[REVIEW] SUSPICIOUS PARTNER

SUSPICIOUS PARTNER

Genre : Romance, Thriller, mystery, omedy

Episode : 40 x 30 menit (20 x 60 menit)

Sinopsis : Eun Bonghee seorang mahasiswi hukum yang sedang menjalani masa kerja praktek di kejaksaan dengan mentor seorang jaksa yang keukeuh, No Jiwook. Hubungan mereka diawali dengan sebuah kejadian buruk, ditambah Jiwook bukanlah mentor yang baik bagi Bonghee. Setelah menjalani 3 bulan kerja praktek dan Jiwook mulai mengakui Bonghee, Bonghee tiba-tiba tersandung kasus. Ia dituduh telah membunuh mantan kekasihnya di apartemen Bonghee. Bukti cukup memberatkan Bonghee, padahal Bonghee bukan pelakunya. Jaksa untuk kasus itu adalah Jiwook. Jiwook mulanya ikut menuduh Bonghee, namun ketika Ia menemukan kejanggalan terhadap barang bukti, Ia melepaskan Bonghee. Akibatnya Jiwook harus mundur dari kejaksaan dan berprofesi sebagai pengacara. Dua tahun kemudian Bonghee telah menjadi pengacara, namun karena kasus yang menimpa dirinya, dan juga pelaku sebenarnya belum ditemukan, namanya belum bersih, sehingga Ia kesulitan mendapatkan klien. Akhirnya Ia bekerja dibawah firma miik Jiwook. Mereka berdua bekerja sama untuk mencari peaku sebenarnya dibantu dengan orang-orang di tim Jiwook.

Why I Watched : my only reason is Ji Changwook. It will be his last drama before enlistment.

Kesan : Muahahahahahaha kocak aseliiiiiii.  Aku merasa amat terhibur dengan komedinya. Romansanya dapat, sukaaaa dan yaaa watchable laaaah….

The interest thing : komedinya juara sih. Humornya sesuai selera aku, dan yang aku suka adalah konsisten. Darri awal hingga akhir episode tidak lupa disisipkan humor. Walau lagi sedih-sedihnya tetap saja humornya enggak terlupakan. Lalu karakternya pada asyik semua menurutku. Enggak ada yang menyebalkan kecuali eu penjahatnya. Aku pikir second lead femalenya aka bitchy tapi nyatanya jauh dari kata itu. kocak sih sih karakter SLFnya, tampak chic,cool tapi ternyata dia tingkat kepedeannya tinggi. Hubungan kekeluargaan tim Jiwook juga amat terasa dan jelas jadi bumbu kelucuannya. Ditambah lagi aku suka dengan misterinya yang bikin penasaran. Aku penasaran banget dengan background dan motif si pembunuh berantai tersebut, dan sialnya kita baru tahu motifnya di akhir episode.

The Bad Thing : Fokus ceritanya euy…. Drama ini memiliki start yang bagus. Kita diawal diarahkan tentang kasus pembunuhan, membuktikkan ketidakbersalahan Bonghee. Begitu pelakunya ketemu, mereka berusaha mencari bukti, eh tapi kenapa tiba-tiba pelakunya amnesia? Selama amnesia ini fokusnya jadi agak bergeser ke masa lalu orang tua Jiwook dan Bonghee, terus malah putus lagi gara-gara masalah itu. aku pikir itu enggak penting deh. Agak klise, walau aku mengerti sih kenapa mereka putus, tapi aku merasa latar belakang orang tua mereka itu enggak ngaruh ke plot utama. Ya paling ke perkembangan hubungan Jiwook dan Bonghee, itu juga enggak begitu berkembang banyak. Aku frustasi sumpah pas lihat mereka putus. Haruskah gitu? Harusnya sih tanpa ada kisah tentang trauma dan orang tua mereka berdua, cerita ini akan tetap jalan dan menarik. Kisah itu hanya menambah list kecurangan kepala jaksa wilayah saja. Berasa banget filler biar jalan ceritanya sampai 40. Aku rasa drama ini harusnya cukup 32 (16) episode saja. Lalu aku merasa misterinya agak nanggung karena ingin fokus juga ke romance jadi berasa kurang greget dikit, apalagi kasus-kasus kecil yang ditangani mereka, enggak begitu ke eksplor. Ya paling ada yang ngaruh untuk ingatan Jiwook yang hilang. Kalau dari segi misteri kasusnya, aku masih menikmati I Remember You dibanding drama ini karena kedua drama ini berasal dari penulis yang sama. Kalau I Remember You drama misteri bumbu romance, kalau drama ini kebalikannya drama romansa berbumbukan misteri.

Baca lebih lanjut

[REVIEW] CIRCLE

Genre science fiction bukanlah genre yang masuk dalam daftar genre favoritku, tapi bukan berarti aku enggak suka. Genre ini tuh termasuk hit or miss buat aku. Kalau cerita tersaji dengan apik, menarik, dan tentunya bagus, aku akan menyukai cerita dari genre tersebut. Namun kalau cerita science fictionnya tidak tersaji dengan baik, not well done, aku biasanya akan menghindari dulu film-film science fiction. Macam film Interstellar, bagus sih, tapi aku enggak ngerti, bahkan aku lupa ceritanya saking pusingnya. Jadi aku menghindari film-film science fiction untuk beberapa saat. Terakhir film Dr. Strange cukup menyita perhatianku akan genre sci-fi. Cuman ya gitu, aku enggak terlalu menggilai cerita itu. so far belum ada cerita sci-fi yang nempel  sampai berbekas di hati dan di ingatan, sampai pada akhirnya aku menonton  drama Circle yang bikin aku terbayang-bayang dan merasa kehilangan setelah menyelesaikan drama tersebut.

Circle merupakan drama bergenre science fiction, thriller, mystery. Drama yang berjumlah 12 episode ini memiliki 2 bagian cerita, yaitu part 1 mengenai beta proyek di tahun 2017. Sepasang kembar, Kim Woojin dan Kim Bumgyun di tahun 2007 mengalami suatu peristiwa yang mereka percayai melibatkan alien. Disitu mereka bertemu dengan seorang wanita cantik yang mereka percayai adalah seorang alien. Kemudian wanita itu dirawat bersama mereka dan ayahnya diberi nama Byul. Sampai suatu harri Byul dan ayah si kembar menghilang. Semenjak itu Bumgyun terobsesi dengan hal-hal berbau alien, sehingga menyebabkan dia di penjara. Woojin mencoba lebih realistis. Sampai tiba di tahun 2017, Woojin menjadi seorang mahasiswa yang cerdas. Di kampusnya sedang ada aksi perlawanan terhadap pihak rektorat karena biaya kuliah. Para aktivis tersebut tiba-tiba meninggal karena bunuh diri. Namun pihak kepolisian merasa ada yang janggal. Bumgyum yang sudah keluar penjara pun merasa itu semua perbuatan alien. Woojin sendiri mencurigai kakaknya, karena kakaknya terus menyelidiki alien. Bumgyum pun berusaha membuktikan bahwa alien itu ada dengan menunjukkan sosok seorang wanita yang mirip Byul. Wanita tersebut adalah Han Jungyeon. Namun Woojin tak percaya karena Jungyeon adalah teman kuliahnya. Walau begitu Woojin curiga akan sosok Jungyeon karena mirip sekali dengan Byul dan ada keanehan pada dirinya. Setelah diselidiki Jungyeon dan Bumgyun punya tujuan yang sama untuk mencari tahu kasus bunuh diri para aktivis. Sayangnya Bumgyun yang sedang menyelidiki tiba-tiba menghilang. Woojin pun panik dan berusaha mencari kembarannya itu dengan bantuan Jungyeon. Selama mencari Bumgyun, Woojin dan Jungyeon pun menemukan fakta mengejutkan.

Part 2 dari drama ini menceritakan Seoul ditahun 2037 Brave new world dimana Seoul dibagi menjadi dua bagian yaitu normal earth yang kondisi lingkungan yang buruk dan smart earth dimana kondisi lingkungannya amat terjaga dan semenjak 15 tahun berdirinya smart earth tidak terjadi kejahatan karena adanya stable care system. Warganya dipasang chip sehingga emosi dan ingatan mereka dapat terjaga, sehingga tidak akan terjadi kejahatan. Sayangnya 5000 hari tanpa kejadian itu harus ternodai dengan sebuah pembunuhan yang dilakukan oleh seorang wanita. Pelaku pembunuhan tersebut merupakan korban kasus penculikan saat 20 tahun lalu. Pelaku tersebut menelepon kepolisian yang ada di normal earth karena di smart earth tidak memiliki polisi. Kim Joonhyuk adalah detektif yang ditugaskan untuk menyelidiki kasus tersebut. Joonhyuk sendiri selain menyelidiki kasus pembunuhan tersebut, Ia juga menyelidiki mengenai smart earth dan stable care system yang diduga berkaitan dengan hilangnya orang terdekatnya. Apa yang terjadi di tahun 2037 ini merupakan hasil dari apa yang terjadi di 2017. Kedua timeline ini memiliki masalah masing-masing yang akan terjawab pada timeline yang berbeda dan masalah dan jawabannya akan saling terhubung.

Awalnya aku enggak minat nonton drama ini, karena seperti yang dibilang di awal genre ini tuh hit or miss banget buat aku. Apalagi korea dari segi film pun jarang membuat genre yang seperti ini. Jadi aku enggak begitu yakin. Cuman saat tahu drama ini hanya 12 episode dan komentar orang-orang yang mulai menonton drama ini pada bilang seru, jadi aku putuskan untuk menonton.

Wah finally I found my crack drama in 2017. I feel withdrawal syndrome after this drama ended. Cuman satu kata buat menggambarkan drama ini, “awesome!”. Drama ini seru banget. Begitu mulai nonton drama ini, 15 menit pertama saja sudah penasaran dan jatuh cinta. Selesai 1 episode, tanpa sadar pasti ingin lanjut-lanjut terus sampai selesai. Begitu selesai berasa hampa dan masih terbayang-bayang dengan kisah drama ini. Aku sampai kebawa mimpi adegan-adegan drama ini  hahahaha. Susah move on.

Akhirnya setelah sekian lama korea bertumpu dengan drama genre romcom, thriller, drama, mystery, mereka mencoba sebuah genre baru yaitu science fiction. Drama korea masih amat jarang mengangkat genre sci-fi. Walau drama ini memang tetap terdapat sentuhan mystery, thrillernya, tapi fiksi saisnya amat berasa. Dari awal kita sudah dibawa dengan alien dan pengetahuannya. Ditambah dengan kemajuan tekhnologi di tahun 2037, dimana kita bisa melihat rekaman dari memori seseorang. Lalu ada telepon virtual juga. Benar-benar sudah maju tekhnologinya. Kalau dari segi cerita fiksi saisnya difokuskan dengan stable care system yang ternyata sebenarnya bermasalah. Stable care system ini dapat disalahgunakan untuk merekayasa ingatan demi kepentingan pribadi, terutama perusahaan yang memproduksinya, Human B.

Misteri-misteri yang muncul bikin kita penasaran abis dan nagih. Kita jadi menebak-nebak apa yang akan terjadi selanjutnya. Kenapa di tahun 2037 bisa terjadi kayak gini? Apa yang terjadi sebenarnya di 2017? Drama ini tuh keren plot twistnya. Kalau enggak terlalu memperhatikan detail pasti enggak akan bisa nebak. Aku berapa kali terkejut dengan jawaban dari misteri yang ada. Beberapa kali kita dibawa ke kemungkinan-kemungkinan, ternyata jawabannya jauh dari kemungkinan. Seperti aku mengira awalnya Joonhyuk itu Woojin yang sedang mencari Bumgyun, karena vibe mereka sama banget. Ternyata dugaanku salah. Aku menyadari dia bukan Woojin saat melihat Joonhyuk membuat roti. Yang bisa membuat pastry adalah Bumgyun. Disitu aku terkejut akan fakta Woojin yang hilang. Lah? Kan di 2017 yang hilang Bumgyun, kenapa sekarang malah Woojin? Apa yang terjadi? Pokoknya saat kalian mengetahui sebuah jawaban, pasti akan muncul pertanyaan lain. Jawabannya itu bisa saja di timeline 2017 bisa juga di timeline 2037. Kita benar-benar harus memperhatikan kedua timeline dengan baik.

Kalau aku sih karena kadang suka melewatkan detail, jadi banyak yang jawabannya enggak aku duga. Lagpula karena aku baru kali ini aku menonton drama korea dengan genre sci-fi jadi aku belum bsa membaca polanya. Aku bisa menduga jawaban dari sebuah misteri itu adalah di detik-detik misteri itu akan terungkap. Seperti siapa sebenarnya ketua Human B. aku memiliki beberapa suspect tapi dari suspect itu tidak terbukti. Aku baru bisa menduga disaat ketua Human B tersebut mengkonfrotasi (?) walikota smart earth. Saat disitu aku langsung merasa curiga dan ternyata 1 menit keudian tebukti dugaanku. Aku cukup terkejut akan fakta itu, karena saat di tahun 2017, dia tidak begitu terlihat mencurigakan. Begitu juga saat tahun 2037, kupikir dia orang baik. Ternyata dia adalah dalang dibalik kekacauan yang terjadi di smart earth.

Cerita di 2017 sendiri juga penuh kejutan. Aku sudah pikir kemana, tahunya jawabannya berbeda sekali engan dugaanku atau kalau tidak dugaanku yang asalnya benar tapi sempat tergeser karena plot twist yang ditampilkan dlam cerita. Seperti dugaanku kalau Jungyeon memang Byul, awalnya aku sudah curiga dia memang Byul, tapi karena twist yang ada aku kira bukan, tahunya memang benar dia. Kalau kalian suka cerita yang tidak terduga, kalian benar-benar akan dimanjakan drama ini. Kejutannya benar-benar bikin kita berkata “Wah gila sih ini! Huh, daebak!”. Sudah tak terhitung kayaknya aku ngomong daebak selama nonton drama ini. Minimal disetiap episode saja ada daebak, apalagi menjelang akhir-akhir. Mantap jiwa pokoknya.

Aku senangnya drama ini juga karena enggak ada basa-basi. Langsung ke inti. Cerita rumit ini saja bisa selesai hanya dalam 12 episode saja. alurnya cepat tapi rapi. Enggak ada tuh yang namanya adegan enggak penting. Cerita seperti ini sebenarnya bisa saja dipanjangkan sedikit. Aku enggak keberatan kalau drama ini menjadi drama 16 episode, tapi ya 12 episode ini sudah komposisi yang pas. Awalnya drama ini rencananya hanya 10 episode saja, tapi mungkin kalau 10 episode masih ada yang kurang keeksplor. Alur yang cepat ini bikin nagih, dan stidaknya rasa penasaran kita enggak akan lama. Rasa penaaran kita akan terjawab ya maksimal di episode selanjutnya lah. Atau kalau bisa juga terjawab di bagian kedua dari drama ini pun terjawab. Detail drama ini juga bagus. Aku bisa merasakan perbedaan yang amat jelas antara 2017 dan 2037. Detail-detai tersebut juga ternyata bisa menjadi “sennjata” cerita yang tak terduga. Detail yang kita abaikan ternyata memegang peranan penting pada drama.

Baca lebih lanjut

[REVIEW] WHISPER

Sebelum aku mulai reviewnya, aku mau sedikit curhat dulu. Oke sekarang aku mau jujur. Aku akhir-akhir ini, eu lebih tepatnya setahun lebih kebelakang sedang mengalami semacam writer’s block. Hal ini sudah beberapa kali aku ungkit sih, cuman kalau kemaren-kemaren aku berusaha mengabaikan. Berasa gengsi saja, lebih tepatnya malu sih. Penulis amatiran ngak-ngaku writer’s block, tapi ya nyatanya aku jadi agak kesulitan menulis dan merangkai kata-kata. Sebenarnya ide yang mau aku tulis itu bejibun banget. Serius deh, tapi entah kenapa susah banget direalisasi dalam bentuk tulisan. Ketika sudah buka word, aku sering bengong untuk memulai. Kalau udah bingung trus ujung-ujungnya malas. Makanya aku enggak mau mengakui writer’s block, karena lebih tepatnya mungkin kemalasan memamng sudah terlalu menjangkitku dan pada akhirnya bikin sulit nulis.

Hal paling aku bikin sulit nulis adalah menentukan awal. Aku sudah tahu apa saja isi yang mau aku tulis, tapi aku enggak tahu harus mulai dari mana. Sebuah tulisan tentunya biasanya butuh kalimat pengantar alias pembuka, dan itu yang sering bikin aku bingung. Aku ingin mencoba ssesuatu yang beda, tapi pasti gitu-gitu lagi pembukanya. Monoton enggak sih rasanya? Setiap mau nulis review terutama, aku bingung mau bikin paragraf pengantar dari mana. Kalau kalian sudah pernah baca semua review aku, kalian pasti merasa kalau pembuka aku gitu-gitu saja, karena jujur aku bingung. Nampaknya aku masih butuh latihan, dan masih pada tahap coba-coba, seperti tulisan review kali ini.

Tulisan review kali ini aku buka dulu dengan curhatan yang sebenarnya enggak ada nyambungnya sama isi review. Cuman mungkin ke depannya aku bakalan bikin pembuka dari curhatan, kalau enggak ya balik lagi seperti biasa hahahaha. Maafkan ketidak konsistenan hamba. Kita lihat nanti ya apakah pembukaku masih gitu-gitu saja atau ada perubahan. Kali ini mood aku cukup bagus untuk nulis. Beberapa hari kemaren aku baru menyelesaikan sebuah drama yang baru beres tayang sekitar 2 minggu lalu. Langsung aku babat habis dalam 2 hari. Aku ingin berbagi perasaan aku mengenai drama Whisper ini dengan kalian.

Drama Whisper merupakan drama bergenre legal thriller, politic, drama minim romance yang berjumlah 17 episode. Drama ini menceritakan tentang Lee Dongjun seorang hakim yang sudah 10 tahun berkarir dan dikenal tentang keadilannya. Disuatu persidangan, Ia menjatuhkan hukuman yang cukup berat pada anak seorang ketua mahkamah agung atas tindak penggelapan dana. Tak berselang lama dari persidangan tersebut, diadakan peninjauan kembali apakah hakim-hakim yang bertugas layak diangkat kembali atau tidak. Sidak itu diketuai oleh ketua MA dengan juri-jurinya. Akibat dendam pribadi ketua MA dan juga juri-juri yang kerabatnya pernah dihukum oleh Dongjun, karir kehakiman Dongjun terancam. Disaat yang sama Ia diminta oleh ayahnya yang seorang presdir RS Hangang, dr Lee Hobeom utuk menikahi anak dari CEO firma hukum terbesar Taebaek, Choi Ilhwan. Hobeom membutuhkan Ilhwan untuk menutupi kejadian malpraktek dan juga urusan hukum mengenai bisnis rumah sakitnya. Ilhwan membutuhkan Dongjun karena kecermatan dan kesamaan nasib.Ia berharap Dongjun memiliki ambisi yang sama dengannya sehingga dapat meneruskan Taebaek dengan baik. Namun Dongjun menolak permintaan untuk menikahi anak Ilhwan, Choi Suyeon. Akibat tekanan pengangkatan kembali hakim, Dongjun terpaksa menyetujui pernikahan tersebut. Selain menyetujui pernikahan, Dongjun juga diminta untuk membacakan putusan sidang yang telah dibuat Choi Ilhwan. Sidang tersebut merupakan kasus pembunuhan seorang reporter Kim Sungsik dengan terdakwa Shin Changho yang juga rekan kerjanya. Tentu saja pembunuh sebenarnya bukan Shin Changho. Kasus ini sebenarnya melibatkan sebuah kasus yang lebih besar lagi dimana orang-orang Taebaek terlibat. Putri Shin Changho yang merupakan polisi, Shin Youngju berusaha membuktikan ketidakbersalahan ayahnya. Ia mencoba menyerahkan bukti yang didapat pada Dongjun, karena Ia percaya pada Dongjun yang takkan mengabaikan bukti konkret. Sayangnya akibat tekanan, Dongjun berkhianat dan menyatakan Changho bersalah sesuai perintah CEO Choi. Youngju yang marah pun berusaha menjebak Dongjun agar Dongjun mau bekerja sama dengannya untuk menangkap pelaku sebenarnya dan meruntuhkan Taebaek yang busuk didalamnya.

Wah gila nulis plot awalnya saja sudah ribet banget. Seperti yang terlihat yang diplot awalnya drama ini memang ribet, padahal sebelumnya aku udah bilang kalau aku enggak mau nonton drama yang berat. Cuman, hei di drama ini ada Lee Sangyoon, Lee Boyoung, dan ahjussi rasa oppa ku, Kwon Yool!. Pas tahu Lee Boyoung comeback setelah 3 tahun vakum, terus ditambah reuniannya sama Lee Sangyoon setelah My Daughter Seoyung, plus ada Kwon Yool. Nikmat Tuhan mana yang kamu dustakan!!! Wkwkwk. Aku suka Lee Sangyoon semenjak Liar Game, tapi masalahnya drama dia setelah itu enggak ada yang menarik perhatianku. Pas baca plot awalnya aku agak males karena pasti bakalan penuh intrik antara orang berkuasa dan orang berduit. Cuman legal drama tuh salah satu genre favoritku. Lalu ditambah pemain yang bagus-bagus, jadi kenapa enggak dicoba?

Aku enggak nyesel sih ngikutin drama ini. Waah gilaaa memang legal drama memang selera aku. Ditambah disuguhkan dengan konflik yang solid. Konflikny itu loooh mantap jiwa. Sekalinya nonton drama ini, enggak bisa berhenti. Nagih abis. Selesai satu episode, rasanya enggak sabar buat lanjut ke episode selanjutnya. Cuman butuh 2 hari untuk menyelesaikan drama ini. Kalau aku enggak inget buat tidur kayanya bakal aku lahap sehari saja.

Konflik yang intense antar tokoh yang bikin ketagihan. Kita bakalan penasaran dengan apa yang selanjutnya terjadi. Setiap tokoh punya strategi dan rencana masing-masing yang sama-sama kuat. Disaat kita mengira  rencana protagonis akan berhasil ternyata rencana antagonis jauh lebih matang. Menariknya lagi pertarungan pun tidak hanya terjadi antara pihak protagonis versus antagonis, tapi juga perseteruan antara masing pihak juga ada konflik tersendiri. Apaagi diawal-awal konflik antara Dongjun dan Youngju cukup kuat ya. Mereka merasa bahwa mereka dan rencana yang dijalankan merupakan jalan terbaik. Youngju seringkali menentang rencana Dongjun karena Dongjun lambat dan lebih menguntungkan dirinya dan Taebaek, sedangkan Youngju ingin Taebaek runtuh.

Drama ini memang bergenre legal drama, tapi menurutku legalnya enggak terlalu berasa. Dunia hukum hanya menjadi latar belakang, karena konfliknya sendiri lebih ke pertarungan sesama tokoh seperti yang aku bilang sebelumnya, dibandingkan pertarungan di dunia hukumnya, walau tetap ada kok kasus hukum yang diangkatnya. Cuman pembuktian kasus itunya lebih disajikan dnegan konflik antara orang berkuasa, orang beruang, dan orang yang tidak punya keduanya. Kalau kalian nonton kalian akan benar-benar merasakan konflik yang solid. Kalian yang suka sama drama yang konfliknya berat, kuat, dan greget dijamin bakalan menikmati drama ini.

Konflik yang intense juga bikin banyak plot twisted di dalamnya. Aku berapa kali terkejut dengan rencana tidak terduga yang hadir di alur cerita. Serius aku baru sekarang lagi nonton drama yang penuh dengan plot twisted. Hampir di setiap episode ada. Mengingat alur drama ini memang cepat, jadi disetiap episode memang ada rahasia tersembunyi yang terkuak, sehingga jadi yaw ajar sih jadi banyak plot twisted. Anehnya banyaknya plot twisted ini enggak bikin aku capek sama drama ini. Yang ada malah makin nagih dan enggak sabar buat ngeberesin drama ini. Whisper ini kan penulisnya sama kayak drama Punch. Buat yang sudah nonton Punch, bakalan terbiasa sama plot twisted drama ini. Polanya katanya sih masih sama kayak di Punch. Berhubung aku belum nonton Punch, aku jadi belum bisa berkomentar mengenai hal itu. cuman ya berdasarkan opini yang sudah nonton keduanya, mereka sudah enggak aneh lagi dengan plot twisted yang ada. Buat yang belum nonton Punch, hal itu akan menjadi akan jadi kejutan yang bikin jantung excited, seperrti yang ku rasakan saat nonton ini. Oh iya ngomongin Punch, Whisper dan Punch ini ternyata 1 universe, karena nanti di episode terakhir aka nada cameo dari pemain Punch.

Lagi-lagi kalau drama yang menceritakan mengenai lapisan masyarakat kalangan penguasa, aku merasakan realita. Disini juga diperlihatkan hukum yang tajam ke bawah tapi tumpul ke atas. Banyak rekayasa kasus yang terjadi, dan aku juga jadi teringat akan beberapa kasus besar di Indonesia. Di Taebaek sendiri kan terjadi kasus mega korupsi yang melibatkan banyak pihak, nah hal ini mengingatkan ku pada kasus e-ktp yang sedang bergulir. Kasus ini juga sama melibatkan banyak pihak dan banyak juga yang belum terungkap. Realita yang dirasakan makin berasa dengan karakter para tokohnya. Aku merasa semua tokohnya itu abu-abu. Enggak ada yang tegas putih ataupun hitam. Seperti dikehidupan nyata. Banyak orang baik tapi karena keadaan terdesak mereka bisa merusak prinsip mereka dan berubah berbuat kejahatan. Begitu juga dengan orang jahat, biasanya karrena keadaan dan mereka masih memiliki sisi manusiawinya. Paling terasa keabuan karakternya jelas sih pada Dongjun. Dia hakim yang tidak akan mengabaikan bukti nyata, tapi karena posisinya terancam Ia pun jadi mengabaikan fakta tersebut. Kalau dari sisi antagonis ada Suyeon yang berusaha mengendalikan Jungil, tapi pada akhirnya menyerahkan bukti karena demi kesehatan mental ibunya. Setiap orang pasti memiliki sisi terang dan gelapnya, dan di drama ini digambarkan dengan baik karakter tersebut.

Baca lebih lanjut

[REVIEW] THE LIAR AND HIS LOVER

Musik bisa menggambarkan berbagai acam situasi. Selain itu musik juga bisa menghubungkan kita dengan berbagai macam orang. Melalui musik juga kita bisa membangun hubungan pertemanan, kekeluargaan, bahkan rasa cinta. Drama The Liar and His Lover ini setidaknya mencoba menggambarkan hal-hal tersebut.

Drama yang bergenre romance, musical ini menceritakan seorang pemuda jenius musik, Kang Hangyeol. Dia merupakan seorang produser musik untuk sebuah band terkenal, Crude Play. Dia membuat musik terinspirasi dari suara-suara yang Ia dengar. Suatu hari Ia bertemu dengan seorang siswi kelas 3 SMA, Yoon Sorim yang memiliki suara indah dan bermimpi berkarir di dunia musik bersama anggota bandnya yang lain yang juga temannya sedari kecil, Baek Jinwoo dan Lee Kyusun. Sorim jatuh cinta pada pandangan pertama pada Hangyeol. Berbeda dengan Hangyeol, mulanya Ia mendekati Sorim hanya untuk kepentingan tertentu, sampai akhirnya Ia mendengar suara nyanyian Sorim. Hangyeol akhirnya mulai jatuh cinta pada Sorim. Bagaikan takdir pula, mereka bekerja sebagai musisi di sebuah perusahaan yang sama. Konflik anak muda dimulai lah saat Sorim meniti karir bersama teman-temannya sebagai Mush&co, sedangkan Hangyeol dan rekanya di Crude Play Seo Chanyoung berebut untuk menjadi produser bagi Sorim.

Awalnya aku enggak begitu tertarik nonton drama 16 episode ini. Saat membaca plot awalnya, aku merasa ah biasa saja. Lalu aku merasa mulai lelah dengan drama-drama yang berat. Akhir-akhir ini sebagian besar drama korea, walau bilangnya romcom, tapi tetap ada unsur thriller atau misterinya. Aku capek nonton drama yang begituan. Aku ingin drama yang benar-benar ringan, yang enggak usah mikir sama sekali. Aku hanya ingin menonton drama manis dan penuh lovey dovey. Setelah membaca komenan para Beannies, aku memutuskan untuk mengambil drama ini sebagai tontonan.

Drama yang cukup menyenangkan bagiku. Ringan tanpa perlu mikir. Lagu-lagunya juga cukup memanjakan telinga, apalagi suara Joy sebagai Sorim. Drama ini tuh remaja banget sih. Konflik cintanya sederhana saja, enggak terlalu banyak gangguan orang ketiga. Ya hanya kesalahpahaman sederhana yang enggak penting lah. Agak greget melihat kisah percintaan Hangyeol dan Sorim karena Hangyeol yang terus menyakiti Sorim dengan kebohongannya. Drama anak muda lah pokoknya, bright, cheerful, lovely 3 hal yang pati dirasakan setelah menonton drama ini.

Drama ini kan diadaptasi dari manga jepang. Di Jepangnya sendiri cerita ini sudah diangkat ke film layar lebar. Kalau sudah adaptasi begini pasti banyak yang membandingkannya antara adaptasi dan original. Seperti biasa, versi original biasanya lebih disukai, baik dari jalan cerita dan juga akting. Aku sendiri belum nonton yang versi film Jepang, jadi enggak tahu lebih menarik yang mana. Cun buatku yang hanay nonton versi drama koreanya, aku sudah cukup menyukai drama ini. Enggak terlalu masalah dengan jalan ceritanya.

Konfliknya enggak cuman masalah percintaan doang, tapi ada masalah pertemanan, hubungan rekan kerja, lalu konflik dengan industri musik itu sendiri. Kita jadi tahu dibalik layar produksi sebuah lagu dan sebuah grup itu kayak apa. Apa saja yang harus dikorbankan. Apa saja yang harus dilihat dan dpersiapkan. Disini juga kita bisa melihat konflik batin seorang Direktur musik, seperti CEO Sole Music Label, Choi Jinhyuk , Dia yang lulusan sekolah musik, tentu punya idealisme tersendiri akan musik. Cuman sebagai seorang CEO dia tentu perlu berpikir keuntungan, sehingga dia memakain jalan pintas kepada Mush&Co dan juga Crude Play untuk menggunakan pemain pengganti. Disini aku baru tahu ternyata alat musik juga bisa “lipsync”. Berbeda dengan CEO Who Entertaiment yang membawahi Sole Music Label, Yoo Hyunjung, Dia otaknya, sudah otak bisnis jadi yang dia pikir hanyalaah keuntungan. Mengambil orang paling berbakat sehingga tak perlu keluar uang banyak untuk melatihnya, dan bisa mendapatk keuntungan bear karena bakat orang tersebut. Berbeda dengan Direktur Choi yang masih mau mengambil orang yang perlu dilatih. Dia masih mau mengembangkan orang-orang tersebut karena melihat potensi. Terkadang keputusan dia memang tampak menyebalkan dan terlihat terburu-buru, bahkan merugikan anak asuhnya. Menurut CEO Yoo, saja Dia itu tidak konsisten. Cuman yang aku suka, karena dia tetap memiliki jiwa musisi, sehingga Ia bisa mengerti anak asuhnya, dan berusaha memperbaiki hal itu.

Lalu jangan lewatkan untuk menginvestasikan harapan kalian pada hubungan antara member Crude Play. Ini salah satu bagian favoritku. Kita bisa emlihat persahabatan yang benar-benar terjalin. Berhubung isinya pria-pria. Tentu wajar saja sering terjadi perselisihan. Saling ribut, maki, bahkan berkelahi. Hanya aja cowok mah enggak dibawa baper, enggak kayak cewek. Mereka besoknya baikkan lagi, seperti tak terjadi apa-apa pada hari kemarin. Sebesar apapun keributan antar member, terutama pada Hangyeol, tidak akan berpengaruh pada persahabatan yang telah mereka jalin bertahun-tahun. Seperti konflik antara Chanyoung dan Hangyeol. Selian konflik cinta, mereka juga terlibat konflik sebagai produser. Cuman sehebat apapun konflk mereka, hubungan pertemanan mereka enggak terganggu. Mereka juga tetap saling mengakui kehebatan masing-masing.  Aku pikir konflik yang terjadi pada mereka akan bikin mereka putus hubungan atau saling membenci seperti makjang-makjang pada drama korea umumnya. Ternyata enggak sama sekali. Mereka tetap berkomunikasi seperti teman biasa. Kalau konflik sedang emmanas, mereka hanya saling sindir, dan sedikit sikut-sikutan. Selebihnya biasa saja. thanks drama god! Mereka enggak usah musuhan hanya karena hal itu. that’s why I like this drama.

Hal menarik untuk dikupas antara hubungan member Crude Play adalah hubungan Chanyoung dan member Crude Play. Chanyoung awalnya ada pemain pengganti Bass untuk Hangyeol. Namun Hangyeol akhirnya memilih mundur dan menjadi produser untuk Crude Play, sehingga Chanyoung ditarik menjadi member Crude Play. Awalnya, member Crude Play yang lain tak menerimanya. Ya maklum saat itu mereka masih muda, tapi tak butuh waktu lama mereka menerima Chanyoung. Disitulah Chanyoung merasa tersisihkan. Ia merasa kalau dirinya hanyalah pengganti. Ia merasa bukan bagian Crude Play, karena member yang lain sudah berteman dari lama, seedangkan Ia hanyalah orang baru yang menggantikan Hangyeol. Ditambah saat masalah leaked video member Crude Play latihan, tapi memakai bass permainan Hangyeol. Disitu Chanyoung makin merasa tersisihkan dan dianggap. Padahal selama ini hanya kesalahpahaman dia. Member Crude Play yang lain termasuk Hangyeol tak merasa Chanyoung adalah pengganti. Mereka menganggap Chanyoung adalah sahabat mereka, bagian dari Crude Play. Bahkan masalah video latihan mereka tak menggunakan Bass Chanyoung, demi kebaikan Chanyoung dan Crude Play, bukan karena mereka ingin bermain dengan Hangyeol. Leader Crude play, Yoo Sihyun pun meminta maaf jika dulu sikap awal mereka tidak menerima Chanyoung. Tapi itu hanya diawal. Saat debut pun Sihyun sudah menerima Chanyoung sepenuh hati. Chanyoung sendirilah yang membangun benteng diantara mereka. Selama ini hal seperti itu hanya ada dipikirannya. Dia hanya merasa tidak percaya diri dan tak enak karena merasa sebagai orang luar tiba-tiba masuk. Dia hanya butuh pengakuan dan kepercayaan baik dari Direktur Choi tentang masalah produser untuk Mush&Co dan juga dari teman-teman Crude Playnya. Untunglah Chanyoung pada akhirnya mengerti dan mendapat kepercayaan itu.

Baca lebih lanjut

[REVIEW] VOICE

Ketika memiliki kelebihan pada salah satu panca indera, kerap kali menjadikan orrang tersebut superhero. Kelebihan tersebut dapat menolong banyak orang, bahkan disaat genting, karena kelebihan yang seseorang miliki dapat menyelamatkan nyawa seseorang. Salah satunya adalah kelebihan pada pendengaran super yang dapat mendengar suara berbagai desibel dan jenis. Kelebihan itu tersebut digunakan untuk menolong banyak orang seperti dalam drama Voice.

Drama bergenre thriller, mystery, crime ini menceritakan seorang polisi divisi pembunuhan, Moo Jinhyuk yang kehilangan istrinya, Heo Jihye karena dibunuh. Sayangnya pembunuhan istrinya itu meninggalkan banyak jejak misteri, sehingga Ia merasa bersalah dan marah. Di satu sisi kasus pembunuhan istrinya itu terjadi secara langsung karena kelalain petugas layanan panggilan darurat 112. Salah satu petugasnya, Kang Kwonjoo merupakan salah satu saksi, karena dia mendengar suara percakapan Jihye dengan pembunuhnya. Beberapa menit kemudian, ayahnya, Kang Gookhwan juga dibunuh oleh pembunuh yang sama. Kwonjoo memiliki kemampuan dapat melihat suara. Dia dapat mengetahui berbagai jenis barang dan lokasi hanya dengan mendengar suaranya saja. Saat tersangka yang diduga membunuh Jihye dan Gookhwan tertangkap dan menjalani persidangan, Kwonjoo bersaksi jika tersangka yang dipersidangan bukanlah pelakunya, karena suaranya berbeda. Tersangka tidak memiliki suara dari gemertak rahang, sedangkan pelaku memiliki suara tersebut. Hanya saja tidak ada bukti yang menguatkan pernyataan Kwonjoo karena seseorang telah memanipulasi bukti. Akhirnya Kwonjoo dituduh bekerja sama dengan tersangka. Akibat hal itu, Jinhyuk menjadi dendam dengan Kwonjoo. Semenjak kejadian itu, Kwonjoo pergi ke Amerika untuk belajar memperkuat kemampuannya dalam menganalisis suara. Tiga tahun setelah kejadian, Ia kembali ke Korea dan menjabat sebagai kepala bagian divisi layanan panggilan darurat. Agar kejadian tiga tahun lalu tidak terulang lagi, Ia memutuskan membentuk tim Golden Time, atau waktu genting. Dimana setiap mendapat panggilan darurat, bukan polisi patrol yang terjun ke lapangan, tim nya lah yang langsung terjun ke lapangan untuk menyelesaikan kasus dalam jangka waktu genting, Kwonjoo merekrut Jinhyuk kedalam tim nya. Mulanya Jinhyuk menolak keras, tetapi hatinya terketuk karena ini mengingatkan pada istrinya, dan juga begitu mengetahui kemampuan Kwonjoo, Jinhyuk mau bekerja sama. Selama mereka bekerja pada tim golden time, mereka juga berusaha memecahkan kasus 3 tahun lalu yang masih menjadi misteri.

Awalnya aku ragu untuk nonton drama ini, karena aku terus-terusan nonton drama dengan tema yang cukup berat, tapi dalam lubuk hati,, aku tertarik karena plot awalnya menarik tentang emergency call center. Cuman saat drama ini on going, aku memilih untuk menonton yang lain. Saat drama ini sudah selesai tayang, beannies banyak yang bilang drama ini bagus, begitu juga dengan teman-temanku menyuruhku untuk menonton drama satu ini. Akhirnya pertahananku runtuh, langsung menyalin file drama ini dari laptop teman ke laptopku, dan langsung kuhabiskan dalam waktu 2 hari.

Kesanku pada drama 16 episode ini adalah wow! Nagih banget, dan menegangkan dan rasa penaasaran terus menghantui selama belum menyelesaikan drama ini. Drama yang seru dan bikin greget. Dia memiliki cerita yang padat, memalingkan pandangan satu scene saja, dijamin harus putar balik lagi biar ngerti. Banyak adegan yang terlihat sepele ternyata merupakan kunci dari kasus tersebut. Nonton drama ini tuh rasanya enggak mau berhenti. Tanpa sadar aku juga terus lanjut ke episode selanjutnya. Kalau aku enggak inget tidur, dan laptop panas, kayaknya aku bakal ngeberesin ini dalam waktu sehari, karena saking serunya dan penasaran. Apa sih yang bakalan terjadi selanjutnya?

Drama criminal seperti ini memang saluran OCN dapat dipercaya. Drama ini tidak mengecewakan, dan masalah twist, drama-drama OCN memang jagonya. Ketika aku kira aku sudah bertemu dengan sebuah twist yang sudah aku duga, ternyata menjelang akhir-akhir kita dihadapkan dengan sebuah twist yang enggak terduga. Memang benar, kalau drama-drama OCN begini kalau ketemu twist yang terduga, itu bukan twist yang sebenarnya. Masih banyak hal yang mengejutkan yang memuaskan rasa penasaran.

Hal menarik lainnya dari drama ini adalah tema yang diangkatnya. Drama kriminal dengan kasus pembunuhan berantai dan juga psikopat sebagai pelakunya sudah enggak aneh lagi. Sudah mainstream. Agar drama ini berbeda, mereka menambahkan sudut pandang kasus dari salah satu tim kepolisian yang terkadang terlupakan tapi punya peranan amat penting, pusat layanan panggilan darurat. Setahuku sih belum ad drama korea yang mengangkat mengenai pusat layanan panggilan darurat. Kasus yang ditangani lebih beragam. Enggak cuman percobaan pembunuhan, tapi ada juga penculikan, penyiksaan, kecelakaan, dan lainnya. Kasus-kasus di drama ini banyak yang terinspirasi dari kisah nyata yang terjadi di Korea. Penulisnya seperti menyentil, jika saja memang beneran ada tim golden time, mungkin banyak korban yang selamat, karena cepatnya penanganan. Korban-korban yang menelepon ke 112, merupakan korban-korban yang sudah frustasi, terdesak, terlambat sedikit saja, mereka bisa kehilangan nyawa. Makanya di drama ini digambarkan banyak nyawa yang bisa terselamatkan dengan adanya tim golden time. Memang alangkah tentramnya sebuah daerah kalau memang beneran ada tim khusus golden time. Mungkn banyak kasus kejahatan yang terselesaikan dengan baik dan cepat. Cuman ya kecepatan kasus ini terselesaikan juga kalau di drama karena kemampuan Kwonjoo dalam mengenali suara. Coba kalau di dunia nyata? Enggak yakin bisa secepat yang ada di drama, cuman mungkin akan lebih tanggap. Ya tak ada salahnya berkhayal mengenai kedamaian ketentraman dunia mah. Iya enggak? Wkwkwk

Dari sekian banyak kasus yang masuk yang ditangani tim golden time, sama seperti drama Signal, ternyata semua kasus itu memiliki muara yang pada satu orang yang terkait dengan kasus utama pada drama ini. Hampir sebagian besar kasus yang masuk, terutama yang menjelang akhir-akhir, orang-orang yang terlibat ternyata berhubungan dengan penjahat utama drama ini. Si Psikopat ganteng, Mo Taegu. *kesel banget lagi-lagi psikopatnya ganteng, pffft*.

Baca lebih lanjut