[REVIEW] WHISPER

Sebelum aku mulai reviewnya, aku mau sedikit curhat dulu. Oke sekarang aku mau jujur. Aku akhir-akhir ini, eu lebih tepatnya setahun lebih kebelakang sedang mengalami semacam writer’s block. Hal ini sudah beberapa kali aku ungkit sih, cuman kalau kemaren-kemaren aku berusaha mengabaikan. Berasa gengsi saja, lebih tepatnya malu sih. Penulis amatiran ngak-ngaku writer’s block, tapi ya nyatanya aku jadi agak kesulitan menulis dan merangkai kata-kata. Sebenarnya ide yang mau aku tulis itu bejibun banget. Serius deh, tapi entah kenapa susah banget direalisasi dalam bentuk tulisan. Ketika sudah buka word, aku sering bengong untuk memulai. Kalau udah bingung trus ujung-ujungnya malas. Makanya aku enggak mau mengakui writer’s block, karena lebih tepatnya mungkin kemalasan memamng sudah terlalu menjangkitku dan pada akhirnya bikin sulit nulis.

Hal paling aku bikin sulit nulis adalah menentukan awal. Aku sudah tahu apa saja isi yang mau aku tulis, tapi aku enggak tahu harus mulai dari mana. Sebuah tulisan tentunya biasanya butuh kalimat pengantar alias pembuka, dan itu yang sering bikin aku bingung. Aku ingin mencoba ssesuatu yang beda, tapi pasti gitu-gitu lagi pembukanya. Monoton enggak sih rasanya? Setiap mau nulis review terutama, aku bingung mau bikin paragraf pengantar dari mana. Kalau kalian sudah pernah baca semua review aku, kalian pasti merasa kalau pembuka aku gitu-gitu saja, karena jujur aku bingung. Nampaknya aku masih butuh latihan, dan masih pada tahap coba-coba, seperti tulisan review kali ini.

Tulisan review kali ini aku buka dulu dengan curhatan yang sebenarnya enggak ada nyambungnya sama isi review. Cuman mungkin ke depannya aku bakalan bikin pembuka dari curhatan, kalau enggak ya balik lagi seperti biasa hahahaha. Maafkan ketidak konsistenan hamba. Kita lihat nanti ya apakah pembukaku masih gitu-gitu saja atau ada perubahan. Kali ini mood aku cukup bagus untuk nulis. Beberapa hari kemaren aku baru menyelesaikan sebuah drama yang baru beres tayang sekitar 2 minggu lalu. Langsung aku babat habis dalam 2 hari. Aku ingin berbagi perasaan aku mengenai drama Whisper ini dengan kalian.

Drama Whisper merupakan drama bergenre legal thriller, politic, drama minim romance yang berjumlah 17 episode. Drama ini menceritakan tentang Lee Dongjun seorang hakim yang sudah 10 tahun berkarir dan dikenal tentang keadilannya. Disuatu persidangan, Ia menjatuhkan hukuman yang cukup berat pada anak seorang ketua mahkamah agung atas tindak penggelapan dana. Tak berselang lama dari persidangan tersebut, diadakan peninjauan kembali apakah hakim-hakim yang bertugas layak diangkat kembali atau tidak. Sidak itu diketuai oleh ketua MA dengan juri-jurinya. Akibat dendam pribadi ketua MA dan juga juri-juri yang kerabatnya pernah dihukum oleh Dongjun, karir kehakiman Dongjun terancam. Disaat yang sama Ia diminta oleh ayahnya yang seorang presdir RS Hangang, dr Lee Hobeom utuk menikahi anak dari CEO firma hukum terbesar Taebaek, Choi Ilhwan. Hobeom membutuhkan Ilhwan untuk menutupi kejadian malpraktek dan juga urusan hukum mengenai bisnis rumah sakitnya. Ilhwan membutuhkan Dongjun karena kecermatan dan kesamaan nasib.Ia berharap Dongjun memiliki ambisi yang sama dengannya sehingga dapat meneruskan Taebaek dengan baik. Namun Dongjun menolak permintaan untuk menikahi anak Ilhwan, Choi Suyeon. Akibat tekanan pengangkatan kembali hakim, Dongjun terpaksa menyetujui pernikahan tersebut. Selain menyetujui pernikahan, Dongjun juga diminta untuk membacakan putusan sidang yang telah dibuat Choi Ilhwan. Sidang tersebut merupakan kasus pembunuhan seorang reporter Kim Sungsik dengan terdakwa Shin Changho yang juga rekan kerjanya. Tentu saja pembunuh sebenarnya bukan Shin Changho. Kasus ini sebenarnya melibatkan sebuah kasus yang lebih besar lagi dimana orang-orang Taebaek terlibat. Putri Shin Changho yang merupakan polisi, Shin Youngju berusaha membuktikan ketidakbersalahan ayahnya. Ia mencoba menyerahkan bukti yang didapat pada Dongjun, karena Ia percaya pada Dongjun yang takkan mengabaikan bukti konkret. Sayangnya akibat tekanan, Dongjun berkhianat dan menyatakan Changho bersalah sesuai perintah CEO Choi. Youngju yang marah pun berusaha menjebak Dongjun agar Dongjun mau bekerja sama dengannya untuk menangkap pelaku sebenarnya dan meruntuhkan Taebaek yang busuk didalamnya.

Wah gila nulis plot awalnya saja sudah ribet banget. Seperti yang terlihat yang diplot awalnya drama ini memang ribet, padahal sebelumnya aku udah bilang kalau aku enggak mau nonton drama yang berat. Cuman, hei di drama ini ada Lee Sangyoon, Lee Boyoung, dan ahjussi rasa oppa ku, Kwon Yool!. Pas tahu Lee Boyoung comeback setelah 3 tahun vakum, terus ditambah reuniannya sama Lee Sangyoon setelah My Daughter Seoyung, plus ada Kwon Yool. Nikmat Tuhan mana yang kamu dustakan!!! Wkwkwk. Aku suka Lee Sangyoon semenjak Liar Game, tapi masalahnya drama dia setelah itu enggak ada yang menarik perhatianku. Pas baca plot awalnya aku agak males karena pasti bakalan penuh intrik antara orang berkuasa dan orang berduit. Cuman legal drama tuh salah satu genre favoritku. Lalu ditambah pemain yang bagus-bagus, jadi kenapa enggak dicoba?

Aku enggak nyesel sih ngikutin drama ini. Waah gilaaa memang legal drama memang selera aku. Ditambah disuguhkan dengan konflik yang solid. Konflikny itu loooh mantap jiwa. Sekalinya nonton drama ini, enggak bisa berhenti. Nagih abis. Selesai satu episode, rasanya enggak sabar buat lanjut ke episode selanjutnya. Cuman butuh 2 hari untuk menyelesaikan drama ini. Kalau aku enggak inget buat tidur kayanya bakal aku lahap sehari saja.

Konflik yang intense antar tokoh yang bikin ketagihan. Kita bakalan penasaran dengan apa yang selanjutnya terjadi. Setiap tokoh punya strategi dan rencana masing-masing yang sama-sama kuat. Disaat kita mengira  rencana protagonis akan berhasil ternyata rencana antagonis jauh lebih matang. Menariknya lagi pertarungan pun tidak hanya terjadi antara pihak protagonis versus antagonis, tapi juga perseteruan antara masing pihak juga ada konflik tersendiri. Apaagi diawal-awal konflik antara Dongjun dan Youngju cukup kuat ya. Mereka merasa bahwa mereka dan rencana yang dijalankan merupakan jalan terbaik. Youngju seringkali menentang rencana Dongjun karena Dongjun lambat dan lebih menguntungkan dirinya dan Taebaek, sedangkan Youngju ingin Taebaek runtuh.

Drama ini memang bergenre legal drama, tapi menurutku legalnya enggak terlalu berasa. Dunia hukum hanya menjadi latar belakang, karena konfliknya sendiri lebih ke pertarungan sesama tokoh seperti yang aku bilang sebelumnya, dibandingkan pertarungan di dunia hukumnya, walau tetap ada kok kasus hukum yang diangkatnya. Cuman pembuktian kasus itunya lebih disajikan dnegan konflik antara orang berkuasa, orang beruang, dan orang yang tidak punya keduanya. Kalau kalian nonton kalian akan benar-benar merasakan konflik yang solid. Kalian yang suka sama drama yang konfliknya berat, kuat, dan greget dijamin bakalan menikmati drama ini.

Konflik yang intense juga bikin banyak plot twisted di dalamnya. Aku berapa kali terkejut dengan rencana tidak terduga yang hadir di alur cerita. Serius aku baru sekarang lagi nonton drama yang penuh dengan plot twisted. Hampir di setiap episode ada. Mengingat alur drama ini memang cepat, jadi disetiap episode memang ada rahasia tersembunyi yang terkuak, sehingga jadi yaw ajar sih jadi banyak plot twisted. Anehnya banyaknya plot twisted ini enggak bikin aku capek sama drama ini. Yang ada malah makin nagih dan enggak sabar buat ngeberesin drama ini. Whisper ini kan penulisnya sama kayak drama Punch. Buat yang sudah nonton Punch, bakalan terbiasa sama plot twisted drama ini. Polanya katanya sih masih sama kayak di Punch. Berhubung aku belum nonton Punch, aku jadi belum bisa berkomentar mengenai hal itu. cuman ya berdasarkan opini yang sudah nonton keduanya, mereka sudah enggak aneh lagi dengan plot twisted yang ada. Buat yang belum nonton Punch, hal itu akan menjadi akan jadi kejutan yang bikin jantung excited, seperrti yang ku rasakan saat nonton ini. Oh iya ngomongin Punch, Whisper dan Punch ini ternyata 1 universe, karena nanti di episode terakhir aka nada cameo dari pemain Punch.

Lagi-lagi kalau drama yang menceritakan mengenai lapisan masyarakat kalangan penguasa, aku merasakan realita. Disini juga diperlihatkan hukum yang tajam ke bawah tapi tumpul ke atas. Banyak rekayasa kasus yang terjadi, dan aku juga jadi teringat akan beberapa kasus besar di Indonesia. Di Taebaek sendiri kan terjadi kasus mega korupsi yang melibatkan banyak pihak, nah hal ini mengingatkan ku pada kasus e-ktp yang sedang bergulir. Kasus ini juga sama melibatkan banyak pihak dan banyak juga yang belum terungkap. Realita yang dirasakan makin berasa dengan karakter para tokohnya. Aku merasa semua tokohnya itu abu-abu. Enggak ada yang tegas putih ataupun hitam. Seperti dikehidupan nyata. Banyak orang baik tapi karena keadaan terdesak mereka bisa merusak prinsip mereka dan berubah berbuat kejahatan. Begitu juga dengan orang jahat, biasanya karrena keadaan dan mereka masih memiliki sisi manusiawinya. Paling terasa keabuan karakternya jelas sih pada Dongjun. Dia hakim yang tidak akan mengabaikan bukti nyata, tapi karena posisinya terancam Ia pun jadi mengabaikan fakta tersebut. Kalau dari sisi antagonis ada Suyeon yang berusaha mengendalikan Jungil, tapi pada akhirnya menyerahkan bukti karena demi kesehatan mental ibunya. Setiap orang pasti memiliki sisi terang dan gelapnya, dan di drama ini digambarkan dengan baik karakter tersebut.

Baca lebih lanjut

[REVIEW] DEFENDANT

Aku ingin mencoba mengembalikan gaya menulis review dramaku seperti sebelumnya. Ya bukan berupa poin lagi, tapi berupa uraian. Setelah aku pikir-pikir, reviewku kemaren yang berupa poin, ujung-ujungnya seperti paragraf biasa saja. selain itu, kayaknya orang-orang lebih menikmati berupa uraian daripada poin *sok tahu*. Hanya saja kali ini mungkin uraiannya lebih jelas, yaitu aku mengacu pada poin-poin, enggak melebar kemana saja, walau enggak janji sih kalau enggak melebar kemana saja hehehe.

Cerita mengenai dunia hukum dan pembisnis nampaknya enggak akan pernah mati di dunia perdramaan korea. Habis satu, muncul drama yang lainnya. Kali ini ada sebuah legal drama yang menarik perhatianku, let’s see about Defendant.

Drama yang memiliki 18 episode ini merupakan drama dengan genre legal, thriller, dan sedikit melo menurutku. Drama ini menceritakan tentang seorang jaksa pembunuhan Park Jungwoo yang memikili integritas tinggi. Ia sedang menyelidiki kasus pembunuhan yang melibatkan seorang wakil presiden Chamyung Grup yaitu Cha Minho. Sayangnya, seperti kebanyakan chaebol pada umumnya, Minho mengelak dari perbuatan jahatnya. Setelah melakukan penyelidikan, Jungwoo telah mendapatkan bukti tiba-tiba dikejutkan dengan berita kematian Minho yang bunuh diri. Ia merasa ada kejanggalan mengenai kematian Minho, ditambah munculnya saudara kembar Minho, Cha Seonho yang merupakan presdir Chamyung Grup. Melalui penyelidikan, Jungwoo mendapat fakta bahwa yang mati bukanlah Minho, melainkan Seonho. Seonho yang hidup kini adalah Minho yang menyamar. Terganggu mengenai hal itu, Seonho alias Minho mengusahakan segala cara agar Jungwoo tidak mengejarnya. Tiba-tiba ada sebuah kejadian, dan Jungwoo tiba-tiba terbangun di penjara dengan pakaian napi, dan yang Ia ingat hanyalah semalam adalah ulang tahun anaknya, Park Hayeon. Ulang tahun anaknya itu sebenarnya terjadi 4 bulan yang lalu dan Jungwoo sudah dipenjara selama 4 bulan dengan tuduhan membunuh istri dan anaknya. Sayangnya Jungwoo tidak ingat apa-apa, dan Ia tidak terima jika Ia dituduh sebagai pembunuh keluarganya.

Awalnya aku agak malas nonton ini, karena rasanya ingin drama yang ringan dan female leadnya Yuri, sedangkan lawan mainnya adalah aktor sekelas Jisung. Macam apa lah Jisung dipasangkan ama Yuri, setelah Hyeri dia dipasangkan dengan Yuri. Heol…. Dari segi karir idol Yuri memang lebih maju, tapi kalau akting Hyeri masih mending dibanding Yuri, walau Hyeri juga belum terlalu bagus sih. Cuman ini dramanya Jisung men! Aku tak ingin melewatkan dramanya dia, setelah tahun kemaren dia bermain di drama yang tak menarik hatiku sama sekali, kali ini dia kembali dengan drama yang genrenya menjadi salah satu favoritku, drama misteri, hukum. Lalu setelah membaca review beberapa episode, aku merasa sayang sekali melewatkan drama ini. Aku mencoba mengabaikan faktor Yuri.

Keputusan yang tepat untuk mengikuti drama satu ini. Gila, coy! Hm.. oke bosen ya pakai kata gila, kita pakai kata, incredible! Luar biasa drama satu ini tuh. Mengikuti drama ini selama on going rasanya bisa mati penasaran karena enggak sabar nunggu kelanjutannya. Kalian djamin sekalinya nonton episode ini, bakalan nagih, enggak bisa berhenti. Drama ini tuh penuh dengan kumpulan puzzle yang harus disatukan. Misteri-misteri yang terjadi selama 4 bulan, dan fakta apa yang dilupakan Jungwoo? Kenapa Jungwoo mau mengakui kejahatan yang tak Ia lakukan? Siapa pembunuh sebenarnya? Semua pertanyaan itu pasti muncul dan akan terus menghantui selama 8 episode pertama dari drama ini dan bikin gila rasanya kalau enggak tahu.

Pertanyaan-pertanyaan diatas sebenarnya akan menghasil satu jawaban yang kita semua pasti tahu jawabannya, yaitu Cha Minho, cuman gimana prosesnya? Apa andil Minho dalam kasus itu? Misteri-misteri yang muncul diawal episode cukup cepat dikupasnya. Delapan episode pertama kita suah tahu jawabannya, seperti apakah Hayeon masih hidup, ingatan Jungwoo yang terlupakan, dan pembunuh sebenarnya dari istri Jungwoo. Sisanya drama ini lebih berfokus kepada cara Jungwoo kabur dari penjara, menangkap Cha Minho untuk membuktikan ketidakbersalahannya dan juga menyelamatkan Hayeon. Rasa penasaran dan greget itu jadi berganti dengan rasa ingin cepat-cepat terselesaikan, karena ingin banget lihat Minho terpuruk dan Jungwoo bebas. Greget tetap ada, karena Minho ini memang pintar sih, dia punya seribu cara untuk menghalau Jungwoo.

Aku merasa agak muak dengan situasi yang ada di penjara. Betapa mudahnya sipir disuap dan memperlakukan seseorang dengan sangat tidak manusiawi. Sebenarnya aku percaya sih kalau hal gini kejadian di kehidupan nyata. Toh di berita juga diceritakan kalau yang membantu gembong narkoba berbisnis kan si sipir penjara. Di drama juga pasti terjadi seperti itu, dimana sipir akan tunduk pada seorang pembisnis yang akan memberi mereka “kehidupan”. Makanya melalui drama ini kehidupan mengenai penjara lebih banyak terkupas. Ya walau cuman mereka main di lapang, terus balik lagi ke sel. Kalau melakukan kesalahan mereka dikurung di sel khusus.

Eu.. bentar kayaknya agak melenceng. Kembali ke jalan yang benar. Menurutku drama ini fokusnya bagus. Jelas. Engga ada deh waktu buat menceritakan kehidupan lain, mereka hanya fokus ada Jungwoo dan Cha Minho. Ini terbukti, hampir 80% adegan drama ini diisi dengan Jisung. Kita benar-benar fokus dengan bagaimana pertarungan antara Jungwoo dan Minho. Alurnya cukup cepat seperti yang tadi kubilang, karena misteri-misterinya sebagian besar sudah terjawab 8 episode awal. Sisa misterinya hanyalah bagaimana cara Jungwoo membuktikan kebersalahan Minho dan bukti-buktinya terjawab di akhir. Lalu bagku yang orang awam, enggak mengerti hukum, aku merasa drama ini cukup detail, walau terkadang beberapa rencana mereka dipenjara terasa amat mulus, enggak masuk akal wkwkwk.

Baca lebih lanjut

[REVIEW] LEGEND OF THE BLUE SEA

LEGEND OF THE BLUE SEA

Genre : Romance, Fantasy, Comedy

Episode : 20

Why I Watched : Jun Jihyun, dude! Habis punya anak balik lagi ngedrama. Aku merasa pasti unik nih. Ditambah lagi di ngedrama lagi sama penulis You Who Come From The Star. Tampak menarik kan?

Kesan : Lucu… rame…. Jun Jihyunnya juara!! Tapi setelah itu, setelah tamat. Oh yaudah. Enggak terlalu memenuhi ekspetasi, tapi it’s good enough.

The interest thing : Bagi penyuka cerita fantasi tentu akan menyukai drama ini. Kisah drama percintaan 2 makhluk yang berbeda. Banyak kekonyolan yang terjadi karena seorang putri duyung yang mencoba hidup sebagai manusia biasa. Ditambah ada aturan tertentu baginya sebagai duyung.  Penasaran juga sama cerita yang terjadi di masa lalu. Siapa saja yang terlibat, dan penjahat sebenarnya siapa. Komedinya juga kentel. Khasnya Park Jieun lawakannya, dan aku masih selalu ketawa ngakak, karena memang lucu banget. Romantisnya juga bikin diabetes. Lalu pasangan lainnya, kayak Cha Siah dan Taeoh juga bikin gemes banget. Aku juga suka karena banyak cameo-cameo menarik, walau kadang ngabisin waktu enggak penting, tapi cameonya Jo Jungsuk itu terbaik! Soalnya itu memang menambahl alur cerita juga. Ada point penting pada penampilannnya di drama ini. Selain itu cameo-cameo kecil, kaau kalian tahu siapa dia, pasti bakal ngakak. Kayak di episode yang Sim Chungnya ketembak, dan di rumah sakit, dokter yang menanganinya adalah manajer Jang dari Romantic Doctor Teacher Kim. Gayanya, gaya manajer Jang banget tapi pakai baju dokter. Aku ngakak disitu. Apakah mereka di RS Geodae, atau malah di Doldam lagi wkwkwk.

The Bad Thing : Setelah selesai nonton ini, ya sudah. Selesai. Kurang berkesan buatku. Mungkin penyeabnya karena konfliknya kurang digali. Bakalan lebih menarik kalau konflik antara ibu tiri Joonjae dan Joonjae, dan juga ayahnya. Harusnya diceritaan penyebab Ma Dongsuk jadi sakit jiwa sehingga memiliki rasa “haus darah”. Lalu menurrutku aan lebih menarik kala Heo Chihyun tu enggak jahat. Menarik kalau melihat Chihyun mengalami konflik batin antara harus membela bunya, apa membela hal yang benar, karena pada dasarnya dia anak yang baik. Itu juga karena kasih sayang ayah tirinya. Sayangnya, ayah tirinya enggak mau kasih jatah ke Chihyun. Sebenarnya bukan masalah harta sih yang bikin Chihyun sakit hati, karena ayahnya enggak “menganggap” dia. Ya tapi ngerti sih, ayahnya merasa bersalah karena membiarkan Joonjae pergi. Makanya kalau Chihyun sendiri yang menangkap ibunya akan menarik konfliknya. Lalu kenapa enggak dijelaskan apa yang bikin ayahnya Joonjae berpaling dari ibunya Joonjae dan bisa sampai nikahin ibunya Chihyun? Lalu kan konsepnya drama ini adalah sejarah berulang. Orang baik akan menjadi orang baik, yang jahat akan tetap jahat. Menarik sih konsistensi cerita itunya. Membuat kita bisa lebih mudah menebak, tapi akan lebih menarik kalau ada perubahan karakter, dan menjadi plot twist. Ya tapi dengan konsistensi begini juga udah menarik sih. Satu lagi aku agak bingung dengan tanda cinta duyung berbalas itu bentuknya seperti apa? Apakah hanya dengan bilang “aku mencintaimu”, atau ciuman, atau harus menikah? Tapi kurasa mungkin yang bilang cinta kali ya dan mereka bersama. Karena Yoo Junghoon, duyung lain yang ditemui Chung didaratan, dia pun jantungnya mengeras karena ditinggalkan orang yang Ia cintai.

Baca lebih lanjut

[REVIEW] ROMANTIC DOCTOR TEACHER KIM

ROMANTIC DOCTOR TEACHER KIM

Genre : Medical, drama, a bit *really little bit* romance

Episode : 20+ 1 prekuel ep 00

Why I Watched : Awalnya males pas tahu aka nada drama ini, karena baru juga nonton Doctors, terus nonton drama medis lagi. Eh tapi pas tahu pemainnya Seo Hyunjin dan Yoo Yeonsok yang dimana dua-duanya favorit hamba, jadi kuputuskan nonton demi mereka.

Kesan : Enggak nyesel meeeen!!!! Rame, seru parah. Ini baru yang namanya drama medis! Benar-benar medisnya berasa. Nagih pokoknya. Bagus, serius ini mah.

The interest thing : kalau bercita-cita jadi dokter atau perawat, atau yang mungkin berprofesi d dunia medis, wajib tonton ini sih. Kesibukkan dunia medis dan kepelikkannya digambarin banget. Drama-drama medis biasanya hanya menampilkan sedikit sisi medisnya, sisanya romance *yang sudah kutonton selama ini sih gitu*, tapi kalau ini tuh romanceless. Namanya saja Romantic Doctor, tapi menipu. Ini bukan masalah romansa cinta antar dokter, tapi romantisme mereka sebagai dokter. Apa sih yang harus mereka lakukan sebagai dokter. Ada kejadian seperti ini, dokter tuh harus menghadapinya seperti apa. Drama ini tuh menggambarkan rumah sakit Ddoldam sebagai rumah sakit idealnya sebuah rumah sakit, dimana yang penting diobatin dulu, masalah biaya gimana nanti. Kasus-kasus penyakitnya juga menarik. Banyak peyakit-penyakit yang baru kudengar, atau baru diceitain di drama. Lalu ada kasus jarang seperti kasus terduga sars, lalu di episode prekuel ada tentang pasien HIV dan yang menariknya sih yang kasus utama laaah operasi penggantian jantung buatan. Daebak keren banget itu. Selain itu, kita juga bisa ngambi banyak banget pelajaran moral dari drama ini tuh, seperti mana yang lebih didahulukan, yang keadaanya darurat atau yang datang terlebih dahulu, lalu rasa saling toleransi antar pasien. Kalau yang kerja di dunia medis bakalan lebih terkoneksi deh. Banyak quotes betebaran di drama ini tuh apalagi ep 20. Sibuknya dunia UGD terlihat banget di drama ini. Kim Sabu terbaik pokoknya. Lalu politik rumah sakitnya juga enggak terlalu ribet. Enggak bikin pusing lah, karena setidaknya enggak memperebutkan kursi presdir, yang ada hanyalah seorang presdir yang curang. Realistisnya dapet sih. Bener banget kalau sekarang lagi tren dimana kamu dipandang dari kamu dari keluarga apa, bukan dari prestasi. Oh iya walau romansanya sedikit, tapi amat dinantikan karena puna cerita manis tersendiri dan lucu, menggemaskan hahahaha. Apalagi di episode awal. Gila..gila…. yang jelas erita-cerita di drama ini bikin penasaran, dan enggak sabar untuk lanjut ke episode berikutnya.

The Bad Thing : apa ya… menurutku sih kenapa yang diangkatnya dokter bedah? Soalnya seingatku sebagian besar drama medis yang diangkat pasti dokter bedah. Entah itu bedah-jantung, bedah-syaraf, bedah-anak, bedah umum. Kenapa enggak dokter paru? Atau mata? Atau kulit atau anastesi, eh ada deng anastesi disini, atau tht kek. Bagi yang sebelumnya suddah nonton drama medis jadi agak sedikit merasa “I want something new!”. Mungkin seperti cari-cari alasan sih ini… tapI aku merasa mengerti sih kenapa dokter bedah, karena biar kasusnya beragam dan operasi tuh banyak kejadian atau kasus yang berbeda-beda, jadi lebih general sih. Lalu paling perkembangan karakter Yoon Seojung. Aku merasa dia yang paling enggak banyak berubah. Kalau Kang Dongjoo dan Do Inbeom kan terlihat perubahannya setelah dibimbing Kim Sabu, kalau Seojung tuh ya gitu aja. Mungkin karena dia sudah mengenal Kim Sabu 5 tahun lebih dulu dibanding mereka, dia sudah tahu kali ya bagaimana Kim Sabu dan bagaimana seharusnya. Paling perkembangan dia enggak terlalu jauh, saat dia berusaha bunuh diri lalu sadar, terus hubungan dia sama presdir Do yang masih tetap horat walaupun Presdir Do yang kurang ajar. Lalu karakter Kim Sabu alias Boo Youngjoo, kurasa terlalu “romantis” alias ideal, sempurna banget sebagai dokter. Padahal lebih menarik kalau dia pernah berbuat kesalahan sebagai dokter, bukan karena pengaruh pihak rumah sakit, jadi kita tahu kenapa dia bisa bersikap seperti itu, walau sikap dia kayak gitu ada pengaruhnya dengan kejadian-kejadian saat dia masih di Geodae. Selebihnya sih overall fine, good.

Baca lebih lanjut

TOP 10 KDRAMA 2016 VERSI JEPRETPRESS

Ya setelah kemaren daku bikin ajang penghargaan yang kredibilitas tak terhitung karena enggak ada nilainya alias abal-abal kw 10.000 JEPRETPRESS DRAMA AWARDS 2016, kali diriku ingin membuat list TOP 10 DRAMA 2016 VERSI JEPRETPRESS. Ini merupakan list 10 drama di tahun 2016 yang menjadi pilihanku, dan jelas tentu udah ku tonton. Sepuluh drama pilihan ini bukanlah dari segi kualitas walau ya kualitas bicara sih, tapi maksudnya bukan dari segi professional, atau layak tak layaknya drama itu, tapi drama ini dipilih karena aku suka dan menikmati drama itu. Ya jadi dapat dikatakan dipilih dari drama yang ceritanya unik menurutku, dan ya semakin tinggi rating drama yang kuberikan berarti aku semakin suka, walau ratingnya banyak yang sama sih wkwkwkwk. Ya balik lagi masalah taste sih. 10 drama pilihan ini adalah seleraku. Kesepuluh drama ini tuh menjadi acuanku untuk rekomendasi ke orang-orang “kalian tuh wajib tonton drama-rama ini loooh”.

Okeee, sebelum kita bahas, atau lebih tepatnya menyebutkan my top 10 drama 2016, sebaiknya kita napak tilas sedikit drama 2016 apa saja yang sudah ku tonton. *psst nambah lagi listnya dibanding yang kemaren wkwkwk*. Aku sedikit review, kesan aku pada drama itu kali yaaa. Check it out!

  1. Remember : Son’s War (3,75/5). Seru sih, bahasan hukum dan bisnis yang rumit dan kotor. Dalam dunia nyata pasti ada saja kyak ini, walau mungkin versi dramanya agak lebay. Sayang agak makjang drama ini tuh.
  2. One More Happy Ending (3,5/5). Standar romcom kdrama sih. Awalnya lucu, terus jadi sedih, konflik cinta segiempat. Nothing special tapi menghibur. Puas ngakak dan uci mata dengan Kwon Yool wkwkwk.
  3. Comeback Mister (3,75/5). Aku akan selalu bilang kalau ini drama yang heartwarming Dibalik komedinya ada sebuah pesan nyempil, walau kalau nonton kedua kalinya efeknya agak berkurang, tapi kalau pengen puas ketawa, pilihan yang cocok.
  4. Descendants of The Sun (3,75/5). Sorry to say, but it’s a bit overrated. Agak cheesy tapi masih menikmati kok, apalagi ada Song Joongki. Suka sama cerita tentaranya. Jarang-jarang ngengkat cerita daerah konflik gini. Khasnya Kim Eunsook sih, second couple lebih menarik daripada main couple
  5. Page Turner (4/5). Sederhana, remaja banget, tapi kena pesannya. Relate semua usia sih masalah impian mah. Gemes sama Jinmok yang merasa bersalah tapi jadi lebih ya wkwkwk. Menikmati banget permainan piano di drama ini.
  6. Imaginary Cat (3,5/5). Kiyowooo, bokgil neomu kiyowooo. Lucu banget Bokgilnyaaaa. Buat yang pecinta kucing mungkin akan relate dengan drama ini. Bagus sih hubungan manusia dengan hewan.
  7. Nightmare Teacher (4/5). Webdrama terseru yang pernah ku tonton sih. Suka sama misterinya dan ada pembelajarannya bisa diambil. Drama remeja yang unik kataku.
  8. Neighborhood Hero (3,6/5). Ya sejenis remember juga, ngegambarin dunia bisnis yang kotor tapi ini mah pakai gangster dan misteri dunia intelejen. Sayang romancenya agak merusak menurutku.
  9. Gogh Starry’s Night (3,5/5). Ya lumayan sih menarik. Bikin baper dan deg-deg an sendiri nonton ini, Karena menggemaskan, walau agak terganggu dengan Yuri, tapi disini masih lebih mending dibanding saat dia di Neighborhood Hero.
  10. Age of Youth (4/5). Suka banget! Hahahaha sebagai mahasiswa *pas lagi nonton ini* dan berusia 20an, dan punya temen-temen anak kost an, merasa ini tuh gue banget! Persahabatannya sih seru banget.
  11. Another Miss Oh (4/5). Drama romcom favoritku seperti Marriage Not Dating *iyalah PDnya kan sama*. Greget, baper, manis, lawaknya dapet banget. Komedi campur mellonya ngeblend dengan pas. Everything in this drama is nice!
  12. Doctors (3,75/5). Kasus pasiennya ukup menyentuh siiih, dan kalau suka romance pasti bakalan suka karena pasangan siswa-guru ini manis banget bikin gula darah naik. Politiknya rumah sakitnya malesin sih, sama ya medisnya enggak terlalu.
  13. Drinking Solo (3.75/5). Slice of life banget! Ceritanya tuh enggak neko-neko. Simple saja! bener banget, kalau kita itu memang butuh waktu untuk diri sendiri. Trio noryangjinnya hiburan tersendiri banget.
  14. Goblin (??/5). Belum bisa kuberi Rate karena belum tamat, walau sejauh ini sih 4 buatku, tapi nunggu akhir cerita dulu sih. Salah satu masterpiecenya Kim Eunsook sih. It’s much better than 2 previous her drama. Unik banget jalan ceritanya, agak tak terduga, dan jelas cheesy ala-ala doi.
  15. Jealously Incarnate (3,85/5). Drama romcom terkoplak yang pernah kutonton. Walau agak panjang, tapi worth it. Melihat kelakuan para leadnya ajaib semua. Puas ngakak juga sih di rama ini.
  16. Legend of The blue Sea (??/5). Sama kayak Goblin, karena belum tamat, belum bisa kuberi rate. Sejujurnya drama ini menang nama sih, walau ceritanya lucu sih, unik, fantasi duyung. Fantasinya mirip sama drama Park Jieun sebelumnya. Hanya saja ekspetasiku ketinggian.
  17. Let’s Fight Ghost (3,75/5). Lucu, beda tentang drama hantu dan manusia, tai menjadi mainstream ketika mereka jatuh cinta. Ekspetasi aku juga ketingggian untuk drama ini, tapi ya menghibur kok. Seru untuk diikuti.
  18. Moon Lovers : Scarlet Heart Ryeo (3,75/5). Gilaaaaa konflik kerajaannya, gilaaaa, rumit, tapi bikin penasaran parah, kalau diperpanjang kayak lebih seru wkwkwk.
  19. Moonlight Drawn By Clouds (3,85/5). Indah banget sih drama ini, ringan untuk ukuran saeguk, dan juga manis banget. Aku jadi kesengsem sama Park Bogum aaaah.
  20. My Wife’s Having An Affair This Week (4,25/5). Menyentuh, pesannya sampai banget. Aku suka karena dewasa tapi tidak ada adegan dewasa. Walau temanya berat, tapi alurnya ringan, dan masih ada bahan tertawaan.
  21. Romantic Doctor Teacher Kim (4/5). Drama medis termantap yang pernah kulihat. Romansa hanya bumbu penyedap, sisanya cerita medisnya keren abis. Kasusnya beragam, dan politik rumah sakitnya enggak bikin muak.
  22. Signal (4,5/5). Gila! Almost perfect! Ini nih! Nonton ini pas ongoing bisa-bisa mati karena penasaran.
  23. The K2 (3,75/5). Politiknya kuat banget, tapi aku menikmatinya siih, apalagi aktingnya Song Yoonah. Aura balas dendamnya sekuat Kalau enggak terlalu suka romance tapi ash ingin lihat yang manis, bisa nih drama.
  24. W – Two Worlds (3,85/5). Unik sih, tapi aku pusing. Plot twistnya melelahkan dan enggak masuk ke logika aku. Untung Lee Jongsuk yang main, dan sedikit kecewa sama peforma Han Hyojoo disini. Karakter Oh Yeonjoonya kurang wlel written.
  25. Vampire Detective (3,75/5). Seru sih, ceritanya tentang dunia vampir. Suka sama kasus-kasunya, walau agak memusingkan, karena penjelasannya lebih banyak secara tersirat, daripada tersurat.
  26. 38 Task Force (3,85/5). Sukaaa overall. Jarang-jarang ngangkat cerita tentang dunia pajak, walau ujung-ujungnya ke bisnis dan politik sih, tapi menarik. Bromance Seo Inguk dan Ma Dongsuk, mantap jiwa.
  27. Seventh First Kiss (3,3/5). Ya drama dagang Lotte Duty Free dan Fanservice saja webdrama ini tuh.  Berasa sirik aja doang, punya kesempatan nyaris mencium 7 cowok ganteng pffft.
  28. Positive Physique (3,1/5) no comment. Hanya karena Do Kyungsoo ku melihat ini. Tak lebih.
  29. Game Development Girls (3,3/5). Hanya karena Irene ku nonton ini. Kalau buat anak IT mungkin akan lebih ngerti dan relate sama webdrama ini.

Baca lebih lanjut