[REVIEW] AGE OF YOUTH 2

Salah satu kebahagiaan yang tiada tara bagi penggila drama korea adalah saat mengetahui drama favorit akan dibuat musim keduanya. Begitulah diriku saat di awal tahun ini mendengar kabar Age Of Youth akan dibuat musim keduanya, setelah dimusim pertamanya kita diberi open ending dengan sejuta pertanyaan.

Age Of Youth 2 masih mengusung genre slice of life dengan bumbu romance comedy. Jumlah episode pada musim kedua lebih banyak 2 episode dibanding musim pertama, yaitu sebanyak 14 episode. Cerita yang disajikan masih mengenai gadis-gadis penghuni Belle Epoque. Yoon Jinmyung  yang sudah lulus kembali dari liburannya di china selama 1 tahun kini memiliki pekerjaan tetap. Lalu Jung Yeeun yang masih struggle dengan rasa traumanya terhadap kekerasan dan membuatnya menjadi selalu merasa insecure. Kemudian si maknae, Yoo Eunjae yang menghadapi rasa patah hati pertamanya setelah putus dari pacarnya, Yoon Jongyeol setelah berpacaran selama 1 tahun. Si moodmaker Song Jiwon yang pada musim lalu tidak begitu dibahas ternyata memiliki masa lalu kelam yang harus Ia hadapi. Terakhir, sayangnya sosok unni badass, Kang Yina hanya tampil sebagai cameo di episode awal dan juga akhir. Yina diceritakan pindah kota karena bosnya membuka toko baru. Kamar Yina kemudian diisi oleh anak baru bernama Jo Eun. Eun terlihat dingin dan tak peduli ditambah fisiknya yang tinggi seperti pria dan rambut pendeknya. Walau begitu Eun merupakan sosok yang memiliki luka dalam karena konflik keluarganya.

Seperti biasa drama ini selalu membuat tokohnya berasa hidup dan keberadaannya enggak jauh dari kita. Lagi-lagi sebagai anak muda berusia 20an aku bisa relate lagi nih sama masalah keseharian mereka. Saat kita harus berhadapan dengan orang baru, saat kita menghadapi putus cinta. Seperti juga saat narasi bahwa kita menyadari dunia akan baik-baik saja walau tanpa kita. Nonton ini tuh memang selalu bisa membuat kita berkata, “Ah gue juga gitu!”.

Musim kedua ini memang lebih mengeksplor karakter Song Jiwon yang dimusim sebelumnya tidak banyak cerita. Awal kedatangan Eun ke Belle Epoque pun ternyata berkaitan dengan permasalahan yang akan Jiwon hadapi. Walaupun agak maksa sih masuknya Eun ke tempat kost ini, tapi justru itulah titik utama dari konflik drama ini. Karakter Jiwon yang gila, ceria, ternyata memendam sesuatu yang traumatis bagi dirinya. Musim kedua ini memang dibuat untuk karakter Jiwon. Walau begitu, masing-masing penghuni Belle Epoque ini tetap memiliki cerita tersendiri yang menarik perhatian. Bahkan sebenarnya kasus Jiwon sendiri baru dibahas menjelang akhir dari drama ini.

Drama ini tetap enggak kehilangan ciri khasnya, ringan namun mendalam. Cerita yang disajikannya ringan, namun pemikiran setiap tokohnya bikin kita juga ikut berpikir dalam dan menganalisisnya. Kenapa sih setiap karakternya berbuat seperti itu? Jika kita mengerti pola pikir mereka, kita akan mengerti juga setiap tindakannya. Drama ini sanggup bikin kita jatuh cinta makin dalam, apalagi dengan musim kedua ini aku malah makin mencintai dan memiliki drama ini.

Untuk review drama ini enaknya sih bahas satu persatu karakternya kali yaa….. soalnya aku bingung kalau mereka dibahas secara keseluruhan. Lagipula aku greget sih kalau enggak bahas mereka satu per satu. Banyak soalnya yang harus diceritakan.

Kita mulai dari yang paling tua dulu ya. Yoon Jinmyung. Dia enggak banyak berubah sih, tetap menjadi sosok paling tenang dan dewasa. Disini terlihat banget dia menjadi sosok ibu bagi para penghuni yang lain. Image dia di mata anak baru, macam robot yang tidak punya emosi. Makanya Eun kaget lihat dia punya pacar dan bisa panik gara-gara konser perpisahan Asgard. Pas tahu Han Yeri balik lagi bakal meranin Jinmyung, aku senang, karena penghuni Belle Epoque butuh sosok dia yang tenang dan dewasa. Kehidupannya kini setelah 1 tahun lebih tenang dari sebelumnya. Keadaan ekonominya enggak jauh beda sih, seperti yang disebutkan di wawancara, enggak jauh lebih baik, karena dia masih harus bayar hutang, tapi setidaknya dia memiliki pekerjaan tetap. Bicara mengenai Dia dapat pekerjaan di perusahaan entertainment cukup menarik sih. Disaat peserta lainnya menunjukkan bakat seni, memiliki pengetahuan idol yang luas, Jinmyung bilang secara jujur dia enggak punya waktu untuk itu. Hanya Bigbang grup yang dia tahu semua membernya. Sudah pesimis, eh tahunya dia diterima. Kalau menurutku justru karena dia enggak banyak tahu tentang Idol dia diterima. Memang sebaiknya pekerja di perusahaan entertainment bukanlah seorang fans, karena sering banget kalau fans kerja di perusahaan entertainment suka jadi menghancurkan.

Kehidupan dan screentime Jinmyung di musim ini enggak begitu banyak sih. Cerita dia agak flat menurutku. Walau begitu aku merasa Jinmyung memang layak mendapatkan ketenangan cerita di musim ini. Setelah di musim lalu, hidupnya benar-benar penuh cobaan, dan dia harus struggling berat menahan air mata. Setelah masalahnya selesai, wajar kalau hidupnya sekarang flat saja. Cerita dia dengan Heimdal juga enggak begitu ngaruh. Eh iya pas awal-awal dengar castnya, pas tahu si chef Park Jaehwan yang diperankan Yoon Park enggak akan main lagi, dan gantinya jadi Heimdal, disitu aku langsung enggak suka, karena aku berpikir Jaehwan dan Jinmyung putus. Aku enggak ridho mereka putus karena mereka adalah pasangan favoritku dimusim lalu. Masa mereka putus gitu saja? Walau aku berpikir lagi juga, ya wajar kali ya putus LDR 1 tahun enggak mudah. Eh tahunya enggak dong HAHAHAHA. Pas diawal-awal ep 2 langsung dijawab Jinmyung masih pacaran dengan Jaehwan ditelepon. ALHAMDULILLAH WKWKWK. Senang banget lagi Jaehwan di episode terakhir nongol walau cuman bentar banget doang sih, tapi disitu kita bisa tahu hubungan mereka memang kuat dan bisa lanjut ke jenjang yang lebih jauh.

Nah hubungan Jinmyung dan Heimdal ini lebih buat perkembangan karakter Jinmyung. Heimdal yang tiba-tiba kegeeran, nyangka Jinmyung fansnya dan hubungan mereka jadi akrab. Hubungan Jinmyung dan Heimdal ini lebih ke untuk menebus rasa bersalahnya Jinmyung pada adiknya karena dia tidak mengurus adiknya dengan benar. Heimdal ini mengingatkan Jinmyung pada sosok adiknya. Walau saat di epilog menyangkal, tapi kita tahu kalau Heimdal memang mengingatkannya pada adiknya. Mereka seusia dan memiliki semangat yang sama akan impiannya. Jinmyung yang awalnya enggak mau turun tangan, karena dia takut harus berurusan dengan orang baru dan ikut campur membuatnya harus bertanggung jawab pada orang tersebut. Dia sudah merasakan itu dulu kepada keluarganya, sehingga hidupnya menjadi sulit. Dia enggak mau kayak gitu lagi. Hanya saja Heimdal memang menjadi sosok yang Jinmyung khawatirkan, sehingga membuatnya turun tangan. Its not a bad thing to know new people. Pada akhirnya walau harus dipusingkan dengan konser perpisahan Asgard, tapi Jinmyung menikmati itu ,dan dia mendapat adik baru.

Ngomong-ngomong soal Asgard aku jadi baper. Kasihan banget mereka selama 5 tahun enggak terkenal dan pada akhirnya diputus kontraknya oleh perusahaannya. Ngingetin banget sama nu’est soalnya. Mereka juga sama 5 tahun jadi nugu, dan mereka juga nyaris disband kalau gagal di Produce 101. Untungnya berhasil. Hal ini juga sempat dibahas oleh Heimdal. Dia optimis Asgard akan terkenal, karena lagu 5 tahun lalu saja bisa naik ke chart which is its hello by nu’est, btw. Heimdal pun berpikir Asgard juga bisa. Aku kasihan sih lihat optimismenya. Heimdal tuh nunjukkin idol-idol jaman sekarang. Sekarang kan banyak banget idol nugu gitu. Heimdal tuh bertahun-tahun dijalur itu dari dia remaja sampai dewasa. Saat harus berhenti dia tidak tahu harus seperti apa, karena masa mudanya habis untuk meraih mimpinya menjadi seleb. Dia merasa sudah terlalu tua untuk meraih jalur lain. Sedih asli lihatnya. Aku sedikit merasa relate, disaat usia enggak begitu muda lagi, tapi impian kita enggak berhasil. Bingunglah mau ngapain. Bertahun-tahun investasi waktu disitu tapi nyatanya enggak berhasil. Untuk kasus Heimdal, disitu aku sadar jadi idol di korea itu enggak cukup kerja keras dan bakat saja. Semua orang juga bekerja keras dan berbakat, tapi karena persaingannya ketat mereka perlu faktor X dan luck. Sayangnya Asgard lack di faktor Luck.

Fans pentagon, universe kalian harus berterima kasih kepada drama ini karena selain member pentagon ikut main jadi member Asgard,  lagu pentagon – critical beauty jadi lebih dikenal. Di Dramabeans sama di forum soompi saja yang bukan kpopers jadi kepo sama lagu yang dibawakan Asgard dan jadi suka lagu itu. Moga pentagon nasibnya enggak kayak Asgard ya. Pentagon juga berbakat banget, apalagi setelah dikenalnya Hui sebagai komposer. Sebagai Melody kudukung kalian.

Back to Age Of  Youth 2. Cerita Jinmyung dan Heimdal merupakan salah 1 cerita yang unik untuk ukuran kdrama. Hubungan antara pria dan wanita tidak harus selalu tentang cinta. Hubungan tulus adik-kakak yang tidak sedarah pun bisa jadi sebuah kisah menarik, dan tereksekusi dengan baik.

Selanjutnya kita bahas Jung Yeeun. Disini kita bisa lihat betapa berbedanya Yeeun tahun ini dengan tahun lalu, terutama dari segi style. Dulu Yeeun begitu manis, modis dengan rok pendek. Sekarang dia hanya menggunakan kaos dan rok hitam panjang sederhana. Dia tidak ingin menarik perhatian pria karena rasa traumanya. Dia benar-benar menjadi dirinya saat bersama Belle Epoque. Dia harus menghadapi gunjingan orang-orang. Efek traumanya terhadap dia benar-benar besar. Enggak berani jalan sendiri, enggak berani natap cowok, hingga terlalu fokus kepada dirinya sendiri hingga membuat sahabat kampusnya, Han Yookyung berbuat tidak enak pada dirinya.

Kita juga jadi tahu berasal dari mana sih rasa ketakutan Yeeun akan berat badan dan rasa diabaikan. Dia takut dibenci apalagi setelah kejadian kekerasan setahun lalu. Ternyata itu semua dari keluarganya. Ibunya ingin keluarganya tampak sempurna. Di salah 1 epilog , diperlihatkan pada masa kecil Yeeun disuruh menurunkan berat badan, padahal nafsu makan dia gede. Dari situlah dia menjadi terobsesi dengan berat badan. Bukan semata karena pacar, seperti yang kupikir di musim lalu. Lalu rasa terabaikan dan dibenci juga berasal dari keluarganya yang dingin. Harus sempurna dan tidak memiliki image buruk, seperti yang terlihat di episode 13 apa 14 saat Yeeun makan malam bersama keluarganya. Disitu Ibunya menjawab semua pertanyaan untuk Yeeun dan berusaha menampilkan sisi bagus Yeeun. Yeeun merasa muak mengatakan yang sebenarnya, namun sayang respon keluarga besarnya juga tidak peduli dan tidak menunjukkan simpati.

Baca lebih lanjut

Iklan

[REVIEW] STRONGEST DELIVERYMAN

STRONGEST DELIVERYMAN

Genre : Slice of life, romance, drama

Episode : 16 episode (total 16 Jam)

Sinopsis : Menceritakan seorang pemuda bernama Choi Kangsoo yang bekerja sebagai pengantar makanan yang tak pernah berdiam di suatu wilayah lebih dari dua bulan. Kangsoo memiliki sifat yang baik, senang menolong orang dan mau terlibat dengan masalah orang lain sehingga dia memiliki banyak sekali jaringan pertemanan di seantero Seoul. Akibat dari sifatnya ini, diberhasil membuat bisnis berbasis aplikasi online jasa pengantaran. Kangsoo bersama teman-temannya Jatuh bangun membangun bisnis yang tentu saja tak mudah dan banyak rintangannya.

Why I Watched : Aku butuh drama yang ringan, dan pas sekali Go Kyungpyo akhirnya menjadi pemeran utama setelah dua drama sebelumnya menjadi second lead yang tersakiti =(. Aku jadi agak kepo sama drama satu ini. Ya mumpung punya banyak waktu dan ada wifi wkwkwkwk.

Kesan : Drama ini tuh penuh dengan keimutan. Banyak sekali adegan yang amatlah cute dan juga ringan. Drama ini pun sebuah drama yang membangkitkan perasaan semangat dan jangan pantang menyerah. Drama ini adalah tipikal cerita yang begitu menghangatkan hati. Sifat gotong royong yang biasanya ditonjolkan masyarakat Indonesia, disini kita bisa lihat dengan jelas. Pertama kali lihat gerombolan teman-teman Kangsoo sesama pengantar tukang makanan pakai motor rame-rame aku kaget dan juga ngakak sih karena berasa melihat geng motor tapi versi mang-mang delivery. Aku jadi ngebayangin kalau di nangor juga kayak gitu, mang-mang hipotesa, kedai indra, atau mang-mang Go-Food juga begitu wkwkwwk. Berasa nonton drama keluarga tapi versi pendeknya.

The interest thing :  Banyak banget pesan moral yang bisa diambil dari drama ini. Orang yang butuh motivasi harus menonton drama ini. Berasa melihat motivasi Mario teguh tapi dalam versi cerita. Disini kita bisa lihat enggak ada salahnya berbuat baik kepada orang lain, karena suatu hari kebaikkan kita akan dibalas, apalagi saat kita membutuhkan. Kangsoo sering banget nolong orang, makanya begitu dia butuh bantuan orang lain atau dituduh melakukan tindakan kejahatan, teman-temannya siap menggantikan dan membantunya sebagai ucapan terima kasih dan solidaritas. Efek dari membantu orang lain juga dan bekerja diberbagai wilayah selama 5 tahun, membuatnya memiliki banyak teman dan jelas itu membangun jaringan koneksi. Disitulah dia bisa membangun bisnisnya. Jelas membangun bisns itu tidak mudah, ditambbah dia membangun bisnis berbasis aplikasi. Kangsoo yang tidak memiliki latar belakang IT tidak akan bisa mengerjakan itu sendiri. Dia pun mendapat bantuan orang lain. Atau masalah dana, Dia mendapatkan investasi dari teman-temannya dari berbagai wilayah. Memang benar ya kalau mau bikin bisnis memng diperlukan koneksi jaringan yang luas. Pesan moral lain seperti yang aku sebutkan sebelumnya, ada makna pantang menyerah, gotong royong, terus semangat. Cerita tentang pemeran utama wanitanya pun Lee Dana pun banyak pesan moral. Hidupnya yang begitu sulit membuatnya tak mau terlibat dengan banyak orang bahkan mencoba bunuh diri. Namun Untunglah Dia enggak jadi, dan akhirnya mendapat jalan keluar untuk masalahnya.  Selama kita punya keinginan dan usaha, bisa tercapai dan tiap maslaah ada jalan keluarnya. Itu lah pesan yang ditampilkan oleh karakter Dana.  Cerita para side story dari para tokohnya juga menarik sih, terutama pasangan chaebol Oh Jingyu dan Le Jiyoon. Mereka sangatlah cute! Jangan lupa juga karakter Lee Dana yang kuat macam preman tingkat bela dirinya sanggup membuat para pengantar makanan lainnya jiper untuk menggoda dirinya. Aku menyukai karkter Dana yang cukup beda dari drama-drama biasanya.

Baca lebih lanjut

[REVIEW] FALSIFY

Legal drama selalu menjadi sebuah penasaran tersendiri buatku. Aku dari kemaren-kemaren ngakunya lelah nonton drama-drama berbau hukum yang berat-berat, tapi pada akhirnya, ujung-ujungnya aku malah nonton lagi kalau ada yang baru, apalagi kalau ada yang bilang drama itu menarik. Drama Falsify ini lah sanggup memecah keteguhanku untuk tidak menonton drama hukum.

Drama berjumlah 32 episode (total 16 jam) yang memiliki genre legal, politik,drama ini menceritakan seorang jurnalis bernama Han Muyeong yang bekerja untuk Aeguk news yang dikenal sebagai media sampah karena selalu merilis berita skandal politik tanpai mengindahkan aturan, walau begitu mereka dianggap pahlawan karena banyak membongkar kasus-kasus yang tak berani diangkat oleh media besar. Muyeong bersama rekan-rekannya di Aeguk sedang menelusuri sebuah kasus perdagangan manusia. Muyeong sendiri memiliki motif saat menjadi jurnalis dan menyelidikin kasus tersebut. Dia ingin mengetahui penyebab kematian kakaknya yang dibunuh saat sedang mencari sebuah berita. Kakaknya, Han Chulho merupakan jurnalis dari surat kabar Daehan yang merupakan media terbesar saat ini. Akhirnya Muyeong menemukan titik terang bahwa semua kasus yang Dia selidiki mebawa satu jawaban pada artikel-artikel palsu kakaknya dan Chulho berusaha memperbaiki itu semua dan menyelesaikan sebuah artikel kebenaran yang sayangnya belum terselesaikan. Muyeong menyadari lawannya adalah Daehan. Muyeong pun bekerja sama dengan Lee Sukmin kepala tim dari splash team Daehan yang memberontak pada Direktur Daehan, Gu Taewon, dan juga dengan seorang jaksa wanita yang dilemmpar dari pusat karena membangkang perintah atasan, Kwon Sora.

Awalnya aku enggak niat untuk nonton drama ini. Aku ingin istirahat dari drama-drama legal. Cuman aku baca komenan, pada bilang drama ini menarik kok. Saat Forest of Secret tayang banyak yang bilang drama itu bagus banget, tapi aku enggak tertarik nonton karena aku lelah dengan drama legal. Bahkan sampai sekarnag pun aku tak berniat memilih drama itu. Lalu saat tahu Falsify yang memerankan Nam Goongmin dan karakter Nam Goongminnya mirip kayak karakter dia di Chief Kim. Jadi aku pikir wah kayaknya bakalan seru nih. Bakalan lucu. Aku tergoda untuk nonton drama ini. Cuman aku enggak cari tahu info dengan baik. Drama ini sama sekali jauh dari kata komedi. Kesamaan karakter Han Muyeong dan Kim Sungryong adalah sama gilanya. Mereka akan melakukan apapun bahkan jika itu adalah hal gila dan tak mungkin demi mencapai tujuan mereka yaitu mencari kebenaran. Cuman aku enggak nyesal sih pilih drama ini.

Layaknya drama legal, drama ini merupakan drama yang intense. Dari awal episode pun tensinya sudah langsung tinggi. Permasalahannya langsung ditampilkan. Maksud dan tujuan utama para tokohnya pun langsung tergambar. Disini semua karakternya kalau enggak hitam ya putih. Walaupun ada yang terlihat abu-abu tapi pasti dominannya tuh kelihatan antara dominan putih dan hitam. Kita penonton selalu dibawa penasaran dengan misteri utama kasus ini. Misteri utamanya tertutup dengan baik sih, walau kasus-kasus lainnya mudah tertebak. Aku menyukainya kasus-kasus disini adalah kasus-kasusnya gamblang sekali kalau mereka semua saling berhubungan. Konflik antar kasusnya begitu kuat, kita akan dibuat bertanya-tanya apa hubungan antar karakter. Masing-masing punya kekuataan dan kepentingan.

Drama ini benar-benar menggambarkan kekuataan media. Media berperan penting banget dalam situasi kenegaraan. Mereka benar-benar menggiring opini public. Opini public ini lah sering dimanfaatkan oleh berbagai pihak berkepentingan. Sekali lagi aku menyadari bahwa opini public itu bisa menyeramkan itu, dan media itu se powerful penguasa. Mereka benar-benar dapat mengendalikan masyarakat, bahkan media juga bisa membuat sebuah rumor menjadi fakta, ataupun sebaliknya. Kasus-kasus yang dilaporkan media, mungkin bisa jadi hanya 25% dari apa yang sebenarnya terjadi. Aku ngeri sendiri sih nonton ini. Bagaimana para penguasan dan yang pnya uang mengontrol media. Emosi juga melihat masyarakat dibodohi oleh media dan juga jurnalis yang terpaksa harus menulis cerita palsu. Chulho awalnya menganggap cerita palsu itu tidak masalah, Dia tak harus capek-capek nyari berita, tapi setelah Dia mengetahui fakta sebenarnya dibalik artikel-artikel palsu tersebut, dia menyadari bahwa sebuah artikel palsu saja bisa merubah banyak hal. Dan situasi drama ini pula sedang terjadi secara real di korea sana. Dimana petinggi KBS dan MBC yang membuat berita memihak mantan presiden sebelumnya yang dimakzulkan, Parrk Geunhye. Aku jadi mikir di Indonesia juga sebenarnya bisa saja terjadi banyak berita dipalsukan, atau berita pesanan. Sudah menjadi rahasia umum, beberapa media di Indonesia juga memiliki afiliasi dengan politik pihak tertentu. Apalagi kita tuh banyak banget berita hoax. Memang harus selalu bisa memilah berita sih. Hal yang kita anggap netral pun kita tak tahu apakah benar-benar terpercaya atau tidak. Seperti Daehan sebuah media besar yang dipercaya. Apapun yang dikatakan Daehan, masyarakat akan percaya.

Drama ini mendeskripsikan masalahnya dengan jelas sih. Mereka membahasnya dengan mendalam dan benar-benar digali. Hanya saja karena hal itu, kasusnya itu memang jadi besar banget dan rumit. Padahal itu adalah sebuah kasus untuk menutupi kasus lain, macam kasus Park Eungmo yang terjadi karena menutupi kasus Nam Kyungmang. Kasus Nam Kyungman sendiri meutupi kasus Faith Center. Ah kalian kalau enggak fokus aku jamin bakalan pusing sama drama ini. Drama ini memang membutuhkan kemampuan berpikir yang cepat untuk mencerna kebenaran dari setiap kasusnya. Hubungan kasusnya sebenarnya cukup jelas namun rumit, jadi kalau aku pribadi sih lumayan nonton ini bikin capek juga, karena harus mikir, cuman aku tetap penasaran dengan jalan ceritanya. Aku amat menyarankan jangan maratn drama ini dalam sehari. Aku nonton dua hari saja merasa lelah. Sebaiknya kalian pecah tiga hari karena aku jamin kalian butuh rehat saat konfliknya menguat.

Baca lebih lanjut

[REVIEW] MY SASSY GIRL

MY SASSY GIRL

Genre : Romance, Comedy, history, politic

Episode : 32 x 30 menit (16 x 60 menit)

Sinopsis : Pada zaman Joseon hiduplah seorang putri kerajaan bernama Putri Hyemyung. Sang putri tak seperti putri kerajaan pada umumnya yang anggun. Dia cenderung seenaknya bahkan melawan aturan kerajaan. Dia sering keluar malam hari secara diam-diam dan mabuk-mabukkan hingga penjaga dan kasimnya kewalahan. Suatu hari dia bertemu dengan seorang sarjana cendekiawan Joseon yang baru pulang dari Ming setelah bertahun-tahun menjadi penasehat raja Ming, Gyunwoo. Pertemuan pertama mereka tidak mengenakkan, sehingga Gyunwoo tak ingin lagi bertemu dengan sang putri. Namun takdir berkata lain, Gyunwoo diangkat menjadi guru dari pangeran kerajaan. Disitulah hubungan mereka mulai menjalin hubungan sebagai teman dan berkembang menjadi asmara. Nantinya Gyunwoo akan banyak membantu Hyemyung dalam mengatasi masalah-masalah kerajaan yang membelitnya.

Why I Watched : Drama terakhir sebelum Joowon wajib militer huhuhuhu, jelas lah harus kutonton. Lalu lawan main dia adalah Oh Yeonsoo. Aku menyukai dia semenjak Comeback Mister. Berhubung drama ini juga genrenya romcom, aku sudah kebayang sekali dengan peran yang akan Ia perankan dan enggak sabar untuk itu semua.

Kesan : Ya lumayanlah menghibur dan berhubung nonton ini untuk romancenya  jadi aku sih cukup menyukainya, karena mereka berdua manis sekali. Aku pikir remaja-remaja akan menyukai drama ini sih.

The interest thing :  Ceritanya untuk ukuran Saeguk ringan. Jadi buat yang enggak begitu suka Saeguk bakalan bisa menikmatinya sih. Komedi diawal-awal episode juga cukup menghibur. Aku suka juga dengan hubungan kekeluargaan kerajaan yang enggak selalu berbau politik, karena tokoh utama dari kerajaannya adalah seorang putri. Jadi dia tak begitu terlibat. Konflik politiknya enggak begitu ribet kayak drama-drama saeguk biasa. Ditambah aku suka banget saat kedatangan pangeran dari Ming. Suka banget sama karakter Pangeran Choosung. Walau cuman beberapa episode, tapi berkesan banget, dan dia yang membuat Gyunwoo dan Hyemyung hubungannya maju. Yang jelas sih kekuataan utama drama ini tuh ada di romansanya Gyunwoo dan Hyemyung yang bikin greget, deg-deg an, plus pasti bakalan senyam-senyum sendiri. Karakter mereka yang berlawanan tuh jadi warna tersendiri dan menciptakan kelucuan yang bisa ditertawakan. Ah satu lagi, OST nya enak-enak, walau cuman sedikit tapi karena dinyanyikan oleh langganan pengisi OST jadi musik dan adegannya pas banget ditemani suara Ben dan Gummy.

Baca lebih lanjut

[REVIEW] RULER : MASTER OF THE MASK

RULER MASTER OF THE MASK

Genre : Romance, Melodrama, history, politic

Episode : 40 x 30 menit (20 x 60 menit)

Sinopsis : Drama ini menceritakan sebuah kisah fiksi pada zaman kerajaan Joseon dimana sang pangeran mahkota harus memakai topeng, tidak ada yang boleh mengetahui wajah aslinya seperti apa. Hal ini dikarenakan sang Raja tidak ingin anaknya seperti dirinya yang dikontrol oleh sebuah kelompok terbesar dizaman tersebut, Pyunsoo yang dipimpin oleh Daemok. Raja dapat mendapatkan posisinya sebagai Raja karena dibantu oleh Pyunsoo. Sebagai imbalannya, raja haruslah setia pada kelompok Pyunsoo dan dikontrol dengan cara Raja menjalani ritual dan menjadi kecanduan opium. Raja tak ingin anaknya mengalami hal yang sama, sehingga dicari anak yang bernama sama dengan pangeran mahkota, Lee Sun, sehingga saat pangeran mahkota harus menjalani ritual dapat dgantikan oleh anak tersebut. Namun ternyata sebelum itu semua dilakukan, terjadi sebuah peristiwa sehingga raja terbunuh, pangeran mahkota disangka mati dan Lee Sun palsu yang hanyalah seorang budak dan sudah menjalani ritual dijadikan raja boneka oleh Pyunsoo. Sun asli yang masih hidup akhirnya menjadi saudagar untuk mengumpulkan kekuataan dan mencari kelemahan Pyunsoo untuk menggulingkannya.

Why I Watched : Demi biasku. Yoo Seungho! Mau kayak gimana ceritanya, mau dramanya genre apapun, selama Yoo Seungho yang main ku tonton! Lalu ada Kim Sohyun juga, dan ada Kim Myungsoo alias L biasku di Infinite. Cuci mata banget deh. Jadi demi mereka, pasti ku tonton dong

Kesan : Lelah hamba nonton ini. Butuh usaha dan kemauan ekstra keras untuk menyelesaikan drama ini.  Buat penggemar drama, atau yang sudah sering nonton drama, enggak kusarankan untuk nonton drama ini sih. Kalau kalian newbie dalam dunia perdramaan mungkin akan menyukainya.

The interest thing :  Drama ini punya start yang bagus dan pembangunan konflik yang kuat. Diawal kita sudah penasaran dengan seluk beluk kelompok Pyunsoo, hubungannya dengan kerajaan dan juga mengenai nasib pangeran mahkota yang harus memakai topeng. Aku juga menyukai saat mulai muncul konflik pangeran mahkota palsu naik menjadi raja dan dikendalikan oleh Pyunsoo, sedangkan pangeran mahkota asli masih belajar mencari cara mengalahkan Pyunsoo. Aku sudah memikirkan berbagai sKenario apa yang akan terjadi setelah itu, dan aku merasa wah makin seru nih. Emosinya kerasa banget. Dijamin pas nonton ini tuh bakalan greget sendiri sih sama sikap orang-orang.

Baca lebih lanjut