[REVIEW] AGE OF YOUTH ; SIGNAL

Drama-drama tv kabel biasanya suka menawarkan cerita yang berbeda dibanding dari tv broadcast umum sehingga menambah variasi beragam drama korea. Kerapkali drama-drama tersebut amatlah menarik untuk diikuti sehingga mampu masuk list drama korea yang wajib ditonton. Seperti kedua drama berikut yang sama-sama tayang di tv kabel dan memiliki slot waktu yang sama yaitu Jumat-sabtu. Hanya saja kedua drama ini tidak bersaing secara rating karena mereka tayang di bulan yang berbeda. Nampaknya kedua drama ini akan menjadi drama favoritkudi tahun 2016. Here they are…

AGE OF YOUTH

Genre : Slice of Life, Comedy, Romance, drama

Why I Watched : Drama ini menjadi topik hangat di kalangan pecandu kdrama. Banyak yang bilang drama ini bagus. Selain itu juga melihat plotnya mengenai kehidupan 5 anak muda yang ngekos ditempat yang sama. Biasanya cerita keseharian macam gini suka menarik. Jadi ku tonton.

Kesan : Rame braaaaaaaay. Banget. Enggak kerasa banget setiap episodenya. Tahu-tahu sudah berres saja. Lanjut lagi. Ku menyelesaikan drama ini hanya dalam waktu sehari karena saking nagih dan enggak kerasa. Berhubung menceritakan orang-orang di usia 20an, jadi aku merasa relateable dengan mereka di beberapa situasi, terutama dengan Song Jiwon yang tak kunjung dapat pacar padahal diia cantik dan agresif wkwkwk. *tapi bedanya ku enggak bisa agresif macam Jiwon*.

The interest thing : Kehidupan anak kost disaat mereka harus berbagi rumah, dari awalnya bukan siapa-siapa menjadi sahabat yang erat. Bagi anak kost pasti merasa relateable karena pasti mereka pernah merasakan terganggu dengan teman tetangga kamar, atau kesal karena sudah bagi-bagi tugas malah enggak dikerjain, atau ngambil makanan seenaknya, dan itu semua dialami oleh para penghuni Belle Epoque. Selain itu ceritanya pun tak terpusat pada satu tokoh, tapi ada 5 orang yang mereka ceritakan, dan masing-masing punya rahasia tersendiri dan ketakutan masing-asing. Suka banget sama persahabatan mereka yang saling berantem tapi saling dukung. Hubungan romantis para penghuni Belle Epoque dengan parra pria pun menarik. Paling suka sih jelas sama Yoon Jinmyung dan Park Jaehwan. Jaehwannya sweet banget percaya ama jagain Jinmyung banget, dan Jinmyung saat itu menolak karena diaa banyak beban dan bukan saatnya pusing dengan masalah cinta, tapi saat beban-beban itu lepas, akhirnya dia bersama Jaehwan. Lalu hubungan Yoo Eunjae dengan sang senior Yoon Jongyeol, yanga dikira Eunjae dulu Jongyeol membullynya, padahal dari sudut pandang orang ketiga jelas-jelas Jongyeol tertarik dengan Eunjae. Lalu uri badass eonni, Kang Yina dengan temannya yang seprofesi tapi diam-diam memendam rasa pada Yina, Seo Dongjoo. Song Jiwon yang supel tapi sulit mendapat pacar, padahal enggak jauh dari dia bisa mendapat kisah romantisnya sendri melalui temannya di media kampus, Im Sungmin. Lalu terakhir yang paling enggak disukai adalah hubungan pacaran yang enggak sehat dari Jung Yeeun dengan Go Dooyoung. Sudah tahu Dooyoung ini tak pernah memperlakukan dengan baik, tapi karrena Yeeun cinta, dia enggak bisa lepas, dan di kehidupan nyata banyak banget cewek tipe Yeeun! Sumpah melihat cerita dia aku jadi teringat temanku yang tak bisa lepas dari pacarnya padahal perlakuan pacarnya tak menyenangkan, tapi dia selalu luluh setiap pacarnya minta maaf. Pokoknya cerita keseharian mereka itu benar-benar menarik untuk diikuti.

The Bad Thing : Sayangnya nih, kan ada 5 tokoh central, masing-masing dikuak kepribadiannya, latar belakangnya, dan memiliki cerita masing-masing, tapi kenapa tokoh Song Jiwon enggak banyak dikupas. Memang dia yang terlihat paling enggak punya masalah, tapi pastinya dia punya kekhawatiran tersendiri yang bisa dijadikan cerita, atau latar belakangnya kenapa dia suka membual. Katanya sih rencananya SW nim drama ini tuh harusnya 16 episode, tapi setelah nego dengan pihak tv, jadinya hanya 12 episode, sehingga cerita mengenai Jiwon tak terekspos. Lalu ada beberapa plothole, seperti kenapa teman mereka yang penari balet keluar dari Belle Opaque? Apa benar gara-gara hamil? Tapi kalau garra-gara itu kenapa reaksinya agak berlebihan saat ditanya mengenai hal itu? Lalu isi lemari yang selalu mereka pandang itu apa sih? Terus apakah sebenarnya Jiwon beneran bisa lihat hantu? Dia mengakui kalau dia berbohong mengenai hal itu, tapi kenapa dia menyebut Hyojin seperti melihat arwah seseorang? Siapa Hyojin?

Chemistry & Akting : Chemistry persahabatan mereka dapet banget. Mereka seperti yang beneran akrab sudah berteman bertahun-tahun lamanya. Sepertinya selama proses syuting drama ini pun persahabatan antara para pemeran utamanya terbangun dengan baik, sehingga atmosfernya pun terbawa ke dalam drama. Chemistry untuk masing-masing pasangan juga sudah cukup bagus, tapi yang paling bagus membangun chemistry tetap menurutku pasangan favoritku di drama ini, Jinmyung dan Jaehwan. Han Yeri dan Yoon Park bisa membangun romansa dan menyalurkan emosi perasaan tokohnya dengan bagus sehingga chemistrynya dapat banget. Akting juga enggak masalah malah pada bagus banget terutama Han Yeri sama Ryu Hwayoung. Hwayoung menurutku memang ada hikmahnya keluar dari T-ara. Dia bisa sukses jaddi artis mengingat kemampuan aktingnya yang amat baik. Han Yeri sukses ngedelivery karakter Jin Myung. Park Hyesoo pun walau newbie tapi dia tak terlihat seperti newbie. Park Eunbin setelah membaca protofolionya di asianwiki pun terlihat dia sudah berpengalaman banyak, jadi jelas aktingnya bagus dan natural banget. Untuk Han Seungyeon, walau banyak yang mengkritiknya tapi aku merasa aku enggak masalah dengan akting dia di drama ini. Akting dia disini jauh lebih baik jika dibandingkan akkting dia saat di Kara Secret Love. Mungkin karakter Yeeun memang cocok dengan dirinya, jadi enggak kesulitan untuk menyampaikan tokoh tersebut.

Second lead syndrome : OH MY… PLEASE…. ENGGAK ADA KARAKTER YANG SECOND LEAD KEULEUS

Baca lebih lanjut

Iklan

[REVIEW] ANOTHER MISS OH

Apa perasaanmu saat bertemu dengan seseorang yang memilki rasa sakit yang sama? Atau bahkan orang tersebut juga mengalami rasa sakit itu akibat kesalahpahaman yang kamu buat? Akankah kau merasa senasib? Atau kasihan? Atau malah menemukan sisi menariknya? So welcome to Another Miss Oh!

Drama yang secara literally dalam Bahasa Korea yang artinya Oh Haeyoung Again ini bergenre romance, comedy, dengan sedikit melo dan fantasi ini menceritakan mengenai seorang gadis yang mempunyai nama yang sangat umum Oh Haeyoung dimana dia sedang mengalami fase kesedihan yang amat mendalam karena Ia diputuskan oleh tunangannya, Han Taejin sehari sebelum menikah hanya karena alasan Taejin tak menyukai cara makan Haeyoung . Ia bilang ke orang-orang kalau Ia yang memutuskan Taejin dan berpura-pura bahagia, padahal dalam hatinya Ia terus menangis. Kegagalan pernikahannya ini sebenarnya secara tak langsung akibat kesalahpahaman seorang sound director Park Dokyung yang gagal menikah karena calon pengantinnya tak hadir. Calon istrinya adalah teman SMA Haeyoung yang juga memiliki nama sama yaitu Oh Haeyoung. Jika Haeyoung hanya dijuluki geunyang Oh Haeyoung atau “Just” Oh Haeyoung, calon istri Dokyung dijuluki Yeppeun Oh Haeyoung atau “Pretty” Oh Haeyoung. Dokyung mendengar jika Haeyoung akan menikahi Taejin, padahal yang akan menikahi Taejin adalah geunyang Haeyoung, bukan yeppeun Haeyoung calon istrinya. Alhasil Dokyung pun memutuskan untuk “balas dendam” yang berakibat kehidupan geunyang Haeyoung hancur. Semenjak balas dendamnya itu, tiba-tiba Dokyung dapat melihat masa depan seolah seperti kenangan, dan di penglihatannya itu selalu tentang Oh Haeyoung si biasa saja.

Awalnya aku enggak terlalu niat nonton ini. Awalnya aku hanya ingin membaca rekapnya tiap episode. Setelah menonton yang agak rumit macam DOTS, Comeback mister, Reply 1988, Neighborhood hero, membuatku ingin drama yang ringan-ringan yang enggak ribet, dan pas baca awal sinopsisnya ah ini sih kayaknya ringan. Enggak usah banyak mikir. Sedikit menyegarkan otak. Aku saat baca-baca hingga empat episode pertama merasa kok nagih banget ya, seru, selalu bikin penasaran setiap akhir episodenya. Pada akhirnya saat membaca episode 6 aku memutuskan, ini salah satu drama wajib tonton karena ternyata ceritanya tak sesederhana yang aku pikirkan!

*Btw, kita bikin kesepakatan yaaa (?) untuk Geunyang Oh Haeyoung disini ku akan menyebut sebagai uri Haeyoung atau “Our” Haeyoung, sedangkan yeppeun Oh Haeyoung ku menyebutnya dengan Oh Bitna atau ga “Other” Haeyoung. Aku enggak mau menyebut salah satunya sebagai “pretty” Haeyoung karena keduanya sama cantiknya J. Kalau aku menyebut “Haeyoung” saja tanpa embel-embel berarti itu adalah si tokoh utama kita geunyang haeyoung*

Menurutku drama yang memiliki judul lain Another Oh Haeyoung  ini tuh terikat banget secara emosinya dengan penonton dan relateable ama kehidupan sehari-hari. Drama ini tuh sanggup bikin kita baper, ngakak, dan juga sedih disaat yang bersamaan. Sebagai penonton aku bisa merasakan emosi setiap pemainnya. Berasa mengerti banget gimana frustasinya Haeyoung karena namanya sama dia dapat perlakuan tidak adil bahkan sampai terjadi kesalahpahaman. Marahnya Taejin yang tidak tahu apa-apa, bingungny Dokyung akan semua yang terjadi. Masalah nama sama tuh di dunia ini pasti banyak banget yang namanya sama, dan seringkali akibat nama sama itu suka terjadi kesalahpahaman. Yang membuatku sebal adalah sekasar itukah mereka memperlakukan uri haeyoung hanya karena dia tidak secantik dan sepintar other haeyoung? Perlakuan mereka berdua amat sangat berbeda, dan aku kalau jadi Haeyoung pun pasti merasa frustasi dan tertekan, dan pastinya merasa iri juga dengan kehidupan Other Haeyoung yang mudah dimata uri Haeyoung. Hanya saja kita tak tahu kehidupan apa  yang sebenarnya terjadi pada si Oh Bitna ini.

Awalnya aku pun membenci karakter Yeppeun Haeyoung ini. Setelah menghilang satu tahun lamanya tanpa bilang apa-apa, eh tiba-tiba muncul lagi di kehidupan Dokyung dan sekitarnya. Kesel aja, mau ngapain coba balik lagi kehidupan Dokyung? Sok-sok modus mau main pingpong bareng, padahal itu rencananya biar bisa membangkitkan kenangan lama mereka, terus balikan lagi. Ditambah di ep 11 dia bilang ke Dokyung dia tak peduli jika Dokyung menghancurkan 100 wanita asalkan itu karena Dokyung mencintai dirinya. What the hell! Egois banget! Helloooooow bumi itu memutari matahari, bukan mengitari kau! Serius disitu puncak kesebalan aku dengan karakternya. Sumpah aku sempat mengira dia adalah rubah picik, tapi setelah tahu kehidupannya bagaimana, ternyata hidup dia tak sempurna, malah lebih baik hidup Haeyoung dibanding Oh Bitna ini. Ternyata dia berasal dari keluarga broken home yang kurang perhatian, dan egoisnya tinggi dan  karena itu dia berusaha mencari perhatian dari orang lain dan berusaha untuk selalu tersenyum bahagia. Dia ingin membuktikan bahwa walaupun dia berasal dari keluarga yang bercerai tap Ia bisa sukses, bahagia. Padahal dalam nyata Ia bagaikan lapisan es yang tampak kuat namun sebenarnya disentuh dikit pun bisa hancur karena rapuh. Ia iri dengan Haeyoung yang memiliki ibu yang amat perhatian dengan dirinya. Ternyata mereka saling menyimpan rasa iri. Semenjak tahu itu aku kasihan dengannya dan tidak bisa membencinya. Rasanya beralasan sekali Ia bersikap seperti itu. Ditambah tak butuh waktu lama, Oh Bitna ini menyadari jika Ia sudah tak ada di hati Dokyung dan mengikhlaskannya dengan Haeyoung. Aku pun senang pada akhirnya mereka dapat berteman baik.

Menurutku karakter uri Haeyoung ini cukup berbeda dari karakter female lead drama lain. Dia memang karakter wanita yang cukup ribut dan urakan, bahkan terkadang bodoh seperti karakter female lead drama lain, tapi yang membuatnya berbeda adalah dia seseorang yang kuat dan sama seperti other haeyoung, Ia tak mau terlihat sedih lebih tepatnya Ia tak mau orang mengasihani dirinya. Ia tak mau merasa malu karena dicampakkan sehari sebelum pernikahannya. Lalu Ia seorang yang vokal. Dia benar-benar menyuarakan isi hatinya dan jujur dengan perasaannya sendiri. Kejadian Ia dicampakkan oleh Taejin membuatnya menjadi tak takut ditolak. Ia tak gentar akan Dokyung. Aku sampai iri dengannya, karena dia bisa jujur dengan perasaannya dan tak takut kalau Ia akan merasa sakit hati. Andai aku bisa kayak dia *eh kok curcol*. Haeyoung juga begitu realistis, dimana kalau lagi jatuh cinta senyum-senyum sendiri berasa dunia milik dia, dia juga bersifat kekanakkan terutama pada orang tuanya. Walau agak menyebalkan terkadang seperti dia merengek memohon pada orang tuanya gar mengizinkanya untuk dapat tinggal dengan Dokyung. Aku merasa bagian itu agak berlebihan karena Haeyoung sudah 32 tahun, Ia sudah dewasa, tak seharusnya Ia menangis seperti anak kecil karena hal itu.Walau begiu aku tetap merasa Haeyoung adalah karakter yang mengagumkan.

Baca lebih lanjut

EXO 3rd Album : EX’ACT [a Little Review]

Dari dulu pengen banget ngereview album musik, tapi aku enggak pernah berani melakukannya. Kenapa? Karena aku sama sekali enggak mengerti musik. Aku enggak tahu tekhnik bernyanyi ataupun bermusik, aku gatau musik yang bagus yang seperti apa, aku tidak tahu lagu ini tergolong genre apa, aku buta nada dan buta musik pokoknya. Yang aku tahu hanya, ah lagu ini enak banget di telinga, ah suara dia bagus banget, wow permainan pianonya memukau. Hanya sebatas itu. Aku hanyalah seorang yang amat suka mendengar musik yang enggak bisa satu hari pun tanpa musik *andai hal yang sama juga terjadi pada al quran, Ya Allah maafkan hambamu ini #edisiramadhan* , aku hanyalah seorang penikmat musik. Jadi aku tak punya hak untuk menjudge lagu ini bagus, lagu ini sampah, lagu enggak jelas. Aku hanya bisa menilai lagu ini enak, ramah di telinga aku. Lagipula musik itu masalah taste, selera. Selara tiap orang pasti berbeda-beda, ada yang enggak neko-neko sukanya pop, ada yang suka antimainstream musik-musik indie-alternative, atau yang berat macam jazz, atau ingin berjingkrak-jingkarak dengan edm. Makanya menurut aku bisa saja lagu ini enak luar biasa, bisa saja menurut orang lain ini aneh, karena tak sesuai dengan telinga masing-masing. Ya seperti itu lah pokoknya.

Aku menjadi seorang sm stan, karena musik yang mereka keluarkan cocok dengan telinga aku. Mereka tidak bermain di genre hip hop yang asing di telingaku *walau sekarang sih sudah cukup familiar karena sebagian besar grup kpop menggunakan genre hip hop*. Hanya sedikit lagu dari sm yang menggunakan genre hip hop sebagai track title, itu pun digabung dengan genre baru yang cukup unik aneh tapi nagih macam I Got A Boy nya SNSD dan juga Wolf nya EXO. Sebenarnya banyak dari track title lagu sm yang aneh tapi lama-lama nagih dan nempel. Menurutku itu adalah tipe lagu yang bagus karena akan terngiang-ngiang terus-terusan dan akan susah bosan karena banyak nada kejutan yan bikin nagih. Walaupun track titlenya aneh-aneh tapi just trust me, lagu-lagu yang non track title biasanya enak-enak banget dan nyaman banget di telinga. Walaupun sekarang sm mulai agak jarang menggunakan track title yang bikin kita berkata “jir lagu apa ini?” tapi lama-lama bikin nagih. Sekarang sm lebih sering menggunakan musik yang lebih pop kontemporer, funk mungkin dengan sentuhan edm yang lebih nyaman di telinga. Satu lagi bikin aku suka dengan lagu-lagu sm adalah biasanya sm juga suka memberi sedikit sentuhan RnB, Soul, dan Jazz dimana ketiga genre itu genre yang aku sukai, terutama pada f(x)*musik mereka unik banget, that’s why dari segi musik aku lebih menyukai f(x) dibanding snsd*, SHINee *their first album really RnB touch*, dan juga EXO.

EXO merupakan salah satu idol sm yang schedule ngeluarin albumnya jelas. Ya at least setahun sekali mereka mengeluarkan album baik mini maupun full. Setiap winter menjelang Christmas pasti ada lagu khusus. Ya sebagai salah satu mesin atmnya sm mereka terhitung produktif dibanding artis sm yang lain. Setelah mengeluarkan 2 full album also repackaged, dan 4 mini album termasuk 2 mini album edisi musim dingin, tahun 2016 ini EXO mengeluarkan full album mereka yang ketiga yang bertajuk EXA’CT. Aku cukup greget untuk enggak berbicara mengenai album ini karena album ini cukup berkesan dan nempel di telinga aku. Aku review ini dari segi kenikmatan aku terhadap album ini dan juga sebagai pendengar musik yang suka banget sama mereka. Aku takkan mereview dari segi musik, karena aku tak mengerti. Aku akan sangat sok tahu di tulisanku kali ini, jadi kalau ada yang salah maafkan. *Bow*

 Album EX’ACT ini menurutku cukup berbeda dengan album-album mereka sebelumnya. Album ini merupakan ful album pertama mereka yang resmi mereka bersembilan, dan member exo-m cuman sisa 3. Aku jadi bertanya-tanya, apakah album ini versi korea dan cinanya akan berbeda yang menyanyi sama sepeti album-album sebelumnya, ataukah seperti sing for you, dimana semua member nyanyi di kedua versi.

Hikmah dari para mantan yang pergi begitu saja meninggalkan hati exo-l yang lemah namun kini tegar adalah memberikan kesempatan member lain yang selama ini tenggelam untuk muncul ke permukaan menunjukkan skill bernyanyi mereka. Oleh karena itu, akhirnya sm memutuskan untuk semua member bernyanyi di kedua versi. Semuanya mempunyai part masing-masing di kedua versi. Hanya saja aku sempat berpikir jika mereka bernyanyi di kedua versi, biasanya member m akan lebih dominan di versi cina, seperti di sing for you atau repackaged Love Me Right. Ternyata setelah ku dengarkan kedua versi, kudengarkan baik-baik, dan memastikannya dengan melihat individual part di internet, ternyata versi korea dan cina part individunya tak berbeda jauh. Bahkan cenderung sama. Member m tak banyak dapat porsi di cina. Hal ini membuatku sedikit kecewa, mengingat kesayanganku, chen partnya menjadi lebih sedikit. Padahal aku ingin mendengar banyak suara dia, mengingat lagu-agu di album ini cocok dengan warna suaranya, tapi  at least Jongdae selalu memperkuat dengan backing vocalnya yang menawan. Selain itu lagu-lagu di album ini tak menggunakan high note yang wow, padahal aku rindu Chen high note, atau enggak ya setidaknya Baekhyun high note gitu.

Berbicara part pun, hikmah dari tiga orang pulang kampung selamanya, membuat part bernyanyi jadi lebih rata dibanding album-album sebelumnya. Semua member mendapat part di setiap lagu lebih dari 1 line. Xiumin yang selama ini hanya kebagian 1 line atau malah menjadi seorang rapper, kini mendapatkan part nyanyi yang hampir sama banyak dengan suho *banyakan suho sih tetep*. Terima kasih SM telah memberikan part yang lebih banyak pada Xiumin. Dia layak mendapatkan itu, dia itu seorang vokalis bukan rapper. Sehun pun yang biasanya ngerap seucrit, kini dia berbagi part dengan Chanyeol yang tak lagi maruk. Kai sejak kapan kamu menjadi vokalis? Part dia di setiap lagu terhitung banyak loh dibanding sebelumnya, dan juga dibanding pekerjaan dia sebagai main dancer. Bahkan partnya sama banyak dengan Xiumin.  Namun resiko dari part yang lebih rata, para main vocal kebagian lebih sedikit dari biasanya. Ya resiko boyband beranggotakan banyak dan pada bisa nyanyi *ya tapi walaupun mereka idol yang cenderung sebagai entertainer tapi basis mereka adalah penyanyi, jadi mereka harus bisa bernyanyi*. hanya saja yang tak berkembang partnya hanya Lay. Suara di tuh bagus, dia bisa menjadi seorang main vocal, tapi sm lebih meletakkan dia sebagai main dancer. Entah karena kesibukan Lay, sehingga sedikit waktu merekam lagunya atau Suudzonnya bentuk diskriminasi *astagfirullah enggak boleh berburuk sangka nan, ramadhan*. Aku harap sih selanjutnya Lay lebih dapat banyak part.

Aku merasa di album ini EXO lebih mature. Jika di album-album sebelumnya, lagu-lagunya masih terdiri berbagai genre namun tetap ada benang merah yang menghubungkan, sedangkan di EX’ACT ini lebih ke sejenis saja. Enggak macam-macam, jadi memang enggak begitu terasa pindahnya satu lagu ke lagu yang lain kalau kita sedang mengerjakan hal lain sambil mendengarkan album lain. Kalau d EXODUS kan agak beragam ya lagunya, ada yang agak hip hop macam transformer, ada yang agak orchestra epic gimana gitu macam El Dorado, atau agak funk jazz macam playboy. Kalau sekarnag tuh lebih ke RnB dengan sentuhan EDM dan juga funk soul kali yaaa… aku bingung mendeskripsikannya karena aku enggak ngerti musik, tapi sependengaran aku sih seperti itu. Menurutku EXO tuh enggak pernah lepas dari funk dan edm sih. Di album ini pun EXO tidak memasukkan hip hop seperti sebelum-sebelumnya. That’s whyi like this album. Terima kasih tidak mencoba hiphop sehingga amat renyah di telinga aku. Ya seperti ku bilang aku memang tidak begitu suka genre hip hop makanya aku dulu sempat tidak tertarik dengan bts karena awal muncul amat hip hop, sekarang mereka lebih pop makanya sekarang aku jad melirik setiap mereka comeback. Lagipula kalau EXO mau ke hip hop rapper mereka bukan rapper hip hop. Rapper mereka ya sekedar bisa ngerap seperti rapper sm pada umumnya. Mending enggak usah, dan sm tahu hal itu. Hip hop isn’t sm style *tapi enggak tahu nih NCT bakalan gimana, takut nge hip hop euy, mengingat mereka belum mengeluarkan album, dan single The 7th Sense cukup Hiphop dengan sentuhan EDM tapi yang Without You nya pop band banget, semoga sm tetap pada jalurnya sih*. Baca lebih lanjut

[REVIEW] DESCENDANTS OF THE SUN & COMEBACK MISTER

Setiap slot waktu drama tayang pasti terjadi persaingan tersendiri, namun beberapa bulan kemarin, persaingan yang terjadi pada slot tayang rabu-kamis dimenangkan telak oleh sebuah drama hits yang memecahkan rating dalam 10 tahun terakhir. Namun efeknya drama yang memiliki jadwal tayang sama memiliki rating kecil, padahal mungkin ceritanya juga tak kalah menarik. Bukan bermaksud membandingkan, karena kedua drama ini genre berbeda, tapi menurutku tak ada salahnya menonton kedua drama ini.  Jangan cuman salah satunya saja. Oke let’s go!

Descendants Of The Sun

Genre : Romance, Mellodrama, Military, Medical

Why I Watched : Aku menonton drama ini sih bukan lain karena Song Joongki,finally he comeback after military! Nyaris empat tahun ga main drama, jelas ku rindu. Ditambah ada Onew bias di SHINeeku, aku penasaran dooong. Lalu ada Kim Jiwon juga, I love her since the heirs. Ditambah penulisnya Kim Eunsook, walau terkadang suka ga realistis, aku cukup menikmati kedua drama dia sebelumnya The Heirs dan juga A Gentleman Dignity.

Kesan : Sorry to say for all fans DoTS, but I think this drama just too overrated. Yes this drama deserve got high rating, but it just too overrated. You can say my taste is low, but I don’t get the hype from this drama. Drama ini tuh Kim Eunsook banget. Selalu second couplenya lebih menarik dibanding main couple. Rame sih jarang-jarang ada drama dengan tema macam gini, tapi serius aku merasa ini terlalu overrated. 8 episode pertama menarik bikin nagih, tapi selanjutnya geunyang rame.

The interest thing : sudut pandang yang diangkat. Jarang banget drama korea ngangkat cerita tentang tentara, di daerah konflik pula. Kita jadi tahu sulitnya menjadi tentara yang harus patuh pada negara, tapi disisi lain dia juga punya sisi kemanusiawi. Aku juga suka cerita mengenai dokter di daerah konflik dan bencana. Betapa hecticnya, ditambah wabah penyakit. Perbedaan sudut pandang antara dokter dan tentara jelas berbanding terbalik. Adegannya pun tak hanya tentang cinta, tapi juga ada kemanusiannya, dan juga action.

The Bad Thing : Serba nanggung karena banyak cerita yang dimasukkn jadi nanggungnya aja si genrenya. Alur ceritanya juga enggak begitu jelas, si konfliknya tuh mau dibawa kemana? Konfliknya yang mana? Ku kira di 8 episode pertama konfliknya mengarah ke si Argus. Iya sih memang ada konflik dengan Argus, tapi hanya begitu saja. Myeon diculik, diselamatkan Argus meninggal. Sudah aja? Mungkin Kim Eunsook lebih ingin menonjolkan kehidupan tentara makanya konfliknya enggak begitu jelas. Kisah cintanya menurutku terlalu cheesy. I like something cheesy, but its’ too cheesy… eneg liatnya. Mereka tuh orang dewasa, tapi kok begitu ya romance yang dibangun. Karakter Yoon Shijin terlalu sempurna untuk menjadi the most wanted boyfriend. Ya tapi siapa juga yang kuat digodain tentara seganteng doi. at least konflik cinta mereka enggak ada yang rumit.

Chemistry & Akting : Chemistry kedua pasangan terbangun amat baik, sampai bermunculan SongSong Couple. Sampai mereka digosipkan berpacaran. Sampai pas di Baeksang Awards datang berdua, mana song Hyekyo pake gaun putih, macam pernikahan mereka berdua saja itu mah K. Bikin sirik dan minta di ship =(, tapi aku pribadi enggak sampai ngeship mereka di real life. Entah kenapa, mungkin karena aku enggak dapet hypenya, dan juga aku lebih suka Joongki saat dia menjadi Kang Maru dibanding Yoo Shijin. Memang sih aku belum bisa move on dari Kang Maru dan Seo Eungi, tapi aku enggak ngeship Joongki dan Moon ChaeWon juga sih. Aku lebih ngeship pasangan Seo Daeyoung dan Yoon Myungju. Sayangnya Jingoo sudah menikah jadi enggak bisa ngeship dia dengan Kim jiwon, jadi tetap ku ngeship Kim Jiwon dengan Kang Haneul muahahaha *Go Yoo Rachel-Lee Hyoshin!*. akting sih overall fine, jelas pemain utamnya kelas hiu semua, apalagi Song Hyekyo super sunbaenim. Untok Onew segitu bagus kok untung pemula karena ini drama pertamanya. Banyak yang memuji akting menangisnya, tapia ku terganggu saat dia akting selain menangis seperti bermanja dengan istrinya. Sama sekali aneh, also awkward.

Second lead syndrome : Patut disyukuri enggak ada pihak yang tersakiti karena sepasang insan manusia yang saling mencinta.

Ending : Ya jelas sih, happy ending. Setiap pasangan bisa kembali bersama, tapi kurang dramatis. Kayaknya lebih menarik kalau ada yang mati muahahahaha. Buat aku sih cukup akhir ceritanya. Aku pribadi sih enggak ingin ada tambahan season 2. Sudah cukup soalnya. Makanya saat ada kabar mau ada musim kedua dengan fokus pada kisah Daeyoung dan Myungju, ku tak tertarik karena takutnya malah jadi jelek.

Rate : 3 ¾ bintang dari 5 bintang

Verdict : Jangan tertipu dengan rating *tapi drama ini bagus kok. Tonton saja*

 

Comeback Mister

Genre : Romance, Comedy, Fantasy, Family Baca lebih lanjut

[REVIEW] ONE MORE HAPPY ENDING ; NIGHTMARE TEACHER

I just finished 2 drama in one week, but I don’t have much time to write a review. Jadi kemungkinan kalian akan sering melihat review drama ku dalam format sepeti ini. Kalau ada drama yang amat menarik untuk ku bicarrakan panjang lebar, pasti akan ku review dengan versi panjang seperti review-review ku sebelumnya, tapi jika tidak ada dua kemungkinan. Akan ku review dalam bentuk panjang jika ku ada waktu, jika tidak akan kubuat review dengan format seperti ini. Semoga kalian tetap menikmatnya ya ^^. So check this out guys….

One More Happy Ending

Genre : Romance, Comedy

Kesan : Standar romcom korea sih, dimana awalnya lucu banget kesinisininya jadi serius, simple ceritanya enggak ribet. Sanggup mengocok perut karena beberapa kekonyolan seperti saat Mimo dan Soohyuk mabuk dan menikah, dibikin diabetes kelaukuan manis Haejoon ke Mimo, merasakan baper dengan persahabatan para anggota angels, dan masih banyak adegan lain yang menarik.

The interest thing : cerita para pemeran pendukungnya, yaitu teman-teman Mimo para anggota Angels. Hubungan percintaan mereka menarik untuk disimak, seperti perjuangan Dajung untuk mempertahankan rumah tangganya dengan Gunhak, Aeran yang baru menikah kehilangan kepercayaan dengan suaminya yang playboy, Dongbae, dan juga Dongmi yang sudah berumur 34 tahun belum menikah dan selalu unlucky dengan masalah percintaan. Mereka semua memiliki cerita masing-masing dan menarik untuk diikuti.

The Bad Thing : Kurangnya dari drama ini tuh, kan drama ini uga menceritakan para pemain pendukungnya, tapi sayangnya screen time mereka terlalu sedikit dan kurang dikupas cerita kehidupan mereka. Kalau dikembangkan akan menarik tuh. Seperti gimana sih awlanya Aeran dan Dongbae bertemu, lalu perasaan Gunhak saat Dajung menyerah dan terkena kanker, dsbnya. Pertengahan episode agak membosankan menurutku, apalagi saat hubungan cinta segitiga mereka yang makin rumit dan greget sama Mimonya. Untungnya saat sudah tidak begitu rumit lagi, cerita ni menjadi kembali lagi “hidup”.

Chemistry & Akting : Berhubung pemainnya termausk yang pemain senior lah dan matang, maka dari itu aktingnya enggak usah diragukan. Jung Kyungho dan Jang Nara memang ciamik dan ya bisa dikatakan salah satu master aktor dan aktris romcom, jadi akting mereka bagus dan hidup. Chemistry antar pemainnya juga bagus, terutama para tokoh utama. Mesranya dapet banget walau agak kekanakkan sih. Ya namanya juga orang jatuh cinta. Makanya drama ini nyaman ditonton juga karena akting pemainnya bagus-bagus.

Second lead syndrome : Yes, definitely yes! Oh my Goo Haejoon =(. Dia cukup mengagumkan dengan sikap manisnya dan ampun nggak kuat kalau sudah liat dia senyum. Jatuh hati adek sama abang Kwon Yul. Sedih bsnget saat lihat dia merasa frustasi akan kisah cinta rumitnya dan pada akhirnya dia harus melepas, tapi at least Haejoon sempat memiliki Mimo dan hubungan mereka saat itu memang tulus adanya. Wajar sih Mimo berpaling juga karena Soohyuk ebih mengerti dan langsung bertindak, sedangkan Haejoon itu terlalu self centered. Lagipula hubungan mereka terlalu cepat juga. Duh setelah melihat drama ini rasanya ingin melihat Kwon yul menjadi first lead setelah di Let’s eat 2  dan disini menjadi second lead yang tersakiti dan sempat memiliki. Sayang kan cowok seganteng dan seberbakat dia enggak dijadikan first lead. *sory for being biased, because his appearance is my type. He has cute and baby face also sweet smile wkwkwk*

Ending : Ya standar romcom juga, dan sesuai judulnya, semuanya memiliki akhir yang bahagia dengan kebahagian masing-masing. Mereka semua menemukan pasangannya masing-masing, bahkan Yeonsoo yang merupaan mantan istri Haejoon juga menemukn passangannya. Untukku sih akhri cerita drama ini cukup sih, enggak jelek tapi enggak memukau juga, nice lah, setidaknya enggak gantung dan puas. Mungkin ada yang cukup kecewa karena Haejoon dan Yeonsoo enggak balikan, tapi aku dari awal juga enggak ingin mereka kembali. Hubungan mereka itu dari awal juga seperti lebih ke teman, apalagi setelah cerai. Yeonsoo yang sudah hidup bersama mengerti Haejoon dan selalu memberi saran. Hubungan mereka ini mengingatkanku pada karakter dr. Gook dan dr. Shim di drama Emergency Couple. Kesamaan mereka adalah sama-sama pasangan dokter yang kini sudah menjadi mantan dan juga yang hubungan dr. Gook dan dr. Shim setelah putus seperti teman, dimana dr. Shim selalu memberi saran. Sama seperti Yeonsoo yang memberi saran pada Haejoon, makanya meihat hubungan mereka aku berharap mereka tak kembali rujuk dan tetap menjadi teman baik, karena itu hal yang baik bagi mereka.

Rate : 3,5 bintang dari 5 bintang

Verdict : Setiap orang berhak memiliki kesempatan kedua dan merasa bahagia dengan jalannya masing-masing!

Baca lebih lanjut