EXO 3rd Album : EX’ACT [a Little Review]

Dari dulu pengen banget ngereview album musik, tapi aku enggak pernah berani melakukannya. Kenapa? Karena aku sama sekali enggak mengerti musik. Aku enggak tahu tekhnik bernyanyi ataupun bermusik, aku gatau musik yang bagus yang seperti apa, aku tidak tahu lagu ini tergolong genre apa, aku buta nada dan buta musik pokoknya. Yang aku tahu hanya, ah lagu ini enak banget di telinga, ah suara dia bagus banget, wow permainan pianonya memukau. Hanya sebatas itu. Aku hanyalah seorang yang amat suka mendengar musik yang enggak bisa satu hari pun tanpa musik *andai hal yang sama juga terjadi pada al quran, Ya Allah maafkan hambamu ini #edisiramadhan* , aku hanyalah seorang penikmat musik. Jadi aku tak punya hak untuk menjudge lagu ini bagus, lagu ini sampah, lagu enggak jelas. Aku hanya bisa menilai lagu ini enak, ramah di telinga aku. Lagipula musik itu masalah taste, selera. Selara tiap orang pasti berbeda-beda, ada yang enggak neko-neko sukanya pop, ada yang suka antimainstream musik-musik indie-alternative, atau yang berat macam jazz, atau ingin berjingkrak-jingkarak dengan edm. Makanya menurut aku bisa saja lagu ini enak luar biasa, bisa saja menurut orang lain ini aneh, karena tak sesuai dengan telinga masing-masing. Ya seperti itu lah pokoknya.

Aku menjadi seorang sm stan, karena musik yang mereka keluarkan cocok dengan telinga aku. Mereka tidak bermain di genre hip hop yang asing di telingaku *walau sekarang sih sudah cukup familiar karena sebagian besar grup kpop menggunakan genre hip hop*. Hanya sedikit lagu dari sm yang menggunakan genre hip hop sebagai track title, itu pun digabung dengan genre baru yang cukup unik aneh tapi nagih macam I Got A Boy nya SNSD dan juga Wolf nya EXO. Sebenarnya banyak dari track title lagu sm yang aneh tapi lama-lama nagih dan nempel. Menurutku itu adalah tipe lagu yang bagus karena akan terngiang-ngiang terus-terusan dan akan susah bosan karena banyak nada kejutan yan bikin nagih. Walaupun track titlenya aneh-aneh tapi just trust me, lagu-lagu yang non track title biasanya enak-enak banget dan nyaman banget di telinga. Walaupun sekarang sm mulai agak jarang menggunakan track title yang bikin kita berkata “jir lagu apa ini?” tapi lama-lama bikin nagih. Sekarang sm lebih sering menggunakan musik yang lebih pop kontemporer, funk mungkin dengan sentuhan edm yang lebih nyaman di telinga. Satu lagi bikin aku suka dengan lagu-lagu sm adalah biasanya sm juga suka memberi sedikit sentuhan RnB, Soul, dan Jazz dimana ketiga genre itu genre yang aku sukai, terutama pada f(x)*musik mereka unik banget, that’s why dari segi musik aku lebih menyukai f(x) dibanding snsd*, SHINee *their first album really RnB touch*, dan juga EXO.

EXO merupakan salah satu idol sm yang schedule ngeluarin albumnya jelas. Ya at least setahun sekali mereka mengeluarkan album baik mini maupun full. Setiap winter menjelang Christmas pasti ada lagu khusus. Ya sebagai salah satu mesin atmnya sm mereka terhitung produktif dibanding artis sm yang lain. Setelah mengeluarkan 2 full album also repackaged, dan 4 mini album termasuk 2 mini album edisi musim dingin, tahun 2016 ini EXO mengeluarkan full album mereka yang ketiga yang bertajuk EXA’CT. Aku cukup greget untuk enggak berbicara mengenai album ini karena album ini cukup berkesan dan nempel di telinga aku. Aku review ini dari segi kenikmatan aku terhadap album ini dan juga sebagai pendengar musik yang suka banget sama mereka. Aku takkan mereview dari segi musik, karena aku tak mengerti. Aku akan sangat sok tahu di tulisanku kali ini, jadi kalau ada yang salah maafkan. *Bow*

 Album EX’ACT ini menurutku cukup berbeda dengan album-album mereka sebelumnya. Album ini merupakan ful album pertama mereka yang resmi mereka bersembilan, dan member exo-m cuman sisa 3. Aku jadi bertanya-tanya, apakah album ini versi korea dan cinanya akan berbeda yang menyanyi sama sepeti album-album sebelumnya, ataukah seperti sing for you, dimana semua member nyanyi di kedua versi.

Hikmah dari para mantan yang pergi begitu saja meninggalkan hati exo-l yang lemah namun kini tegar adalah memberikan kesempatan member lain yang selama ini tenggelam untuk muncul ke permukaan menunjukkan skill bernyanyi mereka. Oleh karena itu, akhirnya sm memutuskan untuk semua member bernyanyi di kedua versi. Semuanya mempunyai part masing-masing di kedua versi. Hanya saja aku sempat berpikir jika mereka bernyanyi di kedua versi, biasanya member m akan lebih dominan di versi cina, seperti di sing for you atau repackaged Love Me Right. Ternyata setelah ku dengarkan kedua versi, kudengarkan baik-baik, dan memastikannya dengan melihat individual part di internet, ternyata versi korea dan cina part individunya tak berbeda jauh. Bahkan cenderung sama. Member m tak banyak dapat porsi di cina. Hal ini membuatku sedikit kecewa, mengingat kesayanganku, chen partnya menjadi lebih sedikit. Padahal aku ingin mendengar banyak suara dia, mengingat lagu-agu di album ini cocok dengan warna suaranya, tapi  at least Jongdae selalu memperkuat dengan backing vocalnya yang menawan. Selain itu lagu-lagu di album ini tak menggunakan high note yang wow, padahal aku rindu Chen high note, atau enggak ya setidaknya Baekhyun high note gitu.

Berbicara part pun, hikmah dari tiga orang pulang kampung selamanya, membuat part bernyanyi jadi lebih rata dibanding album-album sebelumnya. Semua member mendapat part di setiap lagu lebih dari 1 line. Xiumin yang selama ini hanya kebagian 1 line atau malah menjadi seorang rapper, kini mendapatkan part nyanyi yang hampir sama banyak dengan suho *banyakan suho sih tetep*. Terima kasih SM telah memberikan part yang lebih banyak pada Xiumin. Dia layak mendapatkan itu, dia itu seorang vokalis bukan rapper. Sehun pun yang biasanya ngerap seucrit, kini dia berbagi part dengan Chanyeol yang tak lagi maruk. Kai sejak kapan kamu menjadi vokalis? Part dia di setiap lagu terhitung banyak loh dibanding sebelumnya, dan juga dibanding pekerjaan dia sebagai main dancer. Bahkan partnya sama banyak dengan Xiumin.  Namun resiko dari part yang lebih rata, para main vocal kebagian lebih sedikit dari biasanya. Ya resiko boyband beranggotakan banyak dan pada bisa nyanyi *ya tapi walaupun mereka idol yang cenderung sebagai entertainer tapi basis mereka adalah penyanyi, jadi mereka harus bisa bernyanyi*. hanya saja yang tak berkembang partnya hanya Lay. Suara di tuh bagus, dia bisa menjadi seorang main vocal, tapi sm lebih meletakkan dia sebagai main dancer. Entah karena kesibukan Lay, sehingga sedikit waktu merekam lagunya atau Suudzonnya bentuk diskriminasi *astagfirullah enggak boleh berburuk sangka nan, ramadhan*. Aku harap sih selanjutnya Lay lebih dapat banyak part.

Aku merasa di album ini EXO lebih mature. Jika di album-album sebelumnya, lagu-lagunya masih terdiri berbagai genre namun tetap ada benang merah yang menghubungkan, sedangkan di EX’ACT ini lebih ke sejenis saja. Enggak macam-macam, jadi memang enggak begitu terasa pindahnya satu lagu ke lagu yang lain kalau kita sedang mengerjakan hal lain sambil mendengarkan album lain. Kalau d EXODUS kan agak beragam ya lagunya, ada yang agak hip hop macam transformer, ada yang agak orchestra epic gimana gitu macam El Dorado, atau agak funk jazz macam playboy. Kalau sekarnag tuh lebih ke RnB dengan sentuhan EDM dan juga funk soul kali yaaa… aku bingung mendeskripsikannya karena aku enggak ngerti musik, tapi sependengaran aku sih seperti itu. Menurutku EXO tuh enggak pernah lepas dari funk dan edm sih. Di album ini pun EXO tidak memasukkan hip hop seperti sebelum-sebelumnya. That’s whyi like this album. Terima kasih tidak mencoba hiphop sehingga amat renyah di telinga aku. Ya seperti ku bilang aku memang tidak begitu suka genre hip hop makanya aku dulu sempat tidak tertarik dengan bts karena awal muncul amat hip hop, sekarang mereka lebih pop makanya sekarang aku jad melirik setiap mereka comeback. Lagipula kalau EXO mau ke hip hop rapper mereka bukan rapper hip hop. Rapper mereka ya sekedar bisa ngerap seperti rapper sm pada umumnya. Mending enggak usah, dan sm tahu hal itu. Hip hop isn’t sm style *tapi enggak tahu nih NCT bakalan gimana, takut nge hip hop euy, mengingat mereka belum mengeluarkan album, dan single The 7th Sense cukup Hiphop dengan sentuhan EDM tapi yang Without You nya pop band banget, semoga sm tetap pada jalurnya sih*. Baca lebih lanjut

[REVIEW] EXO NEXT DOOR

Para fangirl pasti setidaknya pernah berimajinasi jika saja tetangga depan rumah adalah dorm idol favorit masing-masing. Kalau tidak, aku yakin seorang fangirl pasti pernah membayangkan agar bisa dekat dengan oppa, bercita-cita menjadi manajer, stylist, staf, bahkan mungkin kita rela menjadi seorang tukang cuci agar bisa dekat dengan mereka. Hal-hal semacam itu ternyata dialami oleh Ji Yeonhee di webdrama EXO Next Door.

Webdrama yang berdurasi sekitar 10-12 menit ini mengusung genre paling lumrah, romance, comedy. Drama ini menceritakan sebuah grup idol terkenal, EXO yang beberapa anggotanya yaitu Chanyeol, D.O, Baekhyun, dan Sehun pindah ke rumah kakek Chanyeol dimana Chanyeol memiliki tujuan untuk mencari kalung yang diberi kakeknya di rumah itu. Kepindahan mereka ternyata membuat seorang gadis tetangga, Ji Yeonhee mengalami pengalaman baru, menjadi asisten rumah tangga grup idol terkenal. Ternyata Chanyeol dan Yeonhee memiliki keterkaitan masa lalu.

Kalian yang sudah mengikuti blog ku sudah pasti bisa menebak alasanku menonton drama ini, ya jelas sekali, karena ini dramanya E-X-OEXO-L dijamin pasti menonton ini karena oppa-oppa mereka berakting. Aku sebagai yang ngefans berat sama mereka * mereka berakting. Aku sebagai yang ngefans berat sama mereka *duh ingin ngaku sebagai exo-l, tapi ga beli albumnya huhuhu*, jadi suatu keharusan untuk menonton drama tersebut. Lagipula aku ingin tahu kemampuan akting para member selain D.O.

Drama ini sebenarnya fanfict banget, dimana seorang gadis yang ngefans *asumsikan saja begitu karena kamarnya penuh poster EXO, walau sebenarnya itu promosi*, tiba-tiba mendapat tetangga baru segerombol artis terkenal yang Ia suka, terus kerja disana, dan malah terlibat cinta segitiga. Itu tuh bagi kami para fangirl terutama internasional fans adalah sebuah khayal babu tingkat alam semesta, alias MIMPI LU! Hal kayak gitu tuh cuman ada di dunia fanfict, bahkan dunia drama pun itu terlalu khayal babu rasanya. Untungnya sih ini cuman webdrama, jadi masih terasa normal. Kalau ini bukan webdrama, dijadikan sebuah drama dengan satu episode berdurasi 60 menit, dijamin orang-orang akan merasa bosan karena jalan ceritanya terlallu dongeng.

Yeonhee tuh beruntung banget, diperebutkan dua pria tampan, bahkan salah satunya sudah menyukainya dari kecil dan bertahan sampai sekarang. She’s his first love. Beruntugnya lagi dia bisa bekerja di rumah mereka, sering ketemu mereka. Adek rela bang jadi babu asal bisa dekat abang…. Huhuhu seperti itulah perasaan EXO-L menonton drama ini. Makanya kurang dongeng apalagi drama 16 episode ini?

Drama ini menghibur kok, apalagi bagi seorang EXO-L. Jalan ceritanya memang dengan mudah sekali tertebak, Chanyeol dan Yeonhee adalah teman masa kecil, dan kalung yang dicari Chanyeol ada di Incheon te. Hl itu benar-benar bisa tertebak, tapi eksekusi ceritanya menarik sih. Aku suka pembawaan plotnya yang mengalir dengan lancar dan aku merasa terhibur sih menonton itu. Komedinya sanggup membuatku ngakak, walau awal-awal komedinya agak terlalu komik, tapi makin kesini gimmicknya makin alami.

Setiap episode pasti kita akan dibuat tertawa oleh tingkah laku Yeonhee yang amat koplak atau dengan kelakuan adiknya, dan tak lupa tingkah laku anak EXO, Baekhyun dan Sehun yang benar-benar segar karakternya. Paling lucu sih kalau sudah adegan Sehun dengan adik Yeonhee. Mereka berdua ini masih bocah, jadi kelakuannya bodoh, koplak. Aku suka banget sama bromance mereka. Padahal mereka enggak satu grup, tapi bisa cepat akrab. Kalau di dalam grup gimana? *eeeeh….*.

Adiknya Yeonhee ini benar-benar penambah bumbu komedi banget. Dia belum dewasa, tapi sebagai lelaki dia amat menjaga Yeonhee sehingga sempat menyuruh Yeonhee menjauh dari anak-anak EXO, karena mereka alien dengan superpower. Adiknya sempat mencari info mengenai EXO, dan membaca konsep superpower mereka. Adik Yeonhee yang baru lulus SMA ini, pikirannya masih kekanakan menjadi mempercayai bahwa mereka adalah sekumpulan alien dengan kekuatan supranatural.. Lucu banget dia amat mempercayai itu, dan bilang ke sehunnya pula! Terus adegan Dia dan Sehun lari dari kejaran fans, lebay sih, tapi itu lucu serius deh. Adegan mereka ngopi bareng. Ah serius suka sama bromancenya mereka.

Baca lebih lanjut

[FF] Between Now and Past

Title               : BETWEEN NOW AND PAST

Rate               : pg

Genre             : ROMANCE, FRIENDSHIP, a little DRAMA  

main Cast     : EUNJI A-PINK, SUHO EXO, GONGCHAN B1A4

OTHER CAST   : KYUNGSOO (D.O EXO), MINAH GIRLS DAY, BOMI A-PINK, SUNGJONG INFINITE

length           : One shot

Author          : buatannya HANAN HANIFAH

SUMMARY      : Hidup harus memilih, kita tak boleh egois.

Disclaimer   : sebelum masuk kuliah, Aku target aku harus posting ff, tapi berhubung lagi ga mood nulis, jadi mungkin agak aneh.  SUKA NGGAK SUKA sih itu selera kalian, tapi mohon dengan sangat NO BASHING. GOMAWAEYO udah mau baca. MIANHAEYO kalo jelek. Aku sangat merespect orang yang menghargai karya orang, SO, PLEASE DON’T COPY THIS FF AND PLAGIARISM THIS. Please ENJOY =D.

 

“Nonton yuk!” Ajak Suho sambil merangkul Eunji. Mereka berdua berjalan bersama.

“Jangan sekarang, Aku enggak bisa.” Tolak Eunji dengan nada sedih.

Suho mengernyitkan dahinya, “Lah kenapa?”

“Biasa, Aku mau ngumpul sama anak-anak.”

“Lagi? Bukannya minggu kemarin sudah?”

“Mumpung liburan, jadi Kita mau main. Kan jarang-jarangnya Kita bisa main bareng. kita semua kan punya kesibukan yang berbeda. Kuliah lah, organisasi lah, dan lainnya.”

“Kita kan juga jarang kan. Ketemu paling seminggu sekali gara-gara Aku kerja.” Protes Suho.

“Ya tapi kan seminggu sekali pasti ketemu. Kalau sama mereka kan sebulan sekali saja belum tentu.” Debat Eunji.

“Buat Gongchan saja selalu ada, Buat Aku susah.” Sindir Suho dengan matanya melirik ke kiri atas.

“Kenapa sih harus Gongchan? Lagian Gongchannya juga enggak ikut! Kenapa enggak yang lain? Kayak Kyungsoo, Taemin, atau Sungjong!” Eunji kesal karena Suho membawa-bawa Gongchan.

“Ya wajar dong kalau ngebahas Gongchan. Diantara mereka berempat mantan Kamu kan Gongchan!”

“Ya Tuhan! Itu kan masa lalu. Sudah 3 tahun yang lalu!” Seru Eunji kesal karena Suho masih saja cemburu dengan Gongchan.

“Mantan tuh cuman status saja. Kelihatannya kok kalian masih berhubungan dekat?” Ujar Suho dengan wajah malas.

“Ya masalahnya Kita teman satu permainan. Kan enggak mungkin kalau Aku ngejauhin Dia!.”

“Tapi bisa kan enggak usah dekat banget?”

Eunji menghela nafas kesal. Ia menepis lengan Suho dari bahunya. “Sudahlah,Oppa. Aku malas ribut. Lagian aku sudah ditungguin sama mereka.”

“Oke, Ya sudah Aku antar. Kumpul dimana?” Suho mengalah untuk tidak memperpanjang keributan.

“Di rumah Minah. Tahu kan?”

“Oh yang rumahnya dekat dengan Minho?”

“Iya. Yuk ah cepat!” Eunji menarik lengan Suho agar berjalan lebih cepat.

*****

Uno!” Eunji mengeluarkan kartu Uno yang bisa membuat si pemilik kartu merubah warna. Eunji mengeluarkan kartu sambil tersenyum penuh arti. “Aku mau warna biru!”

Lawan main Eunji tinggal Gongchan seorang. Dua orang lainnya, yaitu Minah dan Kyungsoo berhasil menghabiskan kartu terlebih dahulu. Gongchan tampak percaya diri. Kartu ditangannya tinggal berjumlah dua. Kyungsoo yang disamping Gongchan ikut tersenyum melihat kartu yang dimiliki Gongchan.

“Jangan Kamu pikir Kamu bisa menang,” Gongchan mengeluarkan kartu bergambar 4+ sambil tersenyum meremehkan, “Uno.”

Muka Eunji langsung seketika pucat. Melihat muka Eunji pucat, Gongchan tersenyum penuh kemenangan. Hanya saja sedetik kemudian, raut wajah Eunji langsung berubah menjadi ceria.

“Kamu kira Aku enggak bisa balas?” Eunji mengeluarkan kartu yang sama dengan Gongchan sambil berkata, “Uno games.”

Damn!” Gongchan melemparkan kartu yang tersisa ditangannya dengan kesal. Ketiga temannya melihat itu tertawa puas.

“Hahaha. Sudah senang-senang, tahunya Eunji punya kartu yang sama juga. Hahahaha.” Minah tertawa puas.

“Anda kurang beruntung,bro!” Kyungsoo menepuk bahu Gongchan. Eunji tertawa sampai keluar mata saking puasnya. Melihat teman-temannya mentertawakannya dengan puas, Gongchan mendelik dengan kesal.

Suara tawa mereka tiba-tiba terhenti dengan suara telepon.

Handphone siapa itu yang bunyi?” Tanya Minah.

It’s mine.” Jawab Eunji sambil mengeluarkan handphonenya dari saku celana jeansnya. “Yeobeoseyo. Ada apa Oppa? Eu… sekarang…sekarang Aku lagi dijalan pulang ke rumah kok. Tenang saja Aku diantar oleh Kyungsoo kok, Dia mau mengantarku pulang tenang saja. Sudah ya. Dadah.”

Kyungsoo melongo mendengar jawaban Eunji ditelepon, “Kau berbohong pada Suho?”

Baca lebih lanjut

[FF] Bunuh Diri

Title               : bunuh diri

Rate               : pg 13+

Genre             : horror, supernatural, life, and a little bit ROMANCE

Cast               : kim taeyeon snsd, kim heechul super junior, im yoona snsd

length           : One shot

Author          : siapa lagi kalau bukan HANAN HANIFAH

Inspired        : Novel danur by risa saraswati chapter danur kasih

Disclaimer   : nampaknya bulan ini merupaka bulan penuh ide. Saat uas di depan mata, dan lapak menanti, sempet-sempetnya nulis FF. aku milih tokoh utamanya Taeyeon, karena pengen aja, enggak ada alasan lain SUKA NGGAK SUKA sih itu selera kalian, tapi mohon dengan sangat NO BASHING.GOMAWAEYO udah mau baca. MIANHAEYO kalo jelek. Please ENJOY =D.

 

“argh” Kepalaku terasa pusing. Begitu berat untuk membuka kelopak mataku. Kupaksakan untuk membuka mata. Perlahan-lahan aku membuka mata, walau semakin lebar aku membuka mata, kepalaku semakin pusing. Begitu membuka mata terlihat dengan samar cahaya putih. Ah… apakah aku sudah berada di dunia lain? Akhirnya, aku berhasil pergi dari dunia fana yang penuh kebullshitan. Sayangnya, ternyata aku belum pergi menuju akhirat. Ketika mataku sudah terbuka secara sempurna, aku baru sadar bahwa aku masih hidup. Ternyata cahaya putih itu berasal dari lampu neon. Jika aku belum mati berarti kini aku berada di….. segera kulirik tangan kananku. Tepat dugaanku, aku berada di rumah sakit. Kini di tangan kananku tertusuk jarum infus. Argh sial! Kenapa aku masih hidup juga?! Aigo, kepalaku pusing sekali. Aku pun memejamkan mataku kembali

Terdengar bunyi pintu dibuka. Seseorang masuk ke dalam kamar rawatku.

“Taeyeon-ah! Apakah kau sudah sadar?” dari suara dan gaya bicaranya aku tahu siapa yang datang. Tetanggaku yang sangat berisik.

“hm..” jawabku sekenaku

“ah syukurlah. Sebenarnya apa yang kau lakukan? Saat aku masuk rumah aku shock menemukanmu dalam keadaan mulut berbusa dan disamping mu itu ada sebotol obat racun serangga yang sudah kosong. Ada apa denganmu? Selelah itu kah kau menjalani hidupmu ini?”

Aku hanya diam tak menjawab.

“Ya! waeyo? Jangan diam saja!” hardik Heechul

“bukan urusanmu,Oppa!”

“ya! tentu saja ini urusanku! Kau ini tetangga terdekatku, sebelum ayahmu meninggal, beliau menitipkanmu padaku! Jadi aku harus tahu apa yang terjadi pada dirimu sebenarnya? Sebenarnya aku benci untuk mengatakan ini, karena ini membuatku terlihat tua, tapi melihat keadaanmu yang seperti ini akan ku katakan, anggaplah aku ini walimu! Aku akan bertanggung jawab apa yang terjadi pada dirimu!” lama-lama Oppa tampak kesal karena sikapku yang acuh akan perhatiannya

“kalau begitu, kalau aku anggap kau waliku yang bertanggung jawab atas diriku, apakah kau bisa menyelesaikan masalahku? Bisa kah kau melepaskan ku dari jeratan mereka?”

Oppa terdiam mendengar pertanyaanku. Cih, sudah kuduga pasti dia takkan mau dan takkan bisa.

“kau pasti tak mau kan membayarkan semua hutang yang ditinggalkan ayahku yang jumlah hingga 500 juta?” cibirku

“aigo, Bukan begitu Taeyeon-ah, tapi…..”

“tapi apa? Sudah kalau kesini hanya untuk merecok, pergi dari sini” usirku dengan kasar

“Hei! Bagaimana bisa kau mengusir dewa penolongmu? Harusnya kau berterima kasih padaku! Jika Aku tak berniat meminjam panci dari apartemenmu, kau pasti sudah pergi dari dunia ini! aku lah yang membawamu ke rumah sakit! Aku sudah melakukan kebenaran, kau malah mengusirku” omel Heechul

“kenapa kau membawaku ke rumah sakit? Kenapa kau tak membiarkan ku mati? Dengan membawaku ke rumah sakit, itu membuat pengeluaranku bertambah! Kau tahu kan aku tdak punya uang?! Jangankan untuk membayar biaya rumah sakit, biaya makanku pun tak ada!” hatiku mulai sakit mengingat betapa miskinnya aku.

“janganlah kau khawatirkan biaya rumah sakit, itu masalah gampang”

“YA!!!!” teriakku dengan histeris “oppa bilang ini masalah gampang? Siapa yang akan membayar semua ini?! memangnya kau punya uang untuk membayar semua ini? seharusnya kau tak menolongku! Kalau aku mati kau tak usah susah-susah mengeluarkan uang tabunganmu untuk membayar biaya rumah sakitku. Seharusnya kau membiarkanku mati, Oppa”

“kenapa kamu begitu ingin mati?, hah?” seru Heechul dengan penuh emosi

“aku ingin mati… aku ingin mati…” air mataku mulai menetes hatiku begitu sesak. Aku benar-benar tak kuasa menanggung beban hidupku ini “aku tak mau hidupku menjadi kotor, seberusaha apapun aku mencari uang, tapi tetap saja 500 juta takkan terkumpul hanya dalam waktu 2 bulan. Aku tak ingin hidupku dihabiskan di klub malam untuk memenuhi hasrat pria jalang”

Melihat air mataku yang mengalir deras, Oppa duduk ditempat tidurku, lalu dia menghapus air mataku dengan tangannya. Dengan nada yang lebih lembut dia berkata “aku tahu kau tak mau hidupmu seperti itu, dan aku pun tak ikhlas jika kehidupanmu akan seperti itu, tapi pasti ada jalan lain kan selain bunuh diri?”

“jalan lain apa? Aku tak punya pilihan lain. Aku tak mau hidupku menjadi pelacur, lebih baik aku mati saja!”

“tapi bunuh diri takkan menyelesaikan masalah!”

“tapi selain cara itu, aku tak tahu lagi jalan yang lain. Aku tak tahu apa yang harus ku lakukan. Nan eotte? Eotteokhae? Eottekhae?” tangisku makin terisak-isak. Betapa sakitnya hati ini jika mengingat kepedihan hidupku.  Aku pun terus menangis. Oppa hanya melihat ku dengan tatapan sedih.

Kini aku ingin sendiri dulu. Aku butuh waktu untuk merenungkan ini semua. Aku tak ingin diajak bicara dengan siapapun, karena itu aku pun mengusir Oppa “leave me alone,Oppa

ani, kau tak boleh ditinggal sendiri, bisa-bisa kau kabur dari sini” tolak Heechul

Ide bagus. Seharusnya aku mencoba hal itu

“tinggalkan aku sendiri,Oppa. Aku butuh waktu berpikir. Jebal”

“baiklah kalau itu maumu,tapi kau jangan kabur, apalagi mencoba bunuh diri kembali. hidupmu terlalu berharga untuk kau akhiri dengan cara kotor seperti ini” Pesan Heechul

Baca lebih lanjut

[FF] End of One Side Love

Title               : end of one side love

Rate               : pg 13+

Genre             : ROMANCE

main Cast     : Jinyoung b1a4 & chorong a pink

length           : One shot

Author          : biasa si  HANAN HANIFAH

Inspired        : the heirs episode 18, adegan Youngdo ama Eunsang pas lagi makan mie. Disitu aku sedih banget ngelihat Youngdo yang menyerah 😥

Disclaimer   : akhir-akhir ini ide lagi semulus jalan tol, padahal lagi banyak lapak, tapi aku tak bisa menahan hasrat untuk menulis, alhasil lapak aku abaikan dan malah menulis FF ini. SUKA NGGAK SUKA sih itu selera kalian, tapi mohon dengan sangat NO BASHING.GOMAWAEYO udah mau baca. MIANHAEYO kalo jelek. Please ENJOY =D.

 

Coffee shop tak terlalu ramai, walaupun diluar banyak orang berlalu lalang, tapi yang yang memasuki coffee shop itu hanya beberapa orang saja. Setiap ada yang membuka pintu coffee shop, wajah Jinyoung tampak sumringah, namun sedetik kemudian langsung kembali kecewa karena orang yang datang bukanlah yang Ia tunggu. Kurang lebih sudah 10 orang yang masuk, namun tak kunjung datang juga.

Jinyoung terus melirik handphonenya. Ia sudah berulang kali mengirim pesan, tapi tak dibalas juga. Rasa cemas mulai menghantuinya. Ia cemas jika sejam penantiannya ini sia-sia. Untungnya rasa cemas itu tak terwujud, karena akhirnya orang ke 15 yang masuk coffee shop tersebut adalah orang yang Ia tunggu.

“aku kira kamu takkan datang. Disms enggak dibales. Kamu ini benar-benar PHP sejati” cibir Jinyoung

“hehehe maaf, tapi kan yang penting aku datang” balas Chorong sambil duduk

Jinyoung tersenyum mendengar jawaban Chorong. “iya yang penting kamu datang. Kamu mau pesan enggak?”

“iya mau lah. Masa sudah datang kesini enggak menikmati apa-apa. Tunggu ya aku order dulu”

“eh aku mau nitip dong. Aku nitip tiramisu ya”

“baiklah”

Chorong menuju kasir untuk memesan espresso,cheese cake untuk dirinya dan tiramisu untuk Jinyoung.

“this is your order. Hope you enjoy it” Chorong meletakkan tiramisu dihadapan Jinyoung

“Thank you”

Mereka pun menikmati pesanan masing-masing dalam diam. Tak keluar sepatah katapun. Mereka hanya fokus pada makanan masing-masing. Saat piring sudah kosong, dan cangkir setengah kosong, barulah terdengar percakapan.

“tumben kamu mau aku ajak jalan” cibir Jinyoung

“ini bukan jalan kok. kita cuman sekedar makan santai” jawab Chorong

“ya apapun lah. Intinya tumben kamu menerima ajakanku. Biasanya kau kan menolak. Bahkan untuk mengajakmu pulang bersamamu pun kau tolak”

“hehehe” Chorong hanya cengegesan

“kenapa?”

“enggak apa-apa. Sesekali lah aku menerima ajakanmu. Kebetulan pas semalam kamu ngajak aku, aku lagi ingin pergi keluar, jadi aku terima saja ajakanmu.” jawab Chorong

“sungguh itu alasanmu?” selidik Jinyoung

Chorong tampak berpikir “hmm…..enggak sih. aku….aku….. hanya… merasa tak enak padamu. Aku sering menolak ajakanmu. Menerima ajakanmu termasuk hal yang langka. Kejadian itu pasti bisa dihitung jari Lagian kamu Nampak memohon dengan sangat, aku kan jadi kasihan”

“lalu?”

Baca lebih lanjut