[FF] Red Carpet (The Heirs FF)

Title               : RED CARPET (THE HEIRS FF)

Rate               : pg 13+

Genre             : ROMANCE barang tentu

main Cast     : yoo rachel, lee hyoshin

OTHER CAST   : choi youngdo, sekretaris rachel

length           : One shot, ficlet

Author          : HANAN HANIFAH

Disclaimer   : belum bisa move on nih dari couple ini. gara-gara nemenin temen nonton, aku jadi re-run lagi dan keinget lagi sama couple ini. suka banget ><. SUKA NGGAK SUKA sih itu selera kalian, tapi mohon dengan sangat NO BASHING. GOMAWAEYO udah mau baca. MIANHAEYO kalo jelek. Aku sangat merespect orang yang menghargai karya orang, SO, PLEASE DON’T COPY THIS FF AND PLAGIARISM THIS. Please ENJOY =D.

 

Lima tahun sudah kaki Rachel tak menginjak rumah itu. Semenjak pertunangannya dengan Tan, Ia sudah tak pernah berkunjung kesana. Jika ada urusan bisnis dengan perusahaan Jeguk, mereka selalu bertemu di luar. Tak pernah berjanji untuk bertemu di rumah itu, namun hari ini dia berkesempatan kembali memasuki rumah itu.

Rachel berjalan memasuki rumah nan megah itu. Bola matanya bergerak kesana kemari memperhatikan setiap detail rumah itu. Tak banyak yang berubah. Semuanya hampir sama, terkecuali dengan tanaman yang tumbuh di taman rumah itu. Kini tanaman-tanaman itu telah berganti jenis. Posisi beberapa barang pun ada beberapa yang berubah, namun sisanya semuanya tampak sama.

Begitu memasuki bangunan rumah Kim Tan, Ia sudah disambut beberapa pelayan yang mengarahkan Rachel menuju tempat berlangsungnya acara ulang tahun Tan. Saat memasuki tempat acara, terlihat sudah ramai oleh kehadiran tamu undangan, tapi untungnya acara belum dimulai. Rachel melihat sekelilingnya. Rasanya acara ulang tahun Tan ini sekaligus menjadi ajang reunian SMA Jeguk angkatannya, karena tamu undangan hampir sebagian besar adalah alumni SMA Jeguk. Kepala Rachel bergerak kesana-kemari, sesekali mendongak keatas. Matanya tampak mencari sesuatu. Tiba-tiba ada yang menepuk bahunya dari belakang. Rachel yang terkejut secara reflek menghadap ke belakang.

Hello sister!” Sapa Youngdo sambil meletakan lengan kanannya di bahu Rachel.

“Aku bukan adikmu.” Rachel berusaha melepaskan rangkulan Youngdo.

“Jutek sekali Kau dengan mantan calon Oppamu ini, padahal sudah lama kita tak bertemu.” Youngdo tertawa ringan.

“Sebegitukah rindumu padaku? Kita baru saja bertemu seminggu yang lalu, Choi Youngdo.” Delik Rachel tajam.

“Selera humormu tetap saja jelek.” Ejek Youngdo sambil meminum white wine.

“Sejak kapan juga selera humormu bagus?” Cibir Rachel. Rachel kembali tak mempedulikan Youngdo. Diam-diam matanya masih jelalatan mencari sesuatu. Ia berusaha tak memperlihatkan hal itu, namun sayangnya Youngdo tetap saja sadar.

“Kau sedang mencari siapa?” Tanya Youngdo.

Rachel langsung mengalihkan matanya ke sudut lain. Dengan gaya dinginnya Ia menyangkal, “Tidak. Aku tidak mencari siapapun.”

Youngdo tersenyum tipis, “Tak usah berbohong. Dijidatmu sudah tertulis jelas kalau Kau sedang mencari seseorang.”

“Tidak.” Sangkal Rachel tegas.

“Aku tahu siapa yang Kau cari.” Kemudian Youngdo menunjuk ke arah tenggara. Youngdo menunjuk seorang pria yang mengenakan jas hitam dan rambut rapi sedang mengobrol dengan seorang wanita. Bola mata Rachel mengikuti telunjuk Youngdo. Begitu melihat sosok yang ditunjuk Youngdo, mata Rachel langsung terlihat bersinar. Tanpa Ia sadari bibirnya membentuk lengkungan ke atas.

“Benar kan?”

Rachel langsung mengalihkan lagi pandangannya. Untuk menutupi rasa gugup dan gengsi karena tebakan Youngdo benar, Ia mengambil white wine dari pelayan yang lewat dihadapannya. Rachel pun segera meneguk minuman itu. Ia berpura-pura jika tebakan Youngdo adalah salah.

“Apa yang kau bicarakan?” Tanya Rachel dengan mata melihat ke atas.

Youngdo menepuk-nepuk bahu Rachel. “Sebelum membohongi orang, bohongilah diri sendiri terlebih dahulu. Sudah temui saja Dia. Lama juga kan kalian tak jumpa.”

“Enggak kok. Dua bulan yang lalu Kami baru bertemu untuk makan bersama.”

“Oh…sudah sejauh itu hubungan kalian? Wah Aku tertinggal jauh.” Youngdo menggeleng-gelengkan kepalanya.

“Kami hanya tak sengaja bertemu di mall. Kami hanya mengobrol biasa kemudian dilanjut dengan makan.” Jawab Rachel dengan sedikit tergagap karena keceplosan bicara.

“Sudah temui saja Hyoshin Sunbae. Ucapkan lah selamat padanya kudengar filmnya masuk nominasi festival film asia. Aku harus bertemu dulu dengan Won Hyung. Kami harus membicarakan proyek di Jeju.”

Youngdo pun pamit pergi dari hadapan Rachel. Kini Rachel sendiri lagi. Sebenarnya Ia enggan menghadiri pesta ini. walaupun pesta ini sangat ramai oleh kehadiran orang dan alunan music yang menggema di ruangan, tapi Ia merasa kesepian, karena Ia hanya sendiri disini. Ia tak punya teman dekat. Orang yang mau mengajaknya mengobrol hanyalah Youngdo dan Hyoshin. Terkadang Won juga mngajaknya mengobrol tapi tak pernah lama. Yang lain hanya berani menyapanya saja.

Jika Ibunya tak memaksanya untuk datang dan juga Jika Ia tak punya harapan untuk bertemu, Ia tak ingin hadir. Ya alasan terkuatnya adalah Ia ingin bertemu dan sekedar mengobrol sebentar. Hanya itu. Tak lebih. Namun saat Hyoshin ada di dekatnya, hanya terpisahkan jarak beberapa meter, rasanya kaki Rachel terlalu berat untuk melangkahkan kaki menemui Hyoshin. Entah mengapa setiap ingin melangkah, mendadak kakinya menjadi kaku tak mau bergerak. Alhasil Ia hanya mampu menatap Hyoshin dari jauh. Ternyata tatapan Rachel itu disadari Hyoshin. Hyoshin yang merasa sedang diperhatikan, mengarahkan badannya pada Rachel. Sadar Rachel memperhatikannya, Hyoshin memberi senyuman. Rachel tak bisa menghindar lagi, Ia pun membalasnya dengan senyum dinginnya. Rachel pun berjalan mendekati Seniornya itu.

“Filmmu masuk nominasi?” Sapa Rachel.

“Tentu saja. Kau tak tahu? Apa di tempat kerjamu tak ada internet?” Sahut Hyoshin bangga.

“Aku sangat sibuk. Tak ada waktu untuk melihat hal remeh semacam itu.” Balas Rachel, tapi Ia menjawab sambil melihat Hyoshin. Matanya Ia alihkan ke gelas winenya.

Melihat gelagat Rachel, Hyoshin pun mengerti jika Rachel tadi berbohong. Ia pun menyindir Rachel, “Menyedihkan seorang pewaris tak ada waktu untuk melihat internet, padahal kerjanya selalu saja berhubungan dengan internet.”

Disindir seperti itu, Rachel berusaha berkelit, “Aku terlalu sibuk. Untuk urusan macam itu Aku serahkan pada sekretarisku.”

“Kalau begitu Kau harus mendapatkan hiburan. Besok adalah premier acaranya. Filmku akan diputar. Kau tertarik untuk datang?” Ajak Hyoshin.

Rachel yang gengsinya selalu tinggi langsung menolaknya. “Aku tak suka film.”

Wajah Hyoshin agak kecewa mendengar itu, tapi Ia tak kehabisan akal. “Kalau begitu datanglah untuk menemuiku. Temani aku di red carpet..”

Rachel menjadi gugup mendapat ajakan untuk mendampingi Hyoshin di red carpet. Ia langsung meneguk winenya. Hyoshin menatap Rachel dengan penuh harapan.

“Baiklah, akan ku pikirkan.” Jawab Rachel salah tingkah.

Hyoshin tersenyum mendengar jawaban Rachel.Tangannya merogoh saku jasnya. Kemudian Ia mengeluarkan sebuah kartu undangan. “Ini undangannya. Acara dimulai jam delapan malam. pastikan kau tak terlambat.”

Rachel menerima kartu tersebut. “Aku tak janji. Besok Aku sibuk.”

“Terserah Kau, tapi kutunggu.” Ujar Hyoshin sambil berlalu pergi.

Rachel tersenyum melihat Hyoshin berjalan membelakanginya. Rachel pun segera mengecek jadwalnya di ponselnya. Seketika raut muka Rachel langsung berubah. Ternyata besok saat jam itu, Ia sedang ada dinner dengan pihak perusahaan Phantom. Rachel langsung menghela nafas sambil menatap undangan dari Hyoshin.

*****

Baca lebih lanjut

Iklan

[FF] Sweet Awkward Story

Title               : SWEET AWKWARD STORY (THE HEIRS FF)

Rate               : pg 13+

Genre             : ROMANCE and FLUFF

main Cast     : LEE HYOSHIN AND YOO RACHEL

OTHER CAST   : KIM TAN, CHA EUNSANG, LEE BONA, YOON CHANYOUNG

length           : One shot

Author          : hasil ketidakpuasan HANAN HANIFAH

Disclaimer   : ah aku enggak puas ama ending the heirs untuk part awkward couple ini. kurang greget, kurang jelas. Terasa open ending bagiku. Makanya aku bikin FF ini. aku mau bikin ending Rachel – Hyoshin versi aku. SUKA NGGAK SUKA sih itu selera kalian, tapi mohon dengan sangat NO BASHING.GOMAWAEYO udah mau baca. MIANHAEYO kalo jelek. Please ENJOY =D.

“kau datang kemari?” Tanya Hyoshin terkejut. Dia terkejut melihat Rachel datang ke tempat ini. Psikiater.

“ini pertama kalinya aku kesini” jawab Rachel sedikit kaget sambil duduk

Hyoshin pun ikut duduk disebelah Rachel

“aku sudah lama berobat disini” ujar Hyoshin santai

“mengapa kau berobat disini?” Tanya Rachel

“agar aku bisa tetap hidup. Lalu mengapa kau berobat kemari?”

“karena aku tak bisa tidur”

“ah tapi ini masalahnya”

“hah?”

“aku terus berbagi rahasia denganmu. Aku tak melihat kita dalam sebuah film bergenre sekolah” canda Hyoshin

Rachel tertawa kecil mendengar ocehan Hyoshin “belajarlah yang benar, kau pengulang! Hehe”

Hyoshin kemudian tersenyum dan berkata “aku akan wajib militer”

“apa?!” kaget Rachel

“sebenarnya ini juga rahasia, anak-anak tak ada tahu mengenai hal ini, bahkan orangtuaku pun tak tahu. hanya kau saja yang tahu hal ini”

Rachel tertegun mendengar pernyataan Hyoshin, hanya saja itu tak berlangsung lama. Rachel langsung bertanya “adakah wanita yang akan menunggumu saat kau wajib militer?”

Hyoshin sesaat tampak bingung dengan pertanyaan Rachel, namun dengan cepat Ia berekasi lain. Hyoshin yang dasarnya cuek dan suka bercanda ini memberi reaksi seolah-olah Ia sedang berpikir. Hyoshin pun hanya diam tak menjawab. Melihat reaksi Hyoshin, entah mengapa Rachel menjadi sedih.  Rachel tampak merenung

Hyoshin bingung melihat Rachel yang merenung “apa yang kau renungkan?”

“ah tidak” geleng Rachel

“kan ada kau yang akan menungguku” ujar Hyoshin dengan senyum penuh arti

“hah?”

“iya. Kau akan menungguku kan?”

Rachel tampak sedikit gugup “ke.ke…kenapa aku harus menunggumu?”

“aigo, Kau telah menciumku, masa kau tak mau menungguku hanya untuk 2 tahun?”

“sudah ku bilang, anggap kejadian itu tak pernah terjadi!” seru Rachel

“walau semua murid sudah mengetahui hal itu?” goda Hyoshin “mereka semua tak dapat melupakan hal itu. suatu hari nanti jika kita semua mengadakan reunian, pasti salah satu hot topiknya adalah ciuman kita saat di pesta Bona”

“Sunbae! Sudahlah tak usah dibahas. Aku malu!”

“kenapa juga harus malu? Bukannya kau tak ada perasaan padaku saat melakukan itu?”

Rachel terdiam. Ia sendiri juga bingung. Kenapa Dia harus malu? Dia kan memang tak ada perasaan saat melakukan itu. eh tunggu dulu, saat melakukan itu memang iya, tapi sekarang? Rachel pun tak tahu.

“ah jangan-jangan perasaanmu itu berubah karena kau tak dapat melupakan ciuman kedua yang aku lakukan” Hyoshin makin menggoda Rachel, dan itu membuat Rachel salah tingkah.

“lupakan!” seru Rachel

Hyoshin tersenyum miring “baiklah, tapi aku tak janji untuk tidak mengungkitnya suatu hari nanti”

“Sunbae!”

Hyoshin tertawa melihat reaksi Rachel. “tapi kamu mau kan menunggu?”

Rachel tak menjawab. Dia hanya menunduk dan terdiam. Hyoshin terus menatapnya, menanti jawaban dari Rachel.

“Yoo Rachel” panggil seorang suster. Kini giliran Rachel untuk menemui psikiater.

“ah sekarang giliranmu, kalau begitu aku pulang” pamit Hyoshin

Rachel tak menjawab pamit dari Hyoshin. Ia hanya tersenyum tipis

“jangan lupa. Besok aku masuk wajib militer. Tak masalah jika kamu tak bisa mengantar, karena aku tak ingin diantar”

“siapa juga yang mau mengantarmu,Sunbae?” cibir Rachel

“ah iya jangan katakan pada siapapun,kalau aku masuk militer”

Rachel menjawab “aku tak janji”

“ah iya, karena tak ada orang yang tahu aku masuk militer selain kau, jadi, kutunggu kau nanti pada saat kunjungan. Kan sedih kalau tidak ada yang mengunjungiku sama sekali. Kau harus mengunjungiku, yaaa… minimal sebulan sekali” ujar Hyoshin sambil berdiri dan tangannya dimasukkan kedalam saku. Gayanya begitu santai, seperti orang yang sedang tak meminta. Entahlah Dia mengatakan itu bercanda atau serius.

mworgo? Sunbae! Aku kan tak bilang untuk menyetujui untuk menunggumu!” protes Rachel

“tadi kan kau diam. Diam mu itu kuanggap sebagai jawaban ‘ya!’. ya sudah get well soon. Annyeong” pamit Hyoshin sambil berlalu tanpa mendengar argumen Rachel berikutnya.

Rachel ingin berargumen, namun karena Hyoshin sudah pergi, mau tak mau Rachel hanya bisa berdecak dan menghela nafas.

6 years later

“Sunbae!”

Baca lebih lanjut

Opini : The Heirs

Seharusnya aku mengerjakan lapak dan tugas ODV. Berhubung data laut somalianya tak bisa di import, dan aku keburu bete, alhasil aku menulis opiniku mengenai drama The Heirs.

Setelah sekian lama enggak nonton drama, akhirnya diakhir 2013 ini ada kesempatan untuk nonton drama. Drama yang kutonton adalah the heirs. Pada awalnya aku tak tralu tertarik untuk menonton drama ini. drama ini kelihatannya tak begitu menarik, selain dari para pemainnya yang kece-kece, enak dilihat, dari segi cerita terlihat kurang menarik, tapi aku excited dengan drama ini karena ada Krystal yang bermain disitu. Jadi aku sempat berpikir jika drama ini sudah beres aku mau beli bajakannya di kotkem.

Aku melihat TLnya kak @ronzzykevin yang beberapa kali membicarakan the heirs. Dia beberapa kali membicarakan mengenai Yoon Chanyoung (Kang Minhyuk CNBLUE) dan Lee Bona (Krystal Jung f(x)), betapa cutenya pasangan itu. di TL pun banyak yang membicarakan kalau di drama itu Krystal sangat lucu perannya. Banyak yang membicarakan pasangan tersebut, dan betapa cutenya kembaranku itu *gaplok* aku jadi penasaran. Alhasil aku pun membaca sinopsisnya di blog Dee eonni dan Fanny eonni, dan hasilnya…. Jeng…jeng… nagih!

The Heirs merupakan drama pertama yang aku baca dulu sinopsisnya baru nonton dramanya. Biasanya aku itu enggak mau bac sinopsisnya kalau belum nonton dramanya, tapi ini berbeda, aku baca dulu sinopsisnya baru nonton dramanya. Sebenarnya tanpa menonton dramanya pun aku sudah mendapat gambaran bagaiamana cerita dan karakterisasi drama ini karena rekapan yang dibuat Dee eonni dan Fanny Eonni sangat bagus dan sangat detail, dengan hanya membacanya saja aku sudah berasa menonton. Senang, sedihnya drama itu dapet feelnya hanya dengan membaca synopsis yang mereka buat, tapi tetap saja rasanya tak afdol jika hanya membaca saja dan tidak menonton. Beruntung temanku,Lies punya drama itu. jadinya aku pun menonton drama ini.

The Heirs merupakan drama bergenre komedi romantic remaja. Drama ini menggambarkan persahabatan , persaingan dan cinta kehidupan muda , ahli waris kaya yang dipimpin oleh Kim Tan ( Lee Min Ho ) dan seorang gadis bernama Cha Eun Sang ( Park Shin Hye ) . Drama ini menceritakan anak-anak yang istimewa , kaya , elit tinggi siswa sekolah karena mereka dipersiapkan untuk mengambil alih kerajaan bisnis keluarga mereka . Siswa kaya ini tampaknya memiliki segalanya di bawah kontrol , kecuali kehidupan cinta mereka . Kim Tan adalah pewaris Korea tampan dan kaya untuk konglomerasi besar yang dikirim untuk belajar di AS yang pada kenyataannya , itu adalah bentuk pengasingan , yang dilakukan oleh kakak tirinya Kim Won ( Choi Jin – hyuk ) agar Won dapat mengambil alih bisnis keluarga . Sementara di Amerika , Kim Tan menabrak Cha Eun Sang ( Park Shin Hye ) , yang telah tiba dari Korea untuk mencari kakaknya . Perlahan-lahan , Kim Tan jatuh cinta pada Eunsang. Tan tak menyadari bahwa Eunsang adalah putri dari pengurus rumah tangga keluarganya . Ketika tunangan Kim Tan , Rachel Yoo ( Kim Ji Won ) , tiba untuk membawa dia kembali ke Korea , hatinya terbelah antara cinta dan tugas . Sementara itu , saudara tiri masa depan Rachel dan mantan sahabat Kim Tan , Choi Young Do ( Kim Woo – bin ) pergi ke sekolah yang sama dengan Kim Tan dan Eun Sang . Masalah timbul sebagai ahli waris menyadari perbedaan antara uang dan dunia nyata . (source : Wikipedia dengan perubahan sedikit).

Drama ini cukup kompleks. Sejujurnya jika aku disuruh membuat synopsis drama ini aku akan kebingungan. Banyak karakter yang muncul ada drama ini, dan permasalahan yang ada rumit. Ya singkatnya drama ini menceritakan tentang kisah anak remaja elit dengan permasalahan cinta dan perusahaan yang akan diwarisinya. Pada drama ini digambarkan Tan merupakan remaja berusia 18 tahun. Menurutku konfliknya terlalu rumit untuk ukuran anak 18 tahun yang merupakan usia korea, jika usia internasional berarti Tan baru lah 17 tahun. Waktu aku 17 tahun permasalahan yang aku hadapi sungguh simple, hanya permasalahan betapa stresnya aku menghadapai UN dan SNMPTN, konflik dengan orang tua tentang permasalahan jurusan yang akan dipilih, orang yang udah deket ama aku malah jadian ama teman sekelasnya, serta aku keceng malah jadian ama sobat sendiri #curcol. Sedangkan pada Tan permasalahan yang dihadapi adalah dibenci ibu tiri dan kakak tiri, ibunya tak dianggap, percintaannya ditentang ayahnya karena masalah perusahaan, harus menyiapkan diri untuk berebut tahta Jeguk dengan kakak tirinya. Fiuh sungguh rumit!

Banyak yang membandingkan drama ini dengan BBF. Awalnya aku berpikir memang mirip, tapi setelah dipikir-pikir drama ini berbeda dengan BBF. Memang sama-sama menceritakan perjuangan cinta beda kasta, tapi secara karakter dan alur berbeda sama sekali. Pada BBF dimana cowok yang keras, suka membully menjadi lead male, sedangkan pada The heirs tokoh seperti itu merupakan second male yang diperankan oleh Kim Woobin. Lead female pada the heirs merupakan orang yang lembut. Pada BBF, tokoh lead femalenya digambarkan walau miskin tapi iya optimis dengan hidupnya dan tak merasa sirik dengan yang kayak, berbeda dengan The heirs, lead femalenya sangat membenci kemisikinan yang Ia miliki, dan Ia merasa sirik dengan orang-orang berharta banyak. pada endingnya pun berbeda, jika di BBF Junpyo mendapatkan cinta dan kekuasaan, sedangan di the heirs Tan hanya mendapat cinta saja. Masalah kekuasaan perusahaan, Ia serahka pada kakak tirinya, Won. Baca lebih lanjut