[FF] JEALOUSY

Title               : JEALOUSY

Rate               : 13+

Genre             : full of ROMANCE lovey dovey yang cheesy

Cast               : KIM JONGIN (KAI EXO), JUNG SOOJUNG (KRYSTAL FX) dan sedikit cameo dari KANG MINHYUK CNBLUE

length           : One shot

Author          : HANAN HANIFAH punya ide :””

Disclaimer   : FF ini dibuat dalam rangka merayakan kaistal go public. #kaistalmenujuhalal #kaistalberjodoh. Pas tahu kaistal is real, aku senangnya luar biasa dong. Telah berada di perahu ini untuk bertahun-tahun dari 2013, akhirnya 3 tahun kemudian kapalnya beneran berlabuh. Aku mau merayakan hal itu dengan FF, tapi saat berita mereka lagi heboh, akunya lag sibuk, terus pas sudah nyante, enggak punya ide, baru ada ide sekarang hahaha. SUKA NGGAK SUKA sih itu selera kalian, tapi mohon dengan sangat NO BASHING. GOMAWAEYO udah mau baca. MIANHAEYO kalo jelek. Aku sangat merespect orang yang menghargai karya orang, SO, PLEASE DON’T COPY THIS FF AND PLAGIARISM THIS. Please ENJOY =D

“Ya.. I’ll be there in a minute. Ku sudah dekat kafe kok. Tuh papan kafenya pun sudah terlihat. Sudah ya.” Sudah mendapat omelan lewat telepon, sudah dipastikan orang yang menunggunya sudah merasa bosan menunggu Soojung. Soojung pun sedikit berlari. Ini memang salahnya terlambat karena keasyikan belanja. Lagipula Ia belanja juga untuk membeli kado untuk orang yang akan Ia temui di kafe tersebut.

Bunyi bel terdengar dari pintu kafe tersebut, menandakan ada orang masuk. Bunyinya terdengar lebih nyaring dari biasanya karena Soojung membukanya dengan tergesa-gesa, sehingga membuat orang-orang memperhatikannya. Soojung segera menurunkan topinya agar menutupi wajahnya dan menunduk meminta maaf. Ia tak ingin orang-orang tahu kalau itu adalah idol member f(x), Krystal.

“Krystal ssi?” Sapa seseorang yang mejanya tak jauh dari pintu.

Haish.. damn.. ada yang mengenaliku. Gerutu Soojung dalam hati. Terpaksa Ia menghadap orang itu dan menunduk menyapa sesaat, kemudian langsung beralih pandangannya ke tempat lain untuk mencari orang yang sudah menunggunya. Namun sesaat kemudian Ia tersadar, jika Ia mengenali orang yang menyapanya tadi. Seketika Ia langsung menghadap lagi orang tersebut,

“Minhyuk ssi?” Soojung terkejut. Minhyuk langsung tersenyum melambaikan tangan.

“Hai, Krystal! Kemari lah.” Sapa Minhyuk.

“Halo Minhyuk Oppa. Apa kabar?” Soojung menarik kursi dan duduk dihadapan Minhyuk.

“Baik tentu saja. kamu?”

“Ya begini lah… kau sendiri?”

Minhyuk mengangguk, “Iya aku sedang ingin me time saja.”

Soojung mengangguk mengerti. Dia mengamati penampilan Minhyuk yang santai tanpa masker dan topi. Ia terheran karena berbanding terbalik dengannya menggunakan topi dan masker. “Minhyuk kok bisa sih santai gitu tampilannya. Enggak pakai masker atau topi?”

“Ya santai saja sih.. enggak masalah kalau ada yang mengenaliku juga. Lagipula kafe ini kan terkenal tenang, jadi ku merasa aman. Kamu berlebihan tuh sampai pakai masker dan topi, kacamata lagi hahaha.” Jawab Minhyuk santai.

Soojung langsung melepaskan perlengkapannya itu “Ya… aku kan enggak suka saat orang-orang dijalan memperhatikanku hehehe.”

Minhyuk mengelus kepala Soojung. “Iya aku mengerti hahaha.”

“tapi, kau masih mengenaliku ya dengan penampilanku kayak gini.”

“Tentu saja. aku mengenali gayamu. I’m your fanboy hahaha”

“Hahahaha bisa saja.” Soojung tertawa sambil menutup mulutnya. Malu.

Minhyuk menyeruput kopinya. Mengulur mencari topik pembicaraan. “Oh ya.. Aku melihat cameomu di dramanya Minho hyung. Itu kamu benar-benar syuting di spanyol?”

Soojung menaik-turunkan kepaanya. “Iya aku ikut syuting disana. Kebetulan aku lagi disana juga.”

“Pantai disana tampak indah ya? Kalau aku lihat di drama.” Ah Minhyuk terlihat sekali mencari topik pembicaraan.

Soojung langsung dengan semangat menjelaskannya. “Iya betul. Pantai disana bagus-bagus. Oppa kau kalau ke eropa harus mampir kesana. Bersih, biru, tak kalah dengan pantai Maldives.”

“Penampilan singkatmu didrama itu cukup mengesankan. Ya kau tampak cantik dan elegan.” Puji Minhyuk sambil tersenyum menggoda.

“Hahahaha terima kasih. Kamu masih saja jago menggoda orang.” Soojung terkekeh. “Aku sempat melihat drama dengan Hyeri itu. Kau cukup baik disitu.”

Minhyuk mengernyitkan dahinya. “Cuman cukup saja nih?”

Baca lebih lanjut

[FF] Bantuan

Title               : BANTUAN

Rate               : PG 13+

Genre             : Kembali ke genre pasaran tapi penuh minat ROMANCE, FLUFF

main Cast     : uri KAISTAL – KAI EXO AND KRYSTAL F(X)

length           : One shoT, VIGNETTE, FICLET

Author          : mumpung HANAN HANIFAH punya ide

INSPIRED        : Shinichi Kudo yang membantu Ran Mouri diam-diam.

Disclaimer   : Idenya terlintas begitu saja, makanya nampaknya akan kurang matang. Lagi kangen couple satu ini, jadi aku bikin FF mereka. SUKA NGGAK SUKA sih itu selera kalian, tapi mohon dengan sangat NO BASHING. GOMAWAEYO udah mau baca. MIANHAEYO kalo jelek. Aku sangat merespect orang yang menghargai karya orang, SO, PLEASE DON’T COPY THIS FF AND PLAGIARISM THIS. Please ENJOY.

 

Kai terkejut begitu memasuki apartemen Krystal. Tak biasanya apartemen Krystal dibiarrkan dalam keadaan seperti kali ini. Jarum-jarum tertusuk begitu saja di atas bantal. Kain-kain perca betebaran disemua sudut. Benang-benang terbelit acak, melihatnya saja rasanya sulit untuk mengurainya, apalagi melakukannya. Kostum kelinci dan gajah dibiarkan begitu saja terlipat kusut di atas sofa. Krystal terlihat sednag asyik memotong pola sambil bersenandung. Kai teringat jika kekasihnya itu sedang membuat kostum untuk pertunjukan amal ke panti asuhan. Melihat Krystal sibuk, Ia teringat ajakan Krystal tadi siang. Kai menjadi ragu ajakan Krystal akan terlaksana.

“Kita jadi enggak nih mau nonton? Kau tampak sibuk.” Tanya Kai sembari terkantuk-kantuk.

“Jadi dong!” Seru Krystal dengan semangat.

“Tapi Krystal, Kasur lebih menggoda daripada bioskop.” Kai melirik Sofa –jika dibuka lipatannya dapat menjadi Kasur– yang terletak di tengah ruang tengah apartemen Krystal dengan senyum jahil.

Krystal langsung melotot tajam. “Maksud kamu?”

Kai tertawa kecil, “hahaha, kamu mikirnya kemana?” Kai mencubit pipi Krystal gemas. “Maksud aku tuh, tubuhku lelah. Tidur tampak lebih enak dibanding nonton.”

“Ah… jangan! Terserah kamu deh di bioskop mau nonton apa tidur, yang penting kamu harus menemaniku! Semua teman-temanku sudah menonton film itu, hanya aku yang belum.” Rajuk Krystal.

“Ya terus kalau teman-temanmu sudah kenapa sih?”

“Film itu lagi jadi trending topic obrolan. Aku bingung sendiri, tak tahu apa yang mereka bicarakan.”

Aigo…” Kai geleng-geleng kepala. “Dasar wanita! Ya sudah, aku temani, tapi memangnya keburu? Sekrang sudah jam Sembilan malam.”

“Kostumnya harus jadinya besok malam. Masih ada waktu kok, aku cuman tinggal menjahit lima kostum binatang lagi. Midnight nanti kita nonton, setelah itu tidur sampai pagi, terus jahit sisanya. Deadline terpenuhi kan?”

Tiba-tiba terdengar dering ponsel dari ponsel Krystal. Krystal dengan cepat eraih ponsel yang tergeletak begitu saja diatas karpet. Ia membaca pesan yang sampai. Wajahnya yang mulanya terlihat ceria, setelah membaca pesan itu raut wajahnya langsung menjadi panik sekaligus kecewa.

Aigo! Gawat! Luna baru saja memberitahuku kalau kostum harus jadi besok siang, karena pertunjukannya dimajukan menjadi besok sore! Kostum yang belum kujahit ada lima, bisa-bisa aku tak tidur untuk menyelesaikan ini! ah… bagaimana ini?” Otot muka Krystal langsung menunjukkan rasa cemasnya. Ia sudah selesai membuat pola, hanya tinggal menjahitnya, tapi kostum yang harus Ia buat  cukup banyak. Sebenarnya dalam waktu semalam, kostumnya bisa jadi, tapi itu artinya Ia tak tidur, sedangkan Ia harus tampil prima dalam pertunjukan amal itu.

“Baguslah, jadi kita enggak usah nonton. Aku bisa istirahat.” Sahut Kai sambil membongkar sofa menjadi Kasur, kemudian Ia langsung merebahkan dirinya.

Krystal menghela nafas. Wajahnya langsung murung, “Yah… kita enggak jadi nonton ya? ah… sedih… katanya hari ini terakhir tayang, huhuhu.”

“Ya sudah enggak apa-apa ketinggalan satu film hits. Nanti juga bisa tonton di internet.” Celetuk Kai dengan mata terpejam.

“Hei, Kai! Jangan tidur dulu! Bantu aku menjahit dulu! polanya sudah kupotong, kau tinggal jahit saja.” Pinta Krystal sambil melemparkan pola yang akan dijahit pada Kai.

Sireo! Aku lelah, pertunjukan tadi menguras habis tenagaku. Lagipula, dulu aku pernah membantumu menjahit, kau mengomel karena jahitanku tak rapi.” Tolak Kai sambil melemparkan kembali pola yang harus dijahit.

“Ini keadaannya urgent, jadi enggak apa-apa jahitannya enggak rapi, yang penting jadi dan aku bisa istirahat supaya aku besok tampil fresh.” Krystal benar-benar memohon bantuan Kai, tapi orang yang diminta bantuannya malah menggelengkan kepala dengan cepat menolak permohonan orang yang butuh pertolongannya.

“Hais… kalau kau tak mau bantu, untuk apa kau disini? sudah sana pulang saja!” Usir Krystal kesal karena tak mau membantunya.

“Krystal… aku benar-benar mengantuk. Aku tak dapat menyupir dengan baik jika aku mengantuk. Jadi biarkan aku tidur.” Pinta Kai sambil membalikkan badannya dan matanya tentu saja sudah menutup dengan baik. Tampaknya Kai benar-benar sudah mulai memasuki fase tidur, dan mengingat kebiasaan Kai yang suka tidur, tentu saja sulit mengganggunya untuk meminta bantuan. Krystal pun akhirnya hanya bisa membiarkan Kai tidur.

“Haish… punya pacar kok enggak guna, susah diminta bantuannya. Dasar tukang tidur!” Gerutu Krystal kesal. Mau tak mau Krystal pun harus melanjutkan pekerjaannya seorang diri. Ia pun mulai mengambil benang jahit berwarna putih, lalu memasukkan benang tersebut kedalam lubang jarum. Jarinya kini dengan gesit menyatukan satu pola dengan pola lainnya dengan benang. Baca lebih lanjut

[FF] Sorry

Title               : SORRY

Rate               : G

Genre             : FAMILY, SISTMANCE (?)

main Cast     : KRYSTAL JUNG F(X), JESSICA SNSD

OTHER CAST   : KANG MINHYUK CNBLUE

length           : One shot

Author          : alhamdulillah HANAN HANIFAH lagi

Disclaimer   : terinpirasi dari kejadian sehari hari lah pokoknya mah. Bakalan rada geje sih. SUKA NGGAK SUKA sih itu selera kalian, tapi mohon dengan sangat NO BASHING. GOMAWAEYO udah mau baca. MIANHAEYO kalo jelek. Aku sangat merespect orang yang menghargai karya orang, SO, PLEASE DON’T COPY THIS FF AND PLAGIARISM THIS. Please ENJOY =D.

 

 

Berulang kali Jessica melirik jam dinding di ruang tengahnya. Jamnya kini sudah berdentang sebanyak duabelas kali. Entah sudah berapa kali Ia menempelkan ponselnya ditelinganya, namun tak terdengar juga nada sambung. Ia cemas, sudah tengah malam adiknya,Krystal tak ada kabar berita. Membuatnya begitu cemas. Memang bisa saja Krystal sedang bermain bersama teman-temannya atau dengan pacarnya, tapi biasanya Ia selalu memberitahu Jessica jika pulang telat. Namun Krystal sama sekali tak memberitahunya. Ia jadi tak bisa tenang. Jika Ia pergi tidur begitu saja, Ia takut terjadi sesuatu dengan adik satu-satunya itu, sehingga Ia memaksakan diri untuk tetap terjaga walau rasanya tubuhnya daritadi sudah protes meminta untuk berbaring dikasur.

Terdengar suara orang sedang membuka kunci pintu. Jessica langsung berlari ke depan untuk memastikan yang membuka kunci adalah Krystal. Sesampainya di depan, tepat saat pintu baru saja terbuka. Sesuai harapannya orang yang membuka pintu adalah Krystal. Betapa leganya Jessica saat tahu kalau itu Krystal.

“Aku pulang!” Seru Krystal.

“Kirain enggak akan pulang.” Sambut Jessica seraya menyindir.

Disindir sepert itu Krystal hanya tersenyum. “Kok Eonni belum tidur? Masih ngerjain tugas kantor?”

“Tugas sudah beres dari jam 10.” Jawab Jessica dingin.

“Lah terus kenapa belum tidur?”

“Nunggu kamu! Darimana saja? Enggak ada kabarnya. Ponsel enggak bisa dihubungi.” Ketus Jessica. Nada bicaranya mulai tinggi.

“Biasa aku main sama Minhyuk Oppa. Kenapa nunggu aku? Aku bawa kunci kok.” Jawab Krystal.

“Kenapa enggak bilang kalau kamu pulang telat mau main dulu sama Minhyuk?”

“Ponselku habis baterai. Makanya Eonni tak bisa menghubungiku.”

“Kalau Ponsel kamu mati, kenapa enggak coba menghubungi lewat ponselnya Minhyuk.”

“Enggak apa-apa. Lagian Aku pikir Eonni pasti tahu kalau aku pulang telat gara-gara main.” Jawab Krystal dengan santai seolah tak terjadi apa-apa. Raut mukanya sama sekali tak menunjukkan rasa bersalah.

“Bilang kalau kamu main! Jadinya kan aku enggak usah nunggu kamu. Aku kan bisa tidur daritadi. Capek tahu!” Jessica langsung mengeluarkan amarahnya.

“Ya kan aku juga enggak minta Eonni buat nunggu aku pulang.”

“Aku enggak akan menunggumu kalau kamu bilang kamu main!” Jessica mulai berteriak kesal.

“Ya gimana mau bilang? Ponselku lowbat!” Krystal pun pada akhirnya emosinya ikut tersulut.

“Ya kan kamu bisa kasih tahu aku lewat Minhyuk!” Bantah Jessica

“Tanpa aku kasih tahu juga, Eonni sudah mengertilah, kalau aku ini main!”

Suasana di ruang tengah menjadi memanas. Serasa ada api yang mengililingi ruangan itu. Urat dan syaraf kakak beradik itu sama-sama menjadi tegang dengan muka yang memerah. Jessica menatap adiknya dengan tajam. Krystal pun yang sudah kesal ikut memandangi kakaknya dengan tajam, namun Dia menatap seperti itu hanya sesaat. Krystal pun sadar. Ia memalingkan mukanya dari hadapan kakaknya. Agar suasana tak memanas, Krystal memutuskan untuk tak memperpanjangnya. Ia pamit menuju kamar.

“Ya sudahlah, enggak usah dibahas lagi. Aku mau ke kamar capek.” Pamit Krystal sambil berjalan melewati Jessica.

“Kamu tuh enggak ada rasa bersalahnya sama sekali ya? minimal minta maaf gara-gara enggak kasih tahu aku! Aku lebih capek! Kerja lebih capek! Kamu capek apa sih? Main?” Emosi Jessica benar-benar berada dipuncak. Ia langsung menumpahkan isi pikirannya.

Krystal langsung membalikkan badannya. Ia memprotes Jessica. “Apa sih Eonni? Enggak usah berlebihan deh! Enggak usah dibahas lagi kenapa sih?”

“Enggak bisa! Nanti bakalan jadi kebiasaan! Kalau mau pergi kasih tahu aku! Kamu enggak tahu apa aku begitu cemas? Aku ingin istirahat daritadi! Tapi gara-gara kamu belum pulang aku enggak bisa istirahat!”

“Aku bukan anak kecil lagi,Eon! Aku tahu salahku, nanti aku enggak akan gitu lagi kok!” Sahut Krystal sambil berjalan menaiki tangga.

Emosi Jessica semakin tersulut dengan jawaban Kystal. Ia berjalan mendekati Krystal. “Anak kecil saja bisa merasa bersalah? Kamu? mana ada rasa bersalahnya. Minta maaf bisa kan?”

Eonni, enggak usah dibesar-besarkan deh ini masalahnya! Masalah gini saja marah-marah. Pakai acara minta maaf pula!”

“Masalah gini saja? Ya Tuhan! Minta maaf saja susah ya kamu? Kamu gimana kalau kamu diculik, terus aku enggak peduli nyariin kamu? Kamu enggak akan ketemu! Enggak tahu diuntung ya kamu! Harusnya kamu beruntung punya kakak yang care sama kamu! Ya sudah, kalau kamu enggak mau dapat perhatian dari Aku lagi. Besok Aku enggak akan ngomong sama kamu! Aku enggak akan peduli lagi sama kamu!” Ujar Jessica penuh emosi. Dengan cepat Ia meninggalkan Krystal menaiki tangga, dan masuk kamar dengan pintu dibanting.

Melihat Kakaknya marah-marah, Krystal jadi ikut kesal. Ia pun berjalan masuk ke kamar dan ikut membanting pintu kamar. Dibalik pintu kamar, Krystal bersandar dan menengok ke tembok sebelah kirinya, dimana disebelah tembok itu adalah kamar kakaknya,

“Kenapa sih dia? Masalah macam gitu saja dilebih-lebihkan. Pakai acara ngamuk pula. Ah paling juga besok baik lagi.” Ujar Krystal berusaha cuek sambil berbaring di kasurnya.

*****

Paginya, seperti biasa Krystal memasak untuk sarapan Ia dan Jessica. Dari Ia bangun sampai sekarang Ia memasak, Krystal belum bicara juga dengan Jessica. Bukan karena Jessica tak mengajaknya bicara, tapi karena Ia belum melihat Jessica. Saat Ia bangun Jessica belum bangun. Krystal langsung bergegas ke lantai bawah untuk memasak. Saat Ia memasak Ia mendengar suara kaki menuruni tangga lalu terdengar suara air dari kamar mandi. Tampaknya Jessica sedang bersiap-siap untuk pergi ke kantor.

Setelah selesai memasak, Ia sajikan makanannya diatas meja makan, dan mengajak Jessica untuk memakan sarapan yang telah Ia buatkan.

Eonni, sarapannya sudah siap!” Krystal teriak mengarah pada lantai atas. Tak terdengar jawaban dari Jessica. Krystal berlalu kembali ke dapur untuk membereskan peralatan yang tadi Ia pakai untuk memasak. Krystal tak mempermasalahkan jika Jessica tak menjawab, karena biasanya juga Jessca tak menjawab ajakan sarapannya itu.

Krystal pun mencuci semua peralatan masaknya. Saat Ia sedang mencuci, Jessica turun ke bawah dan menuju dapur untuk minum. Krystal pun langsung menyapa Jessica dan mengajaknya sarapan.

Eonni, ayo sarapan!” Ajak Krystal dengan tangan penuh busa.

“Aku telat.” Jawab Jessica dingin sambl berjalan pergi.

“Nanti pulang jam berapa? Nanti malam aku masakin, kebetulan Aku hari ini enggak ngampus, jadi santai.”

Jessica tak menanggapi pertanyaan Krystal. Ia terus saja berjalan pergi.

Eonni?” Krystal melirik Jessica, tapi sayangnya Jessica sudah menghilang dari hadapannya. Terdengar suara pintu dibuka. Ternyata Jessica sudah pergi, tanpa pamit pada dirinya.

Krystal memasang mimik heran sekaligus tak percaya. Tak seperti biasanya kakaknya dingin padanya, bahkan pergi tanpa pamit. Sesuatu yang jarang sekali terjadi, bahkan bisa dibilang inilah pertama kalinya Jessica bersikap seperti ini.

“Kenapa Eonni kayak gitu? Apa Dia benar-benar marah?” Krystal bertanya pada dirinya sendiri. Krystal menyadari jika kakaknya itu tampaknya memang benar marah. Seketika Krystal langsung panik.

Aigo, gimana ini? ah paling nanti baik  dengan sendirinya? Tapi kalau enggak? aduh gimana ya?” Panik Krystal. Batin Kystal bergulat antara harus memikirkan hal itu atau tidak. Pada akhirnya Krystal melanjutkan pekerjaannya tanpa mau memikirkan masalah itu, tapi tetap saja hal itu terus terlintas dibenaknya. Ia menjadi tak tenang. Pekerjaan rumahnya terselesaikan namun tak terselesakan dengan baik.

Saat Ia mencuci piring, Ia membilas sisa sabunnya secara asal sehingga asih ada sisa sabun yang tertinggal. Saat menyapu pun tak semua debu ikut tersapukan. Lebih parah lagi saat Ia mengepel karena lap yang Ia gunakan untuk mengepel terlalu basah sehingga lantai rumahnya agak becek dan lama keringnya. Marahnya Jessica benar-benar mengganggu pikirannya.

Siangnya, Minhyuk mengunjungi rumah Krystal. Minhyuk datang dengan senyum menghias wajahnya dan tangan kanannya membawa sebuah plastik kecil berwarna putih susu. Krystal menyambut kehadiran kekasihnya hanya dengan senyum tipis dan wajah yang terlihat gelap karena otot-ototnya lesu. Melihat raut Krystal yang tampak suram, Minhyuk mengerutkan dahinya. Baca lebih lanjut

[FF] Did You Feel It

Title               : DID YOU FEEL IT (kaistal ff)

Rate               : pg +15

Genre             : ROMANCE, FRIENDZONE

main Cast     : Krystal f(x) (JUNG SOOJUNG) , kai exo (KIM JONGIN)

OTHER CAST   : OH SEHUN EXO

length           : One shot

Author          : imajinasi liarnya HANAN HANIFAH

inspired        : novel LONDON by WINDRY RAMADHINA. Salah satu adegan di novel ini membuatku terinspirasi bikin FF Kaistal. Mungkin agak mirip, tapi kemasan, cara penyampaian, dan endingnya beda kok.

Disclaimer   : klise sih ceritanya, tapi aku harap kalian para arcadians suka ini.  SUKA NGGAK SUKA sih itu selera kalian, tapi mohon dengan sangat NO BASHING.GOMAWAEYO udah mau baca. MIANHAEYO kalo jelek. Please ENJOY =D.

 

“Ayo ,angkat dong!” Aku terus mencoba menghubunginya, namun nomor handphonenya tak aktif juga. Panik, khawatir, cemas bercampur menjadi satu. Rasa-rasa itu membuatku mondar-mandir tak jelas dan Sehun melihatku dengan tatapan bingung.

“Kenapa sih?” Tanya Sehun sambil mengemil sebungkus snack kecil.

“Soojung tak mau mengangkat teleponku.” Jawabku masih sambil mondar-mandir

“Cuman gara-gara itu, Kamu jadi cacing kepanasan. Bolak-balik enggak jelas.” Cibirnya

“Masalahnya, ada kejadian sebelumnya.” Aku mencoba kembali menghubungi Soojung, namun tetap gagal.

“Memangnya ada kejadian apa sih?”

“Aku telah melakukan hal bodoh.” Aku menghela nafas.

Sehun terlihat penasaran, “Hal bodoh apa? Malhaebwa!

“Enggak seharusnya tadi Aku melakukan itu!”

“Ya apa? Tadi Kamu ngapain?” Sehun mulai greget rupanya.

“Hal yang seharusnya tak dilakukan seorang sahabat.”

“Enggak usah bertele-tele! Cepat ceritakan!”

Aku menghela nafasku,kemudian Aku duduk disebelah Sehun. Sehun pun membenarkan posisi duduknya. Ia siap mendengar ceritaku. Aku pun mulai bercerita. Itu semua berawal dari 4 jam yang lalu.

Aku dan Soojung baru saja pulang dari pesta pernikahan senior kami. Dalam perjalanan Ia terus menerus memuji pengantin prianya.

“Ya Tuhan pengantin prianya begitu sempurna. Tampan, pintar, tinggi, badan bagus, baik, kaya, dermawan pula. Sungguh beruntung Lina Sunbae mendapatkan suami seperti itu.” ujar Soojung dengan mata berbinar-binar. Aku menanggapi omongannya tu dengan gumaman, karena aku tak setuju. Apa bagusnya suami Soyeon Sunbae? Dia memang pintar, tapi oh my! Badannya tidak sebagus itu! badannya agak gempal, dan tingginya sama denganku. Ia sering berkata bahwa Aku tak tinggi-tinggi amat, tapi bagaimana bisa Ia memuji pengantin pria itu Tinggi? Dan masalah kekayaan, masih lebih kaya Junmyeon Hyung, mantannya. haish… jinja!

“Dan kamu tahu? Saat mereka berpacaran, mereka sangat so sweet. Jika Soyeon Sunbae meminta Minwoo Sunbae untuk menjemputnya, dengan senang hati Minwoo Sunbae menjemput Soyeon Sunbae dimanapun. Mau mencicipi setiap masakan Soyeon Sunbae, Selalu membelai rambut Soyeon Sunbae, memegang tanganya dengan erat setiap berjalan. Ah andai saja ada pria yang bertindak seperti itu! Aku jadikan Dia pacar!”

Aku terkejut mendengar omongan Soojung. Apa Dia sedang meracau? Bercandakah Dia? Apa selama ini Dia tak sadar? Oh My! Semua yang Ia sebutkan sudah kulakukan! Aku rela menjemputnya kemanapun Ia minta, bahkan Aku pernah menjemputnya ke Busan. Mencicipi makanan? Dengan senang hati Aku mencicipi makanannya, bahkan Aku selalu memuji setiap masakannya. Aku pun sering membelai rambutnya. Setiap mengobrol dengannya pasti beberapa kali membelai rambutnya lang begitu halus dan lembut, bahkan Saat Dia Sakit Aku la yang berada disampingnya, membelai rambutnya agar Ia bisa tidur. Hanya Saja ada satu hal yang Soojung sebutkan tadi yang belum kulakukan, memegang tangannya.

Aku memegang tangannya hanya saat menyebrang jalan, atau saat aku menariknya. Sebenarnya Aku ingin sekali menggenggam tangannya saat berjalan, tapi tak bisa kulakukan. Ini semua karena status sialan itu,sahabat. Sungguh tak etis rasanya jika Aku memegang tangannya dengan erat saat berjalan, padahal kami hanyalah sahabat. Walaupun kami sudah bersahabat sejak SMA sampai sekarang, ya jika dihitung Kami sudah bersahabat enam tahun, walau begitu tetap saja Aku tak bisa mengenggam tangannya, karena Jung Soojung hanya sahabatku. Sejauh ini Soojung hanya melingkarkan lengannya di lenganku, seperti saat ini.

Soojung terus saja mengoceh. Aku tak mendengarkannya dengan baik, aku hanya berjalan terus, sambil sesekali melihat dirinya. Angin malam cukup berhembus dengan kencang, dan jalan juga cukup sepi. Aku memandanginya sesekali, dan beberapa kali perhatianku hanya terpusat pada bibir merahnya. Sial pikiran liar melintas di otakku. Apa yang sedang kupikirkan? Ya kali, Aku mencium sahabatku sendiri. Aku pun kembali fokus pada jalan dihadapanku.

“Tadi Aku bertemu Oppa. Akhir-akhir ini Dia memang mulai sering menghubungiku lagi, dan tadi saat Kau sedang mengobrol dengan anak-anak Dance Club , Oppa menghampiriku dan Dia ingin bersamaku lagi.” Cerita Soojung

Baca lebih lanjut

[FF] Happy Is Simple

Title               : HAPPY IS SIMPLE (KAISTAL FF)

Rate               : pg 13+

Genre             : FLUFF

main Cast     : KAISTAL COUPLE KAI EXO (KIM JONGIN) DAN KRYSTAL F(X) (JUNG sOOJUNG)

length           : One shot, FICLET

Author          : ide dadakannya HANAN HANIFAH

Disclaimer       : akibat frustasi enggak nemu kaistal moment di smtown week f(exo), jadi aja bikin FF ini. tenang nan, masih ada hari esok. This is for you arcadians :). hah? apa? tugas? eu… belum deadline kok…. ehehehe. SUKA NGGAK SUKA sih itu selera kalian, tapi mohon dengan sangat NO BASHING.GOMAWAEYO udah mau baca. MIANHAEYO kalo jelek. Please ENJOY =D.

“tapi enggak bisa gitu dong!” protes Krystal

“ya mau gimana lagi, sayang. Ini diluar kendali aku!” Kai membela diri

“masalahnya kamu sudah membatalkan yang ke 7 kalinya dalam bulan ini!” deru Krystal sebal

mian, tapi sungguh ini aku enggak berniat untuk membatalkan dengan sengaja. Itu semua enggak sengaja. Perkiraan jadwalku ternyata meleset”

“harusnya kalau kamu tahu jadwal kamu udah meleset, mending enggak usah sekalian! Harkos tahu!”

“tapi kan ini pembatalan ini enggak cuman dari pihak aku saja kan? Kau juga pernah!”

“aku hanya sekali ya, itu pun karena cuaca yang tak mendukung dan aku lagi sakit. Kamu? kamu 6 kali!”

“aku juga enggak nyangka kalau jadwal aku bakalan sengaret ini? kalau abis ini aku enggak ada jadwal lagi sih enggak masalah, cuman habis ini aku masih ada jadwal”

“kamu tahu enggak, demi hari ini aku rela enggak datang ke pesta perpisahan drama the heirs! Tahu gitu, aku mending datang ke sana!” Krystal benar-benar marah

“ya sudah, lusa deh, gimana? Rencananya jadwalku cuman sampai sore, jadi malamnya bisa” Kai mencoba berdamai

“nanti pas lusa malam, kamu nelepon aku dan berkata ‘yang, maaf ya ternyata aku enggak bisa, jadwalnya ngaret nih, takutnya nanti kemalaman kamunya capek’ paling juga kayak gitu!” Krystal benar-benar gondok

“enggak akan deh, janji!”

“bohong! Kamu kan tukang ingkar janji”

“enggak akan! Janji deh sengaret apapun aku nanti lusa, aku bakalan datang deh”

“kalau gitu, kenapa enggak hari ini aja? toh sama saja!” tantang Krystal

“eu itu….” Kai tak melanjutkan perkataannya. Takut jawaban sebenarnya akan membuat Krystal lebih marah.

“pasti kamu enggak mau karena kamu capek kan? Jongin-ah, aku tahu kita sama-sama sibuk, aku tahu kamu lelah, tapi kok susah banget ya cuman buat ketemu. Aku tuh cuman ingin makan bareng sama kamu. sudah itu saja cukup. Enggak apa-apa walau cuman 10 menit, tapi bisa makan bareng dan mengobrol sejenak itu sudah bikin aku senang” ujar Krystal lirih

Mendengar pengakuan Krystal, Kai menjadi merasa bersalah “mianhae

“ya sudahlah. Sekarang sudah jam 7 malam, aku lapar. Mau makan. Walau jadwal kamu sibuk, Kamu jangan lupa makan. Annyeong” Krystal menutup teleponnya. Walaupun Krystal kesal, tapi tetap saja Ia perhatian dengan kekasihnya itu.

Ne.. kamu juga. Mianhae Soojung-ah” Kai pun menutup teleponnya

*****

Baca lebih lanjut