[REVIEW] PINOCCHIO

Sepandai-pandainya kamu menyimpan bangkai, pada akhirnya pasti akan tercium juga. Itulah salah satu pesan yang ingin disampaikan tim produksi drama satu ini. Mumpung masih baru beres nonton minggu kemaren, langsung cus kita bahas.

P.S : Aku menyebut Hamyung sebagai Dalpo saat aku menceritakan saat Dalpo belum mengungkapkan jatidirinya sebenarnya. Saat aku menceritakan bagian setelah Dalpo sudah mengungkapkan jati dirinya, aku menyebut dia dengan Hamyung. Semoga kalian tidak bingung ^^ dan siap-siap ini pasti akan menjadi postingan yang sangat panjang dan maaf kalau membosankan.

Pinocchio drama bergenre romance, comedy, Drama, Family ini menceritakan Ki Hamyung, di tahun 2000 telah terjadi kebakaran besar disuatu pabrik. Ayah Hamyung, Ki Hosang, merupakan seorang kepala pemadam kebakaran, diberitahu manajer pabrik bahwa masih ada dua orang pegawai yang terjebak, sehingga Ki Hosang memutuskan tim nya untuk masuk ke dalam, walau banyak bahan berbahaya. Ternyata kedua orang itu telah berhasil meloloskan diri, sedangkan tim pemadam sudah berada dalam kobaran api, dan sialnya terjadi ledakan sehingga menewaskan tim pemadam. Jasadnya Ki Hosang tidak ditemukan, dan naasnya ada seorang yang menderita Pinocchio syndrome dimana setiap Ia berbohong akan cegukan, yang mengatakan jika Ia melihat seseorang yang mirip Ki Hosang dari belakang sedang berjalan, padahal orang yang Ia lihat adalah orang lain. Akibatnya orang-orang mulai menyalahkan Ki Hosang, sampai seorang reporter Sung Chaok menyudutkan mereka dan membuat berita yang menyalahkan Ki Hosang. Akibat pemberitaan itu, keluarga Ki Hosang menjadi hancur. Kakak Hamyung, Ki Jaemyung tak terima akan hal itu mencoba menjelaskannya pada Chaok, namun ternyata Chaok adalah seorang reporter pendramatisir. Ia rela melebih-lebihkan berita hanya demi rating. Isi wawancaranya dengan Jaemyung ingin Ia potong habis-habisan dan menyisakan bagian “Aku ingin ayahku hidup”. Jaemyung yang mengetahui itu marah dan menyerang Chaok hingga terpaksa Jaemyung menginap di kantor polisi semalam. Pada malam yang sama, Ibu mereka mengajak Hamyung bunuh diri akibat tak tahan dengan omongan orang, mereka pun terjun ke laut. Mengetahui hal itu Jaemyung marah dan menaruh dendam pada semua reporter, terutama Sung Chaok. Perisitiwa bunuh diri itu ternyata tak membunuh Hamyung. Hamyung terombang-ambing dilautan dan ditemukan seorang kakek, Choi Gongpil, dan Hamyung diadopsi olehnya dan berubah namanya menjadi Choi Dalpo. Kakek Choi ini memiliki seorang putera Choi Dalpyung dan seorang cucu Choi Inha yang memiliki Pinocchio syndrome. Inha ini ternyata merupakan putrid dari Chaok, namun Chaok sudah bercerai dengan Dalpyung. Inha yang merupakan anak dari orang yang Ia benci membuat Dalpo terkadang bersikap jutek pada Inha. Saat mereka SMA terjadi suatu kejadian hingga Dalpo bisa masuk televise mengikuti sebuah kuis untuk membuktikan bahwa dia sebenarnya pintar dan tidak berbuat curang saat tes untuk mengikuti acara kuis itu. semenjak kejadian itu Inha bercita-cita menjadi seorang reporter. Singkat cerita di 2013, keluarga Choi sudah pindah ke Seoul. Inha masih terus mencoba menjadi reporter walau telah gagal 35 kali. Disuatu kesempatan, Dalpo yang menjadi super taksi mendapat penumpang Sung Chaok. Dalam taksi itu mereka terlibat obrolan hingga membuat emosi Dalpo meninggi. Akhirnya Dalpo memutuskan untuk menjadi reporter,pekerjaan yang paling Ia benci, untuk mengetahui pekerjaan seperti apa sebenarnya reporter dan juga untuk membuktikan pada Chaok jika apa yang dilakukan Chaok selama ini bukanlah reporter. Dalpo ingin menunjukkan pada Chaok seperti apa yang harus dilakukan reporter sejati.

Fiuh panjang juga ringkasan ceritanya. Alasan aku menonton ini, awalnya kan pemeran utama drama ini dikabarkan Park Shinhye dengan Kim Woobin. Wah senangnya bukan main dong aku, sudah mah aktor dan aktris favorit yang main, eh ini juga pasangan tak terbalas di The Heirs. Akhirnya kan kesampain keinginanku untuk mereka main bareng tapi sebagai lead. Akhirnya cinta Youngdo pada Eunsang terbalas juga, huh tapi sayangnya, keinginanku itu harus tertunda karena Woobin menolak dengan alasan jadwal, namun kesedihanku tak berlangsung lama. Pengganti Kim Woobin ini enggak kalah kece, dan dia juga salah satu aktor favoritku. Sahabat Kim Woobin lah yang menggantikannya, Lee Jongsuk. Alhasil ketertarikan ku tak jadi berkurang. Ditambah ceritanya tentnag reporter. Aku tertarik dengan dunia itu, makanya aku memutuskan untuk menonton drama ini. Drama ini merupakan reuninya Lee Jongsuk dengan PD dan SW-nim nya. Mereka pernah bekerja sama sebelumnya di I Hear Your Voice. Tahukan betapa kecenya drama itu? makanya aku excited sekali dan menantikan drama ini, apalagi drama ini setelah My Lovely Girl yang menurutku membosankan. U know what? Rasa excited aku tidak terpatahkan. Alhamdulillah, aku tidak menyesal sama sekali untuk mengikuti drama ini.

Drama ini memiliki banyak kekuataan. Latar belakang ceritanya menarik dan manusiawi. Diawal episode kita dibuat sedih dengan keadaan keluarga Ki Hosang yang hancur berantakan hanya karena sebuah asumsi. Lalu, drama ini alurnya amat cepat. Serius, aku enggak menyangka ternyata drama ini begitu cepat. Walaupun alurnya cepat, tapi aku merasa 20 episode enggak kebanyakan. Pas gitu dengan jumlah episode sebanyak itu, misteri-misteri terpecahkan. SW-nimnya begitu detail. Setiap adegan rasanya punya makna, dan mengandung misteri. Seperti adegan saat Cap Gyodong memberikan nomer Jaemyung pada Dalpo melalui Yoore, ternyata itu disadari Yoorae diepisode selanjutnya. Lalu, adegan Beomjo yang selalu memegang ponsel setiap berbicara dengan ibunya mengenai dibalik kasus Chansoo dan Ki Hosang. Ternyata Beomjo merekam obrolan itu semua. Masih banyak lagi detail yang ada disetiap adegan dan ternyata itu semua memiliki arti.

Alur yang cepat dan tidak bertele-tele membuat misteri-misteri yang ada cepat terjawab. Aku kira drama ini bakalan seperti drama korea pada umumnya yang agak makjang. Aku berpikir seperti itu karena di episode 3 atau 4, Dalpo nyaris saja bertemu dengan Jaemyung. Aku pikir akan lama mereka bertemu. Aku pikir bakalan ada di episode belasan. Ternyata aku terkecoh, di episode 7 akhir, mereka sudah bertemu, namun Dalpo menyembunyikan jati dirinya. Disitu aku mengira lagi kalau Identitas asli Dalpo akan ketahuan kakaknya di episode 12-13, eh ternyata malah minggu depannya di episode 10 sudah terungkap. Aku enggak nyangka juga kalau Dalpo mengungkap jati dirinya di seluruh dunia di episode 12. Di episode itu pula Jaemyung mengungkap pembunuhan yang Ia buat. Selain itu hubungan Dalpo-Inha yang ternyata sudah terungkap di episode 8. Aku kira bakalan lama. Serius ini ngebut alurnya.

Satu misteri terpecahkan, ternyata tak membuat SW-nimnya kehabisan ide. Masih banyak misteri-misteri yang belum terungkapkan, dan kerennya misteri-misteri yang terpecahkan itu bukanlah sebuah misteri yang terpisah-pisah, tapi merupakan potongan puzzle untuk mengungkap misteri dibalik kebakaran yang menyebabkan ayah Hamyung meninggal. Twist yang diciptakan lumayan banyak dan membuat kita terkecoh hingga membuat kita berkomentar,”What a twisted?”. Ternyata kasus kebakaran tersebut tak semudah yang kita kira. Ternyata itu semua permainan dibalik orang-orang berkuasa. Twist yang aku cukup membuatku terkejut sekaligus terkecoh adalah saat tahu kalau Chaok memanipulasi berita kebakaran pabrik 14 tahun lalu. Orang-orang mulai tahu bahwa berita itu dilebih-lebihkan, dan kita mengira Chaok membuat seperti itu untuk menaikkan rating berita, tapi ternyata jeng…jeng… itu semua adalah manipulasi untuk mengalihkan pemberitaan mengenai penyebab kebakaran sebenarnya.

Aku sukanya drama ini adalah, komedi, sweet, bahagia, sedih, haru bercampur jadi satu. nano-nano banget nonton drama satu ini. penuh kejutan. Melihat tingkah laku Inha dan Dalpyung yang marah-marah sambil menyikat gigi benar-benar lucu. Like father, like daughter. Lalu adegan mesranya Inha-Hamyung, aduuuh bikin sirik banget. Sedih dan terharu banget melihat adegan antara Hamyung-Jaemyung. Chaok-Inha, kakek Choi yang kehilangan Dalpo. Ah gila drama ini bikin perasaan bercampur-campur.

Menonton drama ini membuatku bergidik dan ngeri, betapa hebatnya sebuah asumsi dan opini publik. Betapa menyeramkannya opini publik, seperti yang dikatakan Kang Doyoung di Liar Game, jika orang-orang meyakininya sebagai kebenaran, maka itu akan menjadi kebenaran. Saat asumsi si Pinocchio yang melihat orang seperti Ki Hosang, orang-orang akan menganggapnya benar karena seorang pinokio tak dapat berbohong. Hal itu lah yang digunakan orang berkuasa untuk membelokkan arah cerita. Jika ada sebuah spekulasi dan rumor jangan percaya begitu saja, apalagi seorang reporter. Sejatinya , reporter adalah tugas dimana Ia harus menyampaikan apa yang sebenarnya terjadi, tanpa dikurangi ataupun ditambahi. Jika ada sebuah kabar penting bagi seorang reporter untuk mengkoscreknya terlebih dahulu. Janganlah langsung memberitakan hanya dengan dugaan kita. Kita harus mencari tahusedetail aapun hingga tak ada yang dirugikan. Reporter itu bagaikan perwakilan publik terhadap dunia ini, jadi seharusnya seorang reporter tak memihak pihak manapun. Itulah salah satu yang ingin disampaikan melalui drama ini. sayangnya, kekuasaan dan kebutuhan manusia akan uang, membuat idealisme itu runtuh.

Banyak media yang seperti menjadi pencitraan dan perlindungan kelompok tertentu. Mungkin hanya sedikit sekali media yang memiliki idealisme untuk tak berpihak pada siapapun dan bertekad memberitakan kebenaran. Gambaran media seperti ini digambarkan melalui Pinocchio dengan adanya persaingan YGN dan MSC di slot tayang yang sama. MSC merupakan media yang direkturnya memiliki hubungan baik dengan kalangan pengusaha dan pejabat sehingga seringkali memberitakan mengenai kebaikan orang tersebut. MSC tak pernah berani mengungkapkan kebusukan dari mereka. Ditambah lagi, MSC merupakan tempat bekerja Sung Chaok, sehingga banyak berita yang mendapat bumbu. YGN merupakan media yang memiliki idealisme yang tinggi. Apapun yang terjadi, mereka akan menceritakan yang sebenarnya. Apalagi saat Hamyung menguji dengan menanyakan mana berita yang harus ditayangkan, berita yang menyenangkan atau berita yang semua orang harus tahu tapi menyakitkan? Sejak saat itu YGN tak mengikuti arus. Saat yang lainnya memberitakan olimpiade, YGN tetap konsisten untuk memberitakan kebenaran dibalik kasus kebakaran yang membuat Chansoo disalahkan.

Drama ini tampaknya enggak jauh dari keseharian tentang dunia jurnalistik, walau kata orang yang kerja menjadi jurnalis dan juga menonton drama ini, drama ini pencitraan dan kasus manipulasi itu terlalu lebay *namanya juga drama sih pasti ditambah bumbu*, cuman sebenarnya ini agak menggambarkan dengan dunia jurnalistik di kehidupan kita, apalagi Indonesia. Sudah rahasia umum, beberapa media *eh apa hampir semua?* berpihak pada suatu golongan. Hal ini sangat terlihat jelas saat pilpres. Aku sampai eneg melihat berita yang saling menjagokan orang tersebut tapi menjatuhkan pihak lain. Ya media kita banyak yang seperti MSC. Memberitakan kebaikan suatu tokoh dan terus mengeksposnya. Kata dulurku yang kuliah di jurusan jurnalistik, dia bilang bahwa dari sekian ratus media, sebenarnya pemilik utamanya hanya 13 orang saja, dan kebanyakan dari mereka memiliki suatu kepentingan tersendiri. Ironis. Aku jadi berpikir ada enggak sih media yang kayak YGN. Ah mungkin YGN terlalu sempurna, karena pada akhirnya politik memang bermain sih dan kerjasama memang diperlukan untuk kehidupan media tersebut, tapi ya setidaknya mendekati YGN, dimana mereka memberitakan yang sebenarnya. Tanpa takut kekuasaan untuk memberitakan sesuatu. Ah andai saja di Indonesia memiliki reporter sejati sekeren Hamyung, Inha, dan Cap Gyodong.

Chaok pernah berkata sebuah berita itu harus memberikan efek samping dan menarik perhatian makanya Ia sering membuat judul dengan kalimat negatif. Fakta sih itu, tapi itu bukan cara yang baik, lagipula itu seperti memutar balikan fakta. Orang-orang akan melihatnya sebagai berita buruk, dan itu tak baik. Hal itu mengingatkanku pada media online yang seringkali judul-judul beritanya “enggak banget”. Judul dengan isi seringkali berbeda. Melihat judulnya kita mengira apa tahunya isinya tentang apa. Mungkin mereka memakai judul yang aneh-aneh agar menarik perhatian pembaca sehingga mau membaca berita tersebut, tapi aku tak suka, karena terkadang judulnya suka menyudutkan suatu pihak. Sebenarnya aku tak tahu sih dalam etika jurnalistik dibenarkan atau tidak, tapi mungkin hal tersebut tak masalah, karena banyak media online yang seperti itu.

Efek drama ini cukup luar biasa buat aku. Sekarang setiap aku menonton sebuah berita aku menjadi bertanya-tanya, apa berita ini benar? Enggak melebih-lebihkan? Berita kayak gini jadi berita? Eh ada berita kayak gini sengaja untuk mengalihkan perhatian kan? bahkan aku melihat salah satu news anchor wanita yang mengingatkanku pada Chaok, karena gaya dia mewawancarai yang suka memotong dan terkadang menyudutkan. Untuk bagian memotong mungkin karena durasi, tapi yang menyudutkan. Awalnya aku kagum karena dia berani menanyakan pertanyaan yang “berani” pada tokoh besar, pertanyaan yang cukup sensitif dan kontroversial, tapi setelah menonton drama ini dan melihat gayanya yang terkadang menyudutkan, membuatku menjadi agak kurang sreg. Dia menyudutkan dan tidak memberi kesempatan narasumber untuk menjawab dengan baik. Bisa saja kan karena panik disudutkan narasumber itu jadi tidak bisa menjawab dengan benar? Tapi semoga itu hanya praduga aku saja, dan lagipula sudahlah tidak baik berspekulasi. Moga saja dia bukan Sung Chaok dikehidupan nyata. Baca lebih lanjut

Iklan

JEPRETPRESS DRAMA AWARDS 2014 part 2

Part 1

Selamat datang Kembali di JEPRETPRESS DRAMA AWARDS 2014 saat ini anda berada di part 2 awards ini. Setelah di part sebelumnya telah disebutkan 6 kategori. Di part 2 ini kami akan menyebutkan 7 kategori yang tersedia. Kita langsung lanjut kembali, kategori ketujuh yaitu Second Lead Syndrome. Ini merupakan penyakit utama Kdrama Lover. Saat second lead lebih menarik perhatian pemirsa, sehingga membuat kita mendukungnya, padahal kita tahu kalau dia takkan bisa bersatu dengan first lead. Aku cukup sering terkena penyakit ini, tapi untung drama yang aku tonton di tahun 2014 ini aku jarang terkena sindrom ini. Sindrom ini menyerang pada drama yang aku baca rekapannya, seperti Prime Minister and I, High School King of Savvy,dll. Alhamdulillah drama yang aku tonton, para First Leadnya lebih mengagumkan, tapi ada juga sih drama yang enggak ada second leadnya macam It’s Okay That’s Love. Nominees for Second Lead Syndrome are…

  1. Gook Chunsoo (Lee Pilmo) on Emergency Couple. dr. Gook yang kaku dan sulit mengungkapkan, saat berhadapan dengan Jinhee, dia jadi bisa lebih mengekspresikan dirinya. Saat Jinhee tertarik padanya, dr.Gook belum terlalu menghiraukan, namun saat dia menyadari kehadiran Jinhee membuatnya lebih ekspresif dan dia mulai tertarik, Jinhee sudah berbalik lagi pada Changmin. Poor dr.Gook L.
  2. Oh Soohyun (Kang Sora) on Doctor Stranger. Dia ini merupakan second lead paling beruntung sekaligus paling menyedihkan. Dia beruntung karena baru kali ini aku lihat drama yang second leadnya lebih dapat banyak interaksi dan skinship dengan lead male, eh tahunya itu semua hanya php. Second lead tetaplah second lead yang selalu bertepuk sebelah tangan. Sakitnya tuh At Gwanghwamun tahu enggak? *hiks*
  3. Shiwoo (Kim Myungsoo/ L of Infinite) on My Lovely Girl. Awalnya Shiwoo cukup sebal, mungkin lebih tepatnya malu karena Sena memergokinya dalam keadaan sangat buruk, ditolak seorang wanita. Namun saat mengenal Sena, Shiwoo malah terpesona dan akhirnya jatuh pada Sena, tapi sayang Senanya malah ama Hyunwook. Sedih banget lihat dia patah hati, padahal chemistry mereka cukup bagus.
  4. Lee Yoonho (Park Bogum) on Tomorrow Cantabile. Disaat dia menyerah akan impiannya pada alat music Cello, saat dia bertemu Naeil dan mendengar permainannya membuat semangatnya kembali hingga membuatnya jatuh cinta pada Naeil, tapi Naeil hanyalah melihat Yoojin seorang. Dia berhasil menarik simpatiku dengan kesedihannya. Dia juga baik dan mengagumkan. ugh.. Naeil kalau kamu enggak mau buat aku saja.

Itulah nominasi Second Lead Syndrome, dan juaranya adalah tak dan tak bukan, ya betul satu-satunya second lead female, Oh Soohyun!. Soohyun ini menurutku untu ukuran second lead karakter dia terlalu mengagumkan. dia terlalu banyak mencuri perhatian. Perlakuan Hoon yang begitu baik dengannya membuat Soohyun jatuh hati dan Hoon tanpa sadar telah ngephpin dia. Soohyun meupakan second lead, yang benar-benar aku dukung dari awal drama sampai akhir. Sampai dramanye belum benar-benar tamat pun aku tetap mendukungnya. Hidup quack!

Selanjutnya, enggak jauh-jauh dari second lead, yaitu The Most PHP Couple. Kategori ini ditujukan untuk pemain yang mempunyai cukup chemistry yang kuat sebagai pasangan, namun sayangnya mereka tak diceritakan bersama. Padahal berharap banget mereka bersama, jaidnya kan PHP ke penonton. Ya, langsung saja yuk, nominasinya adalah….

  1. Ryu Taeoh – Ma Jiul (Lee Joon – Kim Jiwon) on Gapdong. Interaksi mereka sering ya. Jiul membantu Taeoh untuk bisa menemukan ekspresi dan perasaan, karena Taeoh tak dapat merasakan perasaan. Jiul pun beberapa kali hampir jadi korban Taeoh. Aku suka banget adegan mereka yang di episode 18-19 yang bisa dikatakan kencan laah, walau tujuannya mau membunuh Jiul. Terdapat potensi getar-getar asmara diantara mereka, tapi ternyata sang SWnim tidak berniat membuat loveline diantara mereka.
  2. Park Hoon – Oh Soohyun (Lee Jongsuk – Kang Sora) on Doctor Stranger. Chemistry diantara mereka berdua begitu kuat, bahkan lebih kuat dibanding OTP dramanya. Shipper pasangan ini sempat berpikir jika mereka akan berlabuh, tapi sayangnya mereka tenggelam. Skinship dan interaksi yang banyak terlalu disayangkan jika mereka tidak bersama.
  3. Ha Woojin – Nam Dajung (Lee Sangyoon – Kim Soeun) on Liar Game. Pada awal-awal episode terasa ada romansa diantara mereka berdua walau hanya sedikit. Woojin sudah bagaikan ksatria hitam yang selalu menjaga Dajung dari kecurangan peserta Liar Game dan Doyoung. Chemistry yang ada diantara mereka bagus dan kuat, namun sayangnya drama ini memang tak berniat untuk membuat loveline. Dramanya benar-benar tak tersentuh romance. Berharap jika ada season 2nya, tercipta loveline diantara mereka berdua.

Pemegang gelar The Most PHP Couple adalah….. selamat quack couple kalian memang pasnagan paling PHP. Dikirain bakal jadi, tahunya itu hanyalah sebuah fanservice semata untuk quack shipper. Ya walaupun uri quak sank, but quack can swim wkwkwkwk.

Selanjutnya kategori yang akan digemari para perempuan. The Most Wanted To Be Boyfriend. Kategori ini diberikanan kepada first lead male yang memiliki karakter mengagumkan, apalagi kalau sudah dalam hal percintaan sehingga membuat para perempuan ingin memiliki pacar seperti karakter tesebut. Nominasinya adalah….. Baca lebih lanjut

JEPRETPRESS DRAMA AWARDS 2014 part 1

Halo semua apa kabar? Gimana nih tahun barunya? Resolusinya apa? Apa? Ngerjain resolusi tahun kemaren? Euh….sama kok aku juga muahahahaha. Sudah ah basa basi busuknya, langsung saja yuk.

Jadi setiap akhir tahun, ya menjelang perpindahan tahun baru, biasanya di Korea sana sering diadakan ajang penghargaan untuk industri hiburan baik musik, entertainment, dan juga drama. Nah sebagai seorang penggemar drama, dan pada 2014 kemaren aku cukup aktif menonton drama-drama dari negeri ginseng sana, aku juga mau sok sok bikin awards, tapi awardsya ala-ala aku. Aku takkan mencari yang terbaik karena aku tak mengerti tentang dunia akting dan produksi drama, tapi kategori dan pemenang yang aku pilih dalam award ini berdasarkan sesuatu yang telah menarik perhatianku. Jadi ya sebenarnya awards ini berdasarkan seleraku saja, jadi ya akalu kalian enggak setuju enggak masalah, karena selera orang kan berbeda. Aku iseng saja membuat awards ini.

Awards ini aku namakan JEPRETPRESS DRAMA AWARDS. Drama-drama yang masuk awards ini merupakan drama-drama yang tayang pada 2014 yang aku tonton. Dari sekian banyak Kdrama yang tayang pada 2014 ada 14 drama yang aku tonton. Drama-drama tersebut adalah, You Who Come From The Star, Emergency Couple, Mimi, Gapdong, Doctor Stranger, You’re All Surrounded, It’s Okay That’s Love, Marriage Not Dating, My Lovely Girl, God’s Quiz Season 4, Tomorow Cantabile, Liar Game, Pinocchio, dan Healer. Sebagian besar drama-drama yang aku tonton berasal dari tVN dengan slot tayang jumat-sabtu dan SBS rabu-kamis. Harus kuakui drama-drama dengan waktu slot tersebut biasanya memang menarik. Drama-drama diatas lah yang akan mendapatkan JEPRETPRESS DRAMA AWARDS kecuali Healer, karena selain di 2014 baru tayang sebanyak 8 episode, aku pun baru menonton episode pertama saja *belum sempet download T_T*. Untuk Pinocchio aku masukan karena jumlah episode yang sudah tayang selama 2014 sudah melebihi setengah dari total episode drama ini. di 2014 Pinocchio tayang sebanyak 14 episode dari 20 episode. Ya walaupun sekarang udah tahun 2015, ya enggak apa-apa ya aku sebut penghargaan 2014 karena dramanya berasal dari drama 2014. Kita buka secara resmi yuk.

Ladies and Gentleman, welcome to JEPRETPRESS DRAMA AWARDS 2014. This awards is appreciation form for dramas in 2014 which interested the writer. We have some categories with some nominees. So, here we go, first categories, Acting-dol.

Acting-Dol kategori merupakan kategori untuk para idol yang bermain drama dan peran dan aktingnya telah memukau diriku, bahkan sampai membuatku terheran-heran, apakah dia sang idol atau karakter dalam drama tersebut? dan nominasinya adalah…

  1. Lee Joon (MBLAQ) as Ryu Taeoh on Gapdong. Perannya sebagai psikopat ganteng yang dapat memikat wanita namun sadis. Sungguh aku tak melihat sosok Lee Joon. Aktingnya begitu meyakinkan. Lee Joon Dapat mengekspresikan seorang psikopat seperti apa. Ekspresi mukanya itulooh ga nahan. Serem tapi kosong.
  2. Shim Changmin (TVXQ) as Han Minwoo on Mimi. Changmin dalam drama ini memerankan karakter dalam dua waktu yang berbeda yaitu saat sma dan dewasa. Kesedihan karena tak bisa mengingat kejadian pahit dan kehilangan orang dapat tersampaikan dengan baik, dan kita penonton dapat merasakannya, walau pas meranin anak sma aku merasa dia ketuaan.
  3. Han Sunhwa (Secret) as Kang Seah on Marriage Not Dating. Disini Sunhwa cantik banget dan elegan. Karakternya sebagai dokter bedah plastik yang tajir nan pintar dapat banget. Sikapnya yang elegan, dan obsesi dia untuk dapat anak dan Kitae juga sukses sempat bikin sebal sama dia.
  4. Do Kyungsoo (D.O of EXO) as Han Kangwoo on It’s Okay, That’s Love. D.O disini berperan sebagai anak sma yang digambarkan merupakan fans dari lead male, Jang Jaeyeol. Walaupun ini drama pertama dia, tapi sukses mencari perhatian. Dia dapat memerankan anak sma yang polos dan tengil dengan apik, bahkan dia dapat menyampaikan rasa kepedihan dan kesedihan saat disiksa ayahnya dan harus berpisah dengan Jaeyeol.
  5. Jung Soojung (Krystal of f(x)) as Yoon Sena on My Lovely Girl. Peran Krystal disini berbeda dari drama sebelumnya. Perannya sebagai Sena jauh lebih kalem dan tenang. Perasaannya yang menggebu terhadap impiannya menjadi penulis lagu, dan kesedihannya atas kehilangan kakaknya cukup tersampaikan dengan baik.

Itulah nominasi untuk kategori Acting-dol. And the winner goes to…. *suara drum* LEE JOON for his character as Ryu Taeoh. Aku dibuat galau dengan kategori ini. aku menimbang-nimbang antara D.O dan Lee Joon, tapi aku memutuskan memilh Lee Joon, karena serius, aku melihatnya di Gapdong, ya sebagai Taeoh, bukan Lee Joon. Dia benar-benar bisa mengekspresikan bagaimana seorang psikopat yang tak bisa merasakan perasaan orang. karakternya sebagai Taeoh benar-benar membekas dan menempel pada dirinya.

Kategori kedua adalah Female Lead Had Just Seen In This Year Terciamik. Duh Panjang banget ya judulnya. Kategori ini merupakan kategori untuk para female lead yang aktingnya baru aku lihat pertama kali di tahun 2014 yang berhasil menarik perhatianku. Female lead yang membuatku mengantisipasi proyeknya selanjutnya. Nominees are…

  1. Jun Jihyun as Chun Songyi on You Who Come From The Star. Sebenarnya Jun Jihyun termasuk artis senior, tapi serius aku baru lihat akting dia di drama ini. selama ini dia aktif di film. Drama YWCFTS ini merupakan comebacknya setelah 14 tahun tidak muncul dalam drama pertelevisian. Berhubung dia sudah berkecimpung lama dalam dunia akting, maka dari itu tak diragukan lagi aktingnya. Dia benar-benar dapat memerankan Chun Songyi yang sangat berbeda dengan karakter dia, dan karakter Songyi begitu membekas pada diri Jun Jihyun. Wajar saja dia layak mendapatkan Daesang di SBS drama awards 2014.
  2. Mun Gayoung as Mimi on Mimi. Aku suka Mun Gayoung disini. Lucu banget. Perasaan malu-malu kucing dan sedikit terobsesi pada orang yang dia suka diekspresikan dengan sangat menarik. aktingnya sudah cukup baik, namun masih perlu dikembangkan sehingga pada proyek selanjutnya akan menjadi lebih baik.
  3. Jin Seyeon as Song Jaehee/Han Seunghee on Doctor Stranger. Pertama kali lihat Jin Seyeon di drama ini aku suka, cantik, apalagi senyumnya menarik banget, tapi setelah melihatnya beberapa episode, aku kurang sreg dengan aktingnya. Akting dia cukup bagus kok, tapi untuk ukuran Lead female kok rasanya kurang. entah karena karakter Seunghee kurang cocok dengannya atau karena hal lain. Aku mengantisipasi proyek dia selanjutnya karena aku ingin tahu perkembangan akting dia, tapi serius dia berbakat dan bisa mengembangkan karinya.
  4. Han Groo as Joo Jangmi on Marriage Not Dating. Suka banget sama dia di drama ini. Dia benar-benar masuk kedalam karakter Joo Jangmi. Sekarang kalau aku melihatnya, yang terlintas hanyalah Jangmi, bukan Han Groo. Lucu banget dia disini. The next aktris komikal nih Han Groo.

Baca lebih lanjut