[REVIEW] CHICAGO TYPEWRITER

Hobi nonton drama tuh, jadi bikin segala drama ditonton.berhubung segalanya ditonton, jadi sudah banyak ragam cerita, alur, dan genre yang kutonton. Hal ini membuatku jadi memiliki ekspetasi yang lebih tinggi setiap ada drama baru. Akibatnya, tingkat kepuasanku pada suatu drama jadi agak sulit. Menurut orang-orang rame banget, menurutku ya rame koook. Akhir-akhir ini aku jarang kena withdrawal syndrome drama. Banyak drama yang menarik, rame, tapi cuman sedikit yang bikin aku amat berkesan pada drama itu. akhirnya ada sebuah drama yang bikin aku masih selalu terbayang-bayang setiap adegannya. Melihat pemainnya sebagai karakter drama tersebut, dan kalau ingat adegannya masih merasa emosi yang menyayat. Aaah… Chicago Typewriter when it’s end, I feel so lost…

Drama berjumlah 16 episode ini mengusung genre fantasy romance yang cukup berbeda dari drama biasanya. Bukan hal yang baru sih.. tapi idenya cukup segar. Drama ini menceritakan seorang penulis bestseller Han Seju yang selain pandai dalam menulis, Ia juga memiliki wajah tampan layaknya selebritis sehingga membuatnya memiliki banyak fans. Salah satunya adalah Jeon Seol yang sudah menjadi fans Seju semenjak Seju belum jadi penulis ternama. Suatu hari Seju pergi ke sebuah kafe di Chicago untuk acara perilisan buku terbarunya. Di kafe tersebut terdapat sebuah mesin tik tua yang berasal dari korea yang menarik perhatiannya, namun sang pemilik kafe tidak mau menjualnya pada Seju. Malamnya, mesin tik tersebut memiliki kekuataan magis, dimana Ia engetik sendiri meminta untuk dikirimkan pada Seju. Mesin tik itu pun tiba di korea dan diantarkan oleh Seol kepada Seju. Disanalah Seol dan Seju saling mengenal. Semenjak kedatangan mesin tik tersebut, baik Seju maupun Seol memiliki mimpi aneh mengenai kehidupan saat jaman revolusi korea 1930. Seju pun memutuskan untuk membuat mimpinya menjadi cerita novel. Sayangnya karena banyaknya tekanan yang terjadi dan juga mimpi yang terasa nyata, membuatnya sulit menulis. Ia pun memutuskan untuk berhenti menulis, sampai tiba-tiba kantor penerbitnya menelepon jika naskah yang Seju buat sudah masuk. Seju yang merasa tidak membuat naskah itu pun bingung, sampai akhirnya dia menemukan ada orang lain yang menjadi ghostwriter dirinya, Yoo Jinoh. Jinoh, Seju, dan Seol pun ternyata memiliki hubungan di kehidupan sebelumnya.

Aku saat membaca plot awalnya langsung merasa tertarik. Aku penasaran dengan kehidupan penulis, aku ingin tahu seperti apa. Lalu ditambah erita tentang reinkarnasi dari tahun 1930. Aku belum pernah nonton drama yang berlatarkan cerita zaman revolusi dimana jepang sedang menduduki korea. Mana yang mainnya top semua Yoo Ah-in, Im Soojung, dan Go Kyungpyo kesayangan. Mereka semua dikenal dengan akting yang bagus-bagus. Jelas makin tertariklah aku menontonnya. Penulis drama ini juga, merupakan penulis drama Kill Me Heal Me yang menjadi salah stu drama kesukaanku. Kurang alasan apalagi coba buat nonton drama satu ini.

Aku enggak menyesal telah menginvestasikan 16 jam lebih waktu dalam hidupku untuk nonton drama ini. Drama yang indah, cerita yang menarik. Kisah cinta yang dibawakan secara unik. Setiap episode selalu menjadi lebih baik dan baik. Awal cerita yang enggak tertebak dan mengejutkan. Ya lumayan lah plot twistnya agak enggak tertebak. Aku pikir unsur fantasinya hanya ada pada kisah reinkarnasi saja, tapi ternyata pada karakternya juga. Agak horror sedikit sih, tapi tidak menakutkan kok.

Aku jujur cukup kaget dengan kenyataan Jinoh sebagai ghostwriter adalah ghostwriter secara harfiah, bukan konotasi. Soalnya benar-benar enggak terbaca kalau Jinoh itu hantu. Awalnya kita mengira Jinoh adalah kiriman dari Gal Jisuk, tapi ternyata bukan, disitu aku mulai bertanya-tanya. Aku agak curiga saat Seju bilang style Jinoh terlalu tua dan saat Jinoh bilang dia jatuh cinta pad apandangan pertama dengan Seol saat di bandara setelah kedatangannya dari Amerika. Cuman aku mengabaikan fakta itu. mungkin yang lebih ngeh pasti sudah curiga kalau Jinoh itu hantu.

Kisah cinta yang unik karena dbalut dengan cerita kehidupan mereka sebelumnya di tahun 1930an. Kita jadi penasaran dengan apa yang terjadi pada tahun 1930an itu. Apa yang takdir buruk yang terjadi pada mereka. Lalu juga kenapa bisa Jinoh terjebak di mesin tik selama 80 tahun lebih. Cerita pada masa lalu itu benar-benar bikin penasaran, dan yang bikin bumbu cerita makin menarik. Aku benar-benar menikmati setiap menit yang ada di drama ini. Konflik yang rollercoaster antara tahun 30an dan masa kini benar-benar menjadi kekuatan drama ini. Cerita tahun 30an nya menjadi sayuran segar dan tidak membuat cerita monoton.

Kenapa aku bilang kisah cinta yang unik. Soalnya sebenarnya ini drama romance, tapi kita dibawa dengan kisah masa lalu, dimana di masa lalu mereka tidak dapat bersatu. Kisah tahun 1930an nya benar-benar menyayat hati. Makanya di masa kini mereka membayar itu semua. Seju yang kebingungan perasaan berdebar yang muncul apakah karena Seol atau karena Ryu Suhyeon. Seol yang ngefans parah tapi berubah menjadi sebal akrena sikap Seju yang plin plan. Aku benar-benar menikmati proses jatuh cinta mereka. Dimana Seju yang sudah tertarik tapi merasa tak yakin dan gengsi. Pada akhirnya saat Ia harus menjaga Seol akibat persyaratannya dengan Jinoh, dia benar-benar menikmati waktunya bersama Seol dan sadar akan rasa cintanya pada Seol. Seol yang memang memimpikan menjadi istri seorang penulis pun jelas enggak bisa menolak perhatian Seju. Walau disatu sisi ada yang merasa patah hati, Jinoh. Lucu sih melihat Seju yang enggak pernah berkencan, dia berapa kali bikin kesalahan, tapi selalu berhasil menutupinya dengan baik. Seju yang benar-benar tidak menutupi rasa cintanya. Seperti kata Sekretaris Kang, Seju benar-benar seperti anjing Pavlov jika sedang jatuh cinta.

Persahabatan antara Seju jinoh dan juga Seol baik di masa kini atau masa lalu sebagai Seo Hwiyoung, Shin Yool, dan Ryu Suhyeon bikin drama ini makin sedap. Kalau di masa sekarang Seju awalnya menolak kehadiran Jinoh sebagai ghostwriternya lama-lama jika Jinoh tak ada Ia merasa khawatir. Persahabatan juga terjalin pada akhirnya. Aku senang Seol akhirnya bisa melihat Jinoh sehingga mereka bertiga bisa hangout bareng tanpa masalah. Kisah persahabatan di tahun 30an juga benar-benar teruji dengan baik. Mereka saling solid dan percaya satu sama lain. Walau terdapat kisah cinta segitiga, tapi mereka, terutama Hwiyoung berusaha memendamnya demi kemerdekaan Joseon. Indah banget lihat kisah persahabatan mereka. Walau padda akhirnya Yool “mengkhianati” karena rasa cintanya pada Suhyeon, tapi Hwiyoung tidak mempermasalahkannya. Ia mengerti mengapa Yool melakukan hal itu. Ia malah tidak merasa dikhianati. Begitu juga dengan Yool yang merasa bersalah, dia pun rela dibunuh Suhyeon untuk menebus “dosa”. Suhyeon memang marah pada Yool, tapi dia juga merasa bersalah dan mengerti. Ia tetap harus membunuh Yool karrena mengkhianati aliansi pemuda Joseon. Makanya saat mau membunuh dia tak yakin. Pas bagian ini benar-benar emosional banget. Hati benar-benar teriris. Tragis tapi entah kenapa aku merasa ini indah juga.

Baca lebih lanjut

[REVIEW] THE LIAR AND HIS LOVER

Musik bisa menggambarkan berbagai acam situasi. Selain itu musik juga bisa menghubungkan kita dengan berbagai macam orang. Melalui musik juga kita bisa membangun hubungan pertemanan, kekeluargaan, bahkan rasa cinta. Drama The Liar and His Lover ini setidaknya mencoba menggambarkan hal-hal tersebut.

Drama yang bergenre romance, musical ini menceritakan seorang pemuda jenius musik, Kang Hangyeol. Dia merupakan seorang produser musik untuk sebuah band terkenal, Crude Play. Dia membuat musik terinspirasi dari suara-suara yang Ia dengar. Suatu hari Ia bertemu dengan seorang siswi kelas 3 SMA, Yoon Sorim yang memiliki suara indah dan bermimpi berkarir di dunia musik bersama anggota bandnya yang lain yang juga temannya sedari kecil, Baek Jinwoo dan Lee Kyusun. Sorim jatuh cinta pada pandangan pertama pada Hangyeol. Berbeda dengan Hangyeol, mulanya Ia mendekati Sorim hanya untuk kepentingan tertentu, sampai akhirnya Ia mendengar suara nyanyian Sorim. Hangyeol akhirnya mulai jatuh cinta pada Sorim. Bagaikan takdir pula, mereka bekerja sebagai musisi di sebuah perusahaan yang sama. Konflik anak muda dimulai lah saat Sorim meniti karir bersama teman-temannya sebagai Mush&co, sedangkan Hangyeol dan rekanya di Crude Play Seo Chanyoung berebut untuk menjadi produser bagi Sorim.

Awalnya aku enggak begitu tertarik nonton drama 16 episode ini. Saat membaca plot awalnya, aku merasa ah biasa saja. Lalu aku merasa mulai lelah dengan drama-drama yang berat. Akhir-akhir ini sebagian besar drama korea, walau bilangnya romcom, tapi tetap ada unsur thriller atau misterinya. Aku capek nonton drama yang begituan. Aku ingin drama yang benar-benar ringan, yang enggak usah mikir sama sekali. Aku hanya ingin menonton drama manis dan penuh lovey dovey. Setelah membaca komenan para Beannies, aku memutuskan untuk mengambil drama ini sebagai tontonan.

Drama yang cukup menyenangkan bagiku. Ringan tanpa perlu mikir. Lagu-lagunya juga cukup memanjakan telinga, apalagi suara Joy sebagai Sorim. Drama ini tuh remaja banget sih. Konflik cintanya sederhana saja, enggak terlalu banyak gangguan orang ketiga. Ya hanya kesalahpahaman sederhana yang enggak penting lah. Agak greget melihat kisah percintaan Hangyeol dan Sorim karena Hangyeol yang terus menyakiti Sorim dengan kebohongannya. Drama anak muda lah pokoknya, bright, cheerful, lovely 3 hal yang pati dirasakan setelah menonton drama ini.

Drama ini kan diadaptasi dari manga jepang. Di Jepangnya sendiri cerita ini sudah diangkat ke film layar lebar. Kalau sudah adaptasi begini pasti banyak yang membandingkannya antara adaptasi dan original. Seperti biasa, versi original biasanya lebih disukai, baik dari jalan cerita dan juga akting. Aku sendiri belum nonton yang versi film Jepang, jadi enggak tahu lebih menarik yang mana. Cun buatku yang hanay nonton versi drama koreanya, aku sudah cukup menyukai drama ini. Enggak terlalu masalah dengan jalan ceritanya.

Konfliknya enggak cuman masalah percintaan doang, tapi ada masalah pertemanan, hubungan rekan kerja, lalu konflik dengan industri musik itu sendiri. Kita jadi tahu dibalik layar produksi sebuah lagu dan sebuah grup itu kayak apa. Apa saja yang harus dikorbankan. Apa saja yang harus dilihat dan dpersiapkan. Disini juga kita bisa melihat konflik batin seorang Direktur musik, seperti CEO Sole Music Label, Choi Jinhyuk , Dia yang lulusan sekolah musik, tentu punya idealisme tersendiri akan musik. Cuman sebagai seorang CEO dia tentu perlu berpikir keuntungan, sehingga dia memakain jalan pintas kepada Mush&Co dan juga Crude Play untuk menggunakan pemain pengganti. Disini aku baru tahu ternyata alat musik juga bisa “lipsync”. Berbeda dengan CEO Who Entertaiment yang membawahi Sole Music Label, Yoo Hyunjung, Dia otaknya, sudah otak bisnis jadi yang dia pikir hanyalaah keuntungan. Mengambil orang paling berbakat sehingga tak perlu keluar uang banyak untuk melatihnya, dan bisa mendapatk keuntungan bear karena bakat orang tersebut. Berbeda dengan Direktur Choi yang masih mau mengambil orang yang perlu dilatih. Dia masih mau mengembangkan orang-orang tersebut karena melihat potensi. Terkadang keputusan dia memang tampak menyebalkan dan terlihat terburu-buru, bahkan merugikan anak asuhnya. Menurut CEO Yoo, saja Dia itu tidak konsisten. Cuman yang aku suka, karena dia tetap memiliki jiwa musisi, sehingga Ia bisa mengerti anak asuhnya, dan berusaha memperbaiki hal itu.

Lalu jangan lewatkan untuk menginvestasikan harapan kalian pada hubungan antara member Crude Play. Ini salah satu bagian favoritku. Kita bisa emlihat persahabatan yang benar-benar terjalin. Berhubung isinya pria-pria. Tentu wajar saja sering terjadi perselisihan. Saling ribut, maki, bahkan berkelahi. Hanya aja cowok mah enggak dibawa baper, enggak kayak cewek. Mereka besoknya baikkan lagi, seperti tak terjadi apa-apa pada hari kemarin. Sebesar apapun keributan antar member, terutama pada Hangyeol, tidak akan berpengaruh pada persahabatan yang telah mereka jalin bertahun-tahun. Seperti konflik antara Chanyoung dan Hangyeol. Selian konflik cinta, mereka juga terlibat konflik sebagai produser. Cuman sehebat apapun konflk mereka, hubungan pertemanan mereka enggak terganggu. Mereka juga tetap saling mengakui kehebatan masing-masing.  Aku pikir konflik yang terjadi pada mereka akan bikin mereka putus hubungan atau saling membenci seperti makjang-makjang pada drama korea umumnya. Ternyata enggak sama sekali. Mereka tetap berkomunikasi seperti teman biasa. Kalau konflik sedang emmanas, mereka hanya saling sindir, dan sedikit sikut-sikutan. Selebihnya biasa saja. thanks drama god! Mereka enggak usah musuhan hanya karena hal itu. that’s why I like this drama.

Hal menarik untuk dikupas antara hubungan member Crude Play adalah hubungan Chanyoung dan member Crude Play. Chanyoung awalnya ada pemain pengganti Bass untuk Hangyeol. Namun Hangyeol akhirnya memilih mundur dan menjadi produser untuk Crude Play, sehingga Chanyoung ditarik menjadi member Crude Play. Awalnya, member Crude Play yang lain tak menerimanya. Ya maklum saat itu mereka masih muda, tapi tak butuh waktu lama mereka menerima Chanyoung. Disitulah Chanyoung merasa tersisihkan. Ia merasa kalau dirinya hanyalah pengganti. Ia merasa bukan bagian Crude Play, karena member yang lain sudah berteman dari lama, seedangkan Ia hanyalah orang baru yang menggantikan Hangyeol. Ditambah saat masalah leaked video member Crude Play latihan, tapi memakai bass permainan Hangyeol. Disitu Chanyoung makin merasa tersisihkan dan dianggap. Padahal selama ini hanya kesalahpahaman dia. Member Crude Play yang lain termasuk Hangyeol tak merasa Chanyoung adalah pengganti. Mereka menganggap Chanyoung adalah sahabat mereka, bagian dari Crude Play. Bahkan masalah video latihan mereka tak menggunakan Bass Chanyoung, demi kebaikan Chanyoung dan Crude Play, bukan karena mereka ingin bermain dengan Hangyeol. Leader Crude play, Yoo Sihyun pun meminta maaf jika dulu sikap awal mereka tidak menerima Chanyoung. Tapi itu hanya diawal. Saat debut pun Sihyun sudah menerima Chanyoung sepenuh hati. Chanyoung sendirilah yang membangun benteng diantara mereka. Selama ini hal seperti itu hanya ada dipikirannya. Dia hanya merasa tidak percaya diri dan tak enak karena merasa sebagai orang luar tiba-tiba masuk. Dia hanya butuh pengakuan dan kepercayaan baik dari Direktur Choi tentang masalah produser untuk Mush&Co dan juga dari teman-teman Crude Playnya. Untunglah Chanyoung pada akhirnya mengerti dan mendapat kepercayaan itu.

Baca lebih lanjut

[REVIEW] TOMORROW WITH YOU

Sebagai manusia biasa, pasti pernah merasa penasaran dengan kehidupan di masa depan. Rasanya kepo gitu 3 tahun lagi aku jadi apa ya… 5 tahun lagi bakalan ada kejadian apa ya? kalau punya kesempatan untuk bisa lihat masa depan, pasti kebanyakan orang enggak akan menyiakan hal itu, karena dengan begitu kita bisa memperbaiki kehidupan sekarang. Nah begitu juga dengan Yoo Sojoon di Tomorrow With You.

Drama yang bergenre meloromance fantasy ini menceritakan seorang CEO tampan muda dan sukses pastinya, Yoo Sojoon yang memiliki sebuah rahasia. Dia dapat melakukan time traveling setelah selamat dari kecelakaan subway. Dia menggunakan kemampuannya itu untuk keuntungannya sendiri yaitu memenangkan lotre lalu mendirikan sebuah perusaahan properti. Perusahaan itu selalu berhasil karena Sojoon sudah tahu daerah itu berhasil tidaknya. Sojon memiliki prinsip tidak akan terlibat kehidupan orang lain dengan kemampuannya itu. Suatu hari saat Ia melakukan perjalanan ke tahun Maret 2019, Dia melihat dirinya terlibat kecelakaan dan meninggal. Sojoon pun merasa panik dan berpikir bagaimana caranya Ia selamat dari kematian itu. atas saran seorang ahjussi yang juga seorang time traveler, Doosik, Sojoon harus menikahi wanita yang mengalami kecelakaan bersama dia. Menurut Doosik, mereka pasti punya takdir tersendiri karena mereka mati dihari yang sama. Sojoon pun akhirnya mengikuti saran Doosik dan mencoba terlibat kehidupan gadis yang bernama Song Marin itu. Setelah menikah, ternyata kehidupannya tidak semudah yang Ia pikir. Ada masalah baru yang timbul karena Sojoon merubah takdirnya dengan menikahi Marin.

Aku menonton drama berjumlah 16 episode ini karena Lee Jehoon yang main ahaha. Semenjak drama Signal akika jadi penasaran ama doi, dan seneng banget akhirnya doi main drama lagi, romance pula genrenya. Ingin lihat dia dama mode romantis gitu. Lalu plot awalnya tampak menarik tentang time traveling dan menceritakan kehidupan pernikahan. Wah, another adult love story. Makanya aku amat menantikan drama ini, apalagi dari posternya sendiri nampaknya cukup heartwarming.

Setelah selesai menonton ini, ya benar dugaanku heartwarming, cuman tidak memenuhi ekpetasiku akan ke heartwarmingannya. Drama ini tuh lebih ke manis dan aku menyukai hal itu. kehidupan pengantin baru digambarkan cukup baik, terlihat aktivitas pengantin baru *masak buat suaminya….*, terus sikap mereka amat manis satu sama lain tapi disisi lain mereka juga banyak salah paham karena belum terlalu mengenal satu sama lain. Saat Sojoon memutuskan untuk menikahi Marin untuk merubah takdirnya, Ia pikir itu perkara gampang. Mereka hanya tinggal bersama dan toleransi satu sama lain. Setelah menikah, Sojoon menyadari kehidupan pernikahan tidak semudah yang Ia pikirkan. Banyak faktor yang harus dipertimbangkan dan masalah-masalah yang harus dihadapi. Disini kita bisa lihat kehidupan pernikahan itu tak seindah yang terlihat.

Belajar untuk saling menghargai satu sama lain, belajar bisa nerima kekurangan dan kelebihan satu sama lain. Belajar mau mengkomunikasikan segala hal, enggak ada yang ditutupi. Itulah hal yang dirasa Sojoon dan Marin selama menjadi pengantin baru. Tak hanya berbicara tentang cinta dan kisah mereka, tapi juga mengenai kehidupan masing-masing. Disaat menikah, mereka harus siap jika satu sama lain harus terlibat. Dinding privasi sudah harus runtuh diantara mereka. Oleh karena itu tak jarang juga mereka salah paham karena hal-hal kecil. Menarik banget kisah rumah tangga baru mereka itu. aku menyukai, dimana mereka jadi saling gengsi, saling bersikap manis, saling salah paham yang bikin sama-sama sedih. Aku menyukai perjalanan kehidupan pernikahan mereka yang baru. Mungkin buat para newlywed bisa merasakan hal yang sama.

Aku pikir drama ini bakalan berfokus ke perkembangan hubungan Sojoon dan Marin, tapi ternyata ada kisah misterinya. Kenapa setelah 3 bulan menikah tiba-tiba Sojoon menghilang? Ada rahasia apa antara Sojoon dan Doosik? Dan begitu menikah dengan Marin, masa depan Marin tetap meninggal di maret 2019, malah timbul masalah lain. Diawal hingga pertengahan masalahnya belum terlalu terlihat. Lalu pertengahan hingga akhir mulai fokus ke masalah itu, yaitu salah satu bawahannya Sojoon, Kim Yongjin yang juga suami teman Marin, Lee Gunsook menggelapkan uang perusahaan dan membunuh ayah teman Sojoon, Shin Seyoung. Kim Yongjin ini lah yang akan membahayakan Marin dan Sojoon. Kita bakalan dibuat penasaran apa yang akan terjadi diantara mereka. Lalu juga bakalan penasaran sama akhir ceritanya, akankah mereka meninggal dalam kecelakaan seperti yang dilihat Sojoon, atau ada faktor lain?

Baca lebih lanjut

[REVIEW] GOBLIN : THE LONELY AND GREAT GOD

GOBLIN : THE LONELY AND GREAT GOD

Genre : Romance, Fantasy, Comedy

Episode : 16

Why I Watched : Ya walau drama-drama Kim Eunsook terkadang enggak begitu istimewa, tapi harus kuakui, selama ini aku menyukai karya-karyanya. Dia selalu bisa bikin ketagihan, walau jalan ceritanya biasa saja. lagipula ini comebacknya Gong Yoo ke drama setelah sekian tahun, dan yang memproduksinya TvN. Jadi ya aku cukup percaya dengan drama ini, jadi ku tonton.

Kesan : Ya tipe dramanya Kim Eunsook, manis banget, penuh hal getir tapi tetep manis dan lucu. Aku suka karena unik juga. Misteri-misterinya bikin penasaran. Masterpiecenya Kim Eunsook sih drama ini. Drama yang bagus buat yang suka dengan drama-drama tipe gini. Keren! Seriusan!

The interest thing : cerIta fantasinya! Jadi banyak misteri dan variabel yang tercipta di drama ini. Imajinasi fantasinya luas banget. Banyak banget makhluk yang bukan manusia di drama ini. Mereka punya kisah masing-masing yang ternyata saling terkait. Konsep reinkarnasi kepake banget di drama ini. Aku kagum sama Kim Eunsook disini, karena serius imajinasi dia luas banget. Banyak konsep yang menarik dari drama ini. Konsep pekerjaan grim reaper adalah merupakan hukuman bagi yang di kehiduan sebemlumnya memiliki dosa besar. Menariknya lagi salah satu dosa besarnya adalah membunuh diri sendiri. Pas banget nih buat di Korea yang tingkat bunuh dirinya tinggi.  Misteri masa lalu mereka yang bikin super penasaran dan bikin nagih jelasnya. Apa sebenarnya yang terjadi di masa lalu? Kenapa sih si Wang Yeo bisa jadi grim reaper, kenapa Kim Shin bisa menjadi Goblin? Siapa sebenanya reinkarnasi ratu dan raja? Sempat, agak-agak bakalan dibuat terkecoh si dengan misteri-misteri itu. Lalu ada perempuan berbaju merah. Dia tuh siapa sih? Lalu ada Yu Deokhwa yang tamapak seperti manusia biasa, tapi anehnya dia terlalu banyak tahu mengenai Goblin dan grim reaper. Serius kalau suka drama fantasi, bakalan suka sih sama drama ini. Fantasinya itu loooh terasa masuk logika. Ditambah ya seperti biasa Kim Eunsook kalau bikin cerita romantis, pasti manis banget dan cheesy, tapi aku menyukainya karena sanggup bikin baper, dan senyum-senyum sendiri. Untuk pasangan kedua, cerita mereka indah tapi penuh kegetiran sendiri yang bikin penasaran, apa yang terjadi dengan pasangan kedua. Lalu humornya juga tetap ada. Ya khasnya drama dia sebelumnya. Suka udah keren-keren pemeran utamanya, ada saja hal konyol yang lumayan jadi rileksasi otot dan hati yang tegang.

The Bad Thing : Aku agak bingung sama timeline waktu. Seingat aku diawal episode, Euntak itu lahir tahun 1998. Lalu saat ibunya meninggal 8 tahun kemudian, tahun 2006. Lalu saat Ia berrtemu Goblin usia 19 tahun *usia korea* 10 tahun dari kejadian Ibunya meninggal, berarti 2016 kan? Tapi aku bingungnya, 9 tahun setelah Goblin menghilang, itu masih 2016, dan saat Euntak meninggal, Wang Yeo mengonfirmasi Euntak lahir tahun 1988 berusia 29 tahun. Nah yang paling terakhir make sense dong? Tapi kalau inget episode awal kok malah gitu? Diawal episode ada keterangan Seoul, 1998 dan beberapa adegan kemudian Euntak lahir. Aku agak bingung jadinya dengan timeline waktunya. Apakah aku salah baca atau ada yang terlewat. Mungkin ada yang terlwat denganku, tapi saat Euntak masuk universitas, ada keterangan Maret 2017. Ah mungkin yang bikin sub nya typo kali yaaa pas Euntak meninggal. Lalu berapa tahun setelah tugas Wang Yeo selesai, Wang Yeo dan Sunny bereinkarnasi menjadi manusia? Ratusan tahun kah? Kayaknya sih enggak melihat dari sekretaris Kim sudah tua, tapi mereka sudah hidup. Perkiraan ku sekitar 30 tahun an, tapi entahlah. Kelihatannya sih ada beberapa detail yang terlewatkan. Terus ada beberapa cameo kecil yang tampil terus tampil lagi dalam versi lain, jadi agak sedikit membingungkan kurasa.

Baca lebih lanjut

TOP 10 KDRAMA 2016 VERSI JEPRETPRESS

Ya setelah kemaren daku bikin ajang penghargaan yang kredibilitas tak terhitung karena enggak ada nilainya alias abal-abal kw 10.000 JEPRETPRESS DRAMA AWARDS 2016, kali diriku ingin membuat list TOP 10 DRAMA 2016 VERSI JEPRETPRESS. Ini merupakan list 10 drama di tahun 2016 yang menjadi pilihanku, dan jelas tentu udah ku tonton. Sepuluh drama pilihan ini bukanlah dari segi kualitas walau ya kualitas bicara sih, tapi maksudnya bukan dari segi professional, atau layak tak layaknya drama itu, tapi drama ini dipilih karena aku suka dan menikmati drama itu. Ya jadi dapat dikatakan dipilih dari drama yang ceritanya unik menurutku, dan ya semakin tinggi rating drama yang kuberikan berarti aku semakin suka, walau ratingnya banyak yang sama sih wkwkwkwk. Ya balik lagi masalah taste sih. 10 drama pilihan ini adalah seleraku. Kesepuluh drama ini tuh menjadi acuanku untuk rekomendasi ke orang-orang “kalian tuh wajib tonton drama-rama ini loooh”.

Okeee, sebelum kita bahas, atau lebih tepatnya menyebutkan my top 10 drama 2016, sebaiknya kita napak tilas sedikit drama 2016 apa saja yang sudah ku tonton. *psst nambah lagi listnya dibanding yang kemaren wkwkwk*. Aku sedikit review, kesan aku pada drama itu kali yaaa. Check it out!

  1. Remember : Son’s War (3,75/5). Seru sih, bahasan hukum dan bisnis yang rumit dan kotor. Dalam dunia nyata pasti ada saja kyak ini, walau mungkin versi dramanya agak lebay. Sayang agak makjang drama ini tuh.
  2. One More Happy Ending (3,5/5). Standar romcom kdrama sih. Awalnya lucu, terus jadi sedih, konflik cinta segiempat. Nothing special tapi menghibur. Puas ngakak dan uci mata dengan Kwon Yool wkwkwk.
  3. Comeback Mister (3,75/5). Aku akan selalu bilang kalau ini drama yang heartwarming Dibalik komedinya ada sebuah pesan nyempil, walau kalau nonton kedua kalinya efeknya agak berkurang, tapi kalau pengen puas ketawa, pilihan yang cocok.
  4. Descendants of The Sun (3,75/5). Sorry to say, but it’s a bit overrated. Agak cheesy tapi masih menikmati kok, apalagi ada Song Joongki. Suka sama cerita tentaranya. Jarang-jarang ngengkat cerita daerah konflik gini. Khasnya Kim Eunsook sih, second couple lebih menarik daripada main couple
  5. Page Turner (4/5). Sederhana, remaja banget, tapi kena pesannya. Relate semua usia sih masalah impian mah. Gemes sama Jinmok yang merasa bersalah tapi jadi lebih ya wkwkwk. Menikmati banget permainan piano di drama ini.
  6. Imaginary Cat (3,5/5). Kiyowooo, bokgil neomu kiyowooo. Lucu banget Bokgilnyaaaa. Buat yang pecinta kucing mungkin akan relate dengan drama ini. Bagus sih hubungan manusia dengan hewan.
  7. Nightmare Teacher (4/5). Webdrama terseru yang pernah ku tonton sih. Suka sama misterinya dan ada pembelajarannya bisa diambil. Drama remeja yang unik kataku.
  8. Neighborhood Hero (3,6/5). Ya sejenis remember juga, ngegambarin dunia bisnis yang kotor tapi ini mah pakai gangster dan misteri dunia intelejen. Sayang romancenya agak merusak menurutku.
  9. Gogh Starry’s Night (3,5/5). Ya lumayan sih menarik. Bikin baper dan deg-deg an sendiri nonton ini, Karena menggemaskan, walau agak terganggu dengan Yuri, tapi disini masih lebih mending dibanding saat dia di Neighborhood Hero.
  10. Age of Youth (4/5). Suka banget! Hahahaha sebagai mahasiswa *pas lagi nonton ini* dan berusia 20an, dan punya temen-temen anak kost an, merasa ini tuh gue banget! Persahabatannya sih seru banget.
  11. Another Miss Oh (4/5). Drama romcom favoritku seperti Marriage Not Dating *iyalah PDnya kan sama*. Greget, baper, manis, lawaknya dapet banget. Komedi campur mellonya ngeblend dengan pas. Everything in this drama is nice!
  12. Doctors (3,75/5). Kasus pasiennya ukup menyentuh siiih, dan kalau suka romance pasti bakalan suka karena pasangan siswa-guru ini manis banget bikin gula darah naik. Politiknya rumah sakitnya malesin sih, sama ya medisnya enggak terlalu.
  13. Drinking Solo (3.75/5). Slice of life banget! Ceritanya tuh enggak neko-neko. Simple saja! bener banget, kalau kita itu memang butuh waktu untuk diri sendiri. Trio noryangjinnya hiburan tersendiri banget.
  14. Goblin (??/5). Belum bisa kuberi Rate karena belum tamat, walau sejauh ini sih 4 buatku, tapi nunggu akhir cerita dulu sih. Salah satu masterpiecenya Kim Eunsook sih. It’s much better than 2 previous her drama. Unik banget jalan ceritanya, agak tak terduga, dan jelas cheesy ala-ala doi.
  15. Jealously Incarnate (3,85/5). Drama romcom terkoplak yang pernah kutonton. Walau agak panjang, tapi worth it. Melihat kelakuan para leadnya ajaib semua. Puas ngakak juga sih di rama ini.
  16. Legend of The blue Sea (??/5). Sama kayak Goblin, karena belum tamat, belum bisa kuberi rate. Sejujurnya drama ini menang nama sih, walau ceritanya lucu sih, unik, fantasi duyung. Fantasinya mirip sama drama Park Jieun sebelumnya. Hanya saja ekspetasiku ketinggian.
  17. Let’s Fight Ghost (3,75/5). Lucu, beda tentang drama hantu dan manusia, tai menjadi mainstream ketika mereka jatuh cinta. Ekspetasi aku juga ketingggian untuk drama ini, tapi ya menghibur kok. Seru untuk diikuti.
  18. Moon Lovers : Scarlet Heart Ryeo (3,75/5). Gilaaaaa konflik kerajaannya, gilaaaa, rumit, tapi bikin penasaran parah, kalau diperpanjang kayak lebih seru wkwkwk.
  19. Moonlight Drawn By Clouds (3,85/5). Indah banget sih drama ini, ringan untuk ukuran saeguk, dan juga manis banget. Aku jadi kesengsem sama Park Bogum aaaah.
  20. My Wife’s Having An Affair This Week (4,25/5). Menyentuh, pesannya sampai banget. Aku suka karena dewasa tapi tidak ada adegan dewasa. Walau temanya berat, tapi alurnya ringan, dan masih ada bahan tertawaan.
  21. Romantic Doctor Teacher Kim (4/5). Drama medis termantap yang pernah kulihat. Romansa hanya bumbu penyedap, sisanya cerita medisnya keren abis. Kasusnya beragam, dan politik rumah sakitnya enggak bikin muak.
  22. Signal (4,5/5). Gila! Almost perfect! Ini nih! Nonton ini pas ongoing bisa-bisa mati karena penasaran.
  23. The K2 (3,75/5). Politiknya kuat banget, tapi aku menikmatinya siih, apalagi aktingnya Song Yoonah. Aura balas dendamnya sekuat Kalau enggak terlalu suka romance tapi ash ingin lihat yang manis, bisa nih drama.
  24. W – Two Worlds (3,85/5). Unik sih, tapi aku pusing. Plot twistnya melelahkan dan enggak masuk ke logika aku. Untung Lee Jongsuk yang main, dan sedikit kecewa sama peforma Han Hyojoo disini. Karakter Oh Yeonjoonya kurang wlel written.
  25. Vampire Detective (3,75/5). Seru sih, ceritanya tentang dunia vampir. Suka sama kasus-kasunya, walau agak memusingkan, karena penjelasannya lebih banyak secara tersirat, daripada tersurat.
  26. 38 Task Force (3,85/5). Sukaaa overall. Jarang-jarang ngangkat cerita tentang dunia pajak, walau ujung-ujungnya ke bisnis dan politik sih, tapi menarik. Bromance Seo Inguk dan Ma Dongsuk, mantap jiwa.
  27. Seventh First Kiss (3,3/5). Ya drama dagang Lotte Duty Free dan Fanservice saja webdrama ini tuh.  Berasa sirik aja doang, punya kesempatan nyaris mencium 7 cowok ganteng pffft.
  28. Positive Physique (3,1/5) no comment. Hanya karena Do Kyungsoo ku melihat ini. Tak lebih.
  29. Game Development Girls (3,3/5). Hanya karena Irene ku nonton ini. Kalau buat anak IT mungkin akan lebih ngerti dan relate sama webdrama ini.

Baca lebih lanjut