[REVIEW] DRINKING SOLO

DRINKING SOLO

Genre : Slice of Life, Comedy, Romance

Episode : 16

Why I Watched : Aku juga enggak tahu kenapa aku nonton drama ini awalnya.kalau dari segi pemain sih karena ada Key SHINee… tapi kalau enggak salah aku menonton ini karena ingin drama yang ringan, dan kalau dari TVN biasanya terpercaya. Lalu ternyata drama ini pun dari tim produksi Let’s Eat yang ingin membuat drama dengan versi minumnya, jadi ku tonton deh wkwkwk.

Kesan : nice! Cukup membuatku menjadi berpikir akan kehidupan sendiri dan juga baper. Drama yang menarik, sesuai dengan sesuatu yang kuyakinI bahwa kita memang butuh waktu untuk me time. Drama yang cukup well executed sih.

The interest thing : kerealistisan cerita dan para tokohnya. Ditambah nama semua tokohnya memakai nama asli mereka *kecuali tokoh Jin Jungsuk, Park Hana, dan Hwang Jinyi*.Ya sekali genre slice of life selalu bisa menarik hati penonton karena terasa dekat dengan kehidupan sehari kita. Tokohnya enggak ada yang jahat, enggak ada yang baik banget *ya mungkin Park Hana sang female lead tapi dia lebih ke naif*. Semua hal yang mereka lakuakan ada alasannya. Park Hana yang naif berusaha bertahan menjadi pengajar agar tetap bisa hidup, Jin Jungsuk menjadi high quality trash karena masa lalunya enggak enak. Lalu ada 2 guru lainnya yang memiliki kisah tersendiri dengan bos tempat bimbel yang cukup menyebalkan. Trio pelajar Noryangjin yang berusaha lolos tes PNS dengan masing-masing motivasi, dan juga si cantik noryangjin yang sangat ingin menjadi PNS. Motivasi mereka masing-masing untuk lulus ujian PNS dan perkembangan karakternya amat menarik d. Mereka semua memiliki masalah masing-masing dimana ada yang terlihat ceria padahal dalamnya sedang mengalami kesedihan, sperti Min Jinwoong. Aku awalnya sempat sebal sama karakter dia yang selalu melakukan cosplay yang sama sekali enggak mirip, tapi ternyata makin kesini, makn tahu hidup ida seperti apa, dan menjadi simpati dan mengerti kenapa dia melakukan cosplay. Ada juga yang terang-terangan menunjukkan kalau Ia sedih, sperti Hwang Jinyi yang selalu bilang enggak apa-apa tapi sikapnya berbanding terbalik. Disaat pusing akan semua itu, terkadang kita butuh waktu sendiri untuk menyembuhkan, dan para tokoh itu waktu healing time mereka adalah dengan minum sendiri.

The Bad Thing : mungkin karena mengangkat keseharian, konflik utamanya kurang greget, jadi mungkin untuk beberapa orang akan merasa bosan, dan kurang menantikan drama ini. Aku nonton drama ini pas masih on going sih, dan memang suka lupa kalau lagi mengikuti drama ini. Ending tiap episodenya kurang bikin penasarran, tapi walau begitu, ada rasa ingin terus menonton, karena drama ini emang mengalir begitu saja dan ringan jadi ku tetap enjoy dan tak merasa bosan. Baca lebih lanjut

Iklan

[FF] Missing Tile Syndrome

Title               : MISSING TILE SYNDROME

Rate               : PG 13+

Genre             : apa ya aku bingung? Hmmm LIFE dengan sentuhan ROMANCE sedikit

main Cast     : IRENE (BAE JOOHYUN) RED VELVET, CHOI MINHO SHINEE

length           : One shoT

Author          : maafin HANAN HANIFAH baru ada ide setelah baca kaskus

INSPIRED        : Salah satu HT di kaskus judulnya “MISSING TILE SYNDROME”. Trit yg bagus gan, menginspirasi banget dalam kehidupan nyata dan perfanfic-an wkwkwk. Kalian bisa baca tritnya disini. *kalian harus baca trit itu, bagus*

Disclaimer   : Sebenarny,a ini sudah selesai dari bulan Juni, bisa dilihat dibawah tanggal dan waktu aku selesai menulis ff ini. Hanya saja aku saat itu belum punya kuota. Maklum, liburan pemasukan terpangkas 70% jadi baru aku posting sekarang. Ya walau enggak ada adegan so sweet so sweet yg berarti, tapi aku masangin Minho-Irene karena lucu aja lihat Minho godain Irene terus pas Minho jadi Mc peluncuran minialbum Red Velvet – Ice Cream Cake. SUKA NGGAK SUKA sih itu selera kalian, tapi mohon dengan sangat NO BASHING. GOMAWAEYO udah mau baca. MIANHAEYO kalo jelek. Aku sangat merespect orang yang menghargai karya orang, SO, PLEASE DON’T COPY THIS FF AND PLAGIARISM THIS. Please ENJOY.

“Gimana penampilan aku hari ini?” Tanya Irene sambil memutarkan badan.

Minho melihat pakaian yang dikenakan kekasihnya itu dari atas hingga bawah. Mini dress bermotif garis vertikal hitam putih tampak membuatnya anggun dan juga chic. Rambutnya Ia biarkan tergerai dengan pemanis jepit disudut kanan kepalanya. Ah Irene selalu tampak cantik dimatanya, hanya saja Ia merasa sedikit janggal saat tiba dibagian bawa. Sepatu.

“Itu heelsnya enggak ketinggian?” Minho melirik khawatir.

“Iya sih ini tinggi banget, 20cm. memang kenapa? Aneh?”

“Enggak sih, tapi kelihatannya kamu kurang nyaman.”

Irene melirik sepatunya dengn raut sedih “Memang sih, aku agak sedikit susah berjalan, tapi mau gimana lagi, biar aku terlihat tinggi di kamera.”

“Ya sudahlah, ayo!” Mereka berdua pun langsung meluncur ke tempat tujuan. Hari ini ada sebuah casting untuk presenter sebuah acara mengenai fashion di televisi kabel. Irene ingin mencoba casting tersebut karena salah satu mipinya adalah menjadi presenter sisebuah acara regular sebuah televisi. Ia ingin maju tak hanya berkarir menjadi penyiar radio atau mc acara off air saja, tapi juga ingin merambah dunia on air juga.

Setibanya di tempat casting, terlihat sudah banyak peserta yang mengantri. Sebagian besar peserta tampakny seorang model jika dilihat dari badan mereka. Badan langsing ditambah kaki jenjang yang membuat tubuh mereka menjulang tinggi. Hal ini membuat Irene menjadi minder.

“Minho, lihatlah, mereka tinggi-tinggi. Sangat jauh jika dibandingkan dengan aku.” Irene tertunduk sedih. Ia merasa saingannya sangat berat.

“Ya terus kenapa kalau mereka tinggi-tinggi?”

“Ya kesempatanku untuk lolos kecil. Ingat tidak casting untuk acara fashion di stasiun sebelah sebulan lalu? Orang yang lolos adalah seorang model dengan tinggi 170cm, sedangkan aku? 160cm pun tak sampai.” Keluh Irene sedih.

“Kamu ini mau audisi jadi presenter bukan model, jadi tinggi badan kan bukan faktor utama, tapi faktor pendukung.” Minho berusaha menenangkan Irene. Jika sudah merasa minder Irene benar-benar akan merasa rendah diri dan tak tenang sehingga Minho harus berusaha membuat Ia tenang.

Namun Irene malah semakin tak tenang. Ia malah makin berkeluh kesah. “Ya tapi kan faktor pendukung juga penting. Untuk sebuah acara mengenai fashion seperti ini, tak hanya kemampuan dan pengetahuanku saja yang penting, tapi penampilanku juga. Apakah aku cukup stylish, atau badanku cukup bagus tidak untuk dijadikan model fashion mereka. Oleh karena itu mereka cenderung menyukai yang memiliki badan tinggi layaknya model karena mereka akan bagus jika dipakaikan apapun pada badannya.”

Irene menatap nanar pada peserta lainnya. “Lihat kulit mereka mulus-mulus, sedangkan wajahku sedang penuh hiasan.” Cemberut Irene yang wajahnya memang sedang ada jerawat beberapa biji.

“Ya tapi jerawat kamu kan pengaruh hormon, kalau periodemu sudah beres, jerawat itu kan hilang sendirinya kan?” Minho mengelus muka Irene untuk membuktikan bahwa jerawatnya bukan masalah.

“Tapi tetap saja di kamera akan terlihat jelek. Ah eotteokhae? Haruskah aku gagal karena hal semacam ini?”

“Ya enggak lah. Masa mereka mengeliminasi kami kaena tinggi badan dan jerawat saja?”

“Kata siapa enggak?!” Seru Irene Kesal. “Casting kemaren aku gagal Karena itu. Peserta yang lolos memiiki kemampuan yang sama denganku, tapi karena badan dia lebih tinggi daripada aku, jadi dia yang dipilih! Makanya sekarang pun pasti begitu, ah.. apa yang harus ku lakukan?” Irene malah jadi panik sendiri, padahal yang ada dipikiran dia belum tentu terjadi.

“Aku harus menambah aksesoris apa lagi agar terlihat tinggi? Ah aku juga harus menambahkan bedak agar jerawatku tak terlihat.” Irene sibuk mengeluarkan bedaknya dan kembali merias diri. Minho yang melihat Irene seperti itu jadi geleng—geleng sendiri.

“Joohyunni, kamu itu kena missing tile syndrome!” Celetuk Minho.

Baca lebih lanjut

[FF] THE DRUNK STORY

Title               : THE DRUNK STORY

Rate               : 13+ aja kok, enggak usah lebih

Genre             : a ROMANCE and a little FRIENDSHIP dengan bumbu ANGST sediiiikit

main Cast     : SUNNY SNSD, YURI SNSD

OTHER CAST   : TAEYEON SNSD, BAEKHYUN EXO, MINHO SHINEE, ONEW (LEE JINKI) SHINEE

length           : One shot

Author          : si penulis amatir HANAN HANIFAH

INSPIRED        : salah satu kisah di FF ini terinspirasi dari curhatan salah satu sobatku, dan juga lagu Rio Febrian – Memang Harus Pisah

Disclaimer   : Aku sedang mencoba membuat dua cerita *masalah tepatnya* yang mirip dijadiin satu cerita, tapi kayaknya hasilnya bakalan berantakan -,-. Aku juga pengen mencoba membuat cerita yang agak dewasa. SUKA NGGAK SUKA sih itu selera kalian, tapi mohon dengan sangat NO BASHING. GOMAWAEYO udah mau baca. MIANHAEYO kalo jelek. Aku sangat merespect orang yang menghargai karya orang, SO, PLEASE DON’T COPY THIS FF AND PLAGIARISM THIS. Please ENJOY =D.

“Maafkan aku tapi aku harus melepasmu. Kita tak ditakdirkan bersama. Kita harus berpisah.” Ujar seorang pria pada kekasihnya. Mendengar hal itu kekasihnya hanya dapat menangis. Tangisannya makin keras saat pria pergi dari hadapannya.

“Kok lemah banget sih jadi laki-laki? Malah pergi begitu saja!” Seru Sunny yang baru saja masuk ke dalam kedai. Ternyata tadi merupakan adegan drama, dan Sunny mengomentari adegan tersebut.

“Hai, kau sudah datang?” Sapa Taeyeon, sang pemilik kedai.

“Bawakanku telur dadar, dan soju!” Pinta Sunny.

“Tunggu dulu, Gun! Kenapa kita harus berhenti! Kenapa enggak kita coba buat mempertahankan?” Ternyata adegan drama itu masih berlanjut, dan Sunny masih memperhatikan adegan drama itu.

Dalam drama tersebut pria itu hanya diam dan menggeleng. “Itu sulit, enggak akan bisa!”

Adegan drama itu benar-benar menyentuh perasaan Sunny yang sedang sensitif.

“Ya! Kenapa kamu menyerah? Masalahnya sebesar apa sih sampao.kamu nyerah?” Gerutu Sunny sebal.

“Mereka harus putus hanya karena sahabat si pria menyukai si wanita semenjak pria dan wanita itu belum bertemu.” Sahut wanita jangkung yang duduk sendiri disebrang meja Sunny.

“Apa? Hanya karena itu? payah banget sih! Enggak ada semangat juang!”

“Betul! Jadi lelaki itu jangan gampang menyerah! Baru juga masalah kayak gitu!” Wanita jangkung itu ikut menimpali.

“Belum berhadapan dengan keluarga kan? Belum enggak dapat restu kan?”

“Belum tiba-tiba disuruh putus kan, padahal pacaran sudah lama!”

“Wah-wah kalian tampaknya punya masalah yang sama.” Sahut Taeyeon sambil menyimpan pesanan Sunny.

“Dia siapa?” Tanya Sunny.

“Dia pelanggan tetapku. Seminggu sekali pasti kesini. Biasanya dia bersama kekasihnya.” Jawab Taeyeon. “Yuri, kenalkan dia sahabatku, Sunny.”

Yuri menganggukkan kepalanya. “Annyeong.”

“Lalu mana pacarmu? Tumben sendiri? Apa kalian ada masalah?”

Yuri hanya tersebyum tipis sambil menenggak sojunya.

Sunny menoyor kepala Taeyeon. “Hei, kau bodoh apa? Tadi kan kau sendiri yang bilang bahwa kami berdua tampaknya punya masalah yang sama setelah mendengar kami berbicara! Jadi, tentu saja jika dia disini tak bersama pacarnya karena sedang ada masalah.”

“Maaf.” Hidung Taeyeon kembang-kempis seperti sedang mencium sesuatu. Ia mendekatkan hidungnya pada mulut Sunny. Taeyeon pun sadar asal bau yang Ia cium. “Kau sudah minum sebelum kemari?”

Sunny mengangguk “Aku minum 2 kaleng bir. Aku kira itu akan cukup menenangkan hatiku, tapi ternyata tidak.”

“Kau sedang ada masalah dengan Minho?” Taeyeon kembali bertanya pada Yuri.

Begitulah.” Jawab Yuri sambil terus meminum Sojunya.

“Tampaknya kita mempunyai masalah yang serupa. Rasanya menyenangkan kan jika kau tak sendiri menghadapi masalah seperti ini? Yuri, kau duduk disini saja. Kita saling berbagi kesedihan!” ajak Sunny. Yuri awalnya tampak mempertimbangkannya, tapi tak lama kemudian Ia menyetujui Ide Sunny dan bergabung dengan Sunny dan Taeyeon.

“Wah tampaknya aku akan sangat sibuk melayani dua orang frustasi ini. Untung kedai sudah tak begitu ramai lagi.” Ujar Taeyeon.

“Ya tapi kau lebih baik izin dulu dengan suamimu, yang mengelola kedai hari ini kan cuman kalian berdua aku lihat.” Saran Yuri.

“Lah bukannya kau punya part time dua orang?” Seloroh Sunny

“Suga besok ujian jadi kusuruh libur, sedangkan Bomi dia sedang sakit.” Jawab Taeyeon.

“Baekhyun-ah! Kami pinjam dia dulu ya? kami butuh dia.” Rajuk Sunny pada suami Taeyeon. Baekhyun mengacungkan jempolnya sebagai tanda Ia setuju.

Yeobo, kalau kau sudah kewalahan melayani pelanggan, panggil aku!” Teriak Taeyeon manja.

“Siap, sayang!” Sahut Baekhyun yang sedang asyik merebus ramen.

Taeyeon mengetuk-ngetukan sumpit ke piring kosong milik Yuri sebagai tanda sesi curhatnya dimulai. Sumpit tersebut Ia letakkan di hadapan mulutnya, seolah-olah itu adalah sebuah mic “Iya, kembali lagi dengan Mama Taeyeon, curhat yuk! Silahkan keluarkan keluh kesah kalian. Apa yang menganggu hati dan pikiran kalian? Mama Taeyeon siap mendengarkan.”

Yuri yang baru tahu jika tingkah laku Taeyeon yang ajaib –setidaknya menurut dia – cukup terhibur akan hal itu. Yuri tertawa kecil, sedangkan Sunny hanya diam sambil mengunyah telur dadarnya.

“Hari ini kita kehadiran nona Yuri dan nona Sunny. Yuri ini merupakan pelanggan tetapku dan Sunny merupakan sahabat lamaku. Kita mulai dari siapa ya? Mereka berdua sama-sama tampak frustasi. Aku harus memulai dari siapa ya?”

“Taeyeon, kau seperti penyiar radio asli. Seharusnya kau daripada bisnis kedai seperti ini, harusnya kau jadi penyiar saja.” Usul Yuri saat melihat kemampuan Taeyeon membawakan acara.

“Kau tidak tahu? sebelum menikah aku ini seorang penyiar! Sejak menikah aku berhenti karena ingin menjadi istri yang baik. Baru-baru ini aku ditawari lagi untuk membawakan acara di radio, dan sedang kupertimbangkan.”

“Terima saja tawaran itu!”

“Baek juga sudah mengizinkan sih sebenarnya. Ya kalau jadwalnya cocok dan tidak menganggu bisnisku ini, sepertinya akan kuterima.”

“Hei, kalian ini bicara kemana saja. Sudah aku saja yang bercerita duluan.” Sunny merebut sumpit yang ada di tangan Taeyeon. Ia pun mulai bercerita.

“Tadi siang Jinki memutuskanku.” Sunny mulai bercerita dengan wajah murung. “Dia bilangnya memang dari dulu ingin mengakhiri hubungan kami, tapi aku yakin dia pasti ingin mengakhirinya karena obrolan dengan ibuku kemarin malam!”

“Loh kenapa dia ingin mengakhiri hubungan kalian dari lama?” tanya Yuri

 “Jadi kemarin malam, seperti biasa setiap sabtu malam Jinki selalu ke rumahku. Saat dia tiba aku sedang mandi. Dikesempatan itulah ibuku berbicara empat mata saja.”

“Lalu, apa yang mereka bicarakan?” Taeyeon mulai penasaran.

“Ya mereka bicarakan masalah hubungan kami dan keadaan Jinki….”

*****

Malam itu, seperti biasa Jinki mendatangi rumah kekasihnya, dan seperti biasa Ibu Sunny selalu menyambut Jinki dengan hangat. Ibu Sunny tersenyum menyapa Jinki. Awalnya mereka hanya mengobrol hal-hal ringan, tapi Jinki bisa merasa jika Ibu Sunny sedang menyembunyikan sesuatu. Terlihat sekali dari raut wajahnya yang tampak cemas dan ingin menyampaikan sesuatu. Jinki tampak tak nyaman akan hal itu. Jinki mempunyai feeling hal yang ingin dibicarakan Ibu Sunny masalah hubungan mereka. Sebenarnya kalau boleh memilih Jinki lebih ingin tak membicarakan hal itu, tapi a tahu hal ini pasti akan tiba juga saatnya. Akhirnya Jinki pun bertanya pada Ibu Sunny.

“Ibu, aku lihat daritadi kayaknya ibu tak tenang. Ada hal yang mengganjalkah bu?” Tanya Jinki.

Ibu Sunny tersenyum. “Kamu jadi lelaki bagus ya, peka. Tak seperti ayahnya yang enggak punya kepekaan. Pantas saja Sunny betah banget sama kamu.”

Jinki tersenyum mendengar pujian tersebut. “Apa ada yang ibu ingin bicaakan denganku?”

Wajah Ibu Sunny yang daritadi tampak sumringah kini mulai berubah serius. “Jinki sebelumnya, ibu ingin tahu. Kamu dan Sunny sudah berpacaran berapa lama?”

“Sudah hampir enam tahun bu.”

“Sudah lama juga ternyata. Sekarang umur kalian berapa tahun? Kalian seusia kan?”

Jinki mengangguk. “Dua puluh tujuh tahun.” Sampai pertanyaan ini Jinki sudah merasa tak enak. Dua pertanyaan tadi, Ia tahu akan mengarah kemana.

“Dengan waktu pacaran selama itu, dan usia kalian yang sudah matang pasti kalian sudah mulai berpikir untuk melangkah ke depan. Sudah mempunyai pikiran untuk berhubungan yang serius dan komitmen yang lebih lagi kan?”

Jinki diam saja. Ia tak menjawab pertanyaan Ibu Sunny. Sebenarnya Ia ingin menjawabnya, tapi Ia tahu Ia tak layak untuk menjawab pertanyaan tersebut.

“Diusia Sunny ini, Ibu berharap dia sudah punya pendamping hidup. Inginnya sih, tahun depan dia paling telat sudah menikah. Sebagai seorang ibu, pastinya Ibu berharap Ia mendapatkan yang terbaik. Seseorang yang bisa menjaganya, menyayanginya, mencukupi kehidupannya, yang benar-benar memperlakukannya dengan baik dan dapat membimbingnya.”

Jinki mulai menundukkan kepalanya. Ia tahu pasti Ibu Sunny akan membicarakan mengenai kondisinya kini.

“Ibu tahu sebenarnya Sunny sudah memilih orang yang tepat dari enam tahun lalu. Ibu percaya kamu memang mencintai Sunny dengan tulus dan apa-adanya. Selama ini kamu sudah mengarahkan Sunny ke arah yang jauh lebih baik. Hanya saja ada satu hal yang ibu khawatirkan. Untuk masalah materi, sesungguhnya kamu amat menjanjikan. Pekerjaanmu sebagai direktur dan tak lama lagi pasti kau akan menggantikan ayahmu menjadi CEO, tapi ada satu hal yang mengganjal. Kamu tahu maksud ibu?”

Jinki mengangguk lemah. “Pasti mengenai kursi roda ini kan bu?” Jinki menunjuk kursi roda yang Ia duduki. Baca lebih lanjut

[FF] Ikhlas

Title                      : IKHLAS

Rate                      : PG 13+

Genre : ROMANCE, ANGST tapi gagal, FRIENDSHIP

main Cast         : LEE JINKI SHINEE (ONEW)

OTHER CAST       : SHINEE’S MEMBER (KIM JONGHYUN, KIM KIBUM, CHOI MINHO, LEE TAEMIN) LUNA F(X)

length               : One shot

Author              : HANAN HANIFAH hadir lagi

Disclaimer       : ini udah beres dari jaman kapan. Ini sebenernya udah bisa aku posting dibulan februari tapi karena ada satu hal baru bisa ku posting sekarang. SUKA NGGAK SUKA sih itu selera kalian, tapi mohon dengan sangat NO BASHING. GOMAWAEYO udah mau baca. MIANHAEYO kalo jelek. Aku sangat merespect orang yang menghargai karya orang, SO, PLEASE DON’T COPY THIS FF AND PLAGIARISM THIS. Please ENJOY =D.

 

Rinai hujan turun membasahi bumi.  Jinki sedari tadi hanya berdiiam diri didepan jendela, memandangi titik hujan yang menghiasi jendela kamarnya dengan wajah sendu serta tatapan kosong.

“Hujan. Hal yang sangat kau sukai,bukan?” gumam Jinki. Jinki memainkan jarinya dijendela tersebut. Jari-jarinya berpindah dari satu titik air ke titik air lainnya. Jinki kemudian memalingkan wajahnya ke meja yang ada disampignya. Ia menatap sebuah figura foto, kemudian Ia berbicara kepada foto itu.

“Setiap hujan pasti Kau selalu memandanginya dipinggir teras rumahmu. Sambil tersenyum kau  menjulurkan tanganmu keluar agar tanganmu dapat terkena tetesan hujan,” Jinki menghela nafas sesaat Andai saja Aku bisa melihat hal itu lagi.”

Jinki kembali menghadap jendela. Telunjuk kanannya kemudian menulis rangkaian huruf Hangeul pada jendela yang berembun. Bogoshipda,Luna.

Terdengar suara pintu terbuka, namun Jinki tak menyadari hal itu. Ia hanya menatap tetesan hujan dijendela.

Hyung.” panggil Taemin.

Jinki diam, tak menggubris panggilan sahabatnya itu.

“Mau makan enggak? Sudah jam dua siang nih. Sudah lewat waktunya makan siang.”

Jinki seolah tak mendengar pertanyaan Taemin. Ia hanya diam.

“Apa Hyung enggak lapar? Hyung kan belum makan apa-apa daritadi pagi. Terakhir Hyung makan kan kemarin malam.”

Lagi, Jinki tak menanggapi perkataan Taemin. Taemin mulai frustasi.

Hyung, jebal. Makanlah.” Mohon Taemin.

“Aku enggak lapar.” Akhirnya Jinki bersuara.

“Hm… kalau begitu, jika Hyung merasa lapar, panaskan saja sup jamur yang sudah dibuat Kibum Hyung. Aku harap sebelum waktunya makan malam, Hyung sudah makan siang.” Ujar Taemin sambil pergi keluar kamar Jinki. Taemin khawatir dan merasa sedih melihat keadaan,sahabat yang sudah dianggap sebagai Hyungnya sendiri itu, seperti itu.

Taemin menghampiri ketiga sahabat Jinki lainnya duduk di sofa ruang tengah. Ketiga orang itu langsung mencecarnya dengan pertanyaan.

“Gimana, berhasil ngebujuk Dia buat makan?” Tanya Kibum penasaran

Taemin menggeleng lemah.

“Apa Dia masih meratapi hujan?” Tanya Jonghyun.

Taemin mengangguk sedih.

“Ya Tuhan! Kalau Dia kayak gini terus, bisa-bisa Dia nyusul Luna!” Cemas Minho sambil mondar-mandir tak jelas.

“Aku tadi sudah memaksanya, tapi Dia bilang, Dia masih kenyang.” Ujar Taemin.

“Kenyang dari Hongkong! Jelas-jelas Dia terakhir makan tadi malam. Hari ini Dia hanya minum air putih saja! Gimana bisa Dia bilang kalau Dia masih kenyang!” kesal Jonghyun.

“Kesedihannya dan ketidakikhlasannya bikin Dia kenyang.” lirih Minho.

“Sudah 5 bulan Dia hidup seperti ini. Sejak ditinggal Luna, Jinki Hyung begitu kacau. Rambutnya dan bulu-bulu diwajahnya dibiarkan tumbuh tak terawat. Makan sehari sekali. Kerjaanya cuman diam di kamar, bengong. Diam meratapi semua itu. Dia enggak bisa hidup kayak gitu terus. Dia harus bangkit. Kita enggak bisa ngebiarin Dia hidup seperti ini!” seru Jonghyun semangat.

“Ah, gimana kalau aku dan Minho mencoba mengajaknya keluar. Dia harus menghirup udara luar, siapa tahu dengan begitu Dia bisa bangkit.” Kibum mencetuskan idenya.

“lakukanlah! Secepat mungkin! Kalau bisa besok!” titah Jonghyun.

Minho mengangguk “Tenang saja Hyung. Akan kami lakukan besok.”

*****

Minho, Kibum, dan Jinki sedang berjalan di Taman Yeouido Sungai Han. Baca lebih lanjut

[FF] Songsaengnim Oppa

Title               : songsaengnim oppa

Rate               : 13+

Genre             : a little ROMANCE with taste of ADMIRE

main Cast     : kim heechul Super Junior, sulli f(x), taemin shinee, suzy miss a, krystal f(x).

length           : One shot

Author          :  HANAN HANIFAH is back

Disclaimer    : Hello long time no see. Ya dikarenakan kompi aku mati suri, dan aku sedang berjuang untuk lulus UN dan lolos SNMPTN 2012,jadi sudah lama aku tak berkarya. Ya ff ini berinspirasi dari sesuatu *ala syahrini*. SUKA NGGAK SUKA sih itu selera kalian, tapi mohon dengan sangat NO BASHING.GOMAWAEYO udah mau baca. MIANHAEYO kalo jelek. Please ENJOY =D.

Hari ini adalah hari selasa. Sebenarnya hari ini adalah hari yang paling dibenci Sulli,karena pada hari ini dia baru bubar sekolah pukul setngah 3, namun semenjak 2 minggu yang lalu, Sulli berubah. Ia menjadi sangat bersemangat pada hari selasa dan kamis. Selama pelajaran terakhir, Biologi, Sulli sering berbalik kebelakang untuk melihat jam dan menghitung berapa lama lagi Ia ada berada di dalam kelas. Kupingnya dipasang baik-baik, namun bukan untuk memperhatikan pelajaran yang sedang berlangsung, tapi untuk mendengarkan bel pulang. Ia ingin cepat-cepat pergi dari sekolah menuju “EC” alias English Course, kursus bahasa inggrisnya.

“ring ding dong digidingding” bel pulang pun berbunyi. Sulli pun langsung bergegas dan pamit kepada sahabat-sahabatnya. Tak sampai 5menit Ia sudah tiba di “EC”, tempat lesnya yang tak jauh dari sekolahnya. Kemudian, Sulli selalu menyapa semua orang yang Ia temui sambil senyum pepsod*nt.

“hello mang parkir, pak satpam!”

“Annyeong haseyo para staf”

“hei,Luna Eonni,apa kabar?”

“Good afternoon,Mister Tom, Miss Lynch. Makin mesra aja nih. Cie…”

“hello anak berjaket biru!” namun yang disapanya hanya terbengong-bengong saja, karena Ia tak mengenal Sulli. Ya begitulah Sulli, jika sedang sangat bersemangat, Orang yang tak ia kenal pun Ia sapa!

“hello Krystal!” sapa Sulli kepada teman sekelasnya.

“Tumben bener, setengah jam sebelum masuk, lu udah dateng. Biasanya juga lu baru dateng setengah jam sesudah masuk!” heran Krystal dengan nada bercanda

“hohoho iya dong. Mulai sekarang aku bakal rajin dateng lebih awal” jawab Sulli

“Hm.. pasti ini ada sesuatu. Wae? Malhaebwa! Tell me? What’s Happened?”

Sulli pun menjawabnya hanya dengan senyuman sambil menatap keluar kelas. Krystal melihat arah pandangan Sulli untuk menebak-nebak siapa orangnya.

“ho.. lu mulai kepincut ama Taemin ya? Akhirnya itu anak sejak pertama kali ketemu lu ampe sekarang kecapai juga bisa disukain ama lu!” celetuk Krystal asal

“hus… bukan dia yang aku maksud, yang aku maksud itu….” Belum selesai Sulli berbicara tiba-tiba orang yang Sulli maksud datang, mengejutkan mereka berdua.

“gosip muluuuu. Dasar wanita!” sapa Heechul, guru pengajarnya

“eh ada Mister Songpa!” sapa Sulli sambil senyum 3 jari dan muka memerah. Melihat perubahan raut muka Sulli, Krystal mulai mengerti siapa orang yang dimaksud.

“kayaknya gue tau deh,Sull!” tebak Krystal dengan senyum miringnya

“shut up!” seru Sulli sambil menutup mulut krystal dengan tangannya. “Eh mister songpa,ada apa?”

“Songpa?” heran Heechul

“iya, itukan singkatan Songsaengnim Oppa! Kan kalo dipanggil Mister Songsaengnim Oppa kepanjangan,jadi disingkat Songpa”

“oh gosh! Singkatan macam apa itu? Hahahaha. meni diborong gitu panggilan buat saya, ongkoh ceunah Mister, tapi Songsaengnim,tapi Oppa. Gimana sih? Pilih salah satu atuh!”

“biarin ah. Aku maunya Mister Songpa. Mister karena guru bahasa inggris, Songsaengnim karena seorang guru dan orang korea, dan Oppa karena jarak usianya 11 tahun,jadi ya masih pantes dipanggil oppa”

“lagian, kan biar makin unyu,songpa!” Krystal menambahkan

“hahahaha ada-ada aja kamu tuh ya! Kenapa cuman kita berdua aja yang dipanggil gitu? Pilih salah satu aja lah.”

“Pilih salah satu? Hm… Ahjussi aja ya?” canda Sulli sambil nyengir

“what? Ahjussi? Oh big no! I’m still young. I’m so baby face. My face isn’t like Ahjussi! Oke, I’m agree with you, whatever you call me. But I think Heechul Songpa it’s enough. Don’t Mister Songpa. I think it so strange hahahaha”

“huuuuuu. Narsis! Oke, deal Heechul Songpa.” Sorak mereka berdua.

“klo ga narsis, bukan Kim Heechul namanya. Hahahaha” bangga Heechul sambil pergi dari kelas.

“ah michyeoseo!! Lu ngeceng Songpa?” kaget Krystal

“haish… jangan keras-keras,dodol!” panik Sulli

“kalem aja kali. Songpanya juga udah pergi. Ah gila lu! Masa ngeceng guru sendiri sih? Michyeoseo! Michyeoseo!!!”

“Alah~ biarin ah. Kan songpa masih muda ini. Lagian aku ga beneran suka ama songpa,cuman kagum aja. Abis songpa orangnya menarik”

“masih muda sih masih muda. Tapi dia kan bedanya 11 tahun! Lu doyan ama ahjussi-ahjussi. hahahaha”

“yee songpa kan bukan Ahjussi,walau bedanya 11 tahun,tapi dari mukanya keliatannya bedanya cuman 6 tahun. dan tadi aku udah bilang klo aku ga beneran suka,cuman kagum aja”

Memang cukup aneh Sulli mengeceng Heechul,gurunya sendiri yang berbeda 11 tahun. Sebenarnya jika ingin menyukai salah satu guru di “EC” banyak pilihan yang lebih bagus. Bagaimana tidak? Sebagian besar pengajar “EC” di impor langsung dari luar negeri dengan kisaran usia 20-25 tahun. Jauh lebih muda dan lebih tampan (tentunya) dari Heechul, bahkan pengajar Sulli ditingkat sebelumnya adalah seorang model dan berjarak usia 2 tahun, namun Sulli tak tertarik sama sekali. Rata-rata pengajar “EC” adalah para mahasiswa yang bekerja sambilan. Guru yang asli korea, hanya 2 orang. Walau begitu, entah mengapa Sulli tak tertarik dengan para bule-bule yang berkeliaran didekatnya. Begitu bertemu Heechul di Intermediate 3, Ia langsung tertarik dan lama-kelamaan berubah menjadi rasa kekaguman.

Menurut Sulli. Heechul itu menarik luar biasa. Memang Ia tak setampan bule-bule itu, namun untuk ukuran orang Korea, Heechul dapat dikategorikan tampan. Saat mengajar Heechul tampak serius dan berwibawa, namun jika sudah diluar kelas, Heechul jahilnya minta ampun. Dia seringkali menjahili para muridnya, terutama Sulli. Bahkan dia sering “membully” murid-muridnya di twitter. Dan Sulli termasuk yang sering dibully lewat mention Heechul. Karena sering dijahili, Sulli menjadi murid yang paling deket dengan Heechul. Dari kedekatan itu, Sulli mengenal kepribadian Heechul yang unik dan mulai mengagumi “songpa”nya itu.

Bel les pun berbunyi pada jam setengah 6. Para murid berhamburan keluar kelas. sementara trio kwek-kwek *itu panggilan dari Heechul untuk mereka bertiga*, Sulli,Suzy,Krystal berdiam diri sesaat didalam kelas.

“hei, trio kwek-kwek! Kok belum pulang? Udah sore loh” tanya Heechul

“engga kok ini mau,Songpa.” Jawab Suzy “yaudah Songpa,Sulli kita duluan ya,kita pulang dulu. Annyeong~”

“yoi, hati-hati yaa! Bawa motornya jangan kayak Sulli, grasa-grusu ehehehe” balas Heechul sembari membully Sulli. Sulli yang dikatai seperti itu pun cemberut. “eh ya,kok kamu ga bareng mereka?”

“jok motorku rusak,jadi aku ga bawa motor. Ya jadi aku dijemput deh” jawab Sulli

“pasti karena kamu kegendutan ya,makanya joknya rusak hahahaha”

“Songpa!!!” gerutu Sulli kesal namun senang “bukan gara-gara itu,walau pipiku chubby,tapi aku ga gendut ih -_-”

“hahahaha iya-iya. nunggunya jangan didalam kelas atuh. Didepan kelas aja. Duduknya dikursi ya jangan dimeja” canda Heechul sambil berjalan keluar kelas

“apa sih Songpa geje deh -,- ehehehe” sahut Sulli mengikuti jejak Heechul. Sulli pun menunggu sambil mendengarkan lagu dan membaca novel. Dari kejauhan tampak taemin sedang memperhatikan Sulli. Lalu, Taemin berinisiatif mendekati Sulli. ia ingin terus mencoba mendekati Sulli hingga menndapatkannya.

Baca lebih lanjut