[REVIEW] FALSIFY

Legal drama selalu menjadi sebuah penasaran tersendiri buatku. Aku dari kemaren-kemaren ngakunya lelah nonton drama-drama berbau hukum yang berat-berat, tapi pada akhirnya, ujung-ujungnya aku malah nonton lagi kalau ada yang baru, apalagi kalau ada yang bilang drama itu menarik. Drama Falsify ini lah sanggup memecah keteguhanku untuk tidak menonton drama hukum.

Drama berjumlah 32 episode (total 16 jam) yang memiliki genre legal, politik,drama ini menceritakan seorang jurnalis bernama Han Muyeong yang bekerja untuk Aeguk news yang dikenal sebagai media sampah karena selalu merilis berita skandal politik tanpai mengindahkan aturan, walau begitu mereka dianggap pahlawan karena banyak membongkar kasus-kasus yang tak berani diangkat oleh media besar. Muyeong bersama rekan-rekannya di Aeguk sedang menelusuri sebuah kasus perdagangan manusia. Muyeong sendiri memiliki motif saat menjadi jurnalis dan menyelidikin kasus tersebut. Dia ingin mengetahui penyebab kematian kakaknya yang dibunuh saat sedang mencari sebuah berita. Kakaknya, Han Chulho merupakan jurnalis dari surat kabar Daehan yang merupakan media terbesar saat ini. Akhirnya Muyeong menemukan titik terang bahwa semua kasus yang Dia selidiki mebawa satu jawaban pada artikel-artikel palsu kakaknya dan Chulho berusaha memperbaiki itu semua dan menyelesaikan sebuah artikel kebenaran yang sayangnya belum terselesaikan. Muyeong menyadari lawannya adalah Daehan. Muyeong pun bekerja sama dengan Lee Sukmin kepala tim dari splash team Daehan yang memberontak pada Direktur Daehan, Gu Taewon, dan juga dengan seorang jaksa wanita yang dilemmpar dari pusat karena membangkang perintah atasan, Kwon Sora.

Awalnya aku enggak niat untuk nonton drama ini. Aku ingin istirahat dari drama-drama legal. Cuman aku baca komenan, pada bilang drama ini menarik kok. Saat Forest of Secret tayang banyak yang bilang drama itu bagus banget, tapi aku enggak tertarik nonton karena aku lelah dengan drama legal. Bahkan sampai sekarnag pun aku tak berniat memilih drama itu. Lalu saat tahu Falsify yang memerankan Nam Goongmin dan karakter Nam Goongminnya mirip kayak karakter dia di Chief Kim. Jadi aku pikir wah kayaknya bakalan seru nih. Bakalan lucu. Aku tergoda untuk nonton drama ini. Cuman aku enggak cari tahu info dengan baik. Drama ini sama sekali jauh dari kata komedi. Kesamaan karakter Han Muyeong dan Kim Sungryong adalah sama gilanya. Mereka akan melakukan apapun bahkan jika itu adalah hal gila dan tak mungkin demi mencapai tujuan mereka yaitu mencari kebenaran. Cuman aku enggak nyesal sih pilih drama ini.

Layaknya drama legal, drama ini merupakan drama yang intense. Dari awal episode pun tensinya sudah langsung tinggi. Permasalahannya langsung ditampilkan. Maksud dan tujuan utama para tokohnya pun langsung tergambar. Disini semua karakternya kalau enggak hitam ya putih. Walaupun ada yang terlihat abu-abu tapi pasti dominannya tuh kelihatan antara dominan putih dan hitam. Kita penonton selalu dibawa penasaran dengan misteri utama kasus ini. Misteri utamanya tertutup dengan baik sih, walau kasus-kasus lainnya mudah tertebak. Aku menyukainya kasus-kasus disini adalah kasus-kasusnya gamblang sekali kalau mereka semua saling berhubungan. Konflik antar kasusnya begitu kuat, kita akan dibuat bertanya-tanya apa hubungan antar karakter. Masing-masing punya kekuataan dan kepentingan.

Drama ini benar-benar menggambarkan kekuataan media. Media berperan penting banget dalam situasi kenegaraan. Mereka benar-benar menggiring opini public. Opini public ini lah sering dimanfaatkan oleh berbagai pihak berkepentingan. Sekali lagi aku menyadari bahwa opini public itu bisa menyeramkan itu, dan media itu se powerful penguasa. Mereka benar-benar dapat mengendalikan masyarakat, bahkan media juga bisa membuat sebuah rumor menjadi fakta, ataupun sebaliknya. Kasus-kasus yang dilaporkan media, mungkin bisa jadi hanya 25% dari apa yang sebenarnya terjadi. Aku ngeri sendiri sih nonton ini. Bagaimana para penguasan dan yang pnya uang mengontrol media. Emosi juga melihat masyarakat dibodohi oleh media dan juga jurnalis yang terpaksa harus menulis cerita palsu. Chulho awalnya menganggap cerita palsu itu tidak masalah, Dia tak harus capek-capek nyari berita, tapi setelah Dia mengetahui fakta sebenarnya dibalik artikel-artikel palsu tersebut, dia menyadari bahwa sebuah artikel palsu saja bisa merubah banyak hal. Dan situasi drama ini pula sedang terjadi secara real di korea sana. Dimana petinggi KBS dan MBC yang membuat berita memihak mantan presiden sebelumnya yang dimakzulkan, Parrk Geunhye. Aku jadi mikir di Indonesia juga sebenarnya bisa saja terjadi banyak berita dipalsukan, atau berita pesanan. Sudah menjadi rahasia umum, beberapa media di Indonesia juga memiliki afiliasi dengan politik pihak tertentu. Apalagi kita tuh banyak banget berita hoax. Memang harus selalu bisa memilah berita sih. Hal yang kita anggap netral pun kita tak tahu apakah benar-benar terpercaya atau tidak. Seperti Daehan sebuah media besar yang dipercaya. Apapun yang dikatakan Daehan, masyarakat akan percaya.

Drama ini mendeskripsikan masalahnya dengan jelas sih. Mereka membahasnya dengan mendalam dan benar-benar digali. Hanya saja karena hal itu, kasusnya itu memang jadi besar banget dan rumit. Padahal itu adalah sebuah kasus untuk menutupi kasus lain, macam kasus Park Eungmo yang terjadi karena menutupi kasus Nam Kyungmang. Kasus Nam Kyungman sendiri meutupi kasus Faith Center. Ah kalian kalau enggak fokus aku jamin bakalan pusing sama drama ini. Drama ini memang membutuhkan kemampuan berpikir yang cepat untuk mencerna kebenaran dari setiap kasusnya. Hubungan kasusnya sebenarnya cukup jelas namun rumit, jadi kalau aku pribadi sih lumayan nonton ini bikin capek juga, karena harus mikir, cuman aku tetap penasaran dengan jalan ceritanya. Aku amat menyarankan jangan maratn drama ini dalam sehari. Aku nonton dua hari saja merasa lelah. Sebaiknya kalian pecah tiga hari karena aku jamin kalian butuh rehat saat konfliknya menguat.

Baca lebih lanjut

Iklan

[REVIEW] MY SASSY GIRL

MY SASSY GIRL

Genre : Romance, Comedy, history, politic

Episode : 32 x 30 menit (16 x 60 menit)

Sinopsis : Pada zaman Joseon hiduplah seorang putri kerajaan bernama Putri Hyemyung. Sang putri tak seperti putri kerajaan pada umumnya yang anggun. Dia cenderung seenaknya bahkan melawan aturan kerajaan. Dia sering keluar malam hari secara diam-diam dan mabuk-mabukkan hingga penjaga dan kasimnya kewalahan. Suatu hari dia bertemu dengan seorang sarjana cendekiawan Joseon yang baru pulang dari Ming setelah bertahun-tahun menjadi penasehat raja Ming, Gyunwoo. Pertemuan pertama mereka tidak mengenakkan, sehingga Gyunwoo tak ingin lagi bertemu dengan sang putri. Namun takdir berkata lain, Gyunwoo diangkat menjadi guru dari pangeran kerajaan. Disitulah hubungan mereka mulai menjalin hubungan sebagai teman dan berkembang menjadi asmara. Nantinya Gyunwoo akan banyak membantu Hyemyung dalam mengatasi masalah-masalah kerajaan yang membelitnya.

Why I Watched : Drama terakhir sebelum Joowon wajib militer huhuhuhu, jelas lah harus kutonton. Lalu lawan main dia adalah Oh Yeonsoo. Aku menyukai dia semenjak Comeback Mister. Berhubung drama ini juga genrenya romcom, aku sudah kebayang sekali dengan peran yang akan Ia perankan dan enggak sabar untuk itu semua.

Kesan : Ya lumayanlah menghibur dan berhubung nonton ini untuk romancenya  jadi aku sih cukup menyukainya, karena mereka berdua manis sekali. Aku pikir remaja-remaja akan menyukai drama ini sih.

The interest thing :  Ceritanya untuk ukuran Saeguk ringan. Jadi buat yang enggak begitu suka Saeguk bakalan bisa menikmatinya sih. Komedi diawal-awal episode juga cukup menghibur. Aku suka juga dengan hubungan kekeluargaan kerajaan yang enggak selalu berbau politik, karena tokoh utama dari kerajaannya adalah seorang putri. Jadi dia tak begitu terlibat. Konflik politiknya enggak begitu ribet kayak drama-drama saeguk biasa. Ditambah aku suka banget saat kedatangan pangeran dari Ming. Suka banget sama karakter Pangeran Choosung. Walau cuman beberapa episode, tapi berkesan banget, dan dia yang membuat Gyunwoo dan Hyemyung hubungannya maju. Yang jelas sih kekuataan utama drama ini tuh ada di romansanya Gyunwoo dan Hyemyung yang bikin greget, deg-deg an, plus pasti bakalan senyam-senyum sendiri. Karakter mereka yang berlawanan tuh jadi warna tersendiri dan menciptakan kelucuan yang bisa ditertawakan. Ah satu lagi, OST nya enak-enak, walau cuman sedikit tapi karena dinyanyikan oleh langganan pengisi OST jadi musik dan adegannya pas banget ditemani suara Ben dan Gummy.

Baca lebih lanjut

[REVIEW] SUSPICIOUS PARTNER

SUSPICIOUS PARTNER

Genre : Romance, Thriller, mystery, omedy

Episode : 40 x 30 menit (20 x 60 menit)

Sinopsis : Eun Bonghee seorang mahasiswi hukum yang sedang menjalani masa kerja praktek di kejaksaan dengan mentor seorang jaksa yang keukeuh, No Jiwook. Hubungan mereka diawali dengan sebuah kejadian buruk, ditambah Jiwook bukanlah mentor yang baik bagi Bonghee. Setelah menjalani 3 bulan kerja praktek dan Jiwook mulai mengakui Bonghee, Bonghee tiba-tiba tersandung kasus. Ia dituduh telah membunuh mantan kekasihnya di apartemen Bonghee. Bukti cukup memberatkan Bonghee, padahal Bonghee bukan pelakunya. Jaksa untuk kasus itu adalah Jiwook. Jiwook mulanya ikut menuduh Bonghee, namun ketika Ia menemukan kejanggalan terhadap barang bukti, Ia melepaskan Bonghee. Akibatnya Jiwook harus mundur dari kejaksaan dan berprofesi sebagai pengacara. Dua tahun kemudian Bonghee telah menjadi pengacara, namun karena kasus yang menimpa dirinya, dan juga pelaku sebenarnya belum ditemukan, namanya belum bersih, sehingga Ia kesulitan mendapatkan klien. Akhirnya Ia bekerja dibawah firma miik Jiwook. Mereka berdua bekerja sama untuk mencari peaku sebenarnya dibantu dengan orang-orang di tim Jiwook.

Why I Watched : my only reason is Ji Changwook. It will be his last drama before enlistment.

Kesan : Muahahahahahaha kocak aseliiiiiii.  Aku merasa amat terhibur dengan komedinya. Romansanya dapat, sukaaaa dan yaaa watchable laaaah….

The interest thing : komedinya juara sih. Humornya sesuai selera aku, dan yang aku suka adalah konsisten. Darri awal hingga akhir episode tidak lupa disisipkan humor. Walau lagi sedih-sedihnya tetap saja humornya enggak terlupakan. Lalu karakternya pada asyik semua menurutku. Enggak ada yang menyebalkan kecuali eu penjahatnya. Aku pikir second lead femalenya aka bitchy tapi nyatanya jauh dari kata itu. kocak sih sih karakter SLFnya, tampak chic,cool tapi ternyata dia tingkat kepedeannya tinggi. Hubungan kekeluargaan tim Jiwook juga amat terasa dan jelas jadi bumbu kelucuannya. Ditambah lagi aku suka dengan misterinya yang bikin penasaran. Aku penasaran banget dengan background dan motif si pembunuh berantai tersebut, dan sialnya kita baru tahu motifnya di akhir episode.

The Bad Thing : Fokus ceritanya euy…. Drama ini memiliki start yang bagus. Kita diawal diarahkan tentang kasus pembunuhan, membuktikkan ketidakbersalahan Bonghee. Begitu pelakunya ketemu, mereka berusaha mencari bukti, eh tapi kenapa tiba-tiba pelakunya amnesia? Selama amnesia ini fokusnya jadi agak bergeser ke masa lalu orang tua Jiwook dan Bonghee, terus malah putus lagi gara-gara masalah itu. aku pikir itu enggak penting deh. Agak klise, walau aku mengerti sih kenapa mereka putus, tapi aku merasa latar belakang orang tua mereka itu enggak ngaruh ke plot utama. Ya paling ke perkembangan hubungan Jiwook dan Bonghee, itu juga enggak begitu berkembang banyak. Aku frustasi sumpah pas lihat mereka putus. Haruskah gitu? Harusnya sih tanpa ada kisah tentang trauma dan orang tua mereka berdua, cerita ini akan tetap jalan dan menarik. Kisah itu hanya menambah list kecurangan kepala jaksa wilayah saja. Berasa banget filler biar jalan ceritanya sampai 40. Aku rasa drama ini harusnya cukup 32 (16) episode saja. Lalu aku merasa misterinya agak nanggung karena ingin fokus juga ke romance jadi berasa kurang greget dikit, apalagi kasus-kasus kecil yang ditangani mereka, enggak begitu ke eksplor. Ya paling ada yang ngaruh untuk ingatan Jiwook yang hilang. Kalau dari segi misteri kasusnya, aku masih menikmati I Remember You dibanding drama ini karena kedua drama ini berasal dari penulis yang sama. Kalau I Remember You drama misteri bumbu romance, kalau drama ini kebalikannya drama romansa berbumbukan misteri.

Baca lebih lanjut

TOP 10 FAVORITE KOREAN VARIETY SHOW JEPRETPRESS VERSION

Aku sudah menjadi fangirl semenjak 2009 akhir. Ini semua berawal dari doktrin teman smp dan sepupuku. Awalnya aku hanya sekedar tahu saja ada yang namanya kpop dan tidak tertarik terjun menjadi fangirl. Sampai akhirnya aku masuk SMA, dapet teman sebangku yang seorang kpopers. Ditambah saat lebaran aku menginap di sepupuku, makin saja ku teracun dan pada akhirnya aku terjerembap di lembah fangirl perkorean dan tidak pernah menemukan jalan keluar semenjak akhir 2009 itu hahaha.

Semenjak itu aku jadi menyukai segala hal berbau dengan industri hiburan korea, mulai dari musik, sampai drama. Sebenarnya kalau drama sih aku sudah suka dari jaman sd. Dari jaman drama korea di tv Indonesia. Aku enggak ingat drama korea yang pertama kali ku tonton apa. Enggak tahu Sassy Girl Chunyang, entah Jewel In The Palace, atau melodrama Endless Love. Cuman aku ingat drama korea yang bikin aku suka kdrama adalah Full House. Sampai keluargaku bela-belain beli vcdnya *saat itu masih jaman vcd*. Cuman saat itu sebagai anak sd yang tidak tahu apa-apa hanya menanti drama korea yang ada di tv saja, dan sialnya waktu itu banyak yang tayang malam. Sebagai anak baik, malam-malam aku tidur. Kalau sekarang sih nonton wkwkwk. Saat aku menjadi fangirl, aku jadi ngikutin lagi, tapi lewat dvd. Saat itu aku masih terlalu bodoh dan kurang pengetahuan bagaimana cara mendapatkan drama secara online. Enggak kayak sekarang drama yang lagi on going, pasti ada yang aku ikutin minimal 1 drama. Aku tuh sudah dianggap Senpai dalam korea karena aku tahu drama dan juga idolnya. Sampai tingkat ke koreaanku agak kalah semenjak munculnya Running Man.

Running Man merupakan variety show yang meledak diantara kpopers. Saat itu teman-temanku pada menonton. Aku pun enggak mau kalah dong. Aku ikut nonton juga, dan menyukainya juga. Cuman aku enggak se addict yang lain. Aku enggak begitu mengikuti setiap episodenya. Kalau temanku ada yang punya, aku tonton, kalau enggak aku enggak akan nonton. Begitu saja seterusnya. Walau aku sudah menyukai industri hiburan korea selama 6-7 tahun, tapi aku tidak begitu mengikuti dunia pertelevisiannya. Aku tidak begitu mau mengikuti variety shownya dengan alasan, ah enggak ada habisnya. Tiap minggu ada yang baru, Menuhin memori banget. Aku nonton variety show kalau ada artis yang aku suka saja. Paling RM yang cukup mengikuti. Itupun paling dalam berapa bulan sekali kalau enggak punya pemasok tetap.

Setelah aku lulus kuliah, aku punya banyak waktu luang alias enggak ada kerjaan. Nonton drama, sudah pada ditonton, film pun begitu. Aku butuh tontonan baru. Salah satu temanku ada yang mengikuti beberapa varshow korea. Aku meminta beberapa varshow yang ada bias akunya. Setelah ku coba tonton beberapa varshownya, lama-lama aku menyukai konsep acara tersebut dan pada akhirnya aku ketagihan. Aku pun memutuskan untuk mengikuti varshow-varshow tersebut. Aku jadi rela memboroskan uang untuk beli kuota, atau sekedar nongkrong di kafe agar dapat wifi buat donlot varshow. Aku pun harus merelakan memori laptopku penuh sesak dan menghapus file-file lama gara-gara varshow ini. Kini aku mau menyebarkan virus varrshow korea ini muahahaha. Aku mau memberi daftar TOP 10 FAVORITE KOREAN VARIETY SHOW JEPRETPRESS VERSION. Mengingat selera aku suka agak beda, jadi ya mungkin ada yang agak aneh atau tidak cocok, tapi aku jamin varshow yang masuk listku adalah varshow-varshow yang menarik.

Oke baiklah kita mulai yaaa. List ini berisikan varshow korea apa saja yang menjadi favoritku. Aku akan menyusun berdasarkan tingkat kesukaan mulai dari yang paling rendah ke yang paling tinggi. Semoga bisa menjadi acuan kalian dalam memilih tontonan. And the list is….

 

 

  1. PROBLEMATIC MEN FROM TVN

Posisi ke 10 adalah varshow dari stasiun tv kabel yang dramanya selalu menjadi favoritku TvN, Problematic Men. Varshow ini merupakan acara semacam acara kuis, dimana terdapat 6 panelis selebritis pria yang dianggap sebagai sexy brain karena kecerdasannya. Mereka adalah Jun Hyunmoo, Kim Jisuk, Ha Seokjin, Park Kyung Block B, Lee Jangwon, dan Tyler Rasch. Park Kyung sendiri bukanlah member asli. Dia menjadi member tetap menggantikan Rap Monster BTS yang terkenal memiliki IQ tinggi seperti Park Kyung juga. Disetiap episodenya akan dihadirkan seorang bintang tamu. Mereka akan diberi soal dan harus mendapatkan jawabannya dan memecahkan permasalahan yang ada, walaupun membutuhkan waktu yang lama. Soalnya bukan hanya soal pengetahuan biasa, tapi soal yang membutuhkan analisa, kreatifitas, kejelian yang bagus. Selain itu juga harus memiliki kemampuan Bahasa asing yang cukup, minimal inggris lah. Tipe-tipe soal untuk tes IQ atau mensa. Bintang tamunya sendiri pun biasanya dikenal dengan kemampuan otak yang bagus. Disini serunya kita bisa ikut berpikir memecahkan soal yang ada. Ada beberapa soal yang bisa kita ikut jawab, ada juga yang membutuhkan pengetahuan Bahasa korea. Serunya juga melihat interaksi antar member saat sedang pusing memecahkan masalah. Aku paling suka kalau Hyunmoo dan Jisuk sudah ribut masalah siapa yang paling bodoh.

Sebenarnya aku nonton varshow ini cuman 3 episode, karena susah banget eng sub nya. Enggak ada yang nge sub. Kalau ada yang nge sub paling fanbase dari bintang tamunya. Walau cuman nonton 3 episode aku udah merasa jatuh cinta dengan varshow ini. Kalau ada yang rutin nge sub, kemungkinan besar aku akan mengikuti varshow ini. Aku pertama kali menonton yang episode Wendy Red Velvet. Setelah menonton episode yang Wendy, aku menyukai konsep acaranya, dan mencoba mencari yang lain. Akhirnya aku menonton yang Suho EXO  dan Key SHINee. Aku rencananya mau nonton yang bintang tamunya Taemin SHINee, dan Kyuhyun Super Junior. Cuman berhubung penyedia videonya di Dailymotion, dan kalau ngedonlot dari Dailymotion suka lambreta morela morjana, jadi ku pending dulu, dan masih dalam batas wacana. Makanya aku letakkan varshow ini di posisi ke 10 karena aku baru nonton 3 episode doang hahaha.

  1. HELLO COUNSELOR FROM KBS

Aku enggak rutin sih nonton ini. Sesekali saja lewat Youtube KBSWORLD kalau muncul di suggestion aku. Varshow ini adalah acara yang dipandu oleh Shin Dongyup, Lee Youngja, Jung Chanwoo, Kim Taegyun, dan Choi Taejoon. Sebenarnya ini adalah acara sejenis talkshow, dimana akan ada seseorang yang menceritakan keresahannya terhadap seseorang, dan berusaha mengkomunikasikannya agar kedua belah pihak merasa nyaman dan kekhawatiran akan berkurang. Seperti misalnya ada seorang anak perempua yang masih smp mengeluhkan pada ibunya membuatnya bekerja terus di salon sehingga tidak mempunyai waktu untuk bermain dan belajar di tempat les. Disitu kita akan mendengarkan permasalahannya dari kedua belah pihak. Pada akhir cerita nanti akan divoting, apakah permasalahan tersebut adalah sebuah kekhawatiran atau bukan. Jika sebuah kekhawatiran, jelas pihak yang diprotes harus berusaha merubahnya. Jika bukan mereka harus asaling mengerti dan menghargai.

Aku menyukai acara ini karena acara ini cukup menghangatkan hati. Aku tipe yang suka dengerin curhatan orang, jadi senang saja mendengar permasalahan mereka. Ada yang bikin aku simpati, marah, frustasi, kecewa, tapi ada juga yang bikin aku ketawa karena permasalahan yang konyol, atau masalah yang mengherankan dimana enggak begitu mengkhawatirkan, namun dapat mengganggu. Aku suka dapat pelajaran sih dari acara ini. Ini acara yang bagus.

  1. LIPSTICK PRINCE FROM ONSTYLE

Baca lebih lanjut

[REVIEW] WHISPER

Sebelum aku mulai reviewnya, aku mau sedikit curhat dulu. Oke sekarang aku mau jujur. Aku akhir-akhir ini, eu lebih tepatnya setahun lebih kebelakang sedang mengalami semacam writer’s block. Hal ini sudah beberapa kali aku ungkit sih, cuman kalau kemaren-kemaren aku berusaha mengabaikan. Berasa gengsi saja, lebih tepatnya malu sih. Penulis amatiran ngak-ngaku writer’s block, tapi ya nyatanya aku jadi agak kesulitan menulis dan merangkai kata-kata. Sebenarnya ide yang mau aku tulis itu bejibun banget. Serius deh, tapi entah kenapa susah banget direalisasi dalam bentuk tulisan. Ketika sudah buka word, aku sering bengong untuk memulai. Kalau udah bingung trus ujung-ujungnya malas. Makanya aku enggak mau mengakui writer’s block, karena lebih tepatnya mungkin kemalasan memamng sudah terlalu menjangkitku dan pada akhirnya bikin sulit nulis.

Hal paling aku bikin sulit nulis adalah menentukan awal. Aku sudah tahu apa saja isi yang mau aku tulis, tapi aku enggak tahu harus mulai dari mana. Sebuah tulisan tentunya biasanya butuh kalimat pengantar alias pembuka, dan itu yang sering bikin aku bingung. Aku ingin mencoba ssesuatu yang beda, tapi pasti gitu-gitu lagi pembukanya. Monoton enggak sih rasanya? Setiap mau nulis review terutama, aku bingung mau bikin paragraf pengantar dari mana. Kalau kalian sudah pernah baca semua review aku, kalian pasti merasa kalau pembuka aku gitu-gitu saja, karena jujur aku bingung. Nampaknya aku masih butuh latihan, dan masih pada tahap coba-coba, seperti tulisan review kali ini.

Tulisan review kali ini aku buka dulu dengan curhatan yang sebenarnya enggak ada nyambungnya sama isi review. Cuman mungkin ke depannya aku bakalan bikin pembuka dari curhatan, kalau enggak ya balik lagi seperti biasa hahahaha. Maafkan ketidak konsistenan hamba. Kita lihat nanti ya apakah pembukaku masih gitu-gitu saja atau ada perubahan. Kali ini mood aku cukup bagus untuk nulis. Beberapa hari kemaren aku baru menyelesaikan sebuah drama yang baru beres tayang sekitar 2 minggu lalu. Langsung aku babat habis dalam 2 hari. Aku ingin berbagi perasaan aku mengenai drama Whisper ini dengan kalian.

Drama Whisper merupakan drama bergenre legal thriller, politic, drama minim romance yang berjumlah 17 episode. Drama ini menceritakan tentang Lee Dongjun seorang hakim yang sudah 10 tahun berkarir dan dikenal tentang keadilannya. Disuatu persidangan, Ia menjatuhkan hukuman yang cukup berat pada anak seorang ketua mahkamah agung atas tindak penggelapan dana. Tak berselang lama dari persidangan tersebut, diadakan peninjauan kembali apakah hakim-hakim yang bertugas layak diangkat kembali atau tidak. Sidak itu diketuai oleh ketua MA dengan juri-jurinya. Akibat dendam pribadi ketua MA dan juga juri-juri yang kerabatnya pernah dihukum oleh Dongjun, karir kehakiman Dongjun terancam. Disaat yang sama Ia diminta oleh ayahnya yang seorang presdir RS Hangang, dr Lee Hobeom utuk menikahi anak dari CEO firma hukum terbesar Taebaek, Choi Ilhwan. Hobeom membutuhkan Ilhwan untuk menutupi kejadian malpraktek dan juga urusan hukum mengenai bisnis rumah sakitnya. Ilhwan membutuhkan Dongjun karena kecermatan dan kesamaan nasib.Ia berharap Dongjun memiliki ambisi yang sama dengannya sehingga dapat meneruskan Taebaek dengan baik. Namun Dongjun menolak permintaan untuk menikahi anak Ilhwan, Choi Suyeon. Akibat tekanan pengangkatan kembali hakim, Dongjun terpaksa menyetujui pernikahan tersebut. Selain menyetujui pernikahan, Dongjun juga diminta untuk membacakan putusan sidang yang telah dibuat Choi Ilhwan. Sidang tersebut merupakan kasus pembunuhan seorang reporter Kim Sungsik dengan terdakwa Shin Changho yang juga rekan kerjanya. Tentu saja pembunuh sebenarnya bukan Shin Changho. Kasus ini sebenarnya melibatkan sebuah kasus yang lebih besar lagi dimana orang-orang Taebaek terlibat. Putri Shin Changho yang merupakan polisi, Shin Youngju berusaha membuktikan ketidakbersalahan ayahnya. Ia mencoba menyerahkan bukti yang didapat pada Dongjun, karena Ia percaya pada Dongjun yang takkan mengabaikan bukti konkret. Sayangnya akibat tekanan, Dongjun berkhianat dan menyatakan Changho bersalah sesuai perintah CEO Choi. Youngju yang marah pun berusaha menjebak Dongjun agar Dongjun mau bekerja sama dengannya untuk menangkap pelaku sebenarnya dan meruntuhkan Taebaek yang busuk didalamnya.

Wah gila nulis plot awalnya saja sudah ribet banget. Seperti yang terlihat yang diplot awalnya drama ini memang ribet, padahal sebelumnya aku udah bilang kalau aku enggak mau nonton drama yang berat. Cuman, hei di drama ini ada Lee Sangyoon, Lee Boyoung, dan ahjussi rasa oppa ku, Kwon Yool!. Pas tahu Lee Boyoung comeback setelah 3 tahun vakum, terus ditambah reuniannya sama Lee Sangyoon setelah My Daughter Seoyung, plus ada Kwon Yool. Nikmat Tuhan mana yang kamu dustakan!!! Wkwkwk. Aku suka Lee Sangyoon semenjak Liar Game, tapi masalahnya drama dia setelah itu enggak ada yang menarik perhatianku. Pas baca plot awalnya aku agak males karena pasti bakalan penuh intrik antara orang berkuasa dan orang berduit. Cuman legal drama tuh salah satu genre favoritku. Lalu ditambah pemain yang bagus-bagus, jadi kenapa enggak dicoba?

Aku enggak nyesel sih ngikutin drama ini. Waah gilaaa memang legal drama memang selera aku. Ditambah disuguhkan dengan konflik yang solid. Konflikny itu loooh mantap jiwa. Sekalinya nonton drama ini, enggak bisa berhenti. Nagih abis. Selesai satu episode, rasanya enggak sabar buat lanjut ke episode selanjutnya. Cuman butuh 2 hari untuk menyelesaikan drama ini. Kalau aku enggak inget buat tidur kayanya bakal aku lahap sehari saja.

Konflik yang intense antar tokoh yang bikin ketagihan. Kita bakalan penasaran dengan apa yang selanjutnya terjadi. Setiap tokoh punya strategi dan rencana masing-masing yang sama-sama kuat. Disaat kita mengira  rencana protagonis akan berhasil ternyata rencana antagonis jauh lebih matang. Menariknya lagi pertarungan pun tidak hanya terjadi antara pihak protagonis versus antagonis, tapi juga perseteruan antara masing pihak juga ada konflik tersendiri. Apaagi diawal-awal konflik antara Dongjun dan Youngju cukup kuat ya. Mereka merasa bahwa mereka dan rencana yang dijalankan merupakan jalan terbaik. Youngju seringkali menentang rencana Dongjun karena Dongjun lambat dan lebih menguntungkan dirinya dan Taebaek, sedangkan Youngju ingin Taebaek runtuh.

Drama ini memang bergenre legal drama, tapi menurutku legalnya enggak terlalu berasa. Dunia hukum hanya menjadi latar belakang, karena konfliknya sendiri lebih ke pertarungan sesama tokoh seperti yang aku bilang sebelumnya, dibandingkan pertarungan di dunia hukumnya, walau tetap ada kok kasus hukum yang diangkatnya. Cuman pembuktian kasus itunya lebih disajikan dnegan konflik antara orang berkuasa, orang beruang, dan orang yang tidak punya keduanya. Kalau kalian nonton kalian akan benar-benar merasakan konflik yang solid. Kalian yang suka sama drama yang konfliknya berat, kuat, dan greget dijamin bakalan menikmati drama ini.

Konflik yang intense juga bikin banyak plot twisted di dalamnya. Aku berapa kali terkejut dengan rencana tidak terduga yang hadir di alur cerita. Serius aku baru sekarang lagi nonton drama yang penuh dengan plot twisted. Hampir di setiap episode ada. Mengingat alur drama ini memang cepat, jadi disetiap episode memang ada rahasia tersembunyi yang terkuak, sehingga jadi yaw ajar sih jadi banyak plot twisted. Anehnya banyaknya plot twisted ini enggak bikin aku capek sama drama ini. Yang ada malah makin nagih dan enggak sabar buat ngeberesin drama ini. Whisper ini kan penulisnya sama kayak drama Punch. Buat yang sudah nonton Punch, bakalan terbiasa sama plot twisted drama ini. Polanya katanya sih masih sama kayak di Punch. Berhubung aku belum nonton Punch, aku jadi belum bisa berkomentar mengenai hal itu. cuman ya berdasarkan opini yang sudah nonton keduanya, mereka sudah enggak aneh lagi dengan plot twisted yang ada. Buat yang belum nonton Punch, hal itu akan menjadi akan jadi kejutan yang bikin jantung excited, seperrti yang ku rasakan saat nonton ini. Oh iya ngomongin Punch, Whisper dan Punch ini ternyata 1 universe, karena nanti di episode terakhir aka nada cameo dari pemain Punch.

Lagi-lagi kalau drama yang menceritakan mengenai lapisan masyarakat kalangan penguasa, aku merasakan realita. Disini juga diperlihatkan hukum yang tajam ke bawah tapi tumpul ke atas. Banyak rekayasa kasus yang terjadi, dan aku juga jadi teringat akan beberapa kasus besar di Indonesia. Di Taebaek sendiri kan terjadi kasus mega korupsi yang melibatkan banyak pihak, nah hal ini mengingatkan ku pada kasus e-ktp yang sedang bergulir. Kasus ini juga sama melibatkan banyak pihak dan banyak juga yang belum terungkap. Realita yang dirasakan makin berasa dengan karakter para tokohnya. Aku merasa semua tokohnya itu abu-abu. Enggak ada yang tegas putih ataupun hitam. Seperti dikehidupan nyata. Banyak orang baik tapi karena keadaan terdesak mereka bisa merusak prinsip mereka dan berubah berbuat kejahatan. Begitu juga dengan orang jahat, biasanya karrena keadaan dan mereka masih memiliki sisi manusiawinya. Paling terasa keabuan karakternya jelas sih pada Dongjun. Dia hakim yang tidak akan mengabaikan bukti nyata, tapi karena posisinya terancam Ia pun jadi mengabaikan fakta tersebut. Kalau dari sisi antagonis ada Suyeon yang berusaha mengendalikan Jungil, tapi pada akhirnya menyerahkan bukti karena demi kesehatan mental ibunya. Setiap orang pasti memiliki sisi terang dan gelapnya, dan di drama ini digambarkan dengan baik karakter tersebut.

Baca lebih lanjut