[REVIEW] CHIEF KIM

Sebuah perusahaan besar biasanya terlihat megah. Sukses, melayani masyarakat dengan baik, memiliki kesejahteraan karyawan yang bagus, dan jelas banyak laba. Hanya saja apa benar yang terlihat diluar seperti itu, terlihat sama jika dilihat dari dalam? Itu semua dikupas dalam drama Chief Kim.

Drama yang bergenre comedy, workplace, drama ini menceritakan mengenai Kim Sungryong seorang akuntan yang memberikan jasanya untuk para preman dan rentenir agak laporan keuangaan mereka tidak mencurigakan. Ia memiliki cita-cita untuk tinggal di Denmark karena negara itu terkenal damai dan aman dari penjahat. Untuk bisa pergi ke Denmark, Ia membutuhkan uang sebesar satu juta dollar, sedangkan tabungannya hanya ada sekitar 300ribu dollar saja. Lalu, bawahannya, Oh Gwangsook memberitahu kalau perusahaan besar TQ grup sedang mencari seorang kepala bagian untuk salah satu bagian departemen akuntasi yaitu tim operasi bisnis. Sungryong pun mencoba dengan harapan TQ grup adalah perusahaan bagus dan besar. Setelah diterima dan bekerja di perusahaan tersebut, ternyata TQ grup tidak sebagus yang Ia bayangkan. Perusahaan ini ternyata banyak bermasalah dengan laporan keuangannya karena terjadi korupsi yang dilakukan oleh petinggi perusahaan tersebut. Sungryong pun bersama Yoon Hakyung, Manager Choo Namho dan anggota tim operasi bisnis lainnya berusaha mengungkap kasus korupsi yang terjadi di TQ grup.

Awalnya enggak terlalu minat sama drama ini. Takut sedih, sirik lihat drama tema kantoran gini tuh. Hatinya lagi rentan wkwkwk. Enggak sih, aku ragu karena enggak yakin bakalan seru. Pemainnya sih jaminan banget ada Nam Goongmin. Untuk urusan komedia juga dia juara, macam di Beautiful Gongshim, cuman drama on going yang barengan ama Chief Kim banyak yang menarik, walau beda hari sih, tapi aku bingung mengelola unduhannya, karena kuota malamku terbatas. Sampai aku baca komenan Dramabeans, banyak yang bilang rame, lucu. Jadi akhirnya saat ku ke nangor, aku beli drama itu, saat itu baru sampai episode 6. Aku coba tonton dan aku enggak nyesel telah memilih drama ini ke dalam list tontonanku.

Kesanku pada drama 20 episode ini. Gila! Lucu banget! Karakter Chief Kim nya koplak abis. Aku baru lihat karakter segila dia. Ide-ide dan hal-hal yang dilakukan untuk melawan korupsi di TQ grup itu ajaib banget menurutku. Apalagi pas dia disuruh di ruang perenungan. Bisa saja ngambil celahnya dan membuat kepala divisi etika menyerah. Serius itu paling juara. Aku puas ngakak banget. Setelah sekian lama aku nonton drama yang serius, yang walaupun ada komedinya, tapi enggak akan bikin ngakak parah, akhirnya aku ketawa lepas dengan nonton drama ini. Lumayan mengurangi stres yang kuhadapi akhir-akhir ini. Aku terakhir ketawa lepas gara-gara drama, pas drama Jealously Incarnate.

Drama ini jelas banget ya kekuatannya itu komedinya. Setiap episode tuh pasti ada saja yang bikin ketawa. Benar-benar menghibur. Cerita dan temanya sendiri cukup serius gitu mengangkat pekerjaan, dunia bisnis dan juga korupsi, cuman membawakan ceritanya tuh ringan banget. Cerita beginian tuh bisa kita lihat dari sudut lucunya. Kelucuannya sih memang lebih karena karakter-karakter yang ada di dalam drama ini. Cuman karakter yang serius dan kalem saja bisa jadi lucu karena tingkah laku dan omongannya.

Perkembangan karakternya juga menarik. Kim Sungryong, sebenarnya dia bukan orang baik layaknya Tuan Pahlawan. Di Gunsannya sendiri dia seperti preman dan suka melanggar hukum. Saat di TQ grup lah, saat dia tidak sengaja menolong orang dan masyarakat menjulukinya tuan pahlawan, disitu jiwa pahlawan dan rasa kebaikkannya timbul. Disitulah dia merasa harus berbuat sesuatu saat Seo Yul menyuruhnya berbuat tidak-tidak dan berusaha menghancurkan Seo Yul. Dari sosok yang enggak peduli dengan masalh orang, hingga menjadi peduli. Dia memakai caranya sendiri untuk melawan itu semua. Cara-caranya itu loooh, aku enggak yakin di dunia nyata ada yang berani pakai cara Sungryong ini karena terlalu beresiko. Cara-cara itu mungkin berhasil di drama, tapi dunia nyata penuh resiko. Enggak yakin bakalan berhasil dan selancar di drama ini.

Paling menarik perkembangannya sih si Seo Yul. Aku thau dia bakalan jadi villain di drama ini, tapi saat dia muncul di awal-awal juga aku merasa kalau karakter dia enggak sepenuhnya hitam. Dia itu karakter abu-abu. Soalnya pas dia jadi jaksa, dia benar gitu. Dia bekerja dengan bagus dan mampu menangani pelaku. Cuman aku sempat ragu karena sampai episode belasan awal dia disitu kan parah banget cara menghancurkan Sungryongnya enggak banget. Disitu aku merasa, ah kayaknya dia beneran jahat banget. Cuman pandanganku berubah lagi saat dia menolong Sungryong. Disitu aku langsung merasa yakin kalau karakter dia itu abu-abu. Dia masih punya sisi baik, sampai akhirnya Sungryong “menolong”nya untuk kembali ke jalan yang benar. Yul awalnya merasa sudah terlalu jauh, tapi benar kata Sungryong enggak kata terlambat untuk berubah jadi baik. Kalau sudah terlalu jauh untuk belok, tinggal putar balik saja. Antara mau apa enggak. Perkembangan Yul tuh paling kerasa banget. Dari sosiopat serakah jadi seorang pembela umum. Berbanding terbalik banget kan. Lagipula dari awal juga dia enggak melakukan kejahatan macem penggelapan atau membunuh. Cara dia memang preman juga menyeret orang, tapi dia hanya sebatas mengancam. Tak lebih. Darri situ juga terlihat dia enggak sepenuhny hitam.

Karakter lainnya juga yang berkembang Park Myungsuk. Dia awalnya cuman karakter minor doang. Ya cuman sebagai contoh atasan kurang ajar enggak tahu sopan santun. Ternyata dia pada akhirnya memiliki andil besar dalam pengungkapan korupsi perusahaan yang melibatkan CEO Park Hyundo yang juga ayahnya sendiri. Ternyata selama ini dia anak baik sebenarnya. Dia mewarisi gen ibunya. Cuman selama ini dia polos, enggak tahu apa-apa karena dimanjakan oeh ayahnya. Dia diberi posisi tinggi juga karena ayahnya. Setelah turun jabatan dan bergabung di tim operasi bisnis, dia mengetahui dunia yang sebenarnya dan berubah menjadi orang yang lebih baik. Mantap banget pokoknya.

Baca lebih lanjut

Iklan

[REVIEW] PAGE TURNER ; LET’S FIGHT GHOST

Kali ini ku mau bahas dua drama yang pemeran utamanya sama-sama diperankan ama dedekku yang selalu bikin sirik Karena kecantikkannya dan bakatnya dalam akting, dan ya lebih bikin siriknya lagi Ia selalu main sama cogan-cogan. Yap, dedek Kim Sohyun!. Dia cukup produktif bermain drama dari tahun kemaren, entah itu webseries, full drama,ataupun mini drama. Sampai pertengahan tahun ini dia sudah bermain 3 drama, dimana yang webseries sudahku bahas, tinggal 2 drama lagi yang akan ku bahas. Mumpung masih segar. Ku baru menyelesaikan kedua drama itu kemaren-kemaren. Kaja!

 

PAGE TURNER

Genre : Musical, Teen, Drama

Why I Watched : Aku baca komen-komen di dramabeans banyak yang bilang bagus. Aku percaya dengan rekomendasi orang-orang di blog itu. Lalu yang main juga Kim Sohyun yang kini menjadi salah satu favoritku. Lalu setelah tahu yang menulis drama ini adalah Park Hyeryun yang juga menulis Dream High, I Hear Your Voice, dan juga Pinocchio. Aku suka semua drama yang Ia tulis. Jadilah makin tertarik untuk nonton.

Kesan : Yeoksi! Park Hyeryun SWnim memang tidak diragukan lagi masalah jalan cerita. Walau cuman 3 episode tapi drama ini tuh bagus banget. Kesan dan pesannya yang diambil dapat banget dan seperti drama-dramanya yang lain terutama Pinocchio, drama ini juga membekas. Serius enggak nyangka ternyata dengan episode yang singkat, mampu membungkus cerita yang menarik seapik ini.

The interest thing : SW ini entah mengapa selalu bisa membungkus suatu pesan yang menyentuh hati tanpa menggurui dan dibungkus dengan kekocakkan. Cerita mengenai mimpi 3 anak muda yang akhirnya dipertemukan melalui piano. Saat kita ragu dengan mimpi kita, ragu dengan bakat, usaha lah yang akan bekerja, seperti yang terjadi pada Chasik. Berbekal kepercayaan dirinya, Ia belajar piano dengan keras dan menjadi bisa. Itu pesan yang benar-benar tertangkap di drama ini. Asalkan kita yakin dengan mimpi kita dan berusaha terus dijalan tersebut kita dapat mencapai dalam kondisi apapun.  Banyak adegan lucu tapi juga mengharukan. Drama ini walau singkat tapi bisa menggambarkan dengan baik hubungan Yooseul dengan ibunya dimana Ia punya bakat tapi tertekan sehingga tak menikmati bakatnya, lalu hubungan Chasik ama ibunya yang selalu mendukung dan hubungan Jinmok dengan ayahnya yang meremehkannya. Suka banget sama degan di episode akhir dimana Jinmok berpura-pura menjadi Chasik untuk bermain piano dan Yooseul memujinya. Disitu Jinmok mendapatkan kekuatan untuk meneruskan mimpinya. Disitu Ia butuh pengakuan dari orang yang mengerti piano dan itu Yooseul yang merupakan rivalnya. Selain itu asyiknya sama seperti drama Tomorrow Cantabile, telingaku dimanjakan dengan alunan piano klasik yang enak didengar.

The Bad Thing : Sayangnya cuman 3 episode ini tuh. Padahal dari segi plot, karakter, konflik, dan juga ehem.. romance dapat dikembangkan menjadi 16 episode, ah atau enggak 12 episode laaah. Drama sebagus ini cuman 3 episode tuh rasanya benar-benar sayang karena bisa jadi drama panjang yang menarik. Tiga episode saja sudah menarik apalagi 16? Iya sih  mungkin saja kalau dipanjangin episodenya akan menjadi membosankan, tapi aku percaya ama SWnim satu ini. Dia pasti bisa membuat ceritanya menjadi menarik dan tak membosankan. Sejujurnya agak sulit mencari yang kurang dari drama ini. Kebayang enggak sih kalau dipanjangin pasti ada lovelinenya dan nanti seperti School 2015, muncul tim Chasik dan Tim Jinmok wkwkwk. Overall sudah bagus, mungkin karakter Jinmok kurang dieksplore. Memang fokusnya lebih ke Yooseul dan Chasik yang mimpi mereka terhenti karena kondisi fisik mereka, tapi karakter Jinmok pun perlu dieksplor kan diawalnya juga sudah fokus ceritanya 3 anak muda. Ceritakanlah bagaimana rasa tidak percaya diri Jinmok, dan usahanya selama ini menggapai mimpi. Selain itu agak kurang masuk akal, orang yang tak pernah bermain piano sama sekali macam Chasik, tapi dalam waktu singkat bisa menguasai permainan piano klasik. Iya sih digambarkan bagaimana usaha keras Chasik berlatih hingga berdarah-darah, tapi kalau sampai sejago itu sih… hm….. yasudahlah.

Chemistry & Akting : Chemisty antar pemain bagus, enggak ada yang canggung, malah chemistry Shin Jaeha dan Kim Sohyun yang harusnya permusuhan tapi aku merasa seperti persahabatan bahkan condong ke romance. Enggak canggung sama sekali. Kalau Jisoo dan Kim Sohyun pun jelas… Jisoo kalau bermain orang yang sok akrab dia memang handalnya wkwkwk. Chemistry ibu dan anak antara Yooseul dan ibu serta Chasik dan ibu bagus, akrab banget. Masalah Akting semuanya juga bermain baik seperti biasa Kim Sohyun memukau lagi dengan perannya sebagai orang buta, matanya benar-benar diam seolah tak bisa melihat. Emosinya juga tersampaikan dengan baik. Jisoo menurutku aktor yang bagus loooh. Aku tak paham mengapa ada yang bilang dia biasa saja. Aku merasa dia bermain dengan baik,delivery karakternya tersampaikan. Hanya saja Jisoo perannya selalu menjadi tengil mulu dan selalu not get the girl. Aku ingin melihatnya menjadi karakter yang berbeda. Untuk Shin Jaeha dia memang belum banyak pengalaman tapi dia pun bermain bagus. Hanya saja mungkin butuh improve dengan pengalaman, tapi aku percaya dia bakalan jadi lead dan bermain dengan memukau. Ku jadi tertarik dengan doi kan wkwkwk.

Second lead syndrome : Ini bukan romance sih… Aku pun tak tahu mana yang sebenarnya akan dipilih Yooseul apakah Chasik atau Jinmok karena cuman 3 episodde seandaikan ada romancenya. Tapi kalau bisa diambil kesimpulan dari 3 episode yang singkat ini dan bila diandaikan kalau ada romance, dan anggap saja memang ada 3 episode saja, mungkin Yooseul akan memilih Chasik yang selalu bersama dia dan membuatnya tertawa dan juga telah berhasil membuatnya keputusan besar. Yooseul belum percaya dengan Jinmok yang notabene musuhnya dan masih menganggap Jinmok senang akan kondisi dia. Yooseul enggak tahu saja betapa Jinmok merasa bersalah karena Ia menganggap Ialah penyebab kondisi Yooseul menjadi buta akibat doanya. Jinmok mungkin tak menyagka doanya terkabul dengan cara seperti ini. Aku yakin doa Jinmok ini sebatas kalau Ia ingin Yooseul gagal dalam ujian, dan Yooseul menjadi peringkat 2. Makanya Ia merasa bersalah dan menjadi melindungi Yooseul. Aku suka cara Jinmok melindungi Yooseul diam-diam. I think its something sweet. That’s why I’m Jinmok team. Jadi kalau 3 episode saja dan ada romancenya, aku dijamin terkena second lead syndrome. Namun jika ini diperpanjang, dan Yooseul tahu ternyata yang menjadi teman duetnya adalah musuhnya, dan pasti pada awalnya dia tak terima dan marah. Namun lama-lama Ia menyadari kalau jinmok memang bermain dengan baik dan mungkin akan berkembang kisah mereka. Bisa-bisa Chasik lah yang jadi second lead. *poor Jisoo* kalau begitu aku tak terkena second lead syndrome wkwkwk *apa bgt ini jadi bahasan panjang*

Ending : Endingnya cukup jelas dan puas aku sih. Drama ini berfokus pada mimpi dan mereka semua tetap berjalan dengan mimpi mereka. Yooseul menjadi menyadari bahwa Ia memang tak bisa lepas dari piano dan Ia bahagia akan itu tanpa terbebani. Chasik berubah haluan untuk menjadi pianis dari seorang atlet dan percaya dengan usaha kerasnya Ia bisa menjadi pianis hebat. Jinmok pun yakin dengan mimpinya terhadap piano walau Ia tak sejenius Yooseul. Masalah Yooseul milih siapa, biarlah itu urusan khayalan kita masing-masing. Yang jelas Jinmok masih menyimpan rol rambut Yooseul, menandakan kalau perasaan Ia berkembang.  Dan menurutku secara tidak langsung adegan saat di rumah Jinmok terpampang piala mereka memenangkan daesang piano concord ini bersama Yooseul secara tak langsung menggambarkan bahwa hubungan mereka sudah membaik. Untuk mendapatkan piala ini mereka harus menuju final dong tentunya, dan saat itu pasti Yooseul sudah tahu kalau yang bermain adalah Jinmok. Mereka bisa menjadi juara karena kerjasama dan kepercayaan pada partnernya masing-masing sehingga dapat menjadi juara. Secara enggak langsung hubungan mereka sudah membaik. Yooseul sudah tidak menganggap Jinmok rivalnya dan mengakui kehebatan Jinmok.

Rate : 4 bintang dari 5 bintang

Verdict : Walau mimpimu pupus, masih ada ribuan mimpi lain yang dapat kamu kejar!

 

LET’S FIGHT GHOST

Genre : Romance, Comedy, Fantasy, a little bit horror

Why I Watched : Mas Kwon Yul ku main di drama ini. Kyaaaaa I really like him since let’s eat 2. Penasaran sama akting dia karena dengar-dengar dia bakalan main antagonis. Selain itu ada dedek Kim Sohyun dan genrenya yang cukup berbeda. Jadi penasaran sama drama satu ini. Baca lebih lanjut

[FF] It’s Over

Title               : IT’S OVER

Rate               : pg 13+

Genre             : ROMANE again, maapin. Abis genre yang paling sering terlintas ini *dasar anak muda ababil*

main Cast     : TIFANNY HWANG SNSD , NICHKHUN 2PM

OTHER CAST   : JESSICA JUNG SNSD, KIM TAEYEON SNSD

length           : One shot

Author          : HANAN HANIFAH dongski

Disclaimer   : Niatnya mau ngerjain tugas statistic, tapi apa daya daku tak mengerti, jadi besok sajalah. Ayo KHUNFANNY shipper merapat eehehe.\

 SUKA NGGAK SUKA sih itu selera kalian, tapi mohon dengan sangat NO BASHING. GOMAWAEYO udah mau baca. MIANHAEYO kalo jelek. Aku sangat merespect orang yang menghargai karya orang, SO, PLEASE DON’T COPY THIS FF AND PLAGIARISM THIS. Please ENJOY =D.

 

Tifanny menatap wajahnya di cermin dengan penuh senyuman. Ia baru saja selesai mandi. Tubuhnya yang masih mengenakan handuk berbentuk kimono, dan rambutnyapun masih terbalut oleh handuk kecil berputar-putar kecil dihadapan cermin. Bercermin sesaat membuatnya menghasilkan keputusan pakaian apa yang akan Ia kenakan malam ini. Tifanny membuka lemarinya dan mengambil mini dress dengan warna white broken.

Setelah selesai mengenakan dressnya, Tifanny duduk di meja riasnya. Ia mengeluarkan peralatan make upnya dari laci meja rias tersebut. Dengan terampil Ia memoleskan foundation sebagai dasar, yang kemudian disusul dengan bedak. Tak lupa juga Ia memulaskan shadow, blush on dengan warna soft. Digoreskannya pula eyeliner dikelopak matanya. Bulu matanya makin cantik dengan tambahan mascara.

“Tok-tok” Terdengar ketukan di pintu kamar Tifanny.

“Ya masuk.” Sahut Tifanny sambil mengoleskan lipstik berwarna soft pink dibibirnya.

Jessica pun masuk kedalam kamar Tifanny. Jessica pun duduk diatas kasur Tifanny. Jessica memperhatikan Tifanny yang sedang bersolek dengan wajah khawatir.

“Kamu yakin mau datang?” Tanya Jessica.

Tifanny mengangguk, “Memangnya kenapa?”

“Kalau Kamu enggak mau enggak usah maksain buat datang. Biar Aku saja sendiri.”

“Aku enggak enak sama Taeyeon kalau enggak datang.” Balas Tifanny sambil memblow rambutnya.

“Taeyeon sudah bilang kalau Dia enggak apa-apa kalau Kamu enggak datang. Aku dan Dia malah khawatir kalau Kamu ikut.” Raut cemas benar tergurat jelas dimuka Jessica.

“Kenapa juga Kamu harus khawatir?” Tifanny masih menanggapinya dengan santai.

“Fan, Kamu tahu kan kalau Dia datang?”

Mendengar kata Dia, Tifanny menghentikan sesaat kegiatan blow rambutnya. Matanya mendadak kosong seperti sedang menerawang. namun itu tak berlangsung lama. Ia kembali melanjutkan aktivitasnya, matanya kembali fokus. Dengan santai Tifanny menjawab bahwa Ia tahu Dia yang dimaksud Jessica akan datang, dan Ia tak masalah akan hal itu.

“Serius enggak masalah?” Jessica kembali meyakinkan Tifanny.

Tifanny mengangguk dengan mantap, “Aku sudah biasa saja kok dengannya. Jantungku tak dag dig dug lagi jika melihatnya.

“Bohong!” Cibir Jessica, “Orang beberapa bulan yang kamu LINE sama Dia kamu senyam-senyum sendiri. Kayak orang kegirangan. Lagian kan kalian dulu putus dua tahun lalu masih menyisakan tanda tanya. Kamu masih enggak bisa melupakannya kan?”

Tifanny hanya bisa menelan ludah mendengar cibiran Jessica. Ia memang tak bisa menyangkal fakta kalau Dia memang senang saat itu dan memang benar jika Tifanny beleum sepenuhnya melupakan mantan kekasihnya itu.

“Kalau kamu ketemu Dia, terus dengar kabar buruk –versi kamu – gimana? Apakah kamu siap dengan fakta itu?”

“Itu kan baru spekulasi kamu. belum tentu kalau aku ketemu dia dengar kabar itu.” Sahut Tifanny sambil menyisir rambut hitamnya yang panjang bergelombang yang sudah selesai diblow.

“Tapi kamu yakin bisa bertemu dengannya? Kamu yakin hati kamu siap? Enggak akan ngerasa sesak?”

Tifanny terdiam sesaat terlihat dari matanya ada sorot keraguan dan ketakutan. Sebenarnya Tifanny takut kalau hatinya kembali meletup-letup saat bertemu Nichkhun, mantan pacarnya yang telah berpacaran dengannya selama tiga tahun namun Ia harus menghadapi itu semua. Ia tak bisa terus bersembunyi dibalik ketakutannya itu.

“Ya Aku yakin.” Jawab Tifanny sambil memasangkan jepit warna silver berukiran daun di sebelah atas kepalanya.

Tifanny melirik jam dinding dikamarnya. Jarum jam menunjukkan angka 7:13. “Ayo kita pergi, kita terlambat nih. Acara 17 menit lagi dimulai.” Ajak Tifanny sambil mengambil clutch bagnya.

Jessica menahan lengan Tifanny, “Are you sure to come to Taeyeon’s party?

Tifanny Diam tak menjawab. Jessica bisa melihat ada keraguan dalam diri Tifanny. Tapi Tifanny berusaha menyembunyikannya. Sebagai gantinya Ia menjawab pertanyaan Jessica dengan senyum yang lebar dan lembut.

“Apakah Kau cukup kuat untuk bertemu dengannya?”

Tifanny mengangguk, “Yeah I’m strong enough.

Dengan mobil Jessica, mereka berangkat menuju pesta pertunangan sahabat mereka, Taeyeon. Waktu yang mereka tempuh untuk mencapai tujuan mencapai satu jam. Mereka terlambat datang, acara pertunangan resminya sudah selesai. Saat mereka tiba acara sudah mencapai sesi makan dan bebas.

Tempat pesta sudah ramai. Ratusan manusia berbaur didalam gedung yang bernuansa klasik itu. Nada-nada romantis mengalun ditelinga para tamu undangan. Diantara pilar-pilar yang menjulang tinggi, Pelayan sibuk kesana kemari menyajikan makanan dan minuman. Beberapa tamu undangan tampak menikmati hidangan yang tersaji. Ada juga yang asyik mengobrol, adapula yang badannya mengikuti alunan music bersama pasangannya terjun ke lantai dansa.

Acara pertunangan seperti ini menjadi acara reuni kecil. Tak sedikit diantara para tamu saling menyapa, mengobrol sebentar untuk menanyakan kabar, kemudian berlalu lagi. Banyak juga teman lama yang bertemu saling bertukar gosip. Begitu juga dengan Tifanny dan Jessica, mereka sibuk menyapa teman-teman lama mereka. Sesekali mereka berhenti dikerumunan untuk sekedar bertukar gosip. Setelah itu mereka kembali memisahkan diri untuk makan.

Tifanny dan Jessica mengambil wine yang ditawarkan seorang pelayan wanita. Tiba-tiba Taeyeon datang menyapa mereka.

“AAAH~” Mereka bertiga bersorak senang karena akhirnya mereka bertemu.

“Selamat ya!” Tifanny dan Taeyeon saling mencium pipi kiri dan pipi kanan mereka.

“Mana calonmu?” Tanya Jessica.

“Dia sedang menemui teman-temannya.” Jawab Taeyeon, “aku kira kamu enggak akan datang loh,fan.”

Tifanny tersenyum,”ya masa sahabatku tunangan Aku tak datang.”

“Padahal kalau kamu enggak mau, enggak apa-apa kok. Aku mengerti.” Simpati Taeyeon.

“Aku sudah bilang enggak usah, tapi Dia tetap maksa pengen ikut.” Sahut Jessica.

“Enggak apa-apa kok. Tenang saja, aku baik-baik saja. Aku cukup kuat kok untuk bertemu dengannya.” Jawab Tifanny dengan senyum yang terlihat agak getir.

Jessica mengarahkan matanya ke seluruh penjuru gedung. “Tapi Aku enggak lihat Nichkhun kok. Mungkin Dia enggak jadi Datang.”

“Ada kok.” Timpal Taeyeon.

“Mana?” Tanya Tifanny dan Jessica berbarengan.

Baca lebih lanjut

[FF] Sampai Disini

Title               : sampai disini

Rate               : pg 13+

Genre             : ROMANCE, SAD tapi kayaknya gagal T_T

main Cast     : jang wooyoung 2pm & kim taeyeon snsd

length           : One shot

Author          : ide selintasnya HANAN HANIFAH

Disclaimer   : disaat seharusnya aku ngerjain lapak, eh ide malah mengalir deras. Mentang-mentang belum deadline, jadi aja nyante, jadi aja bikin FF ini. SUKA NGGAK SUKA sih itu selera kalian, tapi mohon dengan sangat NO BASHING.GOMAWAEYO udah mau baca. MIANHAEYO kalo jelek. Please ENJOY =D.

Cuaca diluar tak bersahabat. Sedari tadi awan kelabu tampak keberatan menampung hasil evaporasi laut. Angin berhembus cukup kencang. Disaat cuaca seperti ini memang paling enak menikmati sesuatu yang hangat. Sadar akan hal itu, Taeyeon dan Wooyoung memutuskan untuk menikmati ramen.

Selama di kedai ramen, mereka hanya fokus dengan makanannya masing-masing. Mereka saling berhadapan namun tak bicara. Setelah mangkuk ramen mereka kosong, mereka tetap tak mengeluarkan sepatah kata pun. Mereka hanya saling berpandangan sambil sesekali melihat layar handphone.

Cuaca dingin membuat Wooyoung terbatuk-batuk. Melihat Wooyoung batuk, Taeyeon membuka pembicaraan

“Dingin ya? batuk-batuk gitu” Taeyeon membuka pembicaraan

“Iya, seperti hubungan kita” Sahut Wooyoung dengan sindiran. Mendengar sindiran itu Taeyeon menundukkan kepalanya.

“sudah empat bulan ini rasanya semua ini flat. Kau sibuk dengan duniamu begitu juga aku” Wooyoung menyambung perkataannya tadi

“iya, sepertinya kita terlalu nyaman dengan dunia kita masing-masing” Taeyeon mengiyakan pernyataan Wooyoung

“sampai lupa rasanya kalau kita berdua mempunyai dunia yang sama”

mianhae” lirih Taeyeon. Rasanya kata-kata yang baru saja dilontarkan Wooyoung begitu  mengena dihatinya. Ya akhir-akhir ini Ia terlalu sibuk dengan pekerjaan barunya sebagai penyiar, sehingga Ia seringkali tidak mengabari Wooyoung. Namun tak hanya Taeyeon yang sibuk, Wooyoung pun seperti itu. Wooyoung kini sibuk dengan bisnis coffee shopnya. Kini ia pun jadi jarang mengabari Taeyeon. Kini mereka memang sudah lama tak bertemu. Jangankan untuk bertemu, berkomunikasi pun sudah jarang. Setelah hampir sebulan tak bertemu, akhirnya kini mereka bertemu. Namun tampaknya pertemuan mereka ini takkan menjadi pertemuan yang menyenangkan.

“dunia kita berdua tampaknya mulai terlihat mengabur dari matamu. Kamu sudah sangat nyaman dengan dunia baru mu itu, bahkan nampaknya kau mulai menemukan seseorang” ujar Wooyoung

“menemukan seseorang? Apa sih maksudmu?” bingung Taeyeon

Baca lebih lanjut