[REVIEW] REPLY 1988

Manusia itu makhluk social, dimana Ia tak bisa hidup sendiri. Manusia pasti membtuhkan sesama agar dapat bertahan hidup. Hubungan sosial antar manusia harus terjalin agar kita dapat benar-benar merasa hidup. Hubungan sosial sesama manusia ini diceritakan melalui drama Reply 1988.

Drama yang bergenre family , romance, comedy drama ini menceritakan mengenai lima keluarga yang bertetangga di daerah Ssangmundong Seoul. Masing-masing keluarga memiliki anak yang seusia yang sudah berteman semenjak kecil. Ada Si Kim Junghwan yang pintar namun cuek, Sung Sunwoo anak idaman tiap ibu karena pintar dan juga baik hati, Ryu Dongryong yang koplak malas namun kocak, Choi Taek sang master baduk yang kalem, dan terakhir satu-satunya gadis diantara mereka, Sung Deoksun yang kelakuannya koplak namun sebenarnya manis. Mereka menghabiskan masa muda mereka bersama dan merangkai cerita di Ssangmundong.

Alasan aku menonton drama ini, hey come on dude… it’s reply franchise! Aku sudah menyukai serial Reply 1994. Reply 1994 membekas dihati para penontonnya termasuk aku. Ditambah pemainnya ada Go Kyungpyo dan Park Bogum. Masih butuh alasan untuk menonton drama satu ini? Sedikit curhat, awalnya aku amat berniat untuk menonton drama ini dengan mengikuti tiap minggu selama masih ongoing, tapi boro-boro ngedrama, baca sinopisnya saja ku tak ada waktu, sehingga saat drama ini sudah tamat aku jadi sedikit kehilangan minat. mana saat aku mengintipnya sedikit ditempat ku membeli drama, Kingkong per episodenya menghabiskan waktu 1,5 jam. Walah dalah ku makin malas, karena aku tak yakin sempat menontonnya. Di Reply 1988 ini pun lumayan menghabiskan banyak memori sekitar 6gb. Jika ku beli di Kingkong harganya mencapai 12ribu *Bagi kalian yang hidup di Jatinangor, pasti tak asing dengan tempat membeli film,drama softfile di Kingkong. Fyi, kalau drama dihitungnya pergiga jadi 2 ribu/gb*. Aku yang sedang dilanda krisis merasa sayang menghabiskan uang sebanyak itu hanya untuk 1 drama. Untungnya temanku ada yang punya sehingga ku memutuskan untuk menonton.

Tak butuh waktu lama untuk menghabiskan drama ini jika kalian punya waktu luang. Ditengah waktu luangku ini *lebih tepatnya lagi kabur wkwkwk* aku menghabiskan drama ini hanya dalam 3 hari saja.  Drama ini walau per epiisodenya menghabiskan waktu 1,5 jam lebih bahkan menjelang akhir nyaris 2 jam, tapi drama ini tuh enggak bikin ngantuk. Enggak kerasa banget saat menonton ini tuh. Alurnya mengalir alami banget kayak sungai yang mengalir dari hulu ke hilir. Tiba-tiba sudah beres saja satu episode, dan jadi nagih untuk terus melanjutkan. Di hari pertama ku menonton drama ini lanngsung ku hajar 10 episode pertama sekaligus, soalnya memang enggak kerasa. Eh kok sudah beres lagi, lanjut lagi, gitu aja terus sampai tengah malam. Ditengah-tengah episode kita enggak menunggu-nunggu kapan sih episode ii selesai? Enggak ada kesan itu sama sekali, karena ya itu enggak kerasa banget. Alurnya enak banget parah!

Di Reply 1994 terkenal akan ceritanya yang benar-benar dekat dengan penonton. Ceritanya yang sederhana mengenai kehidupan sehari-hari sehingga mengena ke emosi penontonnya. Hal ini juga dirasakan saat kita menonton Reply 1988 ini. Ceritanya benar-benar dekat penonton. Menceritakan bagaimana kehidupan bermasyarakat yang saling membantu. Cinta pada keluarga dimana saling rebut tapi saling menyayangi, dan juga persahabatan yang saling mengenal satu sama lain. Cerita-ceria kayak gitu bagi kita yang bermasyarakat, bahkan yang memiliki hubungan yang sangat erat pasti akan menyukai drama satu ini. Emosinya kena banget. Aku benar-benar dapat merasakan apa yang dirasakan para tokoh. Benar-benar larut dalam setiap cerita dalam tiap episode.

Entah sudah berapa kali senyum-senyum sama ketawa sendiri gara-gara adegan kocak mereka. Konyolnya Ayah Junghwan, berantemnya Deoksun dengan sang kakak Sung Bora, expression lessnya Taek dan ayahnya, Dongryong selalu ditegur ayahnya saat di sekolah, dan masih banyak adegan lagi. Dibikin frustasi sama si Jungpal alias Junghwan yang enggak gerak-gerak untuk mendapatkan Deoksun. Dibikin meleleh dnegan sikap manisnya Taek, dan juga dibikin nangis sama Jungpal, Bora, cerita-cerita keluarga masing-masing. Aaah benar-benar emosi aku turut serta saat nonton drama ini.

Dari segi cerita kalau dibandingkan dengan Reply 1994 *dari Reply series, aku hanya belum pernah menonton yang 1997, jadi aku membandngkannya dengan yang 1994*, menurutku kalau dari segi cerita Reply 1988 memang paling bagus sih diantara Reply series yang aku tonton. Salah satu ciri khas Reply series adalah kita dibuat tebak-tebak berhadiah siapakah suami dari si tokoh utama, dan ini salah satu yang menyebalkan dari Reply series karena jadi perang shipper dan memainkan hati para pendukung second lead. Di Reply 1988 juga masih ada misteri mengenai siapa suami tokoh utama tapi tidak begitu kentara. Kalau yang aku rasakan hal yang mau ditonjolkan dari si 1988 ini tuh bukan kisah cinta lawan jenis, tapi kisah cinta antar sesama yaitu teman, tetangga, dan juga keluarga. Banyak hal yang bisa kita ambil dari hubungan mereka semua. Aku suka banget hubungan tetangga mereka sudah seperti hubungan keluarga yang saling membantu, mengkhawatirkan satu sama lain. Jika senang ikut senang, sedih pun ikut merasa sedih. Mungkin karena ini settingnya kan jaman tahun 1988an, dimana gadget belum canggih dan jadi komunikasi antar manusia belum semudah sekarang, tapi justru itulah yang membuat hubungan antar manusia lebih erat. Tidak seperti sekarang, dijamin hubungan kita dengan tetangga tidak seerat yang ada di 1988 ini, terutama di perkotaan, karena sekarang sudah serba canggih jadi kita bisa melakukan sendiri sehingga kita lebih menjadi individualis. Nostalgia yang ditawarkan di Reply 1988 ini yang amat menarik perhatian orang sehingga wajar mendapatkan rating yang amat tinggi.

Reply 1988 ini juga tidak berkutat pada kehidupan Deoksun saja, tapi setiap anggota keluarga yang hidup di Ssangmundong ini. Porsi masing-masing hampir sama banyak dengan Deoksun. Bahkan di episode awal-awal adegan Deoksun tidak begitu banyak, karena porsi ceritannya diambil oleh tokoh lain, tapi hal itu bukan kekurangan, malah kelebihan. Setiap orang punya cerita masing-masing dimana memiliki konflik yang menarik dan selalu ada hal yang diambil dari cerita setiap orang. Ada episode yang porsinya banyak dihabiskan menceritakan keluarga Jungpal, ada yang menceritakan Sunwoo dan ibunya, dsbnya.

Hal yang paling dekat dengan keseharian kita tentunya cerita mengenai keluarga. Cerita mengenai keluarga di Reply 1988 ini benar-benar banyak yang menyentuh, dan karena dekat dengan kita jadi emosinya benar-benar terasa. Saat Sunwoo yang sedih meihat ibunya harus bekerja, saat Bora dan ayahnya canggung tapi mereka tahu kalau mereka saling menyayangi, Dongryong yang merasakan kesepian karena ibunya sibuk bekerja, Jungpal yang amat menyayangi kakaknya walau bodoh, Jungbong. Aku dapat merasakan kesedihan yang mereka rasakan, karena jadi kebayang sama keluarga sendiri. Sedih kan kalau harus melihat ibu kita bekerja keras demi kita, cemas dan sedih melihat kakak yang tidak lulus ujian. Ikut merasa kesepian seperti Dongryong sehingga Dongryong jadi agak Bengal agar lebih mendapat perhatian. Aku ikut cemas juga saat Ibu Deoksun khawatir akan hasil tes kesahatannya karena takut terkena kanker, tapi yang paling kena sih kalau cerita masalah kekeluargaan sih hubungan antara Bora dan ayahnya.

Bora tidak begitu dekat dengan ayahnya. Terkadang Ia merasa canggung. Hal ini banyak terjadi antara anak perempuan dan ayahnya, begitu juga aku. Bora dan ayahnya tak pandai mengekpresikan perasaaan sayang masing-masing. Makanya berapa kali Bora membelikan baju dan sepatu untuk ayahnya salah ukuran, tapi ayahnya tetap saja bersikeras untuk memakainya. Bora merasa bersalah ddan tentu saja itu menyedihkan. Aku dibuat nangis badai saat Bora pindah mau ngekost dan ayahnya memberinya obat-obatan dan juga uang, lalu saat Bora menikah dengan Sunwoo. Mereka saling mengirim surat dan mengungkapkan rasa sayangnya karena sulit bagi mereka untuk mengucapkannya lewat mulut. Bora disitu menangis banyak, aku pun ikut menangis banyak karena aku dapat merasakan hal itu. Ngerti banget perasaan Bora yang harus lepas dari keluarga apalagi ayahnya. Walau tak begitu dekat, tapi Ia tetap menyayangi ayahnya. Sebagai anak perempuan ngerti banget perasaan yang seperti itu pada ayahnya. Ayah walaupun lebih banyak diam dibandingkan Ibu, tapi ayah lah yang paling khawatir jika anak perempuannya belum pulang juga saat malam, ayahlah yang siap jadi “superman” saat kita butuh bantuan apapun, seperti menjemput, mengantarkan, dsbnya. Daddy is first love every girls in the world. Kayaknya pas aku nikah aku bakalan kayak Bora yang menangis banyak. Membayangkannya saja sudah membuatku sedih :”””.

Baca lebih lanjut

Iklan

[FF] Listen To Me

Title               : LISTEN TO ME PLEASE

Rate               : 13+

Genre             : ROMANCE *seperti biasa -,-*

main Cast     : D.O EXO (DO KYUNGSOO) DAN BANG MINAH GIRLS DAY

OTHER CAST   : kim ryeowook super junior

length           : One shot

Author          : ngarang bebasnya HANAN HANIFAH

Disclaimer   : walau Minah udah punya pacar, tpi aku tetep ngeship minah-kyungsoo wkwkwk *padahal mereka ga ada momen*. SUKA NGGAK SUKA sih itu selera kalian, tapi mohon dengan sangat NO BASHING. GOMAWAEYO udah mau baca. MIANHAEYO kalo jelek. Aku sangat merespect orang yang menghargai karya orang, SO, PLEASE DON’T COPY THIS FF AND PLAGIARISM THIS. Please ENJOY =D.

 

“Yo, stand by ya…. lima… empat… tiga… dua…satu… on air!”

“Saat dunia penuh keacuhan. Saat semua orang orang menutup telinganya, dan ketika hati terlalu penuh untuk memendam semuanya sendirian. Rasanya menjadi terlalu gila jika tak terungkapkan. Tenang saja, D.O is here untuk bikin hati kamu lega.Aku akan menemani kamu dari jam 12.00 malam sampai jam 2.00 pagi nanti.” D.O mulai membuka acara radio miliknya.

“Hari sudah mulai berganti. Ada yang masih belum tidur? Kenapa enggak bisa tidur? Apa gara-gara kepikiran sesuatu? Ingin mengungkapkan itu semua, tapi enggak ada yang mau dengar. Waduh gawat nih kalau kalian sudah seperti itu sampai enggak bisa tidur. Enggak sehat tuh! Makanya, telingaku sudah siap untuk mendengar semua cerita kalian. Bagi kalian yang merasa gila karena sudah memendam semua sendiri dan ingin dibagi, angkat sekarang juga telepon kalian dan tekan 0285611085. Aku tunggu sekarang ya. Sambil menunggu telepon dari kalian, aku mau putar sebuah lagu yang bikin malam kamu terasa tenang. I think I love by Jamie Cullum. Ditunggu teleponnya.”

Intro lagu pun mulai mengalun melalui udara. D.O melepaskan headphonenya dan menjauhkan mikrofon dari mulutnya. Ia langsung menghela nafas dan matanya tampak agak menerawang. Melihat itu produsernya mengetuk kaca studio siaran.

Gwaenchana?” Tanya Ryeowook khawatir. D.O menjawab dengan anggukan.

“Tadi pas opening suara kamu terdengar agak lemas. Aku tahu kamu lagi sedih habis putus dari Minah, tapi tolong jangan sampai berpengaruh dengan kualitas siaranmu. Pendengar tak akan mau tahu apa yang terjadi denganmu, arasseo?”

“Iya, Hyung. maafkan aku.”

Ryeowook mengacungkan jempol ke arah D.O. terdengar suara dering telepon. Tampaknya sudah mulai ada penelepon yang ingin berbagi cerita. Ryeowook langsung mengangkat telepon tersebut.

“Ya SBC Radio, D.O is here program.” Jawab Ryeowook pada sebrang telepon. “Ah ya, ingin cerita on air? Boleh, dengan siapa?”

Begitu mendengar jawaban dari sang penelepon, Ryeowook langsung terdiam kaget. Ia pun memastikan lagi dengan jawaban penelepon, dan sang penelepon meyakinkan Ryeowook. Setelah yakin, sorot mata Ryeowook berubah menjadi bersemangat.

“Oke, baiklah. Tunggu sekitar 2,5 menit lagi yaa. Nanti kalau sudah terdengar suara D.O menyapamu, barulah kau bicara.” Ryeowook memberikan arahan kepada penelepon.

“Kyungsoo, siap-siap sudah ada penelepon!” Seru Ryeowook.

“Siap! Siapa namanya?” Tanya Kyungsoo.

“Dengar saja nanti sendiri. Ingat suaramu jangan lemas ya!”

Kyungsoo mengangguk mengerti. Ia langsung memakai kembali headphone dan mendekatkan mikrofon ke mulutnya. Ia mengatur nafasnya untuk membuat emosinya stabil dan berdeham beberapa kali agar suaranya terdengar enak saat mengudara.

Ryeowook dibalik ruang kontrol tampak mengacungkan lima jari. Ia mulai menghitung mundur. Jarinya berkurang satu persatu dari lima ke empat, lalu ke tiga, kemudian ke dua, dan terakhir ke satu. Acara kembali dimulai.

“Ah tampaknya sudah mulai ada penelepon. Seperti biasa jika aku bilang ‘hallo, D.O is here’ dan kamu jawab dengan “Hi, D.O listen to me please!.”

hallo, D.O is here!”

“Hi, D.O listen to me please.” Jawab sang penelepon. Begitu mendengar suara penelepon, dahi D.O agak mengerut. Iya tampaknya mengenali suara sang penelepon, tapi Ia ragu dengan itu. Ia pun mengacuhkan hal tersebut.

“Telingaku sudah siap untuk mendengarkanmu! Ya dengan siapa ini?”

“Bang Minah.” Mata D.O langsung melebar. Ia terkejut dengan nama penelepon. Dugaannya ternyata benar. Pantas saja Ia sangat mengenali suara penelepon. Ternyata adalah mantan kekasihnya yang baru putus selama 12 jam. D.O langsung melotot pada Ryeowook sebagai bentuk protes. Ryeowook membalasnya dengan memalingkan muka sambil tersenyum licik. Rasanya D.O ingin menutup acara ini, tetapi Ia adalah seorang penyiar profesional. Siapapun pendengarnya harus Ia hadapi.

“Oh hai, Minah! Ada apa nih?”

“Aku sedang sedih, D.O.”

“Sedih kenapa? Ceritakan dong permasalahanmu. Aku siap mendengarkanmu.” Sahut D.O berusaha ceria. Ia tak ingin pendengar yang lainnya menyadari kecanggungan interaksi on air ini.

Baca lebih lanjut

[FF] Behind The Case of Amnesia Soul

Title               : behind the case of amnesia soul

Rate               : pg +13

Genre             : MYSTERY, SUPERNATURAL, a little bit ROMANCE

cast               : D.O EXO, MINAH GIRLS DAY, CHEN EXO, HEECHUL SJ, LEETEUK SJ, L INFINITE, BARO B1A4, JIYEON T-ARA

length           : One shot

Author          : HANAN HANIFAH

Disclaimer   : awalnya FF ini tuh buat lomba, tapi ternyata belum rezeki aku. Aku ga menang. SUKA NGGAK SUKA sih itu selera kalian, tapi mohon dengan sangat NO BASHING.GOMAWAEYO udah mau baca. MIANHAEYO kalo jelek. Please ENJOY =D.

 

“kau pelakunya!” tunjuk D.O pada seorang pria “kau yang membunuhnya. Dia tidak bunuh diri. Awalnya kau menyekapnya, hal itu terlihat dari tubuhnya seperti ada bekas ikatan tali. Setelah kau menyekapnya kau menggantungnya, seolah-olah Dia bunuh diri”

“mana buktinya kalau aku membunuh hah? Kau menuduhku sembarangan!” Pria itu tidak menerima jika dirinya dituduh

“hah? Buktinya? Eu….” D.O terdiam sesaat namun kemudian Ia melanjutkannya “eu… pasti di tasmu ada tali yang sama dengan tali yang terlilit dileher korban”

Polisi pun memeriksa tas Pria tersebut, dan benar ditemukan tali yang sama. Akhirnya Pria itu pun tak bisa menyanggah lagi. Polisi pun memborgol pria tersebut dan membawanya ke kantor polisi.

“terima kasih D.O. Sekali lagi kau memecahkan kasus pembunuhan dalam waktu singkat” ujar Heechul yang merupakan inspektur kepolisian

“ah iya sama-sama” ucap D.O

“nanti kalau kau sudah lulus, kau jangan melamar di televise atau Koran. Sudah kau jangan jadi jurnalis, kau jadi detektif saja di kepolisian kami hahahaha” canda Leeteuk, rekan kerja Heechul

“ah  betul, aku setuju hahahaha” timpal Heechul

“hahaha baiklah, nanti saya pikirkan setelah lulus”

“kalau begitu kami permisi dulu” pamit Heechul

D.O melirik keadaan sekitar, memastikan bahwa disekitarnya tak ada orang.

“ah udah enggak ada orang. aku sudah mengungkap siapa yang membunuhmu. Sekarang pergilah dengan tenang ke alammu” ujar D.O

“iya terimakasih sudah memberitahu mereka siapa yang telah membunuhku. Dengan begini aku bisa pergi dengan tenang. Terima kasih”

D.O melambaikan tangannya. Tiba-tiba terdengar suara tepukan tangan.

“prok-prok-prok hebat… sudah kuduga” cibir Chen yang muncul dari balik pintu “sudah kuduga ada yang salah denganmu. Untuk kesekian kalinya kamu berhasil memecahkan kasus pembunuhan kurang dari sejam. Baru saja aku mengumpulkan bukti-bukti, kau sudah memecahkannya lagi.”

D.O tersenyum miring “terima kasih atas pujianmu”

“tapi sayang pujian itu bukan untuk kemampuan analisismu, tapi karena kau berhasil menipu orang-orang. mereka berpikir kalau kau memiliki kemampuan analisis yang hebat. Orang berwajah tablo sepertimu itu enggak mungkin memiliki kemampuan analisis diatas aku. Analisis kamu itu begitu rendah. Aku tahu, kamu bisa memecahkan kasus-kasus itu menggunakan kemampuan supernaturalmu itu” tuduh Chen sinis

“analisa darimana itu? Emangnya kamu ngelihat kalau aku menggunakan sixth senseku?” Tanya D.O

“aku emang enggak bisa lihat arwah korban yang berusaha memberitahumu, tapi aku beberapa kali melihat kau berbicara sendiri. Seantero kampus kan sudah tahu kalau kamu bisa ‘ngelihat’ jadi aku berspekulasi kalau kau bisa memecahkan kasus karena bantuan arwah, bukan otakmu”

D.O hanya diam mendengar analisa Chen. Tak menampik tapi tak mengiyakan.

“kenapa diem? Bener ya analisaku? Hm… ya sudahlah” cibir Chen sambil meninggalkan D.O sendirian. D.O yang kesal hanya bisa memukul tembok.

D.O dan Chen merupakan teman sejurusan. Sudah menjadi rahasia umum di kampus mereka, jika mereka berdua adalah saingan berat dalam segala aspek. Akademik, non-akademik, ketenaran, dsb. Mereka berdua juga terkenal sebagai detektif. Mereka berdua telah beberapa kali memecahkan kasus-kasus kriminal yang terjadi di sekitar mereka. Sebenarnya Chen lebih sering memecahkan kasus tetapi untuk kasus pembunuhan seringkali D.O yang lebih dulu memecahkan dari Chen. D.O dapat memecahkan kasus pembunuhan karena Dia memiliki sebuah rahasia.

D.O memiliki sixth sense. Dia bisa melihat dan berkomunikasi dengan makhluk astral. D.O menggunakan kemampuan sixth sensenya tersebut untuk memecahkan kasus, karena memang benar apa yang dikatakan Chen, kemampuan analisis D.O begitu rendah. Setiap terlibat kasus pembunuhan, D.O selalu menebak pelakunya melalui arwah korban. Dia bertanya dan meminta arwah korban untuk menceritakan apa yang terjadi saat Ia dibunuh. Saat D.O mengeluarkan analisa, arwah-arwah tersebut membisikkan kejadian yang terjadi. Oleh karena itu analisa D.O selalu rinci dan detail. Hanya dalam waktu sejam Dia sudah bisa menemukan pelakunya. Padahal normalnya butuh waktu berjam-jam untuk memecahkan kasus-kasus yang terjadi. Itu membuat kagum para petinggi polisi, seperti Heechul dan Leeteuk. Semenjak D.O sering memecahkan kasus pembunuhan, reputasinya menjadi tinggi dan baik, dan itu tentu saja membuat Chen sirik. Baca lebih lanjut