[REVIEW] SUSPICIOUS PARTNER

SUSPICIOUS PARTNER

Genre : Romance, Thriller, mystery, omedy

Episode : 40 x 30 menit (20 x 60 menit)

Sinopsis : Eun Bonghee seorang mahasiswi hukum yang sedang menjalani masa kerja praktek di kejaksaan dengan mentor seorang jaksa yang keukeuh, No Jiwook. Hubungan mereka diawali dengan sebuah kejadian buruk, ditambah Jiwook bukanlah mentor yang baik bagi Bonghee. Setelah menjalani 3 bulan kerja praktek dan Jiwook mulai mengakui Bonghee, Bonghee tiba-tiba tersandung kasus. Ia dituduh telah membunuh mantan kekasihnya di apartemen Bonghee. Bukti cukup memberatkan Bonghee, padahal Bonghee bukan pelakunya. Jaksa untuk kasus itu adalah Jiwook. Jiwook mulanya ikut menuduh Bonghee, namun ketika Ia menemukan kejanggalan terhadap barang bukti, Ia melepaskan Bonghee. Akibatnya Jiwook harus mundur dari kejaksaan dan berprofesi sebagai pengacara. Dua tahun kemudian Bonghee telah menjadi pengacara, namun karena kasus yang menimpa dirinya, dan juga pelaku sebenarnya belum ditemukan, namanya belum bersih, sehingga Ia kesulitan mendapatkan klien. Akhirnya Ia bekerja dibawah firma miik Jiwook. Mereka berdua bekerja sama untuk mencari peaku sebenarnya dibantu dengan orang-orang di tim Jiwook.

Why I Watched : my only reason is Ji Changwook. It will be his last drama before enlistment.

Kesan : Muahahahahahaha kocak aseliiiiiii.  Aku merasa amat terhibur dengan komedinya. Romansanya dapat, sukaaaa dan yaaa watchable laaaah….

The interest thing : komedinya juara sih. Humornya sesuai selera aku, dan yang aku suka adalah konsisten. Darri awal hingga akhir episode tidak lupa disisipkan humor. Walau lagi sedih-sedihnya tetap saja humornya enggak terlupakan. Lalu karakternya pada asyik semua menurutku. Enggak ada yang menyebalkan kecuali eu penjahatnya. Aku pikir second lead femalenya aka bitchy tapi nyatanya jauh dari kata itu. kocak sih sih karakter SLFnya, tampak chic,cool tapi ternyata dia tingkat kepedeannya tinggi. Hubungan kekeluargaan tim Jiwook juga amat terasa dan jelas jadi bumbu kelucuannya. Ditambah lagi aku suka dengan misterinya yang bikin penasaran. Aku penasaran banget dengan background dan motif si pembunuh berantai tersebut, dan sialnya kita baru tahu motifnya di akhir episode.

The Bad Thing : Fokus ceritanya euy…. Drama ini memiliki start yang bagus. Kita diawal diarahkan tentang kasus pembunuhan, membuktikkan ketidakbersalahan Bonghee. Begitu pelakunya ketemu, mereka berusaha mencari bukti, eh tapi kenapa tiba-tiba pelakunya amnesia? Selama amnesia ini fokusnya jadi agak bergeser ke masa lalu orang tua Jiwook dan Bonghee, terus malah putus lagi gara-gara masalah itu. aku pikir itu enggak penting deh. Agak klise, walau aku mengerti sih kenapa mereka putus, tapi aku merasa latar belakang orang tua mereka itu enggak ngaruh ke plot utama. Ya paling ke perkembangan hubungan Jiwook dan Bonghee, itu juga enggak begitu berkembang banyak. Aku frustasi sumpah pas lihat mereka putus. Haruskah gitu? Harusnya sih tanpa ada kisah tentang trauma dan orang tua mereka berdua, cerita ini akan tetap jalan dan menarik. Kisah itu hanya menambah list kecurangan kepala jaksa wilayah saja. Berasa banget filler biar jalan ceritanya sampai 40. Aku rasa drama ini harusnya cukup 32 (16) episode saja. Lalu aku merasa misterinya agak nanggung karena ingin fokus juga ke romance jadi berasa kurang greget dikit, apalagi kasus-kasus kecil yang ditangani mereka, enggak begitu ke eksplor. Ya paling ada yang ngaruh untuk ingatan Jiwook yang hilang. Kalau dari segi misteri kasusnya, aku masih menikmati I Remember You dibanding drama ini karena kedua drama ini berasal dari penulis yang sama. Kalau I Remember You drama misteri bumbu romance, kalau drama ini kebalikannya drama romansa berbumbukan misteri.

Baca lebih lanjut

TOP 10 FAVORITE KOREAN VARIETY SHOW JEPRETPRESS VERSION

Aku sudah menjadi fangirl semenjak 2009 akhir. Ini semua berawal dari doktrin teman smp dan sepupuku. Awalnya aku hanya sekedar tahu saja ada yang namanya kpop dan tidak tertarik terjun menjadi fangirl. Sampai akhirnya aku masuk SMA, dapet teman sebangku yang seorang kpopers. Ditambah saat lebaran aku menginap di sepupuku, makin saja ku teracun dan pada akhirnya aku terjerembap di lembah fangirl perkorean dan tidak pernah menemukan jalan keluar semenjak akhir 2009 itu hahaha.

Semenjak itu aku jadi menyukai segala hal berbau dengan industri hiburan korea, mulai dari musik, sampai drama. Sebenarnya kalau drama sih aku sudah suka dari jaman sd. Dari jaman drama korea di tv Indonesia. Aku enggak ingat drama korea yang pertama kali ku tonton apa. Enggak tahu Sassy Girl Chunyang, entah Jewel In The Palace, atau melodrama Endless Love. Cuman aku ingat drama korea yang bikin aku suka kdrama adalah Full House. Sampai keluargaku bela-belain beli vcdnya *saat itu masih jaman vcd*. Cuman saat itu sebagai anak sd yang tidak tahu apa-apa hanya menanti drama korea yang ada di tv saja, dan sialnya waktu itu banyak yang tayang malam. Sebagai anak baik, malam-malam aku tidur. Kalau sekarang sih nonton wkwkwk. Saat aku menjadi fangirl, aku jadi ngikutin lagi, tapi lewat dvd. Saat itu aku masih terlalu bodoh dan kurang pengetahuan bagaimana cara mendapatkan drama secara online. Enggak kayak sekarang drama yang lagi on going, pasti ada yang aku ikutin minimal 1 drama. Aku tuh sudah dianggap Senpai dalam korea karena aku tahu drama dan juga idolnya. Sampai tingkat ke koreaanku agak kalah semenjak munculnya Running Man.

Running Man merupakan variety show yang meledak diantara kpopers. Saat itu teman-temanku pada menonton. Aku pun enggak mau kalah dong. Aku ikut nonton juga, dan menyukainya juga. Cuman aku enggak se addict yang lain. Aku enggak begitu mengikuti setiap episodenya. Kalau temanku ada yang punya, aku tonton, kalau enggak aku enggak akan nonton. Begitu saja seterusnya. Walau aku sudah menyukai industri hiburan korea selama 6-7 tahun, tapi aku tidak begitu mengikuti dunia pertelevisiannya. Aku tidak begitu mau mengikuti variety shownya dengan alasan, ah enggak ada habisnya. Tiap minggu ada yang baru, Menuhin memori banget. Aku nonton variety show kalau ada artis yang aku suka saja. Paling RM yang cukup mengikuti. Itupun paling dalam berapa bulan sekali kalau enggak punya pemasok tetap.

Setelah aku lulus kuliah, aku punya banyak waktu luang alias enggak ada kerjaan. Nonton drama, sudah pada ditonton, film pun begitu. Aku butuh tontonan baru. Salah satu temanku ada yang mengikuti beberapa varshow korea. Aku meminta beberapa varshow yang ada bias akunya. Setelah ku coba tonton beberapa varshownya, lama-lama aku menyukai konsep acara tersebut dan pada akhirnya aku ketagihan. Aku pun memutuskan untuk mengikuti varshow-varshow tersebut. Aku jadi rela memboroskan uang untuk beli kuota, atau sekedar nongkrong di kafe agar dapat wifi buat donlot varshow. Aku pun harus merelakan memori laptopku penuh sesak dan menghapus file-file lama gara-gara varshow ini. Kini aku mau menyebarkan virus varrshow korea ini muahahaha. Aku mau memberi daftar TOP 10 FAVORITE KOREAN VARIETY SHOW JEPRETPRESS VERSION. Mengingat selera aku suka agak beda, jadi ya mungkin ada yang agak aneh atau tidak cocok, tapi aku jamin varshow yang masuk listku adalah varshow-varshow yang menarik.

Oke baiklah kita mulai yaaa. List ini berisikan varshow korea apa saja yang menjadi favoritku. Aku akan menyusun berdasarkan tingkat kesukaan mulai dari yang paling rendah ke yang paling tinggi. Semoga bisa menjadi acuan kalian dalam memilih tontonan. And the list is….

 

 

  1. PROBLEMATIC MEN FROM TVN

Posisi ke 10 adalah varshow dari stasiun tv kabel yang dramanya selalu menjadi favoritku TvN, Problematic Men. Varshow ini merupakan acara semacam acara kuis, dimana terdapat 6 panelis selebritis pria yang dianggap sebagai sexy brain karena kecerdasannya. Mereka adalah Jun Hyunmoo, Kim Jisuk, Ha Seokjin, Park Kyung Block B, Lee Jangwon, dan Tyler Rasch. Park Kyung sendiri bukanlah member asli. Dia menjadi member tetap menggantikan Rap Monster BTS yang terkenal memiliki IQ tinggi seperti Park Kyung juga. Disetiap episodenya akan dihadirkan seorang bintang tamu. Mereka akan diberi soal dan harus mendapatkan jawabannya dan memecahkan permasalahan yang ada, walaupun membutuhkan waktu yang lama. Soalnya bukan hanya soal pengetahuan biasa, tapi soal yang membutuhkan analisa, kreatifitas, kejelian yang bagus. Selain itu juga harus memiliki kemampuan Bahasa asing yang cukup, minimal inggris lah. Tipe-tipe soal untuk tes IQ atau mensa. Bintang tamunya sendiri pun biasanya dikenal dengan kemampuan otak yang bagus. Disini serunya kita bisa ikut berpikir memecahkan soal yang ada. Ada beberapa soal yang bisa kita ikut jawab, ada juga yang membutuhkan pengetahuan Bahasa korea. Serunya juga melihat interaksi antar member saat sedang pusing memecahkan masalah. Aku paling suka kalau Hyunmoo dan Jisuk sudah ribut masalah siapa yang paling bodoh.

Sebenarnya aku nonton varshow ini cuman 3 episode, karena susah banget eng sub nya. Enggak ada yang nge sub. Kalau ada yang nge sub paling fanbase dari bintang tamunya. Walau cuman nonton 3 episode aku udah merasa jatuh cinta dengan varshow ini. Kalau ada yang rutin nge sub, kemungkinan besar aku akan mengikuti varshow ini. Aku pertama kali menonton yang episode Wendy Red Velvet. Setelah menonton episode yang Wendy, aku menyukai konsep acaranya, dan mencoba mencari yang lain. Akhirnya aku menonton yang Suho EXO  dan Key SHINee. Aku rencananya mau nonton yang bintang tamunya Taemin SHINee, dan Kyuhyun Super Junior. Cuman berhubung penyedia videonya di Dailymotion, dan kalau ngedonlot dari Dailymotion suka lambreta morela morjana, jadi ku pending dulu, dan masih dalam batas wacana. Makanya aku letakkan varshow ini di posisi ke 10 karena aku baru nonton 3 episode doang hahaha.

  1. HELLO COUNSELOR FROM KBS

Aku enggak rutin sih nonton ini. Sesekali saja lewat Youtube KBSWORLD kalau muncul di suggestion aku. Varshow ini adalah acara yang dipandu oleh Shin Dongyup, Lee Youngja, Jung Chanwoo, Kim Taegyun, dan Choi Taejoon. Sebenarnya ini adalah acara sejenis talkshow, dimana akan ada seseorang yang menceritakan keresahannya terhadap seseorang, dan berusaha mengkomunikasikannya agar kedua belah pihak merasa nyaman dan kekhawatiran akan berkurang. Seperti misalnya ada seorang anak perempua yang masih smp mengeluhkan pada ibunya membuatnya bekerja terus di salon sehingga tidak mempunyai waktu untuk bermain dan belajar di tempat les. Disitu kita akan mendengarkan permasalahannya dari kedua belah pihak. Pada akhir cerita nanti akan divoting, apakah permasalahan tersebut adalah sebuah kekhawatiran atau bukan. Jika sebuah kekhawatiran, jelas pihak yang diprotes harus berusaha merubahnya. Jika bukan mereka harus asaling mengerti dan menghargai.

Aku menyukai acara ini karena acara ini cukup menghangatkan hati. Aku tipe yang suka dengerin curhatan orang, jadi senang saja mendengar permasalahan mereka. Ada yang bikin aku simpati, marah, frustasi, kecewa, tapi ada juga yang bikin aku ketawa karena permasalahan yang konyol, atau masalah yang mengherankan dimana enggak begitu mengkhawatirkan, namun dapat mengganggu. Aku suka dapat pelajaran sih dari acara ini. Ini acara yang bagus.

  1. LIPSTICK PRINCE FROM ONSTYLE

Baca lebih lanjut

[REVIEW] WHISPER

Sebelum aku mulai reviewnya, aku mau sedikit curhat dulu. Oke sekarang aku mau jujur. Aku akhir-akhir ini, eu lebih tepatnya setahun lebih kebelakang sedang mengalami semacam writer’s block. Hal ini sudah beberapa kali aku ungkit sih, cuman kalau kemaren-kemaren aku berusaha mengabaikan. Berasa gengsi saja, lebih tepatnya malu sih. Penulis amatiran ngak-ngaku writer’s block, tapi ya nyatanya aku jadi agak kesulitan menulis dan merangkai kata-kata. Sebenarnya ide yang mau aku tulis itu bejibun banget. Serius deh, tapi entah kenapa susah banget direalisasi dalam bentuk tulisan. Ketika sudah buka word, aku sering bengong untuk memulai. Kalau udah bingung trus ujung-ujungnya malas. Makanya aku enggak mau mengakui writer’s block, karena lebih tepatnya mungkin kemalasan memamng sudah terlalu menjangkitku dan pada akhirnya bikin sulit nulis.

Hal paling aku bikin sulit nulis adalah menentukan awal. Aku sudah tahu apa saja isi yang mau aku tulis, tapi aku enggak tahu harus mulai dari mana. Sebuah tulisan tentunya biasanya butuh kalimat pengantar alias pembuka, dan itu yang sering bikin aku bingung. Aku ingin mencoba ssesuatu yang beda, tapi pasti gitu-gitu lagi pembukanya. Monoton enggak sih rasanya? Setiap mau nulis review terutama, aku bingung mau bikin paragraf pengantar dari mana. Kalau kalian sudah pernah baca semua review aku, kalian pasti merasa kalau pembuka aku gitu-gitu saja, karena jujur aku bingung. Nampaknya aku masih butuh latihan, dan masih pada tahap coba-coba, seperti tulisan review kali ini.

Tulisan review kali ini aku buka dulu dengan curhatan yang sebenarnya enggak ada nyambungnya sama isi review. Cuman mungkin ke depannya aku bakalan bikin pembuka dari curhatan, kalau enggak ya balik lagi seperti biasa hahahaha. Maafkan ketidak konsistenan hamba. Kita lihat nanti ya apakah pembukaku masih gitu-gitu saja atau ada perubahan. Kali ini mood aku cukup bagus untuk nulis. Beberapa hari kemaren aku baru menyelesaikan sebuah drama yang baru beres tayang sekitar 2 minggu lalu. Langsung aku babat habis dalam 2 hari. Aku ingin berbagi perasaan aku mengenai drama Whisper ini dengan kalian.

Drama Whisper merupakan drama bergenre legal thriller, politic, drama minim romance yang berjumlah 17 episode. Drama ini menceritakan tentang Lee Dongjun seorang hakim yang sudah 10 tahun berkarir dan dikenal tentang keadilannya. Disuatu persidangan, Ia menjatuhkan hukuman yang cukup berat pada anak seorang ketua mahkamah agung atas tindak penggelapan dana. Tak berselang lama dari persidangan tersebut, diadakan peninjauan kembali apakah hakim-hakim yang bertugas layak diangkat kembali atau tidak. Sidak itu diketuai oleh ketua MA dengan juri-jurinya. Akibat dendam pribadi ketua MA dan juga juri-juri yang kerabatnya pernah dihukum oleh Dongjun, karir kehakiman Dongjun terancam. Disaat yang sama Ia diminta oleh ayahnya yang seorang presdir RS Hangang, dr Lee Hobeom utuk menikahi anak dari CEO firma hukum terbesar Taebaek, Choi Ilhwan. Hobeom membutuhkan Ilhwan untuk menutupi kejadian malpraktek dan juga urusan hukum mengenai bisnis rumah sakitnya. Ilhwan membutuhkan Dongjun karena kecermatan dan kesamaan nasib.Ia berharap Dongjun memiliki ambisi yang sama dengannya sehingga dapat meneruskan Taebaek dengan baik. Namun Dongjun menolak permintaan untuk menikahi anak Ilhwan, Choi Suyeon. Akibat tekanan pengangkatan kembali hakim, Dongjun terpaksa menyetujui pernikahan tersebut. Selain menyetujui pernikahan, Dongjun juga diminta untuk membacakan putusan sidang yang telah dibuat Choi Ilhwan. Sidang tersebut merupakan kasus pembunuhan seorang reporter Kim Sungsik dengan terdakwa Shin Changho yang juga rekan kerjanya. Tentu saja pembunuh sebenarnya bukan Shin Changho. Kasus ini sebenarnya melibatkan sebuah kasus yang lebih besar lagi dimana orang-orang Taebaek terlibat. Putri Shin Changho yang merupakan polisi, Shin Youngju berusaha membuktikan ketidakbersalahan ayahnya. Ia mencoba menyerahkan bukti yang didapat pada Dongjun, karena Ia percaya pada Dongjun yang takkan mengabaikan bukti konkret. Sayangnya akibat tekanan, Dongjun berkhianat dan menyatakan Changho bersalah sesuai perintah CEO Choi. Youngju yang marah pun berusaha menjebak Dongjun agar Dongjun mau bekerja sama dengannya untuk menangkap pelaku sebenarnya dan meruntuhkan Taebaek yang busuk didalamnya.

Wah gila nulis plot awalnya saja sudah ribet banget. Seperti yang terlihat yang diplot awalnya drama ini memang ribet, padahal sebelumnya aku udah bilang kalau aku enggak mau nonton drama yang berat. Cuman, hei di drama ini ada Lee Sangyoon, Lee Boyoung, dan ahjussi rasa oppa ku, Kwon Yool!. Pas tahu Lee Boyoung comeback setelah 3 tahun vakum, terus ditambah reuniannya sama Lee Sangyoon setelah My Daughter Seoyung, plus ada Kwon Yool. Nikmat Tuhan mana yang kamu dustakan!!! Wkwkwk. Aku suka Lee Sangyoon semenjak Liar Game, tapi masalahnya drama dia setelah itu enggak ada yang menarik perhatianku. Pas baca plot awalnya aku agak males karena pasti bakalan penuh intrik antara orang berkuasa dan orang berduit. Cuman legal drama tuh salah satu genre favoritku. Lalu ditambah pemain yang bagus-bagus, jadi kenapa enggak dicoba?

Aku enggak nyesel sih ngikutin drama ini. Waah gilaaa memang legal drama memang selera aku. Ditambah disuguhkan dengan konflik yang solid. Konflikny itu loooh mantap jiwa. Sekalinya nonton drama ini, enggak bisa berhenti. Nagih abis. Selesai satu episode, rasanya enggak sabar buat lanjut ke episode selanjutnya. Cuman butuh 2 hari untuk menyelesaikan drama ini. Kalau aku enggak inget buat tidur kayanya bakal aku lahap sehari saja.

Konflik yang intense antar tokoh yang bikin ketagihan. Kita bakalan penasaran dengan apa yang selanjutnya terjadi. Setiap tokoh punya strategi dan rencana masing-masing yang sama-sama kuat. Disaat kita mengira  rencana protagonis akan berhasil ternyata rencana antagonis jauh lebih matang. Menariknya lagi pertarungan pun tidak hanya terjadi antara pihak protagonis versus antagonis, tapi juga perseteruan antara masing pihak juga ada konflik tersendiri. Apaagi diawal-awal konflik antara Dongjun dan Youngju cukup kuat ya. Mereka merasa bahwa mereka dan rencana yang dijalankan merupakan jalan terbaik. Youngju seringkali menentang rencana Dongjun karena Dongjun lambat dan lebih menguntungkan dirinya dan Taebaek, sedangkan Youngju ingin Taebaek runtuh.

Drama ini memang bergenre legal drama, tapi menurutku legalnya enggak terlalu berasa. Dunia hukum hanya menjadi latar belakang, karena konfliknya sendiri lebih ke pertarungan sesama tokoh seperti yang aku bilang sebelumnya, dibandingkan pertarungan di dunia hukumnya, walau tetap ada kok kasus hukum yang diangkatnya. Cuman pembuktian kasus itunya lebih disajikan dnegan konflik antara orang berkuasa, orang beruang, dan orang yang tidak punya keduanya. Kalau kalian nonton kalian akan benar-benar merasakan konflik yang solid. Kalian yang suka sama drama yang konfliknya berat, kuat, dan greget dijamin bakalan menikmati drama ini.

Konflik yang intense juga bikin banyak plot twisted di dalamnya. Aku berapa kali terkejut dengan rencana tidak terduga yang hadir di alur cerita. Serius aku baru sekarang lagi nonton drama yang penuh dengan plot twisted. Hampir di setiap episode ada. Mengingat alur drama ini memang cepat, jadi disetiap episode memang ada rahasia tersembunyi yang terkuak, sehingga jadi yaw ajar sih jadi banyak plot twisted. Anehnya banyaknya plot twisted ini enggak bikin aku capek sama drama ini. Yang ada malah makin nagih dan enggak sabar buat ngeberesin drama ini. Whisper ini kan penulisnya sama kayak drama Punch. Buat yang sudah nonton Punch, bakalan terbiasa sama plot twisted drama ini. Polanya katanya sih masih sama kayak di Punch. Berhubung aku belum nonton Punch, aku jadi belum bisa berkomentar mengenai hal itu. cuman ya berdasarkan opini yang sudah nonton keduanya, mereka sudah enggak aneh lagi dengan plot twisted yang ada. Buat yang belum nonton Punch, hal itu akan menjadi akan jadi kejutan yang bikin jantung excited, seperrti yang ku rasakan saat nonton ini. Oh iya ngomongin Punch, Whisper dan Punch ini ternyata 1 universe, karena nanti di episode terakhir aka nada cameo dari pemain Punch.

Lagi-lagi kalau drama yang menceritakan mengenai lapisan masyarakat kalangan penguasa, aku merasakan realita. Disini juga diperlihatkan hukum yang tajam ke bawah tapi tumpul ke atas. Banyak rekayasa kasus yang terjadi, dan aku juga jadi teringat akan beberapa kasus besar di Indonesia. Di Taebaek sendiri kan terjadi kasus mega korupsi yang melibatkan banyak pihak, nah hal ini mengingatkan ku pada kasus e-ktp yang sedang bergulir. Kasus ini juga sama melibatkan banyak pihak dan banyak juga yang belum terungkap. Realita yang dirasakan makin berasa dengan karakter para tokohnya. Aku merasa semua tokohnya itu abu-abu. Enggak ada yang tegas putih ataupun hitam. Seperti dikehidupan nyata. Banyak orang baik tapi karena keadaan terdesak mereka bisa merusak prinsip mereka dan berubah berbuat kejahatan. Begitu juga dengan orang jahat, biasanya karrena keadaan dan mereka masih memiliki sisi manusiawinya. Paling terasa keabuan karakternya jelas sih pada Dongjun. Dia hakim yang tidak akan mengabaikan bukti nyata, tapi karena posisinya terancam Ia pun jadi mengabaikan fakta tersebut. Kalau dari sisi antagonis ada Suyeon yang berusaha mengendalikan Jungil, tapi pada akhirnya menyerahkan bukti karena demi kesehatan mental ibunya. Setiap orang pasti memiliki sisi terang dan gelapnya, dan di drama ini digambarkan dengan baik karakter tersebut.

Baca lebih lanjut

[REVIEW] DEFENDANT

Aku ingin mencoba mengembalikan gaya menulis review dramaku seperti sebelumnya. Ya bukan berupa poin lagi, tapi berupa uraian. Setelah aku pikir-pikir, reviewku kemaren yang berupa poin, ujung-ujungnya seperti paragraf biasa saja. selain itu, kayaknya orang-orang lebih menikmati berupa uraian daripada poin *sok tahu*. Hanya saja kali ini mungkin uraiannya lebih jelas, yaitu aku mengacu pada poin-poin, enggak melebar kemana saja, walau enggak janji sih kalau enggak melebar kemana saja hehehe.

Cerita mengenai dunia hukum dan pembisnis nampaknya enggak akan pernah mati di dunia perdramaan korea. Habis satu, muncul drama yang lainnya. Kali ini ada sebuah legal drama yang menarik perhatianku, let’s see about Defendant.

Drama yang memiliki 18 episode ini merupakan drama dengan genre legal, thriller, dan sedikit melo menurutku. Drama ini menceritakan tentang seorang jaksa pembunuhan Park Jungwoo yang memikili integritas tinggi. Ia sedang menyelidiki kasus pembunuhan yang melibatkan seorang wakil presiden Chamyung Grup yaitu Cha Minho. Sayangnya, seperti kebanyakan chaebol pada umumnya, Minho mengelak dari perbuatan jahatnya. Setelah melakukan penyelidikan, Jungwoo telah mendapatkan bukti tiba-tiba dikejutkan dengan berita kematian Minho yang bunuh diri. Ia merasa ada kejanggalan mengenai kematian Minho, ditambah munculnya saudara kembar Minho, Cha Seonho yang merupakan presdir Chamyung Grup. Melalui penyelidikan, Jungwoo mendapat fakta bahwa yang mati bukanlah Minho, melainkan Seonho. Seonho yang hidup kini adalah Minho yang menyamar. Terganggu mengenai hal itu, Seonho alias Minho mengusahakan segala cara agar Jungwoo tidak mengejarnya. Tiba-tiba ada sebuah kejadian, dan Jungwoo tiba-tiba terbangun di penjara dengan pakaian napi, dan yang Ia ingat hanyalah semalam adalah ulang tahun anaknya, Park Hayeon. Ulang tahun anaknya itu sebenarnya terjadi 4 bulan yang lalu dan Jungwoo sudah dipenjara selama 4 bulan dengan tuduhan membunuh istri dan anaknya. Sayangnya Jungwoo tidak ingat apa-apa, dan Ia tidak terima jika Ia dituduh sebagai pembunuh keluarganya.

Awalnya aku agak malas nonton ini, karena rasanya ingin drama yang ringan dan female leadnya Yuri, sedangkan lawan mainnya adalah aktor sekelas Jisung. Macam apa lah Jisung dipasangkan ama Yuri, setelah Hyeri dia dipasangkan dengan Yuri. Heol…. Dari segi karir idol Yuri memang lebih maju, tapi kalau akting Hyeri masih mending dibanding Yuri, walau Hyeri juga belum terlalu bagus sih. Cuman ini dramanya Jisung men! Aku tak ingin melewatkan dramanya dia, setelah tahun kemaren dia bermain di drama yang tak menarik hatiku sama sekali, kali ini dia kembali dengan drama yang genrenya menjadi salah satu favoritku, drama misteri, hukum. Lalu setelah membaca review beberapa episode, aku merasa sayang sekali melewatkan drama ini. Aku mencoba mengabaikan faktor Yuri.

Keputusan yang tepat untuk mengikuti drama satu ini. Gila, coy! Hm.. oke bosen ya pakai kata gila, kita pakai kata, incredible! Luar biasa drama satu ini tuh. Mengikuti drama ini selama on going rasanya bisa mati penasaran karena enggak sabar nunggu kelanjutannya. Kalian djamin sekalinya nonton episode ini, bakalan nagih, enggak bisa berhenti. Drama ini tuh penuh dengan kumpulan puzzle yang harus disatukan. Misteri-misteri yang terjadi selama 4 bulan, dan fakta apa yang dilupakan Jungwoo? Kenapa Jungwoo mau mengakui kejahatan yang tak Ia lakukan? Siapa pembunuh sebenarnya? Semua pertanyaan itu pasti muncul dan akan terus menghantui selama 8 episode pertama dari drama ini dan bikin gila rasanya kalau enggak tahu.

Pertanyaan-pertanyaan diatas sebenarnya akan menghasil satu jawaban yang kita semua pasti tahu jawabannya, yaitu Cha Minho, cuman gimana prosesnya? Apa andil Minho dalam kasus itu? Misteri-misteri yang muncul diawal episode cukup cepat dikupasnya. Delapan episode pertama kita suah tahu jawabannya, seperti apakah Hayeon masih hidup, ingatan Jungwoo yang terlupakan, dan pembunuh sebenarnya dari istri Jungwoo. Sisanya drama ini lebih berfokus kepada cara Jungwoo kabur dari penjara, menangkap Cha Minho untuk membuktikan ketidakbersalahannya dan juga menyelamatkan Hayeon. Rasa penasaran dan greget itu jadi berganti dengan rasa ingin cepat-cepat terselesaikan, karena ingin banget lihat Minho terpuruk dan Jungwoo bebas. Greget tetap ada, karena Minho ini memang pintar sih, dia punya seribu cara untuk menghalau Jungwoo.

Aku merasa agak muak dengan situasi yang ada di penjara. Betapa mudahnya sipir disuap dan memperlakukan seseorang dengan sangat tidak manusiawi. Sebenarnya aku percaya sih kalau hal gini kejadian di kehidupan nyata. Toh di berita juga diceritakan kalau yang membantu gembong narkoba berbisnis kan si sipir penjara. Di drama juga pasti terjadi seperti itu, dimana sipir akan tunduk pada seorang pembisnis yang akan memberi mereka “kehidupan”. Makanya melalui drama ini kehidupan mengenai penjara lebih banyak terkupas. Ya walau cuman mereka main di lapang, terus balik lagi ke sel. Kalau melakukan kesalahan mereka dikurung di sel khusus.

Eu.. bentar kayaknya agak melenceng. Kembali ke jalan yang benar. Menurutku drama ini fokusnya bagus. Jelas. Engga ada deh waktu buat menceritakan kehidupan lain, mereka hanya fokus ada Jungwoo dan Cha Minho. Ini terbukti, hampir 80% adegan drama ini diisi dengan Jisung. Kita benar-benar fokus dengan bagaimana pertarungan antara Jungwoo dan Minho. Alurnya cukup cepat seperti yang tadi kubilang, karena misteri-misterinya sebagian besar sudah terjawab 8 episode awal. Sisa misterinya hanyalah bagaimana cara Jungwoo membuktikan kebersalahan Minho dan bukti-buktinya terjawab di akhir. Lalu bagku yang orang awam, enggak mengerti hukum, aku merasa drama ini cukup detail, walau terkadang beberapa rencana mereka dipenjara terasa amat mulus, enggak masuk akal wkwkwk.

Baca lebih lanjut

[REVIEW] LEGEND OF THE BLUE SEA

LEGEND OF THE BLUE SEA

Genre : Romance, Fantasy, Comedy

Episode : 20

Why I Watched : Jun Jihyun, dude! Habis punya anak balik lagi ngedrama. Aku merasa pasti unik nih. Ditambah lagi di ngedrama lagi sama penulis You Who Come From The Star. Tampak menarik kan?

Kesan : Lucu… rame…. Jun Jihyunnya juara!! Tapi setelah itu, setelah tamat. Oh yaudah. Enggak terlalu memenuhi ekspetasi, tapi it’s good enough.

The interest thing : Bagi penyuka cerita fantasi tentu akan menyukai drama ini. Kisah drama percintaan 2 makhluk yang berbeda. Banyak kekonyolan yang terjadi karena seorang putri duyung yang mencoba hidup sebagai manusia biasa. Ditambah ada aturan tertentu baginya sebagai duyung.  Penasaran juga sama cerita yang terjadi di masa lalu. Siapa saja yang terlibat, dan penjahat sebenarnya siapa. Komedinya juga kentel. Khasnya Park Jieun lawakannya, dan aku masih selalu ketawa ngakak, karena memang lucu banget. Romantisnya juga bikin diabetes. Lalu pasangan lainnya, kayak Cha Siah dan Taeoh juga bikin gemes banget. Aku juga suka karena banyak cameo-cameo menarik, walau kadang ngabisin waktu enggak penting, tapi cameonya Jo Jungsuk itu terbaik! Soalnya itu memang menambahl alur cerita juga. Ada point penting pada penampilannnya di drama ini. Selain itu cameo-cameo kecil, kaau kalian tahu siapa dia, pasti bakal ngakak. Kayak di episode yang Sim Chungnya ketembak, dan di rumah sakit, dokter yang menanganinya adalah manajer Jang dari Romantic Doctor Teacher Kim. Gayanya, gaya manajer Jang banget tapi pakai baju dokter. Aku ngakak disitu. Apakah mereka di RS Geodae, atau malah di Doldam lagi wkwkwk.

The Bad Thing : Setelah selesai nonton ini, ya sudah. Selesai. Kurang berkesan buatku. Mungkin penyeabnya karena konfliknya kurang digali. Bakalan lebih menarik kalau konflik antara ibu tiri Joonjae dan Joonjae, dan juga ayahnya. Harusnya diceritaan penyebab Ma Dongsuk jadi sakit jiwa sehingga memiliki rasa “haus darah”. Lalu menurrutku aan lebih menarik kala Heo Chihyun tu enggak jahat. Menarik kalau melihat Chihyun mengalami konflik batin antara harus membela bunya, apa membela hal yang benar, karena pada dasarnya dia anak yang baik. Itu juga karena kasih sayang ayah tirinya. Sayangnya, ayah tirinya enggak mau kasih jatah ke Chihyun. Sebenarnya bukan masalah harta sih yang bikin Chihyun sakit hati, karena ayahnya enggak “menganggap” dia. Ya tapi ngerti sih, ayahnya merasa bersalah karena membiarkan Joonjae pergi. Makanya kalau Chihyun sendiri yang menangkap ibunya akan menarik konfliknya. Lalu kenapa enggak dijelaskan apa yang bikin ayahnya Joonjae berpaling dari ibunya Joonjae dan bisa sampai nikahin ibunya Chihyun? Lalu kan konsepnya drama ini adalah sejarah berulang. Orang baik akan menjadi orang baik, yang jahat akan tetap jahat. Menarik sih konsistensi cerita itunya. Membuat kita bisa lebih mudah menebak, tapi akan lebih menarik kalau ada perubahan karakter, dan menjadi plot twist. Ya tapi dengan konsistensi begini juga udah menarik sih. Satu lagi aku agak bingung dengan tanda cinta duyung berbalas itu bentuknya seperti apa? Apakah hanya dengan bilang “aku mencintaimu”, atau ciuman, atau harus menikah? Tapi kurasa mungkin yang bilang cinta kali ya dan mereka bersama. Karena Yoo Junghoon, duyung lain yang ditemui Chung didaratan, dia pun jantungnya mengeras karena ditinggalkan orang yang Ia cintai.

Baca lebih lanjut