[REVIEW] VOICE

Ketika memiliki kelebihan pada salah satu panca indera, kerap kali menjadikan orrang tersebut superhero. Kelebihan tersebut dapat menolong banyak orang, bahkan disaat genting, karena kelebihan yang seseorang miliki dapat menyelamatkan nyawa seseorang. Salah satunya adalah kelebihan pada pendengaran super yang dapat mendengar suara berbagai desibel dan jenis. Kelebihan itu tersebut digunakan untuk menolong banyak orang seperti dalam drama Voice.

Drama bergenre thriller, mystery, crime ini menceritakan seorang polisi divisi pembunuhan, Moo Jinhyuk yang kehilangan istrinya, Heo Jihye karena dibunuh. Sayangnya pembunuhan istrinya itu meninggalkan banyak jejak misteri, sehingga Ia merasa bersalah dan marah. Di satu sisi kasus pembunuhan istrinya itu terjadi secara langsung karena kelalain petugas layanan panggilan darurat 112. Salah satu petugasnya, Kang Kwonjoo merupakan salah satu saksi, karena dia mendengar suara percakapan Jihye dengan pembunuhnya. Beberapa menit kemudian, ayahnya, Kang Gookhwan juga dibunuh oleh pembunuh yang sama. Kwonjoo memiliki kemampuan dapat melihat suara. Dia dapat mengetahui berbagai jenis barang dan lokasi hanya dengan mendengar suaranya saja. Saat tersangka yang diduga membunuh Jihye dan Gookhwan tertangkap dan menjalani persidangan, Kwonjoo bersaksi jika tersangka yang dipersidangan bukanlah pelakunya, karena suaranya berbeda. Tersangka tidak memiliki suara dari gemertak rahang, sedangkan pelaku memiliki suara tersebut. Hanya saja tidak ada bukti yang menguatkan pernyataan Kwonjoo karena seseorang telah memanipulasi bukti. Akhirnya Kwonjoo dituduh bekerja sama dengan tersangka. Akibat hal itu, Jinhyuk menjadi dendam dengan Kwonjoo. Semenjak kejadian itu, Kwonjoo pergi ke Amerika untuk belajar memperkuat kemampuannya dalam menganalisis suara. Tiga tahun setelah kejadian, Ia kembali ke Korea dan menjabat sebagai kepala bagian divisi layanan panggilan darurat. Agar kejadian tiga tahun lalu tidak terulang lagi, Ia memutuskan membentuk tim Golden Time, atau waktu genting. Dimana setiap mendapat panggilan darurat, bukan polisi patrol yang terjun ke lapangan, tim nya lah yang langsung terjun ke lapangan untuk menyelesaikan kasus dalam jangka waktu genting, Kwonjoo merekrut Jinhyuk kedalam tim nya. Mulanya Jinhyuk menolak keras, tetapi hatinya terketuk karena ini mengingatkan pada istrinya, dan juga begitu mengetahui kemampuan Kwonjoo, Jinhyuk mau bekerja sama. Selama mereka bekerja pada tim golden time, mereka juga berusaha memecahkan kasus 3 tahun lalu yang masih menjadi misteri.

Awalnya aku ragu untuk nonton drama ini, karena aku terus-terusan nonton drama dengan tema yang cukup berat, tapi dalam lubuk hati,, aku tertarik karena plot awalnya menarik tentang emergency call center. Cuman saat drama ini on going, aku memilih untuk menonton yang lain. Saat drama ini sudah selesai tayang, beannies banyak yang bilang drama ini bagus, begitu juga dengan teman-temanku menyuruhku untuk menonton drama satu ini. Akhirnya pertahananku runtuh, langsung menyalin file drama ini dari laptop teman ke laptopku, dan langsung kuhabiskan dalam waktu 2 hari.

Kesanku pada drama 16 episode ini adalah wow! Nagih banget, dan menegangkan dan rasa penaasaran terus menghantui selama belum menyelesaikan drama ini. Drama yang seru dan bikin greget. Dia memiliki cerita yang padat, memalingkan pandangan satu scene saja, dijamin harus putar balik lagi biar ngerti. Banyak adegan yang terlihat sepele ternyata merupakan kunci dari kasus tersebut. Nonton drama ini tuh rasanya enggak mau berhenti. Tanpa sadar aku juga terus lanjut ke episode selanjutnya. Kalau aku enggak inget tidur, dan laptop panas, kayaknya aku bakal ngeberesin ini dalam waktu sehari, karena saking serunya dan penasaran. Apa sih yang bakalan terjadi selanjutnya?

Drama criminal seperti ini memang saluran OCN dapat dipercaya. Drama ini tidak mengecewakan, dan masalah twist, drama-drama OCN memang jagonya. Ketika aku kira aku sudah bertemu dengan sebuah twist yang sudah aku duga, ternyata menjelang akhir-akhir kita dihadapkan dengan sebuah twist yang enggak terduga. Memang benar, kalau drama-drama OCN begini kalau ketemu twist yang terduga, itu bukan twist yang sebenarnya. Masih banyak hal yang mengejutkan yang memuaskan rasa penasaran.

Hal menarik lainnya dari drama ini adalah tema yang diangkatnya. Drama kriminal dengan kasus pembunuhan berantai dan juga psikopat sebagai pelakunya sudah enggak aneh lagi. Sudah mainstream. Agar drama ini berbeda, mereka menambahkan sudut pandang kasus dari salah satu tim kepolisian yang terkadang terlupakan tapi punya peranan amat penting, pusat layanan panggilan darurat. Setahuku sih belum ad drama korea yang mengangkat mengenai pusat layanan panggilan darurat. Kasus yang ditangani lebih beragam. Enggak cuman percobaan pembunuhan, tapi ada juga penculikan, penyiksaan, kecelakaan, dan lainnya. Kasus-kasus di drama ini banyak yang terinspirasi dari kisah nyata yang terjadi di Korea. Penulisnya seperti menyentil, jika saja memang beneran ada tim golden time, mungkin banyak korban yang selamat, karena cepatnya penanganan. Korban-korban yang menelepon ke 112, merupakan korban-korban yang sudah frustasi, terdesak, terlambat sedikit saja, mereka bisa kehilangan nyawa. Makanya di drama ini digambarkan banyak nyawa yang bisa terselamatkan dengan adanya tim golden time. Memang alangkah tentramnya sebuah daerah kalau memang beneran ada tim khusus golden time. Mungkn banyak kasus kejahatan yang terselesaikan dengan baik dan cepat. Cuman ya kecepatan kasus ini terselesaikan juga kalau di drama karena kemampuan Kwonjoo dalam mengenali suara. Coba kalau di dunia nyata? Enggak yakin bisa secepat yang ada di drama, cuman mungkin akan lebih tanggap. Ya tak ada salahnya berkhayal mengenai kedamaian ketentraman dunia mah. Iya enggak? Wkwkwk

Dari sekian banyak kasus yang masuk yang ditangani tim golden time, sama seperti drama Signal, ternyata semua kasus itu memiliki muara yang pada satu orang yang terkait dengan kasus utama pada drama ini. Hampir sebagian besar kasus yang masuk, terutama yang menjelang akhir-akhir, orang-orang yang terlibat ternyata berhubungan dengan penjahat utama drama ini. Si Psikopat ganteng, Mo Taegu. *kesel banget lagi-lagi psikopatnya ganteng, pffft*.

Baca lebih lanjut

Iklan

[REVIEW] GOD’S QUIZ SEASON 4

Sebenarnya aku udah dari awal oktober menyelesaikan drama ini, tapi baru sekarang awal desember aku baru bisa menuliskannya. Butuh dua bulan coooy. Maklum semester ini padatnya luar biasa *tepatnya setelah praktikum menyerang*. Duuh maaf banyak curcol, yuk langsung capcus.

God’s Quiz merupakan sebuah drama yang menceritakan tentangdokter forensik, Han Jinwoo yang menangani kasus penyakit langka, dengan kepintarannya, ia kerapkali membantu sang detektif dari divisi kematian akibat penyakit langka, Kang Kyunghee. Drama yang pertama kali diputar tahun 2010 ini, kini telah mencapai season ke empat. Setiap season berepisode 10-12 episode. Episode yang singkat bukan?

Drama yang bergenre thriller, mystery,crime,mediacal ini menampilkan kasus-kasus yang berbeda-beda setiap episodenya, namun setiap season ada satu kasus utama yang menjadi inti cerita dari season tersebut. untuk season 4 ini cerita utamanya adalah mengenai kasus suatu pabrik yg menggunakan *apa mengangkut ya?*bahan-bahan kimia berlebih, dan memalsukan izin demi keuntungan sehingga banyak karyawan pabrik tersebut yang menjadi korban.

Awalnya aku enggak akan menonton drama ini. awalnya cukup dengan membaca rekapannya di blog My Short Obsession. Saat membaca rekapannya sebenenya aku tertarik untuk menonton, karena cceritanya yang menarik dan juga ada Donghae hehehe, tapi karena drama ini berasal dari tv kabel dan tak begitu popular jadi agak sulit mencari donlotannya, dan di kingkong pun pasti tak ada, jadi aku memutuskannya untuk tak menontonnya. Namun saat bulan September kemaren, aku liat-liat folder pesenan di kingkong, dan ada drama ini. tanpa pikir panjang pun aku langsung mencopynya dan menontonnya.

Aku suka sama drama ini. seru. Kasus-kasus yang disajikan setiap episodenya menarik. selalu bikin penasaran, dan dapat tambahan pengetahuan baru. aku jadi tahu ternyata penyakit langka di dunia banyak banget ya. setiap episode menyajikan penyakit langka yang berbeda-beda, jadi total ada 11 penyakit langka yang jadi pengetahuan baru *episode 11-12 menyajikan kasus yang sama yaitu kasus utama season 4 ini, jadi ya total 11*. Plotnya rapi menurutku, seperti ternyata kasus episode pertama itu ada hubungannya dengan kasus utama, dimana mempekerjakan pegawai disabilitas.

Setap episode tentu saja menyajikan cerita yang sangat menarik, tapi ada dua episode yang sukses mencuri perhatianku, yaitu episode 8 : superman dan episode 10 : God’s nominee. Kedua episode itu amat menyentuh,dan sukses membuatku bercucuran air mata. Kisah yang mengangkat tentang kasih saya keluarga, apalagi yang episode 10 tentang hubungan ibu dan anak, ditambah endingnya yang cukup memilukan. Benarr-benar bikin aku sesegukan. Tissue habis berapa lembar karena tak kuasa dengan cerita yang amat mengharukan. Lalu aku pun suka kasus episode kedua : Angel’s nails. Serius itu episodenya so sweet bangeeeeet. Terus kasus episode 6 : modern times juga menarik. tentang kegiatan pekerjaan selama di kantor yang bikin enggak sehat. Aaah suka deh sama kasus-kasusnya.

Baca lebih lanjut

[FF] Listen To Me

Title               : LISTEN TO ME PLEASE

Rate               : 13+

Genre             : ROMANCE *seperti biasa -,-*

main Cast     : D.O EXO (DO KYUNGSOO) DAN BANG MINAH GIRLS DAY

OTHER CAST   : kim ryeowook super junior

length           : One shot

Author          : ngarang bebasnya HANAN HANIFAH

Disclaimer   : walau Minah udah punya pacar, tpi aku tetep ngeship minah-kyungsoo wkwkwk *padahal mereka ga ada momen*. SUKA NGGAK SUKA sih itu selera kalian, tapi mohon dengan sangat NO BASHING. GOMAWAEYO udah mau baca. MIANHAEYO kalo jelek. Aku sangat merespect orang yang menghargai karya orang, SO, PLEASE DON’T COPY THIS FF AND PLAGIARISM THIS. Please ENJOY =D.

 

“Yo, stand by ya…. lima… empat… tiga… dua…satu… on air!”

“Saat dunia penuh keacuhan. Saat semua orang orang menutup telinganya, dan ketika hati terlalu penuh untuk memendam semuanya sendirian. Rasanya menjadi terlalu gila jika tak terungkapkan. Tenang saja, D.O is here untuk bikin hati kamu lega.Aku akan menemani kamu dari jam 12.00 malam sampai jam 2.00 pagi nanti.” D.O mulai membuka acara radio miliknya.

“Hari sudah mulai berganti. Ada yang masih belum tidur? Kenapa enggak bisa tidur? Apa gara-gara kepikiran sesuatu? Ingin mengungkapkan itu semua, tapi enggak ada yang mau dengar. Waduh gawat nih kalau kalian sudah seperti itu sampai enggak bisa tidur. Enggak sehat tuh! Makanya, telingaku sudah siap untuk mendengar semua cerita kalian. Bagi kalian yang merasa gila karena sudah memendam semua sendiri dan ingin dibagi, angkat sekarang juga telepon kalian dan tekan 0285611085. Aku tunggu sekarang ya. Sambil menunggu telepon dari kalian, aku mau putar sebuah lagu yang bikin malam kamu terasa tenang. I think I love by Jamie Cullum. Ditunggu teleponnya.”

Intro lagu pun mulai mengalun melalui udara. D.O melepaskan headphonenya dan menjauhkan mikrofon dari mulutnya. Ia langsung menghela nafas dan matanya tampak agak menerawang. Melihat itu produsernya mengetuk kaca studio siaran.

Gwaenchana?” Tanya Ryeowook khawatir. D.O menjawab dengan anggukan.

“Tadi pas opening suara kamu terdengar agak lemas. Aku tahu kamu lagi sedih habis putus dari Minah, tapi tolong jangan sampai berpengaruh dengan kualitas siaranmu. Pendengar tak akan mau tahu apa yang terjadi denganmu, arasseo?”

“Iya, Hyung. maafkan aku.”

Ryeowook mengacungkan jempol ke arah D.O. terdengar suara dering telepon. Tampaknya sudah mulai ada penelepon yang ingin berbagi cerita. Ryeowook langsung mengangkat telepon tersebut.

“Ya SBC Radio, D.O is here program.” Jawab Ryeowook pada sebrang telepon. “Ah ya, ingin cerita on air? Boleh, dengan siapa?”

Begitu mendengar jawaban dari sang penelepon, Ryeowook langsung terdiam kaget. Ia pun memastikan lagi dengan jawaban penelepon, dan sang penelepon meyakinkan Ryeowook. Setelah yakin, sorot mata Ryeowook berubah menjadi bersemangat.

“Oke, baiklah. Tunggu sekitar 2,5 menit lagi yaa. Nanti kalau sudah terdengar suara D.O menyapamu, barulah kau bicara.” Ryeowook memberikan arahan kepada penelepon.

“Kyungsoo, siap-siap sudah ada penelepon!” Seru Ryeowook.

“Siap! Siapa namanya?” Tanya Kyungsoo.

“Dengar saja nanti sendiri. Ingat suaramu jangan lemas ya!”

Kyungsoo mengangguk mengerti. Ia langsung memakai kembali headphone dan mendekatkan mikrofon ke mulutnya. Ia mengatur nafasnya untuk membuat emosinya stabil dan berdeham beberapa kali agar suaranya terdengar enak saat mengudara.

Ryeowook dibalik ruang kontrol tampak mengacungkan lima jari. Ia mulai menghitung mundur. Jarinya berkurang satu persatu dari lima ke empat, lalu ke tiga, kemudian ke dua, dan terakhir ke satu. Acara kembali dimulai.

“Ah tampaknya sudah mulai ada penelepon. Seperti biasa jika aku bilang ‘hallo, D.O is here’ dan kamu jawab dengan “Hi, D.O listen to me please!.”

hallo, D.O is here!”

“Hi, D.O listen to me please.” Jawab sang penelepon. Begitu mendengar suara penelepon, dahi D.O agak mengerut. Iya tampaknya mengenali suara sang penelepon, tapi Ia ragu dengan itu. Ia pun mengacuhkan hal tersebut.

“Telingaku sudah siap untuk mendengarkanmu! Ya dengan siapa ini?”

“Bang Minah.” Mata D.O langsung melebar. Ia terkejut dengan nama penelepon. Dugaannya ternyata benar. Pantas saja Ia sangat mengenali suara penelepon. Ternyata adalah mantan kekasihnya yang baru putus selama 12 jam. D.O langsung melotot pada Ryeowook sebagai bentuk protes. Ryeowook membalasnya dengan memalingkan muka sambil tersenyum licik. Rasanya D.O ingin menutup acara ini, tetapi Ia adalah seorang penyiar profesional. Siapapun pendengarnya harus Ia hadapi.

“Oh hai, Minah! Ada apa nih?”

“Aku sedang sedih, D.O.”

“Sedih kenapa? Ceritakan dong permasalahanmu. Aku siap mendengarkanmu.” Sahut D.O berusaha ceria. Ia tak ingin pendengar yang lainnya menyadari kecanggungan interaksi on air ini.

Baca lebih lanjut

[FF] You Know That I Love You

Title               : YOU KNOW THAT I LOVE YOU

Rate               : G

Genre             : ANGST *tapi gagal ;(*

main Cast     : LEE DONGHAE SUPER JUNIOR

length           : FICLET, One shot

Author          : ide sepintasnya HANAN HANIFAH

Disclaimer   : Hello I’m back! Muahahaaha maaf ya baru nulis lagi. FF ini sih ga segaja ketulis, ya bisa dikatakan sebagai penanda aku kembali, makanya pendek. Aku ada ide ff tapi belum ketulis-tuli, nah ini selingannya. SUKA NGGAK SUKA sih itu selera kalian, tapi mohon dengan sangat NO BASHING. GOMAWAEYO udah mau baca. MIANHAEYO kalo jelek. Aku sangat merespect orang yang menghargai karya orang, SO, PLEASE DON’T COPY THIS FF AND PLAGIARISM THIS. Please ENJOY =D.

 

Donghae berjalan diantara rerumputan yang hijau serta pepohonan yang rindang. Dahulu selalu ada orang yang menemaninya ke tempat ini, namun kini Ia hanya ditemani angin yang bertiup kencang yang sanggup membuat dedaunan dan ranting saling bergesekan dengan ributnya. Donghae berhenti di salah satu pohon. Dibawah langit yang kelabu, Donghae hanya bisa menatap pohon di depannya dengan sendu.

Di pohon itu, kini tertanam butiran abu hasil pembakaran raga dari tubuhlseorang yang sangat berharga baginya. Sesosok wanita yang selalu menemaninya kemari saat Ia ingin kemari. Sosok yang begitu ayu dan tentu saja wanita yang paling Ia cintai. Tak ada wanita yang paling Iain cintai selain wanita ini, dan kini Ia harus hidup tanpa wanita itu.

Segenggam bunga yang dibawa Donghae, ditaruhnya diatas akar yang menyembul ke permukaan tanah. Ia sengaja membawa bunga matahari. Bunga itu menggambarkan diri wanita tercintanya. Selalu tersenyum dan cerah. Donghae menekukan lututnya. Dibelainya dengan lembut batang pohon tersebut. Mulanya segaris senyum masih bisa terhias di mukanya, namun Ia tak sanggup untuk terus berpura-pura tersenyum. Kini di pipinya basah karena aliran air mata yang semakin lama semakin deras. Suara segukan makin terdengar jelas dari bibirnya. Lututnya yang tertekuk semakin rendah, bahkan kini tubuhnya merunduk menempel pada bumi.

“Mianhae… mianhae…” Donghae melirihkan kata itu berulang-ulang kali dalam tangisnya. Hatinya meraung keras. Sakit rasanya, terlalu pilu untuk Ia hadapi. Ia merasa teramat perih, tapi bukan karena kehilangan. Ia merasa perih karena apa yang telah Ia lakukan selama ini semasa wanita itu hidup.

Donghae tahu dan sadar betul betapa Ia mencintai, begitupula sebaliknya, tetapi yang dilakukannya hanyalah menyia-nyiakan cinta yang telah diberi sepenuh hati oleh wanita tersebut.

Sembari memeluk pohon dengan deraian air mata, Donghae berbicara sepenuh hati, seolah-olah pohon tersebut adalah jiwa dari wanita tersebut.

“Kenapa Kau meninggalkanku secepat ini?” Isak Donghae penuh rasa pilu. “Belum saatnya kau meninggalkanku. Aku belum berbuat banyak untukmu. Aku belum sepenuhnya membalas rasa cintamu.”

Ya, Dia belum berbuat banyak. Selama ini Ia hanya menerima cinta tulus tanpa balasan. Selama ini Ia hanya bersikap acuh tak acuh, bahkan kerapkali Ia bersikap acuh, padahal Ia sangat mencintai wanita itu. Ia selalu menolong wanita tercintanya, tetapi saat wanita tercintanya membutuhkan perhatian, Ia agak sedikit masa bodoh. Padahal selama ini wanita tercintanya tak pernah luput memberi perhatiannya.

Pria macam apa dia? Katanya Dia sangat mencintai wanitanya, tapi yang Ia lakukan hanya mempedulikan dirinya sendiri. Sudah delapan tahun Donghae sibuk dengan pekerjaannya. Ia sangat fokus akan pekerjaannya, sampai-sampai Ia seringkali mengabaikan orang-orang yang menyayanginya, termasuk wanita ini. Saking fokusnya, Dia pun sampai tak bisa menemani wanita ini di akhir masa hidupnya, dan tentu jelas, Donghae sangat teramat menyesali hal itu.

Baca lebih lanjut

[FF] Bunuh Diri

Title               : bunuh diri

Rate               : pg 13+

Genre             : horror, supernatural, life, and a little bit ROMANCE

Cast               : kim taeyeon snsd, kim heechul super junior, im yoona snsd

length           : One shot

Author          : siapa lagi kalau bukan HANAN HANIFAH

Inspired        : Novel danur by risa saraswati chapter danur kasih

Disclaimer   : nampaknya bulan ini merupaka bulan penuh ide. Saat uas di depan mata, dan lapak menanti, sempet-sempetnya nulis FF. aku milih tokoh utamanya Taeyeon, karena pengen aja, enggak ada alasan lain SUKA NGGAK SUKA sih itu selera kalian, tapi mohon dengan sangat NO BASHING.GOMAWAEYO udah mau baca. MIANHAEYO kalo jelek. Please ENJOY =D.

 

“argh” Kepalaku terasa pusing. Begitu berat untuk membuka kelopak mataku. Kupaksakan untuk membuka mata. Perlahan-lahan aku membuka mata, walau semakin lebar aku membuka mata, kepalaku semakin pusing. Begitu membuka mata terlihat dengan samar cahaya putih. Ah… apakah aku sudah berada di dunia lain? Akhirnya, aku berhasil pergi dari dunia fana yang penuh kebullshitan. Sayangnya, ternyata aku belum pergi menuju akhirat. Ketika mataku sudah terbuka secara sempurna, aku baru sadar bahwa aku masih hidup. Ternyata cahaya putih itu berasal dari lampu neon. Jika aku belum mati berarti kini aku berada di….. segera kulirik tangan kananku. Tepat dugaanku, aku berada di rumah sakit. Kini di tangan kananku tertusuk jarum infus. Argh sial! Kenapa aku masih hidup juga?! Aigo, kepalaku pusing sekali. Aku pun memejamkan mataku kembali

Terdengar bunyi pintu dibuka. Seseorang masuk ke dalam kamar rawatku.

“Taeyeon-ah! Apakah kau sudah sadar?” dari suara dan gaya bicaranya aku tahu siapa yang datang. Tetanggaku yang sangat berisik.

“hm..” jawabku sekenaku

“ah syukurlah. Sebenarnya apa yang kau lakukan? Saat aku masuk rumah aku shock menemukanmu dalam keadaan mulut berbusa dan disamping mu itu ada sebotol obat racun serangga yang sudah kosong. Ada apa denganmu? Selelah itu kah kau menjalani hidupmu ini?”

Aku hanya diam tak menjawab.

“Ya! waeyo? Jangan diam saja!” hardik Heechul

“bukan urusanmu,Oppa!”

“ya! tentu saja ini urusanku! Kau ini tetangga terdekatku, sebelum ayahmu meninggal, beliau menitipkanmu padaku! Jadi aku harus tahu apa yang terjadi pada dirimu sebenarnya? Sebenarnya aku benci untuk mengatakan ini, karena ini membuatku terlihat tua, tapi melihat keadaanmu yang seperti ini akan ku katakan, anggaplah aku ini walimu! Aku akan bertanggung jawab apa yang terjadi pada dirimu!” lama-lama Oppa tampak kesal karena sikapku yang acuh akan perhatiannya

“kalau begitu, kalau aku anggap kau waliku yang bertanggung jawab atas diriku, apakah kau bisa menyelesaikan masalahku? Bisa kah kau melepaskan ku dari jeratan mereka?”

Oppa terdiam mendengar pertanyaanku. Cih, sudah kuduga pasti dia takkan mau dan takkan bisa.

“kau pasti tak mau kan membayarkan semua hutang yang ditinggalkan ayahku yang jumlah hingga 500 juta?” cibirku

“aigo, Bukan begitu Taeyeon-ah, tapi…..”

“tapi apa? Sudah kalau kesini hanya untuk merecok, pergi dari sini” usirku dengan kasar

“Hei! Bagaimana bisa kau mengusir dewa penolongmu? Harusnya kau berterima kasih padaku! Jika Aku tak berniat meminjam panci dari apartemenmu, kau pasti sudah pergi dari dunia ini! aku lah yang membawamu ke rumah sakit! Aku sudah melakukan kebenaran, kau malah mengusirku” omel Heechul

“kenapa kau membawaku ke rumah sakit? Kenapa kau tak membiarkan ku mati? Dengan membawaku ke rumah sakit, itu membuat pengeluaranku bertambah! Kau tahu kan aku tdak punya uang?! Jangankan untuk membayar biaya rumah sakit, biaya makanku pun tak ada!” hatiku mulai sakit mengingat betapa miskinnya aku.

“janganlah kau khawatirkan biaya rumah sakit, itu masalah gampang”

“YA!!!!” teriakku dengan histeris “oppa bilang ini masalah gampang? Siapa yang akan membayar semua ini?! memangnya kau punya uang untuk membayar semua ini? seharusnya kau tak menolongku! Kalau aku mati kau tak usah susah-susah mengeluarkan uang tabunganmu untuk membayar biaya rumah sakitku. Seharusnya kau membiarkanku mati, Oppa”

“kenapa kamu begitu ingin mati?, hah?” seru Heechul dengan penuh emosi

“aku ingin mati… aku ingin mati…” air mataku mulai menetes hatiku begitu sesak. Aku benar-benar tak kuasa menanggung beban hidupku ini “aku tak mau hidupku menjadi kotor, seberusaha apapun aku mencari uang, tapi tetap saja 500 juta takkan terkumpul hanya dalam waktu 2 bulan. Aku tak ingin hidupku dihabiskan di klub malam untuk memenuhi hasrat pria jalang”

Melihat air mataku yang mengalir deras, Oppa duduk ditempat tidurku, lalu dia menghapus air mataku dengan tangannya. Dengan nada yang lebih lembut dia berkata “aku tahu kau tak mau hidupmu seperti itu, dan aku pun tak ikhlas jika kehidupanmu akan seperti itu, tapi pasti ada jalan lain kan selain bunuh diri?”

“jalan lain apa? Aku tak punya pilihan lain. Aku tak mau hidupku menjadi pelacur, lebih baik aku mati saja!”

“tapi bunuh diri takkan menyelesaikan masalah!”

“tapi selain cara itu, aku tak tahu lagi jalan yang lain. Aku tak tahu apa yang harus ku lakukan. Nan eotte? Eotteokhae? Eottekhae?” tangisku makin terisak-isak. Betapa sakitnya hati ini jika mengingat kepedihan hidupku.  Aku pun terus menangis. Oppa hanya melihat ku dengan tatapan sedih.

Kini aku ingin sendiri dulu. Aku butuh waktu untuk merenungkan ini semua. Aku tak ingin diajak bicara dengan siapapun, karena itu aku pun mengusir Oppa “leave me alone,Oppa

ani, kau tak boleh ditinggal sendiri, bisa-bisa kau kabur dari sini” tolak Heechul

Ide bagus. Seharusnya aku mencoba hal itu

“tinggalkan aku sendiri,Oppa. Aku butuh waktu berpikir. Jebal”

“baiklah kalau itu maumu,tapi kau jangan kabur, apalagi mencoba bunuh diri kembali. hidupmu terlalu berharga untuk kau akhiri dengan cara kotor seperti ini” Pesan Heechul

Baca lebih lanjut