[REVIEW] SUSPICIOUS PARTNER

SUSPICIOUS PARTNER

Genre : Romance, Thriller, mystery, omedy

Episode : 40 x 30 menit (20 x 60 menit)

Sinopsis : Eun Bonghee seorang mahasiswi hukum yang sedang menjalani masa kerja praktek di kejaksaan dengan mentor seorang jaksa yang keukeuh, No Jiwook. Hubungan mereka diawali dengan sebuah kejadian buruk, ditambah Jiwook bukanlah mentor yang baik bagi Bonghee. Setelah menjalani 3 bulan kerja praktek dan Jiwook mulai mengakui Bonghee, Bonghee tiba-tiba tersandung kasus. Ia dituduh telah membunuh mantan kekasihnya di apartemen Bonghee. Bukti cukup memberatkan Bonghee, padahal Bonghee bukan pelakunya. Jaksa untuk kasus itu adalah Jiwook. Jiwook mulanya ikut menuduh Bonghee, namun ketika Ia menemukan kejanggalan terhadap barang bukti, Ia melepaskan Bonghee. Akibatnya Jiwook harus mundur dari kejaksaan dan berprofesi sebagai pengacara. Dua tahun kemudian Bonghee telah menjadi pengacara, namun karena kasus yang menimpa dirinya, dan juga pelaku sebenarnya belum ditemukan, namanya belum bersih, sehingga Ia kesulitan mendapatkan klien. Akhirnya Ia bekerja dibawah firma miik Jiwook. Mereka berdua bekerja sama untuk mencari peaku sebenarnya dibantu dengan orang-orang di tim Jiwook.

Why I Watched : my only reason is Ji Changwook. It will be his last drama before enlistment.

Kesan : Muahahahahahaha kocak aseliiiiiii.  Aku merasa amat terhibur dengan komedinya. Romansanya dapat, sukaaaa dan yaaa watchable laaaah….

The interest thing : komedinya juara sih. Humornya sesuai selera aku, dan yang aku suka adalah konsisten. Darri awal hingga akhir episode tidak lupa disisipkan humor. Walau lagi sedih-sedihnya tetap saja humornya enggak terlupakan. Lalu karakternya pada asyik semua menurutku. Enggak ada yang menyebalkan kecuali eu penjahatnya. Aku pikir second lead femalenya aka bitchy tapi nyatanya jauh dari kata itu. kocak sih sih karakter SLFnya, tampak chic,cool tapi ternyata dia tingkat kepedeannya tinggi. Hubungan kekeluargaan tim Jiwook juga amat terasa dan jelas jadi bumbu kelucuannya. Ditambah lagi aku suka dengan misterinya yang bikin penasaran. Aku penasaran banget dengan background dan motif si pembunuh berantai tersebut, dan sialnya kita baru tahu motifnya di akhir episode.

The Bad Thing : Fokus ceritanya euy…. Drama ini memiliki start yang bagus. Kita diawal diarahkan tentang kasus pembunuhan, membuktikkan ketidakbersalahan Bonghee. Begitu pelakunya ketemu, mereka berusaha mencari bukti, eh tapi kenapa tiba-tiba pelakunya amnesia? Selama amnesia ini fokusnya jadi agak bergeser ke masa lalu orang tua Jiwook dan Bonghee, terus malah putus lagi gara-gara masalah itu. aku pikir itu enggak penting deh. Agak klise, walau aku mengerti sih kenapa mereka putus, tapi aku merasa latar belakang orang tua mereka itu enggak ngaruh ke plot utama. Ya paling ke perkembangan hubungan Jiwook dan Bonghee, itu juga enggak begitu berkembang banyak. Aku frustasi sumpah pas lihat mereka putus. Haruskah gitu? Harusnya sih tanpa ada kisah tentang trauma dan orang tua mereka berdua, cerita ini akan tetap jalan dan menarik. Kisah itu hanya menambah list kecurangan kepala jaksa wilayah saja. Berasa banget filler biar jalan ceritanya sampai 40. Aku rasa drama ini harusnya cukup 32 (16) episode saja. Lalu aku merasa misterinya agak nanggung karena ingin fokus juga ke romance jadi berasa kurang greget dikit, apalagi kasus-kasus kecil yang ditangani mereka, enggak begitu ke eksplor. Ya paling ada yang ngaruh untuk ingatan Jiwook yang hilang. Kalau dari segi misteri kasusnya, aku masih menikmati I Remember You dibanding drama ini karena kedua drama ini berasal dari penulis yang sama. Kalau I Remember You drama misteri bumbu romance, kalau drama ini kebalikannya drama romansa berbumbukan misteri.

Baca lebih lanjut

Iklan

[REVIEW] THE K2

THE K2

Genre : Drama, Action, Romance, Melo, dan sentuhan Political

Episode : 16

Why I Watched : Ji Changwook seorang lah yang mampu membuatku ingin menonton drama ini. Ini bakalan drama dia terakhir sebelum dia wamil, jadi harus nonton doooong. Lagipula ini drama dari penulis Yongpal, dan aku cukup menyukai drama Yongpal. Jadi cukup ku antisipasi.

Kesan : Vibenya vibe Yongpal banget. Tegang, politiknya sama-sama dark, tapi kesannya hanya saat drama itu berjalan. Saat drama itu selesai. Ah ya sudah tamat begitu saja. Tak ada keinginan untuk kepo lebih lanjut.

The interest thing : buat yang suka politik dengan romanceless, drama satu ini memang cocok abis. Aku menyukai suasana tegang dan dark dari drama ini. Seperti Yongpal, drama ini juga disuguhi oleh sebagian besar orang-orang brengsek, yang enggak brengsek cuman Kim Jeha dan Go Anna, dan beberapa orang setia mereka. Sisanya? Enggak ada yang bener. Seolah baik padahal enggak. Konflik politik antar lead amat menarik dan menegangkan. Cukup diperlihatkan bagaimana busuknya dunia politik, kawan bisa jadi musuh, musuh jadi kwan. Jang Sejoon dan Choi Yoojin yang sukses membangun image sebagai orang baik dan keluarga harmnis, padahal nyatanya. Cuuuiih. Karakter Choi Yoojin adalah juara dari drama ini. Pesona dia jauh lebih wah dibanding Kim Jeha sendiri. Dia itu jahat tapi aku seperti mengerti kenapa dia seperti itu. Dia melakukan itu karena mencintai Jang Sejoon, tapi Sejoon hanya membodohinya saja. Lalu dia pun terdesak dengan keadaan keluarganya. Cara dia salah sih, karena Anna jadi korban, padahal kalau dia bisa melupakan itu semua, dan bersikap baik pada Anna saat Um Hyerin, Ibu Anna meninggal, mereka bisa jadi ibu dan anak yang akur. Selain itu kalau suka action, adegan actionnya oke punya ih menurutku dari koreografi maupun tekhnik gambarnya. Buat kita para cewek yang jelas bakalan dag dig dug ser, melihat Ji Changwook beraksi dengan otot-ototnya yang menggoda. Nyemil roti sobek kita wkwkwk

The Bad Thing : Hm… karakternya kurang kuat kalau menurutku. Hanya Yoojin saja yang terlihat bersinar di drama ini. Semua karakternya terasa stagnan, kurang perkembangan. Terkadang drama ini memang terlalu membuang waktu dengan adegan actionnya, jadi perkembangan karakternya enggak begitu terlihat, terutama Anna dan Jang Sejoon. Pasangan ayah dan anak ini tidak begiu banyak perkembanga. Anna lumayan sih dia mulai mengatasi Gangguan paniknya, walau kesini-sini aku melihatnya kok kayak yang malah enggak pernah punya gangguan panik. Agak kehilangan fokus nih SWnya. Lalu Sejoon sampai akhir pun dia tidak berani terang-terangan melawan Yoojin. Dia memang mau mengakhiri itu semua, dengan memegang kartu memori Han Sukhan, tapi dia tetap terobsesi dengan politiknya, dan tak ada niatan untuk meperbaiki nama Um Hyerin yang telah Ia rusak. Padahal kalau di Yogpal, setiap orang memiliki motivasi masing-masing untuk tujuan mereka mengabdi pada siapa, dan mereka bisa berbalik 180 derajat saat itu juga demi bertahan hidup, sedangkan disini keinginan itu kurang kuat.

Baca lebih lanjut

[REVIEW] HEALER

Se rapi apapun kau menyembunyikan kejahatan, pasti akan terkuak juga. Ya lagi-lagi hadir drama mengenai kebenaran suatu cerita masa lalu yang dapat merugikan orang banyak. kebenaran yang terkubur selama 22 tahun akan terungkap dalam drama satu ini, Healer. Mumpung baru banget beres nonton tadi siang, dan aku masih ada waktu untuk menulisnya, jadi langsung saja kita kupas drama satu ini.

Healer merupakan drama yang bergenre thriller, romance, comedy, drama yang menceritakan seorang kurir gelap yang bersandikan Healer yang dapat melakukan apapun kecuali membunuh untuk kepuasaan kliennya. Ia dapat mencuri, berlarian diatas atap, meretas data, dan Ia juga sangat handal berkelahi. Suatu hari Healer mendapat klien seorang reporter terkenal Kim Moonho untuk mendapatkan DNA dari seorang gadis yang bekerja sebagai reporter hiburan di media online kelas 2 Somedays News, Chae Youngshin. Setelah mendapat DNA gadis tersebut, Healer mendapat tugas tambahan untuk mencari tahu orang seperti apa Youngshin itu. Demi melaksanakan tugasnya itu, Healer yang bernama asli Seo Junghoo menyamar sebagai Park Bongsoo bekerja di Somedays News. Ternyata Junghoo, Youngshin, dan Moonho memiliki keterikatan masa lalu, mereka bertiga harus menghadapi itu dan mengungkap kebenaran dari sebuah kejadian di tahun 1992.

Awalnya aku tak berniat menonton drama ini. Saat membaca 2 episode pertama kesanku pada drama ini hanya, ya rame, just that, tapi setelah membaca episode 3, aku mulai merasakan keseruan yang berbeda. Sesuatu yang menarik. Alhasil aku memutuskan untuk menonton ini sampai selesai, dan u know? Aku tak menyesal mengikuti drama ini. Gilaaaa drama ini seru banget! Mungkin diawal episode agak pusing karena pengenalan tiga tokoh sentral dan juga misteri-misteri yang ada dalam drama ini masih berupa potongan puzzle yang tersebar dimana-mana sehingga agak kebingungan dengan arah tujuan drama ini. Hanya saja saat episode 3, berasa ada titik cerah dimana disitu kita tahu jika Moonshik berperan dalam hilangnya Jian, dan juga Healer yang dituduh membunuh orang, disitu aku mulai ngeh arahnya mau kemana, dan disitulah ketegangan-ketegangan dimulai.

Kisah mengenai siaran radio illegal di tahun 1980 dan kejadian di tahun 1992 itu menjadi dasar cerita drama ini. Kejadian tahun 1992 terjadi karena mereka (5 sekawan+Moonho) pernah melakukan siaran radio illegal sehingga jiwa pers bebas mereka meluap, dan terbawa lah di kejadian 1992 sehingga membuat salah satu dari mereka Oh Gilhan, tewas, dan temannya Seo Junseok dituduh membunuh, dan diduga bunuh diri. Istri Gilhan yang juga dari 5 sekawan itu hoi Myunghee mengalami kecelakaan dan harus kehilangan anaknya Oh Jian. Jian yang hilang akhirnya diadopsi oleh Chae Chisoo dan berubah identitas menjadi Chae Youngshin. Seo Junseok yang terbunuh membuat istrinya meninggalkan anaknya Seo Junghoo sehingga Junghoo diasuh dan dilatih mejadi Healer oleh teman ayahnya yang juga tergabung dalam 5 sekawan, Ki Youngjae. Moonho yang merupakan adik Moonshik tahu jika Moonshik berbohong, dan berperan dalam segala kekacauan menjadi marah pada Moonshik. Kejadian 1992 itu membuat Moonshik menjadi seorang yang tak tertutup matanya karena bekerja pada Tetua. Tetua itulah yang menyebabkan semua kekacauan dan dibalik orang-orang yang terbunuh.

Dalam healer ini ada beberapa kasus yang diliput oleh Somedays news. Kasus pertama adalah kasus Ju Yeonhee. Awalnya aku kira kasus Yeonhee ini enggak penting, dan agak membingungkan, tapi setelah terungkap bahwa Hwang Jaeguk terkait dengan Kim Euichan dimana Kim Euichan ini bekerja pada tetua. Dsitu aku baru mengerti jika kasus itu akan menambah daftar kejahatan Tetua. Lalu ada beberapa kasus lagi, dimana kalau kita melihat dari permukaan tidak ada hubungannya, tapi dibalik semua kasus itu ada sang Tetua yang memerintah agar bisnisnya dapat berjalan lancar. Potongan-potongan kasus itu lah yang menyatukan potongan puzzle yang awalnya tersebar, saat diakhir episode menjadi benar-benar menyatu, dan terungkaplah kebenaran dan kejahatan sang Tetua. Selain itu setiap tokoh pendukung juga ada kisah masa lalu tersendiri, dan ternyata itu terhubung dengan si Tetua itu. Seperti cerita Bibi Minja saat masih menjadi detektif. Aku kira mereka menceritakan masa lalu bibi Minja hanya sebagai bumbu saja, ternyata diakhir episode kita tahu jika kasus terakhir bibi Minja berhubungan dengan perusahaan si Tetua.

Secara alur, menurutku terasa pas. Enggak kecepatan, tapi enggak lambat juga. Misteri-misteri yang terbongkar disaat yang tepat, ya paling yang agak lambat itu saat Youngshin tahu jika Bongsoo itu adlaah Healer yang selalu melindunginya. Lalu yang aku suka semua misteri itu terbongkar dengan lancar, tanpa ada gangguan, atau terlambat menyadari, walaupun ada sih yang telat seperti terlambat menyadari kalau sang guru, Youngjae diracun, lalu Myunghee mengetahui anaknya masih hidup, tapi secara keseluruhan semua misteri terbongkar disaat yang tepat, perlahan namun pasti sehingga cukup membuat perhatian kita terus tertuju pada drama ini. Rasa penasaran terus bergentayangan diakhir episode, sehingga kita merasa ketagihan akan episode selanjutnya. Sekalinya kamu menonton satu episode, dijamin enggak bisa berhenti! Bahkan diakhir episode 20 pun aku masih ingin ada kelanjutannya. Rasanya enggak rela pisah sama drama ini.

Drama ini menariknya juga karena proporsi Antara romance dan thriller seimbang. Tidak ada yang saling mendominasi. Masing-masing menjadi bumbu tersendiri untuk drama ini. setiap adegan berperan penting terhadap genre yang ada di drama ini. Mungkin untuk romance drama ini tak sebanyak drama lain, tapi adegan romantisnya tak terasa useless atau terasa kurang greget. Adegan romantisnya terasa manis banget apalagi di episode 15, saat Youngshin merawat Junghoo, serius itu manis banget. Mungkin banyak yang merasa kurang adegan romantis mereka diepisode terakhir karena lebih berfokus untuk menyelamatkan nama Junghoo dan juga untuk menangkap Tetua, tapi adegan terakhirnya cukup mengobati karena terasa manis. Adegan menegangkannya sangat keren, apalagi kalau sudah melihat Healer beraksi. Enggak kuku ><.  Adegan thrillernya tidak membuat adegan romantisnya tertutupi, bahkan dapat disatukan dengan baik, seperti saat Junghoo sedang bergelut dengan preman-preman sembari menelepon Younghsin, atau saat Junghoo melindungi Youngshin dari kekerasan. Adegan komedinya tak begitu banyak, tapi cukup membuat otot dan hati kita rileks setelah adegan-adegan yang bikin hati deg-deg ser. Adegan komedinya selalu ditempatkan ditempat yang pas, jadi kita tetap enjoy nonton drama ini. Tawa yang dibawa sangat menghibur, seperti saat di episode terakhir, disaat-saat terakhir, dimana kita kaget saat Junghoo tertembak dan rubuh, namun ternyata itu hanyalah sebuah drama penangkapan Tetua. Kocak banget saat Junghoo membuka matanya, dan Moonho memaksa Junghoo untuk menutup matanya, dan berkedip pada detektif Yoon. Serius itu antiklimaks banget! Tapi itu hal yang menjadi daya Tarik sendiri untuk drama ini. Ah pokoknya suka banget dengan cara penyampaian ceritanya!

Banyak yang membandingkan drama ini dengan drama tetangga Pinocchio. Sama-sama mengusung reporter sebaai latar belakang cerita, sama-sama ingin membersihkan nama orang tua, sama-sama berhadapan dengan orang yang punya uang yang bisa menundukkan kekuasaan, tapi menurutku kedua drama ini berbeda. Cerita yang dibawa keduanya amat berbeda, yang satu tentang terbunuhnya orang tak bersalah, dan pengusaha gila yang menghalalkan segala cara untuk mendapatkan uang, dan juga berbicara mengenai dunia hacker, kalau Pinocchio lebih menceritakan perjuangan untuk membersihkan nama-nama orang tak bersalah dan juga membuktikan campur tangan pengusaha dalam perubahan alur berita. Healer sampai membawa nyawa orang, kalau Pinocchio membawa kebersihan nama seseorang. Serta untuk dunia jurnalistiknya, Pinocchio lebih menekankan hal tersebut dibanding Healer. Healer hanyalah sebagai latar belakang, kalau Pinocchio benar inti ceritanya dan memperlihatkan bagaimana cara kerja reporter. Kalau disuruh milih, hm… berhubung aku masih belum bisa move on dari Pinocchio, dan Pinocchio amat berbekas dihatiku jadi….. ya tahu lah jawabannya. Eits… tapi bukan berarti Healer enggak menarik. kalian salah kalau menyangka seperti itu karena aku lebih memilih Pinocchio.  Jadi jangan pernah membandingkan keduanya, karena keduanya sangat berbeda. Dua-duanya sama-sama keren!

Baca lebih lanjut

[REVIEW] KARA : SECRET LOVE

Kalau sudah ngomongin cinta tampaknya enggak akan ada habisnya. Cinta merupakan tema yang enggak ada habisnya untuk diangkat menjadi sebuah cerita. Cerita cinta dapat diekspresikan dengan berbagai macam kisah. Ada kisah cinta pertama, cinta sejati, cinta pandangan pertama, dan kisah cinta lainnya yang bisa diangkat menjadi sebuah drama. kali ini berbagai kisah cinta yang beraneka raga itu diangkat dalam sebuah miniseries yang dikemas secara omnibus, yaitu KARA : SECRET LOVE.

KARA : Secret Love ini merupakan sebuah drama yang menceritakan lima kisah cinta yang berbeda-beda. Drama ini terdiri dari 10 episode dimana setiap satu cerita terdiri dari dua episode. Jika menontonnya di web lain *aku lupa namanya* drama ini berjumlah 5 episode sehingga 1 cerita 1 episode, tapi yang aku tonton adalah yang 10 episode. Drama yang tayang di tahun 2014 ini diperankan oleh member KARA saat masih berlima, yap saat masih ada Nicole dan Jiyoung. Member Kara ini memerankan wanita yang memiliki kisah cinta yang berbeda dengan lima pria lainnya sebagai lawan mainnya.

Cerita pertama berjudul : The 13th bucket list. Episode ini dimainkan oleh Goo Hara sebagai Hyunjung dan untuk lawan mainnya adalah Kim Youngkwang sebagai Joonmoon. Episode ini mengisahkan Hyunjung yang di diagnose memiliki kanker pancreas dan hanya punya waktu 3 bulan untuk hidup. Mengingat waktu hidupnya yang sempit, Hyunjung pun membuat bucket list sebelum Ia mati. Salah satu isi bucket list itu adalah berlibur sekaligus mengunjungi makam ibu yang berada di pulau Jeju. Di liburan itulah, karena sebauh perisitwa sederhana Ia bertemu dengan seorang lelaki Joonmoon. Awalnya hubungan mereka tidak baik, tapi karena Joonmoon mengetahui rahasia Hyunjung, akhirnya mereka melalui 3 hari di sana yang tak terlupakan.

Seven days of summer merupakan judul cerita kedua. Cerita ini mengisahkan Mary yang diperankan oleh Nicole Jung, akhirnya kembali ke Korea setelah sepanjang hidupnya Ia habiskan di Amerika. Ia kembali ke Korea karena Ia mendapat kabar jika ayah kandungnya meninggal dan meninggalkan warisan padanya. Saat di Korea dia diberitau seorang pastur yang merupakan teman ayahnya, jika ingin mendapatkan warisan itu, Mary harus memecahkan sebuah teka-teki selama 7 hari. Mary selama ini tak mengenali sosok ayah kandungnya mulanya enggan, tapi karena Ia akan mendapat warisan Ia memutuskan untuk memecahkan teka-teki tersebut. saat memecahkan teka-teki tersebut Ia bertemu dengan teman masa kecilnya Taeyang (Lee Kwangsoo). Bersama Taeyang, Mary berusaha memecahkan teka-teki. Ternyata teka-teki itu membawanya pada sebuah fakta yang mengejutkan dan juga mendapat sebuah warisan yang tak ternilaikan.

Kang Jiyoung membawakan cerita ketiga. Dalam cerita Lilac ini Ia berperan sebagai Soyul yang masih SMA yang mempunyai impian sebagai penyanyi. Sayangnya, sedari kecil Ia menderita tumor otak. Saat penampilannya bersama teman-temannya, Ia tiba-tiba jatuh pingsan sehingga harus dirawat di rumah sakit. Saat di rumah sakit, Ia sekamar dengan seorang wanita yang koma karena kecelakaan. Wanita itu memiliki pengunjung tetap yaitu Hyunjoon. Soyul pun berkenalan dengan Hyunjoon yang usianya terpaut cukup jauh, karena Soyul memanggil Hyunjoon sebagai Ahjussi. Soyul dan Hyunjoon yang sama-sama kesepian, akhirnya menghabiskan waktu bersama dan melalui Hyunjoon itu Soyul belajar mengenai cinta pertama.

Cerita keempat yang diperankan oleh Han Seungyeon dan Yeon Woojin berjudul Missing You. Seungyeon berperan sebagai Jihye yang seorang Top Model. Jihye ini menjalin hubungan betahun-tahun dnegan fotografer yang diperankan oleh Yeon Woojin, Jung Hyunjin. Suatu hari Hyunjin mengalami kecelakaan sehingga Hyunjin meninggal dunia. Jihye amat terpukul dengan kepergian Hyunjin. Dia menyesali beberapa hal yang tak mereka lakukan karena kesibukan Jihye. Ditengah keputusasaannya, Dia mendapat kesempatan untuk mengembalikan nyawa Hyunjin, yaitu Ia harus kembali ke masa lalu, ke masa dimana pertama kali Ia bertemu dengan Hyunjin. Jihye harus mencegah pertemuan pertama dia dnegan Hyunjin, karena dengan cara itulah Ia bisa menyelamatkan nyawa Hyunjin.

Judul cerita terakhir adalah Have You Ever Had Coffee With An Angel?. Cerita ini mengisahkan Park Sunwoo yang diperankan oleh Park Gyuri yang selama bertahun-tahun menyukai seniornya, Kim Woobin. Walau sudah ditolak berkali-kali, Sunwoo tak menyerah, bahkan Ia rela pergi ke Pulau Jeju agar bisa bekerja bersama Woobin. Woobin yang merasa tak nyaman akhirnya bersikap kasar pada Sunwoo. Sunwoo pun putus asa, dalam kehampaannya, tiba-tiba muncul seorang pria yang merupakan malaikat pelindungnya dari lahir yaitu guardian angel no 2013 yang diperankan oleh Ji Changwook. Melalui bantuan malaikat 2013 itulah Sunwoo berusaha membuat Woobin jatuh hati padanya, namun seiringnya usaha malaikat 2013 membantu Sunwoo, hubungan mereka berdua pun semakin dekat. Baca lebih lanjut