyu dan Le Jiyoon. Mereka sangatlah cute! Jangan lupa juga karakter Lee Dana yang kuat macam preman tingkat bela dirinya sanggup membuat para pengantar makanan lainnya jiper untuk menggoda dirinya. Aku menyukai karkter Dana yang cukup beda dari drama-drama biasanya.

Baca lebih lanjut

Iklan

[REVIEW] FALSIFY

Legal drama selalu menjadi sebuah penasaran tersendiri buatku. Aku dari kemaren-kemaren ngakunya lelah nonton drama-drama berbau hukum yang berat-berat, tapi pada akhirnya, ujung-ujungnya aku malah nonton lagi kalau ada yang baru, apalagi kalau ada yang bilang drama itu menarik. Drama Falsify ini lah sanggup memecah keteguhanku untuk tidak menonton drama hukum.

Drama berjumlah 32 episode (total 16 jam) yang memiliki genre legal, politik,drama ini menceritakan seorang jurnalis bernama Han Muyeong yang bekerja untuk Aeguk news yang dikenal sebagai media sampah karena selalu merilis berita skandal politik tanpai mengindahkan aturan, walau begitu mereka dianggap pahlawan karena banyak membongkar kasus-kasus yang tak berani diangkat oleh media besar. Muyeong bersama rekan-rekannya di Aeguk sedang menelusuri sebuah kasus perdagangan manusia. Muyeong sendiri memiliki motif saat menjadi jurnalis dan menyelidikin kasus tersebut. Dia ingin mengetahui penyebab kematian kakaknya yang dibunuh saat sedang mencari sebuah berita. Kakaknya, Han Chulho merupakan jurnalis dari surat kabar Daehan yang merupakan media terbesar saat ini. Akhirnya Muyeong menemukan titik terang bahwa semua kasus yang Dia selidiki mebawa satu jawaban pada artikel-artikel palsu kakaknya dan Chulho berusaha memperbaiki itu semua dan menyelesaikan sebuah artikel kebenaran yang sayangnya belum terselesaikan. Muyeong menyadari lawannya adalah Daehan. Muyeong pun bekerja sama dengan Lee Sukmin kepala tim dari splash team Daehan yang memberontak pada Direktur Daehan, Gu Taewon, dan juga dengan seorang jaksa wanita yang dilemmpar dari pusat karena membangkang perintah atasan, Kwon Sora.

Awalnya aku enggak niat untuk nonton drama ini. Aku ingin istirahat dari drama-drama legal. Cuman aku baca komenan, pada bilang drama ini menarik kok. Saat Forest of Secret tayang banyak yang bilang drama itu bagus banget, tapi aku enggak tertarik nonton karena aku lelah dengan drama legal. Bahkan sampai sekarnag pun aku tak berniat memilih drama itu. Lalu saat tahu Falsify yang memerankan Nam Goongmin dan karakter Nam Goongminnya mirip kayak karakter dia di Chief Kim. Jadi aku pikir wah kayaknya bakalan seru nih. Bakalan lucu. Aku tergoda untuk nonton drama ini. Cuman aku enggak cari tahu info dengan baik. Drama ini sama sekali jauh dari kata komedi. Kesamaan karakter Han Muyeong dan Kim Sungryong adalah sama gilanya. Mereka akan melakukan apapun bahkan jika itu adalah hal gila dan tak mungkin demi mencapai tujuan mereka yaitu mencari kebenaran. Cuman aku enggak nyesal sih pilih drama ini.

Layaknya drama legal, drama ini merupakan drama yang intense. Dari awal episode pun tensinya sudah langsung tinggi. Permasalahannya langsung ditampilkan. Maksud dan tujuan utama para tokohnya pun langsung tergambar. Disini semua karakternya kalau enggak hitam ya putih. Walaupun ada yang terlihat abu-abu tapi pasti dominannya tuh kelihatan antara dominan putih dan hitam. Kita penonton selalu dibawa penasaran dengan misteri utama kasus ini. Misteri utamanya tertutup dengan baik sih, walau kasus-kasus lainnya mudah tertebak. Aku menyukainya kasus-kasus disini adalah kasus-kasusnya gamblang sekali kalau mereka semua saling berhubungan. Konflik antar kasusnya begitu kuat, kita akan dibuat bertanya-tanya apa hubungan antar karakter. Masing-masing punya kekuataan dan kepentingan.

Drama ini benar-benar menggambarkan kekuataan media. Media berperan penting banget dalam situasi kenegaraan. Mereka benar-benar menggiring opini public. Opini public ini lah sering dimanfaatkan oleh berbagai pihak berkepentingan. Sekali lagi aku menyadari bahwa opini public itu bisa menyeramkan itu, dan media itu se powerful penguasa. Mereka benar-benar dapat mengendalikan masyarakat, bahkan media juga bisa membuat sebuah rumor menjadi fakta, ataupun sebaliknya. Kasus-kasus yang dilaporkan media, mungkin bisa jadi hanya 25% dari apa yang sebenarnya terjadi. Aku ngeri sendiri sih nonton ini. Bagaimana para penguasan dan yang pnya uang mengontrol media. Emosi juga melihat masyarakat dibodohi oleh media dan juga jurnalis yang terpaksa harus menulis cerita palsu. Chulho awalnya menganggap cerita palsu itu tidak masalah, Dia tak harus capek-capek nyari berita, tapi setelah Dia mengetahui fakta sebenarnya dibalik artikel-artikel palsu tersebut, dia menyadari bahwa sebuah artikel palsu saja bisa merubah banyak hal. Dan situasi drama ini pula sedang terjadi secara real di korea sana. Dimana petinggi KBS dan MBC yang membuat berita memihak mantan presiden sebelumnya yang dimakzulkan, Parrk Geunhye. Aku jadi mikir di Indonesia juga sebenarnya bisa saja terjadi banyak berita dipalsukan, atau berita pesanan. Sudah menjadi rahasia umum, beberapa media di Indonesia juga memiliki afiliasi dengan politik pihak tertentu. Apalagi kita tuh banyak banget berita hoax. Memang harus selalu bisa memilah berita sih. Hal yang kita anggap netral pun kita tak tahu apakah benar-benar terpercaya atau tidak. Seperti Daehan sebuah media besar yang dipercaya. Apapun yang dikatakan Daehan, masyarakat akan percaya.

Drama ini mendeskripsikan masalahnya dengan jelas sih. Mereka membahasnya dengan mendalam dan benar-benar digali. Hanya saja karena hal itu, kasusnya itu memang jadi besar banget dan rumit. Padahal itu adalah sebuah kasus untuk menutupi kasus lain, macam kasus Park Eungmo yang terjadi karena menutupi kasus Nam Kyungmang. Kasus Nam Kyungman sendiri meutupi kasus Faith Center. Ah kalian kalau enggak fokus aku jamin bakalan pusing sama drama ini. Drama ini memang membutuhkan kemampuan berpikir yang cepat untuk mencerna kebenaran dari setiap kasusnya. Hubungan kasusnya sebenarnya cukup jelas namun rumit, jadi kalau aku pribadi sih lumayan nonton ini bikin capek juga, karena harus mikir, cuman aku tetap penasaran dengan jalan ceritanya. Aku amat menyarankan jangan maratn drama ini dalam sehari. Aku nonton dua hari saja merasa lelah. Sebaiknya kalian pecah tiga hari karena aku jamin kalian butuh rehat saat konfliknya menguat.

Baca lebih lanjut

[REVIEW] MY SASSY GIRL

MY SASSY GIRL

Genre : Romance, Comedy, history, politic

Episode : 32 x 30 menit (16 x 60 menit)

Sinopsis : Pada zaman Joseon hiduplah seorang putri kerajaan bernama Putri Hyemyung. Sang putri tak seperti putri kerajaan pada umumnya yang anggun. Dia cenderung seenaknya bahkan melawan aturan kerajaan. Dia sering keluar malam hari secara diam-diam dan mabuk-mabukkan hingga penjaga dan kasimnya kewalahan. Suatu hari dia bertemu dengan seorang sarjana cendekiawan Joseon yang baru pulang dari Ming setelah bertahun-tahun menjadi penasehat raja Ming, Gyunwoo. Pertemuan pertama mereka tidak mengenakkan, sehingga Gyunwoo tak ingin lagi bertemu dengan sang putri. Namun takdir berkata lain, Gyunwoo diangkat menjadi guru dari pangeran kerajaan. Disitulah hubungan mereka mulai menjalin hubungan sebagai teman dan berkembang menjadi asmara. Nantinya Gyunwoo akan banyak membantu Hyemyung dalam mengatasi masalah-masalah kerajaan yang membelitnya.

Why I Watched : Drama terakhir sebelum Joowon wajib militer huhuhuhu, jelas lah harus kutonton. Lalu lawan main dia adalah Oh Yeonsoo. Aku menyukai dia semenjak Comeback Mister. Berhubung drama ini juga genrenya romcom, aku sudah kebayang sekali dengan peran yang akan Ia perankan dan enggak sabar untuk itu semua.

Kesan : Ya lumayanlah menghibur dan berhubung nonton ini untuk romancenya  jadi aku sih cukup menyukainya, karena mereka berdua manis sekali. Aku pikir remaja-remaja akan menyukai drama ini sih.

The interest thing :  Ceritanya untuk ukuran Saeguk ringan. Jadi buat yang enggak begitu suka Saeguk bakalan bisa menikmatinya sih. Komedi diawal-awal episode juga cukup menghibur. Aku suka juga dengan hubungan kekeluargaan kerajaan yang enggak selalu berbau politik, karena tokoh utama dari kerajaannya adalah seorang putri. Jadi dia tak begitu terlibat. Konflik politiknya enggak begitu ribet kayak drama-drama saeguk biasa. Ditambah aku suka banget saat kedatangan pangeran dari Ming. Suka banget sama karakter Pangeran Choosung. Walau cuman beberapa episode, tapi berkesan banget, dan dia yang membuat Gyunwoo dan Hyemyung hubungannya maju. Yang jelas sih kekuataan utama drama ini tuh ada di romansanya Gyunwoo dan Hyemyung yang bikin greget, deg-deg an, plus pasti bakalan senyam-senyum sendiri. Karakter mereka yang berlawanan tuh jadi warna tersendiri dan menciptakan kelucuan yang bisa ditertawakan. Ah satu lagi, OST nya enak-enak, walau cuman sedikit tapi karena dinyanyikan oleh langganan pengisi OST jadi musik dan adegannya pas banget ditemani suara Ben dan Gummy.

Baca lebih lanjut

[REVIEW] RULER : MASTER OF THE MASK

RULER MASTER OF THE MASK

Genre : Romance, Melodrama, history, politic

Episode : 40 x 30 menit (20 x 60 menit)

Sinopsis : Drama ini menceritakan sebuah kisah fiksi pada zaman kerajaan Joseon dimana sang pangeran mahkota harus memakai topeng, tidak ada yang boleh mengetahui wajah aslinya seperti apa. Hal ini dikarenakan sang Raja tidak ingin anaknya seperti dirinya yang dikontrol oleh sebuah kelompok terbesar dizaman tersebut, Pyunsoo yang dipimpin oleh Daemok. Raja dapat mendapatkan posisinya sebagai Raja karena dibantu oleh Pyunsoo. Sebagai imbalannya, raja haruslah setia pada kelompok Pyunsoo dan dikontrol dengan cara Raja menjalani ritual dan menjadi kecanduan opium. Raja tak ingin anaknya mengalami hal yang sama, sehingga dicari anak yang bernama sama dengan pangeran mahkota, Lee Sun, sehingga saat pangeran mahkota harus menjalani ritual dapat dgantikan oleh anak tersebut. Namun ternyata sebelum itu semua dilakukan, terjadi sebuah peristiwa sehingga raja terbunuh, pangeran mahkota disangka mati dan Lee Sun palsu yang hanyalah seorang budak dan sudah menjalani ritual dijadikan raja boneka oleh Pyunsoo. Sun asli yang masih hidup akhirnya menjadi saudagar untuk mengumpulkan kekuataan dan mencari kelemahan Pyunsoo untuk menggulingkannya.

Why I Watched : Demi biasku. Yoo Seungho! Mau kayak gimana ceritanya, mau dramanya genre apapun, selama Yoo Seungho yang main ku tonton! Lalu ada Kim Sohyun juga, dan ada Kim Myungsoo alias L biasku di Infinite. Cuci mata banget deh. Jadi demi mereka, pasti ku tonton dong

Kesan : Lelah hamba nonton ini. Butuh usaha dan kemauan ekstra keras untuk menyelesaikan drama ini.  Buat penggemar drama, atau yang sudah sering nonton drama, enggak kusarankan untuk nonton drama ini sih. Kalau kalian newbie dalam dunia perdramaan mungkin akan menyukainya.

The interest thing :  Drama ini punya start yang bagus dan pembangunan konflik yang kuat. Diawal kita sudah penasaran dengan seluk beluk kelompok Pyunsoo, hubungannya dengan kerajaan dan juga mengenai nasib pangeran mahkota yang harus memakai topeng. Aku juga menyukai saat mulai muncul konflik pangeran mahkota palsu naik menjadi raja dan dikendalikan oleh Pyunsoo, sedangkan pangeran mahkota asli masih belajar mencari cara mengalahkan Pyunsoo. Aku sudah memikirkan berbagai sKenario apa yang akan terjadi setelah itu, dan aku merasa wah makin seru nih. Emosinya kerasa banget. Dijamin pas nonton ini tuh bakalan greget sendiri sih sama sikap orang-orang.

Baca lebih lanjut

[REVIEW] THE LIAR AND HIS LOVER

Musik bisa menggambarkan berbagai acam situasi. Selain itu musik juga bisa menghubungkan kita dengan berbagai macam orang. Melalui musik juga kita bisa membangun hubungan pertemanan, kekeluargaan, bahkan rasa cinta. Drama The Liar and His Lover ini setidaknya mencoba menggambarkan hal-hal tersebut.

Drama yang bergenre romance, musical ini menceritakan seorang pemuda jenius musik, Kang Hangyeol. Dia merupakan seorang produser musik untuk sebuah band terkenal, Crude Play. Dia membuat musik terinspirasi dari suara-suara yang Ia dengar. Suatu hari Ia bertemu dengan seorang siswi kelas 3 SMA, Yoon Sorim yang memiliki suara indah dan bermimpi berkarir di dunia musik bersama anggota bandnya yang lain yang juga temannya sedari kecil, Baek Jinwoo dan Lee Kyusun. Sorim jatuh cinta pada pandangan pertama pada Hangyeol. Berbeda dengan Hangyeol, mulanya Ia mendekati Sorim hanya untuk kepentingan tertentu, sampai akhirnya Ia mendengar suara nyanyian Sorim. Hangyeol akhirnya mulai jatuh cinta pada Sorim. Bagaikan takdir pula, mereka bekerja sebagai musisi di sebuah perusahaan yang sama. Konflik anak muda dimulai lah saat Sorim meniti karir bersama teman-temannya sebagai Mush&co, sedangkan Hangyeol dan rekanya di Crude Play Seo Chanyoung berebut untuk menjadi produser bagi Sorim.

Awalnya aku enggak begitu tertarik nonton drama 16 episode ini. Saat membaca plot awalnya, aku merasa ah biasa saja. Lalu aku merasa mulai lelah dengan drama-drama yang berat. Akhir-akhir ini sebagian besar drama korea, walau bilangnya romcom, tapi tetap ada unsur thriller atau misterinya. Aku capek nonton drama yang begituan. Aku ingin drama yang benar-benar ringan, yang enggak usah mikir sama sekali. Aku hanya ingin menonton drama manis dan penuh lovey dovey. Setelah membaca komenan para Beannies, aku memutuskan untuk mengambil drama ini sebagai tontonan.

Drama yang cukup menyenangkan bagiku. Ringan tanpa perlu mikir. Lagu-lagunya juga cukup memanjakan telinga, apalagi suara Joy sebagai Sorim. Drama ini tuh remaja banget sih. Konflik cintanya sederhana saja, enggak terlalu banyak gangguan orang ketiga. Ya hanya kesalahpahaman sederhana yang enggak penting lah. Agak greget melihat kisah percintaan Hangyeol dan Sorim karena Hangyeol yang terus menyakiti Sorim dengan kebohongannya. Drama anak muda lah pokoknya, bright, cheerful, lovely 3 hal yang pati dirasakan setelah menonton drama ini.

Drama ini kan diadaptasi dari manga jepang. Di Jepangnya sendiri cerita ini sudah diangkat ke film layar lebar. Kalau sudah adaptasi begini pasti banyak yang membandingkannya antara adaptasi dan original. Seperti biasa, versi original biasanya lebih disukai, baik dari jalan cerita dan juga akting. Aku sendiri belum nonton yang versi film Jepang, jadi enggak tahu lebih menarik yang mana. Cun buatku yang hanay nonton versi drama koreanya, aku sudah cukup menyukai drama ini. Enggak terlalu masalah dengan jalan ceritanya.

Konfliknya enggak cuman masalah percintaan doang, tapi ada masalah pertemanan, hubungan rekan kerja, lalu konflik dengan industri musik itu sendiri. Kita jadi tahu dibalik layar produksi sebuah lagu dan sebuah grup itu kayak apa. Apa saja yang harus dikorbankan. Apa saja yang harus dilihat dan dpersiapkan. Disini juga kita bisa melihat konflik batin seorang Direktur musik, seperti CEO Sole Music Label, Choi Jinhyuk , Dia yang lulusan sekolah musik, tentu punya idealisme tersendiri akan musik. Cuman sebagai seorang CEO dia tentu perlu berpikir keuntungan, sehingga dia memakain jalan pintas kepada Mush&Co dan juga Crude Play untuk menggunakan pemain pengganti. Disini aku baru tahu ternyata alat musik juga bisa “lipsync”. Berbeda dengan CEO Who Entertaiment yang membawahi Sole Music Label, Yoo Hyunjung, Dia otaknya, sudah otak bisnis jadi yang dia pikir hanyalaah keuntungan. Mengambil orang paling berbakat sehingga tak perlu keluar uang banyak untuk melatihnya, dan bisa mendapatk keuntungan bear karena bakat orang tersebut. Berbeda dengan Direktur Choi yang masih mau mengambil orang yang perlu dilatih. Dia masih mau mengembangkan orang-orang tersebut karena melihat potensi. Terkadang keputusan dia memang tampak menyebalkan dan terlihat terburu-buru, bahkan merugikan anak asuhnya. Menurut CEO Yoo, saja Dia itu tidak konsisten. Cuman yang aku suka, karena dia tetap memiliki jiwa musisi, sehingga Ia bisa mengerti anak asuhnya, dan berusaha memperbaiki hal itu.

Lalu jangan lewatkan untuk menginvestasikan harapan kalian pada hubungan antara member Crude Play. Ini salah satu bagian favoritku. Kita bisa emlihat persahabatan yang benar-benar terjalin. Berhubung isinya pria-pria. Tentu wajar saja sering terjadi perselisihan. Saling ribut, maki, bahkan berkelahi. Hanya aja cowok mah enggak dibawa baper, enggak kayak cewek. Mereka besoknya baikkan lagi, seperti tak terjadi apa-apa pada hari kemarin. Sebesar apapun keributan antar member, terutama pada Hangyeol, tidak akan berpengaruh pada persahabatan yang telah mereka jalin bertahun-tahun. Seperti konflik antara Chanyoung dan Hangyeol. Selian konflik cinta, mereka juga terlibat konflik sebagai produser. Cuman sehebat apapun konflk mereka, hubungan pertemanan mereka enggak terganggu. Mereka juga tetap saling mengakui kehebatan masing-masing.  Aku pikir konflik yang terjadi pada mereka akan bikin mereka putus hubungan atau saling membenci seperti makjang-makjang pada drama korea umumnya. Ternyata enggak sama sekali. Mereka tetap berkomunikasi seperti teman biasa. Kalau konflik sedang emmanas, mereka hanya saling sindir, dan sedikit sikut-sikutan. Selebihnya biasa saja. thanks drama god! Mereka enggak usah musuhan hanya karena hal itu. that’s why I like this drama.

Hal menarik untuk dikupas antara hubungan member Crude Play adalah hubungan Chanyoung dan member Crude Play. Chanyoung awalnya ada pemain pengganti Bass untuk Hangyeol. Namun Hangyeol akhirnya memilih mundur dan menjadi produser untuk Crude Play, sehingga Chanyoung ditarik menjadi member Crude Play. Awalnya, member Crude Play yang lain tak menerimanya. Ya maklum saat itu mereka masih muda, tapi tak butuh waktu lama mereka menerima Chanyoung. Disitulah Chanyoung merasa tersisihkan. Ia merasa kalau dirinya hanyalah pengganti. Ia merasa bukan bagian Crude Play, karena member yang lain sudah berteman dari lama, seedangkan Ia hanyalah orang baru yang menggantikan Hangyeol. Ditambah saat masalah leaked video member Crude Play latihan, tapi memakai bass permainan Hangyeol. Disitu Chanyoung makin merasa tersisihkan dan dianggap. Padahal selama ini hanya kesalahpahaman dia. Member Crude Play yang lain termasuk Hangyeol tak merasa Chanyoung adalah pengganti. Mereka menganggap Chanyoung adalah sahabat mereka, bagian dari Crude Play. Bahkan masalah video latihan mereka tak menggunakan Bass Chanyoung, demi kebaikan Chanyoung dan Crude Play, bukan karena mereka ingin bermain dengan Hangyeol. Leader Crude play, Yoo Sihyun pun meminta maaf jika dulu sikap awal mereka tidak menerima Chanyoung. Tapi itu hanya diawal. Saat debut pun Sihyun sudah menerima Chanyoung sepenuh hati. Chanyoung sendirilah yang membangun benteng diantara mereka. Selama ini hal seperti itu hanya ada dipikirannya. Dia hanya merasa tidak percaya diri dan tak enak karena merasa sebagai orang luar tiba-tiba masuk. Dia hanya butuh pengakuan dan kepercayaan baik dari Direktur Choi tentang masalah produser untuk Mush&Co dan juga dari teman-teman Crude Playnya. Untunglah Chanyoung pada akhirnya mengerti dan mendapat kepercayaan itu.

Baca lebih lanjut