[FF] JEALOUSY

Title               : JEALOUSY

Rate               : 13+

Genre             : full of ROMANCE lovey dovey yang cheesy

Cast               : KIM JONGIN (KAI EXO), JUNG SOOJUNG (KRYSTAL FX) dan sedikit cameo dari KANG MINHYUK CNBLUE

length           : One shot

Author          : HANAN HANIFAH punya ide :””

Disclaimer   : FF ini dibuat dalam rangka merayakan kaistal go public. #kaistalmenujuhalal #kaistalberjodoh. Pas tahu kaistal is real, aku senangnya luar biasa dong. Telah berada di perahu ini untuk bertahun-tahun dari 2013, akhirnya 3 tahun kemudian kapalnya beneran berlabuh. Aku mau merayakan hal itu dengan FF, tapi saat berita mereka lagi heboh, akunya lag sibuk, terus pas sudah nyante, enggak punya ide, baru ada ide sekarang hahaha. SUKA NGGAK SUKA sih itu selera kalian, tapi mohon dengan sangat NO BASHING. GOMAWAEYO udah mau baca. MIANHAEYO kalo jelek. Aku sangat merespect orang yang menghargai karya orang, SO, PLEASE DON’T COPY THIS FF AND PLAGIARISM THIS. Please ENJOY =D

“Ya.. I’ll be there in a minute. Ku sudah dekat kafe kok. Tuh papan kafenya pun sudah terlihat. Sudah ya.” Sudah mendapat omelan lewat telepon, sudah dipastikan orang yang menunggunya sudah merasa bosan menunggu Soojung. Soojung pun sedikit berlari. Ini memang salahnya terlambat karena keasyikan belanja. Lagipula Ia belanja juga untuk membeli kado untuk orang yang akan Ia temui di kafe tersebut.

Bunyi bel terdengar dari pintu kafe tersebut, menandakan ada orang masuk. Bunyinya terdengar lebih nyaring dari biasanya karena Soojung membukanya dengan tergesa-gesa, sehingga membuat orang-orang memperhatikannya. Soojung segera menurunkan topinya agar menutupi wajahnya dan menunduk meminta maaf. Ia tak ingin orang-orang tahu kalau itu adalah idol member f(x), Krystal.

“Krystal ssi?” Sapa seseorang yang mejanya tak jauh dari pintu.

Haish.. damn.. ada yang mengenaliku. Gerutu Soojung dalam hati. Terpaksa Ia menghadap orang itu dan menunduk menyapa sesaat, kemudian langsung beralih pandangannya ke tempat lain untuk mencari orang yang sudah menunggunya. Namun sesaat kemudian Ia tersadar, jika Ia mengenali orang yang menyapanya tadi. Seketika Ia langsung menghadap lagi orang tersebut,

“Minhyuk ssi?” Soojung terkejut. Minhyuk langsung tersenyum melambaikan tangan.

“Hai, Krystal! Kemari lah.” Sapa Minhyuk.

“Halo Minhyuk Oppa. Apa kabar?” Soojung menarik kursi dan duduk dihadapan Minhyuk.

“Baik tentu saja. kamu?”

“Ya begini lah… kau sendiri?”

Minhyuk mengangguk, “Iya aku sedang ingin me time saja.”

Soojung mengangguk mengerti. Dia mengamati penampilan Minhyuk yang santai tanpa masker dan topi. Ia terheran karena berbanding terbalik dengannya menggunakan topi dan masker. “Minhyuk kok bisa sih santai gitu tampilannya. Enggak pakai masker atau topi?”

“Ya santai saja sih.. enggak masalah kalau ada yang mengenaliku juga. Lagipula kafe ini kan terkenal tenang, jadi ku merasa aman. Kamu berlebihan tuh sampai pakai masker dan topi, kacamata lagi hahaha.” Jawab Minhyuk santai.

Soojung langsung melepaskan perlengkapannya itu “Ya… aku kan enggak suka saat orang-orang dijalan memperhatikanku hehehe.”

Minhyuk mengelus kepala Soojung. “Iya aku mengerti hahaha.”

“tapi, kau masih mengenaliku ya dengan penampilanku kayak gini.”

“Tentu saja. aku mengenali gayamu. I’m your fanboy hahaha”

“Hahahaha bisa saja.” Soojung tertawa sambil menutup mulutnya. Malu.

Minhyuk menyeruput kopinya. Mengulur mencari topik pembicaraan. “Oh ya.. Aku melihat cameomu di dramanya Minho hyung. Itu kamu benar-benar syuting di spanyol?”

Soojung menaik-turunkan kepaanya. “Iya aku ikut syuting disana. Kebetulan aku lagi disana juga.”

“Pantai disana tampak indah ya? Kalau aku lihat di drama.” Ah Minhyuk terlihat sekali mencari topik pembicaraan.

Soojung langsung dengan semangat menjelaskannya. “Iya betul. Pantai disana bagus-bagus. Oppa kau kalau ke eropa harus mampir kesana. Bersih, biru, tak kalah dengan pantai Maldives.”

“Penampilan singkatmu didrama itu cukup mengesankan. Ya kau tampak cantik dan elegan.” Puji Minhyuk sambil tersenyum menggoda.

“Hahahaha terima kasih. Kamu masih saja jago menggoda orang.” Soojung terkekeh. “Aku sempat melihat drama dengan Hyeri itu. Kau cukup baik disitu.”

Minhyuk mengernyitkan dahinya. “Cuman cukup saja nih?”

Baca lebih lanjut

Iklan

[FF] Bantuan

Title               : BANTUAN

Rate               : PG 13+

Genre             : Kembali ke genre pasaran tapi penuh minat ROMANCE, FLUFF

main Cast     : uri KAISTAL – KAI EXO AND KRYSTAL F(X)

length           : One shoT, VIGNETTE, FICLET

Author          : mumpung HANAN HANIFAH punya ide

INSPIRED        : Shinichi Kudo yang membantu Ran Mouri diam-diam.

Disclaimer   : Idenya terlintas begitu saja, makanya nampaknya akan kurang matang. Lagi kangen couple satu ini, jadi aku bikin FF mereka. SUKA NGGAK SUKA sih itu selera kalian, tapi mohon dengan sangat NO BASHING. GOMAWAEYO udah mau baca. MIANHAEYO kalo jelek. Aku sangat merespect orang yang menghargai karya orang, SO, PLEASE DON’T COPY THIS FF AND PLAGIARISM THIS. Please ENJOY.

 

Kai terkejut begitu memasuki apartemen Krystal. Tak biasanya apartemen Krystal dibiarrkan dalam keadaan seperti kali ini. Jarum-jarum tertusuk begitu saja di atas bantal. Kain-kain perca betebaran disemua sudut. Benang-benang terbelit acak, melihatnya saja rasanya sulit untuk mengurainya, apalagi melakukannya. Kostum kelinci dan gajah dibiarkan begitu saja terlipat kusut di atas sofa. Krystal terlihat sednag asyik memotong pola sambil bersenandung. Kai teringat jika kekasihnya itu sedang membuat kostum untuk pertunjukan amal ke panti asuhan. Melihat Krystal sibuk, Ia teringat ajakan Krystal tadi siang. Kai menjadi ragu ajakan Krystal akan terlaksana.

“Kita jadi enggak nih mau nonton? Kau tampak sibuk.” Tanya Kai sembari terkantuk-kantuk.

“Jadi dong!” Seru Krystal dengan semangat.

“Tapi Krystal, Kasur lebih menggoda daripada bioskop.” Kai melirik Sofa –jika dibuka lipatannya dapat menjadi Kasur– yang terletak di tengah ruang tengah apartemen Krystal dengan senyum jahil.

Krystal langsung melotot tajam. “Maksud kamu?”

Kai tertawa kecil, “hahaha, kamu mikirnya kemana?” Kai mencubit pipi Krystal gemas. “Maksud aku tuh, tubuhku lelah. Tidur tampak lebih enak dibanding nonton.”

“Ah… jangan! Terserah kamu deh di bioskop mau nonton apa tidur, yang penting kamu harus menemaniku! Semua teman-temanku sudah menonton film itu, hanya aku yang belum.” Rajuk Krystal.

“Ya terus kalau teman-temanmu sudah kenapa sih?”

“Film itu lagi jadi trending topic obrolan. Aku bingung sendiri, tak tahu apa yang mereka bicarakan.”

Aigo…” Kai geleng-geleng kepala. “Dasar wanita! Ya sudah, aku temani, tapi memangnya keburu? Sekrang sudah jam Sembilan malam.”

“Kostumnya harus jadinya besok malam. Masih ada waktu kok, aku cuman tinggal menjahit lima kostum binatang lagi. Midnight nanti kita nonton, setelah itu tidur sampai pagi, terus jahit sisanya. Deadline terpenuhi kan?”

Tiba-tiba terdengar dering ponsel dari ponsel Krystal. Krystal dengan cepat eraih ponsel yang tergeletak begitu saja diatas karpet. Ia membaca pesan yang sampai. Wajahnya yang mulanya terlihat ceria, setelah membaca pesan itu raut wajahnya langsung menjadi panik sekaligus kecewa.

Aigo! Gawat! Luna baru saja memberitahuku kalau kostum harus jadi besok siang, karena pertunjukannya dimajukan menjadi besok sore! Kostum yang belum kujahit ada lima, bisa-bisa aku tak tidur untuk menyelesaikan ini! ah… bagaimana ini?” Otot muka Krystal langsung menunjukkan rasa cemasnya. Ia sudah selesai membuat pola, hanya tinggal menjahitnya, tapi kostum yang harus Ia buat  cukup banyak. Sebenarnya dalam waktu semalam, kostumnya bisa jadi, tapi itu artinya Ia tak tidur, sedangkan Ia harus tampil prima dalam pertunjukan amal itu.

“Baguslah, jadi kita enggak usah nonton. Aku bisa istirahat.” Sahut Kai sambil membongkar sofa menjadi Kasur, kemudian Ia langsung merebahkan dirinya.

Krystal menghela nafas. Wajahnya langsung murung, “Yah… kita enggak jadi nonton ya? ah… sedih… katanya hari ini terakhir tayang, huhuhu.”

“Ya sudah enggak apa-apa ketinggalan satu film hits. Nanti juga bisa tonton di internet.” Celetuk Kai dengan mata terpejam.

“Hei, Kai! Jangan tidur dulu! Bantu aku menjahit dulu! polanya sudah kupotong, kau tinggal jahit saja.” Pinta Krystal sambil melemparkan pola yang akan dijahit pada Kai.

Sireo! Aku lelah, pertunjukan tadi menguras habis tenagaku. Lagipula, dulu aku pernah membantumu menjahit, kau mengomel karena jahitanku tak rapi.” Tolak Kai sambil melemparkan kembali pola yang harus dijahit.

“Ini keadaannya urgent, jadi enggak apa-apa jahitannya enggak rapi, yang penting jadi dan aku bisa istirahat supaya aku besok tampil fresh.” Krystal benar-benar memohon bantuan Kai, tapi orang yang diminta bantuannya malah menggelengkan kepala dengan cepat menolak permohonan orang yang butuh pertolongannya.

“Hais… kalau kau tak mau bantu, untuk apa kau disini? sudah sana pulang saja!” Usir Krystal kesal karena tak mau membantunya.

“Krystal… aku benar-benar mengantuk. Aku tak dapat menyupir dengan baik jika aku mengantuk. Jadi biarkan aku tidur.” Pinta Kai sambil membalikkan badannya dan matanya tentu saja sudah menutup dengan baik. Tampaknya Kai benar-benar sudah mulai memasuki fase tidur, dan mengingat kebiasaan Kai yang suka tidur, tentu saja sulit mengganggunya untuk meminta bantuan. Krystal pun akhirnya hanya bisa membiarkan Kai tidur.

“Haish… punya pacar kok enggak guna, susah diminta bantuannya. Dasar tukang tidur!” Gerutu Krystal kesal. Mau tak mau Krystal pun harus melanjutkan pekerjaannya seorang diri. Ia pun mulai mengambil benang jahit berwarna putih, lalu memasukkan benang tersebut kedalam lubang jarum. Jarinya kini dengan gesit menyatukan satu pola dengan pola lainnya dengan benang. Baca lebih lanjut

[REVIEW] My Lovely Girl, Tomorrow Cantabile

Saat ini aku sedang liburan sesungguhnya, tapi aku sedikit kesulitan untuk mencuri waktu untuk menulis karena aku seringkali berebut lappy dengan kakakku yang kedua, dan juga saat aku dihadapan lappy Ia juga kadang suka kepo dengan apa yang kukerjakan, sehingga membuatku tak nyaman saat menulis, karena aku tak suka saat menulis dilihat orang lain. jadi untuk review an kali ini aku langsung membahas dua drama, My Lovely Girl dan Tomorrow Cantabile.

My Lovely Girl

Sebenarnya drama satu ini sudah selesai dari ya sekitar November kemaren, tapi ya aku baru bisa memberi pendapatku sekarang dan tampaknya tidak akan banyak yang akan aku tulis.  Jadi yuk langsung saja, check this out.

My Lovely Girl sebuah drama bergenre romansa dengan sentuhan music yang menceritakan tentang Lee Hyunwook yang merupakan seorang produser dan penulis lagu handal. Sudah 3 tahun ini Ia berhenti dar pekerjaannya karena Ia berduka setelah kehilangan kekasihnya Yoon Soeun. Dia dihinggapi rasa bersalah karena kematian diakibatkan kesalahannya. Lalu Ia mendengar kabar kalau adik Soeun, Yoon Sena mengalami kesulitan setelah kakaknya meninggal. Sena pun mengalami kesedihan yang sama. Sampai akhirnya mereka bertemu dan dari pertemuan itu Hyunwook mengetahui jika Sena ingin menjadi penulis lagu. Hyunwook pun membantu Sena dengan cara menerima tawaran ayahnya untuk menjadi CEO ANA Entertaiment, setelah sebelumnya menolak terus menerus. Pada akhirnya mereka saling jatuh cinta, tapi masalahnya apakah Sena akan menerima Hyunwook jika mengetahui kalau Hyunwook adalah mantan kekasih kakaknya?

Alasan aku menonton drama ini tak lain dan tak bukan karena jung soojung jadi lead femalenya. Sebagai fans f(x) dgn bias uri krystal, tentu rasanya jadi kewajibanku menonton drama ini untuk mendukungnya.  Aku tambah excited setelah tahu ada biasku yang lain, Kim Myungsoo. Alasanku untuk menonton drama itu hanyalah karena mereka. Saat membaca sinopsisnya aku merasa kurang tertarik, ah tapi demi mereka apa s makin kesini rasanya… hm.., kok.membosankan ya? Di episode 7 rasanya aku sudah merasa lelah. Menurutku alur ceritanya terlalu datar dan lambat. Ide ceritanya cukup menarik tapi mungkin saat eksekusinya kurang. Aku merasa konfliknya kurang nendang. Perjuangan Sena menjadi penulis cukup tergambarkan sulitnya walau selalu ada malaikat penolongnya, tapi saat sena tahu bahwa Hyunwook merupakan mantan dari kakaknya, kok rasanya amarah Sena terlalu mudah untuk diredam. Kenapa gitu enggak ada adegan marah-marah hebat? Ya walau Ia sempat menghilang dari Hyunwook, tapi rasanya proses memaafkannya itu terlalu simple. Ya mungkin karena faktor episode krn baru ketahuan di episode agak akhir dan juga mungkin karena Sena kadung cinta dengan Hyunwook jadi ya sudahlah maafkan saja lagipula rasanya sulit sena hidup tanpa hyunwook.

Chemistry antara krystal dan rain menurutku agak kurang ya. Sebenarnya tak sedikit yang bilang jika chemistry mereka cukup bagus. Terbukti jika mereka mendapat nominasi best couple dalam sbs drama awards 2014 *ga kyk couple drama sblh, entah krn chemistry yg krg, entah krn lead malenya di nominasiin dgn lead female di drama terbarunya* , tapi tetap saja aku merasa kok kurang gitu. Kerasa canggungnya, mungkin faktor usia mereka yg terpaut 12 tahun. Beberapa interaksi mereka agak kaku, terutama Krystal, seperti yg merasa aneh dan tak terbiasa, tapi setidaknya mereka sudah bisa menginterpreatasikan bagaimana perasaan cinta yang meluap.diantara Hyunwook dan Sena walau tak maksimal.  Baca lebih lanjut

[FF] Kesalahan

Title               : KESALAHAN

Rate               : 13+ AJA KOK

Genre             : ROMANCE, FLUFF lah apa lagi klo tentang kaistal

main Cast     : KIM JONGIN (KAI EXO) , JUNG SOOJUNG (KRYSTAL F(X))

OTHER CAST   : KANG SEULGI RED VELVET

length           : One shot

Author          : HANAN HANIFAH hadir lagi

INSPIRED        : dulurku terkasih,ANATOMI

Disclaimer   : Ini idenya terlintas begitu saja. Awalnya aku sedang berusaha membereskan ceita chendy tapi stuck, dan ada satu ff lain tapi sama belum bere juga, eh tba-tiba malah kepikiran ini. ya udah mumpung ada ide langsung aku tulis. Biar kekejar juga targetku. Sebenarnya aku lagi banyak tugas, tapi saking banyaknya aku gatau tugasnya apa saja, jadi daripada nganggur, aku tulislah cerita ini. NO BASHING. GOMAWAEYO udah mau baca. MIANHAEYO kalo jelek. Aku sangat merespect orang yang menghargai karya orang, SO, PLEASE DON’T COPY THIS FF AND PLAGIARISM THIS. Please ENJOY =D.

 

 

“Soojung!” Jongin merentangkan tangannya untuk mencegat langkah Soojung. Soojung melirik Jongin ketus.

“Kamu masih marah? Sms, kakaotalk enggak dibalas. Telepon pun tak kau angkat.” Tanya Jongin dan telrihat jelas raut wajahnya panik karena hal ini.

Soojung melipatkan tangannya di dadanya “Kamu sudah sadar belum apa kesalahan kamu?”

“Ya ampun kamu marah dari kemarin sampai sekarang hanya gara-gara aku enggak mendengarkan ceritamu?”

Soojung menghela nafas kesal. “Heol! Kamu belum sadar juga ternyata. Sampai kamu belum sadar apa kesalahan kamu, jangan hubungi aku!” Ultimatum Soojung tak main-main. Iya mengatakannya dengan penuh kemantapan dan kilatan kesal di mata.

“Lah? Memangnya salahku apa lagi sih? Soojung masa kayak gitu saja kamu marah? Soojung! Soojung!” Soojung mengacuhkan panggilan Jongin. Ia terus melengos pergi tak mempedulikan teriakan Jongin. Jongin yang kesal menendang udara kosong sert mengacak-acak rambutnya sebagai tanda frustasi.

Jongin pun pergi ke kantin untuk memesan minuman sekaligus untuk berpikir. Sungguh, ia tak tahu apa salahnya? Ia hanya tahu saat kemarin Soojung sedang bercerita, tiba-tiba saja Soojung marah. Wajar sebenarnya Soojung marah, karena saat Soojung bercerita, Jongin sedang bermain games sehingga Ia tak fokus, tapi jika hanya karena itu tak seharusnya kan Soojung marah hingga seharian? Hah, wanita memang sulit dimengerti!

“Hei! Kok muram amat sih?” Sapa Seulgi yang tiba-tiba kini sudah duduk dihadapan Jongin.

“Kelihatan ya mukaku muram?” Tanya Jongin.

Seulgi tertawa mendengar pertanyaan Jongin. “Hahaha iyalah. Muka ditekuk terus tatapanmu tampak kusut sambil terus menerus mengaduk-aduk jusmu tak jelas. Kenapa sih?”

Jongin menghela nafas. “Soojung marah, tapi aku engga ngerti kenapa dia marah sampai segitunya.”

“Ya tanya dong ke dia, kenapa Soojung marah ke kamu.” Sahut Seulgi sembari menyeruput cappucinonya.

“Masalahnya dia menyuruhku untuk mencari tahu sendiri kesalahanku dimana. Kan aku bingung! Coba, masa hanya karena aku enggak mendengarkan ceritanya, dia marah seharian?!”

Seulgi mengerutkan keningnya. “Enggak mungkin ah! Soojung bukan tipe orang kayak gitu.”

“Nah maka dari itu,Seulgi! Aku tak mengerti!” Jongin menyedot jusnya dengan penuh emosi.

“Pasti bukan hanya karena itu. Rinci ceritanya dong apa yang sebenarnya terjadi.”

“Jadi Begini….”

Baca lebih lanjut

[FF] Karma

Title               : KARMA

Rate               : 15+ PLEASE……

Genre             : CRIME, DRAMA, FAMILY.

main Cast     : PARK CHANYEOL EXO

OTHER CAST   : CHOI SULLI F(X), BYUN BAEKHYUN EXO, KIM JONGDAE (CHEN) EXO, pARK YURA (chanyeol’s sister) WITH CAMEO : CHOI MINHO SHINEE, CHO KYUHYUN SUPER JUNIOR, KIM JONGHYUN SHINEE, KANG MINHYUK CNBLUE.

length           : One shot

Author          : perluasan imajinasi HANAN HANIFAH

INSPIRED        : PASUPATI ARDAN EDISI APRIL 2014 *aku lupa tanggalnya ya kalo ga tanggal 2,9,1623,30*, YOU’RE ALL SURROUNDED, and also for Nouvelle Vague song JOHAN AL!!!

Disclaimer   : akan muncul beberapa kata kasar dalam ff ini dan juga sejujurnya ini enggak cocok buat yang dibawah 15. agak dewasa boooo. Ini ff pertamaku yang menghadirkan chanli, walau sulli udah sama om itu tuh… *oppa apa om ya? aku seusia sulli soalnya* SUKA NGGAK SUKA sih itu selera kalian, tapi mohon dengan sangat NO BASHING. GOMAWAEYO udah mau baca. MIANHAEYO kalo jelek. Aku sangat merespect orang yang menghargai karya orang, SO, PLEASE DON’T COPY THIS FF AND PLAGIARISM THIS. Please ENJOY =D.

 

 

Irama ketukan menggema di ruang introgasi. Semakin lama, ketukan itu semakin cepat dan tak beraturan. Irama itu berasal dari jemari Chanyeol yang bergerak mengetuk meja. Sudah 15 menit jemarinya tak henti menghasilkan bunyian bernada sembarang. Semakin cepat Ia menggerakan, semakin menunjukan rasa kesalnya.

Kini dihadapannya duduk seorang pria dengan tampilan cukup necis. Wajahnya cukup dingin namun terbilang tampan. Rambut hitamnya dibiarkan acak-acakan untuk menampilkan kesal kasual. Ia memakasi kemeja denim yang dikeluarkan dari celana chino abunya. Don’t judge a book by it’s cover sangat berlaku. Melihat penampilannya orang pasti takkan menyangka jika pria itu merupakan pelaku kejahatan, tapi itu nyatanya. Pria dihadapan ini merupakan orang yang paling Chanyeol benci. Bagaimana tidak? Orang ini telah menghilangkan keperawanan nunanya secara paksa. Sebagai detektif dan adik Ia ingin mengungkap kasus ini.

Chanyeol mulai kehilangan kesabaran. Orang dihadapannya ini tak juga menjawab pertanyaannya. Chanyeol pun mulai menggebrak meja. Meluapkan emosinya.

“YA!!! JANGAN DIAM SAJA! JAWAB!” Teriak Chanyeol penuh emosi. Sang pelaku hanya tersenyum sinis dengan tatapan mengejek melihat emosi Chanyeol yang tersulut.

Baekhyun yang merupakan seorang detektif juga yang ditugaskan untuk menginterogasi, mencoba menenangkan Chanyeol. “Tenang. Jangan membawa emosi pribadi.”

Chanyeol mengacak-acak rambutnya. Ia memang terlalu kesal karena korbannya adalah kakaknya sendiri. Ia menarik nafasnya, dan menghembuskannya dengan perlahan. Dadanya Ia elus-elus untuk menenangkan diri.

“Baiklah saya ulangi kembali. Choi Minho-ssi, pada hari Kamis malam 13 maret anda bersama korban pergi bersama. Kalian yang merupakan teman satu kantor memutuskan untuk makan malam bersama setelah selesai bekerja. Kemudian anda mengajak korban untuk jalan saat malam hari, dan anda mengajaknya ke sebuah rumah kaca berisi berbagai bunga. Korban yang mempercayai anda sebagai teman tak curiga dibawa ketempat sepi seperti itu saat malam hari. Ditempat itulah anda melakukan pelecehan seksual padanya, selain itu juga anda melakukan kekerasan dalam bentuk pukulan benda tumpul karena korban berusaha melawan. Setelah anda melakukan kejahatanmu, korban pingsan, kemudian anda membuangnya di bawah jembatan sungai Han. Anda mengakui hal itu?”

Minho –Sang pelaku – menganggukan kepala tanpa rasa bersalah. Wajahnya terlihat tenang bahkan matanya berani untuk menatap Chanyeol dengan tajam. Tatapan Chanyeol pun tak kalah tajam. Ia menatap Minho penuh kebencian.

“Anda sudah mengakui kejahatanmu, tetapi apakah anda mengakui ini sebagai kejahatan tunggal murni?” Baekhyun mulai melontarkan pertanyaan.

Minho mengerutkan dahinya. “Maksudnya?”

“Ya, anda melakukan ini semua murni karena keinginanmu?”

Minho menggerakan kepalanya keatas dan kebawah. “Yap.”

“Anda yakin?” Timpal Chanyeol sinis.

“Tentu saja! Aku melakukannya karena keinginanku sendiri.” Jawab Minho penuh dengan kemantapan.

“Kalau begitu apa motifmu?”

“Entah mengapa Tubuh Park Yura saat itu sangat menggodaku. Lekuk tubuhnya, kulitnya yang mulus ingin kusentuh. Aku begitu ingin merasakannya, tapi Ia tak mengizinkannya, setan terlalu menguasai diriku. Aku yang tak kuat ingin menjajal tubuhnya, dengan paksa.” Minho mengucapkan itu sambil membayangkan tubuh Park Yura yang sudah Ia cicipi. Di otaknya kembali terlintas kenikmatan menjelajahi tubuh Yura. Air liur Minho tak terasa menetes begitu saja. Minho sdar dan langsung menghapusnya.

“duh maaf ya. aku tiba-tiba jadi terbayang malam itu.” Ujar Minho dengan seringai sinis. Terlihat sekali Minho ingin memanas-manasi Chanyeol, dan berhasil. Amarah Chanyeol kembali memuncak. Chanyeol berdiri dengan tangan terkepal. Chanyeol sudah siap untuk memukuli Minho, untung Baekhyun kembali berhasil mencegahnya.

“Saat kapan kamu berencana untuk melakukan hal tersebut?” Selidik Baekhyun.

“Entahlah, tiba-tba aja terlintas hari itu.”

Nunaku eh maksudnya korban pada hari itu menggunakan Rok hitam dengan pnjang tigaperempat dan kemeja berwarna pink tua. Bentuk tubuhnya tak begitu terlihat, dan juga kulit tubuhnya tidak terekspos, bagaimana bisa libidomu naik hanya karena melihatnya memakai baju seperti itu?” Sentak Chanyeol dengan keras.

“Wajar jika libidomu tidak naik, dia adalah nunamu.” Cibir Minho.

“Tapi aku saja yang tak punya hubungan darah atau ikatan kekeluargaan, hormonku tak bergejolak melihat korban memakai pakaian seperti itu.” Sahut Baekhyun.

“Wajah cantiknya membuat jantungku berdegup dan setan langsung menguasaiku.”

“Tunggu dulu, dari sudut pandang pria, wanita cantik memang menggoda, tapi secantik apapun dia, jika Ia memakai baju seperti itu, libido pria tersebut takkan melonjak sangat tinggi sampai-sampai ingin mencoba tubuh wanita tersebut!” Baekhyun mengeluarkan hipotesisnya.

Baca lebih lanjut