[REVIEW] WHISPER

Sebelum aku mulai reviewnya, aku mau sedikit curhat dulu. Oke sekarang aku mau jujur. Aku akhir-akhir ini, eu lebih tepatnya setahun lebih kebelakang sedang mengalami semacam writer’s block. Hal ini sudah beberapa kali aku ungkit sih, cuman kalau kemaren-kemaren aku berusaha mengabaikan. Berasa gengsi saja, lebih tepatnya malu sih. Penulis amatiran ngak-ngaku writer’s block, tapi ya nyatanya aku jadi agak kesulitan menulis dan merangkai kata-kata. Sebenarnya ide yang mau aku tulis itu bejibun banget. Serius deh, tapi entah kenapa susah banget direalisasi dalam bentuk tulisan. Ketika sudah buka word, aku sering bengong untuk memulai. Kalau udah bingung trus ujung-ujungnya malas. Makanya aku enggak mau mengakui writer’s block, karena lebih tepatnya mungkin kemalasan memamng sudah terlalu menjangkitku dan pada akhirnya bikin sulit nulis.

Hal paling aku bikin sulit nulis adalah menentukan awal. Aku sudah tahu apa saja isi yang mau aku tulis, tapi aku enggak tahu harus mulai dari mana. Sebuah tulisan tentunya biasanya butuh kalimat pengantar alias pembuka, dan itu yang sering bikin aku bingung. Aku ingin mencoba ssesuatu yang beda, tapi pasti gitu-gitu lagi pembukanya. Monoton enggak sih rasanya? Setiap mau nulis review terutama, aku bingung mau bikin paragraf pengantar dari mana. Kalau kalian sudah pernah baca semua review aku, kalian pasti merasa kalau pembuka aku gitu-gitu saja, karena jujur aku bingung. Nampaknya aku masih butuh latihan, dan masih pada tahap coba-coba, seperti tulisan review kali ini.

Tulisan review kali ini aku buka dulu dengan curhatan yang sebenarnya enggak ada nyambungnya sama isi review. Cuman mungkin ke depannya aku bakalan bikin pembuka dari curhatan, kalau enggak ya balik lagi seperti biasa hahahaha. Maafkan ketidak konsistenan hamba. Kita lihat nanti ya apakah pembukaku masih gitu-gitu saja atau ada perubahan. Kali ini mood aku cukup bagus untuk nulis. Beberapa hari kemaren aku baru menyelesaikan sebuah drama yang baru beres tayang sekitar 2 minggu lalu. Langsung aku babat habis dalam 2 hari. Aku ingin berbagi perasaan aku mengenai drama Whisper ini dengan kalian.

Drama Whisper merupakan drama bergenre legal thriller, politic, drama minim romance yang berjumlah 17 episode. Drama ini menceritakan tentang Lee Dongjun seorang hakim yang sudah 10 tahun berkarir dan dikenal tentang keadilannya. Disuatu persidangan, Ia menjatuhkan hukuman yang cukup berat pada anak seorang ketua mahkamah agung atas tindak penggelapan dana. Tak berselang lama dari persidangan tersebut, diadakan peninjauan kembali apakah hakim-hakim yang bertugas layak diangkat kembali atau tidak. Sidak itu diketuai oleh ketua MA dengan juri-jurinya. Akibat dendam pribadi ketua MA dan juga juri-juri yang kerabatnya pernah dihukum oleh Dongjun, karir kehakiman Dongjun terancam. Disaat yang sama Ia diminta oleh ayahnya yang seorang presdir RS Hangang, dr Lee Hobeom utuk menikahi anak dari CEO firma hukum terbesar Taebaek, Choi Ilhwan. Hobeom membutuhkan Ilhwan untuk menutupi kejadian malpraktek dan juga urusan hukum mengenai bisnis rumah sakitnya. Ilhwan membutuhkan Dongjun karena kecermatan dan kesamaan nasib.Ia berharap Dongjun memiliki ambisi yang sama dengannya sehingga dapat meneruskan Taebaek dengan baik. Namun Dongjun menolak permintaan untuk menikahi anak Ilhwan, Choi Suyeon. Akibat tekanan pengangkatan kembali hakim, Dongjun terpaksa menyetujui pernikahan tersebut. Selain menyetujui pernikahan, Dongjun juga diminta untuk membacakan putusan sidang yang telah dibuat Choi Ilhwan. Sidang tersebut merupakan kasus pembunuhan seorang reporter Kim Sungsik dengan terdakwa Shin Changho yang juga rekan kerjanya. Tentu saja pembunuh sebenarnya bukan Shin Changho. Kasus ini sebenarnya melibatkan sebuah kasus yang lebih besar lagi dimana orang-orang Taebaek terlibat. Putri Shin Changho yang merupakan polisi, Shin Youngju berusaha membuktikan ketidakbersalahan ayahnya. Ia mencoba menyerahkan bukti yang didapat pada Dongjun, karena Ia percaya pada Dongjun yang takkan mengabaikan bukti konkret. Sayangnya akibat tekanan, Dongjun berkhianat dan menyatakan Changho bersalah sesuai perintah CEO Choi. Youngju yang marah pun berusaha menjebak Dongjun agar Dongjun mau bekerja sama dengannya untuk menangkap pelaku sebenarnya dan meruntuhkan Taebaek yang busuk didalamnya.

Wah gila nulis plot awalnya saja sudah ribet banget. Seperti yang terlihat yang diplot awalnya drama ini memang ribet, padahal sebelumnya aku udah bilang kalau aku enggak mau nonton drama yang berat. Cuman, hei di drama ini ada Lee Sangyoon, Lee Boyoung, dan ahjussi rasa oppa ku, Kwon Yool!. Pas tahu Lee Boyoung comeback setelah 3 tahun vakum, terus ditambah reuniannya sama Lee Sangyoon setelah My Daughter Seoyung, plus ada Kwon Yool. Nikmat Tuhan mana yang kamu dustakan!!! Wkwkwk. Aku suka Lee Sangyoon semenjak Liar Game, tapi masalahnya drama dia setelah itu enggak ada yang menarik perhatianku. Pas baca plot awalnya aku agak males karena pasti bakalan penuh intrik antara orang berkuasa dan orang berduit. Cuman legal drama tuh salah satu genre favoritku. Lalu ditambah pemain yang bagus-bagus, jadi kenapa enggak dicoba?

Aku enggak nyesel sih ngikutin drama ini. Waah gilaaa memang legal drama memang selera aku. Ditambah disuguhkan dengan konflik yang solid. Konflikny itu loooh mantap jiwa. Sekalinya nonton drama ini, enggak bisa berhenti. Nagih abis. Selesai satu episode, rasanya enggak sabar buat lanjut ke episode selanjutnya. Cuman butuh 2 hari untuk menyelesaikan drama ini. Kalau aku enggak inget buat tidur kayanya bakal aku lahap sehari saja.

Konflik yang intense antar tokoh yang bikin ketagihan. Kita bakalan penasaran dengan apa yang selanjutnya terjadi. Setiap tokoh punya strategi dan rencana masing-masing yang sama-sama kuat. Disaat kita mengira  rencana protagonis akan berhasil ternyata rencana antagonis jauh lebih matang. Menariknya lagi pertarungan pun tidak hanya terjadi antara pihak protagonis versus antagonis, tapi juga perseteruan antara masing pihak juga ada konflik tersendiri. Apaagi diawal-awal konflik antara Dongjun dan Youngju cukup kuat ya. Mereka merasa bahwa mereka dan rencana yang dijalankan merupakan jalan terbaik. Youngju seringkali menentang rencana Dongjun karena Dongjun lambat dan lebih menguntungkan dirinya dan Taebaek, sedangkan Youngju ingin Taebaek runtuh.

Drama ini memang bergenre legal drama, tapi menurutku legalnya enggak terlalu berasa. Dunia hukum hanya menjadi latar belakang, karena konfliknya sendiri lebih ke pertarungan sesama tokoh seperti yang aku bilang sebelumnya, dibandingkan pertarungan di dunia hukumnya, walau tetap ada kok kasus hukum yang diangkatnya. Cuman pembuktian kasus itunya lebih disajikan dnegan konflik antara orang berkuasa, orang beruang, dan orang yang tidak punya keduanya. Kalau kalian nonton kalian akan benar-benar merasakan konflik yang solid. Kalian yang suka sama drama yang konfliknya berat, kuat, dan greget dijamin bakalan menikmati drama ini.

Konflik yang intense juga bikin banyak plot twisted di dalamnya. Aku berapa kali terkejut dengan rencana tidak terduga yang hadir di alur cerita. Serius aku baru sekarang lagi nonton drama yang penuh dengan plot twisted. Hampir di setiap episode ada. Mengingat alur drama ini memang cepat, jadi disetiap episode memang ada rahasia tersembunyi yang terkuak, sehingga jadi yaw ajar sih jadi banyak plot twisted. Anehnya banyaknya plot twisted ini enggak bikin aku capek sama drama ini. Yang ada malah makin nagih dan enggak sabar buat ngeberesin drama ini. Whisper ini kan penulisnya sama kayak drama Punch. Buat yang sudah nonton Punch, bakalan terbiasa sama plot twisted drama ini. Polanya katanya sih masih sama kayak di Punch. Berhubung aku belum nonton Punch, aku jadi belum bisa berkomentar mengenai hal itu. cuman ya berdasarkan opini yang sudah nonton keduanya, mereka sudah enggak aneh lagi dengan plot twisted yang ada. Buat yang belum nonton Punch, hal itu akan menjadi akan jadi kejutan yang bikin jantung excited, seperrti yang ku rasakan saat nonton ini. Oh iya ngomongin Punch, Whisper dan Punch ini ternyata 1 universe, karena nanti di episode terakhir aka nada cameo dari pemain Punch.

Lagi-lagi kalau drama yang menceritakan mengenai lapisan masyarakat kalangan penguasa, aku merasakan realita. Disini juga diperlihatkan hukum yang tajam ke bawah tapi tumpul ke atas. Banyak rekayasa kasus yang terjadi, dan aku juga jadi teringat akan beberapa kasus besar di Indonesia. Di Taebaek sendiri kan terjadi kasus mega korupsi yang melibatkan banyak pihak, nah hal ini mengingatkan ku pada kasus e-ktp yang sedang bergulir. Kasus ini juga sama melibatkan banyak pihak dan banyak juga yang belum terungkap. Realita yang dirasakan makin berasa dengan karakter para tokohnya. Aku merasa semua tokohnya itu abu-abu. Enggak ada yang tegas putih ataupun hitam. Seperti dikehidupan nyata. Banyak orang baik tapi karena keadaan terdesak mereka bisa merusak prinsip mereka dan berubah berbuat kejahatan. Begitu juga dengan orang jahat, biasanya karrena keadaan dan mereka masih memiliki sisi manusiawinya. Paling terasa keabuan karakternya jelas sih pada Dongjun. Dia hakim yang tidak akan mengabaikan bukti nyata, tapi karena posisinya terancam Ia pun jadi mengabaikan fakta tersebut. Kalau dari sisi antagonis ada Suyeon yang berusaha mengendalikan Jungil, tapi pada akhirnya menyerahkan bukti karena demi kesehatan mental ibunya. Setiap orang pasti memiliki sisi terang dan gelapnya, dan di drama ini digambarkan dengan baik karakter tersebut.

Baca lebih lanjut

[REVIEW] THE LIAR AND HIS LOVER

Musik bisa menggambarkan berbagai acam situasi. Selain itu musik juga bisa menghubungkan kita dengan berbagai macam orang. Melalui musik juga kita bisa membangun hubungan pertemanan, kekeluargaan, bahkan rasa cinta. Drama The Liar and His Lover ini setidaknya mencoba menggambarkan hal-hal tersebut.

Drama yang bergenre romance, musical ini menceritakan seorang pemuda jenius musik, Kang Hangyeol. Dia merupakan seorang produser musik untuk sebuah band terkenal, Crude Play. Dia membuat musik terinspirasi dari suara-suara yang Ia dengar. Suatu hari Ia bertemu dengan seorang siswi kelas 3 SMA, Yoon Sorim yang memiliki suara indah dan bermimpi berkarir di dunia musik bersama anggota bandnya yang lain yang juga temannya sedari kecil, Baek Jinwoo dan Lee Kyusun. Sorim jatuh cinta pada pandangan pertama pada Hangyeol. Berbeda dengan Hangyeol, mulanya Ia mendekati Sorim hanya untuk kepentingan tertentu, sampai akhirnya Ia mendengar suara nyanyian Sorim. Hangyeol akhirnya mulai jatuh cinta pada Sorim. Bagaikan takdir pula, mereka bekerja sebagai musisi di sebuah perusahaan yang sama. Konflik anak muda dimulai lah saat Sorim meniti karir bersama teman-temannya sebagai Mush&co, sedangkan Hangyeol dan rekanya di Crude Play Seo Chanyoung berebut untuk menjadi produser bagi Sorim.

Awalnya aku enggak begitu tertarik nonton drama 16 episode ini. Saat membaca plot awalnya, aku merasa ah biasa saja. Lalu aku merasa mulai lelah dengan drama-drama yang berat. Akhir-akhir ini sebagian besar drama korea, walau bilangnya romcom, tapi tetap ada unsur thriller atau misterinya. Aku capek nonton drama yang begituan. Aku ingin drama yang benar-benar ringan, yang enggak usah mikir sama sekali. Aku hanya ingin menonton drama manis dan penuh lovey dovey. Setelah membaca komenan para Beannies, aku memutuskan untuk mengambil drama ini sebagai tontonan.

Drama yang cukup menyenangkan bagiku. Ringan tanpa perlu mikir. Lagu-lagunya juga cukup memanjakan telinga, apalagi suara Joy sebagai Sorim. Drama ini tuh remaja banget sih. Konflik cintanya sederhana saja, enggak terlalu banyak gangguan orang ketiga. Ya hanya kesalahpahaman sederhana yang enggak penting lah. Agak greget melihat kisah percintaan Hangyeol dan Sorim karena Hangyeol yang terus menyakiti Sorim dengan kebohongannya. Drama anak muda lah pokoknya, bright, cheerful, lovely 3 hal yang pati dirasakan setelah menonton drama ini.

Drama ini kan diadaptasi dari manga jepang. Di Jepangnya sendiri cerita ini sudah diangkat ke film layar lebar. Kalau sudah adaptasi begini pasti banyak yang membandingkannya antara adaptasi dan original. Seperti biasa, versi original biasanya lebih disukai, baik dari jalan cerita dan juga akting. Aku sendiri belum nonton yang versi film Jepang, jadi enggak tahu lebih menarik yang mana. Cun buatku yang hanay nonton versi drama koreanya, aku sudah cukup menyukai drama ini. Enggak terlalu masalah dengan jalan ceritanya.

Konfliknya enggak cuman masalah percintaan doang, tapi ada masalah pertemanan, hubungan rekan kerja, lalu konflik dengan industri musik itu sendiri. Kita jadi tahu dibalik layar produksi sebuah lagu dan sebuah grup itu kayak apa. Apa saja yang harus dikorbankan. Apa saja yang harus dilihat dan dpersiapkan. Disini juga kita bisa melihat konflik batin seorang Direktur musik, seperti CEO Sole Music Label, Choi Jinhyuk , Dia yang lulusan sekolah musik, tentu punya idealisme tersendiri akan musik. Cuman sebagai seorang CEO dia tentu perlu berpikir keuntungan, sehingga dia memakain jalan pintas kepada Mush&Co dan juga Crude Play untuk menggunakan pemain pengganti. Disini aku baru tahu ternyata alat musik juga bisa “lipsync”. Berbeda dengan CEO Who Entertaiment yang membawahi Sole Music Label, Yoo Hyunjung, Dia otaknya, sudah otak bisnis jadi yang dia pikir hanyalaah keuntungan. Mengambil orang paling berbakat sehingga tak perlu keluar uang banyak untuk melatihnya, dan bisa mendapatk keuntungan bear karena bakat orang tersebut. Berbeda dengan Direktur Choi yang masih mau mengambil orang yang perlu dilatih. Dia masih mau mengembangkan orang-orang tersebut karena melihat potensi. Terkadang keputusan dia memang tampak menyebalkan dan terlihat terburu-buru, bahkan merugikan anak asuhnya. Menurut CEO Yoo, saja Dia itu tidak konsisten. Cuman yang aku suka, karena dia tetap memiliki jiwa musisi, sehingga Ia bisa mengerti anak asuhnya, dan berusaha memperbaiki hal itu.

Lalu jangan lewatkan untuk menginvestasikan harapan kalian pada hubungan antara member Crude Play. Ini salah satu bagian favoritku. Kita bisa emlihat persahabatan yang benar-benar terjalin. Berhubung isinya pria-pria. Tentu wajar saja sering terjadi perselisihan. Saling ribut, maki, bahkan berkelahi. Hanya aja cowok mah enggak dibawa baper, enggak kayak cewek. Mereka besoknya baikkan lagi, seperti tak terjadi apa-apa pada hari kemarin. Sebesar apapun keributan antar member, terutama pada Hangyeol, tidak akan berpengaruh pada persahabatan yang telah mereka jalin bertahun-tahun. Seperti konflik antara Chanyoung dan Hangyeol. Selian konflik cinta, mereka juga terlibat konflik sebagai produser. Cuman sehebat apapun konflk mereka, hubungan pertemanan mereka enggak terganggu. Mereka juga tetap saling mengakui kehebatan masing-masing.  Aku pikir konflik yang terjadi pada mereka akan bikin mereka putus hubungan atau saling membenci seperti makjang-makjang pada drama korea umumnya. Ternyata enggak sama sekali. Mereka tetap berkomunikasi seperti teman biasa. Kalau konflik sedang emmanas, mereka hanya saling sindir, dan sedikit sikut-sikutan. Selebihnya biasa saja. thanks drama god! Mereka enggak usah musuhan hanya karena hal itu. that’s why I like this drama.

Hal menarik untuk dikupas antara hubungan member Crude Play adalah hubungan Chanyoung dan member Crude Play. Chanyoung awalnya ada pemain pengganti Bass untuk Hangyeol. Namun Hangyeol akhirnya memilih mundur dan menjadi produser untuk Crude Play, sehingga Chanyoung ditarik menjadi member Crude Play. Awalnya, member Crude Play yang lain tak menerimanya. Ya maklum saat itu mereka masih muda, tapi tak butuh waktu lama mereka menerima Chanyoung. Disitulah Chanyoung merasa tersisihkan. Ia merasa kalau dirinya hanyalah pengganti. Ia merasa bukan bagian Crude Play, karena member yang lain sudah berteman dari lama, seedangkan Ia hanyalah orang baru yang menggantikan Hangyeol. Ditambah saat masalah leaked video member Crude Play latihan, tapi memakai bass permainan Hangyeol. Disitu Chanyoung makin merasa tersisihkan dan dianggap. Padahal selama ini hanya kesalahpahaman dia. Member Crude Play yang lain termasuk Hangyeol tak merasa Chanyoung adalah pengganti. Mereka menganggap Chanyoung adalah sahabat mereka, bagian dari Crude Play. Bahkan masalah video latihan mereka tak menggunakan Bass Chanyoung, demi kebaikan Chanyoung dan Crude Play, bukan karena mereka ingin bermain dengan Hangyeol. Leader Crude play, Yoo Sihyun pun meminta maaf jika dulu sikap awal mereka tidak menerima Chanyoung. Tapi itu hanya diawal. Saat debut pun Sihyun sudah menerima Chanyoung sepenuh hati. Chanyoung sendirilah yang membangun benteng diantara mereka. Selama ini hal seperti itu hanya ada dipikirannya. Dia hanya merasa tidak percaya diri dan tak enak karena merasa sebagai orang luar tiba-tiba masuk. Dia hanya butuh pengakuan dan kepercayaan baik dari Direktur Choi tentang masalah produser untuk Mush&Co dan juga dari teman-teman Crude Playnya. Untunglah Chanyoung pada akhirnya mengerti dan mendapat kepercayaan itu.

Baca lebih lanjut

[REVIEW] VOICE

Ketika memiliki kelebihan pada salah satu panca indera, kerap kali menjadikan orrang tersebut superhero. Kelebihan tersebut dapat menolong banyak orang, bahkan disaat genting, karena kelebihan yang seseorang miliki dapat menyelamatkan nyawa seseorang. Salah satunya adalah kelebihan pada pendengaran super yang dapat mendengar suara berbagai desibel dan jenis. Kelebihan itu tersebut digunakan untuk menolong banyak orang seperti dalam drama Voice.

Drama bergenre thriller, mystery, crime ini menceritakan seorang polisi divisi pembunuhan, Moo Jinhyuk yang kehilangan istrinya, Heo Jihye karena dibunuh. Sayangnya pembunuhan istrinya itu meninggalkan banyak jejak misteri, sehingga Ia merasa bersalah dan marah. Di satu sisi kasus pembunuhan istrinya itu terjadi secara langsung karena kelalain petugas layanan panggilan darurat 112. Salah satu petugasnya, Kang Kwonjoo merupakan salah satu saksi, karena dia mendengar suara percakapan Jihye dengan pembunuhnya. Beberapa menit kemudian, ayahnya, Kang Gookhwan juga dibunuh oleh pembunuh yang sama. Kwonjoo memiliki kemampuan dapat melihat suara. Dia dapat mengetahui berbagai jenis barang dan lokasi hanya dengan mendengar suaranya saja. Saat tersangka yang diduga membunuh Jihye dan Gookhwan tertangkap dan menjalani persidangan, Kwonjoo bersaksi jika tersangka yang dipersidangan bukanlah pelakunya, karena suaranya berbeda. Tersangka tidak memiliki suara dari gemertak rahang, sedangkan pelaku memiliki suara tersebut. Hanya saja tidak ada bukti yang menguatkan pernyataan Kwonjoo karena seseorang telah memanipulasi bukti. Akhirnya Kwonjoo dituduh bekerja sama dengan tersangka. Akibat hal itu, Jinhyuk menjadi dendam dengan Kwonjoo. Semenjak kejadian itu, Kwonjoo pergi ke Amerika untuk belajar memperkuat kemampuannya dalam menganalisis suara. Tiga tahun setelah kejadian, Ia kembali ke Korea dan menjabat sebagai kepala bagian divisi layanan panggilan darurat. Agar kejadian tiga tahun lalu tidak terulang lagi, Ia memutuskan membentuk tim Golden Time, atau waktu genting. Dimana setiap mendapat panggilan darurat, bukan polisi patrol yang terjun ke lapangan, tim nya lah yang langsung terjun ke lapangan untuk menyelesaikan kasus dalam jangka waktu genting, Kwonjoo merekrut Jinhyuk kedalam tim nya. Mulanya Jinhyuk menolak keras, tetapi hatinya terketuk karena ini mengingatkan pada istrinya, dan juga begitu mengetahui kemampuan Kwonjoo, Jinhyuk mau bekerja sama. Selama mereka bekerja pada tim golden time, mereka juga berusaha memecahkan kasus 3 tahun lalu yang masih menjadi misteri.

Awalnya aku ragu untuk nonton drama ini, karena aku terus-terusan nonton drama dengan tema yang cukup berat, tapi dalam lubuk hati,, aku tertarik karena plot awalnya menarik tentang emergency call center. Cuman saat drama ini on going, aku memilih untuk menonton yang lain. Saat drama ini sudah selesai tayang, beannies banyak yang bilang drama ini bagus, begitu juga dengan teman-temanku menyuruhku untuk menonton drama satu ini. Akhirnya pertahananku runtuh, langsung menyalin file drama ini dari laptop teman ke laptopku, dan langsung kuhabiskan dalam waktu 2 hari.

Kesanku pada drama 16 episode ini adalah wow! Nagih banget, dan menegangkan dan rasa penaasaran terus menghantui selama belum menyelesaikan drama ini. Drama yang seru dan bikin greget. Dia memiliki cerita yang padat, memalingkan pandangan satu scene saja, dijamin harus putar balik lagi biar ngerti. Banyak adegan yang terlihat sepele ternyata merupakan kunci dari kasus tersebut. Nonton drama ini tuh rasanya enggak mau berhenti. Tanpa sadar aku juga terus lanjut ke episode selanjutnya. Kalau aku enggak inget tidur, dan laptop panas, kayaknya aku bakal ngeberesin ini dalam waktu sehari, karena saking serunya dan penasaran. Apa sih yang bakalan terjadi selanjutnya?

Drama criminal seperti ini memang saluran OCN dapat dipercaya. Drama ini tidak mengecewakan, dan masalah twist, drama-drama OCN memang jagonya. Ketika aku kira aku sudah bertemu dengan sebuah twist yang sudah aku duga, ternyata menjelang akhir-akhir kita dihadapkan dengan sebuah twist yang enggak terduga. Memang benar, kalau drama-drama OCN begini kalau ketemu twist yang terduga, itu bukan twist yang sebenarnya. Masih banyak hal yang mengejutkan yang memuaskan rasa penasaran.

Hal menarik lainnya dari drama ini adalah tema yang diangkatnya. Drama kriminal dengan kasus pembunuhan berantai dan juga psikopat sebagai pelakunya sudah enggak aneh lagi. Sudah mainstream. Agar drama ini berbeda, mereka menambahkan sudut pandang kasus dari salah satu tim kepolisian yang terkadang terlupakan tapi punya peranan amat penting, pusat layanan panggilan darurat. Setahuku sih belum ad drama korea yang mengangkat mengenai pusat layanan panggilan darurat. Kasus yang ditangani lebih beragam. Enggak cuman percobaan pembunuhan, tapi ada juga penculikan, penyiksaan, kecelakaan, dan lainnya. Kasus-kasus di drama ini banyak yang terinspirasi dari kisah nyata yang terjadi di Korea. Penulisnya seperti menyentil, jika saja memang beneran ada tim golden time, mungkin banyak korban yang selamat, karena cepatnya penanganan. Korban-korban yang menelepon ke 112, merupakan korban-korban yang sudah frustasi, terdesak, terlambat sedikit saja, mereka bisa kehilangan nyawa. Makanya di drama ini digambarkan banyak nyawa yang bisa terselamatkan dengan adanya tim golden time. Memang alangkah tentramnya sebuah daerah kalau memang beneran ada tim khusus golden time. Mungkn banyak kasus kejahatan yang terselesaikan dengan baik dan cepat. Cuman ya kecepatan kasus ini terselesaikan juga kalau di drama karena kemampuan Kwonjoo dalam mengenali suara. Coba kalau di dunia nyata? Enggak yakin bisa secepat yang ada di drama, cuman mungkin akan lebih tanggap. Ya tak ada salahnya berkhayal mengenai kedamaian ketentraman dunia mah. Iya enggak? Wkwkwk

Dari sekian banyak kasus yang masuk yang ditangani tim golden time, sama seperti drama Signal, ternyata semua kasus itu memiliki muara yang pada satu orang yang terkait dengan kasus utama pada drama ini. Hampir sebagian besar kasus yang masuk, terutama yang menjelang akhir-akhir, orang-orang yang terlibat ternyata berhubungan dengan penjahat utama drama ini. Si Psikopat ganteng, Mo Taegu. *kesel banget lagi-lagi psikopatnya ganteng, pffft*.

Baca lebih lanjut

[REVIEW] STRONG WOMAN DO BONG SOON

Sekarang di zaman kekinian, sudah tidak musim dengan cewek lemah. Kini perempuan bisa jauh lebih kuat dibanding lelaki bahkan bisa sekuat superhero yang bisa menolong banyak orang. Sayangnya enggak semua perempuan bisa seperti itu. Perempuan yang memiliki keistimewaan seperti itu cuman ada satu, yaitu Do Bongsoon dalam drama Strong Woman Do Bongsoon.

Drama ini memiliki genre romance, comedy, dengsan sentuhan fantasy dan thriller. Strong Woman Do Bongsoon menceritakan seorang wanita bernama Do Bongsoon yang memiliki kekuatan super yang diturunkan pada anak perempuan dikeluarganya sejak jaman dahulu kala. Selama ini Ia berusahan menyembunyikan kekuatannya karena pria yang Ia sukai sekaligus teman lamanya In Gookdu menyukai wanita yang seperti bunga kosmos, kecil, lembut dan juga lemah. Pada suatu hari Bongsoon menolong rombongan anak TK dari sekelompok preman dengan kekuatan supernya. Kejadian itu dilihat oleh CEO Ainsoft, Ahn Minhyuk. Minhyuk sedang mencari pengawal karena selama ini diancam oleh orang tidak dikenal. Melihat kejadian itu, Minhyuk menawari pekerjaan pada Bongsoon dengan imbalan uang sangat tinggi dan dijanjikan untuk bergabung di departemen pengembangan Game, karena Bongsoon ingin mengembangkan game dimana karakter game tersebut adalah representasi dari dirinya. Bongsoon pun menyetujui kesepakatan itu. Ternyata selain bahaya dari stalker, ternyata ada bahaya lain yang mengancam di lingkungan rumah Bongsoon. Terjadi pembunuhan dan penculikan berantai yang mengintai wanita-wanita yang tinggal disana. Bongsoon, Minhyuk,, dan juga Gookdu berusaha untuk menangkap pelaku kejahatan tersebut.

Aku menonton drama ini karena Park Boyoung. Dia itu aktris yang hebat dan loveable banget. Ketagihan sama aktingnya dia. Ditambah plot awalnya tampak ringan. Aku butuh drama yang enggak ribet setelah banyak nonton drma yang rumit. Makanya ku memutuskan untuk menonton drama ini.

Buat yang jomblo siapkan hati. Dijamin kalian bakalan sirik, dan buat yang punya pacar siap-siap juga sirik dan berkata “kapan sih pacar gue kayak gitu?” karena manis banget lihat interaksi antara Bongsoon dan Ahn Minhyuk. Enggak bisa berhenti senyum sepanjang aku nonton ini berapa kali histeris sendiri gara-gara cheesy line dari mereka. Biasanya aku enggak terlalu suka dengan hal yang terlalu cheesy, tapi ini aku suka banget, malah ketagihan. Enggak kuat hamba lihatnya. Diabetes banget lihat ke sweet an mereka. Romansa drama ini tuh kental banget dan itu yang bikin aku betah sama drama ini. Gemas banget lihat Min min dan Bong bong pacaran tuh. Minhyuk yang dari awal sudah menunjukkan ketertarikannya pada Bongsoon dengan caranya yang gentle, sweet bikin kita pengen punya cowok kayak gitu. Greget sama Bongsoon yang enggak sadar-sadar kalau Minhyuk itu suka sama dia. Mana ada coba bos yang baik hati macam Minhyuk yang nyupirin sampai rumah. Memperlakukannya kayak teman bukan bawahan. Harusnya Bongsoon sadar, tapi dia waktu itu dibutakan oleh Gookdu sih. Hubungan Minhyuk Bongsoon tuh benar-benar layakya kisah cinta di dongeng. Indah dan manis banget, dan aku menyukai hal itu.

Komedi dari drama ini juga yang bikin drama ini jadi menyenangkan. Dari awal hingga akhir drama enggak ada satu pun adegan komedi yang terlewat. Aku ngakak parah karena komedi drama ini memang masuk sih sama selera komedinya orang Indonesia. Cukup slapstick sih tapi lucu banget. Cuman mungkin karena agak slapstick itu enggak semua orang suka humor yang ditampilin di drama ini. Aku juga ada beberapa humor yang kurang aku sukai, apalagi kalau sudah bawa-bawa wine kotoran. Cuman sejauh ini masih enggak masalah. Komedinya tetap bisa bikin ketawa lepas dan merasa bahagia dengan kelucuan yang ditampilkan di drama ini.

Selain itu, drama ini juga menampilkan sedikit misteri mengenai kasus penculikan yang bikin menambah keseruan tersendiri. Ada ketegangan yang memicu adrenalin sehingga menambah rasa drama ini. Aku sangat menikmati kasus penculikan ini. Gregetnya sama si penculik versus Bongsoon dan polisi yang kok polisinya bego banget sih enggak sadar kalau mereka disadap. Kan greget iya enggak? Walau drama ini dibumbui kisah misteri tapi enaknya kita enggak usah mikir sama kasus yang ada di drama ini. Kasus penculikan disini enggak bikin kita pusing. Enggak banyak misteri yang tersembunyi, jadi kita tetap bisa enjoy dan tetap terasa ringan. Tetap rasa drama romance comedynya enggak hilang.

Sayangnya drama ini tuh menurutku 16 episode itu kebanyakan. Soalnya drama ini banyak banget filler di setiap episodenya. Banyak banget tokoh yang sebenarnya enggak penting, enggak ngaruh ke cerita, atau malah sama sekali enggak ada hubungannya sama tokoh utama. Misal kayak muncul cameo biksu Nizamuddian. Serius itu enggak penting banget.. enggak ada hubungannya sama sekali dengan tokoh utama, cuman ngaruh ke Baek Tak doang. Itu tuh cuman buat nambah kelucuan doang. Lucu sih, cuman itu terlalu filler banget. Cuman buat manjangin cerita doang, nambah bumbu komedi. Sudah. Masih mending gitu kayak tokoh geng anak sma, walau enggak penting, tapi at least mereka masih berhubungan dengan Bongsoon, tapi kalau si biksu itu benar-benar keliatan fillernya banget. Awal-awal episode enggak terlalu banyak filler, tapi makin akhir aku merasa makin banyak filler. Adegan itu kalau diskip juga enggak masalah karena enggak ngaruh ke cerita. Cuman adegan lucu doang. Sudah weh.

Baca lebih lanjut

[REVIEW] CHIEF KIM

Sebuah perusahaan besar biasanya terlihat megah. Sukses, melayani masyarakat dengan baik, memiliki kesejahteraan karyawan yang bagus, dan jelas banyak laba. Hanya saja apa benar yang terlihat diluar seperti itu, terlihat sama jika dilihat dari dalam? Itu semua dikupas dalam drama Chief Kim.

Drama yang bergenre comedy, workplace, drama ini menceritakan mengenai Kim Sungryong seorang akuntan yang memberikan jasanya untuk para preman dan rentenir agak laporan keuangaan mereka tidak mencurigakan. Ia memiliki cita-cita untuk tinggal di Denmark karena negara itu terkenal damai dan aman dari penjahat. Untuk bisa pergi ke Denmark, Ia membutuhkan uang sebesar satu juta dollar, sedangkan tabungannya hanya ada sekitar 300ribu dollar saja. Lalu, bawahannya, Oh Gwangsook memberitahu kalau perusahaan besar TQ grup sedang mencari seorang kepala bagian untuk salah satu bagian departemen akuntasi yaitu tim operasi bisnis. Sungryong pun mencoba dengan harapan TQ grup adalah perusahaan bagus dan besar. Setelah diterima dan bekerja di perusahaan tersebut, ternyata TQ grup tidak sebagus yang Ia bayangkan. Perusahaan ini ternyata banyak bermasalah dengan laporan keuangannya karena terjadi korupsi yang dilakukan oleh petinggi perusahaan tersebut. Sungryong pun bersama Yoon Hakyung, Manager Choo Namho dan anggota tim operasi bisnis lainnya berusaha mengungkap kasus korupsi yang terjadi di TQ grup.

Awalnya enggak terlalu minat sama drama ini. Takut sedih, sirik lihat drama tema kantoran gini tuh. Hatinya lagi rentan wkwkwk. Enggak sih, aku ragu karena enggak yakin bakalan seru. Pemainnya sih jaminan banget ada Nam Goongmin. Untuk urusan komedia juga dia juara, macam di Beautiful Gongshim, cuman drama on going yang barengan ama Chief Kim banyak yang menarik, walau beda hari sih, tapi aku bingung mengelola unduhannya, karena kuota malamku terbatas. Sampai aku baca komenan Dramabeans, banyak yang bilang rame, lucu. Jadi akhirnya saat ku ke nangor, aku beli drama itu, saat itu baru sampai episode 6. Aku coba tonton dan aku enggak nyesel telah memilih drama ini ke dalam list tontonanku.

Kesanku pada drama 20 episode ini. Gila! Lucu banget! Karakter Chief Kim nya koplak abis. Aku baru lihat karakter segila dia. Ide-ide dan hal-hal yang dilakukan untuk melawan korupsi di TQ grup itu ajaib banget menurutku. Apalagi pas dia disuruh di ruang perenungan. Bisa saja ngambil celahnya dan membuat kepala divisi etika menyerah. Serius itu paling juara. Aku puas ngakak banget. Setelah sekian lama aku nonton drama yang serius, yang walaupun ada komedinya, tapi enggak akan bikin ngakak parah, akhirnya aku ketawa lepas dengan nonton drama ini. Lumayan mengurangi stres yang kuhadapi akhir-akhir ini. Aku terakhir ketawa lepas gara-gara drama, pas drama Jealously Incarnate.

Drama ini jelas banget ya kekuatannya itu komedinya. Setiap episode tuh pasti ada saja yang bikin ketawa. Benar-benar menghibur. Cerita dan temanya sendiri cukup serius gitu mengangkat pekerjaan, dunia bisnis dan juga korupsi, cuman membawakan ceritanya tuh ringan banget. Cerita beginian tuh bisa kita lihat dari sudut lucunya. Kelucuannya sih memang lebih karena karakter-karakter yang ada di dalam drama ini. Cuman karakter yang serius dan kalem saja bisa jadi lucu karena tingkah laku dan omongannya.

Perkembangan karakternya juga menarik. Kim Sungryong, sebenarnya dia bukan orang baik layaknya Tuan Pahlawan. Di Gunsannya sendiri dia seperti preman dan suka melanggar hukum. Saat di TQ grup lah, saat dia tidak sengaja menolong orang dan masyarakat menjulukinya tuan pahlawan, disitu jiwa pahlawan dan rasa kebaikkannya timbul. Disitulah dia merasa harus berbuat sesuatu saat Seo Yul menyuruhnya berbuat tidak-tidak dan berusaha menghancurkan Seo Yul. Dari sosok yang enggak peduli dengan masalh orang, hingga menjadi peduli. Dia memakai caranya sendiri untuk melawan itu semua. Cara-caranya itu loooh, aku enggak yakin di dunia nyata ada yang berani pakai cara Sungryong ini karena terlalu beresiko. Cara-cara itu mungkin berhasil di drama, tapi dunia nyata penuh resiko. Enggak yakin bakalan berhasil dan selancar di drama ini.

Paling menarik perkembangannya sih si Seo Yul. Aku thau dia bakalan jadi villain di drama ini, tapi saat dia muncul di awal-awal juga aku merasa kalau karakter dia enggak sepenuhnya hitam. Dia itu karakter abu-abu. Soalnya pas dia jadi jaksa, dia benar gitu. Dia bekerja dengan bagus dan mampu menangani pelaku. Cuman aku sempat ragu karena sampai episode belasan awal dia disitu kan parah banget cara menghancurkan Sungryongnya enggak banget. Disitu aku merasa, ah kayaknya dia beneran jahat banget. Cuman pandanganku berubah lagi saat dia menolong Sungryong. Disitu aku langsung merasa yakin kalau karakter dia itu abu-abu. Dia masih punya sisi baik, sampai akhirnya Sungryong “menolong”nya untuk kembali ke jalan yang benar. Yul awalnya merasa sudah terlalu jauh, tapi benar kata Sungryong enggak kata terlambat untuk berubah jadi baik. Kalau sudah terlalu jauh untuk belok, tinggal putar balik saja. Antara mau apa enggak. Perkembangan Yul tuh paling kerasa banget. Dari sosiopat serakah jadi seorang pembela umum. Berbanding terbalik banget kan. Lagipula dari awal juga dia enggak melakukan kejahatan macem penggelapan atau membunuh. Cara dia memang preman juga menyeret orang, tapi dia hanya sebatas mengancam. Tak lebih. Darri situ juga terlihat dia enggak sepenuhny hitam.

Karakter lainnya juga yang berkembang Park Myungsuk. Dia awalnya cuman karakter minor doang. Ya cuman sebagai contoh atasan kurang ajar enggak tahu sopan santun. Ternyata dia pada akhirnya memiliki andil besar dalam pengungkapan korupsi perusahaan yang melibatkan CEO Park Hyundo yang juga ayahnya sendiri. Ternyata selama ini dia anak baik sebenarnya. Dia mewarisi gen ibunya. Cuman selama ini dia polos, enggak tahu apa-apa karena dimanjakan oeh ayahnya. Dia diberi posisi tinggi juga karena ayahnya. Setelah turun jabatan dan bergabung di tim operasi bisnis, dia mengetahui dunia yang sebenarnya dan berubah menjadi orang yang lebih baik. Mantap banget pokoknya.

Baca lebih lanjut