[REVIEW] EXO NEXT DOOR

Para fangirl pasti setidaknya pernah berimajinasi jika saja tetangga depan rumah adalah dorm idol favorit masing-masing. Kalau tidak, aku yakin seorang fangirl pasti pernah membayangkan agar bisa dekat dengan oppa, bercita-cita menjadi manajer, stylist, staf, bahkan mungkin kita rela menjadi seorang tukang cuci agar bisa dekat dengan mereka. Hal-hal semacam itu ternyata dialami oleh Ji Yeonhee di webdrama EXO Next Door.

Webdrama yang berdurasi sekitar 10-12 menit ini mengusung genre paling lumrah, romance, comedy. Drama ini menceritakan sebuah grup idol terkenal, EXO yang beberapa anggotanya yaitu Chanyeol, D.O, Baekhyun, dan Sehun pindah ke rumah kakek Chanyeol dimana Chanyeol memiliki tujuan untuk mencari kalung yang diberi kakeknya di rumah itu. Kepindahan mereka ternyata membuat seorang gadis tetangga, Ji Yeonhee mengalami pengalaman baru, menjadi asisten rumah tangga grup idol terkenal. Ternyata Chanyeol dan Yeonhee memiliki keterkaitan masa lalu.

Kalian yang sudah mengikuti blog ku sudah pasti bisa menebak alasanku menonton drama ini, ya jelas sekali, karena ini dramanya E-X-OEXO-L dijamin pasti menonton ini karena oppa-oppa mereka berakting. Aku sebagai yang ngefans berat sama mereka * mereka berakting. Aku sebagai yang ngefans berat sama mereka *duh ingin ngaku sebagai exo-l, tapi ga beli albumnya huhuhu*, jadi suatu keharusan untuk menonton drama tersebut. Lagipula aku ingin tahu kemampuan akting para member selain D.O.

Drama ini sebenarnya fanfict banget, dimana seorang gadis yang ngefans *asumsikan saja begitu karena kamarnya penuh poster EXO, walau sebenarnya itu promosi*, tiba-tiba mendapat tetangga baru segerombol artis terkenal yang Ia suka, terus kerja disana, dan malah terlibat cinta segitiga. Itu tuh bagi kami para fangirl terutama internasional fans adalah sebuah khayal babu tingkat alam semesta, alias MIMPI LU! Hal kayak gitu tuh cuman ada di dunia fanfict, bahkan dunia drama pun itu terlalu khayal babu rasanya. Untungnya sih ini cuman webdrama, jadi masih terasa normal. Kalau ini bukan webdrama, dijadikan sebuah drama dengan satu episode berdurasi 60 menit, dijamin orang-orang akan merasa bosan karena jalan ceritanya terlallu dongeng.

Yeonhee tuh beruntung banget, diperebutkan dua pria tampan, bahkan salah satunya sudah menyukainya dari kecil dan bertahan sampai sekarang. She’s his first love. Beruntugnya lagi dia bisa bekerja di rumah mereka, sering ketemu mereka. Adek rela bang jadi babu asal bisa dekat abang…. Huhuhu seperti itulah perasaan EXO-L menonton drama ini. Makanya kurang dongeng apalagi drama 16 episode ini?

Drama ini menghibur kok, apalagi bagi seorang EXO-L. Jalan ceritanya memang dengan mudah sekali tertebak, Chanyeol dan Yeonhee adalah teman masa kecil, dan kalung yang dicari Chanyeol ada di Incheon te. Hl itu benar-benar bisa tertebak, tapi eksekusi ceritanya menarik sih. Aku suka pembawaan plotnya yang mengalir dengan lancar dan aku merasa terhibur sih menonton itu. Komedinya sanggup membuatku ngakak, walau awal-awal komedinya agak terlalu komik, tapi makin kesini gimmicknya makin alami.

Setiap episode pasti kita akan dibuat tertawa oleh tingkah laku Yeonhee yang amat koplak atau dengan kelakuan adiknya, dan tak lupa tingkah laku anak EXO, Baekhyun dan Sehun yang benar-benar segar karakternya. Paling lucu sih kalau sudah adegan Sehun dengan adik Yeonhee. Mereka berdua ini masih bocah, jadi kelakuannya bodoh, koplak. Aku suka banget sama bromance mereka. Padahal mereka enggak satu grup, tapi bisa cepat akrab. Kalau di dalam grup gimana? *eeeeh….*.

Adiknya Yeonhee ini benar-benar penambah bumbu komedi banget. Dia belum dewasa, tapi sebagai lelaki dia amat menjaga Yeonhee sehingga sempat menyuruh Yeonhee menjauh dari anak-anak EXO, karena mereka alien dengan superpower. Adiknya sempat mencari info mengenai EXO, dan membaca konsep superpower mereka. Adik Yeonhee yang baru lulus SMA ini, pikirannya masih kekanakan menjadi mempercayai bahwa mereka adalah sekumpulan alien dengan kekuatan supranatural.. Lucu banget dia amat mempercayai itu, dan bilang ke sehunnya pula! Terus adegan Dia dan Sehun lari dari kejaran fans, lebay sih, tapi itu lucu serius deh. Adegan mereka ngopi bareng. Ah serius suka sama bromancenya mereka.

Baca lebih lanjut

Iklan

[REVIEW] DRAMA : IT’S OKAY THAT’S LOVE

Nambah lagi deh list drama di 2014 yang menarik hati, It’s okay that’s love.

IOTL merupakan drama bergenre romance, medical, comedy yang menceritakan Jang Jaeyeol seorang penulis dan penyiar yang tampan dan mengagumkan. Banyak wanita yang memuja-mujanya. Dibalik pesonanya itu Ia menyimpan sebuah luka dan trauma yang amat dalam mengenai keluarganya. Ia mempunyai rasa bersalah pada kakaknya Jang Jaebum yang tak mendapatkan keadilan karena telah dipenjara selama 11 tahun dengan tuduhan membunuh ayah tirinya. Suatu hari Jaeyeol bertemu denagn seorang psikiater Ji Haesoo yang dingin dan tak percaya cinta *ga juga sih, tapi ya semacam lah*. Haesoo memounyai traumatic sendiri mengenai cinta dan skinship sehingga setiap berpacaran Ia takut untuk melakukan skinship. Mereka bertemu dan berinteraksi dan mencoba menyembuhkan luka yang ada pada diri mereka masing-masing, tapi ternyata Jaeyeol menyimpan luka yang jauh lebih dalam dibanding yang terlihat di luar. Hal itu ditandai dengan kehadiran Han Kangwoo seorang anak SMA yang merupakan juga penggemar Jaeyeol.

Alasan aku menonton drama ini? sudah barnag tentu karena ada biasku tercinta, Do Kyungsoo <3. Aku ngin lihat aktingnya dia, dan its not disappointed, even its amazing! Selain itu ada Lee Kwangsoo dan para pemain utamanya yang menjanjikan. Secara yang main Jo Insung, gong Hyojin, Sung Dongil. Pemain papan atas. Selain itu dilihat dari sinopsisnya tampak menarik, dan ya memang benar, drama ini memang menarik.

Sudah lama ya enggak nemu drama yang semenarik ini. serius, drama ini bagus banget. Beda dari yang lain. Banyak pesan yang didapat dari drama ini. SW-nimnya dapat membawa kita untuk melihat tentang orang-orang yang memiliki kelainan jiwa dari kacamata lain, dan Ia menunjukkannya tanpa terlihat seperti merendahkan mereka. Pembawaan ceritanya amat rapi, dan alurnya pun pasti. Tidak terasa diburu-buru, baik di awal, tengah, maupun ending. Rasanya setiap menonton satu episode ke episode lain adalah sesuatu yang pasti.

Yang aku suka dari drama ini enggak ada tokoh antagonisnya. Hal yang diceritakan merupakan kejadian sehari-hari yang memang ada dan terjadi. kita tak dapat mengabaikan mereka yang memiliki kelainan jiwa. Mereka memang ada dan benar terjadi. lalu perkembangan hubungan Haesoo dan Jaeyeol yang terasa mengalir dengan alami dan keterbukaannya mereka. IOTL ini seperti reply 1994 yang memang sama-sama menceritakan kehidupan sehari-hari, tapi IOTL versi lebih dewasanya.

Drama ini memang agak berat dan agak mikir *apalagi buat aku*. Ada beberapa dialog yang harus aku ulang dan aku pahami benar-benar untuk mengerti maksudnya, bahkan adegan di episode pertama dimana Jaeyeol memberitahu jawaban dari pertanyaan Haesoo sudah aku ulang 3x tapi tetap saja aku masih agak kesulitan mengertinya *maapin aing emang lemot*. Selain itu drama ini juga menampilkan beberapa adegan dan percakapan yang cukup dewasa sehingga emang enggak cocok untuk dibawah umur. Aku saja yang berumur 20tahun agak risih dengan beberapa adegan dan percakapan, apalagi yang dibawah aku, namun untungnya semua itu dibalut dengan komedi yang baik sehingga tak teras seperti menggurui. Selain itu ada juga cerita tentang pasien-pasien Haesoo yang menambah bumbu drama ini menjadi menarik. walau sekilas tapi lumayan mendapat pengetahuan baru kok.

Jujur aku suka sekali dengan pesan yang dibawa. Kita jangan pernah memandang rendah seseorang yang “berbeda” dengan kita. Mereka yang memiliki penyakit jiwa pun umumnya sama seperti yang sakit fisik secara umum. Jangan perlakukan mereka dengan seenaknya. Sejatinya hampir 80% manusia itu mengalami sakit jiwa ringan. Jangan acuhkan mereka. Lalu jangan percaya dengan yang terlihat di permukaan seseorang. Kita tak tahu dalamnya seperti apa. Siapa tahu orang itu terlihat baik-baik saja, tapi sebenarnya Ia memiliki luka yang amat mendalam. Banyak yang memiliki kelainan jiwa yang terlihat baik-baik saja, padahal di dalamnya mereka amat sakit. Selain itu pentingnya juga berdamai dengan diri sendiri. Dengan memaafkan diri sendiri, kita takkan menyiksa diri sendiri dan dapat menerima kenyataan, dan juga jika memiliki permasalahan, punya uneg-uneg keluarkanlah. Ceritakan pada seseorang. Jangan memendamnya sendiri apalagi sampai bertahun-tahun karena itu tak sehat untuk jiwamu. Lihatkan? Pesannya begitu mendalam dan bagus. Benar-benar drama ini menceritakan sisi yang berbeda.

Baca lebih lanjut

[FF] Listen To Me

Title               : LISTEN TO ME PLEASE

Rate               : 13+

Genre             : ROMANCE *seperti biasa -,-*

main Cast     : D.O EXO (DO KYUNGSOO) DAN BANG MINAH GIRLS DAY

OTHER CAST   : kim ryeowook super junior

length           : One shot

Author          : ngarang bebasnya HANAN HANIFAH

Disclaimer   : walau Minah udah punya pacar, tpi aku tetep ngeship minah-kyungsoo wkwkwk *padahal mereka ga ada momen*. SUKA NGGAK SUKA sih itu selera kalian, tapi mohon dengan sangat NO BASHING. GOMAWAEYO udah mau baca. MIANHAEYO kalo jelek. Aku sangat merespect orang yang menghargai karya orang, SO, PLEASE DON’T COPY THIS FF AND PLAGIARISM THIS. Please ENJOY =D.

 

“Yo, stand by ya…. lima… empat… tiga… dua…satu… on air!”

“Saat dunia penuh keacuhan. Saat semua orang orang menutup telinganya, dan ketika hati terlalu penuh untuk memendam semuanya sendirian. Rasanya menjadi terlalu gila jika tak terungkapkan. Tenang saja, D.O is here untuk bikin hati kamu lega.Aku akan menemani kamu dari jam 12.00 malam sampai jam 2.00 pagi nanti.” D.O mulai membuka acara radio miliknya.

“Hari sudah mulai berganti. Ada yang masih belum tidur? Kenapa enggak bisa tidur? Apa gara-gara kepikiran sesuatu? Ingin mengungkapkan itu semua, tapi enggak ada yang mau dengar. Waduh gawat nih kalau kalian sudah seperti itu sampai enggak bisa tidur. Enggak sehat tuh! Makanya, telingaku sudah siap untuk mendengar semua cerita kalian. Bagi kalian yang merasa gila karena sudah memendam semua sendiri dan ingin dibagi, angkat sekarang juga telepon kalian dan tekan 0285611085. Aku tunggu sekarang ya. Sambil menunggu telepon dari kalian, aku mau putar sebuah lagu yang bikin malam kamu terasa tenang. I think I love by Jamie Cullum. Ditunggu teleponnya.”

Intro lagu pun mulai mengalun melalui udara. D.O melepaskan headphonenya dan menjauhkan mikrofon dari mulutnya. Ia langsung menghela nafas dan matanya tampak agak menerawang. Melihat itu produsernya mengetuk kaca studio siaran.

Gwaenchana?” Tanya Ryeowook khawatir. D.O menjawab dengan anggukan.

“Tadi pas opening suara kamu terdengar agak lemas. Aku tahu kamu lagi sedih habis putus dari Minah, tapi tolong jangan sampai berpengaruh dengan kualitas siaranmu. Pendengar tak akan mau tahu apa yang terjadi denganmu, arasseo?”

“Iya, Hyung. maafkan aku.”

Ryeowook mengacungkan jempol ke arah D.O. terdengar suara dering telepon. Tampaknya sudah mulai ada penelepon yang ingin berbagi cerita. Ryeowook langsung mengangkat telepon tersebut.

“Ya SBC Radio, D.O is here program.” Jawab Ryeowook pada sebrang telepon. “Ah ya, ingin cerita on air? Boleh, dengan siapa?”

Begitu mendengar jawaban dari sang penelepon, Ryeowook langsung terdiam kaget. Ia pun memastikan lagi dengan jawaban penelepon, dan sang penelepon meyakinkan Ryeowook. Setelah yakin, sorot mata Ryeowook berubah menjadi bersemangat.

“Oke, baiklah. Tunggu sekitar 2,5 menit lagi yaa. Nanti kalau sudah terdengar suara D.O menyapamu, barulah kau bicara.” Ryeowook memberikan arahan kepada penelepon.

“Kyungsoo, siap-siap sudah ada penelepon!” Seru Ryeowook.

“Siap! Siapa namanya?” Tanya Kyungsoo.

“Dengar saja nanti sendiri. Ingat suaramu jangan lemas ya!”

Kyungsoo mengangguk mengerti. Ia langsung memakai kembali headphone dan mendekatkan mikrofon ke mulutnya. Ia mengatur nafasnya untuk membuat emosinya stabil dan berdeham beberapa kali agar suaranya terdengar enak saat mengudara.

Ryeowook dibalik ruang kontrol tampak mengacungkan lima jari. Ia mulai menghitung mundur. Jarinya berkurang satu persatu dari lima ke empat, lalu ke tiga, kemudian ke dua, dan terakhir ke satu. Acara kembali dimulai.

“Ah tampaknya sudah mulai ada penelepon. Seperti biasa jika aku bilang ‘hallo, D.O is here’ dan kamu jawab dengan “Hi, D.O listen to me please!.”

hallo, D.O is here!”

“Hi, D.O listen to me please.” Jawab sang penelepon. Begitu mendengar suara penelepon, dahi D.O agak mengerut. Iya tampaknya mengenali suara sang penelepon, tapi Ia ragu dengan itu. Ia pun mengacuhkan hal tersebut.

“Telingaku sudah siap untuk mendengarkanmu! Ya dengan siapa ini?”

“Bang Minah.” Mata D.O langsung melebar. Ia terkejut dengan nama penelepon. Dugaannya ternyata benar. Pantas saja Ia sangat mengenali suara penelepon. Ternyata adalah mantan kekasihnya yang baru putus selama 12 jam. D.O langsung melotot pada Ryeowook sebagai bentuk protes. Ryeowook membalasnya dengan memalingkan muka sambil tersenyum licik. Rasanya D.O ingin menutup acara ini, tetapi Ia adalah seorang penyiar profesional. Siapapun pendengarnya harus Ia hadapi.

“Oh hai, Minah! Ada apa nih?”

“Aku sedang sedih, D.O.”

“Sedih kenapa? Ceritakan dong permasalahanmu. Aku siap mendengarkanmu.” Sahut D.O berusaha ceria. Ia tak ingin pendengar yang lainnya menyadari kecanggungan interaksi on air ini.

Baca lebih lanjut

[FF] Where Is Kyungsoo

Title               : WHERE IS KYUNGSOO (EXO FF)

Rate               : G

Genre             : FRIENDSHIP, HUMOUR, COMEDY tapi kayaknya gagal T____T

Cast               : EXO MEMBERS [SUHO (KIM jUNMYEON), XIUMIN (KIM MINSEOK), LUHAN, KRIS, LAY, BYUN BAEKHYUN, CHEN (KIM JONGDAE), PARK CHANYEOL, DO KYUNGSOO (D.O), TAO, KAI (KIM JONGIN), OH SEHUN]

length           : One shot, VIGNETTE

Author          : ide randomnya HANAN HANIFAH

Disclaimer       : peringatan sebelumnya, dalam FF ini aku memakai bahasa yang tidak baku, jadi mohon maaf atas ketidaknyamanan hal ini. kita lihat betapa random dan koplaknya tingkah laku member exo disini. SUKA NGGAK SUKA sih itu selera kalian, tapi mohon dengan sangat NO BASHING.GOMAWAEYO udah mau baca. MIANHAEYO kalo jelek. Please ENJOY =D.

 

Delivery Pizzanya sudah datang! Makan malam siap!” seru Chanyeol sambil menenteng dua dus Pizza

Mendengar makanan telah tiba, member EXO seketika langsung menghentikan kegiatan masing-masing. Chanyeol pun meletakkan dua dus Pizza itu di atas meja makan. Mereka pun langsung menuju meja makan.

“lapar! Lapar! Lapar!” seru Baekhyun berisik

“ayo cepat buka!” titah Kai yang sudah tak sabar

“ah lama” Kris pun langsung membuka kotak Pizza tersebut dan mencomotnya, namun belum juga masuk mulutnya, Suho sudah menghentikannya.

“tunggu dulu,Hyung! ini member kita sudah lengkap belum? Kita harus makan bareng” cegah Suho

“kita sudah kumpul kok!” celetuk Tao

Suho pun mulai menghitung jumlah member yang ada di ruang makan. “1,2,3……8,9… loh cuman 9 orang? 3 lagi mana?” Suho mengabsen satu-satu “ah… Minseok Hyung dan Luhan Hyung kemana? Kyungsoo juga mana?”

“Minseok Hyung dan Luhan Hyung lagi pergi beli sepatu” jawab Lay

“Kyungsoo?”

Semua member terdiam. Melihat satu sama lain, kemudian dengan serepak mereka mengangkat bahu.

“paling juga itu anak lagi jalan-jalan sendiri” jawab Chen

“biasalah, kan Kyungsoo Hyung suka pergi sendirian tanpa bilang ke kita” Sehun menambahkan

“kemana ya itu anak? Seneng banget sih ngilang” gerutu Suho. Suho pun mengelarrkan handphone dari sakunya. Ia pun mencoba menghubungi D.O, sayangnya D.O tak mengangkat telepon dari Suho. Suho pun menjadi cemas sendiri.

“enggak diangkat. Kemana ya itu anak? Bikin cemas saja” omel Suho

“sudah deh, Lu jangan banyak ngomel kayak emak-emak. Kyungsoo bukan bocah kecil yang enggak tahu jalan. Nanti juga Dia balik sendiri kesini” sahut Kris

“iya, sudahlah mending kita makan pizza ini!” Chanyeol menunjuk-nunjuk Pizza. Ia tak sabar untuk memakan itu.

“ya sudah. Eh tapi sisain buat Kyungsoo,Luhan Hyung, Minseok Hyung, kasihan” Suho mengingatkan

“alah enggak usah. Mereka kan lagi diluar, pasti diluar mereka makan” tolak Baekhyun sambil mengunyah Pizza

“tapi kan….”

“enggak usah,Hyung. gue yakin mereka pasti beli makan diluar! Lagian salah sendiri mereka malah keluar, jadi ya terpaksa bagian mereka buat kita” Chen memotong omongan Suho

“setuju!” seru Tao dan Sehun

“kalian itu ya… member macam apa! Katanya we are one, kekeluargaan…” protes Suho

Baca lebih lanjut

[FF] 5 Menit

TITLE : 5 MENIT RATE : G GENRE : CAMPUSLIFE, GENERAL MAIN CAST : DO KYUNGSOO (D.O EXO) & GONGCHAN B1A4 LENGTH : ONE SHOT AUTHOR : curahaannya HANAN HANIFAH DISCLAIMER : ya sedikit curhatannya aku. Mungkin beberapa mahasiswa pernah mengalami ini. SUKA NGGAK SUKA sih itu selera kalian, tapi mohon dengan sangat NO BASHING.GOMAWAEYO udah mau baca. MIANHAEYO kalo jelek. Please ENJOY =D. Sudah sejam lebih, Kyungsoo hanya berdiam diri di depan laptop. microsoft word yang dari tadi Ia buka masih kosong melompong. Daritadi Ia bolak-balik membaca jurnal praktikumnya dan mencari referensi di Internet, tapi tetap saja Microsoft word itu tak tertuliskan satu huruf pun. Hari makin malam. Waktu menunjukkan pukul 22.59. Itu artinya Kyungsoo hanya mempunyai waktu 11 jam 1 menit untuk mengerjakan deadline laporan praktikumnya. Tepat jam 10 pagi esok hari, ia harus mengumpulkan laporan praktikumnya, tetapi jam 7 paginya Ia ada kelas. Itu artinya Kyungsoo hanya mempunyai waktu 8 jam 1 menit untuk mengerjakan laporannya itu. Berdasarkan data yang ada dan pembahasan yang harus ia bahas, dibutuhkan waktu paling cepat sekitar 5 jam untuk menyelesaikan itu semua. Seharusnya Kyungsoo cepat-cepat mengerjakan laporan praktikumnya itu, namun yang Ia lakukan sedari tadi hanya berdiam diri. Akhir-akhir ini Kyungsoo sedang banyak tugas, sehingga Ia sedang mengalami fase kejenuhan terhadap kuliah. Akibat kejenuhannya itu membuat daya pikirnya melemah. Ia terlalu malas untuk berpikir. Muak rasanya akan tugas dan laporan yang datang terus menerus. Rasa muak, jenuh, dan malasnya itu menggumpal sehingga berakibat akan tugas laporan praktikumnya. Memang kali ini materi praktikumnya agak rumit. Kyungsoo bingung sendiri. Ia tak tahu apa yang harus Ia tulis dalam laporannya. Ia tak tahu apa yang harus Ia bahas, bahkan Ia bingung data apa yang harus Ia olah. “Ya Tuhan! Lapak1 sekarang kok rumit ya? serius, aku enggak ngerti sama lapak yang sekarang. Sebenarnya data apa yang harus aku cari? Apa yang harus aku bahas? Kok gelap banget ya sama materi yang sekarang? bahkan buat bikin pendahuluan sama tinjauan pustaka aja bingung sendiri. Aigo!” Kyungsoo frustasi sendiri. Kyungsoo yang sadar akan waktu yang telah Ia buang serta sisa waktu yang ada, akhirnya Ia pun mencari pencerahan dengan membuka LINE miliknya. Kyungsoo mencoba bertanya pada temannya mengenai laporan praktikumnya ini. Kyungsoo : Bray, lapak biokimia udah belum? Gongchan : belum,bray. Baru abstrak, pendahuluan, tipus2 , sama metodologi doang. Lu udah? Kyungsoo : boro-boro. Sudah sejam Gue berkutat di depan word, word Gue tetep kosong Gongchan : ah seriusan? Pendahuluan, tipus Lu belum? Kyungsoo : belum, Gue bingung. Lapak sekarang itu terasa gelap banget buat Gue. Sebenarnya apa sih yang harus Gue cari? Gongchan : Gue juga bingung sih. Kalau enggak salah Lu harus cari kurva standar glukosa, terus bikin grafik konsentrasinya terhadap nilai absorbansi Kyungsoo : Hah? Nilai konsentrasinya kan enggak diketahui? Gongchan : Ya Lu harus cari Kyungsoo : Gimana caranya? Gongchan :.Pas kemarin responsi Gue enggak terlalu merhatiin, kalau enggak salah nilai konsentrasinya dicari pakai rumus yang didapat dari perhitungan kurva standar. Cari kurva standarnya pakai rumus mekucil3, terus Lu cari nilai X nya, nilai Y nya itu absorbansi Kyungsoo : ah membingungkan. Terus pendahuluan ama tipus Lu nulis apa saja? Abstrak gimana? Gongchan : Ya tentang karbohidrat,polisakarida, tipusnya tentang pati, hidrolisis, ama enzim amilase. Kalau abstrak sih ya Gambaran praktikum kemarin, ya semacam rangkumanlah Kyungsoo : otak Gue mandet nih Gongchan : kalau otak Lu mandet, ya udah bikin aja dulu metodologinya. Orang tinggal copas ini, yang berupa point ubah jadi paragraf terus prosedurnya tinggal Lu bikin bagan alir. Kyungsoo : tapi Gue malas nih Gongchan : ya sudah sih. Lagian slow saja lah. Masih ada beberapa jam lagi. Percaya deh, tugas pasti berlalu. Lapak pasti beres pada waktunya Kyungsoo : beuh… masalahnya pengolahan datanya kan banyak,bray. Kan Woohyun-sunbaenim minta data sekelas Gongchan : Iya Gue tahu, tapi daripada pusing sendiri karena enggak ngerti mending nanti saja nunggu yang sudah. Kyungsoo : eh benar juga. Ya sudah Gue juga nunggu yang lain ah Gongchan : sudah slow aja lah. Gue juga mau main game dulu bentar, habis itu ngerjain lagi. Lumayan buat ngerefresh otak Kyungsoo : iya ya, kayaknya otak Gue mandet gara-gara enggak di refresh dulu ini otak Gongchan : ya makanya jangan terlalu dibawa stres. Main dulu lah barang 5 menit. Walau cuman sebentar tapi bisa membuat otak lancar Kyungsoo : baiklah. Gue mau ngerjain dulu ya. kalau Lu udah kirim via e-mail, Gue mau lihat Gongchan : oke,bray. Lu juga ya Kyungsoo : sip Setelah mendapat pencerahan dari Gongchan, Kyungsoo pun mencoba untuk mengerjakan laporan praktikumnya. Kyungsoo pun mulai mengetik judul praktikum, serta nama dan npm4 nya. Kemudia Ia mengikuti saran Gongchan untuk membuat metodologi terlebih dahulu. Ternyata tak butuh waktu lama untuk membuat metodologi, setengah jam rampung. Dalam metodologi yang sedikit ribet adalah membuat prosedur, karena Ia harus membuat kotak-kotak agar menjadi bagan alir. Setelah selesai membuat meotodologi, Kyungsoo mencoba membuat abstrak karena itu merupakan bagian termudah setelah metodologi. Ia pun mulai mencoba mentransfer kata-kata yanga da diotaknya ke dalam Microsoft word. Abstrak pun selesai dalam waktu singkat. Kemudian Ia melanjutkannya dengan pendahuluan. Pada mulanya lancar, tapi beberapa menit kemudian otaknya menjadi tersendat. Ia menjadi bingung. Ia tak tahu apa lagi yang harus Ia tulis. “Damn! Ini pendahuluan apa lagi ya? kok jadi bingung lagi ya? otak kembali mandet nih. Ah refresh dulu otak deh, 5 menit saja, seperti yang dikatakan Gongchan biar otaknya lancar lagi” Kyungsoo memutuskan untuk bermain game selama 5 menit agar otaknya segar kembali. Sebelum bermain game Ia memasang alarm sebagai pengingat. Kyungsoo pun bermain. Saat bermain wajahnya tampak sumringah. Nampaknya Kyungsoo berhasil menyegarkan kembali otaknya. Tak terasa 5 menit telah berlalu. Alarmnya pun berbunyi “eh engga kerasa lah udah 5 menit lagi. Padahal belum beres ini misinya, 5 menit lagi saja gitu?” Saat melakukan hal yang menyenangkan, 5 menit tak terasa apa-apa. Alhasil saat alarmnya berbunyi, Kyungsoo bukannya memilih “turn off alarm”, Ia malah memilih untuk tombol “Sneeze”. Kyungsoo pun kembali bermain game. Mencoba menyelesaikan misi pada gamenya tersebut. Lagi. 5 menit tak terasa apa-apa. “nanggung ah. 5 menit lagi deh” ucap Kyungsoo sambil menekan tombol sneeze. Hal itu terus terulang hingga 5kali. Kyungsoo menghentikan hal itu saat melihat jam. Ia tersadar. “Astaga! Sudah jam segini? Ya ampun! Ayo Do Kyungsoo,fokus! Semangat!” seru Kyungsoo. Kyungsoo pun kembali fokus pada laporan praktikumnya. Disaat fokus seperti itu, ada lagi godaan yang menganggu Kyungsoo. Sekarang sudah tengah malam. Dinginnya angin malam mulai menusuk tubuh. Dingin itu merangsang Kyungsoo untuk menguap. Alhasil Kyungsoo mulai mengantuk. “hoaam” Kyungsoo menguap “aduh ngantuk nih. Pengen tidur nih. Enggak! enggak boleh! Lapak menanti! Pendahuluan belum beres, belum ngerjain tipus, pengolahan data, pembahasan, lampiran, kesimpulan. Ayo semangat!” Sayangnya, tak berapa lama setelah mengatakan itu, Kyungsoo tersendat kembali, saat memasuki tinjauan pustaka. Kepala Kyungso sudah beberapa kali terantuk-antuk. Ia benar-benar mengantuk, dan hal itu tentu saja membuatnya tak bisa berpikir. “aduh, enggak bisa mikir. Ngantuk banget. Apa ditidurin dulu saja gitu ya? biar bisa mikir. Iya ah tidurin saja dulu 5 menit. Lumayan bisa bikin badan segar, terus mikir jadi lancar deh” Kyungsoo pun merebahkan tubuhnya di sofa ruang tamu yang Ia duduki sedari tadi. Kyungsoo tak mempunyai meja belajar, sehingga Ia mengerjakan tugasnya di meja yang ada di ruang tamu. Kyungsoo tak lupa untuk menyalakan alarm. Setelah menyetel alarm, Kyungsoo pun tidur. Baru saja terlelap, alarmnya sudah berbunyi. “ih baru banget tidur. 5 menit lagi ah” Kyungsoo kembali menekan tombol sneeze. Kyungso pun kembali tidur 5 menit berlalu begitu cepat. Sangat tak terasa bagi Kyungsoo. kantuk dan lelahnya belum hilang, Ia harus sudah terbangun lagi. Badannya menolak untuk bangun, sehingga Kyungsoo memutuskan untuk kembali tidur selama 5 menit lagi. “iya-iya. 5 menit lagi ah. Masih capek nih!” gerutu Kyungsoo sambil melanjutkan tidurnya yang terasa sangat enak baginya, karena Ia sudah lelah. Terdengar alunan lagu Exo – Let Out The Beast. Itu adalah bunyi alarm Kyungsoo. itu berarti Kyungsoo sudah harus bangun dari tidur 5 menitnya itu. Kyungsoo pun terbangun. “Ah enak banget. Walau cuman tidur 5 menit, eh enggak deng, tadi aku sneeze 3 kali, jadi 15 menit. Oke sekarang aku siap mengerjakan lapak” ucap Kyungsoo penuh semangat sambil meregangkan tubuhnya. Kyungsoo mematikan alarm pada handphonenya. Saat mematikan alarm, Ia melihat jam di layar handphonenya. Betapa terkejutnya Kyungsoo saat melihat jam. Ternyata Ia tidur bukan selama 15 menit, melainkan selama 4 jam 40 menit! Kini jam menunjukkan angka tepat angka 5.00 pagi. Jadi alarm yang berbunyi adalah alarm yang memang setiap hari Kyungsoo pasang. Ternyata tadi malam Kyungsoo lupa menekan tombol sneeze. Kyungsoo langsung panik. Ia langsung melihat laptopnya. Sial, masih sama dengan yang apa Ia lihat tadi malam. Baru sampai pendahuluan. Masih banyak yang belum Ia kerjakan. Dengan kecepatan tinggi, Ia pun langsung mengerjakan laporan praktikumnya. Dalam keadaan terdesak dan mendekati deadline, Kyungsoo tak mengalami kendala. Mungkin ini lah yang disebut dengan “the power of kepepet”. Saat mendekati deadline, Kyungsoo pun baru mengerti dengan pengolahan data yang kemarin Gongchan jelaskan. Tak terasa hampir 2 jam Ia mengerjakan laporan praktikum. Walau sudah dengan kecepatan tinggi Ia mengerjakannya, tapi tetap saja belum selesai. Padahal berapa menit lagi Ia ada kelas. Dengan terpaksa Kyungsoo harus melewatkan kelas itu. Kyungsoo pun menelepon Gongchan untuk menitipkan absen, sekaligus mengomel karena gara-gara mengikuti saran Gongchan untuk rehat selama 5 menit, laporannya tak beres. “Halo. Kampret Lu,Chan!” umpat Kyungsoo “Apaan sih Lu? Nelepon itu bukannya ngucapin salam, malah marah-marah” heran Gongchan “Heh, gara-gara saran Lu yang rehat 5 menit itu, lapak Gue sampai sekarang belum beres. Tanggung jawab Lu ah. Lu harus TA5 in Gue” “ya maaf-maaf kalau saran Gue sesat, Gue juga kejebak ama saran Gue sendiri ehehehe Gue juga kebablasan main game, habis itu ketiduran. Alhasil Gue juga belum beres nih. Gue juga mau skip Navigasi ehehe” jawab Gongchan dengan cengengesan “Santai amat Lu ngejawabnya. Enggak ada rasa bersalah. Payah Lu” kesal Gongchan “ya maaf, kalau Gue nyesatin Lu” sesal Gongchan “ah ya sudah. Gue mau telepon Minah dulu, mau minta TA ke dia” “Navigasi mana bisa TA, kan ada kuis” Gongchan mengingatkan “oh iya!” Kyungsoo menepuk jidatnya “ah mati Gue! Dapet nilai dari mana nih Gue? Mana ini mata kuliah enggak ada UAS,UTS. Nilai cuman dari kuis sama presentasi. Kalau kelewatan satu kuis, nilai Gue bisa jatuh dong?” “ya sama nilai Gue juga jatuh. Ya mau gimana lagi? Daripada lapak enggak beres. Lebih berabe lagi” “ah ya sudah. Gue mau nerusin lapak” Kesal Kyungsoo sambil menutup teleponnya. Kyungsoo mengerjakan laporan praktikumnya sambil mengomel. Ia terus menggerutu. Menyesali perbuatannya yang menunda-nunda sesuatu. “Rugi banget aku hari ini. ini semua gara-gara konsep 5 menit Gongchan. Seharusnya aku fokus ngerjain. Jangan berpaling walau cuman 5 menit saja. Niatnya sih cuman 5 menit, eh tahunya malah kebablasan. Enggak lagi-lagi deh. Rugi banget. Sudah enggak dapat nilai gara-gara kuis, lapak jam segini belum beres jadi saja ngerjainnya asal-asalan. Ah pasti ini dapat nilainya kacau. Ah kampret!!!” Kyungsoo pun bertekad kedepannya Ia takkan menunda-nunda lagi. Ia akan fokus, takkan berpaling walau 5 menit saja, karena pada akhirnya akan menjadi keterusan, dan pada akhirnya akan rugi sendiri. —The End— Friday, November 29, 2013 10:14 PM Geje ya? hehehe maaf ya. ditengah menumpuknya lapak, masih sempat bikin FF. FF ini terinspirasi dari keadaanku saat ini yang lagi jenuh ama kuliah gara-gara ngelapak mulu, bikin makalah mulu, otak akunya jadi malas untuk berpikir hahahaha. Pasti ada beberapa mahasiswa yang mengalami hal ini. nunda-nunda ngerjain tugas. Niatnya sih cuman bentar eh taunya bablas. Alhasil karena mendekati deadline, harus nyekip kelas. Kerasnya mahasiswa hahaha. Padahal ini baru bikin lapak aja, gimana kalo nanti skripsi? Oh noooo! Ah yang semangat aja ya nan! MIANHAEYO klo jelek, karakterisasi kurang, klo banyak typo, dan eyd jelek. GOMAWO udah baca. don’t forget untuk meninggalkan jejak yaaa ;;). sampai bertemu di FF selanjutnya. Annyeong~ Eh iya glossarium : 1. Laporan Akhir 2. Tinjauan Pustaka 3. Metode kuadrat terkecil 4. Nomor Pokok Mahasiswa